cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Physical Education Health and Sport
ISSN : 23547901     EISSN : 23548231     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
The Journal has a particular focus on physical education and sport research-based articles (approximately 7000 words) that make reference to other critical work in the field and/or discuss particular issues of practice-focused research within the specific professional fields of health, sport and physical education.
Arjuna Subject : -
Articles 75 Documents
PERSEPSI GURU PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP MODEL TEACHING GAMES FOR UNDERSTANDING (TGFU) Pujianto, Agus
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 1, No 2 (2014): Journal of Physical Education Health and Sport, September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.696 KB)

Abstract

Model Teaching Games For Understanding (TGFU) merupakan suatu pendekatan pembelajaran pendidikan jasmani untuk memperkenalkan bagaimana anak mengerti olahraga melalui bentuk konsep dasar bermain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi guru pendidikan jasmani SD di kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan terhadap Model Teaching Games For Understanding (TGFU) dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Sifat penelitian  deskriptif, yang bertujuan untuk mengungkapkan sesuatu apa adanya. Populasi dan sampel yang menjadi subyek penelitian adalah para guru pendidikan jasmani yang telah mengikuti pelatihan pembelajaran pendidikan jasmani dengan pendekatan TGFU (Teaching Games For Understanding) yang berada di wilayah UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan berjumlah 30. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu angket (kuisioner). disamping itu juga sebagai penguat data, juga digunakan teknik wawancara terbatas dan observasi di lapangan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru penjas di Karanganyar Kabupaten Pekalongan memberikan respon positif terhadap model pembelajaran TGFU, sebanyak 4 responden (13,3%) yang masuk dalam kategori Sangat Baik dimana capaian jawaban yang benar mencapai diatas 80%. Selain itu juga terdapat 26 responden (86,7%) masuk dalam kategori Baik dengan capaian jawaban yang benar antara 61-80%. Model Teaching Games for Understanding (TGFU) is an approach to teaching physical education to introduce how children understand the basic concepts of the sport through a play. The goal in this research was to determine the perceptions of elementary school physical education teacher di Kecamatan Karanganyar Pekalongan to Model Teaching Games For Understanding (TGFU) in teaching physical education. This research is a descriptive, aiming to reveal things as they are. The population and samples the subject of research is the physical education teacher who has been teaching physical education training TGFU approach (Teaching Games For Understanding) residing in the District of Karanganyar UPTD Education Department Pekalongan were 30 teachers. Techniques used in data collection is questionnaire . additionally also as an amplifier of data, also used a limited interview and observation techniques. Instrumen used in this study was a questionnaire. The results showed that physical education teachers in Karanganyar Pekalongan responded positively to the learning model TGFU, and 4 respondents (13.3%) were included in the category of Very Good in which the achievements of correct answers reached above 80%. In addition, there were 26 respondents (86.7%) fall into the category Good to achieving the correct answer between 61-80%.
SOFTWARE TENTANG FLEKSIBILITAS ATLET SENAM Putra, Ranu Baskora Aji
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 1, No 1 (2014): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.215 KB)

Abstract

