cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nonformal Education
ISSN : 2442532X     EISSN : 25284541     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Nonformal Education (p-ISSN 2442-532X | e-ISSN 2528-4541) was published twice a year (February & August) by Postgraduate Program, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. This Journal collaborates with Ikatan Akademisi Pendidikan Nonformal & Informal containing research articles in the field of Nonformal Education with the scope of literacy education, equality education, and community education.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM PELATIHAN BATIK BREBESAN (Studi di Mitra Batik Desa Bentar Kabupaten Brebes) Widiasih, Eka; Suminar, Tri
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v1i1.3987

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan proses monitoring, proses evaluasi program, hasil, dampak, faktor pendukung dan penghambat dalam proses pelatihan Batik Brebesan di Mitra Batik Desa Bentar Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitian 3 orang terdiri dari monitor internal, monitor eksternal, evaluator dan 3 orang informan dari peserta pelatihan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode dan teori. Teknik analisis data yang digunakan yaitu  pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh bahwa monitoring dilakukan oleh pihak internal dan eskternal dimana monitor internal tidak menggunakan instrumen yang jelas, sedangkan monitor eksternal mengunakan instrumen, evaluator program tidak menggunakan instrumen dan evaluator kurang memenuhi kompetensi evaluator program. Hasil pelatihan mencakup tiga aspek yaitu kognitif, keterampilan dan sikap dimana yang paling dominan adalah aspek keterampilan. Dampak pelatihan adanya peningkatan kinerja dan peningkatan penghasilan bagi peserta. Faktor pendukung dan penghambat berasal dari internal dan eksternal. Faktor pendukung internalnya adalah motivasi peserta yang tinggi untuk mengikuti pelatihan dengan didukung instruktur yang kompeten. Sedangkan faktor penghambat internalnya adalah emosi peserta yang belum stabil dan eksternalnya adalah kesulitan alat transportasi di wilayah Kecamatan Salem.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PESERTA DIDIK KURSUS BIDANG VOKASI (STUDI DI LEMBAGA PENDIDIKAN PROFESI GRAHA WISATA SEMARANG) Hapsari, Melati Indri; Kristiani, Ana
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v1i1.3978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kualitas layanan yang diberikan kepada peserta didik kursus bidang vokasi di LPP Graha Wisata Semarang. Penelitian deskriptif ini menggunakan kuisioner dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Kuisioner diberikan peserta didik untuk mengetahui ekspektasi dan persepsi layanan yang telah diberikan pada lima dimensi kualitas layanan yaitu bukti fisik, reliabilitas, daya tanggap, jaminan dan empati. Penelitian menghasilkan kualitas layanan dengan skor 5,69 dipersepsikan baik oleh peserta didik, tetapi dengan mengukur ekspektasi dan persepsi layanan ditemukan kesenjangan dengan skor -0,78 yang artinya kualitas layanan masih belum memuaskan. Berdasarkan kesenjangan itu strategi peningkatan kualitas layanan yang dilakukan LPP Graha Wisata Semarang dengan memperbaiki fisik sarana prasarana dan meningkatkan kualitas SDM melalui bimbingan, pembinaan, pendidikan dan latihan.
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PENINGKATAN LITERASI BERBASIS KEWIRAUSAHAAN USAHA MANDIRI MELALUI PKBM DI KOTA SEMARANG Mulyono, Sungkowo Edy
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v1i1.3983

