cover
Filter by Year

Analysis
Articles
92
Articles
PRINSIP-PRINSIP BELAJAR DAN PEMBELAJARAN (Perhatian dan Motivasi, Keaktifan, Keterlibatan Langsung, Pengulangan, Tantangan dan Perbedaan Individu)

munirah, munirah

Auladuna Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.658 KB)

Abstract

Abstrak:Pembelajaran dapat mengalami kegagalan antara lain penyebabnya adalah tidak diterapkannya prinsip-prinsip pembelajaran. Tiap proses belajar memiliki prinsip-prinsip tertentu agar peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran sedemikian rupa. Oleh karena itu, belajar dan pembelajaran seharusnya dilaksanakan dengan prinsip yang terkait dengan maintain students’ interest in learning agar proses transfer of knowledge, informasi dan culture dapat terjadi dalam suasana yang nyaman. Salah satu tantangan dalam konteks pendidikan yang harus dihadapi oleh guru dalam kelas adalah menarik perhatian peserta didik terhadap materi yang diajarkannya dan berusaha mempertahankan perhatian tersebut. Transfer informasi akan mudah terjadi bila penyajian materi dilakukan oleh guru dengan cara yang menarik sehingga mampu menggugah motivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Kemampuan guru memberi tantangan dan mengerti style belajar yang bervariasi dapat membantu peserta didik lebih bergairah dalam belajar.                                                                 Abstract:          Learning can fail Among other the cause is not the application of principles of learning. Each learning process has certain principles so that learners can follow the learning process in such a way. Therefore, learning and learning should be implemented with the principles related to maintaining students interest in learning so that the process of transfer of knowledge, information and culture can occur in a comfortable atmosphere. One of the challenges in the educational context that teachers must confront in the classroom is to attract students attention to the material they are taught and to maintain that attention. Transfer of information will be easy when the presentation of the material done by the teacher in an interesting way so as to generate motivation of learners to be actively involved in the learning process. The ability of teachers to challenge and understand varied learning styles can help students be more passionate about learning.

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH PADA KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR NEGERI 79 KOTA BENGKULU

Suradi, Ahmad

Auladuna Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.814 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui supervisi akademik kepala sekolah pada kinerja guru pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 79 Kota Bengkulu serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian terungkap bahwa, supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah, yaitu: supervisi akademik berkaitan dengan perencanaan pembelajaran terdiri dari pembimbingan dalam merumuskan tujuan pembelajaran, supervisi akademik pada pelaksanaan pembelajaran, meliputi: pemberian contoh dalam membuka pembelajaran, pemberian contoh dalam menyajikan materi pembelajaran, serta supervisi akademik pada evaluasi pembelajaran, meliputi: pembimbingan dalam menyusun perangkat penilaian pembelajaran. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan supervisi akademik, yaitu: faktor pendukungnya, yakni guru yang menjadi sasaran supervisi kepala sekolah bersikap koperatif dan terbuka terhadap proses supervisi yang dilakukan oleh pengawas. Faktor penghambat pelaksanaan supervisi kepala sekolah dalam upaya peningkatan kinerja guru Pendidikan Agama Islam, yakni sempitnya alokasi waktu untuk pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah dasar.AbstractThis study aims to determine the principal academic supervision on the performance of Islamic religious education teachers at State Elementary School of 79 Bengkulu City and the factors that influence it. This type of research is field research with qualitative approach. From the research results revealed that, academic supervision carried out by the principal, namely: academic supervision related to learning planning consists of coaching in formulating learning objectives, academic supervision on the implementation of learning, including: giving examples in opening learning, giving examples in presenting learning materials , as well as academic supervision on the evaluation of learning, including: coaching in preparing the assessment of learning tools. While the factors that influence the implementation of academic supervision, namely: the supporting factor, namely the teacher who became the target of supervision of the principal to be cooperative and open to the supervision process conducted by the supervisor. Inhibiting factor of principal supervision in improving teacher performance, is the limited time allocation for the implementation of PAI learning in elementary school.

APAKAH SISWA SEKOLAH DASAR PAHAM NILAI-NILAI KEWIRAUSAHAAN ?

