cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
The Indonesian Green Technology Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) merupakan jurnal interdisipliner yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam aspek-aspek teoritis dan eksperimental tentang green science, engineering, technology, dan medicine" IGTJ mempromosikan bidang-bidang kajian interdisipliner seperti: 1. The "Naturally occuring materials, biomaterials, new eco-friendly and safer chemicals, methode and techniques in green-material, wastes treatment, food safety 2. green water management, water use efficiency, water conservation 3. green energy development, energy diversity, energy localization, energy security, renewable energy, solar energy, wind energy, hydropower energy, geothermal, bio-energy, sustainable energy management 4. sustainable wastes treatment, biodryng, composting, storage and transport 5. green biotechnology 6. green building and architecture 7. Ecocity and ecovillage, green open space, biopore, rainwater harvesting 8. green ICT, electromagnetic,radiation and human health, cell phones, computers 9. clean production technology, nano technology, global-warming technology
Articles 55 Documents
Aplikasi Vermikompos Pada Budidaya Organik Tanaman Ubijalar (Ipomoea batatas L.) Suparno, Suparno; Talkah, Abu; Prasetya, Budi; Soemarno, Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.07 KB)

Abstract

Tujuan penelitian aplikasi vermikompos pada tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas) ini adalah mengetahui pengaruh vernikompos terhadap pertumbuhan dan hasil ubijalar;  menganalisis kandungan As, Pb, Hg dan Cd pada umbi ubijalar dan tanah bekas tanaman ubi jalar. Penelitian lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan tiga dosis vermikompos yaitu 10 ton/ha ; 20 ton/ha ; 30 ton/ha dan tanpa vermikompos; setiap perlakuan diulang tiga kali. Variabel meliputi panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, dan berat tanaman per plot, dianalisa statisktik dengan metode  ANOVA untuk uji F; analisa laboratorium umbi ubi jalar dan tanah terhadap kandungan As, Pb, dan Cd dengan metode ASS (Atomic Absorbtion Spectrofotometri), Hg menggunakan Cold Atomic Absorbtion Analyser of Mercury. Aplikasi vermikompos meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang per tanaman dan berat umbi per plot; umbi ubijalar (Ipomoea batatas) tidak mengandung As dan Hg, tetapi mengandung Cd tertinggi 0,3 ppm, masih dibawah ambang batas aman yaitu dibawah 1ppm, sedangkan kandungan Pb tertinggi 2,53 ppm sudah di atas ambang batas (2,5 ppm). Umbi ini masih aman untuk dimakan; tanah bekas tanaman ubijalar tidak terdeteksi kandungannya As, Pb, Cd dan Hg. Kata kunci : sampah, vermikompos, ubi jalar, logam berat.
Perancangan Sistem Pemilahan, Pengeringan dan Pembakaran Sampah Organik Rumah Tangga Naryono, Eko; Soemarno, Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.598 KB)

Abstract

Perancangan sistem pemilahan, pengeringan dan pembakaran sampah organik rumah-tangga yang tepat dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pemilahan sampah bertujuan memisahkan jenis sampah yang berpotensi menghasilkan emisi gas buang dan abu sisa pembakaran yang berpotensi mencemari lingkungan, seperti logam, plastik, baterai, kertas, bahan cat, ban bekas. Pengeringan sampah bertujuan untuk mengurangi volume sampah, menstabilkan, dan meningkatkan nilai-panas sampah. Variabel yang berpengaruh terhadap emisi gas buang hasil pembakaran sampah antara lain jenis sampah, nilai-panas sampah dan kelebihan udara untuk pembakaran. Tulisan ini menyajikan paparan hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan dampak pemilahan sampah, pengeringan sampah, dan pembakaran sampah terhadap emisi gas buang. Hasil-hasil penelitian ini dijadikan sebagai dasar acuan dalam perancangan sistem. Kata kunci : Pemilahan, Pengeringan, Pembakaran, Sampah organik, Emisi
Potato Organic Farming in Batu City, Indonesia Sugiarto, Sugiarto; Sulistiono, Rudi; Sudiarso, Sudiarso; Soemarno, Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.586 KB)