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pelaksanaan literasi berbasis kewirusahaan usaha mandiri (KUM) melalui PKBM di Kota Semarang, kendala yang dihadapi,dan model pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan pelaksanaan literasi berbasis KUM melalui PKBM.Data primer dikumpulkan melalui wawancara kepada responden dan key-persons. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif bertujuan melihat proses serta kendala pemberdayaan literasi berbasis kewirausahaan usaha mandiri (KUM). Data sekunder dari data penduduk yang telah melakukan pembelajaran literasi di Kota Semarang. Proses pelaksanaan pembelajaran program literasi berbasis KUM berjalan baik sesuai dengan petunjuk teknis yang ada diawali dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan partisipatif, cukup fleksibel sesuai dengan kebutuhan warga belajar, potensi lokal, maupun pangsa pasar. Materi pembelajaran selain sesuai potensi lokal dan pangsa pasar juga mengikuti modul yang telah disediakan oleh pemerintah, dan evaluasi dilakukan tahap demi tahap.Kendala program pelatihan ini pada dasarnya tidak ada hal-hal yang krusial, mengingat kendala yang dihadapi hanya terjadinya perubahan waktu pembelajaran,namun dapat diselesaikan antara tutor dan warga belajar dengan cara musyawarah dan mufakat.Model pemberdayaan masyarakat melalui literasi dan KUM melalui PKBM dapat terbangun dari berbagai macam bahan kajian, FGD, serta hasil penelitian melalui wawancara di lapangan. Sehingga model ini dapat dipergunakan bagi PKBM.
PENGKAJIAN PROGRAM KURSUS DAN PELATIHAN TERKAIT DENGAN JENIS KETERAMPILAN, SERTIFIKASI DAN PENEMPATAN LULUSAN Hapsari, Melati Indri
Journal of Nonformal Education Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v2i1.5314

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis keterampilan yang dibutuhkan di dunia usaha dan industri terutama pasar ASEAN yang telah tersedia lembaga sertifikasinya, mengetahui pelaksanaan sertifikasi kompetensinya, dan proses penempatan tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri. Lokasi penelitian dilakukan di BNSP, BKSP, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta BP3TKI. Subyek dipilih sesuai kompetensinya. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Keabsahan data menggunakan kriteria kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Simpulan penelitian ini adalah bahwa jenis-jenis keterampilan yang dibutuhkan di dunia usaha dan industri terutama pasar ASEAN antara lain pariwisata, operator produksi, kayu lapis, konstruksi. Yang telah siap MRA-nya adalah bidang pariwisata dengan dikeluarkannya ACCSTP dan CATC. Pelaksanaan sertifikasi kompetensi di Indonesia adalah Lembaga Sertifikasi Profesi yang telah mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Proses penempatan tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri hanya dapat dilakukan oleh pemerintah dan pelaksana penempatan TKI swasta. Prosedur penempatan dimulai dari pra penempatan, penempatan dan pasca penempatan.
PERAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN MELALUI PENDIDIKAN NONFORMAL DI JAWA TENGAH Raharjo, Tri Joko; Suminar, Tri; Muarifuddin, Muarifuddin
Journal of Nonformal Education Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v2i1.5310

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis program yang dikembangkan PKBM di Jawa Tengah dalam menanggulangi kemiskinan melalui pendidikan nonformal, peran PKBM, hambatan dan dukungan bagi PKBM dalam menyelenggarakan programnya. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sampel penelitian menggunakan metode multiple stage random sampling. Sampel didapatkan 6 PKBM yang ada di Jawa Tengah. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode dan teori. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang didapatkan jenis program yang dikembangkan PKBM di Jawa Tengah dalam menanggulangi kemiskinan adalah program PAUD, Keaksaraan, Kesetaraan, Kursus dan Pelatihan, KBU, Magang dan program lain. Program Kesetaraan, Kursus dan Pelatihan, serta KBU memiliki posisi dominan. Jenis program paling banyak dikembangkan adalah program kursus dan pelatihan. Adapun peran PKBM yaitu sebagai pusat informasi, belajar masyarakat, pendidikan dan latihan keterampilan serta adanya kemandirian masyarakat yang terbentuk. Hambatan internal belum terpenuhinya penyelenggaraan full beasiswa bagi semua warga belajar dan sulit mencari tutor yang diidealkan. Hambatan eksternal minimnya akses sumber keuangan serta persaingan pemasaran produk. Dukungan internal berupa komitmen yang tinggi dari semua pengelola serta budaya kerja secara kekeluargaan. Dukungan eksternal berupa berbagai dukungan baik dari pihak pemerintah, swasta, berbagai mitra kerja serta media massa yang ikut serta dalam publikasi.
DAMPAK PENYELENGGARAAN PELATIHAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PAMONG BELAJAR SKB DI EKS KARESIDENAN SEMARANG Susilowati, Susilowati
Journal of Nonformal Education Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v2i1.5315

