cover
Contact Name
Kasmad Ariansyah
Contact Email
kasmad.ariansyah@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
kasmad.ariansyah@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Bulletin of Post and Telecommunications
ISSN : 16930991     EISSN : 24431524     DOI : -
Buletin Pos dan Telekomunikasi a.k.a Bulletin of Posts and Telecommunications is scientific communication media that is currently managed and published by the R&D Center for Post & ICT Resources and Equipments, Ministry of Communications and Information Technology. The Bulletin was first published on 2003 by the R & D Center for Post and Telecommunications, Department of Transportation. Since 2006, After re-organization of the Indonesian Ministries by new elected government, the journal management was moved under the R & D Center for Post and Telecommunications, Ministry of Communications and Information and then since 2010 it has been managed and published by R&D Center for Post & ICT Resources and Equipments, MCIT, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
Tingkat Pemanfaatan Warung Masyarakat Informasi (Studi di Kantor Pos Makassar II) Sidauruk, Paraden Lucas
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 2 (2011): June 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.161 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090205

Abstract

Masalah pokok penelitian ini adalah seberapa tinggi tingkat pemanfaatan Warmasif di Kantor Pos Makassar II. Subjek penelitian adalah individu yang menggunakan internet di Warmasif. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan survei. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dilengkapi wawancara mendalam dan observasi tidak terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Warmasif dimanfaatkan sebagai tempat layanan mengakses internet seperti warnet. Tujuan utama responden ke Warmasif untuk berkomunikasi melalui jejaring sosial (Facebook, Twitter). Sedangkan, jenis informasi yang paling banyak dicari bukan informasi UKM, kesehatan, perpustakaan, melainkan informasi lainnya di luar ketiga jenis informasi itu (66,6%).Berdasarkan perhitungan persentase, tingkat pemanfaatan Warmasif setinggi 56,32 %. Untuk meningkatkannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan segera memperpanjang domain situs Warmasif www.warmasif.co.id. dan memperbaharui perangkat komputer-internet. Kantor Pos dan Dinas Komunikasi dan Informatika Makassar agar melakukan sosialisasi Warmasif kepada stakeholder dan masyarakat.
Analisis SWOT untuk Penentuan Strategi Optimalisasi Infrastruktur Wahyuningsih, Sri
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 10, No 4 (2012): December 2012
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.33 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100405

Abstract

Undang-undang No.38 tahun 2009 tentang Pos memberikan keleluasaan penyelenggara pos untuk melakukan pengembangan produksi serta peningkatan infrastruktur, yang mendukung daya saing masing-masing penyelenggara pos. Sebagai badan usaha milik negara, PT.Pos Indonesia memiliki jaringan terintegrasi sampai ke pedesaan dan daerah transmigrasi, yang diketahui hampir 100% jaringan dibangun oleh pemerintah. Jaringan Pos adalah jaringan fisik maupun virtual untuk mendukung terselenggaranya layanan pos. Jumlah titik layanan mencapai 24 ribu titik layanan yang menjangkau hampir 100% kecamatan dan 42 % kelurahan/desa. Untuk mengetahui strategi dalam rangka optimalisasi infrastruktur di PT.Pos Indonesia, dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif dan analisis SWOT dan hasilnya penggambaran pada Matrik Grand Strategi, posisi pada  Kuadran I (positif, positif), artinya, PT.Pos Indonesia khususnya untuk KPRK Jakarta Pusat10000, KPRK Jakarta Utara14000 dan KPRK Bandung 40000 manajemen organisasinya sudah solid, dan banyak mempunyai peluang. Ekspansi dapat dilanjutkan untuk memperbesar pertumbuhan dan pengembangan produk, namun aspek SDM masih perlu ditingkatkan.
Pengaruh Infrastruktur Node-B Terhadap Persepsi Kinerja Kualitas Layanan Data pada Smartphone di Jakarta Budiono, Fahrizal Lukman
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 11, No 4 (2013): December 2013
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.624 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2013.110404