Salah satu faktor yang penting dalam berlatih senam prestasi adalah kesiapan anak dalam setiap sesi latihan setiap harinya. Kesiapan yang dimaksud terdiri adalah kesiapan intern berupa aspek-aspek psikologis anak misalnya, semangat, motivasi,tanggung jawab, niat belajar dan sebagainya. Dan juga kesiapan ekstern yang merupakan kondisi fisik sebelum sesi latihan. Kondisi Fisik ini beberapa diantaranya meliputi massa tubuh, kesiapan sendi-sendi otot,dan penyesuaian badan agar siap untuk bergerak aktif. Cabang olahraga senam dengan karakteristik pola gerak yang ekstrim membutuhkan rentang lintasan gerak yang luas. Fleksibilitas atau kelenturan merupakan salah satu faktor penting dalam cabang olahraga ini. Pelatih cabang olahraga senam hendaknya sangat jeli dalam memantau perkembangan, pertumbuhan atletnya. Hal ini ditandai dengan pemeriksaaan pelaksanaan program latihan setiap harinya termasuk penyesuaian pelaksanaannya dengan kesiapan kondisi fisik atlet yang bersangkutan. Melalui teknik pengolahan data tentang kondisi fisik atlet senam sebelum berlatih. Pelatih secara mudah mengetahui kesiapan atlet dalam latihan dalam tiap sesi latihan. Sekaligus memberikan upaya tindakan berdasar data yang ada. Kajian ini berisi tentang penggunaan database tes-tes sederhana dan fleksibilitas guna pemantuan kesiapan atlet dalam latihan senamImportant factor in practicing gymnastics performance was the readiness of children in each session of exercise every day. Internal readiness is a psychological aspects, composed by encouragement, motivation, responsibility, learning intentions and so forth. And external readiness are physical condition prior to the training session. Physical conditions are include body mass, muscle joints readiness, and adjustment of the body to be ready to move on. Gymnastics with characteristic patterns of extreme motion requires a wide range of motion trajectories. And flexibility is one important factor in this sport . Gymnastics coach should be very careful in monitoring the development and growth of their athletes . Gymnastics coach should closely monitor the development and growth of its athletes. Monitoring can be done through the implementation of an exercise program checks every day, including the fit between implementation and readiness of the athlete’s physical condition. Through data processing techniques on the physical condition of athletes before practicing gymnastics, coach will be easy to determine the readiness of the athletes in training in each training session. While providing action efforts based on existing data. This study describes the use of a simple database tests readiness and flexibility for monitoring athletes in gymnastics.
HUBUNGAN KELENTUKAN TOGOK, DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI, DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP SERVIS SLICE TENIS LAPANGAN Irawan, Ricko
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 1, No 2 (2014): Journal of Physical Education Health and Sport, September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.253 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelentukan togok, daya ledak otot tungkai dan kekuatan otot tungkai terhadap servis slice tenis lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan survei test dengan teknik tes dan pengukuran. Instrumen penelitian untuk kelentukan togok menggunakan sit and reach, daya ledak otot tungkai menggunakan jump DF, kekuatan otot tungkai menggunakan back and leg dynamometer dan servis slice menggunakan J. E. Hewwit’ s Tennis Achievment Test. Analisis data dalam penelitian ini yang dinilai adalah data variable bebas yaitu, kelentukan togok (x1), daya ledak otot tungkai (x2), kekuatan otot tungkai (x3) serta variable terikat yaitu kecepatan servis slice. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa : (1) Ada hubungan kelentukan togok terhadap servis slice. (2) Ada hubungan daya ledak otot tungkai terhadap servis slice, (3) Ada hubungan kekuatan otot tungkai terhadap servis slice, (4) Ada hubungan kelentukan togok, daya ledak otot tungkai dan kekuatan otot tungkai terhadap servis slice. The purpose from this observation is for knowing the relationship among stake flexibilty, leg power, and strength of leg towards service slice in tennis. I do survey test for data collection by testing and measuring. The observation instrument for stake flexibility uses by sit and reach, leg power uses by jump DF, strength of leg uses by back and leg dynamometer, and service slice uses by J.E. Hewwit’ s Tennis Achievement Test. The value from this data is all about free variable data ; stake flexibility (x1),  leg power (x2), strength of leg (x3), and bound of variable which is speed service slice. This research shows us that : (1) There is a connection between stake flexibility and service slice. (2) There is a connection between leg power and service slice. (3) There is a connection between strength of leg and service slice. (4) There is a connection among stake flexibility, leg power, strength of leg, and service slice.
