cover
Filter by Year
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science)
Published by Universitas Andalas
Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) "Indonesian Journal of Animal Science". Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan kehewanan. JPI diterbitkan untuk menyempurnakan dan melanjutkan Jurnal Peternakan dan Lingkungan (JPL) yang telah ada semenjak bulan Oktober 1994. JPI diterbitkan tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Articles
238
Articles
Pengaruh Pemberian Jahe, Kunyit dan Salam Terhadap Kadar Asam Urat dan Glukosa Darah pada Bebek

Sulistyoningsih, M., Rakhmawati, R., Septiyanto, A. A.

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tambahan herbal jahe, kunyit dan salam untuk menurunkan kadar asam urat dan glukosa darah pada bebek. DOD bebek subyek unsex 100 ekor. Perlakuan pada penelitian ini adalah P0 (pakan kontrol), P1 (pakan + jahe 2%), P2 (pakan + daun salam 3%) dan P3 (pakan + kunyit 0,2%) dengan empat ulangan. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan jika berbeda nyata antar perlakuan. Hasil penelitian pemberian tambahan herbal jahe, kunyit dan salam tidak memberikan pengaruh (P> 0,05) terhadap kadar asam urat dan glukosa darah.

Pengaruh Suplementasi Sumber Protein Hijauan Leguminosa terhadap Produksi Amonia dan Protein Total Ruminal Secara In Vitro

Prayitno, R. S., Wahyono, F., Pangestu, E.

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari konsentrat yang berbeda dengan sumber beberapa jenis leguminosa terhadap konsentrasi NH3, dan protein total rumen secara in vitro. Materi penelitian berupa konsentrat (kandungan PK 13%, TDN 65%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan.  Perlakuan konsentrat adalah T1 (6% Crotalaria usaramoensi), T2 (6% Crotalaria juncea),T3 (6% Tephrosia), T4 (3% Crotalaria usaramoensi + 3% Crotalaria juncea), T5 (3% Crotalaria usaramoensi + 3% Tephrosia), T6 (3% Crotalaria juncea + 3% Tephrosia), T7 (2% Crotalaria usaramoensi + 2% Crotalaria juncea + 2% Tephrosia). Parameter yang diamati adalah produksi NH3 dan produksi protein total. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam dan apabila terdapat pengaruh nyata (P<0,05) akibat perlakuan, dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrat yang ditambah dengan berbagai jenis leguminosa mampu meningkatkan produksi amonia dan protein total. Konsentrat dengan suplemen leguminosa jenis Crotalaria mampu meningkatkan produksi NH3 dan produksi protein total. Sedangkan konsentrat dengan suplemen leguminosa jenis Tephrosia di atas 3% akan menurunkan produksi NH3 dan protein total.

Halaman Belakang JPI Vol 20 No 2 Juni 2018

Belakang, Halaman

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Halaman Belakang JPI Vol 20 No 2 Juni 2018

Pengaruh Suplementasi Kolin Klorida terhadap Efisiensi Energi Bruto pada Sapi Perah Laktasi

Hayusasmita, R. G., Harjanti, D. W., Sutrisno, Sutrisno

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi kolin klorida dalam pakan terhadap efisiensi energi bruto sapi perah laktasi. Penelitian ini menggunakan 8 ekor sapi perah betina Friesian Holstein laktasi pada bulan laktasi ke-3 dan ke-4 dengan periode laktasi II. Pakan yang digunakan adalah rumput gajah dan konsentrat WA Feed, serta kolin klorida 60% corncob dengan imbangan pemberian hijauan dan konsentrat 40 : 60. Rancangan yang digunakan adalah cross over designs dengan 2 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah T0 (ransum kontrol) dan T1 (ransum kontrol + kolin klorida 30 g/ekor/hari). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata antara konsumsi TDN pada kelompok T0  (9,05 ± 1,44 kg/ekor/hari) dan T1 (9,61 ± 1,40 kg/ekor/hari). Namun, produksi susu 4% FCM pada kelompok T1 (14,54 ± 3,14 kg/ekor/hari) lebih banyak (P<0,05) jika dibandingkan dengan kelompok  T0 (13,36 ± 2,63 kg/ekor/hari). Efisiensi energi bruto menunjukan tidak berbeda antara T0  (0,28 ± 0,05) dan T1  (0,29 ± 0,06). Simpulan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa suplementasi kolin klorida dalam pakan sebanyak 30 g/ekor/hari tidak mempengaruhi konsumsi TDN dan efisiensi energi bruto, namun dapat meningkatkan produksi susu 4% FCM.