Mayangsari, Sizillia Noranda

Auladuna Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.347 KB)

Abstract

Abstrak Kecakapan hidup yang harus dipelajari anak sejak usia dini salah satunya adalah kewirausahaan. Siswa sekolah dasar adalah siswa dengan usia paling awal untuk mengkontruksi pengetahuannya dalam memahami apa itu kewirausahaan yang nantinya menjadi kecakapan hidup yang diharapkan menjadi pekerjaan di era milenia yang paling diharapkan oleh orang dewasa. Oleh sebab itu, perlu ditekankan dalam penelitian ini adalah pemahaman nilai-nilai kewirausahaan pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan nilai-nilai kewirausahaan yang dipahami oleh siswa sekolah dasar. Penelitian ini mengacu pada data yang berupa hasil wawancara dan observasi pada sekolah yang dijadikan subyek penelitian. Hasil penelitian berupa gambaran deskriptif bagaimana siswa sekolah dasar sudah mengenal nilai-nilai kewirausahaan antara lain percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil resiko, bertanggungjawab, jujur, kerja keras, dapat menjadi pemimpin yang baik, berorientasi ke masa depan, dan keorisinilan. Aplikasi dari nilai-nilai kewirausahaan ini pun sudah terlihat pada aktifitas sehari-hari yang dilakukan di sekolah yang menjadi subyek penelitian ini.Abstract Life skills that the children should be learn from an early age are entrepreneuship. Elementary school students is a students with the earliest age to construct their knowledge to understand what is entrepreneuship which later became the most expected live skills as the work  by adults. Therefore, it should be emphasized in this research is understood the values of entrepreneuship in elementary school students. This research is qualitative desccriptive research with purpose to descrptive values entrepreneuship which understood by elementary school students. This research refers to the data from interviews and observations at school as the subject of research. The result of the research is description how is the elementary school students already recognize values of entrepreneuship as confidence, oriented task n result, dare to the risks, responsible, honest, work hard, good leader, oriented the future and originality. Practice from the values entrepreneuship visible at daily activities on this school as subject of research.

PENERAPAN FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (Pesantren dan Madrasah)

Mappasiara, Mappasiara

Auladuna Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.876 KB)

Abstract

AbstrakManajemen secara umum dapat dipahami sebagai salah satu bidang ilmu yang mencakup dimensi kehidupan individu dan sosial. Dalam institusi pendidikan, penerapan keilmuan manajemen berarti menjalankan program-program pendidikan agar mencapai tujuan yang dicita-citakan secara efektif dan efisien. Pesantren dan madrasah perlu diberdayakan agar berfungsi efektif. Tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan kemampuan dan kinerja para pimpinan lembaga pendidikan Islam dari cara kerja yang mengandalkan manajemen yang berorientasi secara rutinitas atau asal jadi, kepada bekerja dengan manajemen efektif yang berorientasi kualitas. Penerapan fungsi-fungsi manajemen pada lembaga pendidikan Islam (pesantren dan madrasah) merupakan intisari lembaga pendidikan Islam. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh proses belajar mengajar yang baik yang disertai dengan manajemen yang baik pula.AbstractManagement can be understood as one of the areas of science covering the dimensions of individual and social life. In educational institutions, the implementation of science management means running educational programs in order to achieve the goals that aspired effectively and efficiently. Pesantren and madrasahs need to be empowered to function effectively. There is no other way except to improve the capabilities and performance of the leaders of the Islamic educational institutions from the workings that rely on routine or originally oriented management to work with effective, quality-oriented management. Implementation of management functions in Islamic educational institutions (pesantren and madrasah) is the essence of Islamic education institutions. Therefore, the success of education is determined by the process of good teaching and learning which is accompanied by good management as well.