Abstract

Organic potato cultivation was an effort to improve declining quality of potato agroecosystems and to  preserve soil fertility. This study was conducted to analyze pattern of farming system and land management on the area of organic potatoes in Batu city. Research was conducted by the survey method, respondents were determined by the method of stratified cluster sampling. Farmer respondents were experienced organic potato farmer and as "expert leaders". Results show that the mindset of farmers were still characterized by limited understanding of "landuse and the environment" (Score = 2). While the availability of raw materials of organic fertilizer in research sites was very limited and insufficient (score = 1). Availability of organic seed potatoes were very limited, and even tend to be scarced (Score = 1). However, in the business area of potatoes, there were the local variety of potato that grows wild and the local farmer named them as  "Crazy Potato". This potato high resistance to environmental stresses, pests, and diseases. Impact of conventional farming to changes in environmental quality (Score = 2) characterized by agro-ecosystems that had been damaged. Soil fertility at this point (Score = 2), including the criteria for "low fertility", meaning the land was considered infertile. Granola varieties of organic potato production average was 11.17 tons/ha, while the Atlantic variety was 12.43 tons/ha. Organic potato farming risk (score = 4), including the level of "high risk of failure". Decrease in the number of predators (Score = 3), reflecting the extinction rate was high (40-59%). Organic potato price stability (Score = 1) were low, and the price was considered unstable. Organic potato price (Score = 3) two times more expensive than conventional potatoes. Quality of the organic potato agroecosystem has suggested symptom of degradation. Improvement of the quality of agroecosystems requires a more stringent public policies that bind all actors in the center of potato farming organically. The sustainable organic farming of potato requires the local government support, the business community and potato farmer in solving any problems. Potato market institutions, farming partnerships and marketing linkages are relatively weak and must be strengthened and empowered. Keywords: potato, organic farming, agro-ecosystem
PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK KELAPA DAN TALLOW SEBAGAI SUMBER ENERGI RANSUM TERHADAP PERFORMANCE BROILER Sanyoto, Joko Irsan; Zakaria, Achmanu; Suryo, Imam
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pengaruh penggunaan minyak kelapa dan tallow sebagai sumber energi dalam ransum terhadap performance telah dilakukan pada broiler umur 21-49 hari, dengan rataan bobot hidup awal 522 ± 20,58 g; koefisien keragaman 4 persen. Perlakuannya adalah 7 jenis ransum isokalori dan isonitrogen, yang diformulasikan masing-masing mengandung 1, 2, dan 3 % minyak kelapa atau tallow, serta satu ransum kontrol tanpa suplementasi minyak kelapa atau tallow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level minyak kelapa dan tallow berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot hidup (BH), pertambah-an bobot badan (PBB), bobot karkas (BK), dan bobot lemak abdominal (BLA); perlakuan berpengaruh sangat nyata(P<0,01) terhadap konsumsi pakan (KP),  konversi pakan  (KvP) dan berbeda nyata dengan kelompok kontrol (R0). Perlakuan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap persentase bobot lemak abdominal (PBLA), bobot liver (BL), persentase bobot liver (PBL), bobot organ visceral (BV) dan persentase organ viseral (PBV). Secara umum, antara ayam yang mendapatkan ransum minyak kelapa dan yang mendapatkan ransum tallow, tidak terdapat perbedaan (P>0,05) dalam performance. Disimpulkan bahwa level minyak kelapa dan tallow dalam ransum berpengaruh ter-hadap performance broiler, tetapi jenis sumber lemak tidak berpengaruh terhadap performance broiler. Penggunaan minyak kelapa dan tallow pada level 3 % dalam ransum menunjukkan performance broiler yang terbaik. Kata Kunci: ransum , broiler