STRATEGI INTERVENSI PENINGKATAN RASA PERCAYA DIRI MELALUI IMAGERY TRAINING PADA ATLET WUSHU JAWA TENGAH Setyawati, Heny
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 1, No 1 (2014): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.17 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan bentuk intervensi peningkatan rasa percaya diri melalui imagery training pada atlet wushu Jawa Tengah. Bentuk intervensi didesain setelah dilakukan analisis kebutuhan rasa percaya diri. Penelitian dilakukan di Wisma Wushu Jawa Tengah. Subyek penelitian adalah atlet wushu Jawa Tengah sebanyak 15 atlet. Instrumen penelitian ini adalah tes self report dan model intervensi imagery training yang disesuaikan dengan analisis kebutuhan. Penelitian ini didesain menggunakanan siklus-siklus. Langkah-langkah yang dilakukan pada setiap siklus dilakukan dengan tahapan-tahapan perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Hasil latihan imagery dipengaruhi oleh frekuensi latihan, latihan imagery akan bisa berhasil dengan lebih baik kalau dilatihkan setiap hari. Atlet yang belum terbiasa dan tidak tekun akan muncul kebosanan, sehingga saat latihan atlet tertidur. Atlet yang sudah bisa menyesuaikan dengan latihan akan sangat terbantu pada saat pertandingan, mereka tidak terlalu kesulitan dan kebingungan ketika menghadapi serangan lawan.Dalam pelaksanaan latihan perlu lebih dipantau lagi untuk atlet-atlet yang masih belum mandiri dan masih membutuhkan bimbingan. Sementara untuk atlet yang sudah mandiri, bisa dilepas untuk melakukan improvisasi latihan sendiri.The purpose of this study were to provide a form of interventions to increase self-confidence through imagery training in Central Java wushu athlete. Interventions designed after a needs analysis of self-confidence. The study was conducted at Wisma Wushu Central Java. Subjects were 15 athletes wushu Central Java. Instrument used in this research was a self-report and models of training imagery interventions tailored to the results of needs analysis. The steps performed on each cycle were the planning stages, action, observation, and reflection. The training result were influenced by the frequency of imagery exercise, and imagery exercises will be managed better if practiced every day. Athletes who are not familiar and not persevering will appear boredom, and tend to fallen asleep during training session. Athletes who are able to adjust the exercise will be greatly during the game, they are not overly trouble and confusion when faced with an opponents attack. In the implementation, there will be required monitoring , especially for athletes who have not self-sufficient and need guidance . As for the athletes who are already independent, they will be able to improvise their own practice.
MODEL PEMBELAJARAN KESEIMBANGAN MELALUI PERMAINAN ESTAFET BOLA DI LINGKUNGAN PERSAWAHAN Kusuma, Oktarina Yoga Jati
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 1, No 2 (2014): Journal of Physical Education Health and Sport, September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.325 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk untuk menghasilkan model pembelajaran Atletik melalui permainan Estafet bola bagi siswa kelas IV SD Negeri 01 Genjahan dalam pembelajaran penjasorkes sehingga dapat mengembangkan berbagai aspek pembelajaran dan meningkatkan aktivitas jasmani siswa. Metode berbentuk penelitian pengembangan. Adapun prosedur pengembangan produk meliputi analisis produk yang akan dikembangkan, mengembangkan produk awal, validasi ahli dan revisi, uji coba kelompok kecil dan revisi, uji coba kelompok besar dan produk akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pengamatan di lapangan dan  kuesioner yang diperoleh dari evaluasi ahli dan hasil pengisian kuesioner oleh siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Dari hasil uji ahli diperoleh persentase rata-rata hasil analisis produk sebesar 82,00% dengan baik. Oleh karena itu dapat digunakan untuk uji coba kelompok kecil. Data hasil kuesioner siswa pada uji coba kelompok kecil diperoleh rata-rata jawaban dengan  persentase 73,33% dengan kategori baik. Dan data hasil kuesioner siswa uji coba kelompok besar diperoleh jawaban dengan persentase 86,59% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan  data hasil penelitian, disimpulkan bahwa permainan estafet bola efektif sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran penjasorkes. The purpose of this research is to produce a learning model for  track and field through relay game ball for 4 th of SD Negeri 01 Genjahan in penjasorkes learning so as to develop various aspects of learning and increase student physical activity.The method of this research is the development of research. The analysis procedure includes product development product that will be developed, developing initial products, expert validation and revision, testing and revision of the small group, large group testing and final product. The data was collected using field