cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Adabiyah
ISSN : 14126141     EISSN : 25487744     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Adabiyah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan ilmiah dan hasil penelitian dalam bidang Ilmu Keislaman yang berlatar keadaban.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah" : 16 Documents clear
Poligami Perspektif Hukum Islam Dan Etika Kristen Syarifuddin, Syarifuddin
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.877 KB)

Abstract

Poligami dalam perspektif hukum Islam dalam konsep ataupun praktik ditolak oleh hukum Islam kecuali poligami yang eksistensinya mendapatkan tempat dalam ajaran Islam dengan lebih mengedepankan aspek keadilan dan kemaslahatan. Eksistensi poligami tidak terlepas dari adanya ayat QS An-Nisa 4/3 yang memberikan indikasi adanya kebolehan untuk melakukan poligami dengan syarat laki-laki berlaku adil. Kebolehan ini ditopang oleh beberapa hadis yang menekankan poligami lebih kepada keadilan, pemberian nafkah dan etika poligami. Dari segi konsep masih diperdebatkan islam menolerir poligami sebagai suatu institusi legal atau tidak. Mengingat adanya dalil yang memberikan konsep jelas tentang poligami, maka eksistensi dan legalitas sebagian diantara mereka memperbolehkan dan sebagian yang lain melarang serta adanya pula yang bersikap moderat dengan melihat kondisi serta persyaratan yang berat dan ketat di dalam perundang-undangan. Perbedaan pendapat tentang poligami tentu tidak dapat dipisahkan dari latar belakang sosial budaya dan sejarah serta kondisi objektif di setiap negara muslim. Begitu pula dengan situasi yang pada masyarakat kristen di dunia.
Usaha La Sangkuru Patau Dalam Mengembangkan Agama Islam Di Kerajaan Wajo Nasruddin, Nasruddin
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.121 KB)

Abstract

La Sangkuru Patau is one of the Arung Matoa Wajo has substantial powers. His remarks could be a law and society Wajo stick to what he says. So when La Sangkuru Patau said that he had converted to Islam, the community participated Wajo also embraced Islam. Arung Matoa Wajo La Sangkuru with doing business in developing Islam in Wajo that bring Datu Sulaiman to provide Islamic religious instruction in public Wajo, then set up a sara officers special charge of handling issues such royal Friday prayers, warnings Islamic holidays , then hold the officer cadre sara that will be placed outside the capital of the kingdom (Tosora), sara officers given the facilities, such as free of taxes, as well as the parallel position to the position of indigenous stakeholders.
Peradaban Perspektif Al-Qur’an Mardan, Mardan
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.823 KB)

Abstract

Muslims regard him as a great civilization. But in Indonrsia, Muslims were not able to demonstrate the existence of the Islamic civilization, because in general, Muslim nations are under the feet of colonization, poor, in ignorance and backwardness. In the perspective of the Quran, the quality of a person is determined by his faith in Allah. Is being determined by the quality of the faith of its science,; while quality is determined by the extent to which science has been practiced. Practice-practice knowledge that is based on the true faith of both physical-material and moral-spiritual that is, in essence, "Islamic civilization" and it was also the real wealth for every believer.
Metode Penyelesaian Dalam Kajian Matan Hadis-Hadis Kontroversial soi, drs rahmat
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.317 KB)

Abstract

This writing discusses controversial hadits and the way of understanding the hadis, using various methods and interpretation technique. Although a hadis is recognized controversial, it doesn’t mean that it cannot be solved. Some ulamas of hadis have discussed and put forward some alternative arguments to come to final conclusion. Some methods such as; al-Jamu, al-Tarjih, al-Nasikh, wa al-Mansukh dan al-Tauqif, as well as  textual, contextual interpretation, linguistic or historical approach  can be regarded  as ways to understand the essentian meaning of the controversial hadis.
K.H. Ahmad Dahlan Sebagai Tokoh Pembaharu M, M Dahlan
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.758 KB)

Abstract

Ahmad Dahlan is one of the reformer figure in Moslem of Indonesia who we couldn’t deny him. Ahmad Dahlan’s movement was very incredible to redesign the consciousness of reformer in our societies which we could felt it now. Ahmad Dahlan in his revolution movement had planned to made direction of Mecca’s to be corrected, to fixed Bid’ah and Khurafat, his development in social side and education in an organization had called Muhammadiyah. Muhammadiyah had given so much incredible benefits to development of Indonesia societies, especially the Moslem of Indonesia.
Pemikiran Al-Maturidiyah Dalam Pemikiran Islam Zar, Abu
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.721 KB)

Abstract

Matudiridyah was known as a moderat school that aims to elaborate between the Mu’tazilah and Asyariyah School. It was established by its founder Abu Manshur al-Maturidi. Amongst the crucial Islamic thought, Abu Manshur stood out to introduce a new paradigm of Islamic theology. He aimed at bridging the two contradicting Islamic theology school between Asyari and Mu’tazilah. However, his effort was not running well due to Maturidiyah School came to frictions namely Samarkand and Bukhari. The Samarkand school tended to be in line with Mu’tazilah thought, while the later tended to support Asyariyah theology.
Mugniy Al-Labib (Telaah Terhadap Kaidah Linguistik Ibn Hisyam) Derry, Muhammad Syukur
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.779 KB)

