cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nonformal Education
ISSN : 2442532X     EISSN : 25284541     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Nonformal Education (p-ISSN 2442-532X | e-ISSN 2528-4541) was published twice a year (February & August) by Postgraduate Program, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. This Journal collaborates with Ikatan Akademisi Pendidikan Nonformal & Informal containing research articles in the field of Nonformal Education with the scope of literacy education, equality education, and community education.
Arjuna Subject : -
Articles 103 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI 7 PILAR KONSERVASI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN Kisworo, Bagus; Muarifuddin, Muarifuddin
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.93 KB) | DOI: 10.24914/pnf.v1i1.3979

Abstract

Konservasi masih cenderung dimaknai oleh banyak warga Unnes dengan perwujudan kampus yang hijau cenderung bersifat absurd pada sistem yang dibangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berusaha mendapatkan informasi selengkap mungkin implementasi 7 pilar konservasi UNNES di FIP. Subjek penelitian adalah civitas akademika di FIP. Teknik pengumpulan data memakai wawancara, dokumentasi dan observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menyimpulkan pemahaman civitas akademika FIP terhadap wacara konservasi belum menujukkan sepenuhnya paham secara menyeluruh dari segi konteks makna koseervasi. Menunjukkan bahwa dari pejabat memiliki pemahaman lebih baik dibanding beberapa civitas akademika lain yang ada di FIP, baik itu mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan maupun tenaga teknis lainnya. Implementasi 7 pilar konservasi yang ada di lingkungan FIP masih menonjolkan beberapa pilar dominan saja yaitu arsitektur hijau dan transportasi internal. Pilar nirkertas; konservasi etika, seni dan budaya; kaderisasi konservasi; keanekaragaman hayati; pengelolaan limbah; dan energi bersih menjadi runtutan rensta sekaligus dimasukkan dalam perioritas yang membutuhkan pengembangan besar ke depan. Sedangkan pada faktor penghambat dan pendukung 7 pilar konservasi menempatkan psikologi mental perhatian utama. Komitmen dan partisipasi bersama menjadi tanggung jawab untuk mendukung, menjaga, memantau dan berkoordinasi dalam mewujudkan universitas konservasi yang unggul, sehat dan sejahtera.
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI LINGKUNGAN KELUARGA (Studi Empiris di Kelurahan Tingkir Lor Kota Salatiga) Farecha, Noviasti Nurlaely; Ilyas, Ilyas
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.08 KB) | DOI: 10.24914/pnf.v1i1.3984

Abstract

Pendidikan informal merupakan pendidikan yang utama karena diselenggarakan dalam keluarga dimana dalam penyelenggaraannya sangat mendukung untuk mengajarkan mengenai nilai-nilai kewirausahaan sejak dini pada anak. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan cara pengenalan, pemahaman, penerapan, dan penilaian mengenai nilai-nilai kewirausahan pada anak pemilik home industri di Kelurahan Tingkir Lor Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metode deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian terdiri dari 2 pemilik usaha home industri dan 3 anak dari pemilik home industry juga informan dari karyawan tersebut dan warga sekitar. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian yang diperoleh menujukkanproses pengenalan nilai-nilai kewirausahaan pada kedua home industri dari sejak kecil anak sudah mulai dikenalkan mengenai proses produksi, pemasaran, dan manajemen. Pemahaman anak mengenai nilai-nilai kewirausahaan terlihat dari proses interaksi yang ditimbulkan oleh anak pada orangtua. Penerapan nilai kewirausahaan dilakukan oleh anak dalam kehidupannya sehari-hari. Penilaian dilihat dari perilaku yang ditimbulkan anak setelah menerima pengenalan nilai-nilai kewirausahaan dari orangtua.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PESERTA DIDIK KURSUS BIDANG VOKASI (STUDI DI LEMBAGA PENDIDIKAN PROFESI GRAHA WISATA SEMARANG) Indri Hapsari, Melati; Kristiani, Ana
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015): Journal of Nonformal Education
Publisher : Jurusan PNF FIP UNNES Email: pnfunnes@yahoo.com

