cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
ECSOFIM (Economic and Social of Fisheries and Marine)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25285939     DOI : -
The journal carried an article published scientific in the form of research results. The scope of the study includes the Economic and Social science in the field of fisheries and marine fisheries in the form of marketing, fisheries international trading, fisheries agribusiness, fisheries sociology, the fishing industry, fisheries economics, fisheries resources economics, fisheries resources management, fisheries management plan, fisheries institutional and cooperatives as well as organizational behavior and human resource management.
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
KAJIAN PROFIL KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PESISIR PULAU GILI KECAMATAN SUMBERASIH KABUPATEN PROBOLINGGO JAWA TIMUR Juniarta, Hagi Primadasa; Susilo, Edi; Primyastanto, Mimit
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gili Ketapang (Pulau Gili Ketapang) Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo,  Jawa Timur pada bulan Februari hingga Maret 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal apa saja yang terdapat pada masyarakat pesisir Pulau Gili Kabupaten Probolinggo. Menjelaskan respon dan ketaatan masyarakat terhadap kearifan lokal di Pulau Gili. Menjelaskan fungsi dan manfaat kearifan lokal yang ada di masyarakat Pulau Gili. Menjelaskan bagaimana membangun model pengelolaan berbasis kearifan lokal masyarakat. Pulau gili memeliki beberapa budaya yang berpotensi sebagai kearifan lokal yang nantinya bisa digunakan sebagai landasan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Terdapat tujuh budaya yang ada di Pulau Gili, Onjem, Petik Laut, Nyabis, Kontrak kerja, Pengambek, Telasan dan Andun. Tetapi hanya dua budaya yang berpotensi sebagai kearifan lokal yaitu Petik laut dan Onjem ditinjau dari syarat menurut Christy(1992). Model pemberdayaan co manajemen bisa diterapkan jika mengacu pada kearifan lokla yang digunakan sebagai landasannya. Kata kunci : Kearifan Lokal, Budaya Lokal, Pemberdayaan Masyarakat, dan Co Manajemen
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PULAU-PULAU KECIL TERHADAP MASYARAKAT PESISIR DESA LIHUNU, KECAMATAN LIKUPANG, KABUPATEN MINAHASA UTARA, PROVINSI SULAWESI UTARA Budianto, Prima Farid; Susilo, Edi; Indrayani, Erlinda
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbitnya Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2004 menegaskan bahwa pengembangan pariwisata di pulau-pulau kecil adalah prinsip partisipasi masyarakat, dalam hal ini masyarakat pesisir Desa Lihunu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penerapan keputusan menteri tersebut terhadap masyarakat pesisir di Desa Lihunu, pengembangan perikanan di Desa Lihunu dengan pengelolaan melalui konsep kepariwisataan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan sumber daya pesisir di Desa Lihunu. Metode penelitian ini merupakan deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Dengan teknik pengumpulan data primer meliputi  wawancara mendalam kepada informan dan pengamatan berpartisipasi. Sedangkan pengumpulan data sekunder diperoleh dari data yang disajikan oleh pihak-pihak lain. Potensi sumber daya pesisir Desa Lihunu meliputi potensi alam/fisik dan potensi sumber daya manusia. Kebijakan perikanan di Kabupaten Minahasa Utara yang meliputi rencana strategis dan programnya masih belum melibatkan masyarakat lokal. Terbitnya Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2004 berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Desa Lihunu, menjadi lebih baik secara ekonomi, sosial, serta budaya masyarakat. Pengembangan perikanan di Desa Lihunu dilakukan dengan pengelolaan melalui konsep kepariwisataan, yaitu kegiatan pemanfaatan dan pengelolaan perikanan tidak hanya dengan penangkapan dan budidaya, tetapi lebih pada kegiatan menjual jasa untuk wisata. Kuantitas sumber daya manusia, serta program-program instansi terkait menjadi daya dukung dalam pengembangan perikanan dengan konsep pariwisata (minawisata). Sedangkan rendahnya kualitas sumber daya manusia terutama minimnya keterampilan masyarakat lokal, menjadi faktor penghambat belum dapat berjalannya pengembangan potensi-potensi tersebut.   Kata kunci : Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, masyarakat pesisir, pemgembangan perikanan
EKSISTENSI HUKUM ADAT DALAM MELINDUNGI PELESTARIAN SASI IKAN LOMPA DI DESA HARUKU KABUPATEN MALUKU TENGAH Karepesina, Sakina Safarina; Susilo, Edi; Indrayani, Erlinda