PENGARUH RASIO PUCUK TEBU DAN RUMPUT GAJAH DALAM PAKAN LENGKAP SAPI PERAH TERHADAP PARAMETER FERMENTASI RUMEN DAN PASOK PROTEIN MIKROBA MELALUI PENDEKATAN PRODUKSI GAS IN VITRO Stirtoadiu, Anang; Kusmartono, Kusmartono; Chuzaemi, Siti
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui rasio optimal penggunaan pucuk tebu (PT) dan rumput gajah (RG) dalam pakan lengkap sapi perah melalui pendekatan produksi gas in vitro. Penelitian dilaksanakan dengan metode percobaan menggunakan RAK 5 x 5. Perlakuan yang digunakan adalah tingkat rasio PT dan  RG dalam pakan lengkap yang disusun iso protein dari bahan : RG (Pennisetum purpureum) umur pemotongan 43– 56 hari, PT (Saccharum officinarum), dan beberapa bahan konsentrat. Pakan perlakuan disusun dalam 100 % BK dengan perbandingan 40 % BK konsentrat (BKK) dan 60 % BK hijauan (BKH) dimana masing-masing perlakuan dan komposisi BKH adalah: CF1 (100 % RG + 0 % PT); CF2 (75 % RG + 25 % PT); CF3 (50 % RG + 50 % PT); CF4 (25 % RG + 75 % PT) dan  CF5 (0 % RG + 100 % PT). Interval inkubasi pengukuran laju produksi gas : 0, 2, 4, 8, 16, 24, 32, dan 48 jam. Pengukuran efisiensi sintesis protein mikroba (ESPM) ditentukan dengan reflux larutan NDS yang ditambahkan pada residu produksi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio PT terhadap RG dalam pakan lengkap sapi perah memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap volume gas pada inkubasi 2 dan 4 jam, tapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada inkubasi 8 – 48 jam. Perlakuan pakan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap degradasi BK, nyata (P<0,05) terhadap kadar total VFA dan asam asetat (C2) namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap degradasi BO, kadar NH3,  kadar asam propionat (C3), asam butirat (C4), C2/C3, dan proporsi molar VFA. Pakan perlakuan memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap ESPM (mg N/kg BOTR) dan semua hasil perhitungan stoichiometri. Rasio PT terhadap RG yang semakin tinggi menghasilkan efisiensi sintesis protein mikroba yang relatif sama, efisiensi tertinggi cenderung ditunjukkan oleh level PT sebesar 25 % dan 100 %. Disimpulkan bahwa pada pakan lengkap sapi perah dengan protein kasar 12,5  %; proporsi PT sebagai sumber serat hingga 100 % dapat diaplikasikan. Kontunyuitas dan stabilitas suplai pakan sapi perah dapat dipenuhi dengan memanfaatkan PT namun suplementasi pakan konsentrat sangat disarankan agar   terpenuhi kebutuhan nutrisi, khususnya pasok protein mikroba pada pencernaan pasca rumen. Kata kunci : pasok protein mikroba, rasio pucuk tebu dan rumput gajah, pakan lengkap.
KAJIAN PENGGUNAAN SILASE ISI RUMEN DALAM RANSUM KONSENTRAT SAPI PERAH PERANAKAN FRIESIAN HOLLAND (PFH) TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI SUSU Isnandar, Isnandar; M. Ardhana, Made; Chuzaemi, Siti
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kimiawi wastelase campuran isi rumen dan bekatul dengan bahan aditif Effective Microorganisme (EM4) dan Tetes, serta pengaruhnya sebagai bahan tambahan ransum konsentrat terhadap penampilan produksi susu sapi perah Peranakan Friesian Holland (PFH) yang dilaksanakan di Balai Diklat Pertanian (BLPP) Batu-Malang. Isi rumen yang digunakan isi rumen sapi berasal dari rumah potong hewan Kotamadya Malang, diambil secara acak selama periode penelitian.  