Abstract

Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia dapat menjadi indikator perkembangan teknologi 3G di Indonesia. Berdasarkan data Yayasasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) muncul banyak keluhan pengguna pada kualitas layanan data. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah infrastruktur Node-B terhadap persepsi pengguna kepada kinerja kualitas layanan data seluler smartphone di Jakarta. Menggunakan analisis korelasi, studi ini menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah infrastruktur Node-B terhadap persepsi pengguna kepada kinerja kualitas layanan data seluler pada smartphone di Jakarta. Operator perlu memperhatikan faktor lain selain menambah jumlah Node-B untuk meningkatkan kinerja kualitas layanan data seluler pada smartphone di Jakarta.
Analisis Isi SMS Iklan Layanan Telekomunikasi Operator Telkomsel, Indosat dan Xl berdasarkan Etika Pariwara Indonesia Periode 2013 Trijayanto, Danang; Syarifuddin, Syarifuddin
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 12, No 3 (2014): September 2014
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.663 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2014.120306

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi merevolusi aktivitas pemasaran ke mobile marketing, salah satunya adalah dengan SMS advertising. Badan usaha yang cenderung menggunakan cara pemasaran tersebut adalah operator selular dengan iklan produk layanan telekomunikasinya. Permasalahannya adalah strategi pemasaran produk telekomunikasi yang cenderung banyak merugikan pelanggan karena ketidaksesuaian antara isi iklan dan produk yang diperoleh, yang dipengaruhi oleh kelengkapan dan kejelasan informasi produk. Salah satu aturan yang menjadi dasar dalam aktivitas SMS advertising adalah berdasarkan Etika Pariwara Indonesia.  Penelitian  ini   meneliti  bagaimanakah  Penerapan aturan tersebut terhadap isi SMS iklan produk telekomunikasi yang dikirimkan oleh provider selular GSM prabayar pada bulan Juli hingga Nopember 2013.  Hasil  Penelitian menunjukkan bahwa dalam mengiklankan produk telekomunikasi melalui SMS advertising, para operator selular belum menerapkan regulasi dan etika pemasaran dengan baik. Kekurangan informasi yang belum lengkap terdapat pada informasi syarat kontrak yang menjadi informasi dasar hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pelanggan.
Kondisi Migrasi Internet Protocol version 6 (IPv6) di Indonesia Budiono, Fahrizal Lukman; Azmi, Riza
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 2 (2011): June 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.442 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090202

Abstract

   Sejalan dengan pertumbuhan industri Internet di Indonesia tersebut, maka kebutuhan akan alamat Internet Protocol (IP) juga pasti meningkat. Operator Internet akan membutuhkan alamat IP untuk mengembangkan layanannya hingga ke seluruh pelosok negeri. Saat ini, jaringan Internet di Indonesia berikut perangkat-perangkat pendukungnya hingga di tingkat end user masih menggunakan Internet Protocol version 4 (IPv4). Kenyataan yang dihadapi dunia sekarang adalah menipisnya persediaan alamat IPv4 yang dialokasikan. Hal ini dikarenakan jumlah alamat yang dapat didukung oleh IPv4 adalah 232 bits, sedangkan data terakhir didapatkan bahwa alokasi IPv4 telah habis dialokasikan pada akhir April 2011 di tingkat Internet Assigned Numbers Authority (IANA), organisasi yang mengelola sumberdaya protokol Internet dunia. Untuk mempercepat migrasi, stakeholder internet di Indonesia yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Industri Penyelenggara Internet membentuk ID-IPv6TF. Dalam studi ini, ditemukan bahwa implementasi IPv6 di Indonesia termasuk dalam kategori baik dibandingkan dengan negara lain di dunia. Namun, terlihat bahwa perkembangan ini masih sporadis dengan kurangnya peran koordinator, serta sosialiasi ke masyarakat yang tidak ada.
Transmit Power Optimisation in Wireless Network Terziu, Besnik
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 3 (2011): September 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1486.338 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090301