Abstract

Ibnu Hisyam adalah salah seorang pakar di bidang Nahwu. Nama lengkapnya ialah Abu Muhammad Abdullah Jamaluddin bin Yusuf bin Ahmad bin Abdullah bin Hisyam al-Anshariy al-Mishriy. Ia dilahirkan di Mesir pada tahun 708 H./1309 M. Popularitas Ibnu Hisyam dalam ilmu Nahwu sama kedudukan seorang mujtahid. Beliau memprakarsai kajian-kajian Nahwu secara ilmiah, dan bahkan Ibnu Khaldun menganggapnya lebih pakar di bidang Nahwu daripada Sibawaihi. Sebagai seorang yang aktif di berbagai lembaga pendidikan, ia menyusun sederetan karya untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya, di antaranya yang paling monumental ialah Mugniy al-Labib An Kutub al-Aarib. Ibnu Hisyam memiliki sikap yang sangat prinsipil dalam bidang qawaid, dan yang paling menonjol ialah lebih mengutamakan mengambil pola perubahan kata berdasarkan sima (pendengaran) daripada berdasarkan qiyas (analogi) dalam menetapkan kaidah nahwu dan sharf. Sebagai konsekuensi dari sikap tersebut, maka tidak dianggap aneh jika dalam hal-hal tertentu mengukuhkan salah satu pendapat yang dianggapnya benar karena ditemukan adanya naskah simaiy yang mendukungnya.
Staregi Dan Pendekatan Pendidikan (Telaah Terhadap Konsep Pendidikan Lukman Al-Hakim) Barsihannor Annur, Barsihannor
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.388 KB)

Abstract

Lukman al-Hakim merupakan tokoh yang membuat konsep pendidikan dasar berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Implikasi pendidikan Luqman al-Hakim meliputi unsur dan pendekatan pendidikan. Kedua faktor tersebut tidak terlepas dari aktivitas pendidikan, tujuan yang bersifat ukhrawi dan duniawi, serta penerapannya tidak ada perbedaan. Kepentingan ukhrawi maupun duniawi sama-sama penting, sehingga keduanya harus diwujudkan. Pendekatan pendidikan yang meliputi pendekatan filosofis, psikologis, dan religius terdapat dalam pendidikan Luqman al-Hakim yang memiliki peranan penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Ketiga pendekatan itu memiliki dasar dan akar yang sangat kuat sebagai salah satu aspek yang harus menyertai proses pendidikan. Kisah Luqman al-Hakim memiliki implikasi yang positif terhadap dunia perkembangan pendidikan modern.
Pemikiran Al-Maturidiyah Dalam Pemikiran Islam Zar, Abu
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.721 KB)

Abstract

Matudiridyah was known as a moderat school that aims to elaborate between the Mu’tazilah and Asyariyah School. It was established by its founder Abu Manshur al-Maturidi. Amongst the crucial Islamic thought, Abu Manshur stood out to introduce a new paradigm of Islamic theology. He aimed at bridging the two contradicting Islamic theology school between Asyari and Mu’tazilah. However, his effort was not running well due to Maturidiyah School came to frictions namely Samarkand and Bukhari. The Samarkand school tended to be in line with Mu’tazilah thought, while the later tended to support Asyariyah theology.
Mugniy Al-Labib (Telaah Terhadap Kaidah Linguistik Ibn Hisyam) Derry, Muhammad Syukur
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.779 KB)

Abstract

Ibnu Hisyam adalah salah seorang pakar di bidang Nahwu. Nama lengkapnya ialah Abu Muhammad Abdullah Jamaluddin bin Yusuf bin Ahmad bin Abdullah bin Hisyam al-Anshariy al-Mishriy. Ia dilahirkan di Mesir pada tahun 708 H./1309 M. Popularitas Ibnu Hisyam dalam ilmu Nahwu sama kedudukan seorang mujtahid. Beliau memprakarsai kajian-kajian Nahwu secara ilmiah, dan bahkan Ibnu Khaldun menganggapnya lebih pakar di bidang Nahwu daripada Sibawaihi. Sebagai seorang yang aktif di berbagai lembaga pendidikan, ia menyusun sederetan karya untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya, di antaranya yang paling monumental ialah Mugniy al-Labib An Kutub al-Aarib. Ibnu Hisyam memiliki sikap yang sangat prinsipil dalam bidang qawaid, dan yang paling menonjol ialah lebih mengutamakan mengambil pola perubahan kata berdasarkan sima (pendengaran) daripada berdasarkan qiyas (analogi) dalam menetapkan kaidah nahwu dan sharf. Sebagai konsekuensi dari sikap tersebut, maka tidak dianggap aneh jika dalam hal-hal tertentu mengukuhkan salah satu pendapat yang dianggapnya benar karena ditemukan adanya naskah simaiy yang mendukungnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 16