cover
Filter by Year

Analysis
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science)
Published by Universitas Andalas
Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) "Indonesian Journal of Animal Science". Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan kehewanan. JPI diterbitkan untuk menyempurnakan dan melanjutkan Jurnal Peternakan dan Lingkungan (JPL) yang telah ada semenjak bulan Oktober 1994. JPI diterbitkan tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Articles
240
Articles
Evaluasi Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada Mutu Daging Se’i Babi di Kota Kupang

Cruz, E. S. D. C., Lalel, H. J. D., Kale, P. R.

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.052 KB)

Abstract

Daging se’i (daging asap) merupakan produk olahan tradisional yang popular di NTT proses pembuatan se’i dari bahan daging babi dan sapi. Sistem pengolahan se’i masih menggunakan cara yang tradisional dan konvensional. Untuk memproduksi produk pangan yang aman dikonsumsi, perlu menggunakan standar-standar keamanan pangan. Salah satu standar keamanan pangan yang diakui adalah Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan se’i di 2 Depot se’i yang berada di kawasan Kota Kupang berdasarkan HACCP selama periode waktu Januari-April 2018 dengan analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh di kedua Depot se’i belum menerapkan standar HACCP, SSOP dan proses GMP, sehingga ada potensi bahaya dari aspek biologis, fisik dan kimia. Dari identifikasi CCP ditetapkan 5 proses yang memiliki CCP, yaitu: penerimaan daging, pengirisan, pencampuran bumbu, pengasapan dan penyimpanan. Perlu menerapkan HACCP untuk menunjang produksi se’i. Rekomendasi untuk HACCP, SSOP dan GMP adalah; higienes karyawan, pemeriksaan alat produksi secara berkala, perbaikan tata ruang dan keamanan air.

Kajian Upaya Peningkatan Mutu Sosis Tradisional Timor (Budik)

Pinto, R., Kale, P. R., Lalel, H. J. D.

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.414 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu sosis tradisional Timor (budik) berbahan dasar daging babi. Daging babi merupakan hasil ternak yang dikonsumsi masyarakat. Selain mengandung unsur-unsur gizi seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, daging babi memiliki kelebihan yakni mengandung banyak thiamin (vitamin B1) yang diperlukan oleh tubuh untuk mencerna karbohidrat dan menunjang kerja sistem saraf. Penelitian ini menggunakan daging babi dengan lima (5) perlakuan, yakni: P0: Darah  70% + Lemak bagian abdominal 30% sebagai kontrol P1: Darah 70% + Daging 30 %, P2: Darah  40% + Lemak bagian abdominal 20 % + Daging  40%, P3: Darah 35 % + Lemak bagian abdominal 20% + Daging 45 %, P4: Darah 30% +  Lemak bagian Abdominal 20 % + Daging 50%. Parameter yang diuji dalam penelitian ini: kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, serta warna, aroma, cita rasa dan tekstur. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA). Dilanjutkan dengan uji Duncan’s. Data non parametrik hasil uji hedonik dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis. Simpulan penelitian ini adalah Perbedaan konsentrasi campuran daging dalam masing-masing perlakuan sosis tradisional Timor (budik) memberikan perbedaan yang nyata terhadap  kadar air, kadar abu, kadar lemak dan  kadar protein, serta warna, aroma, cita rasa dan tekstur. Berdasarkan dari hasil yang diperoleh masing-masing perlakuan terbaik dari penambahan daging babi adalah perlakuan P1 dengan menggunakan darah 70% dan daging 30%.

Halaman Depan JPI Vol 20 No 3 Oktober 2018

Depan, Halaman

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.343 KB)

Abstract

Halaman Depan JPI Vol 20 No 3 Oktober 2018

Pengaruh Imbangan Energi dan Protein Serta Kepadatan Kandang Terhadap Penampilan Ayam Pedaging

Silondae, H., Polakitan, D.

