cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20886012     EISSN : 25988492     DOI : -
Core Subject : Health,
The Journal is delimited into nursing clinical studies, nursing education and nursing community. The sciences covered involve basic nursing, pediatric nursing, medical surgical nursing, maternity nursing, emergency nursing, mental health nursing, community nursing, family nursing and gerontic nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUANG HEMODIALISIS RSUP DR HASAN SADIKIN BANDUNG Nasution, Tina Handayani; Ropi, Helwiyah; Sitorus, Ria Eviyantini
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen diri yang efektif merupakan hal penting dalam pengelolaan pasien penyakit ginjal terminal yang menjalani hemodialisis. Ada banyak faktor yang bisa berhubungan dengan manajemen diri pada pasien penyakit ginjal terminal yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor – fakor yang berhubungan dengan manajemen diri pada pasien yang menjalani hemodialisis di ruang hemodialisis RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Desain penelitian cross sectional, jumlah sampel 48 pasien, dengan tehnik concecutive sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner data demografi, kuesioner pembiayaan, kuesioner nilai, kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale dan kuesioner manajemen diri. Analisa data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia (p=0,492), jenis kelamin (p = 0,546), status pernikahan (p = 0,572), pendidikan (p= 0,059) dan lamanya menjalani hemodialisis ( p = 0,262) dengan manajemen diri. Sementara faktor – faktor yang berhubungan dengan manajemen diri pada pasien yang menjalani hemodialisis pada penelitian ini adalah pembiayaan (p = 0,023), nilai – nilai terkait hemodialisis yang dimiliki pasien (p = 0,046) dan kecemasan (p=0,022). Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor – faktor tersebutlah yang berhubungan dengan manajemen diri pada pasien penyakit ginjal terminal yang menjalani hemodialisis. Berdasarkan hal tersebut maka perlu adanya program edukasi secara rutin menggunakan berbagai media seperti media lifleat atau audiovisual untuk meningkatkan manajemen diri pada pasien yang menjalani hemodialisis.   Kata kunci: Analisis faktor, manajemen diri, hemodialisis
PENGARUH BERMAIN DENGAN MEWARNAI TERHADAP PENURUNAN SKOR PERILAKU MALADAPTIF ANAK USIA PRASEKOLAH (3-5 TAHUN) YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT KABUPATEN KEDIRI Kapti, Rinik Eko; Ahsan, Ahsan; Istiqomah, Ana
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bermain dengan mewarnai merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk menghilangkan ketegangan dan memperoleh kesenangan pada anak yang mengalami hospitalisasi dengan cara memberikan intervensi berupa coretan warna pada gambar. Pemberian intervensi ini akan memberikan efek relaksasi pada tubuh serta dapat memberikan rangsang emosi di sistem limbic, sehingga terjadi pengontrolan perilaku maladaptif di hipotalamus. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bermain dengan mewarnai terhadap penurunan skor perilaku maladaptif anak usia prasekolah (3-5 tahun) yang mengalami hospitalisasi. Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu experimental design dengan pendekatan pre test-post test with control group yang memberikan perlakuan bermain dengan mewarnai pada kelompok perlakuan, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan intervensi standar dari rumah sakit. Responden dalam penelitian berusia 3-5 tahun yang berjumlah 20 responden yang terbagi dalam dua kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Dari penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa variabel bebas dalam penelitian ini adalah bermain dengan mewarnai, sedangkan variabel terikatnya yaitu perilaku maladaptif. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, digunakan lembar kuesioner yang kemudian dianalisa dengan menggunakan uji Paired t test dan Independent t test. Berdasarkan uji Paired t test didapatkan nilai P = 0,000 yang mengindikasikan H1 diterima. Sementara itu, pada uji Independent t test didapatkan nilai P­ = 0,032 yang mengindikasikan hasil berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh bermain dengan mewarnai terhadap penurunan skor perilaku maladaptif anak usia prasekolah (3-5 tahun) yang mengalami hospitalisasi di Rumah Sakit Kabupaten Kediri. Dari hasil penelitian tersebut, disarankan agar perawat pediatrik, dan orang tua memberikan intervensi bermain dengan mewarnai secara rutin selama anak menjalani rawat inap, agar dapat meminimalisasi perilaku maladaptif pada anak tersebut.   Kata kunci : Bermain dengan Mewarnai, Skor Perilaku Maladaptif, Anak Usia Prasekolah (3-5 tahun)
PLAGUE AS A BIOLOGICAL WEAPON OF MASS DESTRUCTION Ningsih, Dewi Kartikawati