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.24 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kualitas layanan yang diberikan kepada peserta didik kursus bidang vokasi di LPP Graha Wisata Semarang. Penelitian deskriptif ini menggunakan kuisioner dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Kuisioner diberikan peserta didik untuk mengetahui ekspektasi dan persepsi layanan yang telah diberikan pada lima dimensi kualitas layanan yaitu bukti fisik, reliabilitas, daya tanggap, jaminan dan empati. Penelitian menghasilkan kualitas layanan dengan skor 5,69 dipersepsikan baik oleh peserta didik, tetapi dengan mengukur ekspektasi dan persepsi layanan ditemukan kesenjangan dengan skor -0,78 yang artinya kualitas layanan masih belum memuaskan. Berdasarkan kesenjangan itu strategi peningkatan kualitas layanan yang dilakukan LPP Graha Wisata Semarang dengan memperbaiki fisik sarana prasarana dan meningkatkan kualitas SDM melalui bimbingan, pembinaan, pendidikan dan latihan.
KEEFEKTIVAN MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PILAR KONSERVASI BUDAYA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL BAGI MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Raharjo, Tri Joko; Rifai, Achmad; Suminar, Tri
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.694 KB) | DOI: 10.24914/pnf.v1i1.3980

Abstract

Penelitian ini bertujuan  mendeskripsikan pelaksanaan manajemen pendidikan karakter pilar konservasi nilai budaya melalui strategi pembelajaran inkuiri sosial bagi mahasiswa dan  mengetahui keefektivan implementasi strategi pembelajaran inkuiri sosial dalam mengembangkan karakter pilar konservasi nilai budaya bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Sekolah FIP Unnes. Metode penelitian ini didesain dengan penelitian tindakan melalui pendekatan kualitatif.  Pengunpulan data dengan metode observasi dan wawancara. Keabsahan data dengan keterpercayaan kejujuran, ketekunan pengamatan, triangulasi sumber dan metode, dan keterpahaman. Analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan manajemen penerapan strategi pembelajaran inquiri diawali dengan mengkondisikan iklim pembelajaran yang terbuka, interaksi antara mahasiswa dengan dosen yang transparan dan akrab. Penyiapan peralatan dan mengorganisasi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil. Orientasi masalah dilakukan dengan mengeksplorasi fenomena sosial melalui internet dan pengamatan fenomena aktual yang kini terjadi. Pendidik sebagai motivator, fasilitator dan pembimbing dalam aktivitas mahasiswa untuk membuktikan hipotesis. Strategi inquiri sangat efektif meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menalar, berpikir ilmiah dengan kejujuran, kerjasama dengan teman dan bertanggung jawab.
PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH TERINTEGRASI PADA LEMBAGA PAUD DI KOTA SEMARANG (Studi pada lembaga Taman Kanak-kanak di Kota Semarang) Mukminin, Amirul; Tasu’ah, Neneng
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.157 KB) | DOI: 10.24914/pnf.v1i1.3985

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan layanan; mekanisme dan bentu-bentuk pelaporan, serta mengetahui model layanan program UKS terintegrasi pada lembaga PAUD di kota Semarang, agar pengembangan model layanan dapat berjalan dengan baik. Target penelitian ini menemukan model layanan UKS terintegrasi pada lembaga PAUD. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan. Sampel ditentukan dengan teknik stratified random sampling dan data penelitian dianalisis secara deskriptif. Model ini dikembangkan dengan modifikasi langkah-langkah dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Penelitian ini mampu menggambarkan mekanisme layanan program UKS pada lembaga PAUD, yang meliputi trias UKS (pendidikan kesehatan, layanan kesehatan, pembinaan lingkungan sekolah sehat), sebagian besar kegiatannya belum dilakukan atau dilaksanakan oleh lembaga termasuk dalam merencanakan kegiatan. Mekanisme dan bentuk – bentuk pelaporan layanan program UKS, yang dibuat oleh tim peksana secara tertulis pada akhir tahun yang dilaporkan kepada kepala sekolah, Dinas Pendidikan dan Puskesmas. Model layanan program UKS terintegrasi pada lembaga PAUD, tim pelaksana mengidentifikasi dan merencanakan kegiatan layanan program pada lembaga yang meliputi trias dan memastikan dalam setiap rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) harus ada kegiatan layanan program UKS baik di bagian awal, bagian inti, maupun bagian akhir.
ANALISIS IMPLEMENTASI 7 PILAR KONSERVASI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN Kisworo, Bagus; Mu’arifuddin, Mu’arifuddin
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015): Journal of Nonformal Education
Publisher : Jurusan PNF FIP UNNES Email: pnfunnes@yahoo.com