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.88 KB)

Abstract

Masalah imbangan energi-protein dalam ransum serta kepadatan kandang yang berbeda merupakan bahan kajian yang perlu dilakukan dalam upaya perbaikan penampilan ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh imbangan energi dan protein serta kepadatan kandang terhadap penampilan ayam pedaging. Metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3x2 dengan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas dua faktor, dimana faktor pertama adalah adalah kepadatan ternak (A) terdiri atas tiga taraf perlakuan yaitu 4 ekor/m2 (A1), 8 ekor/m2 (A2), dan 12 ekor/m2 (A3). Faktor kedua adalah imbangan energi dan protein (B), terdiri atas dua taraf perlakuan yaitu: 2900 kkal/kg : 22% PK (B1), dan 3100 kkal/kg : 19% PK (B2). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan A1B1 : 4 ekor/m2 - 2900 kkal/kg (EM) : 22 % (PK) berpengaruh nyata terhadap nilai KRH, PBBH, konversi ransum, dan persentase karkas.

Halaman Belakang JPI Vol 20 No 3 Oktober 2018

Belakang, Halaman

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.842 KB)

Abstract

Halaman Belakang JPI Vol 20 No 3 Oktober 2018

Identifikasi Permasalahan yang Dihadapi oleh Anggota Forum Silaturahmi Peternak Kambing di Sumatera Barat

Intano, F. T., Madarisa, F.

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.806 KB)

Abstract

Satu kajian awal telah dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh peternak anggota forum silaturahmi peternak kambing Sumatera Barat (FSPKSB). Data primer dikumpulkan memakai pendekatan partisipatif yang diambil dari konsep ‘proses belajar sosial’ untuk dua tujuan; (1) mendapatkan informasi mendalam tentang pemeliharaan ternak dan (2) upaya untuk memperbaiki kesadaran dikalangan 28 orang peternak anggota forum. Analisa data menggunakan kerangka logis dengan pengungkapan secara deskriptif rasional. Hasil kajian adalah peternak kambing menghadapi sejumlah masalah, terdiri dari; mutu bibit, penyediaan pakan, pencegahan penyakit, perluasan pasar untuk menambah produksi dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta kebijakan pendukung. Transformasi untuk merevitalisasi pengelolaan agribisnis ternak kambing mestinya mewujudkan proses dan produk yang standar. Hal ini sesuai dengan aturan perundang-undangan dari lembaga berwenang.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Ternak Sapi potong di Kecamatan Sitiung, Kabuaten Dharmasraya

Indrayani, I., Andri, Andri

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.298 KB)

Abstract

Keberhasilan usaha ternak sapi potong bergantung pada tiga unsur yaitu bibit, pakan, dan manajemen atau pengelolaan. Tujuan Penelitian adalah untuk menghitung pendapatan usaha ternak sapi potong dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak sapi potong di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 43 orang peternak sapi potong. Variabel yang diukur adalah pendapataan usaha ternak sapi potong dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak sapi potong di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis pendapatan dan teknik ekonometri dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan peternak dari usaha ternak sapi di Kecamatan Sitiung selama satu tahun adalah sebesar Rp. 8.579.213,- dengan rata-rata kepemilikan ternak 4,3 ekor. Variabel yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan usaha ternak sapi potong adalah variabel biaya usaha ternak sapi potong, jumlah ternak yang dipelihara, dan sistem pemeliharaan sapi. Sementara variable pengalaman beternak dan lamanya pendidikan peternak tidak berpengaruh nyata.

Analisis Struktur Biaya dan Pendapatan Usaha Peternakan Ayam Pedaging dengan Menggunakan Closed House System dan Open House System

Pakage, S., Hartono, B., Nugroho, B. A., Iyai, D. A.