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) Pengaturan hukum adat sasi, (2) Upaya masyarakat mempertahankan dan menaati hukum adat  sasi, (3)  Eksistensi hukum adat sasi dalam hukum  nasional. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Haruku Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan cara pengambilan sampel adalah purposive sampling, yang dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2011sampai 27 September 2011. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data  dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, dan metode analisisisi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa: (1) Dalam sasiter dapat beberapa pengaturan hokum adat sasi mulai dari pengaturan pengelolaan, pemeliharaan, dan sampai pada waktu pemanenan. (2) Efektivitas masyarakat dalam menjaga hukum adat sangat kuat dari ribuan tahun lalu hingga tahun 2003 sampai 2007 terlihat masih terjaganya hukum adat dan tradisi sasi ikan lompa, akan tetapi tradisi hukum adat sasi sejak tahun 2008 hingga saat ini mulai mengalami penurunan hal ini dibuktikan dengan tidak terlihat lagi ikan lompa selama 4 tahun.  (3)  Eksistensi hukum adat sasi berisi peraturan-peraturan dan selalu mengikat masyarakatnya dalam menjaga lingkungan alam terutama laut sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu juga terdapat dalam hukum nasional Indonesia. Kata kunci : Pengaturan hukum adat sasi, efektivitas, eksistensi
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KARYAWAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (NELAYAN) DI UPTD PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) POPOH, DESA BESOLE KECAMATAN BESUKI TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR Suryaningtiyas, Dewi; Harahap, Nuddin; Riniwati, Harsuko
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Mengetahui Profil dan Mekanisme Kerja di UPTD Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Popoh, 2) Pengaruh variabel-variabel Kualitas Pelayanan (Bukti Fisik, Keandalan, Daya Tanggap, Jaminan, dan Empati) terhadap Kepuasan Pelanggan, 3) Mengetahui variabel yang berpengaruh Dominan terhadap Kepuasan Pelanggan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan analisis deskriptif  kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampel untuk responden pelaksana UPTD. Sedangkan random sampling untuk mendapatkan responden dari nelayan (pelanggan). Instrumen Penelitian berdasarkan skala sematic dengan pemberian skor. Analisa data menggunakan fungsi linear berganda dengan menggunakan program SPSS. Unit  Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) adalah unsur pelaksana Dinas dalam melasanakan fungsi pelayanan di bidang Kelautan dan Perikanan yang meliputi Unit Pelaksana Teknis Daerah Pangkalan Pendaratan Ikan Popoh (PPI Popoh). Variabel Kualitas Pelayanan yaitu Bukti Fisik (X1), Keandalan (X2), Daya Tanggap (X3), Jaminan (X4), dan Empati (X5) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Hasil uji t diketahui bahwa t hitung < t tabel pada variabel Bukti Fisik (X1), Keandalan (X2), Daya Tanggap (X3) dan Jaminan (X5). Sedangkan Variabel Empati (X5) diketahui t hitung (2,816) > t tabel (2,064),  kesimpulannya yaitu variabel empati berpengaruh sangat nyata dan merupakan fakor yang paling dominan terhadap kepuasan pelanggan.     Kata Kunci :  Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelanggan
ANALISIS PENGARUH NILAI PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA TERHADAP PRODUK DOMESTIK BRUTO SEKTOR PERIKANAN DI INDONESIA Zulkarnain, M.; Purwanti, Pudji; Indrayani, Erlinda
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan di Indonesia saat kondisi perikanan laut mengalami overfishing. Hubungan antara nilai yang digunakan produksi perikanan (budidaya laut, budidaya tanggul, tambak, budidaya keramba, jaring apung budidaya dan budidaya padi) dan Domestik Bruto sektor perikanan Produk di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan dominan dari nilai produksi perikanan budidaya terhadap Perikanan Produk Domestik sektor perikanan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Badan Pusat Statistik Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan Bank Sentral Indonesia Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun 2000-2010 dengan menggunakan analisis regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai produksi perikanan budidaya secara bersama-sama mempengaruhi PDB sektor perikanan di Indonesia, nilai produksi perikanan sebagian mempengaruhi Produk Domestik Bruto sektor perikanan di Indonesia. Budidaya Laut memiliki efek paling dominan terhadap Produk Domestik Bruto dari sektor perikanan di Indonesia dan diikuti budidaya kolam dan budidaya tanggul. Adapun kolam budidaya memiliki nilai negatif. kesimpulan dan rekomendasi dari penelitian ini bahwa budidaya laut dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi perikanan di Indonesia, diikuti oleh tambak dan tambak, budidaya padi harus diadakan untuk studi lebih lanjut karena memiliki dampak negatif terhadap Produk Domestik Bruto dari sektor perikanan di Indonesia.     Kata kunci: budidaya, produk domestik bruto sektor perikanan, budidaya, tanggul budidaya, tambak, budidaya padi