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is an archipelago country lies on the pacific ring of fire, which has a greater risk for disaster due to its geographic location. Indonesia had experienced both natural disaster and man made disaster. However, now days man made disaster often occurred that lead towards destruction of human mankind. Modern weapon of mass destruction are either nuclear, biological or chemical can bring a huge damage to societies and civilization.  The method used in this literature review was collected and analyzed the article of biological weapon of mass destruction. Articles collected through electronic databases such as CINAHL; ScienceDirect; Center for Disease Control (CDC); American Medical Association (AMA); National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIH) and textbook of emergency preparedness response. The criteria of articles have full text and published in the period of time between 2004-2014. In this article mainly focused on explaining plague as a biological weapon of mass destruction that including description of the agents, historical background occurring plague as a biological organism, historical use plague as a weapon of mass destruction (WMD), transmission/dispersion/incubation, diagnosis and treatment, detection, responder safety consideration, environmental impact, medical surge consideration and future implications. The huge number of casualties due to sudden event can cause increasing demand for health care resources including facilities, health care providers, hospital resources, infrastructures and other resources. Preparing for medical surge are always in the first priority and can be consisting medical services facilities, medical care providers, hospital resources as well as infrastructures. During tremendous outbreak health care center will probably run out of space, furthermore it is essential to establish the alternate care facilities such as school, mosque, churches, community center, mall, government building, stadium, medical professional offices and so forth to deal with large casualties. In addition, totally eliminating plague is less possible, and so improving prophylactic and therapeutic antibiotic regimen as well as rapid diagnostic and technical laboratory microbiology standards are essential to response plague outbreak. Key word: plague, biological weapon of mass destruction, bioterrorism-related epidemics
HUBUNGAN PERAN KADER KESEHATAN DENGAN TINGKAT KUALITAS HIDUP LANJUT USIA Setyoadi, Setyoadi; Ahsan, Ahsan; Abidin, Alif Yanur
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan jumlah Lanjut Usia (lansia) di Indonesia diperkirakan sebagai pertumbuhan lansia yang tercepat di dunia. Meningkatnya jumlah lansia tidak lepas dari proses penuaan beserta masalahnya. Salah satu solusi yang dilakukan perawat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia yaitu dengan melakukan promosi kesehatan untuk mengorganisasi dan memberikan asuhan keperawatan bagi lansia melalui kegiatan posyandu lansia dengan mengoptimalkan kader kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan peran kader dengan upaya peningkatan kualitas hidup lansia di Desa Landungsari. Desain penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Dengan metode purposive sampling, berjumlah 15 orang kader dan 30 lansia. Pengumpulan data mengunakan kuisioner dari WHOQOL-BREF. Analisis data dengan uji statistik Spearman didapatkan nilai p = 0,05 (0,000 > 0,05) , yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan peran kader dengan tingkat kualitas hidup lansia. Hasil penelitian menyimpulkan adanya hubungan yang signifikan peran kader dengan tingkat kualitas hidup lansia karena peran kader yang sudah baik berpengaruh terhadap tingkat kualitas hidup lansia dikarenakan kader selalu memberikan dukungan positif dan memberikan edukasi kepada lansia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Disarankan bagi kader untuk dilibatkan dalam penyuluhan kesehatan di Posyandu, bila kader masih belum berani menyampaikan materi penyuluhan maka perlu diberikan bimbingan dan motivasi serta dicarikan solusi yang tepat.   Kata Kunci : Lansia, Peran Kader, Tingkat Kualitas Hidup Lansia
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN TUGAS DENGAN PEMBAGIAN KELOMPOK BERDASARKAN METODE FRIENDSHIP GROUP DAN RANDOM GROUP DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Kristianto, Heri; Wihastuti, Titin Andri; Al-Maris, Rosikhah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran tugas kelompok merupakan suatu metode pembelajaran yang jarang ditinggalkan dalam rangkaian proses belajar mengajar. Dalam prakteknya, ada banyak sekali metode pembagian kelompok yang sering diterapkan terutama metode friendship group dan random group. Mahasiswa sebagai elemen penting masyarakat yang dipercaya sebagai kelompok terdidik ternyata tidak bisa lepas dari masalah kecemasan. Kecemasan merupakan perasaan yang tidak menyenangkan dan dapat menimbulkan gejala-gejala fisiologis yang bisa menghambat pencapaian ideal yang diharapkan dari seorang mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas terkait penggunaan metode pembagian kelompok friendship group dan random group. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripsi analitik komparatif dengan pendekatan Cross Sectional yang terdiri dari variabel independent berupa metode friendship group dan random group serta variabel dependent berupa tingkat kecemasan yang akan diukur mengunakan instrumen Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS). Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya angkatan 2007, 2008, 2009 dan 2010 pengambilan sampel dengan cara stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan statistik uji Mann-Whitney dengan taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan uji Mann-Whitney tersebut, didapatkan P-value sebesar 0,000, oleh karena 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan kecemasan yang signifikan antara metode friendship group dengan metode random group. Kata Kunci : Mahasiswa, Kecemasan, Friendship group, Random group
FAKTOR RISIKO KEGAWATAN NAFAS PADA NEONATUS DI RSD. DR. HARYOTO KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2013 Marfuah, Marfuah; Barlianto, Wisnu; Susmarini, Dian
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegawatan nafas pada neonatus merupakan masalah yang dapat menyebabkan henti nafas bahkan kematian, sehingga dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada bayi baru lahir. Banyak faktor resiko kegawatan nafas neonatus baik faktor bayi, ibu, tali pusat, plasenta dan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor risiko yang berhubungan dengan kegawatan nafas neonatus. Penelitian dilakukan dengan desain penelitian case control dengan pendekatan retrospektif dari data rekam medis, buku register dan laporan harian ruang neonatus. Jumlah sampel 240 responden yang terbagi menjadi 120 kelompok kasus (gawat nafas) dan 120 kelompok kontrol (tidak gawat nafas) di ruang Neonatus RSD. Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang. Kegawatan nafas neonatus berdasarkan data skor Downe dan faktor yang diteliti umur ibu, kehamilan ganda, derajat asfiksia, usia kehamilan, paritas, hipertensi pada ibu, jenis kelamin, berat badan lahir, jenis persalinan, partus lama, sindrom aspirasi meconium dan kadar gula darah acak ibu. Data dianalisis dengan uji Chi-square dilanjutkan regresi logistik. Hasil penelitian ini didapatkan derajat asfiksia, kehamilan ganda, usia kehamilan, paritas, dan hipertensi ibu  merupakan faktor risiko signifikan pada kegawatan nafas neonatus. Pada model regresi logistik, derajat asfikasi dan kehamilan ganda merupakan prediktor kuat terjadinya kegawatan nafas neonatus dan hipertensi pada ibu merupakan faktor proteksi yang menurunkan kegawatan nafas neonatus. Kata Kunci : Faktor Risiko, Kegawatan Nafas Neonatus
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ACTIVITIES OF DAILY LIVING (ADL) PADA LANJUT USIA DI PANTI WERDHA Lestari, Retno; Wihastuti, Titin Andri; Rahayu, Berty Febrianti
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan masalah kejiwaan yang seringkali menyerang Lansia. Kondisi lain yang sering dialami pada Lansia yaitu kemandirian dalam activities of daily living (ADL) yang menurun. Lansia yang mengalami kecemasan cenderung mengalami penurunan dalam kemandiriannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat kemandirian activities of daily living (ADL) pada lanjut usia yang tinggal di panti werdha. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripsi analitik korelasi dengan pendekatan “Cross Sectional” dengan variabel ganda yaitu variabel independen (tingkat kecemasan) dan variabel dependen (tingkat kemandirian). Pengambilan sampel dilakukan dengan Purposive Sampling dengan jumlah sampel 84 responden. Analisis data menggunakan uji statistik bivariat non-parametrik, yaitu uji hipotesis Spearman Rho dan Uji Gamma pada taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan uji Spearman Rho dan uji Gamma didapatkan data P value < 0,05 yakni 0,000. Hasil analisis data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis penelitian (H1) diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan tingkat kemandirian pada Lansia. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel dependen yaitu tidak hanya meneliti kemandirian dalam activities of daily living (ADL) tetapi juga dalam instrument activities of daily living (IADL) dan menggunakan pendekatan lainnya seperti Case Control Study Design.   Kata Kunci : Kecemasan, Kemandirian, activities of daily living (ADL), Lansia.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR DENGAN STATUS IMUNISASI BAYI DI DESA WILAYAH KERJA PUSKESMAS DRINGU KABUPATEN PROBOLINGGO Winarsih, Sri; Imavike, Fransiska; Yunita, Rizka