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konservasi masih cenderung dimaknai oleh banyak warga Unnes dengan perwujudan kampus yang hijau cenderung bersifat absurd pada sistem yang dibangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berusaha mendapatkan informasi selengkap mungkin implementasi 7 pilar konservasi UNNES di FIP. Subjek penelitian adalah civitas akademika di FIP. Teknik pengumpulan data memakai wawancara, dokumentasi dan observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menyimpulkan pemahaman civitas akademika FIP terhadap wacara konservasi belum menujukkan sepenuhnya paham secara menyeluruh dari segi konteks makna koseervasi. Menunjukkan bahwa dari pejabat memiliki pemahaman lebih baik dibanding beberapa civitas akademika lain yang ada di FIP, baik itu mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan maupun tenaga teknis lainnya. Implementasi 7 pilar konservasi yang ada di lingkungan FIP masih menonjolkan beberapa pilar dominan saja yaitu arsitektur hijau dan transportasi internal. Pilar nirkertas; konservasi etika, seni dan budaya; kaderisasi konservasi; keanekaragaman hayati; pengelolaan limbah; dan energi bersih menjadi runtutan rensta sekaligus dimasukkan dalam perioritas yang membutuhkan pengembangan besar ke depan. Sedangkan pada faktor penghambat dan pendukung 7 pilar konservasi menempatkan psikologi mental perhatian utama. Komitmen dan partisipasi bersama menjadi tanggung jawab untuk mendukung, menjaga, memantau dan berkoordinasi dalam mewujudkan universitas konservasi yang unggul, sehat dan sejahtera.
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KESETARAAN BERBASIS KETERAMPILAN VOKASIONAL Ekosiswoyo, Rasdi; Sutarto, Joko
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.669 KB) | DOI: 10.24914/pnf.v1i1.3981

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui mutu proses pembelajaran, faktor penentu mutu proses, dan merumuskan model yang dipandang tepat dalam pembelajaran kesetaraan berbasis keterampilan vokasional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan observasi. Prosedur penelitian ini mengikuti alur studi literatur, servei lapangan, dan penyusunan model. Temuan penelitian menunjukkan: mutu perencanaan pembelajaran memberikan pengaruh signifikan terhadap mutu pelaksanaan pembelajaran; mutu perencanaan pembelajaran dan mutu pelaksanaan pembelajaran memberikan pengaruh signifikan terhadap perolehan hasil belajar warga belajar;  penentu mutu proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor tutor, disamping sarana prasarana, pembiayaan, kepemimpinan, dan iklim kerja; pendidikan kesetaraan dikembangkan bermuatan keterampilan vokasional sesuai dengan kemampuan warga belajar dan daya dukung lokal, melalui proses yang dikembangkan dalam pembelajaran  berdasarkan potensi keunggulan lokal memnajadikan warga belajar sebagai pelaku-pelaku yang memberdayakan potensi lokal didaerahnya.
PENANGGULANGAN MASYARAKAT MISKIN KOTA RAWAN KRIMINALITAS MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI JALUR PENDIDIKAN NONFORMAL DI KOTA SEMARANG Desmawati, Liliek; Rifai, Achmad; Mulyono, Sungkowo Edy
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.141 KB) | DOI: 10.24914/pnf.v1i1.3986

