cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BAHASA DAN SASTRA
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal elektornik Program Studi Bahasa Satra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
Analisis Perluasan Makna Kata dalam Tajuk Rencana Harian Radar Sulteng Pujiningtyas, Arum
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah apa yang menyebabkan perluasan makna kata, frase, dan klausa dalam tajuk rencana di Harian Radar Sulteng? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab perluasan makna kata, frase, dan klausa dalam tajuk rencana di Harian Radar Sulteng. Manfaat penelitian ini (1) dapat menambah pengetahuan tentang sifat perubahan makna yakni perluasan makna kata, (2) memudahkan wartawan atau penulis berita dalam memilih dan menggunakan kata dengan makna yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, (3) menambah wawasan mahasiswa terhadap pengetahuan kebahasaan terutama tentang perluasan makna kata, dan (4) menjadi bahan referensi bagi penelitian selanjutnya, khususnya penelitian tentang perubahan makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Pengumpulan datanya menggunakan metode simak dengan teknik catat yang melalui beberapa tahapan, yaitu membaca, mencari, mengamati, dan memahami kata, frase, dan klausa yang mengalami perluasan makna, kemudian mengelompokkannya berdasarkan kata, frase, dan klausa, lalu mencari tahu dan menganalisis penyebab perluasan maknanya. Analisis data penelitian ini menggunakan metode padan referensial. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan enam faktor yang meyebabkan perluasan makna kata dalam tajuk rencana, tiga faktor penyebab dalam frase, dan dua faktor penyebab dalam klausa. Enam faktor penyebab perluasan makna kata tersebut terdiri dari perkembangan sosial dan budaya, perbedaan bidang pemakaian, adanya asosiasi, perbedaan tanggapan, proses gramatikal, dan pengembangan istilah. Untuk tiga faktor penyebab perluasan makna frase terdiri dari perbedaan bidang pemakaian, adanya asosiasi, dan pengembangan istilah. Selanjutnya, dua faktor penyebab perluasan makna klausa terdiri dari perkembangan sosial dan budaya, dan perbedaan bidang pemakaian.
Penggunaan Diksi dan Gaya Bahasa pada Wacana Iklan Sepeda Motor Ekawati, Ekawati
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian ini; bagaimanakah penggunaan diksi dan gaya bahasa pada wacana iklan sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimanakah penggunaan diksi dan gaya bahasa pada wacana iklan sepeda motor. Manfaat penelitian (1) memberikan masukan pada pembuat iklan agar lebih kreatif dan inovatif, (2) dijadikan alternatif sebagai bahan pembelajaran di sekolah khususnya diksi dan gaya bahasa, (3) sebagai acuan bagi pihak-pihak yang hendak melakukan penelitian dengan topik yang sama. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif melalui pendekatan analisis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik padan intralingual, dan teknik padan ekstralingual. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil yang sama dengan mengacu pada kajian teori yang digunakan. Adapun hasil yang diperoleh yaitu makna denotasi merupakan makna lugas atau makna sebenarnya yang bersifat objektif. Makna yang ditemukan pada wacana iklan motor lebih banyak menunjukkan keunggulan sebagai kelebihan dari setiap produk yang diiklankan untuk mempersuasif pembaca atau calon konsumen. Penggunaan diksi pada wacana iklan sepeda motor Yamaha menggambarkan bahwa produksi Yamaha selalu mengeluarkan produk dengan perubahan, desain, dan gaya yang selalu baru. Pada wacana iklan sepeda motor Honda, penggunaan diksi atau pilihan kata selalu memunculkan kata teknologi yang menggambarkan bahwa setiap produksi Honda memiliki teknologi yang tidak terkalahkan. Sedangkan pada wacana iklan sepeda motor Suzuki lebih memilih penggunaan diksi yang menggambarkan bahwa produksi sepeda motor Suzuki lebih menunjukkan keunggulan pada kekuatan mesin yang tidak dapat dikalahkan, dan lebih eksklusif sesuai pilihan penggemar sepeda motor produksi Suzuki. Penelitian ini juga ditinjau dari aspek makna umum dan aspek makna khusus, serta gaya bahasa apa saja yang digunakan dalam iklan motor tersebut. Adapaun gaya bahasa atau majas yang banyak digunakan adalah gaya bahasa penegasan, yakni gaya bahasa retoris yang ditandai dari kata-kata yang digunakan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan diksi menggunakan makna denotasi untuk menjabarkan makna yang terkandung pada wacana iklan motor.
Analisis Psikologi Tokoh Utama dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih 1(satu) Indra, Moh.