Aplikasi penggunaan silase isi rumen sebagai pengganti konsentrat Bapro dengan pakan basal hijauan jerami jagung muda, diberikan pada sapi perah laktasi sebanyak 20 ekor umur 7 tahun dengan masa laktasi ke lima. Metode percobaan yang dilakukan pada percobaan pertama adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan dua faktor perlakuan , faktor pertama terhadap pembuatan silase terdiri dari perlakuan tanpa penggunaan EM4 (E0) dan dengan penggunaan EM4 (E1) serta penambahan tetes sebagai faktor kedua terdiri dari perlakuan tanpa penambahan tetes (T0) penambahan tetes 1,5 persen (T1) dan penambahan tetes 3 persen (T2), sehingga terdapat 6 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 4 kali ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari campuran 70 persen isi rumen dan 30 persen bekatul yang dimasukkan ke dalam kantong plastik polyethylene hitam kedap udara.  Untuk mengetahui nilai nutrisi dilakukan uji kimiawi, pada perlakuan penambahan EM4 dilakukan setelah 12 ensilase sedangkan perlakuan tanpa penambahan EM4 dilakukan setelah 16 hari ensilase.  Parameter yang diamati meliputi kandungan Bahan Kering (BK), Bahan Organik (BO), Protein Kasar (PK), Serat Kasar (SK), Kecernaan Bahan Kering (KcBK) In Vitro, Kecernaan Bahan Organik (KcBO) In Vitro, N-NH3, asam laktat, asam butirat, dan asam asetat, serta kecepatan fermentasinya yang diukur adalah pH.  Percobaan kedua merupakan aplikasi penggunaan silase isi rumen sebagai campuran ransum konsentrat, menggunakan Rancangan Acak Kelompok, kelompok pertama berdasarkan bobot badan sapi ±350 Kg, kelompok kedua ±400 Kg, kelompok ke tiga ±450 Kg, kelompok ke empat ±500 Kg, masing masing kelompok terdiri dari 5 ekor sapi umur 7 tahun dengan periode laktasi ke 5. Setiap kelompok  diberi perlakuan pakan basal hijauan jagung muda dengan konsentrat Bapro sebagai perlakuan kontrol (RKI0), konsentrat Bapro 92,5% dan silase 7,5% (RKI1), konsentrat Bapro 85% dan silase 15% (RKI2), konsentrat Bapro 77,5% dan silase 22,5% (RKI3), konsentrat Bapro 70% dan silase 30% (RKI4), dengan perhitungan ransum iso protein kasar dan iso energi metabolis (ME), dengan kandungan Protein kasar 13,22% dan ME 2,045Mcal/kg.  Perameter yang diamati jumlah produksi susu (liter), kadar lemak susu (%), berat jenis susu, solid non fat (%) dan konsumsi bahan kering. Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan EM4 dan Tetes berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter yang diamati.  Silase dengan perlakuan penggunaan EM4 mempunyai kandungan BK, BO, PK, KcBK, KcBO asam laktat lebih tinggi  dari pada tanpa penggunaan EM4 sebaliknya kandungan SK, Asam butirat, asam asetat, N-NH3 dan nilai pH lebih rendah.  Perlakuan penambahan tetes 3% mempunyai kandungan BK, BO, PK, KcBK, KcBO dan asam laktat tertinggi, kemudian menurun berturut-turut pada penambahan tetes 1,5% dan tanpa penambahan tetes (0%), sebaliknya kandungan SK, Asam butirat, asam asetat N-NH3 dan nilai pH lebih rendah.  Secara umum perlakuan penambahan tetes 3% dengan penggunaan EM4 0,1% mempunyai nilai nutrisi paling baik.   Hasil penelitian kedua menunjukkan bahwa penggunaan silase isi rumen dari perlakuan penambahan tetes 3% dan penggunaan EM4 0,1%, sebagai pengganti pakan konsentrat sampai dengan 30% dari yang dikonsumsi tidak berpengaruh nyata terhadap penampilan produksi susu sapi perah.  Sedangkan kelompok bobot badan dan perlakuan ransum konsentrat berpengaruh  sangat nyata terhadap konsumsi bahan kering. Silase isi rumen terbaik yang dihasilkan dari perlakuan penggunaan EM4 dan level penambahan tetes 3 persen, dapat digunakan sebagai pengganti salah satu bahan campuran konsentrat dengan kandungan nilai nutrisi yang sama. Kata kunci : Silase, Isi rumen, Konsentrat, Sapi Perah Peranakan Friesian Holland, Produksi Susu
Pengaruh Kompos, Pupuk Kandang, Dan Custom-Bio Terhadap Sifat Tanah , Pertumbuhan Dan Hasil Tebu (Saccharum Officinarum L.) Pada Entisol Di Kebun Ngrangkah-Pawon, Kediri Zulkarnain, Maulana; Prasetya, Budi; Soemarno, Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.493 KB)