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS

Batari, Tenri, Nursalam, Nursalam, Angriani, Andi Dian

Auladuna Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.324 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dan menilai kualitas pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan koneksi matematis siswa SMP di kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan research and development dengan model formative research yang melalui empat tahap, yaitu preliminary, self-evaluation, dan prototyping, serta field. Subjek uji coba pada penelitian ini sebanyak 34 siswa. Hasil yang diperoleh pada uji validitas isi soal dinyatakan valid karena nilai CVR dan CVI yaitu 1 dengan kategori sangat sesuai. Hasil respon siswa memenuhi kriteria tercapai. Reliabilitas instrumen tes dinyatakan reliabel, dimana nilai reliabilitas yaitu 0,75 dengan interpretasi tinggi. Sedangkan dari segi tingkat kesukaran rata-rata skor total yaitu 0,542 dengan kategori sedang. Dari segi daya pembeda rata-rata skor total yaitu 0,45 dengan kategori baik. Selain itu, hasil analisis kemampuan koneksi matematis menggunakan instrumen yang telah dikembangkan diketahui bahwa dari 34 siswa terdapat 3 siswa  (8,82%) yang termasuk dalam kategori memiki tingkat kemampuan koneksi matematis sangat baik, 17 siswa (50%) yang termasuk kategori baik, 11 siswa (32,35%) termasuk kategori cukup, dan 3 siswa (8,82%) termasuk kategori kurang. Rata-rata kemampuan koneksi matematis siswa adalah 52,49 dengan kategori baik karena 51 <  skor total 75. Dengan demikian, instrumen tes kemampuan koneksi matematis yang dikembangkan memenuhi kualitas yang baik.Abstract:             This study aims to determine the development of procedures and quality of test instruments to measure the ability of mathematical connections of students on mathematics subjects in Makassar city. The type of research is research and development with formative research model through (four) stage that is introduction, self evaluation, and prototype, and field test. The subjects of this study were students of junior high school in Makassar city with the number of students. The results obtained on the validity of the content validity test because CVR and CVI is 1 with very appropriate category. Results of student responses meet the criteria achieved. Reliability, 0.6 with high interpretation. Medium in terms of the average level of difficulty the total score is 0.542 with the medium category. In terms of power differentiate the average total score is 0.45 with good category. In addition, the result of mathematical connection ability analysis using the developed instrument is known that from 34 students there are 3 students (8.82%) which included in the category memiki level of excellent mathematical connection ability, 17 students (50%) including good category, 11 students (32.35%) included enough category, and 3 students (8,82%) including less category. The average mathematical connection ability of students is 52.49 with good category because 51 <  total score 75. Thus, the test instrument of mathematical connection ability developed to meet the good quality.

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS V SD/MI PADA POKOK BAHASAN SISTEM KOORDINAT

Khaeroni, Khaeroni, Nopriyani, Eva

Auladuna Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.743 KB)

Abstract

AbstrakStruktur pengetahuan matematika dibangun melalui serangkaian konsep-konsep, teori-teori, atau postulat-postulat secara berjenjang. Matematika juga memiliki sifat yang konsisten, sistematis, dan logis. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar matematika. Karena konsep matematika berjenjang, akibatnya siswa kesulitan untuk mempelajari konsep-konsep lanjutannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan model Miles and Huberman. Contohnya untuk mempelajari materi sistem koordinat, siswa terlebih dahulu harus menguasai konsep satuan dan pengukuran, urutan pada bilangan bulat, dan menggambar garis bilangan baik secara horizontal maupun vertikal. Abstraksi matematika merupakan kesulitan tersendiri yang harus dihadapi siswa dalam mempelajari konsep-konsep matematika. Guru juga dapat mengalami kendala dalam mengajarkan matematika karena sifatnya yang abstrak. Untuk itu perlu diuraikan kesulitan apa saja yang dialami siswa dalam mempelajari materi sistem koordinat agar guru dapat mengajarkan materi serupa dengan pendekatan dan cara yang sesuai dan menemukan cara mengatasi kesulitan belajar matematika dengan pendekatan reflektif.Abstract                The structure of mathematical knowledge is built through a series of concepts, theories, or postulates in hierarchy. Mathematics also has a consistent, systematic, and logic. The fact in field shows that there are students who have difficulty in learning math. Since the tiered of mathematical concepts, students aim a difficulty on learning next concepts. The research approach used is qualitative research with Miles and Huberman model. For example, to study the concept of Coordinate System, students must master the concept of unit and measurement, sequence in integers, etc. The abstraction of mathematics is a difficulty that must be faced by students in learning mathematical concepts. Teachers can also face obstacles in teaching mathematics because of its abstract nature. Therefore, it is necessary to describe the difficulties faced by students in learning the material coordinate system so that teachers can teach similar materials with appropriate approaches and find ways to solve the difficulties of learning mathematics with a reflective approach.