Abstract

Transmit power optimisation in wireless networks based on beamforming have emerged as a promising technique to enhance the spectrum efficiency of present and future wireless communication systems. The aim of this study is to minimise the access point power consumption in cellular networks while maintaining a targeted quality of service (QoS) for the mobile terminals. In this study, the targeted quality of service is delivered to a mobile station by providing a desired level of Signal to Interference and Noise Ratio (SINR). Base-stations are coordinated across multiple cells in a multi-antenna beamforming system. This study focuses on a multi-cell multi-antenna downlink scenario where each mobile user is equipped with a single antenna, but where multiple mobile users may be active simultaneously in each cell and are separated via spatial multiplexing using beamforming. The design criteria is to minimize the total weighted transmitted power across the base-stations subject to SINR constraints at the mobile users. The main contribution of this study is to define an iterative algorithm that is capable of finding the joint optimal beamformers for all basestations, based on a correlation-based channel model, the full-correlation model. Among all correlated channel models, the correlated channel model used in this study is the most accurate, giving the best performance in terms of power consumption. The environment here in this study is chosen to be Non-Light of- Sight (NLOS) condition, where a signal from a wireless transmitter passes several obstructions before arriving at a wireless receiver. Moreover there are many scatterers local to the mobile, and multiple reflections can occur among them before energy arrives at the mobile. The proposed algorithm is based on uplink-downlink duality using the Lagrangian duality theory. Time-Division Duplex (TDD) is chosen as the platform for this study since it has been adopted to the latest technologies in Fourth Generation (4G) wireless communication systems. Monte Carlo simulation results and discussions are also provided to complement the analysis.
Proteksi Short Message Service (SMS) Pada Smart Device Menggunakan Algoritma Rijndael Arya Kadyanan, I Gusti Agung Gede
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 10, No 2 (2012): June 2012
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.398 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100204

Abstract

Pesan singkat atau SMS adalah aplikasi data yang paling banyak digunakan di dunia teknologi informasi abad ini. Selain murah, kecepatan pengiriman juga menjadi alasan dikembangkannya berbagai aplikasi komunikasi berbasis sms. Dengan demikian komunikasi berbasis sms menjadi hal yang sangat penting terlebih lagi dengan pesatnya perkembangan perangkat mobile atau mobile device seperti Smart device dan mobile phone. Pertukaran informasi via sms dapat juga disamakan dengan transaksi jual beli, yang di dalamnya mempunyai banyak sekali informasi yang bersifat rahasia antara pengirim dengan penerima. Tentunya sangat berbahaya apabila sms tersebut jatuh ke tangan orang yang salah atau tidak bertanggung jawab seperti misalnya cracker.  Maka diperlukan enkripsi untuk menjaga kerahasiaan pesan yang dikirim lewat perangkat mobile tersebut. Berbicara mengenai enkripsi tentunya tidak akan terlepas dari standard yang digunakan dalam enkripsi data.  Saat ini banyak bermunculan algoritma-algoritma enkripsi yang cukup populer. Sebut saja DES yang sangat terkenal sampai algoritma terbaru Rijndael (standar AES) yang dibahas pada makalah ini. Algoritma tersebut menentukan kekuatan dalam melindungi kerahasiaan suatu data. Untuk menegaskan kekuatan enkripsi ini maka digabungkan dengan sebuah metode. Metode tersebut adalah menggabungkan key pada algoritma Rijndael dengan serialisasi XML dan Device ID sebagai kuncinya untuk mendapatkan enkripsi yang sangat kuat dan aman sehingga sangat sulit untuk dibongkar.
Analisis Kesuksesan Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SIMS) Surya Admaja, Awangga Febian
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 12, No 2 (2014): June 2014
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.81 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2014.120203

Abstract

Dalam perkembangan suatu sistem informasi yang digunakan oleh sebuah institusi, perlu dilihat bagaimana kesuksesan dan dampak positif yang diberikan sistem informasi tersebut terhadap manfaat bersih yang diterima oleh instansi terkait dengan penggunaan dan kepuasan pengguna sistem informasi tersebut. Sistem informasi yang digunakan oleh Ditjen SDPPI saat ini telah berkembang menjadi sistem informasi manajemen sumber daya dan perangkat pos dan informatika (SIMS) dan perlu dilihat bagaimana kesuksesan sistem informasi tersebut dalam memenuhi kebutuhan manajemen Ditjen SDPPI. Dalam penelitian ini digunakan persamaan struktural berbasis partial least square (PLS) dengan mengacu kepada model kesuksesan sistem informasi oleh DeLone & McLean. Hasil perhitungan model tersebut menunjukkan bahwa model kesuksesan DeLone & Mclean tidak membuktikan keseluruhan hipotesis dari penelitian dimana penggunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap manfaat bersih yang didapatkan oleh institusi.
Deskripsi Kualitas Layanan Jasa Akses Internet di Indonesia dari Sudut Pandang Penyelenggara Ruth, Emyana
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 11, No 2 (2013): June 2013
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.981 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2013.110204