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimankah kondisi psikologi tokoh utama dalam novel Ketika Cinta Bertasbih 1 (satu) karya Habiburrahman El-Shirazy. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana kondisi psikologi tokoh utama dalam novel Ketika Cinta Bertasbih 1 (satu) karya Habiburrahman El-Shirazy. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif sedangkan pedekatan yang digunakan adalah  pendekatan tekstual.  Pendekatan tekstual merupakan pendekatan yang langsung mengkaji psikologi tokoh pada teks sastra. Teknik penggumpulan data dilakukan dengan membaca novel ketika cinta bertasbih 1 secara berulang-ulang serta menelaah bagian-bagian cerita yang berhubungan dengan psikologi tokoh utama selanjutnya memilah dan mencatat data yang diduga sebagai bahan kajian kemudian membaca data secara berulang-ulang dan terakhir menandai halaman yang terdapat unsur psikologi tokoh utama dalam novel.Analisis data menggunakan model interaktif sedangkan untuk menganalisis psikologi tokoh utama pada novel ketika cinta bertasbi 1 ini, peneliti menggunakan teori psikologi kepribadian menurut Sujanto. Berdasarkan hasil analisis psikologi  tokoh utama dengan menggunakan teori kepribadian dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut; (1) psikologi Azzam sebelum berangkat keacara pekan promosi wisata dan budaya indonesia yaitu bimbang dan jatuh cinta; (2) psikologi Azzam pada saat menjamu kedubes Mesir dan turki yaitu sedih, jatuh cinta dan tegas; (3) psikologi Azzam pada saat meminang Anah yaitu sedih, sabar, dan pantang menyerah; (4) psikologi Azzam pada saat membuat tempe yaitu sabar dan pekerja keras; (5) psikologi Azzam pada saat berangkat ke kampus Al Azhar University yaitu bimbang dan sedih; (6) psikologi Azzam pergi ke pasar membeli tempe dan bakso yaitu rindu; (7) psikologi Azzam berdebat dengan Nasir yaitu marah; (8) psikologi Azzam kedatangan tiga intelijen Mesir yaitu marah; (9) psikologi Azzam ketika menerima surat dari adiknya Husna yaitu bahagia; (10) psikologi Azzam saat melihat Ana menjadi moderator dalam seminar yaitu sedih, kaget dan bahagia.
Reduplikasi Bahasa Gorontalo Asiki, Rosmilka
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah (1). bagaimanakah bentuk reduplikasi  bahasa Gorontalo, (2). bagaimanakah makna reduplikasi bahasa Gorontalo?  Penelitian ini bertujuan  mendeskripsikan bentuk dan makna reduplikasi bahasa Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang prosesnya mengikuti tiga tahap, yaitu (1) tahap pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap. Metode simak dengan teknik simak libat cakap dan teknik simak bebas libat  cakap semuka. (2) tahap analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan dan metode distribusional. Metode ini menggunakan teknik perluasan dan teknik ganti. (3) tahap penyajian hasil analisis data dengan menggunakan metode formal dan informal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, bentuk reduplikasi bahasa Gorontalo terdiri atas: (1) reduplikasi penuh/seluruh, (2) reduplikasi sebagian, (3) reduplikasi dengan proses pembubuhan afiks. Makna reduplikasi yang dijumpai dalam bahasa Gorontalo terdiri dari: (a) menyatakan makna banyak, contoh motoro ‘motor  > motoro-motoro ‘motor-motor’ (b) menyatakan makna agak, contoh moyiso ‘hitam > moyiso-yiso ‘hitam-hitaman’ (c) menyatakan makna menyerupai contoh  dihe ‘monyet > dihe-dihe ‘monyet-monyet’ (d) menyatakan makna perbuatan dilakukan dengan senang, santai contoh mongilu ‘minum > mongilu-mongilu ‘minum-minum’.
Klitika Bahasa Saluan Bakri, Taqyuddin
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalah “Klitika Bahasa Saluan”. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah klitika apa saja yang terdapat dalam bahasa Saluan, serta apa fungsi dan makna klitika bahasa Saluan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam proses mendapatkan data penelitian, dan dideskripsikan dengan kata-kata tertulis. Di dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode simak dan metode cakap dalam pengumpulan data, disertai dengan teknik lanjutannya. Selanjutnya, dianalisis menggunakan metode kajian padan dan metode kajian distribusional, dan disajikan dengan menggunakan metode formal dan metode informal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan klitika yang terdapat dalam bahasa Saluan, serta fungsi dan makna klitika bahasa Saluan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kesamaan antara klitika bahasa Indonesia dengan klitika bahasa Saluan, yaitu tidak terlalu banyak jenis klitikanya. Baik proklitik maupun enklitik, tidak bisa berfungsi sebagai subjek maupun objek, namun peranannya bisa disejajarkan dengan subjek dan objek. Klitika dalam bahasa Saluan terbagi atas dua bentuk, yaitu proklitik {ku-}, dan enklitik {-ku}, {-um}, {-nyo}, dan {-nto}. Fungsi klitika, yaitu menyatakan pelaku untuk proklitik, dan pada enklitik terbagi atas dua, yaitu menyatakan keposesifan saat melekat pada bentuk dasar nomina, dan menyatakan sasaran dari perbuatan saat melekat pada bentuk dasar verba. Makna klitika bahasa Saluan, yaitu persona pertama tunggal {ku}, persona kedua tunggal {-um}, persona pertama jamak eksklusif         {-nto}, dan persona ketiga tunggal {-nyo}.
