cover
Contact Name
Wuri Handayani, Ph.D.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada Jalan Sosio Humaniora No. 1, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Indonesian Economy and Business
ISSN : 20858272     EISSN : 23385847     DOI : -
Core Subject : Economy,
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) is open access, peer-reviewed journal whose objectives is to publish original research papers related to the Indonesian economy and business issues. This journal is also dedicated to disseminating the published articles freely for international academicians, researchers, practitioners, regulators, and public societies. The journal welcomes author from any institutional backgrounds and accepts rigorous empirical or theoretical research paper with any methods or approach that is relevant to the Indonesian economy and business content, as long as the research fits one of three salient disciplines: economics, business, or accounting.
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (1990): April" : 6 Documents clear
ANALISIS DINAMIK PERMINTAAN TERIGU DI INDONESIA Djanuwardi, Bambang
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 5, No 1 (1990): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2255.112 KB) | DOI: 10.22146/jieb.40743

Abstract

Pangan merupakan barang yang pertama kali ingin dipenuhi oleh setiapindividu, karena tanpa pangan manusia tidak akan dapat mernpertahankanhidupnya. Masalah pangan secara global sudah mulai dikemukakan oleh PartonMalthus tahun 1878 (Falcon dkk,1983). Di Indonesia, masalah pangan sudahtimbul sejak tahun 1655 yang merupakan tahun sangat kering, sehingga SunanAmangkurat I melarang pengiriman beras keluar daerah (Mulyono S, 1981). DiIndonesia walaupun bahan pangan utama adalah beras, namun banyak terdapatbahan pangan lain seperti jagung, gaplek, sagu, terigu dan sebagainya.
POTENSI PERTANIAN DAN PROSPER AGROINDUSTRI DIJAWA TENGAH Sumodiningrat, Gunawan
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 5, No 1 (1990): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3772.258 KB)

Abstract

Secara keseluruhan sektor pertanian mempunyai peranan yang pentingdalam pembangunan, baik pembangunan regional maupun dalam skala nasional.Namun selama beberapa tahun terakhir kontribusinya semakin menurun sejalandengan meningkatnya peranan sektor-sektor industri dan jasa. Perkembangan inimenunjukkan bahwa struktur perekonomian secara perlahan-lahan bergeser dariagraris ke industri sejalan dengan proses pembangunan pada lazimnya. Kendatidemikian sektor pertanian diharapkan tetap mampu menjalankan peranannyadalam pembangunan, yakni dalam hal: (1) menyediakan pangan bagi masyarakat,(2) memberikan kesempatan kerja, (3) menghemat dan menghimpun devisa, dan(4) memberikan dukungan untuk berkembangnya sektor-sektor lain.  Makalah ini berusaha melihat potensi sektor pertanian dan kaitannya dengan sektor lain khususnya sektor industri dengan tujuan dapat mengidentifikasi seberapa jauh day a dukung sektor pertanian terhadap sektor yang lain. Perhatian diutamakan pada prospek agroindustri di Propinsi Dati I Jawa Tengah, yang diharapkan dapat menggambarkan keadaan industri tangguh didukung pertanian yang kuat.
IMPLIKASI AKUNTANSIINFLASI TERHADAP ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Sugiharto, Sugiharto
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 5, No 1 (1990): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2744.411 KB)

Abstract

Kekuatan utama dari akuntansi harga historis adalah karena laporankeuangan yang dihasilkan dari model akuntansi ini mencerminkan harga historisyang umumnya berasal dari transaksi yang obyektif. Oleh sebab itu informasiyang terkandung didalamnya dianggap (1) dapat dipercaya; (2) mencerminkan halyang obyektif; (3) tidak bias; (4) murah ; dan (5) mudah untuk diaudit secaraindependen. Kedua yang terakhir inilah yang menyebabkan mengapa paraakuntan lebih menyukai akuntansi historis. Namun dalam masa inflasi, akuntansi historis banyak kehilangan kemampuannya untuk menyampaikan informasi yang dapat menolong para investor, sebab inflasi akan menyebabkan distorsi terhadap informasi yang terkandung dalam laporan keuangan historis.
KEMUNGKINAN PENGEMBANGAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL DI INDONESIA Sudibyo, Bambang
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 5, No 1 (1990): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.037 KB)

