cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Biotik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
PROBLEMATIKA GURU PADA PELAKSANAAN PRAKTIKUM BIOLOGI POKOK BAHASAN HEWAN TAK BERTULANG BELAKANG (AVERTEBRATA) DI SMU NEGERI 9 KOTA MAKASSAR Asrijal, Asrijal
Jurnal Biotek Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Biotek
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.603 KB)

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan 1) untuk memperoleh informasi mengenai keterlaksanaan praktikum biologi kelas X  pokok bahasan hewan tak bertulang belakang (avertebrata) di SMU Negeri 9 Makassar 2) untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami pada keterlaksanaan praktikum biologi kelas X  pokok bahasan hewan tak bertulang belakang (avertebrata) di SMU Negeri 9 Makassar 3) untuk mengetahui alternatif/ usaha-usaha yang dilakukan oleh guru biologi terhadap tidak terlaksananya praktikum biologi kelas X  pokok bahasan hewan tak bertulang belakang (avertebrata) di SMU Negeri 9 Makassar.Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah memfokuskan pada guru biologi kelas X. Teknik pengambilan sasaran penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh.Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi sebagai instrumen penelitian. Data yang diperoleh di analisis dengan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlaksanaan praktikum biologi kelas X  pokok bahasan hewan tak bertulang belakang (avertebrata) di SMU Negeri 9 Makassar belum terlaksana secara keseluruhan.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM POSING DAN METODE INSIDE OUTSIDE CICRLE (IOC) PADA POKOK MATERI SISTEM PENCERNAAN KELAS XI SMA YAPIP SUNGGUMINASA GOWA Hamansah, Hamansah; Syamsiah, Syamsiah
Jurnal Biotek Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Biotek
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.603 KB)

Abstract

Problems of this study were (1) How do the results portrayed study biology that used the Problem Posing in class XI SMA Yapip IPA_1 SungguminasaGowa on the material digestive system? (2) How the results portrayed study biology that used the Inside Outside Circle (IOC) in class XI IPA2 SMA Yapip Sungguminasa Gowa on the material digestive system? (3) Are there differences in learning outcomes biology using the method of Problem Posing Methods Inside Outside Circle (IOC) and the students of class XI and class XI IPA1 IPA 2 SMA YapipSungguminasaGowa on the material digestive system? (1) To know the description of learning outcomes biology group using the method of Problem Posing (2) To know the description of learning outcomes biology group that used the Inside Outside Circle (IOC) (3) To determine differences in learning outcomes biology between groups using the method of Problem Posing and Method of Inside Outside Circle (IOC).This type of research is experimental. The study population was all students of class XI SMA Yapip Sungguminasa Gowa 2013-2014 school year totaling 110 students, divided into three classes. Samples were taken by simple random sampling method; the experiment was elected to class XI IPA 1 as much as 31 student elected as the control class is the class XI IPA 2 as many as 31 students. The study design used is ekspereimen-control. Data collection techniques using test instruments in the form of essay amounted to 10 numbers. Techniques of data analysis was done using descriptive and inferential analysis. Previously defined significance is = 0.05. After treatment in both the experimental group and the control class descriptive statistical analysis of the results obtained by the average result of learning biology experimental group = 75 whereas the average rat study results control class = 62. The results of inferential analysis of data using t test showed that the values obtained t_hitung = 10.74 and the value of T_ (table) amounted = 2.02 in the sense that the value t_hitung> than the value of T_ (table) or (10.74> 2.02), so it can be concluded that H_O rejected and the diterima.hal H_1 shows that there is a significant difference to the learning outcomes of students in biology teaching by using the method of Problem Posing higher than students in teaching by using Method Inside Outside Cicrcle (IOC).
PENGEMBANGAN PERANGKAT PENILAIAN PSIKOMOTORIK PADA PESERTA DIDIK Nur, Sri Mukminati
Jurnal Biotek Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Biotek
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.603 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat penilaian psikomotorik ditinjau dari kepraktisan. Penelitian ini adalah pengembangan perangkat dengan menggunakan model riset pengembangan tipe formatif research. Pada penelitian menggunakan satu kelas sebagai subjek penelitian dan satu kelas ujicoba small group dimana jumlah siswa pada small group hanya 20 peserta didik sedangkan pada subjek penelitian terdiri atas 40 peserta didik. Instrumen penelitian berupa lembar validasi instrumen, angket respon guru, lembar instrumen keterlaksanaan dan kepraktisan lembar kerja siswa dan tugas kinerja siswa. Lembar validasi instrumen digunakan untuk memperoleh data tentang kevalidan instrumen, angket respon guru untuk memperoleh data kepraktisan tentang penggunaan perangkat penilaian kinerja, instrumen keterlaksanaan dan keterlayakan untuk memperoleh data kepraktisan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat penilaian kinerja peserta didik pada materi pokok sistem ekskresi telah memenuhi kriteria kualitas perangkat pembelajaran, yaitu: kepraktisan, analisis keterlaksanaan perangkat penilaian kinerja diperoleh rata-rata total 3,5 berada pada kategori “sebagian besar terlaksana” (3,5 ≤ T ≥ 4,5) dan penilaian kelayakan perangkat penilaian kinerja 3,75 berada pada kategori “sangat layak”  Kesimpulan Pengembangan perangkat penilaian kinerja peserta didik pada materi pokok sistem ekskresi dengan model pengembangan tipe formatif research dengan tiga tahap yaitu: 1) self evaluation 2) prototyping 3) field test dan perangkat ini memenuhi kriteria kepraktisan
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATERI SISTEM REGULASI PADA MANUSIA DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) PADA SMA KARTIKA WIRABUANA MAKASSAR Hakim, Abd
Jurnal Biotek Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Biotek
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.603 KB)