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.995 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur biaya dan tingkat pendapatan usaha peternakan ayam pedaging dengan menggunakan closed house system dan open house system. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi biaya tetap tertinggi pada closed house system berturut-turut adalah biaya peralatan (81,97%), biaya penyusutan kandang (14,40%), tandon air (1,66%), bangunan listrik (1,20), dan gudang (0,77%), sedangkan pada peternak open house system berturut-turut dari tertinggi adalah biaya kandang (50,26%), biaya peralatan (42,86), biaya tandon air, dan gudang. Proporsi biaya variabel tertinggi pada kedua kelompok peternak adalah biaya pakan, biaya DOC, tenaga kerja, listrik, medicine dan bahan bakar. Proporsi biaya variabel pada kedua kelompok lebih dari 97 % dari total biaya. Rata-rata penerimaan yang diterima oleh peternak ayam pedaging yang menggunakan closed house system lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang diterima oleh peternak ayam pedaging dengan open house system. Pendapatan per periode produksi yang diterima oleh peternak ayam pedaging dengan closed house system lebih tinggi bila dibandingkan dengan peternak open house system. Namun pendapatan per ekor maupun per kg bobot badan terlihat sebaliknya. Demikian juga rasio antara penerimaan dengan biaya (R/C) bahwa pada usaha peternakan ayam pedaging dengan open house system lebih tinggi (1,10) bila dibandingkan dengan pada closed house system (1,07).

Peran Komunikasi Penyuluh Lapangan dalam Pembangunan Agribisnis Ternak Itik di Kabupaten Brebes

Utami, S. N., Sita, S. K.

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.694 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran penyuluh lapangan dalam rangka pengembangan agribisnis ternak itik di Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan subjektif dengan data kualitatif. Metode dalam pengambilan data adalah dengan indepth interview, survei, dan studi pustaka yang diharapkan dapat menunjang kegiatan penelitian. Wawancara dilakukan terhadap penyuluh lapangan serta peternak lokal di tiga wilayah kecamatan yang dipilih secara random sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui keefektifan komunikasi oleh penyuluh lapangan yang ada di wilayah Kabupaten Brebes. Dari hasil wawancara dan survei lapangan, kemudian dirumuskan  model komunikasi yang efektif dengan menggunakan analisis SWOT.  Analisis SWOT tersebut dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan dalam rangka pengembangan agribisnis ternak itik di Kabupaten Brebes. Kesimpulan yang didapat bahwa model komunikasi yang sesuai adalah dengan metode yang dibutuhkan oleh petani. Penyuluh memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan pembangunan agribisnis ternak itik di Kabupaten Brebes. Hal tersebut didukung dengan komunikasi personal yang baik antara penyuluh lapangan dengan peternak itik di Kabupaten Brebes.

Fermentabilitas Ruminal In Vitro pada Pakan Berbasis Jerami Padi Amoniasi dengan Suplementasi Tepung Bonggol Pisang dan Molases

Rahayu, R. I., Subrata, A., Achmadi, J.

Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.403 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji tepung bonggol pisang sebagai pengganti molases terhadap fermentabilitas pakan komplit berbasis jerami padi amoniasi secara in vitro. Penelitian menggunakan rancangan Uji T (T-Test) Independent Sample pada taraf signifikasi 5% dengan 2 perlakuan dan 6 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu (T1: pakan komplit 98% + molases 2%) dan (T2: pakan komplit 97,37% + tepung bonggol pisang 2,65%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian molases dengan bonggol pisang pada pakan komplit berbasis jerami padi amoniasi secara in vitro tidak memberikan pengaruh yang berbeda (p>0,05) terhadap rerata produksi NH3 T1 (2,39 mM) dan T2 (2,31 mM), konsentrasi VFA total T1 (58,33 mM) dan T2 (63,33 mM), asam asetat T1 (71,80%) dan T2 (72,22%), asam propionat T1 (20,67%) dan T2 (21,84%), asam butirat T1 (7,26%) dan T2 (6,27%), rasio C2/C3 pada T1 (3,45) dan T2 (3,32), kecernaan bahan kering T1 (73,34%) dan T2 (72,51%) dan kecernaan bahan organik T1 (80,80%) T2 dan (77,74%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bonggol pisang dapat menggantikan molases sebagai sumber RAC pada pakan komplit berbasis jerami padi amoniasi.