cover
Contact Name
Wuri Handayani, Ph.D.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada Jalan Sosio Humaniora No. 1, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Indonesian Economy and Business
ISSN : 20858272     EISSN : 23385847     DOI : -
Core Subject : Economy,
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) is open access, peer-reviewed journal whose objectives is to publish original research papers related to the Indonesian economy and business issues. This journal is also dedicated to disseminating the published articles freely for international academicians, researchers, practitioners, regulators, and public societies. The journal welcomes author from any institutional backgrounds and accepts rigorous empirical or theoretical research paper with any methods or approach that is relevant to the Indonesian economy and business content, as long as the research fits one of three salient disciplines: economics, business, or accounting.
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 1 (1991): September" : 6 Documents clear
ASEAN COOPERATION: TRANSFER OF AGRICULTURAL TECHNOLOGY1 Prabowo, Dibyo
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 6, No 1 (1991): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5623.397 KB)

Abstract

Permasalahan alih teknologi, khususnya di hidang pertanian, tetap menarik untuk dikaji. Sejarah pembangunan pertanian mencatat kisah sukses alih teknologi melalui Revolusi Hijau. Hanya nampaknya disepakati bahwa alih teknologi di bidang pertanian tidak berjalan dengan "mulus" begitu saja.Tulisan ini mencoba menelaah alih teknologi di bidang pertanian dalam lingkungan negara-negara ASEAN. Selanjutnya, juga dikaji faktor-faktor apa yang nampaknya menjadi kendala dalam proses alih teknologi. Di masa mendatang, implikasinya, dituntut upaya-upaya kerjasama antar negara negara ASEAN yang lebih erat dalam bidang teknologi pertanian, baik melalui COFAF (Komite ASEAN bidang Pangan, Pertanian, dan Kehutanan), 1RRI, maupun SCOFH (Sub komite ASEAN dalam Penanganan Pangan).
DERIVASI TEORI SIKLUS KEHIDUPAN PRODUK (PRODUCT LIFE CYCLE THEORY: Jawaban atas kegagalan Teori Hechscher-Ohlin Prapti, Endang Sih
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 6, No 1 (1991): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.591 KB)

Abstract

Salah satu hipotesa kesimpulan teori perdagangan internasional Hechscher- Ohlin, atau sering disebut teori H-O, menyatakan bahwa perdagangan internasional akan terjadi antar negara negara yang memiliki kekayaan sumberdaya yang berbeda. Negara yang kaya akan tenaga kerja akan berdagang dengan negara yang kaya akan kapital. Namun pada kenyataannya, 60% dari volume perdagangan dunia adalah perdagangan antar negara maju, yang relatif kaya akan input sejenis, yaitu kapital. Ketidakmampuan teori H-0 menjawab fenomena ini meyebabkan diperlukannya teori perdagangan baru yang mampu menjelaskan kenyataan perdagangan saat ini, yaitu perdagangan antar negara maju yang memiliki relative factor endowment yang sama. Teori baru tersebut adalah Teori Siklus Kehidupan Produk atau dikenal dengan teori PLC (Product Life Cycle Theory), yang dikemukakan oleh Raymond Vernon. Teori PLC tidak hanya menjelaskan mengapa perdagangan internasional didominasi oleh perdagangan antar negara-negara maju, tetapi juga menjelaskan latar belakang timbulnya perusahaan-perusahaan multinasional atau MNCs (Multi National Corporations).Tulisan ini memfokuskan analisis tentang Teori PLC pada 4 (empat) aspek: (1) Peralihan dari Teori H-0 menjadi Teori PLC, (2) Ciri dinamik dari Teori PLC, (3) Perbandingan asumsi Teori H-0 dan Teori PLC, (4) Derivasi Teori PLC.
INSTRUMEN METODE PENYUSUTAN DIPERCEPAT MENURUT UU PPh 1984 DAN BUKU PAI: SUATU TINJAUAN UMUM Mardiasmo, Mardiasmo
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 6, No 1 (1991): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.205 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membas mengenai perbedaan-perbedaan penerapan metode penyusutan dipercepat antara UU PPh 1984 dengan buku PAI, serta hal-hal yang dapat mengurangi (menurunkan) keefektifan instrumen metode penyusutan dipercepat. Selain itu juga dibahas mengenai penyusutan, metode penyusutan dan tata cara perhitungan penentuan besarnya penyusutan menurut UU PPh dan buku PAI.Penyusutan merupakan elemen pengurang laba kena pajak yang menjadi dasar pengenaan pajak, maka usaha peminimalan pajak yang terutang melalui penyusutan dapat dilakukan dengan memperbesar pengakuan penyusutan dan mempercepat pengakuan penyusutan. Metode penyusutan dipercepat yang diterapkan UU PPh 1984 dimaksudkan untuk mempercepat pengakuan penyusutan. Manfaat mempercepat pengakuan penyusutan nampak jelas di dalam. pengambilan keputusan usulan investasi terutama jika perusahaan menggunakan metode evaluasi usulan investasi yang berdasarkan laba tunai.Instrumen metode penyusutan dipercepat yang diterapkan UU PPh 1984 berbeda dengan metode-metode penyusutan yang diperkenankan oleh buku PAI. Perbedaan-perbedaan terjadi karena maksud dan tujuan yang ingin dicapai UU PPh 1984 berbeda dengan maksud dan tujuan yang ingin dicapai buku PAI. Perbedaanperbedaan tersebut pada dasarnya merupakan beda waktu. Namun, perbedaanperbedaan tersebut dapat berubah menjadi beda tetap terutama pada saat penarikan aktiva dari pemakaian yang nilai buku aktivanya lebih besar dibanding hasil penjualan neto.Beda waktu yang berubah menjadi beda tetap tersebut dapat mengurangi keefektifan instrumen metode penyusutan dipercepat yang diterapkan UU PPh 1984. Hal-hal lain yang dapat juga menyebabkan berkurangnya keefektifan instrumen tersebut adalah perusahaan menderita rugi dan pengenaan tarif pajak progresif.
PERANAN STRATEGI OPERASI DALAM MENCIPTAKAN KEUNGGULAN BERSAING PERUSAHAAN Tandelilin, Eduardus
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 6, No 1 (1991): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.554 KB)