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI DAN KELAYAKAN USAHA ALAT TANGKAP PAYANG DI GILI KETAPANG KABUPATEN PROBOLINGGO JAWA TIMUR Rachman, Saiful; Purwanti, Pudji; Primyastanto, Mimit
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada juragan payang Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor produksi yang mempengaruhi hasil tangkapan perikanan payang di Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo, mengetahui keuntungan usaha penangkapan dengan menggunakan alat tangkap payang di Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo dan mengetahui kelayakan usaha penangkapan dengan menggunakan alat tangkap payang di Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo. Gili Ketapang merupakan salah satu pulau yang berada di Kabupaten Probolinggo. Di mana pulau ini merupakan pulau yang memiliki sumberdaya laut yang cukup besar. Hal ini didasarkan dari jumlah produksi ikan di Gili Ketapang yang mencapai 40% dari total produksi yang dihasilkan di Kabupaten Probolinggo. Masyarakat daerah sekitar melakukan pemanfaatan sumberdaya laut dengan cara menggunakan alat tangkap, baik secara tradisional maupun menggunakan tehnologi. Salah satu alat tangkap yang penggunaannya masih tradisional dan layak dijalankan untuk usaha adalah alat tangkap payang. Alat tangkap ini layak dijalankan karena dianalisis finansialnya baik secara jangka pendek dan jangka panjang memiliki hasil yang layak. Untuk memaksimumkan hasil produksi tangkapan, para juragan atau nelayan payang perlu melakukan adanya kombinasi penggunaan faktor produksi. Faktor produski yang mempengaruhi hasil tangkapan payang antara lain; pengalaman nelayan, jumlah trip penangkapan, jumlah BBM dan panjang kantong payang. Selain itu, dalam melakukan penangkapan, nelayan payang di Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo harus memperhatikan dan melakukan pelestarian sumberdaya laut agar tidak terjadi overfishing yang disebabkan oleh adanya penangkapan sumberdaya laut secara besar – besaran.     Kata kunci : Alat Tangkap Payang, Juragan Payang, Finansial dan Faktor Produksi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHA PEMBESARAN UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) DI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR ; PENDEKATAN FUNGSI COBB-DOUGLASS Andriyanto, Fery; Efani, Anthon; Riniwati, Harsuko
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udang vanname (Litopenaeus vannamei) merupakan udang introduksi. Kehadiran udang vanname ini diharapkan dapat menarik kembali investasi diusaha pertambakan udang. Usaha budidaya udang vanname saat ini sudah dilakukan oleh sejumlah pembudidaya di daerah beberapa daerah di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari karakteristik pembesaran udang vanname dengan tekonologi semi intensif dan intensif, menganalisis seberapa besar factor produksi yang mempengaruhi produksi udang vanname, menganalisis skala usaha (return to scale) produksi pada usaha budidaya udang vanname, serta mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi udang vanname. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Karakteristik budidaya yang dilakukan oleh pembudidaya udang vanname meliputi : 1) persiapan lahan tambak (persiapan kolam pembesaran, pengeringan tanah, pengapuran, pemupukan, pemasangan kincir tambak, pengisian air, dan penebaran benih,); 2) proses pembesaran (manajamen pakan, pengontrolan, kualitas air, checking anco, sampling, pengelolaan media budidaya, pengendalian hama, dan penyakit) dan; 3) pemanenan. Uji BLUE (Best Linear Unbiased Estimator) melalui uji normalitas, multikolinieritas, autokorelasi, dan heterokedastisitas terpenuhi. Nilai persamaan Y = - 4,75872+ 1.424 X1 + 0.057X2 + 0.573X3 + 0.232 X4 + e. Nilai R square sebesar 82,8%. Uji f menunjukkan tenaga kerja, pupuk, pakan, dan padat penebaran secara bersama-sama (berpengaruh terhadap produksi udang vanname. Uji t menunjukkan bahwa faktor-faktor produksi tenaga kerja, pupuk, pakan, dan padat penebaran secara parsial berpengaruh terhadap produksi udang vanname.Kata kunci: Udang vanname, Karakteristik budidaya, Uji BLUE
EVALUASI TERHADAP IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN PERIKANAN TANGKAP DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR Aswanah, Yulidhin Khoirul; Efani, Anthon; Tjahjono, Agus