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak penyelenggaraan pelatihan terhadap kinerja pamong belajar Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pamong belajar di Eks Karesidenan Semarang yang sudah pernah mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Sumber data meliputi Kepala SKB, pamong belajar peserta pelatihan, serta pamong belajar rekan sejawat dari peserta pelatihan. Sedangkan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan angket. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode dan teori. Sedangkan teknik analisis data dan interpretasi hasil penelitian dilakukan dengan cara reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dampak dari penyelenggaraan pelatihan terhadap peningkatan kinerja pamong belajar, diperoleh hasil bahwa 8,33% kinerjanya sangat meningkat, 58,33% meningkat, dan 33,33% tidak mengalami perubahan atau biasa saja. Sedangkan untuk pengimplementasian hasil pelatihan di tempat kerja, belum semua pamong belajar yang mengikuti pelatihan mengimplementasikan hasil pelatihan di tempat kerjanya. Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian bahwa hanya 25% pamong belajar yang mengimplementasikan hasil pelatihannya di tempat kerja, 50% pamong belajar belum sepenuhnya mengimplementasikan hasil pelatihan, dan terdapat 25% pamong belajar tidak mengimplementasikan hasil pelatihan.
DAMPAK IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA TUTORIAL PROGRAM PAKET B BINAAN PKBM AL ISHLAH JAKARTA TIMUR Yatimah, Durotul
Journal of Nonformal Education Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v2i1.5311

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak metode pembelajaran berbasis pemecahan masalah (Problem Posing). Metode penelitian dilakukan dengan pra eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan  penggunaan metode pemecahan masalah telah bermanfaat meningkatkan partisipasi warga belajar di dalam pembelajaran, nilai akademik warga belajar meningkat melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dan kemampuan soft skill yang  sangat  menonjol. Dampak yang ada diharapkan dapat memicu semangat warga belajar untuk memotivasi belajar anak-anaknya secara berkelanjutan. Kendala meliputi pengetahuan dan wawasan warga belajar terbatas, diskusinya lama karena perbedaan pendapat; adanya warga belajar yang mendominasi diskusi, tutor harus mengendalikan diskusi, agar warga belajar lain aktif juga mengemukakan pendapat; warga belajar tidak mengetahui jadwal tutorial yang lengkap dengan nama mata pelajaran. Adanya faktor pendukung membuat pembelajaran berlangsung kondusif. Alternatif pengembangannya adalah warga belajar ditugaskan mencari solusi dan tutor mengevaluasi daya serap warga belajar terhadap materi dan tingkat kesadaran sosial dan keterampilan sosial warga belajar; tutor bermitra dengan lembaga terkait. Tutor mengarahkan kegiatan dan tugas warga belajar di lokasi dan cara penyusunan laporan. Tutor juga memonitor dan mengevaluasi.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI HOMESCHOOLING Ilyas, Ilyas
Journal of Nonformal Education Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v2i1.5316

