cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PUSTAKALOKA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
Pemanfaatan Social Media Network Sebagai Media Komunikasi Komunitas Pustakawan Homogen Dalam Rangka Optimalisasi Resources Sharing Koleksi Antar Perguruan Tinggi Haryanto, Haryanto
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.470

Abstract

Abstrak; Karya ilmiah ini merupakan hasil analisis yang mengulas media sosial sebagai media yang sangat efektif di jadikan sebagai media komunikasi komunitas pustakawan dari perpustakaan yang sama program studinya (homogen) antar perguruan tinggi.Tujuan dari analisis ini adalah terciptanya komunikasi antar pustakawan homogen antar perguruan tinggi sehingga dapat saling mendukung dalam penyediaan koleksi. karena dalam dunia perpustakaan, keterbatasan koleksi dihadapi oleh hampir semua perpustakaan, sehingga diperlukan usaha seperti sharing koleksi (resources sharing), untuk itu di perlukan suatu media yang dapat dijadikan media komunikasi yang menghubungkan perpustakaan-perpustakaan tersebut. Dan media sosial tersebut adalah facebookDengan media sosial dapat dimungkinkan membuat komunitas-komunitas sejenis atau homogen sehingga dapat berkomunikasi secara cepat untuk sharing koleksi. Dalam memanfaatkan media sosial untuk resources sharing perpustakaan perguruan tinggi, agar efektif diperlukan beberapa hal diantaranya kesamaan komunitas jurusan / homogen, admin utama pengendali, kesepakatan resources sharing, daftar admin masing-masing perpustakaan, jasa ekspedisi, serta MoU.Abstract; This paper is the result of analysis to review social media as a very effective medium in use as a medium of communication community librarians from the same library studies program (homogeneous) between universities.The purpose of this analysis is the creation of a homogeneous communication between librarians between universities so that they can support each other to provide of collection. In the world of libraries, collection limitations faced by almost all libraries, so that the necessary efforts such as sharing collections (resources sharing), for it is needed of a comunication medium that can be used as a medium of communication that connect these libraries. And social media is facebookWith social media may be possible to create communities of similar or homogeneous so that they can communicate quickly for sharing collections. In utilizing social media for sharing resources the college library, in order to effectively take a few things in common among communities majors / homogeneous, the main admin control, resources sharing deal, admin list each library, freight forwarding services, as well as the MoU.     
Manajeman Mahasiswa Part-Time: Best Practice Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.452

Abstract

Abstrak; Makalah ini ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan tentang manajemen mahasiswa part-time yang telah dilakukan oleh Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Hal ini perlu disampaikan karena masih banyak perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia yang belum memberdayakan mahasiswanya untuk ikut bersama-sama mengelola perpustakaan melalui kegiatan mahasiswa part-time. Dalam makalah yang ditulis berdasarkan best practice ini akan dijelaskan berbagai hal dalam pengelolaan mahasiswa part-time, yaitu mulai dari (1) perencanaan program; (2) pelaksanaan program; (3) hasil pelaksanaan program; (4) sistem monitoring dan evaluasi; (4) dampak pelaksanaan program; sampai pada (5) perubahan sebagia akibat pelaksanaan program.Berdasarkan hasil penelitian ini, maka diketahui bahwa program rutin kegiatan mahasiswa part-time di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga ini tidak hanya bermanfaat bagi perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dalam memperlancar kegiatan layanan, tetapi program ini juga bermanfaat bagi mahasiswa itu sendiri, yaitu selain membuat mereka menjadi merasa bangga, juga membuat mereka menghargai waktu, membagi waktu belajar dan bekerja. Selain itu, bagi yang sudah bekerja setelah lulus, pengalaman selama menjadi mahasiswa part-time juga menjadi modal yang berharga dalam bekerja.Abstract; The aim of this paper is to explain the part-time student management that has been done by UIN Sunan Kalijaga Library. It needs to be submitted because many college libraries in Indonesia haven’t empower their students to participate together to manage the library through part-time student activities. In this paper that based on best practice will be explained various things in part-time student management, from (1) program planning; (2) program implementation; (3) program implementation result; (4) monitoring and evaluation system; (5) program implementation impact; until (6) change as a result of the implementation of the program. Based on this research, noted that part-time students routine program activities in UIN Sunan Kalijaga Library is not only useful for UIN Sunan Kalijaga Library to facilitate the service activity, but this program is useful for the students themselves, which in addition will make them proud, also make them appreciate the time, manage their time for study and work. Moreover, for them who have been working after graduation, the experience during being a part-time student also becomes a valuable asset in working.
Filologi Nusantara dan Perpustakaan: Potret Layanan Khusus Pengguna Studi Islam Indonesia Elmawa, Mahrus
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.474

