cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Contemporary Indonesian Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2018): Journal of Contemporary Indonesian Art" : 6 Documents clear
CATATAN HARIAN DALAM LUKISAN Setyawan, Lilik
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 4, No 1 (2018): Journal of Contemporary Indonesian Art
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v4i1.2053

Abstract

Catatan harian dan lukisan, keduanya memiliki bentuk yang berbeda tapi sama secara esensi, hal tersebut dapat menjadi sebuah indikasi bagi sebagian orang dengan keadaan psikologi. menuis catatan harian merupakan sebuah aktifitas untuk mencurahkan perasaan, sebuah keharusan hati untuk mengungkapkan perasaan dalam sebuah tulisan. bahasa yang normal dan terstruktur tidak dapat menjadi cara untuk mengungkapkan keresahan. Pada akhirnya menciptakan sebuah pemahaman dalam mencari persamaaan antara menulis dan melukis. Catatan harian seperti sebuah museum, galeri, atau laboratorium kecil untuk penulis, sebuah ruangan untuk menjaga kenangan dan berbagai pendapat. Catatan harian juga sebuah tempat rekreasi tertutup/pribadi, untuk mengingat kenangan, untuk mempelajari kembali apa yang telah ditulis, dan pada akhirnya menjadi sangat penting untuk melukis sebuah harya seni.Kata kunci: catatan harian, lukisan, kenangan
"BATIK KROYA” DALAM PERSPEKTIF ORIENTASI PEMBELAJARAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI SD N PEKUNCEN 01 KECAMATAN KROYA CILACAP Setyaningrum, Fery
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 4, No 1 (2018): Journal of Contemporary Indonesian Art
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v4i1.1774

Abstract

The purpose of this research are (1) Describe the characteristics of "Kroya batik" in the element of kesenirupaan, (2) Describe the application of "Kroya batik" in elementary school children in Pekuncen 01 Kroya Primary School, Cilacap District in the context of kesenirupaan. (3) Describe the review "batik Kroya" in the understanding of the five orientations of educational attainment through the concept of Gage and Berliner. The research method using qualitative descriptive research approach, the subject of this research is the students of grade V Pekuncen 01 Kroya Primary School. Techniques of data collection using observation / controlled observation, interviews, and document studies. Data were analyzed through data reduction steps, data presentation and conclusion drawing or verification. The result of this research are (1) Kroya batik characteristic in the form of physical nature symbol in environment in Kroya Regency of Cilacap and the combination of point line, color, field, texture on the visual elements and typical design principles, (2) The process of application first batik motive in beginning by making batik design (mal technique), canting, menyolet (giving color), giving hard water, washing, color, washing, boiling, dried, (3) result of batik learning process at student of Pekuncen 01 Kroya Primary School is education can leads to an increase in the value of the personality (Development Regulatory), Education can develop regulatory affective, Education can increase creativity and cognition (Creativity & cognition), Education can increase curiosity, Education can create sensitivity. Keywords : Batik, Learning Orientation, Elementary School Age Children
EKSPLORASI BENTUK PATUNG ABSTRAK DENGAN TEKNIK PAHAT (CARVING) DAN BAKAR (FLAMED) Wantoro, Yoga Budhi
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 4, No 1 (2018): Journal of Contemporary Indonesian Art
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v4i1.2050

Abstract

Seni patung merupakan salah satu cabang seni rupa yang menghasilkan karya seni berujud tiga dimensional. Dalam proses perwujudannya memerlukan beberapa tahap yang sangat penting agar karya patung tersebut bisa hadir dengan wujud serta performa yang indah dan menarik. Proses tersebut diawali dengan munculnya gagasan/ide hingga sentuhan akhir untuk kepentingan kualitas karya.Patung abstrak merupakan salah satu gaya dalam perkembangan seni patung di dunia. Gaya abstrak dalam seni patung dibagi menjadi dua yaitu abstrak representasional dan abstrak non representasional. Dalam abstrak representasioanal bentuk yang dihadirkan masih bisa dilacak (mengacu kepada bentuk alam) sedangkan dalam abstrak non representasional embrio bentuk sudah tidak bisa dilacak lagi.Tekstur atau barik adalah bagian dari perwujudan seni patung baik dengan bahan organik maupun non organik. Tekstur sering dimaknai keberadaannya sebagai penguat atau aksentuasi di dalam bentuk, agar permukaan menjadi jelas karena dengan teksur maka cahaya akan membantu menguatkan bentuk. Cekung akan terlihat lebih kuat apabila ada tektur di dalamnya.keberadaan tekstur di dalam patung abstrak bagi penulis sangat penting karena persoalan krusial di dalam bentuk patung abstrak adalah muncul dari kebentukan itu sendiri. Terkadang konsep atau gagasan hanya sebagai batu loncatan di dalam proses terbentuknya patung abstrak tersebut. Penciptaan tekstur dengan teknik bakar (flamed) di dalam seni patung abstrak dengan material batu andesit merupakan teknik baru, biasanya tekstur yang diciptakan dengan menggunakan bush hammer yaitu dengan cara memukulkan palu yang bergerigi di atas permukaan batu/patung abstrak. Melalui teknik bakar (flamed) ini penulis juga bisa mencampurkan warna dalam proses pembakaran tersebut guna mendapatkan permukaan yang estetis untuk mendukung performa dalam seni patung abstrak.Kata kunci: Patung abstrak, teknik bakar (flamed), Tekstur.
FENOMENA GALERI ONLINE STUDI KASUS SITUS WEB DEVIANTART.COM Malikha, Bunga
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 4, No 1 (2018): Journal of Contemporary Indonesian Art
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v4i1.2051