Abstract

This research aimed to produce valid, practical and effective learning packages on the topic of human regulatory system by applying cooperative model of Numbered Head Together (NHT) type at SMA Kartika Wirabuana I Makassar.The subjects of this study were 30 grade XI students of IPA.1 at SMA Kartika Wirabuana I Makassar second semester 2010/2011 academic year. The data of this study were obtained from packages validation results, research instruments that collected by experts, evaluators, observers and questionnaire responses from students which were analysed quantitatively.The developed learning packages were learning plan (RPP), student’s book (BS) and student’s worksheet (LKS). This research found that the validity value of the learning plan (RPP), the student’s book (BS) and the student’s worksheet (LKS) on each evaluated aspects were categorised as “valid” (3.5 ≤ X ≤ 4.5) and “extremely valid” (4.5 ≤ X ≤ 5). These results indicated that the cooperative learning model of numbered head together (NHT) type on the topic of human regulatory system have been valid. The practical of the packages was also categorised in “completely implemented” (1.5 ≤ M ≤ 2.0) with 2.0 ideal value and 86.08% desagreement percentage. The effectiveness was evaluated from: (1) positive responses of the students to the learning model, student’s book and student’s worksheet, (2) All of the students’ activities were completed within ideal time intervals, (3) Teacher’s ability in managing the learning process was categorised in “high” (2.5 ≤ KG ≤ 3.5) and “extremely high” (3.5 ≤ KG ≤ 4), and (4) the results of the students’ classical learning test which was 85% with 12.58 standard deviation ( X ± SD ).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REINFORCEMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMPN 1 BONGGAKARADENG TANA TORAJA PADA MATERI BERBAGAI SISTEM DALAM KEHIDUPAN MANUSIA Isnada, Isnada
Jurnal Biotek Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Biotek
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.603 KB)