Abstract

Abstrak; Ada kegelisahan sebagian pengguna perpustakaan ketika sedang mengkaji Islam di Indonesia berbasis naskah kuno. Salah satu kegelisahan itu adalah ketidaktersediaan sumber informasi tentang naskah kuno Nusantara di perpustakaan PTKIN. Informasi naskah kuno yang paling sederhana ini melalui katalog naskah kuno. Di Indonesia, katalog naskah kuno ini sudah ada sejak tahun 1950 oleh Poerbatjaraka, Voorhoeve, dan Hoykaas dengan titel Indonesische Handschriften hingga saat ini. Katalog naskah Nusantara itu memuat informasi asal usul naskah, isi naskah, dst. Lebih jauh lagi, tentu saja seharusnya perpustakaan PTKIN menyediakan naskah-naskah kuno tersebut, sekalipun dalam bentuk digital. Salah satu bentuk penyelamatan naskah kuno itu melalui program digitalisasi. Dalam konteks itulah filologi Nusantara penting untuk menjadi alat bantu dalam pengembangan perpustakaan PTKIN.Sebenarnya, filologi bukanlah ilmu baru di lingkungan PTKIN. Sebagai mata kuliah, filologi atau studi naskah kuno diajarkan pada Jurusan/Program Studi Sejarah Kebudayaan/Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora. Hanya saja, kajian Islam berbasis filologi masih dapat dihitung dengan jari. Karena itu, sangat wajar juga jika pihak perpustakaan hingga saat ini masih belum ada koleksi khusus tentang hal itu. Berangkat dari kegelisahan itulah nampaknya penting diungkapkan saat ini sebagai kajian awal tentang filologi Nusantara dan perpustakaan. Pengalaman kecil di Pusat Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui layanan khusus Cirebonese Corner dapat menjadi pintu awal kajian ini.Abstract; There are discomfort and worry among library users when they want to study Islam in Indonesia based on ancient manuscripts. One of them is caused by the unavailability of primary references about ancient manuscripts in the library of PTKIN. In the meantime, they find them such references by searching through a catalog of ancient manuscripts which has been around since the 1950s, written by Poerbatjaraka, Voorhoeve, and Hoykaas entittled Indonesische Handschriften. The catalog contains information of origin of scripts, contents, and so on. Furthermore, PTKIN libraries should provide these ancient texts, albeit in digital form. And it is through such digitization program that we can save manuscripts. It is also in the context that the philology of Nusantara becomes important to be assistive instrument to develop PTKIN libraries.Actually, philology is not a new science in the PTKIN. As a university subject, philology, or the study of ancient texts, is taught in the Department of Islamic Civilization, Faculty of Adab and Humanities. However, studies based on philology Islam are relatively low. Therefore, it is reasonable that libraries have no special collections on it. With this background, it is the time to raise the two issues as a stepping stone for the study of Nusantara philology and Libraries. A few experience in the Central Library of IAIN Sheikh Nurjati Cirebon through special service called “Cirebonese Corner” can be the beginning to address these two issues.
Analisis Artikel Civitas Akademika Universitas Islam Negeri Yang Terindex Scopus Purwoko, Purwoko
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.453

