cover
Filter by Year
JURNAL HISTORIA PENDIDIKAN SEJARAH
Articles
100
Articles
SERAT JANGKA JAYABAYA RELASI SASTRA, SEJARAH DAN NASIONALISME

Sasmita, Gusti Garnis, Joebagio, Hermanu, Sariyatun, Sariyatun

Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rendahnya minat sejarawan terhadap serat Jangka Jayabaya dipengaruhi oleh faktor konten mitologi dalam serat ini. Disisi lain popularitas Jangka Jayabaya justru tinggi dikalangan masyarakat awam. Hal yang menarik dalam fokus penelitian ini yaitu mengkaji Serat Jangka Jayabaya berdasarkan ontologis, epistemologis dan aksiologis serta sumbang silihnya terhadap resistensi terhadap kolonialisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif historis dengan tehnik pengumpulan data studi literatur, observasi, wawancara dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa popularitas Serat Jangka Jayabaya melalui proses panjang dalam sejarah Indonesia merupakan awal benih nasionalisme. Sastra yang ditinjau berdasarkan intertektual kepengarangan nyatanya dapat digunakan sumber sejarah primer terkait mentalitas mayarakat sezaman.     

DARI ENDE UNTUK INDONESIA: LAWATAN SEJARAH DAERAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR BAGI GENERASI MUDA

Werang Kean, Yohanes Yakobus, Dentis, Yosef, Sumbiwasa, Damianus Rikardo

Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Melemahnya rasa memiliki sejarah, belajar dari sejarah, dan kurangnya perhatian terhadap pengetahuan keberadaan objek-objek sejarah adalah rangkaian permasalahan kesejarahan dikalangan generasi muda. Lawatan Sejarah Daerah merupakan momentum yang sangat baik untuk merajut simpul-simpul kesejarahan. Merajut ingatan kolektif bangsa melalui penanaman nilai-nilai sejarah kepada generasi muda lewat belajar langsung dari sumber-sumber sejarah yang ada di daerahnya. Inspirasi atas prestasi dan sumbangsih dari melawat ke situs-situs bersejarah adalah merawat memori generasi muda, membela dan memperjuangkan harapan-harapan yang baik bagi genarasi muda, dan terus memperjuangkannya pembelajaran sejarah yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Suatu visi dari pembelajaran sejarah yang diusahakan secara sadar bukan hanya impian semata. Ende menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan bangsa ini, sebuah kota bersejarah bagi sang Proklamator, Ir. Soekarno. Tempat dimana beliau merenungkan Pancasila, bergaul dan mengambil nilai-nilai dari kearifan lokal masyarakat Ende itu sendiri. Melalui Lawatan Sejarah daerah ini, bermuara pada belajar dari sejarah dalam konteks penanaman nilai-nilai sejarah itu sendiri.

MENELUSURI JEJAK SEJARAH PENINGGALAN PORTUGIS DI KAMPUNG NUMBA

Sulaiman, Hasti, Rema, Fransiskus Xaverius, Anita, Anita

Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini menelusuri sejarah awal kedatangan dan peninggalan Portugis di Kampung Numba, Kabupaten Ende Provinsi Nusa. Kajian ini menggunakan pendekatan historis dalam melihat persoalan. Untuk mendapatkan paparan data dan kesimpulan penelitian ini penulis memanfaatkan beberapa kesempatan dengan mengunjungi dan melihat langsung lokasi fokus penelitian. Data dikumpulkan dengan tehnik penelusuran sejarah Ende dari berbagai sumber kepustakaan, termasuk dari sumber internet mengenai gambaran NTT Secara umum. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedatangan bangsa Portugis di kampung Numba tidak lepas dari persaingan dengan Islam di Pulau Ende. Sebelum Potugis berpindah dari pulau Ende  ke pesisir selatan pulau Flores pada tahun 1620-1630 terjadi penyerbuan kepada orang Portugis yang saat itu berada di dalam benteng. Dari beberapa sumber informasi terpercaya melalui ingatan dan cerita lokal yang masih berkembang dapat dibuktikan bahwa kedatangan Portugis di kampung Numba meninggalkan jejak sejarah dalam bentuk fakta-fakta sejarah secara fisik. Bukti-bukti peninggalan Portugis diantaranya: perigi, meriam, dan gereja, makam dari seorang uskup serta patung bunda Maria. Walaupun bukti fisik beberapa peninggalan sejarah ini sudah tidak terawat lagi, namun menjadi bagian penting dalam dinamika sejarah yang oleh warga setempat masih terus dikisahkan karena merupakan bagian dari sejarah masyarakat setempat akan masa lampaunya.