Abstract

Seperti dinyatakan dalam Sudibyo (1986) penulis berpendapat bahwaakuntansi sebagai suatu disiplin adalah teknologi informasi. Produk dari teknologiakuntansi adalah informasi yang merupakan alat atau sarana untuk tujuan tertentu.Demikian pula halnya dengan akuntansi pertanggungjawaban sosial, informasiakuntansi dipakai sebagai modus untuk pertanggungjawaban kepada masyarakatumum atau publik. Kebutuhan akan akuntansi pertanggungjawaban sosialtentunya baru muncul kalau memang pertanggungjawaban sosial itu sudahmerupakan hal yang sudah lazim dan melembaga dalam masyarakat. Oleh karenaitu penelaahan tentang kemungkinan pengem-bangan akuntansipertanggungjawaban sosial di Indonesia menyangkut dua masalah, yaitu 1)Evaluasi tentang kebutuhan akan pertanggungjawaban sosial di Indonesia, dan 2)Evaluasi terhadap teknologi akuntansi sebagai modus untuk pertanggungjawabansosial di Indonesia. Dua hal ini dibahas secara panjang lebar dalam makalah ini.Kemudian sebuah model akuntansi sosial yang cocok untuk Indonesia dipaparkan
MODEL KOREKSI KESALAHAN UNTUK PERMINTAAN IMPOR BAHAN DAKAR MINYAK DI INDONESIA Insukindro, Insukindro
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 5, No 1 (1990): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1905.69 KB)

Abstract

Bukanlah suatu rahasia lagi bahwa model ekonometrik dinamik merupakansalah satu pendekatan penting dalam analisis ekonomi. Hal ini karenasebagian besar analisis ekonomi berkaitan erat dengan analisis runtunan waktu(time series) yang sering diujudkan oleh hubungan antara perubahan suatu besaranekonomi dan kebijakan ekonomi di suatu saat dan pengaruhnya terhadap gejaladan perilaku ekonomi di saat yang lain. Hubungan semacam ini telah banyakdicoba untuk dirumuskan dalam model linier dinamik, namun tidak dapatdipungkiri bahwa sampai saat ini belum terdapat kesepakatan mengenai modeldinamik mana yang paling cocok untuk suatu analisis ekonomi. Kelangkaan akanadanya kesepakatan tersebut dikarenakan adanya banyak faktor yang berpengaruhdalam pembentukan model itu, misalnya: pengaruh faktor kelembagaan, perananpenguasa ekonomi dan pandangan si pembuat model mengenai gejala dan situasiekonomi yang menjadi pusat perhatiannya (Barten, 1981; De Grauwe, 1983 danCuthbert-son, 1988).
ALOKASIFAKTOR PRODUKSIPADAINDUSTRI PENGOLAHAN TEH DI JAWA TENGAH Syafri, Syafri
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 5, No 1 (1990): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2594.327 KB)

Abstract

Masalah yang sedang hangat dibicarakan di negara sedang berkembangadalah keterbatasan kemampuan sektor modern menyerap sejumlah besar tenagakerja tidak produktif yang berasal dari sektor tradisional. Sungguhpunpertumbuhan produksi tinggi, kesempatan kerja bertumbuh agak lamban (Todaro,1983). Masalah ini juga dihadapi oleh Indonesia. Dalam periode 1980-1985, nilaitambah industri pengolahan bertumbuh 8,96% per tahun sedangkan kesempatankerja bertumbuh hanya 4,37% per tahun.Banyak pengamat berkeyakinan bahwa teknik produksi yang diterapkanpada perusahaan industri pengolahan mengakibatkan substitusi antara modal dantenaga kerja sukar, akibatnya kemampuan menyerap tenaga kerja terbatas.Pengamat lain mengatakan ketidaksempurnaan pasar faktor produksi dapatmuncul, sekurang-kurangnya sebagian, pada perusahaan industri pengolahan yangmemiliki pertumbuhan kesempatan kerja rendah. Perusahaan mungkin dirangsangmenggunakan teknologi padat modal oleh peraturan perdagangan luar negeridimana mesin-mesin impor untuk keperluan industri disubsidi. Tingkat upah padaindustri pengolahan juga mungkin terdorong naik di atas tingkat upah minimumsebagai akibat tekanan dari serikat pekerja dan campur tangan pemerintah dalamcolective bargaining (Clague, 1969).

