cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Indonesian Economy and Business
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (1994): May" : 8 Documents clear
ANALISIS SEKURITAS DI PASAR MODAL KECIL: PENGAMATAN DI BURSA EFEK JAKARTA Husnan, Suad
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 9, No 1 (1994): May
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.946 KB)

Abstract

Efisiensi informasi nampaknya mengalami peningkatan di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Proses belajar untuk melakukan analisis rasional nampak terlihat pada pasar perdana. Gejala thin trading, sebagai gejala yang umum terjadi di bursa kecil, juga dijumpai di BEJ. Meskipun standard CAPM nampaknya tidak berlaku di BEJ banyak saham yang mempunyai beta yang stabll. Akhirnya perkembangan pasar modal selama akhir 1993 menunjukkan bahwa hubungan antara money dan capital market menjadi makin erat. Peningkatan harga saham selama semester dua 1993 leblh banyak disebabkan karena penurunan tingkat bunga dari pada kenaikan profitabilitas perusahaan.
KEBIJAKAN MONETER RULE ATAU DISCRETION Rahutami, Angelina Ika
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 9, No 1 (1994): May
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.063 KB)

Abstract

Kebtiakan moneter yang diambil pemertntah dapat bersifat rule maupun discretion. Sampai saat ini masih terdapat isu perbedaan pendapat mengenai efektivitas penerapan kebijakan rule atau discretion. Dalam beberapa tulisan dikatakan kebijakan rule merupakan kebijakan yang akan menjamin stabilitas pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan karena tingkat pertumbuhan JUB yang konstan. Sedang ada pendapat bahwa kebijakan rule tldak dapat menjangkau seluruh permasalahan yang ada, maka kebijakan discretionlah alternatifnya.Selanjutnya makalah akan mencoba melihat kebijakan moneter yang diterapkan di Indonesia dari tahun 1970 sampai dengan 1991. Hasil studi secara sederhana menunjukkan bahwa Indonesia menggunakan kebijakan discretion.
EFEKTIVITAS PIRANTI SBI DAN SBPU DALAM PENGENDALIAN MONETER Rijanto, Rijanto
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 9, No 1 (1994): May
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.361 KB)

Abstract

Operasi pasar terbuka merupakan salah satu bentuk kebijakan moneterguna mempengaruhi dan mengendallkan likuiditas perekonomian dalam rangka tercapainya keseimbangan interen dan ekstern (Internal and external balances). Otorltas moneter di Indonesia telah lama mengenal dan menggunakan kebljakan ini sepertl tertuang dalam Paket Kebljakan 27 Oktober 1988(Pakto 1988).Tulisan ini mengkaji efektivltas kebljakan operasl pasar terbuka melalui bekerjanya peranti SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan SBPU (Surat Berharga Pasar Uang). Hasll studi menunjukkan bahwa operasl peranti SBI dan SBPU belum mampu mencapai sasaran optimal dan Justru berdampak kurang menguntungkan bagi upaya pengendalian moneter.
AKUNTANSI MANAJEMEN JEPANG: GENKA KIKAKU DAN KAIZEN Supriyono, RA
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 9, No 1 (1994): May
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.093 KB)

Abstract

Metode manajemen biaya yang dlgunakan oleh suatu perusahaan harus bermanfaat untuk pembuatan keputusan, perencanaan dan pengendalian dalam memproduksi produk baru yang sesuai dengan permintaan pembeli, dengan harga rendah, dan juga membantu untuk mengurangi biaya produk yang ada dengan mengeliminasi pemborosan. Untuk mencapai hal ini, perusahaan memerlukan sistem manajemen biaya total (total cost management) yang mencakup penentuan biaya target (target costing) dan penentuan biaya Kaizen (Kaizen costing). Langkah-langkah manajemen biaya total meliputi: (1) rencana produk yang dapat memenuhi permintaan mutu dari para pelanggan, (2) menentukan biaya target sesuai dengan mutu yang diminta para pelanggan dapat dicapai dengan menggunakan cetak biru yang didasarkan pada perekayasaan nilai (value engineering, VE) atau pengurangan biaya dalam arti sempit, dan (3) menentukan proses untuk mencapai biaya target (target cost) dalam kinerja produksi (pengendalian biaya). (Yasuhiro, 1989, hal. 15-16).Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik sistem akuntansi manajemen Jepang, khususnya manajemen biaya total. Sistem ini banyak digunakan dalam perusahaan mobil Jepang. Tulisan ini berisi dua pilar utama sistem manajemen biaya total yaitu: (1) "Target costing" adalah sistem untuk mendukung proses pengurangan biaya dalam tahap pengembangan dan perancangan model baru; dan (2) "Kaizen costing," adalah sistem untuk mendukung proses pengurangan biaya dalam tahap pemanufakturan produk yang ada. Sistem akuntansi manajemen berfungsi sangat baik melalul target costing dan Kaizen costing dalam perusahaan mobll Jepang. Kedua sistem Ini memerlukan keterlibatan semua orang dalam organisasi.
TECHNOLOGY TRANSFER; A PROBLEM OF BUYER-SELLER RELATIONSHIPS. Gitosudarmo, Indriyo
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 9, No 1 (1994): May
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.626 KB)

