cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Contemporary Indonesian Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2018): Journal of Contemporary Indonesian Art" : 3 Documents clear
Interaksi Simbolik Ritual Tradisi Mitoni berdasarkan Konsep Ikonologi-Ikonografi Erwin Panofsky dan Tahap Kebudayaan van Peursen di Daerah Kroya, Cilacap, Jawa tengah Probosiwi, Siwi
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 4, No 2 (2018): Journal of Contemporary Indonesian Art
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v4i2.1775

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis visualisasi simbolik pada ritual tradisi mitoni di era masa kini berdasarkan aspek Ikonologi-Ikonolografi Ewin Panofsky. Selain itu, penulis untuk mengetahui perubahan dan interaksi simbolik di dalamnya melalui tahap kebudayaan Van Peursen. Jenis penelitian yang akan digunakan yaitu kualitatif. Sampel penelitian adalah kegiatan ritual tradisi mitoni yang dilakukan di daerah Kroya, Cilacap, Jawa Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi referensi. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik menganalisis secara rinci data-data yang terkumpul melalui hasil kajian pustaka, wawancara dan observasi langsung juga tidak langsung terhadap subjek pelaku ritual serta uborampe yang digunakan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa terjadi perubahan dan pengembangan ritual tradisi mitoni pada era masa kini berdasarkan tahapan-tahapan kebudayaan yang telah dituliskan oleh Prof. Dr. C. Van Peursen. Tahapan-tahapan kebudayaan yang telah dilalui dapat dianalisis visualnya yaitu seperangkat alat dan bahan yang digunakan dalam ritual melalui ikonologi dan ikonografi Erwin Panofsky.  Kata Kunci: Mitoni, Ikonologi-Ikonografi, Tahap-tahap Kebudayaan
PENGILUSTRASIAN CERITA RAKYAT SUKU MALIND Hukubun, Lejar Danuarta
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 4, No 2 (2018): Journal of Contemporary Indonesian Art
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v4i2.2508

Abstract

Salah satu suku di Merauke adalah Malind, mereka memiliki cerita rakyat yang mengandung moral yang baik untuk kehidupan manusia. Namun sayangnya kebanyakan anak muda jaman sekarang sudah mulai melupakan sejarah yang seharusnya diingat sampai saat ini.  Perancangan ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan dan memberi edukasi kepada anak–anak, agar mereka mengenal kebudayaan mereka melalui cerita rakyat sejak dini dan dapat mempraktekannya ke dalam ke hidupan mereka sehari–hari.Metode yang digunakan dalam peracangan ini menggunakan analisis 5w 1h dan design thinking, hal ini digunakan untuk mendapatkan data secara valid. Pengumpulan data ini juga dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu, teori yang digunakan adalah teori Desain Komunikasi Visual. Manfaat yang dapat diperoleh dari teori adalah untuk mendapatkan jawaban dari masalah melalui strategi, pengamatan, refrensi serta pengalaman yang mereka alami.Perancangan ini ditujukan untuk anak–anak usia 7–12 tahun. Perancangan ini menerapkan konsep komunikasi dan ungkapan daya kreatif agar dapat diterima oleh target audience. Agar dapat memecahkan masalah melalui pesan visual.  Meracang buku ilustrasi cerita rakyat suku Malind merupakan solusi, agar kebudayaan Malind salah satunya cerita rakyat dapat dilestarikan. Sehingga anak–anak sejak dini mulai mengenal kebudayaan mereka, dengan begitu kebudayaan ini dapat dilestarikan. Kata Kunci: Buku Ilustrasi, Cerita Rakyat Malind, Merauke
MANIFESTASI RINDU KEPADA IBU SEBAGAI TERAPI SENI Puspitasari, Bernadetha Dwi
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 4, No 2 (2018): Journal of Contemporary Indonesian Art
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v4i2.2621

Abstract

Ketika kita berbicara tentang ibu, kita tidak lagi berbicara mengenai fisiknya, tetapi kita akan lebih sering berbicara mengenai kasihnya, perjuangannya, cara mendidiknya, hingga doa dan harapannya seorang ibu kepada anaknya. Ibu adalah sosok penting dalam kehidupan manusia, perannya yang kuat dalam keluarga membuktikan bahwa semua anak yang tumbuh dalam sebuah keluarga akan bergantung padanya. Dimanapun kita berada, doa ibu senantiasa menguatkan dan membuat kita yakin akan apa yang tengah kita kerjakan. Berbeda ketika seseorang tidak lagi memiliki ibu, hal yang akan sering dirasakan adalah rasa rindu atau rasa penyesalan karena mungkin belum sempat membahagiakan semasa hidup ibunya.Kesedihan itu mungkin adalah reaksi normal, sama ketika seseorang mengalami rasa “kehilangan” seseorang yang dicintai, terlebih ketika kehilangan karena kematian ibu. Rasa kehilangan ini merupakan situasi yang aktual dan potensial yang dapat dialami oleh semua orang di dunia ini ketika berpisah dengan seseorang yang sebelumnya ada menjadi tidak ada. Keseluruhan rasa kehilangan tersebut, sangat berdampak bagi emosi penulis. Penulis membutuhkan sebuah cara melalui seni untuk mengurangi perasaan sedih serta rindu kepada ibu dalam kehidupan sehari-hari sebagai terapi.Terapi seni sebagai solusi yang penulis yakini memiliki kemampuan untuk menerjemahkan isi pikiran, mencatat dan menyampaikan berbagai tingkatan emosi, dari rasa nyaman, hingga kesedihan yang terdalam, dari mulai kejadian yang membahagiakan hingga trauma. Terapi seni sangat bermanfaat sebagai “katup” pelepasan impuls-impuls memori positif maupun negatif yang sebelumnya terpendam. Selama proses kreativitas penciptaan karya seni, semua emosi dan pikiran yang mengendap akan tereksternalisasi atau tersalurkan. Semua emosi dan pikiran tersebut pada akhirnya akan menjadi jelas akar permasalahannya, karena terbaca dalam simbol-simbol dan bentuk yang ada dalam  pikiran yang terdapat pada karya. Kadang kala dibentuk dengan sadar atau tidak sadar dan memiliki makna terdalam yang berhubungan langsung dengan akar pikiran dan emosi si pembuatnya.Kata kunci: Manifestasi, ibu, rindu, terapi seni, momori positif dan negatif

Page 1 of 1 | Total Record : 3