Abstract

This study aimed to determine students learning outcome biology using model Reinforcement. This study is classified as a type of quasi-experimental study aimed to look at the effect of reinforcement in improving student learning outcomes in the subject of Biology subjects understand the different systems in the human life. Quasi-experimental research methods using models contol nonequivalent group design. Based on the results of research in the field, shows that the administration of reinforcement (reinforcement) can significantly improve student learning outcomes of the acquisition value of the average (mean) of 47.17 pretest and post-test gain of 86.33.
MODEL SM2CL UNTUK PEMBELAJARAN BIOLOGI YANG INOVATIF Mustami, Muh Khalifah
Jurnal Biotek Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL 22 Desember 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.603 KB)

Abstract

     Saat ini kita sedang menghadapi pasar bebas Asia Tenggara yang dikenal dengan sebutan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Perlu disadari bahwa MEA membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dengan daya saing yang tinggi dan kematangan mental. Dunia pendidikan kita juga dihadapkan pada suatu   tantangan yaitu era pengetahuan (knowledge era). Oleh karena itu, tujuan pendidikan dan pembelajaran hendaknya bermuara pada pemenuhan keterampilan intelektual   pebelajar, agar kelak dapat berasimilasi dengan era pengetahuan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, perlu mewujudkan tugas yang terpenting dalam mengajar yaitu membantu siswa berpikir.     Salah satu keterampilan intelektual yang perlu diberikan kepada pebelajar adalah keterampilan  mengembangkan  daya  cipta  atau  pemikiran  kreatif  agar  ia  menjadi individu yang kreatif. Model SM2CL sebagai model pembelajaran yang menggabungkan synectics (aktivitas analogi), mind map (peta pikiran), dan cooperative learning (pembelajaran kelompok kecil) sudah teruji efektivitasnya dalam pembelajaran.     Pembelajaran IPA, khususnya pembelajaran biologi sejatinya selalu dikembangkan untuk menghasilkan model-model pembelajaran yang inovatif. Dengan demikian, harapan akan pebelajar yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi  bisa tercapai yang pada gilirannya pebelajar dapat berasimilasi dengan MEA dan knowledge era. SM2CL merupakan salah satu hasil pengembangan model pembelajan yang efektif meningkatkan  kemampuan berpikir kreatif, sikap kreatif, dan penguasaan materi pelajaran pada pebelajar.
INTEGRASI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DENGAN AGAMA Safei, Safei
Jurnal Biotek Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Biotek
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.603 KB)