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan suatu upaya untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs) yang bertujuan menurunkan angka kematian anak. Imunisasi merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi terutama pada masa bayi. Kebutuhan dasar anak secara alamiah harus dipenuhi oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua dalam pemberian imunisasi dasar dengan status imunisasi bayi di Desa Wilayah Kerja Puskesmas Dringu Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki bayi usia 12 bulan dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah peran orang tua dalam pemberian imunisasi dasar dan status imunisasi bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ayah dan ibu termasuk dalam kategori peran buruk dengan pemberian imunisasi dasar tidak lengkap sebanyak 26 orang (55.3%) dan 24 orang (51.1%). Bayi mendapatkan imunisasi dasar tidak lengkap sebanyak 30 orang (63.83%). Berdasarkan uji chi-square, diperoleh nilai p=0.000 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peran orang tua dalam pemberian imunisasi dasar dengan status imunisasi bayi. Berdasarkan hasil penelitian ini, orang tua disarankan untuk berperan aktif dalam upaya pemeliharaan kesehatan anak melalui pemberian imunisasi dasar sesuai jadwal. Kata kunci: peran orang tua, status imunisasi bayi
PEMBERDAYAAN KELUARGA (FAMILY EMPOWERMENT) MENINGKATKAN KOPING KELUARGA DIABETES MILITUS TIPE-2 Ardian, Iwan
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Militus merupakan penyakit kronis yang diderita oleh pasien seumur hidup. Kondisi ini menjadikan keluarga tertekan dan stress serta banyak keluarga tidak memiliki kemampuan dalam menggunakan strategi koping dalam menghadapi  masalah dengan anggota keluarga mengalami diabetes militus tipe-2. Intervensi keperawatan diperlukan untuk meningkatkan kompetensi keluarga dalam menghadapi masalah. Intervensi yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan keluarga (family empowerment). Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh penggunaan intervensi keperawatan keluarga: pemberdayaan keluarga (family empowerment) terhadap peningkatan koping keluarga dengan Diabetes Militus tipe-2 di kelurahan Muktiharjo Kidul Semarang. Jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment), design penelitian non equivalent control group. Populasi penelitian adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga menderita penyakit Diabetes Militus Tipe-2. Besar sampel sebanyak 15 sampel kelompok perlakuan dan 15 sampel kelompok kontrol, diambil dengan teknik consecutives sampling dengan kriteria inklusi. Pengukuran koping keluarga menggunakan Family Coping Index (FCI) City Nursing Service and the Johns Hopkins School of Hygiene and Public Health data dianalisa uji Paired t Test dan uji t independent Test. Hasil penelitian pada kelompok perlakuan menunjukan terdapat perbedaan tingkat koping keluarga sebelum dan setelah diberikan intervensi keperawatan keluarga: family empowerment (p = 0,000). Pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan tingkat koping keluarga saat pre test dan post test (p = 0,082). Terdapat perbedaan peningkatan koping keluarga yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p = 0,000). Kesimpulan yang diambil yaitu pemberdayaan keluarga (family empowerment) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan koping keluarga (family coping) pada keluarga dengan diabetes millitus tipe-2. Intervensi pemberdayaan keluarga (family empowerment) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah psikologis keluarga sehingga dapat dikembangkan dan digunakan oleh perawat keluarga.   Kata Kunci: pemberdayaan keluarga, koping keluarga, diabetes millitus tipe-2
PERBANDINGAN PENGARUH WATER SPRAY DAN FAN COOLING MENGGUNAKAN AIR HANGAT DENGAN AIR SUHU RUANGAN TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH Sari, Efris Kartika; Redjeki, Ike Sri; Rakhmawati, Windy
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penatalaksanaan demam pada pasien sakit kritis dibutuhkan untuk meminimalkan stres metabolik dan meningkatkan oksigenasi jaringan. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh water spray dan fan cooling yang menggunakan air hangat dengan air suhu ruangan terhadap waktu dan besarnya penurunan suhu tubuh pasien demam yang mendapat terapi acetaminophen, di ruang rawat intensif RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung. Desain penelitian adalah pretest-posttest control group design. Subjek dibagi secara acak ke dalam kelompok perlakuan dan kontrol yaitu: 1) 500 mg acetaminophen dan water spray dan fan cooling dengan air hangat (n= 14), 2) 500 mg acetaminophen dan water spray dan fan cooling dengan air suhu ruangan (n= 14). Terapi diterapkan selama 60 menit. Hasilnya kelompok perlakuan menunjukkan penurunan suhu tubuh sebesar 0,5oC lebih cepat (30 menit) daripada kelompok kontrol (60 menit). Hasil uji Independent Samples T Test juga menunjukkan perbedaan rata-rata nilai suhu tubuh yang bermakna (p < 0,05), dengan rata-rata penurunan suhu tubuh pada kelompok perlakuan yaitu 0,8oC, dan kontrol 0.5oC. Oleh karena itu, water spray dan fan cooling sebagai terapi pendukung (komplementer) hendaknya diterapkan dengan menggunakan air hangat.   Kata kunci: demam, water spray dan fan cooling, air hangat, air suhu ruangan.

Page 1 of 10 | Total Record : 99