HISTORICAL LITERATURE AS AN ENCULTURATION OF EDUCATION IN LOCAL WISDOM OF KINGDOM FAMILY IN JAVA

Birsyada, Muhammad Iqbal, Darsono, Darsono, Siswanta, Siswanta, Sudartoyo, Sudartoyo, Syahruzah, Juang Kurniawan

Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Historically historical literature has cultural roots especially in the development of the character of the values of local wisdom. In addition to the development of literary history culture can be one of the references in the process of writing historiography. This study aims to find the values of local wisdom in the work of historical literature. This research uses historical method. The conclusion in this study finds that the historical literature that developed in Java expressed the literary writers poetry. Culturally, the contents of historical literature reflect the strategy of enculturation of the values of theroyal familys wisdom to the Javanese community. The suggestion in this study is to develop a further study of other forms of enculturation in historical literature in the development of local wisdom values of the Javanese community.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE SMARTPHONE SEBAGAI MEDIA PENGENALAN SEJARAH LOKAL MASA REVOLUSI FISIK DI KALIMANTAN SELATAN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

Susanto, Heri, Akmal, Helmi

Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of a learning application that is accessed through mobile smartphones as a medium of introduction of local history during the physical revolution in South Kalimantan. Quantitative method was used with pre-experimental one-group pretest-posttest design in which the researchers tested the effectiveness of the media by comparing the students understanding before and after being treated. The subjects of the study were students of class XI IPS SMAN 7 Banjarmasin consisting of two classes with a population of 57 people. The sample of this research was 25 students taken from population using sample random sampling technique. The research instrument used in the form of multiple choice test with the number of 25 items. Instrument validity was tested through product moment correlation, while its reliability was tested using alpha cronbach formula. The analysis technique used was paired sample t test with hypothesis H0 = no increase of pretest result to posttest after treatment, and H1 = increase of pretest result to posttest after given treatment. The results showed that after being treated using instructional media application, students posttest score was greater than pretest with mean posttest (76,80)> pretest (56,32). Through the statistical calculation known that -thitung (-11,058) <-ttabel (-2,064) with a strong and positive correlation of 0.729 which means H1 accepted so that it can be said to occur increased understanding of students after using the application of learning. Based on the results of the study, it was concluded that the application of mobile smartphone-based learning is effectively used as a medium of introduction of local history of physical revolution in South Kalimantan in the students of class XI IPS SMA Negeri 7 Banjarmasin

ANALISIS MAKNA SETIAP PERISTIWA SEJARAH MELALUI PENERAPAN MODEL BERSTRUKTUR

Zafri, Zafri, Hastuti, Hera

Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Memaknai peristiwa sejarah melalui pembelajaran berstruktur merupakan model baru yang dikembangkan dari teori struktural. Teori struktural sendiri diturunkan dari perspektif filsafat spekulatif, yang meyakini bahwa sejarah memiliki pola-pola dasar yang tetap dan konstan. Pola dasar yang dimaksud yaitu, setiap peristiwa sejarah memiliki proses awal (lahir) peristiwa, proses berkembang, puncak (kejayaan), proses kemunduran, dan hancur (habis). Meski tidak seluruh peristiwa sejarah lengkap memiliki semua pola, adakalanya setelah lahir langsung mencapai puncak kejayaan, dan kemudian tiba-tiba hancur karena suatu peristiwa. Kompleksnya materi sejarah yang diajarkan kepada anak didik, membutuhkan suatu strategi atau model yang tepat untuk meramunya, agar tujuan, nilai-nilai, dan makna setiap peristiwa sejarah tersampaikan. Artikel ini khusus membahas penerapan model berstruktur dalam pembelajaran sejarah, untuk mencari dan menganalisis makna setiap perubahan dalam peristiwa sejarah.        Kata Kunci: Analisis, Struktural, Filsafat Spekulatif