Abstract

Technology transfer can be considered as a transaction between the two nations in the marketing of technology that needs dyadic motluations for relational exchange. Understanding the process of such exchange relationship between the supplier and receiver is of benefit in the situation that should be improved to encourage a better "buyer-seller relationship" between the two nations. This relationship has a strong effect to stimulate the trade through technology transfer between the supplier and recipient country. Marketers who understand that causal interaction and use it in decision-making have powerful ally in their battle for superiority in the market place
ANALISIS PARITAS SUKU BUNGA, STUDI KASUS DI INDONESIA: 1978.1-1991.IV Syafrudin, Syafrudin
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 9, No 1 (1994): May
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.414 KB)

Abstract

Perilaku kurs mata uang mendapat perhatian besar dari para ekonom terutama sejak kembalinya sistem kurs mata uang dunia menjadi sistem kurs mengambang (Flexible Exchange Rate System). Berbagai pendekatan dan teori dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana terbentuknya kurs mata uang dan pengaruhnya terhadap perekonomian suatu negara. Pendekatan paling klasik mengenai terbentuknya kurs mata uang dijelaskan melalui teori Paritas Daya Beli (Purchasing Power Parity) di mana kurs mata uang merupakan perbandingan antara tingkat harga di suatu negara dengan negara lainnya. Kritik-kritik dan kelemahan-kelemahan yang terdapat pada teori tersebut mendorong para ekonom untuk mengembangkan pendekatan-pendekatan lain di antaranya melalui pendekatan moneter terhadap kurs mata uang. Melalui pendekatan ini kurs ditentukan oleh keseimbangan permintaan dan penawaran antara dua mata uang. Pendekatan ini juga menjelaskan bagaimana pengaruh variabel-variabel ekonomi seperti penawaran uang, pendapatan nasional, tingkat harga, dan tingkat bunga terhadap terbentuknya kurs mata uang. Artikel ini akan membahas salah satu konsep tentang kurs mata uang yaitu konsep Paritas Suku Bunga (Interest Rate Parity). Konsep ini membantu menjelaskan bagaimana perilaku kurs dan tingkat bunga saling berinteraksi untuk mencapai posisi keseimbangan di pasar valuta asing. Dengan analisis ekonometri melalui pendekatan kointegrasi dan Model Koreksi Kesalahan (Error Correction Model) akan diuji berlaku tidaknya kondisi paritas suku bunga berlaku di Indonesia.
A QUEST FOR MONETARY AND FINANCIAL REFORMS IN INDONESIA Kuncoro, Mudrajad
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 9, No 1 (1994): May
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2246.087 KB)

Abstract

Indonesia in the 1980s provides an unusual and unique example of substantial, albeit gradual, deregulation and rapid development of a domestic financial system. The monetary and financial reforms were part of larger packages of economic reforms designed to stabilize and restructure the economy.First of all, this paper reviews briefly the framework of financial repression theory. Secondly, It examines the major monetary and financial reforms undertaken by Indonesia during the 1980s. The next section discusses the Indonesian experience in the period financial repression and liberalization. The question may arise: how far the reforms have changed the financial sector. To test whether financial reforms influence the real economy, the last section will investigate the effect of financial liberalization on Inflation and economic growth.The empirical investigations find that the positive relationship between Inflation and economic growth shows an evidence of short-run Phillips curve in Indonesia. The short-run Phillips curve is typical of a modified Phillips curve with the credit-availability effect added. The study also Indicates that the financial deregulation, triggering a period of positive real interest rates, has statistically affect the economic growth profoundly. Yet, the real deposit rates of interest does not Influence the growth of real GDP significantly.
IS ACCOUNTING AN IMPEDIMENT TO COMPUTER INTEGRATED MANUFACTURING? Bastian, Indra
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 9, No 1 (1994): May
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.006 KB)