Abstract

Tujuan penelitian mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter pada Homeschooling ANSA, nilai-nilai yang ditanamkan, faktor pendukung dan penghambat serta hasil dari pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subyek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, Tutor, Orang Tua Warga Belajar, dan Warga Belajar. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam memeriksa keabsahan data menggunakan triangulasi, baik sumber maupun metode. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman dengan siklus mulai pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verfikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pendidikan karakter telah termuat baik dalam rencana aktivitas tutorial (RAT) maupun satuan aktivitas tutorial (SAT) yang disusun oleh semua tutor. Pelaksanaan dilakukan dengan pembiasaan dan pemberian contoh oleh tutor dalam perilaku sehari-hari. Evaluasi dilaksanakan dengan observasi dan memberikan penilaian pada buku rapot. Nilai karakter  yang ditanamkan terutama adalah tanggung jawab dan kemandirian. Faktor pendukungnya adalah orang tua, tutor, teman sebaya, dan sarana prasarana. Sedangkan faktor penghambat adalah orang tua, teman sebaya, dan teknologi seperti gadget. Hasil pendidikan karakter menunjukkan hasil yang baik meskipun belum optimal. Warga belajar yang memiliki karakter yang kuat juga berpengaruh terhadap prestasi akademik di sekolah.
MODEL PELATIHAN BERBASIS NILAI KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER GENERASI MUDA Ardiwinata, Jajat S.; Hasanah, Viena Rusmiati; Sudiapermana, Elih
Journal of Nonformal Education Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v2i1.5312

Abstract

Tujuan penelitian menemukan model pelatihan berbasis nilai keagamaan dalam membentuk karakter generasi muda. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah model pelatihan yang dapat dijadikan acuan untuk diterapkan dalam berbagai instansi pelaksana pelatihan untuk generasi muda, khususnya dalam membangun kompetensi dasar dalam membangun karakter generasi muda. Penelitian ini menerapkan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Rentang waktu pelaksanaan dirancang tiga tahun, tahun pertama studi eksploratif pada beberapa lembaga pelatihan yang melaksanakan berbagai pelatihan bagi pemuda, dengan orientasi produknya merekomendasikan sebuah model konseptual pelatihan berbasis nilai keagamaan dalam membentuk karakter generasi muda. Pada tahun kedua, penelitian memfokuskan pada pengembangan perangkat model serta uji coba model konseptual yang telah tersusun di tahun pertama. Adapun pada tahun ketiga, penelitian akan difokuskan pada desiminasi serta validasi model yang tersusun, sehingga dapat dilakukan pembakuan modelling. Produk penelitian ini merupakan model pelatihan berbasis nilai keagamaan dalam membentuk karakter generasi muda, yang selanjutnya dapat disebarluaskan dan menjadi  bagi kelembagaan diklat, serta sebagai salah satu temuan teknologi (social engenering) bidang pelatihan yang secara makro dapat menjadi instrumen dalam kerangka pemberdayaan masyarakat.
MODEL PEMBELAJARAN PARTISIPATIF MELALUI TEKNIK PENDAMPINGAN TERHADAP TUGAS DISKUSI KELOMPOK MAHASISWA DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTUN BERDISKUSI Kisworo, Bagus; Ilyas, Ilyas; Kriswanto, Hendra Dedi
Journal of Nonformal Education Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v2i1.5317

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berusaha mendapatkan informasi selengkap mungkin mengenai model pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan tugas diskusi kelompok dalam membentuk karakter santun berdiskusi.  Informasi digali melalui wawancara mendalam terhadap informan (mahasiswa). Selain untuk mengetahui hasil aplikasi model pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan tugas diskusi kelompok dalam membentuk karakter santun berdiskusi, juga untuk membuat rumusan pedoman model pembelajaran tersebut sehingga bermanfaat bagi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian bahwa dengan model pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan kelompok diskusi, mahasiswa dapat mempersiapkan dan menciptakan diskusi yang akan dilaksanakan dalam kelas, serta mereka memiliki strategi yang akan digunakan dalam menciptakan diskusi santun dalam kelas, dan  peran dosen dalam implementasi pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan kelompok diskusi, sangat dibutuhkan oleh mahasiswa karena sangat membantu mereka dalam mewujudkan diskusi kelas yang menarik serta sesuai dengan tujuan pembelajaran. Model pembelajaran partisipatif dengan teknik pendampingan tugas diskusi kelompok sangat berdampak positif bagi mahasiswa. Pembelajaran partisipatif tidak hanya mengacu pada bagaimana meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran tetapi juga pada kemampuan dosen untuk kreatif dalam meningkatkan partisipasinya dalam proses pembelajaran.

Page 2 of 15 | Total Record : 141