Abstract

Setiap perusahaan dalam suatu industri yang persaingannya sangat ketat pasti mempunyai strategi bersaing. Strategi bersaing dapat dikembangkan secara eksplisit melalui proses perencanaan, atau secara implisit melalui kegiatan-kegiatan dari berbagai departemen fungsional perusahaan. Pokok perumusan strategi bersaing adalah menghubungkan perusahaan dengan lingkungannya. Keadaan lingkungan akan mempengaruhi semua perusahaan yang ada dalam suatu industri, sehingga kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan perusahaan menciptakan kekuatan yang berlainan di antara perusahaan perusahaan dalam industri. Strategi operasi merupakan salah satu cara yang telah dikembangkan oleh perusahaanperusahaan di Jepang dengan memanfaatkan operasi pabriknya (manufacturing operations) untuk berkompetisi di pasaran internasional. Mereka dapat memproduksi serta mendisain barang-barang yang berkualitas lebih baik dan dengan harga yang lebih murah.Strategi operasi adalah suatu visi fungsi operasi yang memberikan keseluruhan pengarahan atau dorongan bagi pengambilan keputusan agar searah dengan tujuan perusahaan. Strategi operasi terdiri dari misi (mission), kemampuan khusus (distinctive competance), tujuan (objective), dan kebijakan (policy). Tiga input strategi operasi adalah strategi bisnis, analisis eksternal dan analisis internal. Strategi dan keputusan tidak selalu sama, tergantung apakah perusahaan cenderung pada strategi low-cost atau strategi differentiation. Timbulnya global corporation telah mengubah strategi operasi, dengan harus melihat perspektif secara keseluruhan dunia baik dalam hal fasilitas, lokasi, sumber daya, disain produk, teknologi proses, logistik maupun organisasi. Learning curve menunjukkan hubungan antara unit cost dan akumulasi volume yang diproduksi, sehingga dengan mengikuti kurva ini, keunggulan bersaing dapat dicapai.
PINJAMAN LUAR NEGERI OLEH BADAN USAHA INDONESIA Boediono, Boediono
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 6, No 1 (1991): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3273.455 KB)

Abstract

Arus globalisasi ekonomi dan gelombang deregulasi yang secara konsistendilakukan oleh pemerintah, secara simultan maupun terpisah, ternyata mempercepatintegrasi sektor keuangan Indonesia dengan pasar uanglmodal internasional. Salahsatu indikasi kuat adalah meningkatnya kegiatan pinjaman offshore oleh badanbadan usaha Indonesia. Tulisan ini mencoba mengulas penyebab meningkatnya pinjaman offshorepada tahun 1990. Menarik juga untuk diamati bagaimana pola pinjaman offshoredan faktor-faktor yang mempengaruhi "harga" dari pinjaman tersebut.
REGRESI LINIER LANCUNG DALAM ANALISIS EKONOMI: SUATU TINJAUAN DENGAN SATU STUDIKASUS DI INDONESIA Insukindro, Insukindro
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 6, No 1 (1991): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.808 KB)