Abstract

Abstrak: Integrasi ilmu, interkoneksitas bidang ilmu, merupakan beberapa istilah yang mengemuka semenjak Kementerian Agama mengubah IAIN menjadi Universitas. Dari perubahan ini, diharapkan akan muncul kajian berbagai bidang ilmu dengan sentuhan Islam di dalamnya. Sampai saat ini terdapat 11 UIN yang tersebar di Indonesia. Pengembangan ilmu pengetahuan diharapkan tidak lagi terkotak-kotak antara ilmu agama dan umum, universalitas Islam akan semakin tampak, sehingga perkembangan ummat Islam sendiri akan semakin maju.Artikel ini hendak menganalisa produk artikel ilmiah civitas akademika UIN, yang terindex oleh SCOPUS. Artikel ilmiah dari civitas akademika, dianggap sebagai  produk intelektual dalam rangka mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang integral sesuai visi/misi UIN. Metode analisa yang dilakukan adalah dengan pencarian melalui SCOPUS, menggunakan kata kunci atau gabungan kata kunci yang mengacu pada lembaga UIN di Indonesia. Daftar artikel yang muncul, kemudian dikelompokkan dan dinarasikan sesuai tujuan penelitian.Harapannya akan dapat diketahui produktifitas civitas UIN dalam melakukan riset dan menuliskannya dalam artikel, sebaran bidang ilmu, kerjasama kepenulisan yang dilakukan, perkembangan jumlah artikel yang diindex SCOPUS dalam tahun. Selain itu, diharapkan akan muncul perbandingan produktifitas dan sebaran bidang ilmu antara sebelum menjadi UIN dan setelah menjadi UIN.Abstract: The Analysis of indexed article from UIN Academicians in SCOPUS Integration of science, interconnectivity of science, are a few terms that surfaced since the Ministry of Religious change IAIN to the Universitas Islam Negeri (UIN). The expectation of these changes, is to emerge study of various fields of science with a touch of Islam. There are 11 UIN in Indonesia. Development of science in UIN, is expected to no longer fragmented between religion and general knowledge. Thus, the universality of Islam will be more visible, so the development of the Muslims knowledges will be more advanced.This article is going to analyze the scientific articles of UIN academicians, which is indexed by SCOPUS. Scientific articles from the academic community, is regarded as an intellectual product in order to support the integral development of science according to the vision / mission of the UIN. Method of this analysis is by searching through SCOPUS, using keywords or combination of keywords that refer to UIN institutions in Indonesia. A list of articles that appeared, then grouped and narrated according to the purpose of research.The hope would be known productivity of UIN community, the distribution of science, cooperation of authorship, increase of articles indexed in the SCOPUS per years. In addition, we will know the trend of the article before becoming UIN and after becoming UIN.
Analisis Konten dan Kebijakan Akses Institutional Repository Ulum, Amirul; Setiawan, Eko
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.476