CANDI KEDATON MUARA JAMBI DAN NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH: SEBUAH IDENTIFIKASI AWAL

Suryani, Ida

Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK, Penelitian yang berjudul “Nilai Budaya Pintu Gerbang Candi Kedaton Muara Jambi Sebagai Sumber Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah”. bertujuan untuk mendeskipsikan nilai karakter candi kedaton muara jambi dalam pembelajaran sejarah. Manfaat Teoritis: Penelitian ini memberikan suatu kajian ilmiah tentang karakter candi kedaton muara jambi sebagai pengayaan karakter  dalam pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data: a) Informan; b) dokumen; c) tempaat. Teknik pengumpulan data: a) wawancara mendalam; b)Validitas data: adalah teknik triagulasi data, dan triagulasi metode. Teknik analisis: analisis model innteraktif. Kesimpulan:1)Pintu gerbang candi kedaton; 2) Nilai budaya pintu gerbang candi kedaton; 3) Nilai karakter pintu gerbang candi kedaton. Kata kunci: pintu gerbang candi kedaton, karakter, pembelajaran sejarah

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIDANG STUDI SEJARAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR

Suparno, Suparno

Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Bidang Studi Sejarah dengan Menggunakan Metode Cooperative Learning Tipe Kepala Bernomor Terstruktur Kelas XII IPS 1 Semester Ganjil di SMA Negeri 1 Punggur Tahun Pelajaran 2017/2018Salah satu factor penunjang kemajuan bangsa adalah pendidikan karena dengan mutu pendidikan yang baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, dan mandiri.  Proses pembelajaran yang memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat bangsa dan negara.Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar siswa yang rendah,siswa kurang termotivasi mengikuti mata pelajaran sejarah,  siswa kurang disiplin dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru, begitu juga hasil belajar sejarah yang rendah, dengan demikian peneliti menggunakan metode cooperative learning tipe kepala bernomor terstruktur untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sejarah.Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian adalah siswa kelas XII IPS 1 semester ganjil pada SMA Negeri 1 Punggur Tahun Pelajaran 2017/2018 pada materi Perjuangan bangsa Indonesia sejak Proklamasi hingga lahirnya Orde. Pada tanggal 21 Agustus – 25 September  2017 yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan pada setiap siklus  dilaksanakan evaluasi.Dari hasil analisis data diperoleh aktivitas memperhatikan guru menjelaskan dengan indicator 80% diperoleh 92,1%, aktivitas menyelesaikan masalah dengan indicator 80% diperoleh 89,1%, aktivitas aktif berdiskusi dengan teman dengan indicator 70% diperoleh 78,3%, aktivitas memberikan tanggapan dengan indicator 25% diperoleh 27,4%, dan aktivitas bertanya dengan indicator 15% diperoleh 18,5%.  Hasil belajar siswa pada siklus I dengan persentase 70,5% siswa yang tuntas belajar, pada siklus II meningkat menjadi 99%.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode cooperative learning tipe kepala bernomor terstruktur dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sejarah siswa kelas XII IPS 1 semester ganjil pada SMA Negeri 1 Punggur Tahun Pelajaran 2017/2018.