Abstract

Tanah entisol biasanya bertekstur pasir atau pasir berlempung, sehingga daya menahan airnya rendah dan kandungan bahan organiknya sangat rendah. Struktur tanah, tekstur, dan ruang pori merupakan faktor yang mempengaruhi daya menahan air. Pemberian pupuk organik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kandungan BOT. Bahan organik yang berupa pupuk organik dapat berfungsi sebagai buffer (penyangga) dan penahan lengas. Kualitas pupuk organik ditentukan oleh komposisi bahan dasar pupuk organik tersebut dan tingkat perombakannya. Penelitian ini dilaksanakan di PTPN XII Kebun Ngrangkah Pawon, Kabupaten Kediri. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mempelajari pengaruh pemberian pupuk kompos, kandang, dan custom bio terhadap bahan organik tanah 2) Mempelajari pengaruh pupuk kompos, kandang, dan custom bio terhadap perubahan sifat fisik tanah pada tanah Entisol 3) Mempelajari hubungan sifat fisik dan bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tebu. Parameter yang diamati dalam penelitian ini antara lain : Sifat fisik tanah yang meliputi : berat isi, porositas, kemantapan agregat, kadar air pF 4,2. Sifat kimia tanah yang meliputi : C-organik, N –total. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Penambahan pupuk kandang, kompos dan Custom Bio dapat meningkatkan dan berpengaruh nyata terhadap kadar C-organik dan nitrogen tanah. Penambahan pupuk kandang, kompos dan custom bio dapat menurunkan berat isi dan berat jenis, serta meningkatkan kemantapan agregat, porositas tanah dan kadar air pF 4,2. Penambahan pupuk organik disamping mampu meningkatkan bahan organik dan sifat fisik juga berpengaruh terhadap hasil panen tebu 94,7 %, sisanya 5,3% dijelaskan oleh faktor lain. Kata kunci : Entisol, Pupuk Organik, Bahan Organik Tanah, Sifat Fisik Tanah
Aplikasi Rabuk Kandang Sapi Dan Pupuk Nitrogen Untuk Memperbaiki Kualitas Entisol Bagi Jagung Manis Apriwulandari, Ika; Nuraini, Yulia; Kusuma, Zaenal
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.928 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran sapi terhadap sifat kimia tanah, pencucian nitrat dan pertumbuhan tanaman jagung manis. Aplikasi pupuk kandang sapi diduga dapat memperbaiki sifat kimia tanah, mengurangi pencucian nitrat dan memperbaiki pertumbuhan jagung manis. Penelitian di rumah kaca, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana. Perlakuan dosis pupuk nitrogen : 0, 100, 200, 300, 400, 500 kgN /ha. Perlakuan pupuk kandang sapi: tanpa pupuk kandang, pupuk kandnag dosis 39.72 ton/ha (setara 76.39 g/pot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk nitrogen yang dikombinasikan dengan pupuk kandang sapi memperbaiki sifat kimia tanah,  menurunkan pencucian nitrat rata-rata sebesar 13.68 % dibandingkan kontrol, dan  memperbaiki pertumbuhan tanaman jagung manis. Kombinasi perlakuan K1N2 ( Nitrogen 200 kg/ha + BO 76,39 g/pot (setara 39.72 ton/ha) menghasilkan serapan N tanaman paling tinggi (383.76 mg/tanaman) dan efisiensi penggunaan nitrogen sebesar 69.00 kg/ha dibandingkan perlakuan lainnya. Kata kunci: pupuk kandang sapi, nitrogen, jagung manis
Pola Spasial Permukiman Kampung 99 Pepohonan di Cinere, Depok Mu’awanah, Saidatul; Utami, Sri; Subekti, Harini
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.388 KB)