Abstract

Abstrak; Institutional respository  telah menjadi perhatian utama pada lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. Perkembangan jumlah institutional repository  meningkat salah satunya setelah muncul pemeringkatan   web of repositories yang dilakukan oleh the Cybermetrics Lab  pada tahun 2008.  Mulai saat itu perguruan tinggi berlomba membangun  institutional repository  dalam mengelola karya ilmiah  dan berusaha agar peringkat mereka lebih baik. Hal ini merupakan suatu bukti pencapaian kinerja yang dapat menjadi sarana promosi dan meningkatkan visibilitas bagi lembaga. Universitas Surabaya melalui perpustakaan juga termasuk salah satu yang mengembangkan institutional repository. Kajian ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap konten yang tersedia serta kebijakan akses institutional repository Universitas Surabaya yang ditetapkan dalam memberikan layanan kepada sivitas akademika dan pengguna dari luar. Metode dalam kajian ini menggunakan observasi terhadap institutional repository Universitas Surabaya dengan tinjauan pustaka untuk menjelaskan analisis konten dan kebijakan akses. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa peran perpustakaan yang mendapatkan wewenang untuk mengelola karya ilmiah sivitas akademika Universitas Surabaya dapat dilakukan dengan baik melalui institutional repository. Namun demikian masih perlu dilakukan upaya lebih proaktif  bagi perpustakaan dalam melakukan sosialisasi peraturan tentang wajib serah simpan karya ilmiah, dan promosi secara intensif dengan menyampaikan berbagai keuntungan dalam pemanfaatan institutional repository.Abstract; Institutional repository has become a major concern of higher education in Indonesia. The number of institutional respository was increased, one of the reason is the ranking web of repositories has been conducted by the Cybermetrics Lab in 2008. At that time, many institutions started to build institutional repository in order to manage the scientific work and also trying to reach the better ranks. Meanwhile, it is an achievement of institution performance which can be promote and increase visibility for the institution. University of Surabaya has also developed the institutional repository and managed by the library. The aims of this study is to analyze the content availability and access policies defined by the University of Surabaya repository  providing services to the academic community and external users. The method used in this study by using observations of the institutional repository University of Surabaya with a literature review to clarify the analysis of the content and access policies. The results of this study indicate that the librarys role is has the authority to manage the scientific work of academic community can be done through the institutional repository. However there is still need for library to be proactive to communicate regulations on mandatory deposit of scientific work and create intensive promotion of the institutional repository. 
Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi: Pengalaman Perpustakaan STAIN Kediri Komarudin, Komarudin
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.454

Abstract

Abstrak; Pentingnya mutu atau kualitas (quality) telah menjadi perhatian pengelola perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan Nasional RI telah menyusun standar yang dapat dijadikan acuan minimal dalam penyelenggaraan perpustakaan perguruan tinggi yang berkualitas. Suatu bentuk formal pengakuan terhadap pemenuhan standar tersebut yaitu dengan pelaksanaan akreditasi perpustakaan. Akreditasi perpustakaaan bertujuan untuk memperbaiki perpustakaan yang diakreditasi sehingga bermanfaat untuk membangun kualitas perpustakaan. Sesuai amanat UU RI No 43 tahun 2007 dan PP No 24 tahun 2014, Perpustakaan Nasional telah membentuk Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional (LAP-N).Sertifikat terakreditasi dapat diperoleh suatu perpustakaan berdasarkan jumlah nilai tertimbang dari komponen komponen layanan, kerjasama, koleksi, pengorganisasian materi perpustakaan, sumber daya manusia, gedung / ruang dan sarana prasarana, anggaran, manajemen perpustakaan dan perawatan keoleksi perpustakaan. Pengalaman Perpustakaan STAIN Kediri dalam melaksanakan akreditasi perpustakaan dengan menempuh langkah-langkah antara lain merencanakan kegiatan akreditasi, membentuk tim persiapan akreditasi, melakukan asesmen mandiri (self assessment), menyiapkan berkas pendukung, mengirimkan surat permohonan dan berkas data pendukung, melakukan penilaian borang, menyiapkan dan melaksanakan asesmen lapangan. Hal yang pokok dari sebuah akreditasi adalah budaya kualitas. Harapan untuk memperoleh nilai akreditasi terbaik terletak pada budaya kualitas yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.Abstract; The importance of quality has been a concern of college library librarian. National Library has compiled standards can be used as a minimum level college library quality. A form of formal recognition of compliance with these standards is by accrediting library. Accreditation aims to improve accredited institution so useful to build a library quality. As stipulated by Law Decree(UU) No. 43 of 2007 and Government Regulation (PP)No. 24 of 2014, the National Library has the National Library Accreditation Agency (LAP-N). Accredited certificate can obtain a library based on the number of components weighted values of service, cooperation, collection, organization of library materials, human resources, building / space and infrastructure, budget, library management and maintenance of library collection. The experience of STAIN Kediri library in carrying out the library accreditation including : make a plan of accreditation activities, form preparation team of accreditation, perform self assessments, set up support files, send a letter of application and data file support, assessment accreditation forms, prepare for site assessment and carry out the acreditation. The main thing is the accreditation is a culture of quality. Hope to obtain the best value of accreditation lies in the culture of quality. 
Institutional Repository Sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah Yang Sustainable Dan Reliable Harliansyah, Faizuddin
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.497