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis profil orang miskin yang rawan kriminalitas di Kota Semarang; memformulasikan strategi pemberdayaan masyarakat dan merumuskan desain model pemberdayaan masyarakat melalui jalur pendidikan nonformal. Data primermelalui wawancara kepada responden dan key-persons. Multistage sampling dipilih 30 orang miskin yang menganggur, diantara mereka adalah 11 kepala rumah tangga. Data sekunder dari data penduduk miskin yang menganggur dan berpotensi, berlokasi di Kecamatan Semarang Utara. Data juga dikumpulkan terkait dari sumber  jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan profil orang miskin yang menganggur dan berpotensi. Profil masyarakat miskin yang menganggur di Kota Semarang, pada dasarnya dibedakan menjadi fisik dan nonfisik. Secara fisik kemiskinan berupa status kepemilikan rumah, milik sendiri dan milik orang lain (kontrak); status kepemilikan tanah, hak milik dan milik negara; kondisi rumah yaitu layak dan tidak layak, dan asset yang dimiliki berupa meja kursi, almari, serta televisi. Adapun secara nonfisik berupa pendapatan, pekerjaan, potensi yang dimiliki, kebutuhan air bersih, kebutuhan pokok, kesehatan maupun rekreasi. Strategi pemberdayaan masyarakat miskin yang menganggur, dapat diformulasikan melalui supply lebih kecil dari demand, supply sama dengan demand, dan supply lebih tinggi atau tidak sama dengan demand. Model pemberdayaannya mendukung kinerja agen pembaharu dalam melaksanakan program kegiatan pemberdayaan masyarakat.
KEEFEKTIVAN MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PILAR KONSERVASI BUDAYA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL BAGI MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Raharjo, Tri Joko; Rifai, Achmad; Suminar, Tri
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015): Journal of Nonformal Education
Publisher : Jurusan PNF FIP UNNES Email: pnfunnes@yahoo.com

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan  mendeskripsikan pelaksanaan manajemen pendidikan karakter pilar konservasi nilai budaya melalui strategi pembelajaran inkuiri sosial bagi mahasiswa dan  mengetahui keefektivan implementasi strategi pembelajaran inkuiri sosial dalam mengembangkan karakter pilar konservasi nilai budaya bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Sekolah FIP Unnes. Metode penelitian ini didesain dengan penelitian tindakan melalui pendekatan kualitatif.  Pengunpulan data dengan metode observasi dan wawancara. Keabsahan data dengan keterpercayaan kejujuran, ketekunan pengamatan, triangulasi sumber dan metode, dan keterpahaman. Analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan manajemen penerapan strategi pembelajaran inquiri diawali dengan mengkondisikan iklim pembelajaran yang terbuka, interaksi antara mahasiswa dengan dosen yang transparan dan akrab. Penyiapan peralatan dan mengorganisasi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil. Orientasi masalah dilakukan dengan mengeksplorasi fenomena sosial melalui internet dan pengamatan fenomena aktual yang kini terjadi. Pendidik sebagai motivator, fasilitator dan pembimbing dalam aktivitas mahasiswa untuk membuktikan hipotesis. Strategi inquiri sangat efektif meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menalar, berpikir ilmiah dengan kejujuran, kerjasama dengan teman dan bertanggung jawab.
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERBASIS KUALITAS DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN MAGISTRA UTAMA KOTA SEMARANG Wikanah, Does Ichwani Tri
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.067 KB) | DOI: 10.24914/pnf.v1i1.3982

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendiskripsikan ciri-ciri pembelajaran, proses pembelajaran dan pengembangan pembelajaran berbasis kualitas di Lembaga Kursus dan Pelatihan Magistra Utama Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain etnografi pendidikan. penelitian ini dilakukan di Lembaga Kursus dan Pelatihan Magistra Utama Kota Semarang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan menggunakan teknik triangulasi sumber, metode dan teori. Hasil dari penelitian ini adalah Lembaga Kursus dan Pelatihan memiliki ciri kualitas, mendesain kurikulum pembelajaran dengan cara bekerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri. Proses belajar mengajar berkualitas, mendatangkan pakar dalam pembelajaran. Pengembangan pembelajaran, kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri dalam menyusun perangkat pembelajaran dan penyetaraan capaian belajar dengan membentuk kompetensi peserta didik sesuai level dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

Page 1 of 11 | Total Record : 103