Abstract

Akses internet di Indonesia dinilai oleh banyak pihak masih tergolong lambat. Padahal dengan semakin luasnya layanan akses internet yang dimanfaatkan oleh masyarakat dan semakin pentingnya akses internet berkecepatan tinggi, kualitas layanan (Quality of Services/QoS) jasa akses internet di Indonesia menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Kualitas layanan dapat dilihat dari sudut pandang pengguna berdasarkan kualitas layanan yang dirasakan (Quality of Experience) maupun dari sudut pandang penyelenggara berdasarkan kualitas layanan yang disediakan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, penyelenggara jasa akses internet (internet service providers) wajib memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan pemerintah dan melaporkan kinerja operasi penyelenggaraan secara periodik kepada pemerintah. Standar pelayanan minimum terkait penyelenggaraan jasa akses internet saat ini masih dalam proses penyusunan. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk memberikan gambaran atau indikasi kualitas layanan jasa akses internet yang existing disediakan oleh penyelenggara jasa. Penelitian deskriptif ini dilakukan dengan sumber data laporan kinerja operasi penyelenggara, didukung dengan hasil wawancara mendalam terhadap asosiasi pelaku usaha dan perbandingan dengan beberapa standar internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kinerja layanan, kemampuan providers dalam menyediakan layanan cukup baik, kelemahan utama terletak pada waktu aktivasi pelanggan baru untuk wilayah luar Jakarta. Sementara dalam hal kinerja jaringan, kualitas yang tersedia masih beragam, aspek yang masih dirasakan kurang utamanya pada kehandalan (availability) dan utilisasi bandwidth.
Evaluasi Implementasi Green Ict Pada Penyelenggara Telekomunikasi Di Indonesia Yuniarti, Diah; Ariansyah, Kasmad
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 4 (2011): December 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.749 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090404

Abstract

Gartner, sebuah lembaga riset yang fokus dalam bidang teknologi informasi pada tahun 2007 telah merilis statistik yang menyatakan bahwa diperkirakan pembuatan, penggunaan dan pembuangan peralatan ICT memberikan kontribusi sekitar 2% dari emisi global CO2 dan diprediksi pada 2020, emisi CO2 ini akan naik menjadi 6%. Kondisi tersebut mendapat respon positif dari Pemerintah Indonesia, pada G20 Summit di Pittsburgh, presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan komitmen target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26% pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai untuk mendapat gambaran mengenai implementasi Green ICT pada penyelenggara telekomunikasi di Indonesia hingga saat ini. Penelitian dilakukan dengan mengadakan in depth interview dengan informan dari PT Bakrie Telecom, PT Telkomsel dan PT Telkom Tbk di empat kota di Indonesia meliputi Jakarta, Medan, Yogyakarta dan Bandung. Dari hasil in depth interview dan kajian literatur, ditemukenali bahwa implementasi Green ICT pada penyelenggara Telekomunikasi telah memberi manfaat bagi perusahaan dalam hal efisiensi biaya yang didapat dari efisiensi bahan bakar, sumber daya dan energi. Kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan, implementasi Green ICT juga telah memberikan dampak positif yaitu menurunnya emisi yang dihasilkan dan terciptanya lingkungan yang lebih sehat. Dampak tersebut juga telah berkontribusi terhadap program pemerintah dalam hal penurunan emisi dan penghematan energi. Akan tetapi masih ditemukenali beberapa kendala seperti belum adanya roadmap Green ICT, mahalnya investasi untuk energi alternatif, belum adanya perusahaan daur ulang dengan biaya yang murah serta kurangnya dukungan masyarakat. Sehingga diharapkan dukungan yang lebih nyata dari pemerintah dalam mengatasi kendala-kendala tersebut.

Page 1 of 14 | Total Record : 138