Abstract

Permukiman Kampung 99 Pepohonan dibentuk secara komunal oleh sekelompok orang yang bervisi sama. Permukiman ini memiliki karakteristik unik yang terlihat pada kehidupan sosial, aktivitas penduduk dan kondisi lingkungan alamnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola spasial pada permukiman serta faktor-faktor yamg mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pola spasial dapat dilihat pada tata letak, sirkulasi, arah hadap, dan hirarki.Tata letak elemen-elemen permukiman secara makro menunjukkan permukiman ini terbagi dalam 3 cluster.Terdapat sirkulasi yang terdiri dari jalan primer dan sekunder, yang terbagi dalam 3 zonifikasi yaitu publik, semipublik, dan privat. Pada cluster 1, arah hadap bangunan adalah ke halaman bersama. Pada cluster 2, bangunan menghadap ke arah kolam ikan, sedangkan pada cluster 3, bangunan menghadap ke arah jalan. Untuk hirarki, area Barat merupakan area yang bersifat publik, dimana di sana terdapat pintu masuk dan juga sebagai pusat  keramaian. Sedangkan area Timur bersifat semipublik karena terdapat sarana kegiatan ekonomi penduduk. Pola spasial yang terbentuk pada permukiman ini merupakan hasil adaptasi dengan alam dan sosial budaya penghuninya.Faktor-faktor yang mempengaruhi pola spasial dibagi menjadi dua, yaitu manusia (aktivitas dan sosial budaya) dan lingkungan (topogarfi dan kondisi lahan, vegetasi serta bentang alam). Kata kunci: pola spasial, permukiman
ANALISIS LUASAN CONSTRUCTED WETLAND MENGGUNAKAN TANAMAN IRIS DALAM MANGOLAH AIR LIMBAH DOMESTIK (GREYWATER) Suswati, Anna Catharina Sri Purna; Wibisono, Gunawan; Masrevaniah, Aniek; Arfiati, Diana
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.582 KB)

Abstract

Perkembangan penduduk dan ketidakcukupan sarana sanitasi dan instalasi pengolah limbah menyebabkan tingginya pencemaran sungai. Instalasi Pengolah Limbah rumah tangga dipandang mahal dan sulit diterapkan di negara berkembang. Namun, bana buatan (constructed wetland) menawarkan teknologi yang mudah dan murah dalam perencanaan maupun pengoperasian sistem pengolahan air limbah rumah tangga. Dalam penelitian ini dibangun bana buatan dengan sistem sub surface flow (SSF) menggunakan media kerikil dan botol bekas serta tanaman Iris p. dengan ukuran (2 x 1 x 0,650) m3 di sebuah rumah tinggal. Pemilihan tanaman Iris berdasarkan kinerjanya dalam menghilangkan bahan pencemar air limbah serta kemudahannya untuk diperoleh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengolah air limbah rumah tangga non-tinja (grey water) untuk mengurangi pencemaran air tanah. Analisis kecukupan luasan dikaji dengan metode Reed, Kadlec dan Knight, serta Crites dan Tchobanoglous. Analisis didasarkan atas penurunan nilai BOD limbah setelah diolah menggunakan bana buatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penurunan BOD dengan waktu tinggal 3 hari mencapai lebih dari 91%, sedangkan luasan yang dibutuhkan antara 1,0 hingga kurang dari 2,5 m2 saja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa disain ini bisa diterapkan di halaman rumah tinggal tipe kecil sekalipun. Keywords: bana buatan, luasan, grey water, Iris. p