Abstract

Sejak pertengahan tahun 1970-an, permasalahan regresi lancung (spurious regression) telah kembali menjadi sorotan para pakar ekonometrika. Ciri utama adanya regresi lancung (semrawut) ini ditunjukkan oleh tidak diamatinya perilaku data melalui uji stasioneritas, misalnya, dan oleh apa yang disebut "sindrom R2". Yang disebut terakhir ini sering membuat pengamat terkecoh oleh nilai koefisien determinasi yang begitu meyakinkan tetapi kurang memperhatikan uji diagnostik regresi tersebut, khususnya uji otokorelasi. Akibatnya koefisien regresi penaksir tidak efisien, prediksi akan bias dan uji baku statistik menjadi tidak sahih. Tulisan ini bermaksud mengetengahkan beberapa kemungkinan terjadinya regresi lancung dan cam pencegahannya. Dalam tulisan ini untuk mendukung maksud ini digunakan satu studi kasus impor barang di Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa data yang digunakan dalam studi empiristidak stasioner dan perlu dideferensi pertama untuk memperoleh data yang stasioner.Di samping itu untuk mencegah adanya regresi lancung, pem-bentukan model dinamis memang merupakan langkah yang perlu dilakukan. Selanjutnya dengan memperhatikan perilaku data nampaknya model koreksi kesalahan (error correction model) dapat dipakai sebagai salah satu model dinamis impor barang di Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

1991 1991


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2019): January Vol 33, No 3 (2018): September Vol 33, No 2 (2018): May Vol 33, No 1 (2018): JANUARY Vol 32, No 3 (2017): SEPTEMBER Vol 32, No 2 (2017): MAY Vol 32, No 1 (2017): JANUARY Vol 31, No 3 (2016): September Vol 31, No 3 (2016): SEPTEMBER Vol 31, No 2 (2016): MAY Vol 31, No 1 (2016): JANUARY Vol 30, No 3 (2015): SEPTEMBER Vol 30, No 2 (2015): MAY Vol 30, No 1 (2015): January Vol 29, No 3 (2014): September Vol 29, No 2 (2014): May Vol 29, No 1 (2014): January Vol 29, No 1 (2014) Vol 28, No 3 (2013): September Vol 28, No 2 (2013): May Vol 28, No 1 (2013): January Vol 27, No 3 (2012): September Vol 27, No 2 (2012): May Vol 27, No 1 (2012): January Vol 26, No 3 (2011): September Vol 26, No 2 (2011): May Vol 26, No 1 (2011): January Vol 25, No 3 (2010): September Vol 25, No 2 (2010): May Vol 25, No 1 (2010): January Vol 24, No 3 (2009): September Vol 24, No 2 (2009): May Vol 24, No 1 (2009): January Vol 23, No 4 (2008): October Vol 23, No 3 (2008): July Vol 23, No 2 (2008): April Vol 23, No 1 (2008): January Vol 22, No 4 (2007): October Vol 22, No 3 (2007): July Vol 22, No 2 (2007): April Vol 22, No 1 (2007): January Vol 21, No 4 (2006): October Vol 21, No 3 (2006): July Vol 21, No 2 (2006): April Vol 21, No 1 (2006): January Vol 20, No 4 (2005): October Vol 20, No 3 (2005): July Vol 20, No 2 (2005): April Vol 20, No 1 (2005): January Vol 20, No 4 (2005): October Vol 20, No 3 (2005): July Vol 20, No 2 (2005): April Vol 20, No 1 (2005): January Vol 19, No 4 (2004): October Vol 19, No 3 (2004): July Vol 19, No 2 (2004): April Vol 19, No 1 (2004): January Vol 19, No 4 (2004): October Vol 19, No 3 (2004): July Vol 19, No 2 (2004): April Vol 19, No 1 (2004): January Vol 18, No 4 (2003): October Vol 18, No 3 (2003): July Vol 18, No 2 (2003): April Vol 18, No 1 (2003): January Vol 18, No 4 (2003): October Vol 18, No 3 (2003): July Vol 18, No 2 (2003): April Vol 18, No 1 (2003): January Vol 17, No 4 (2002): October Vol 17, No 3 (2002): July Vol 17, No 2 (2002): April Vol 17, No 1 (2002): January Vol 17, No 4 (2002): October Vol 17, No 3 (2002): July Vol 17, No 2 (2002): April Vol 17, No 1 (2002): January Vol 16, No 4 (2001): October Vol 16, No 3 (2001): July Vol 16, No 2 (2001): April Vol 16, No 1 (2001): January Vol 15, No 4 (2000): October Vol 15, No 3 (2000): July Vol 15, No 2 (2000): April Vol 15, No 1 (2000): January Vol 14, No 4 (1999): October Vol 14, No 3 (1999): July Vol 14, No 2 (1999): April Vol 14, No 1 (1999): January Vol 13, No 4 (1998): October Vol 13, No 3 (1998): July Vol 13, No 2 (1998): April Vol 13, No 1 (1998): January Vol 12, No 3 (1997): July Vol 12, No 2 (1997): April Vol 12, No 1 (1997): January Vol 11, No 1 (1996): January Vol 10, No 1 (1995): September Vol 9, No 1 (1994): May Vol 8, No 1 (1993): September Vol 7, No 1 (1992): September Vol 6, No 1 (1991): September Vol 5, No 2 (1990): September Vol 5, No 1 (1990): April Vol 4, No 1 (1989): April Vol 3, No 1 (1988): September Vol 2, No 1 (1987): September Vol 1, No 1 (1986): September More Issue