Kemampuan Berbicara Anak dalam Keluarga Multikultiral dengan Pola Asuh Otoritatif
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbicara anak dalam bahasa Indonesia juga dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mengungkapkan gagasan, pikiran, ide, dan perasaan anak. Jika anak dalam keadaan tertekan, maka keberanian mereka untuk berbicara, mengungkapkan  pikiran, serta mengekspresikan diri akan mengalami hambatan. Mereka akan diliputi oleh rasa takut yang tentu saja akan berpengaruh terhadap bahasa yang mereka gunakan.
PERSEPSI ANAK-ANAK DWIBAHASAWAN TERHADAP PEMBICARAAN DALAM BAHASA KEDUA
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui persepsi anak-anak dwibahasawan terhadap pembicaraan dalam bahasa kedua. Anak-anak dwibahasawan yang diteliti adalah dwibahasawan bahasa Sunda dan bahasa Indonesia. Persepsi yang dimaksud adalah pemahaman dan tanggapan terhadap bahasa kedua. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa anak-anak dwibahasawan memiliki persepsi yang positif terhadap pembicaraan dalam bahasa kedua. Hal ini ditunjukkan oleh reaksi anak dalam menanggapi pembicaraan. Anak-anak yang berbahasa ibu bahasa Sunda menunjukkan kebanggaan ketika menggunakan bahasa Indonesia, begitu pula sebaliknya. Anak-anak yang berbahasa ibu bahasa Indonesia merasa senang ketika mampu menanggapi pembicaraan dalam bahasa keduanya (bahasa Sunda).
POLA ALIH TUTUR ANAK REMAJA DI DESA SABANG KECAMATAN DAMPELAS Afandi, Ahmad
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah pola alih tutur anak remaja di desa Sabang, Kecamatan Dampelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola alih tutur anak remaja dengan menggunakan pasangan ujaran terdekat dan alokasi giliran bicara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan teori Milles dan Huberman. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik analisis. Tahapan analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola alih tutur remaja di desa Sabang Kec. Dampelas sering melanggar kaidah-kaidah dalam berbicara seperti ketidaksopanan berbicara, ujaran tanggapan yang dimunculkan berupa ujaran senda gurau, dan ujaran penolakan yang begitu kasar. Ada tiga faktor yang mempengaruhi terjadinya pelanggaran tersebut yaitu faktor lingkungan, kepribadian, dan emosional.
KOHESI DALAM WACANA OPINI MEDIA TADULAKO A rahmatu, Hasna
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Kunci: Wacana; Kohesi; dan Piranti Kohesi. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan kohesi antarkalimat dalam wacana opini Media Tadulako? Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penggunaan kohesi antarkalimat dalam wacana opini Media Tadulako. Jenis penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriftif. Metode pengumpulan data mengunakan metode simak (mengamati) dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan metode padan ektralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kohesi antarkalimat dalam wacana opini Media Tadulako terbagi menjadi tiga, yaitu 1) piranti kohesi gramatikal, 2) piranti konjungsi, dan 3) piranti kohesi leksikal.
KAJIAN HUMANISTIK PSIKOLOGIS TOKOH PROTAGONIS DALAM NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Halifa, Nur
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi psikologis tokoh protagonis dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dengan kajian humanistik Maslow. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan tekstual. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik kepustakaan dengan analisis data kualitatif model alir oleh Miles & Huberman. Analisis data dilakukan dengan menandai dan menentukan teks novel, mengklasifikasikan teks novel, dan menyimpulkan hasil klasifikasi teks novel yang selaras dengan kajian psikologi humanistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Ayyas mampu memenuhi hirarki kebutuhan humanistik. Lima hirarki kebutuhan yaitu kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, harga diri, dan aktualisasi diri.

Page 1 of 30 | Total Record : 295