Abstract

Lonjakan kemajuan teknologi pabrikasi yang disebabkan kepesatan teknologi komputasi haruslah diimbangi perangkat-perangkat lain dalam dunia usaha. Perangkat akuntansi merupakan salah satu bidang yang selalu dituntut untuk segera mengantisipasi kemajuan perangkat dunia usaha maupun perangkatnya.Computer Integrated Manufacturing (CIM) merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi pabrikasi. Artikel ini akan membahas hubungan CIM - Akuntansi. Kontribusi artikel ini adalah 1) memberikan gambaran bentuk sistem akutansi yang dibutuhkan dalam kemajuan teknologi pabrikasi dan 2) menggugah perhailan para profesional maupun pengamat tentang kesenjangan prosedur akuntansi dengan dampak kemajuan teknologi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

1994 1994


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2019): January Vol 33, No 3 (2018): September Vol 33, No 2 (2018): May Vol 33, No 1 (2018): JANUARY Vol 32, No 3 (2017): SEPTEMBER Vol 32, No 2 (2017): MAY Vol 32, No 1 (2017): JANUARY Vol 31, No 3 (2016): September Vol 31, No 3 (2016): SEPTEMBER Vol 31, No 2 (2016): MAY Vol 31, No 1 (2016): JANUARY Vol 30, No 3 (2015): SEPTEMBER Vol 30, No 2 (2015): MAY Vol 30, No 1 (2015): January Vol 29, No 3 (2014): September Vol 29, No 2 (2014): May Vol 29, No 1 (2014): January Vol 29, No 1 (2014) Vol 28, No 3 (2013): September Vol 28, No 2 (2013): May Vol 28, No 1 (2013): January Vol 27, No 3 (2012): September Vol 27, No 2 (2012): May Vol 27, No 1 (2012): January Vol 26, No 3 (2011): September Vol 26, No 2 (2011): May Vol 26, No 1 (2011): January Vol 25, No 3 (2010): September Vol 25, No 2 (2010): May Vol 25, No 1 (2010): January Vol 24, No 3 (2009): September Vol 24, No 2 (2009): May Vol 24, No 1 (2009): January Vol 23, No 4 (2008): October Vol 23, No 3 (2008): July Vol 23, No 2 (2008): April Vol 23, No 1 (2008): January Vol 22, No 4 (2007): October Vol 22, No 3 (2007): July Vol 22, No 2 (2007): April Vol 22, No 1 (2007): January Vol 21, No 4 (2006): October Vol 21, No 3 (2006): July Vol 21, No 2 (2006): April Vol 21, No 1 (2006): January Vol 20, No 4 (2005): October Vol 20, No 3 (2005): July Vol 20, No 2 (2005): April Vol 20, No 1 (2005): January Vol 20, No 4 (2005): October Vol 20, No 3 (2005): July Vol 20, No 2 (2005): April Vol 20, No 1 (2005): January Vol 19, No 4 (2004): October Vol 19, No 3 (2004): July Vol 19, No 2 (2004): April Vol 19, No 1 (2004): January Vol 19, No 4 (2004): October Vol 19, No 3 (2004): July Vol 19, No 2 (2004): April Vol 19, No 1 (2004): January Vol 18, No 4 (2003): October Vol 18, No 3 (2003): July Vol 18, No 2 (2003): April Vol 18, No 1 (2003): January Vol 18, No 4 (2003): October Vol 18, No 3 (2003): July Vol 18, No 2 (2003): April Vol 18, No 1 (2003): January Vol 17, No 4 (2002): October Vol 17, No 3 (2002): July Vol 17, No 2 (2002): April Vol 17, No 1 (2002): January Vol 17, No 4 (2002): October Vol 17, No 3 (2002): July Vol 17, No 2 (2002): April Vol 17, No 1 (2002): January Vol 16, No 4 (2001): October Vol 16, No 3 (2001): July Vol 16, No 2 (2001): April Vol 16, No 1 (2001): January Vol 15, No 4 (2000): October Vol 15, No 3 (2000): July Vol 15, No 2 (2000): April Vol 15, No 1 (2000): January Vol 14, No 4 (1999): October Vol 14, No 3 (1999): July Vol 14, No 2 (1999): April Vol 14, No 1 (1999): January Vol 13, No 4 (1998): October Vol 13, No 3 (1998): July Vol 13, No 2 (1998): April Vol 13, No 1 (1998): January Vol 12, No 3 (1997): July Vol 12, No 2 (1997): April Vol 12, No 1 (1997): January Vol 11, No 1 (1996): January Vol 10, No 1 (1995): September Vol 9, No 1 (1994): May Vol 8, No 1 (1993): September Vol 7, No 1 (1992): September Vol 6, No 1 (1991): September Vol 5, No 2 (1990): September Vol 5, No 1 (1990): April Vol 4, No 1 (1989): April Vol 3, No 1 (1988): September Vol 2, No 1 (1987): September Vol 1, No 1 (1986): September More Issue