MEMBUMIKAN SANG SURYA: S.D. MHD. ILJAS SANG FOUNDER MUHAMMADIYAH PARIAMAN TAHUN 1929-1941

Sufyan, Fikrul Hanif

Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sidi Mhd. Iljas merupakan sosok lokal pengembang Muhammadiyah yang belum pernah muncul dalam historiografi Pariaman, terutama pada episode modernisasi Islam di awal abad ke-20. Ilyas cs memberanikan diri untuk meluaskan pengaruh Muhammadiyah di tengah basis masyarakat penganut Tarekat Syattariyah. Penelitian ini bertujuan untuk membingkai strategi Ilyas dalam menyebarluaskan Muhammadiyah, termasuk ketika berhadapan dengan pemerintah jajahan. Metode historis yang diterapkan dalam penelitian ini terdiri atas pengumpulan sumber (heuristik). Setelah heuristik, dilakukan kritik terhadap sumber temuan, interpretasi, dan historiografi.Tradisi keagamaan Syattariyah sejak abad ke-17 di pesisir Barat Pariaman, memang tidak terbantahkan. Sampai gelombang modernisasi Islam dibawa Adnan ke Nagari Kurai Taji melalui Surau Paninjauan, telah merusak rust en orde kalangan ulama Syattariyah. Adalah Ilyas yang kemudian melanjutkan gerakan modernisasi Islam melalui Muhammadiyah Groep Kurai Taji. Beragam strategi diterapkannya, baik ketika berhadapan dengan pengikut Syattariyah, maupun berhadapan dengan pemerintah Kolonial Belanda. Setelah Ilyas memutuskan hijrah  ke Kisaran, namun perhatiannya terhadap gerak Muhammadiyah Pariaman tetap tidak berubah. Konkritnya, Ilyas telah meletakkan fondasi kuat, yang kemudian dilanjutkan pemimpin persyarikatan berikutnya.

THE EDICT OF MILANO: PERJUANGAN DAN KEMERDEKAAN AGAMA KRISTEN DI KEKAISARAN ROMAWI TAHUN 313 M

Pardi, Wayan

Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan: 1) Untuk mendeskripsikan awal mula perkembangan Agama Kristen di wilayah Kekaisaran Romawi, 2) Untuk menguraikan diskriminasi, penganiayaan dan perjuangan Agama Kristen di wilayah Kekaisaran Romawi, 3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemerdekaan dan konversi Agama Kristen di wilayah Kekaisaran Romawi. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode penulisan sejarah. Temuan menunjukkan bahwa selama dua abad setengah orang-orang Kristen dianiaya di seluruh Kekaisaran Romawi, ada ribuan korban dari segala usia, jenis kelamin, dan kondisi. Ada yang dipenggal kepalanya, disalib, dibakar, dan yang paling sering dikirim untuk dijadikan santapan binatang buas di Aphiteater. Hal ini disebabkan karena sikap dari umat Kristiani yang mengutuk kepercayaan lokal Kekaisaran Romawi sebagai penyembah berhala, menolak bersumpah atas nama dewa di pengadilan, menolak menyembah genius (spirit penjaga/pengawal) kaisar. Sikap tersebut telah menistakan kepercayaan lokal bangsa Romawi terhadap dewa-dewi yang telah mereka hormati sebagai pelindung dan penjaga keamanan di imperium Romawi. Apalagi, penolakan orang-orang Kristen untuk memuja kaisar merupakan suatu tindakan pembangkangan karena adat pemujaan kepada kaisar merupakan tradisi umum yang dilakukan oleh seluruh warganegara Romawi dan menjadi salah satu alat pemersatu seluruh wilayah kekaisaran. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menekan penyebaran agama Kristen di wilayah Kekaisaran Romawi, namun menariknya justru penyebaran agama Kristen tidak pernah surut menjangkau seluruh lapisan masyarakat dari kelas bawah sampai kelas atas. Hingga pada akhirnya Kaisar Konstantinus mengeluarkan dekrit yang memperbolehkan secara sah/legal pemeluk agama Kristen menjalankan ritual keagamaan di seluruh wilayah Kekaisaran Romawi pada tahun 313 masehi. Dekrit tersebut dikenal dengan istilah The Edict of Milano (Dekrit Milan), yang isi Dekrit Milan menyatakan bahwa “kekaisaran memberikan perlindungan kepada pengikut dan agama Kristen dan melarang setiap bentuk pengejaran terhadap para pengikutnya”