Abstract

Perkembangan dunia teknologi dijital dan internet telah mencapai hiperrealitas dan era realiti virtual yang disebabkan olehbergesernya pemahaman tentang konsep ruang dan waktu, sebaik kehidupan praktis, termasuk dalam dunia seni, eksistensi dunia hiperealitas meluas dalam segi pemahaman tentang apa itu yang disebut dengan seni dan karya seni. Dunia hiperealitas dan realitas virtual memberi kemungkinan lebih untuk mencaritahu bentuk baru dalam ekspresi seni, yang mana tidak dapat dibayangkan dalam dunia yang sesungguhnya.Penggunaan media sosial menjadi sebuah produk dari perkembangan teknologi yang ditawarkan dengan fungsinya disamping sebagai media komunikasi tapi juga kreasi seni. Deviant Art menjadi salah satu situs yang menawarkan fasilitas antara seni dan teknologi, yang menawarkan banyak fitur pendukung kreasi seni. Bagaimana menikmati seni dengan berbagai cara saat ni. Para kreator dan penikmat terhubung satu sama lain secara langsung, berinteraksi, jual beli, menghadiri pameran dari seluruh dunia, mengakses informasi, sampai transaksi karya. Semuanya dapat diakses siapa saja, kapan saja, dan dimana saja.Meskipun yang ditawarkan adalah realitas baru, dunia hiperrealitas dan realitas virtual, fakanya juga mengandung resiko dikarenakan ketidakjelasan identitas, lokasi dan kepemilikan. Salah satu masalah dunia cyber saat ini adalah terlalu membludaknya informasi termasuk tentang karya seni yang jumlahnya milyaran. Kemudian, apakah ini yang disebut dengan budaya bebas? Jika kondisi seperti ni tidak ditata dengan baik, maka budaya dan seni hanya akan terjebak didalam budaya bebas, menjadi sebuah tanda kegilaann tanpa kendali, meskipun tujuan sebenarnya adalah untuk kepentingan kehidupan sosial.Kata kunci: interaksi, user, hiperrealitas, cyberspace, budaya bebas
TEKNIK CETAKAN KULIT TELUR PADA SENI PATUNG Sunarto, Eko
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 4, No 1 (2018): Journal of Contemporary Indonesian Art
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v4i1.2054

Abstract

Dalam penelitian seni patung terutama apabila menggunakan teknik modeling dan cetak yang selama ini menggunakan bahan gips dirasa kurang praktis. Karena di samping daya rekamnya yang kurang baik juga lebih berat, karena harus mencapai ketebalan tertentu. Sementara pencetakan patung dengan menggunakan bahan resin ini lebih ringan dan daya rekam detailnya lebih baik. Ini yang disebut dengan cetakan kulit telur krena tipisnya. Dalam penelitian ini dipaparkan cara mencetak patung dengan teknik ini. Cara mencetak patung dengan teknik kulit telur ini sangat bermanfaat bagi para seniman karena lebih praktis dan detailnya lebih baik. Oleh karena itu teknik ini penting untuk ditulis.Kata kunci: patung, cetakan, tipis
FIGUR YESUS DALAM WAYANG WAHYU SUATU KAJIAN DARI ASPEK VISUALISASINYA Nursanti, Ajeng Tri
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 4, No 1 (2018): Journal of Contemporary Indonesian Art
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v4i1.2052

Abstract

Wayang Wahyu pada dasarnya terinspirasi dari wayang kulit Purwa. Sumber ceritanya berasal dari kitab suci umat Katolik/Kristen atau sering disebut Alkitab, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Wayang Wahyu lahir pada 2 Februari 1960 dan diprakarsai oleh Bruder Thimotheus L. Wignyosoebroto, Surakarta, Jawa Tengah.Dalam penelitian ini akan banyak membahas tentang wayang kulit Purwa gagrag Yogyakarta dan gagrag SurakartaPenelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan mengkaji, mendeskripsikan, dan menganalisis tentang beranekaragam figur Yesus dalam wayang Wahyu yang ada di Surakarta dan Yogyakarta. Sasaran penelitian ini adalah Yayasan Pangudi Luhur Surakarta (Yayasan Wayang Wahyu), Paguyuban Bhuana Alit (Galeri Wayang Wahyu), Museum Sonobudoyo Yogyakarta, dan beberapa dalang wayang Wahyu.Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pengilustrasian figur Yesus dalam wayang Wahyu dibuat selaras dengan tingkat pemahaman, latar belakang dan kapasitas kreatif masing-masing senimannya. Berdasarkan pandangan diatas, figur Yesus diilustrasikan dan diolah dengan persepsi dan sudut pandang yang berbeda-beda, tetapi karakter yang diterapkan adalah sama yaitu menggambarkan sosok Yesus sesuai yang mereka yakini.Kata kunci: figur Yesus, wayang wahyu

Page 1 of 1 | Total Record : 6