observations and questionnaires were obtained from expert evaluation and the results of the questionnaire by the students. The data analysis technique used is descriptive percentages. From the test results obtained by the expert average percentage results of the analysis of the product by 82.00%. Therefore, it can be used to test small groups. Data results of the student questionnaire on a small test group gained an average of 73.33% the percentage of answers with the good category. And questionnaire data from a large group of students test answers obtained with the percentage of 86.59% with a very good category. Based on research data, it was concluded that the game ball relay so that it can be used effectively in learning penjasorkes. Penjasorkes expected for teachers in primary schools can use this game as an alternative model of learning, especially in learning
PROSPEK PENELITIAN AGAMA DALAM ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN DI INDONESIA: STUDI LITERATUR Qoriah, Anirotul
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 1, No 1 (2014): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.492 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan studi literatur yang bertujuan menemukan prospek penelitian agama dalam ilmu keolahragaan dan kesehatan di Indonesia. Artikel ini ditulis berdasarkan keyakinan bahwa hubungan antara olahraga, spiritualitas dan agama adalah subjek ketertarikan akademik dan masyarakat yang layak diperhitungkan, serta harapan bahwa pengembangan area ini akan memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu keolahragaan. Berbagai penelitian yang pernah dilakukan di sejumlah negara menunjukkan peran penting agama dalam peningkatan performa olahraga etika dan moral atlet, peran agama sebagai faktor protektif/ pencegah perilaku menyimpang dalam olahraga, peran pengalaman religius dalam olahraga, dan keberagamaan/ religiositas atlet. Persoalan saat ini adalah minimnya ketertarikan pada bidang baru yang bersifat interdisipliner ini. Untuk itu, artikel ini berusaha memperkenalkan kepada para mahasiswa, peneliti, maupun praktisi di bidang ilmu keolahragaan tentang penelitian agama dalam ilmu keolahragaan. This article was a literature review aims to formulate research prospects of religion in sport science and health in Indonesia. This article was written based on the belief that the relationship among sport, spirituality and religion are a subject of academic and public interest to be reckoned with, as well as the expectation that the development of this area will provide benefits for the development of sport science.  Various studies that have been conducted in a number of countries indicate an important role of religion in improving sports performance, ethics and morality of athletes, the role of religion as a protective factor or prevention of deviant behavior in sport,  the role of religious experience in the sport , and religious or religiosity athletes. The issue today is the lack of interest in the new field s interdisciplinary nature.  To that end, this article seeks to introduce to the students, researchers , and practitioners in the field of sport science about religion in sport science research
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT DAN LONCAT MELALUI PERMAINAN TALI MERDEKA Ariawan, Dwi Casminto; Hartono, Mugiyo
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 1, No 2 (2014): Journal of Physical Education Health and Sport, September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.192 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan lompat dan loncat pada siswa Kelas IV SD Negeri 04 Rowosari Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2013/2014 melalui pembelajaran melalui permainan tali merdeka. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sumber data dalam penelitian ini seluruh siswa kelas IV SD Negeri 04 Rowosari Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2013/2014 berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data adalah melalui tes dan pengukuran kemampuan gerak dasar lokomotor dan observasi dari proses kegiatan pembelajaran. Prosedur penelitian ini meliputi planning, acting, observasi dan reflecting. Berdasarkan dari hasil analisis yang diperoleh, terdapat peningkatan pada hasil belajar siswa dari kondisi awal ke siklus 1 dan siklus 2, baik dari peningkatan nilai rata-rata hasil pembelajaran lompat dan loncat siswa maupun nilai ketuntasan hasil belajar dengan KKM 75. Nilai rata-rata hasil pembelajaran lompat dan loncat pada rata-rata kondisi awal (68,3), rata-rata siklus 1 (76,0), dan rata-rata siklus 2 (88,4) Sedangkan nilai ketuntasan pada  siklus 2 dari 27 siswa, tuntas semua atau  sebesar (100%). Hasil penelitian yang diperoleh ini mempunyai implikasi bagi perkembangan pengajaran pendidikan jasmani di sekolah-sekolah pada umumnya dan khususnya di SD Negeri 04 Rowosari Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang tahun pelajaran 2013/2014. The purpose of this study was to