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

1990 1990


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2019): January Vol 33, No 3 (2018): September Vol 33, No 2 (2018): May Vol 33, No 1 (2018): JANUARY Vol 32, No 3 (2017): SEPTEMBER Vol 32, No 2 (2017): MAY Vol 32, No 1 (2017): JANUARY Vol 31, No 3 (2016): September Vol 31, No 3 (2016): SEPTEMBER Vol 31, No 2 (2016): MAY Vol 31, No 1 (2016): JANUARY Vol 30, No 3 (2015): SEPTEMBER Vol 30, No 2 (2015): MAY Vol 30, No 1 (2015): January Vol 29, No 3 (2014): September Vol 29, No 2 (2014): May Vol 29, No 1 (2014): January Vol 29, No 1 (2014) Vol 28, No 3 (2013): September Vol 28, No 2 (2013): May Vol 28, No 1 (2013): January Vol 27, No 3 (2012): September Vol 27, No 2 (2012): May Vol 27, No 1 (2012): January Vol 26, No 3 (2011): September Vol 26, No 2 (2011): May Vol 26, No 1 (2011): January Vol 25, No 3 (2010): September Vol 25, No 2 (2010): May Vol 25, No 1 (2010): January Vol 24, No 3 (2009): September Vol 24, No 2 (2009): May Vol 24, No 1 (2009): January Vol 23, No 4 (2008): October Vol 23, No 3 (2008): July Vol 23, No 2 (2008): April Vol 23, No 1 (2008): January Vol 22, No 4 (2007): October Vol 22, No 3 (2007): July Vol 22, No 2 (2007): April Vol 22, No 1 (2007): January Vol 21, No 4 (2006): October Vol 21, No 3 (2006): July Vol 21, No 2 (2006): April Vol 21, No 1 (2006): January Vol 20, No 4 (2005): October Vol 20, No 3 (2005): July Vol 20, No 2 (2005): April Vol 20, No 1 (2005): January Vol 20, No 4 (2005): October Vol 20, No 3 (2005): July Vol 20, No 2 (2005): April Vol 20, No 1 (2005): January Vol 19, No 4 (2004): October Vol 19, No 3 (2004): July Vol 19, No 2 (2004): April Vol 19, No 1 (2004): January Vol 19, No 4 (2004): October Vol 19, No 3 (2004): July Vol 19, No 2 (2004): April Vol 19, No 1 (2004): January Vol 18, No 4 (2003): October Vol 18, No 3 (2003): July Vol 18, No 2 (2003): April Vol 18, No 1 (2003): January Vol 18, No 4 (2003): October Vol 18, No 3 (2003): July Vol 18, No 2 (2003): April Vol 18, No 1 (2003): January Vol 17, No 4 (2002): October Vol 17, No 3 (2002): July Vol 17, No 2 (2002): April Vol 17, No 1 (2002): January Vol 17, No 4 (2002): October Vol 17, No 3 (2002): July Vol 17, No 2 (2002): April Vol 17, No 1 (2002): January Vol 16, No 4 (2001): October Vol 16, No 3 (2001): July Vol 16, No 2 (2001): April Vol 16, No 1 (2001): January Vol 15, No 4 (2000): October Vol 15, No 3 (2000): July Vol 15, No 2 (2000): April Vol 15, No 1 (2000): January Vol 14, No 4 (1999): October Vol 14, No 3 (1999): July Vol 14, No 2 (1999): April Vol 14, No 1 (1999): January Vol 13, No 4 (1998): October Vol 13, No 3 (1998): July Vol 13, No 2 (1998): April Vol 13, No 1 (1998): January Vol 12, No 3 (1997): July Vol 12, No 2 (1997): April Vol 12, No 1 (1997): January Vol 11, No 1 (1996): January Vol 10, No 1 (1995): September Vol 9, No 1 (1994): May Vol 8, No 1 (1993): September Vol 7, No 1 (1992): September Vol 6, No 1 (1991): September Vol 5, No 2 (1990): September Vol 5, No 1 (1990): April Vol 4, No 1 (1989): April Vol 3, No 1 (1988): September Vol 2, No 1 (1987): September Vol 1, No 1 (1986): September More Issue