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARCSI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP MOTIVASI PESERTA DIDIK SMP/MTs.

Usmadi, Usmadi, Ergusni, Ergusni

Auladuna Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.785 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran ARCSI dengan pendekatan saintifik terhadap motivasi peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII SMPN 1 kota Bukittinggi, Kelas VII SMPN 1 Ampek Angkek, dan MTs. PPM Diniyah Pasia Ampek Angkek Kabupaten Agam. Kelompok eksperimen diberi perlakuan  pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran ARCSI dengan pendekatan saintifik. Temuan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh penerapan model terhadap motivasi peserta didik yang diperoleh dari angket motivasi belajar matematika kelas VII1 MTs. PPM Diniyah Pasia, kelas VII1 SMPN 7 kota Bukittinggi, dan kelas VII1  SMPN 1 Ampek Angkek kabupaten Agam  berkategori efektif dengan mean= 64,39% . Rincian untuk aspek attention 62,29%, relevance 61,33%, confidence 65,86%, dan satisfaction 64,07%. Kemudian setelah dilakukan uji anova satu jalur disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara motivasi belajar matematika peserta didik  kelas VII1 MTs. PPM Diniyah Pasia, kelas VII1 SMPN 7 kota Bukittinggi, dan kelas VII1 SMPN 1 Ampek Angkek kabupaten Agam. Abstract                This study is a quasi experimental research that aims to determine the effect of applying ARCSI learning model with scientific approach to motivation of learners. This research was conducted in class VII of SMPN 1 Bukittinggi city, Class VII SMPN 1 Ampek Angkek, and MTs. PPM Diniyah Pasia Ampek Angkek Kabupaten Agam. The experimental group was treated by applying ARCSI learning model with scientific approach. The findings in this research is that there is influence of application of model to motivation of learners obtained from questionnaire motivation learn mathematics class VII1 MTs. PPM Diniyah Pasia, class VII1 SMPN 7 Bukittinggi city, and class VII1 SMPN 1 Ampek Angkek regency Agam effective category with mean = 64.39%. Details for attention aspects 62.29%, relevance 61.33%, confidence 65.86%, and satisfaction 64.07%. Then after the one-way anova test was concluded that there is no significant difference between the motivation of learning mathematics students VII1 grade MTs. PPM Diniyah Pasia, class VII1 SMP N 7 Bukittinggi city, and class VII1 SMPN 1 Ampek Angkek Agam district.

PERBANDINGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY APPROACH DAN MODIFIED FREE INQUIRY APPROACH TERHADAP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA

Basri, Zainal, Nursalam, Nursalam, Suharti, Suharti

Auladuna Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.364 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach terhadap pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Polong bangkeng Utara Kabupaten Takalar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment dengan pretest posttest control group design. Dari hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa model pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sedangkan berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan nilai rata-rata hasil belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach kelas VIII SMPN 2 Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.Abstract:This research aims to determine the comparison of learning models guided inquiry approach and modified free inquiry approach to solving the problems of mathematics students of class VIII SMP Negeri 2 Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar. This research type is quasi experiment research with pretest-posttest control group design. From descriptive analysis result shows that guided inquiry approach model and modified free inquiry approach is effective to improve students problem solving abilities of mathematics while based on hypothesis test show that there is no significant difference in mean score of mathematics learning outcomes between students taught using guided inquiry approach model and modified free inquiry approach class VIII SMPN 2 Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.  