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program minapolitan yaitu Konsep pembangunana ekonomi local berbasis manajemen wilayah dengan motor penggerak sector kelutan dan perikanan, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan Keputusan Menteri Kelutan Perikanan no. 39 Tentang Penetapan Kawasan Mianpolitan, maka salah satu kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan minapolitan adalah Pelabuhan Perikanan Brondong Kabupaten Lamongan dengan basis perikanan tangkap. Tujuna utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kecocokan antara perencanaan dan implementasi dari program pengembangan kawasan minapolitan perikanan tangkap di Kabupaten Lamongan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode analisa dta secara kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengambilan sample yang digunakan yaitu purposive dan incidental sampling. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuisioner. Dari hasil penelitian, dalam tahap implementasinya, pelaksanaan program pengembangan kawasan minapolitan perikanan tangkap ini belum sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang telah ditetapkan. Baik mengenai proses jalannya program maupun waktu pelaksanaanya, yang disebabkan oleh factor yaitu keterbatasan dana, kurangnya koordinasi dan kerjasama antar stakeholder dan kurangnya partisipasi masyarakat nelayan. Oleh karena itu, pemerintah daearah hendaknya mencari sumber perdanaan lain yang sah. Perlu adanya peningkatan koordinasi baik antar stakeholder maupun antara stakeholder dan masyarakat.Kata Kunci: Minapolitan, Stakeholder, perikanan tangkap
ANALISIS MOTIVASI DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK OLAHAN SEAFOOD Setiawan, Setiawan; Harahab, Nuddin
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui Karakteristik konsumen  produk olahan restaurant Seafood Batavia, (2) Motivasi konsumen untuk membeli produk olahan restaurant Seafood Batavia, (3) Tingkat kepuasan konsumen dalam pembelian produk olahan restaurant Seafood Batavia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui survey.  Metode analisis menggunakan analisis diskriptif kualitatif dari tabulasi silang dan distribusi frekwensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen produk olahan di restaurant Batavia  adalah mayoritas para keluarga dan kalangan pengusaha yang sedang mengadakan pertemuan. Sedangkan motivasi konsumen untuk membeli berdasarkan motivasi rasional yaitu cita rasa produk yang enak dan lezat, sedangkan dasar motivasi emosioal adalah adanya perasaan bangga. Tingkat kepuasan konsumen terhadap produk seafood Batavia 70 persen konsumen menyatakan puas. Kata kunci : Restouran Seafood, Perilaku konsumen, Kepuasan Konsumen.
STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PT HATNI (HASIL ALAM TANI NELAYAN INDONESIA) DI DESA TLOGOSADANG KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR Sari, Indra Anjang; Riniwati, Harsuko; Harahab, Nuddin
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian strategi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualann pada PT.HATNI (Hasil Alam Tani Nelayan Indonesia) ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan mempelajari : Bagaimana profil keadaan umum PT. HATNI, Mengidentifikasi dan Menganalisis faktor internal dan eksternal perusahaan, Mengetahui dan Strategi pemasaran yang digunakan oleh PT. HATNI, Menyusun strategi pemasaran alternative untuk digunakan oleh PT.HATNI. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode Focused Group Discussion (FGD), Alanisis IFAS (Internal Strategic Factors Summary) dan EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary), Analisis SWOT dan diagram SWOT. Dari penelitian ini dapat di ketahui bahwa PT. PT. HATNI merupakan   perusahaan  pembekuan ikan yang berskala internasional Produk ungulan PT. HATNI adalah ikan kuniran. Faktor internal yang menjadi kekuatan yaitu produk bervariasi, lokasi strategis, hubungan baik dengan pemasok bahan baku, harga kompetitif. Yang menjadi kelemahan yaitu tingkat pendidikan karyawan, kurangnya promosi peralatan mesin masih sederhana, kualitas produk dan belum memiliki perencanaan pemasaran secara tertulis. Faktor eksternal yang menjadi peluang yaitu permintaan pasar, potensi sumberdaya alam, dukungan pemerintah, perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola konsumen. yang menjadi ancaman adalah persaingan usaha sejenis, perubahan musim, dapat beralihnya konsumen, kondisi harga BBM dan informasi teknologi terbatas. Strategi pemasaran yang dijalankan oleh PT. HATNI menggunakan sistem kontrak. perhitungan matrik EFAS sebesar 0,50 dan matrik IFAS sebesar 1,45 yang kemudian digambarkan dalam analisis SWOT, maka dapat diketahui posisi PT. HATNI berada pada kuadran I. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan mengunakan kekuatan untuk memanfaan peluang yang ada untuk mencapai tujuan perusahaan. Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT, maka alternatif strategi yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut: Strategi Perluasan Pasar, Strategi Diferensiasi Produk , Strategi Pemanfaatan suberdaya perusahaan yang ada, Strategi peningkatan Promosi, Strategi Peningkatan Kerjasama,  Strategi perbaikan  aliran  kerja perusahaan. Kata kunci : Strategi pemasaran, Analisis IFAS dan EFAS, Analisis SWOT