Analisis Keragaman Exon-1 Gen Hormon Pertumbuhan pada Itik Lokal (Bayang) Sumatera Barat Menggunakan Metoda PCR-RFLP

Sarbaini, Sarbaini, Yurnalis, Yurnalis, Hendri, Hendri

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi polimorfisme BfmI ekson-1 gen hormon pertumbuhan itik Bayang. Sebanyak 100 sampel DNA genom diekstrak dari sampel darah individu itik. Prosedur PCR digunakan untuk mengamplifikasi fragmen ekson-1 gen hormon pertumbuhan sepanjang 801 bp menggunakan sepasang primer F: 5’-CTGGAGCAGGCAGGAAAATT-3’ dan R: 5’-TCCAGGGACAGTGACTCAAC-3’. DNA produk amplifikasi kemudian direstriksi menggunakan enzim restriksi BfmI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi keragaman itik Bayang menggunakan GH/BfmI bersifat monomorfik dengan frekuensi alel T adalah 1,00 dan frekuensi alel A adalah 0,00.

Efek Ekstrak Hipofisa Sapi terhadap Pertambahan Bobot dan Umur Pubertas Mencit Betina (Mus musculus)

Kaka, A., Nalley, W. M., Hine, T. M.

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak hipofisa sapi terhadap pertambahan bobot badan dan umur pubertas mencit betina. Materi penelitian adalah mencit betina strain swiss webster yang berumur 21 hari, sebanyak 48 ekor dengan kisaran berat badan (BB) 11-13 gram (±12 gram). Rancangan percobaan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 12 ulangan yaitu penyuntikan ekstrak hipofisis dengan dosis 0 mg/g BB (P0, kontrol); 0,05 mg/g BB (P1); 0,10 mg/g BB (P2); 0,15 mg/g BB (P3). Penyuntikan dilakukan dua kali seminggu sejak umur lepas sapih hingga pubertas, secara intraperitoneal. Data pertambahan bobot badan dan umur pubertas dianalis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak hipofisa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap PBB dan umur pubertas mencit betina. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyuntikan esktrak hipofisa sapi dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan mempercepat umur pubertas mencit betina, dengan dosis ekstrak hipofisa terbaik adalah 0,15 mg/g bobot badan.

Evaluasi Pertumbuhan dan Produktivitas Sorgum Mutan Brown Midrib (Sorghum bicolor L. Moench) Fase Pertumbuhan Berbeda sebagai Pakan Hijauan pada Musim Kemarau di Tanah Ultisol

Sriagtula, R., Sowmen, S.

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan produksi biomasa beberapa galur sorgum mutan BMR fase pertumbuhan berbeda sebagai pakan hijauan di tanah ultisol pada musim kemarau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial (6 x 3) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah galur sorgum mutan BMR : galur Patir 3.1 (non BMR/kontrol), Patir 3.2, Patir 3.3, Patir 3.5, Patir 3.6 dan Patir 3.7, sedangkan faktor kedua adalah waktu panen : fase berbunga, fase soft dough dan fase hard dough. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, lebar dan panjang daun, rasio daun, batang dan malai, produksi boimasa segar, produksi bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan galur sorgum mutan BMR secara umum  hampir sama dengan galur sorgum mutan non BMR pada musim kemarau, terlihat pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, lebar daun, proporsi daun  batang malai, kandungan gula batang, produksi segar dan produksi bahan kering yang memberikan pengaruh berbeda tidak nyata. Waktu panen hard dough menghasilkan pertumbuhan tertinggi pada parameter tinggi tanaman, proporsi malai dan produksi BK. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan pertumbuhan dan produksi tanaman galur sorgum mutan BMR pada musim kemarau.

Review: Potensi, Faktor Pembatas dan Pengolahan Rumput Laut Coklat (Phaeophyceae) sebagai Pakan Ayam Petelur

Dewi, Y. L., Yuniza, A., Nuraini, Nuraini, Sayuti, K., Mahata, M. E.