determine the increase in the ability to jump and jump to 4 TH SDN 04 Rowosari Ulujami Pemalang through independent learning through play rope .This study uses Classroom Action Research ( CAR). Sources of data in this study throughout the 4 TH of SD Negeri 04 Rowosari Ulujami Pemalang. The subjects  4 TH SDN 04 Rowosari Ulujami Pemalang  year 2013/2014 amounted to 27 students.The data collection technique is through the test and measurement capabilities basic locomotor movement and observation of the process of learning activities . The data analysis technique used in this research is descriptive based on qualitative analysis . The procedure of the study include planning, acting , observing and reflecting.Based on the analysis of the results obtained , there is an increase in student learning outcomes from baseline to cycle 1 and cycle 2 , both from an increase in the average value of the learning outcomes of students jump and jump as well as the value of the KKM completeness results 75. The average value of the results learning to jump and jump in the average initial conditions ( 68.3 ) , the average cycle 1 ( 76.0 ) , and average cycle 2 ( 88.4 ) so that the increase of the initial conditions to the second cycle of ( 20 , 1 ). While the value is the thoroughness of the initial state value is only 5 students of the 27 students who completed or was ( 18.52 % ). Completeness value at cycle 2 of 27 students , completed all or by ( 100 % ). The results obtained have implications for the development of the teaching of physical education in schools in general and especially in the Elementary School District of Ulujami 04 Rowosari Pemalang 2013/2014 school year
KEMAMPUAN LEMPARAN KE DALAM PADA SEPAK BOLA Sukirno, Sukirno
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 1, No 1 (2014): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.523 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kelentukan togok dan power otot lengan dengan lemparan kedalam pada permainan sepak bola, penelitian ini diharapkan dapat membantu para guru olahraga dan pelatih khususnya pada cabang sepak bola, agar mampu mengoptimalkan hasil latihannya, terutama pada teknik lemparan kedalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri satu Kayuagung sebanyak 120 siswa, sampel penelitian ini sebanyak 60 siswa. Teknik pengumpulan data melalui tes fisik. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji korelasi menggunakan SPSS. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis data menunjukkan adanya hubungan positif antara kelentukan togok dengan lemparan kedalam pada permainan sepak bola, dengan hasil “r” sebesar 0.70. Artinya kelentukan togok memberikan kontribusi pada lemparan kedalam sebesar 70%. Sedangkan power otot lengan dengan lemparan ke dalam “r” sebesar 0,79. Artinya power otot lengan memberikan kontribusi 79% terhadap lemparan kedalam. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukkan terdapat hubungan positif. Secara bersama-sama kelentukan togok dan power otot lengan dengan lemparan ke dalam pada permainan sepak bola sebesar “R” 0,90. Artinya kelentukan togok dan power otot lengan secara bersama-sama memebrikan kontribusi sebesar 90% terhadap lemparan kedalam pada permainan sepak bola. berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan kelentukan togok dan power otot lengan dengan lemparan kedalam pada permainan sepak bola siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 KayuagungThe purpose of this study was to determine whether there is a relationship togok flexibility and muscle power arm with a throw into the game of football, this research is expected to help teachers and sports coaches, especially at football, to be able to optimize the results of his training, especially on techniques throw into. The method used in this study is the correlation method. The study population was a class VIII student of the Junior High School Kayuagung total of 120 students, the study sample as many as 60 students. The technique of collecting data through physical tests. While the techniques of data analysis using correlation test using SPSS. The results obtained by the analysis of the data showed a positive relationship between flexibility togok to throw into the game of football, with the result "r" of 0.70. That is togok flexibility contributes to toss into by 70 %. While the muscle power arm with a throw-in "r" of 0.79. That is the power arm muscles contributes 79 % to throw into . The results of the processing and analysis of data shows that there is a positive relationship . Taken together togok flexibility and muscle power arm with a throw-in on the game of football "R" 0.90. That is togok flexibility and muscle power arm together memebrikan contribution of 90 % to throw into the game of football. based on these results we can conclude that there was a significant relationship togok flexibility and muscle power arm to throw into the mens soccer game eighth grade students of SMP Negeri 1 Kayuagung