MANAJEMEN PROGRAM KELAS TAHFIDH AL-QUR’AN DI MIN 2 SLEMAN YOGYAKARTA

Frasandy, Rendy Nugraha

Auladuna Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.08 KB)

Abstract

AbstrakMIN 2 Sleman telah mengalami kemajuan pesat sejak bergantinya Kepala Madrasah. Sebelum itu keadaan MIN bukan menjadi “primadona” bagi para orang tua siswa dalam menitipkan anaknya. Hal ini ditandai dengan data penerimaan siswa baru yang tidak mencukupi kuota yang disediakan. Belum lagi tantangan MIN yang menjadi “pilihan kedua” setelah Sekolah Dasar. Dengan keresahan ini, Kepada Madrasah dituntut untuk dapat membuat inovasi pada MIN tersebut. Inovasi tersebut berupa program baru yang dirilis pada tahun 2017 dikenal dengan Kelas Tahfidh Al-Qur’an. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan pada tahap perencanaan program, dimulai dengan menetapkan tujuan, menyiapkan materi, guru, alokasi waktu dan membuat perangkat pembelajaran di persiapkan dengan baik. Dalam pengorganisasian program telah memiliki struktur organisasi yang jelas. Dalam Pelaksanaan program dilakukan setiap hari senin hingga kamis dengan durasi 2x35 menit. Dalam pengawasan dilakukan pelaporan setiap Tri Wulan dan Semester untuk mengetahui target pencapaian siswa.                                                          AbstractMIN 2 Sleman has progressed rapidly since the change of Head of Madrasah. Before that the MIN situation is not a "prima donna" for the parents of students in entrusting their children. This is indicated by new student admission data that is not sufficient for the quota provided. Not to mention the MIN challenge that became the "second choice" after elementary school. With this unrest, Madrasah is required to be able to make innovations on the MIN. The innovation of a new program released in 2017 is known as Tahfizh Class Al-Quran. The research method used is descriptive qualitative. The results of the study show in the planning phase of the program, starting with setting goals, preparing materials, teachers, allocation of time and make learning tools in the well prepared. In organizing the program has a clear organizational structure. In the implementation of the program is done every Monday to Thursday with a duration of 2x35 minutes. In the monitoring conducted reporting every Tri Wulan and Semester to know the target of student achievement.

ANALISIS KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL

Ilmiyah, Luluk, Purnama, Sujoko, Mayangsari, Sizillia Noranda

Auladuna Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.676 KB)

Abstract

AbstrakTujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV. Identifikasi  latar  belakang  masalah  dari  penelitian  ini  adalah  masih  banyak  peserta didik  yang  mengalami kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita tentang  Sistem Persamaan Linier Dua Variabel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  dengan  pendekatan  kualitatif.  Subjek  dalam  penelitian  ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 PAKIS, Kabupaten Malang yang berjumlah 31 peserta didik. Analisis dilakukan dengan menggunakan tahapan Newman. pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik masih melakukan  kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV. Dalam penelitian ini, ditemukan jumlah peserta didik yang malakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan tipe kesalahan tahapan Newman, yaitu 1). 4 peserta didik salah pada tahap Reading (membaca), 2). 6 peserta didik salah pada tahap Comprehension (memahami), 3). 6 peserta didik salah pada tahap transformation (transformasi), 4). 7 peserta didik salah pada tahap Process Skill (keterampilan proses), 5). 4 peserta didik salah pada tahap Encoding (pengkodean)AbstractThe purpose of this paper is to describe the errors of students in solving the problem of SPLDV story Identify the background of the problem of this research is still a lot of students who have errors in solving the story of the System of Two Variable Linear Equations. This research is a descriptive research with qualitative approach. Subjects in this study were students of class VIII SMP Negeri 1 PAKIS, Malang regency which amounted to 31 students. The analysis is done by using the Newman stages. data collection was conducted using test and non test instruments. The results show that most students still make mistakes in solving the SPLDV story problem. In this study, found the number of students who make mistakes in solving the story problem based on the type of error Newman stages, namely 1). 4 students are wrong at the Reading stage (reading), 2). 6 students are wrong at the Comprehension stage (understand), 3). 6 students are wrong at the transformation stage, 4). 7 students are wrong at Process Skill stage (process skill), 5). 4 students are wrong on the Encoding (encoding) stage.