Abstract

Salah satu misi IAIN Alauddin beralih menjadi UIN Alauddin Makassar tahun 2005 yang lalu  adalah Integrasi Keilmuan. Artinya mata kuliah umum yang ada di UIN harus diintegrasikan dengan agama, agar mahasiswa/alumni dapat mengetahui keterkaitan mata kuliah jurusannya dengan Sang Pencipta, minimal  mereka dapat membaca al-Qur’an  dengan fasih/lancar, mengetahui ayat-ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan jurusannya, tahu terjemahannya, dan dapat mengimlementasikan dalam proses pembelajarannya di kelas maupun di luar kelas. Dengan seringnya mahasiswa pendidikan biologi mengadakan praktek lapangan di alam terbuka atau dihabitat aslinya, akan menumbuhkan sikap empati pada diri mereka untuk selalu  dekat dengan alam dengan harapan mereka  dapat melestarikan alam (terciptanya kesimbangan ekosistem), yang pada akhirnya tertanam pada kalbunya bahwa produk teknologi; perangkat keras, lunak dan pengguna(manusia) tidak tercipta secara kebetulan atau tidak ada yang menciptakan melainkan ada yang menciptakan yaitu Allah SWT. Tiga fungsi utama Internet and Computer Technology (ICT) dalam kegiatan pembelajaran, yaitu (1) teknologi berfungsi sebagai alat (tools), untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengolah kata, 2) Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan(science), (3) Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Teknologi pembelajaran adalah kajian dan praktek etis untuk menfasilitasi belajar dan memperbaiki kinerja dengan menciptakaan, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang sesuai. Teknologi pembelajaran sangat penting untuk dikembangkan karena dapat meningkatkan mutu pembelajaran, merupakan tuntutan paradigma baru pendidikan, sesuai dengan kebutuhan pasar, dan mengikuti visi pendidikan global yang menganut pendidikan untuk semua. Teknologi pembelajaran merupakan bagian integral dari proses pembelajaran, berfungsi untuk memepercepat proses pemahaman, meningkatkan kualitas, meletakan dasar yang kongkrit dalam pembelajaran. Sedangkan manfaat dan kegunaan teknologi pembelajaran adalah membuat kongkrit konsep-konsep yang abstrak, menghadirkan obyek-obyek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat ke dalam lingkungan belajar, menampilkan obyek yang terlalu besar atau kecil, dan memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat atau lambat.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SURVEY QUESTION READ REFLECT RECITE REVIEW (SQ4R) DENGAN METODE TALKING STICK TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNISI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMAN 9 MAKASSAR Rasjid, Yusniar
Jurnal Biotek Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Biotek
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.603 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh model pembelajaran SQ4R dengan metode Talking Stick terhadap keterampilan metakognisi siswa SMA 09 Makassar; (2) pengaruh model pembelajaran SQ4R dengan metode Talking Stick terhadap hasil belajar biologi SMA 09 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen semu (Quasi Eksperimen) menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 9 Makassar tahun ajaran 2012-2013. Pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan rubrik MAD untuk mengukur keterampilan metakognisi siswa dan tes hasil belajar berbentuk uraian untuk mengukur hasil belajar biologi siswa. Data analisis secara deskiptif dan inferensial (statistik anakova dengan bantuan program SPSS 20,0 for Windows, dilakukan dengan taraf signifikansi 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh signifikan model pembelajaran SQ4R dengan metode Talking Stick terhadap keterampilan metakognisi siswa, (2) Ada pengaruh signifikan model pembelajaran SQ4R dengan metode Talking Stick terhadap hasil belajar biologi siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Biologi pada Siswa Kelas XI MA Madani Alauddin Pao-Pao Kabupaten Gowa Syahriani, Syahriani
Jurnal Biotek Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Biotek
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.603 KB)

Abstract

Pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) adalah bentuk pembelajaran yang merupakan kombinasi antara belajar kooperatif dengan belajar individual. Siswa tetap dikelompokkan tetapi setiap siswa belajar sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar biologi siswa kelas XI  Madrasah Aliyah Madani ALauddin Pao-Pao melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada kelas XI IPA MA Madani Alauddin Pao-Pao tahun pelajaran 2011/2012 dengan nilai rata-rata siklus I sebesar 88,75 dan pada siklus II meningkat menjadi 96, 45.
ANALISIS HIDRO-OSEANOGRAFI UNTUK BUDIDAYA TIRAM MUTIARA DI PERAIRAN BAUBAU Jamilah, Jamilah
Jurnal Biotek Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Biotek
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.603 KB)

Abstract

Community activities to perform, especially marine aquaculture farming pearl oysters around Baubau municipal waters has increased. This study aims to analyze (1). hydro-oceanographic factors for the suitability of the development of pearl oyster farming in the waters of the city of Baubau, Southeast Sulawesi (2). The capacity of the land and the production capability of land for the development of pearl oyster farming based on changes in hydro oceanographic parameters. The method used is the exploratory study using survey methods and direct measurements in the field. Data were analyzed descriptively reported in the form of Tables and Figures. The results showed that after a through analysis of hydro oseangrafi waters of Baubau then obtained the appropriate areas suitable for cultivation and pearl oyster 512.31 hectares with a capacity of 409.85 hectares of land available. pearl oyster cultivation of 40 985 units with production forecast 4391.23 tons / year or as much as 133,434.80 grains / year.

Page 1 of 3 | Total Record : 23