PEMBELAJARAN PERMAINAN KIDS’ ATLHLETICS SEBAGAI WUJUD PENGEMBANGAN GERAK DASAR ATLETIK PADA ANAK-ANAK Rumini, Rumini
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 1, No 2 (2014): Journal of Physical Education Health and Sport, September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.226 KB)

Abstract

Dunia anak adalah bermain, sedangkan permainan adalah aktivitas yang dilakukan oleh semua orang termasuk anak-anak. Anak-anak menyukai jenis permainan yang menantang dan melibatkan banyak teman sebagai bentuk interaksi sosial dengan teman sebayanya. Kids’ athletics adalah suatu bentuk permainan yang berasal dari pengembangan atletik yang dilakukan oleh orang dewasa, kemudian di kembangkan sebagai model permainan anak-anak untuk mengenalkan atletik sesuai dengan usia pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui berbagai model pengembangan permainan atletik inilah maka anak-anak akan menyukai permainan Kids’ athletics yang disesuaikan dengan peralatan dan kebutuhan anak-anak. Peralatan yang digunakan juga mudah didapat di sekeliling kita, sehingga permainan ini dapat dilakukan dimana saja dan dengan berbagai peralatan yang ada di sekitar kita, murah dan menyenangkan bagi anak-anak. Playing is naturally a childrens’ world, while the game is an activity that is done by everyone, including children. The kids love type of games which is challenging and involves a lot of friends as a form of social interaction with their peers. Kids’ athletics is a form of the game developed  from  track and field which is usually done by adults. Kid’s athletics  of childrens games to introduce age-appropriate athletic growth and development of children. Through various athletic games development model of this that the kids will love playing Kids athletics and equipment tailored to the needs of children. The equipment used is also easily available all around us , so the game can be done anywhere and with a variety of equipment that is all around us , cheap and fun for children .
MODEL PENGEMBANGAN PEMANDUAN BAKAT OLAHRAGA PANAHAN PEGAWAI TETAP PADA KEMENTRIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA Purnomo, Adhi
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 1, No 1 (2014): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.627 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rangkaian tes bakat panahan perspektif domain fisik dan antropometrik, mengetahui validitas dengan validitas ahli rangkaian tes bakat panahan perspektif domain fisik dan antropometrik, dan menyusun norma hasil tes bakat panahan perspektif domain fisik dan antropometrik. Penelitian ini merupakan penelitian research and development yang bertujuan menghasilkan model pemanduan bakat olahraga panahan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Model Pemanduan Bakat Olahraga Panahan (MPBOP) adalah sebagai suatu proses, rangkaian tes untuk memunculkan atau mengidentifikasi bakat olahraga tertentu sebagai langkah operasional dari penerapan strategi tertentu dalam memandu bakat olahraga panahan., (2) Setelah melalui tahapan proses pengembangan model, maka penelitian ini menghasilkan sebuah MPBOP yang siap digunakan dalam memunculkan atau mengidentifikasi bakat olahraga panahan, (3) Pembobotan tiap item tes MPBOP tersebut adalah; tinggi badan (5%), tinggi duduk (5%), berat badan (5%), rentang kedua lengan (10%), lempar tangkap bola tenis (15%), tes balke (10%), keseimbangan (10%), persepsi kinestetik (15%), sit up (10%), daya tahan kekuatan lengan (10%), dan (4) Hasil pengujian lapangan dan hasil diskusi/validasi dengan pakar ditemukan bahwa MPBOP dapat berimplikasi pada terlahirnya norma keberbakatan olahraga panahan tersebut, maka akan diketahui apakah seseorang memiliki potensi dalam cabang olahraga panahan sesuai klasifikasi atau tidak.A This study aimed to develop an aptitude tests for archery on physical domain and anthropometric perspective, determine the validity and formulate the norms of the test. This research is a research and development that aims to produce a model of archery talent scouting. The results of this study concluded that : (1) Model of talent scouting on archery ( MPBOP ) is as a process, a series or sequence changes, in the talent show or identify a particular sport as the operational steps of the application of a particular strategy guide the talent in archery , ( 2 ) this research resulted in a MPBOP are ready for use in generating or identifying talent archery , ( 3 ) Weighting of each item are MPBOP test ; height ( 5 % ) , high seat ( 5 % ) , weight loss ( 5 % ) , the range of both arms ( 10 % ) , throwing a tennis ball catch ( 15 % ) , Balke test ( 10 % ) , balance (10 % ) , kinesthetic perception (15 % ) , sit ups ( 10 % ) , arm strength endurance ( 10 % ) , and ( 4 ) field test results and discussion / validation by experts found that MPBOP norms may have implications for the archery talent , it will be known whether a person has the potential in the sport of archery according to the classification