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini dibuat untuk mengetahui potensi, faktor pembatas, dan pengolahan rumput laut coklat (Phaeophyceae) sebagai pakan ayam petelur. Rumput laut coklat (Phaeophyceae) adalah rumput laut yang mengandung pigmen klorofil a, karotin, xanthofil dan fukosantin, pigmen yang dominan adalah fukosantin yang menutupi warna lainnya dan menyebabkan rumput laut ini kelihatan berwarna coklat. Rumput laut coklat memiliki potensi sebagai bahan pakan ayam petelur karena ketersediaan yang melimpah, tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, mengandung zat-zat nutrisi, tidak bersifat toksik, kaya asam lemak omega 3, mengandung pigmen fukosantin, alginat dan fukoidan. Faktor pembatas penggunaan rumput laut ini, yaitu 1) Kandungan nutrisi dan kualitas: alginat tinggi, protein rendah, dan energi rendah; 2) Kandungan anti nutrisi: kadar garam tinggi dan phlorotannin; 3) Penanganan dan pengolahan: membutuhkan berbagai pengolahan khusus sebelum digunakan sebagai pakan ternak. Faktor-faktor pembatas tersebut dapat diatasi dengan perlakuan fisik (pencucian, pengeringan, autoklaf, perebusan dan freezing), fermentasi dan penambahan enzim dalam pakan sebagai upaya untuk meningkatkan ketersediaan zat nutrisi dan mendetoksifikasi senyawa antinutrisi. Rumput laut coklat (Phaeophyceae) memiliki potensi sebagai bahan pakan penyusun ransum ayam petelur.

Pengaruh Level Energi dan Protein dengan Bakteri Bacillus amyloliquefaciens sebagai Probiotik untuk Mengurangi Pencemaran Amonia pada Kandang Ayam broiler

Riza, H., Wizna, Wizna, Rizal, Y., Yusrizal, Yusrizal

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan bakteri Bacillus amyloliquefaciens dapat mengurangi pencemaran amonia pada kandang ayam broiler. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial 3x 3 dengan 3 ulangan dan 2 faktor. Faktor A level energi (H1 3000 kkal/kg), (H2 2900 kkal/kg), (H3 2800 kkal/kg). Faktor B level protein (R1 22 %), (R2 20 %) dan (R3 18%). Parameter yang diukur adalah Kadar ammonia, kadar air ammonia dan pH ammonia. Hasil penelitian menunjukan kombinasi level energi dan level protein serta interaksi kedua faktor signifikan (P< 0,05) terhadap kadar ammonia, kadar air dan pH ammonia. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi energi protein yaitu 2800 kkal/kg : 18% dan bakteri Bacillus amyloliquefaciens lebih efektif untuk mengurangi pencemaran amonia pada kandang ayam broiler.

Performa Berahi Sapi PO Berbagai Umur yang Disinkronisasi Menggunakan Medroxy Progesterone Acetate di Satker Kendal

Mustagfiroh, Mustagfiroh, Sutiyono, Sutiyono, Kurnianto, E.

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis performa berahi sapi Peranakan Ongole (PO) yang disinkronisasi dengan Medroxy Progesterone Acetate (MPA). Materi penelitian adalah 53 ekor sapi PO betina. Sapi-sapi dibagi berdasarkan umur menjadi 3 kelompok yaitu 2-5, >5-9 dan >9-12 tahun, kemudian sapi disinkronisasi menggunakan MPA dengan dosis 50 mg per ekor. Parameter yang diamati adalah jumlah sapi yang berahi, kecepatan berahi dan lama berahi. Data banyaknya sapi yang berahi dianalisis menggunakan analisis deskriptif sedangkan data kecepatan berahi dan lama berahi masing-masing kelompok umur dianalisis menggunakan one way anova dengan bantuan progam SPSS. Hasil penelitian menunjukkan persentase respon berahi sapi yang disinkronisasi menggunakan MPA pada masing-masing kelompok umur 20%, 50% dan 35%. Hasil analisis kecepatan berahi dan lama berahi antar kelompok umur sapi yang disinkronisasi dengan MPA menunjukkan tidak ada perbedaan. Simpulan penelitian adalah sinkronisasi menggunakan MPA tidak memberi perubahan terhadap performa berahi sapi PO berbagai umur.