Abstract

Abstract; Institutional repositories development has drawn the attention of many scholars throughout the world. Using the keywords ‘institutional repositories’, there are over 300 peer-reviewed articles related on the topic has been indexed in Library, Information Science, & Technology Abstracts (LISTA) and SCOPUS. There are also hundreds of theses, dissertations, and websites dedicated on this blooming trends. These are proofs that the importance of IR in higher education has been acknowledged by many professionals in the field. This paper aims at clarifying the role of repositories in strengthening scholarly communication in higher education and research institution and explaining some basic repositories concepts (types of repositories and their characteristics), as well as exploring its relations with open access movement, the development ideas, and resources that could be kept in repositories and deposit policies.Abstrak; Pengembangan institutional repositories telah banyak menyita perhatian dari kalangan ilmiah di seluruh dunia. Melalui kata kunci ‘institutional repositories’, ada lebih dari 300 artikel terulas mitra bestari yang berhubungan dengan topik ini, yang telah terindeks di Library, Information Science, & Technology Abstracts (LISTA), dan SCOPUS. Terdapat juga ratusan tesis, disertasi, dan website yang mengulas trend ini. Inilah bukti bahwa pentingnya institutional repositories (IR) telah dipahami oleh para profesional di bidangnya. Tulisan ini akan menjelaskan aturan-aturan repository dalam memperkuat komunikasi ilmiah di perguruan tinggi dan lembaga riset, menjelaskan konsep-konsep dasar repositories, termasuk tipe-tipe repository dan karakteristiknya. Tulisan ini juga akan memperdalam konsep repositories dalam hubungannya dengan gerakan open access, pengembangan ide-ide, sumber-sumber ilmiah yang dapat disimpan di repositories, serta kebijakan penyimpanan di dalamnya. 
Pentingnya Pemahaman Pustakawan Terhadap Bentuk Komunikasi Ilmiah Pada Profil Google Scholar Istiana, Purwani
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.450

Abstract

Abstrak: Banyaknya karya ilmiah yang sudah dihasilkan seorang penulis, tidak terlepas dari penggunaan karya ilmiah penulis lain. Publikasi yang telah dihasilkan oleh seorang penulis akan menunjukkan produktivitas penulis tersebut. Banyaknya sitasi yang diperoleh oleh sebuah publikasi menunjukkan dampak publikasi tersebut terhadap publikasi yang lain. Dewasa ini Perguruan tinggi dituntut untuk menampilkan performance mereka dalam  hal banyaknya publikasi yang dihasilkan dan juga dampak publikasi yang dihasilkan untuk publikasi yang lain. Mengutip publikasi lain merupakan salah satu bentuk komunikasi ilmiah yang dilakukan oleh penulis atau peneliti. Makalah ini akan memaparkan pemanfaatan profile Google Scholar dalam komunikasi ilmiah dan pentingnya pustakawan memahami salah satu bentuk komunikasi ilmiah tersebut. Profil Google Scholar cukup efektif digunakan oleh institusi perguruan tinggi untuk menampilkan profil dosen sehingga akan semakin visible di dunia akademik online. Penting bagi pustakawan memahami tentang profile Google Scholar dan manfaatnya, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas perguruan tinggi.Abstract: Scientific publication which produced by an author was not far from an other the author. The number of author scientific publication showed author productivity. Publication citation described the impact of the publication to other publication. University have to give their performance in the number of scientific publication which produced and its impact to other publication. Citating wa a form of scientific communication between authors. This paper figured out the usage of Google Scholar Profile in scientific communication and the importance of librarian understanding to one scientific communications. Google Scholar profile wa effective to display university lecturer profile which made it visible. The comprehension librarian of profile Google Scholar gave contribution in university quality improvement. 
Penerapan Peminjaman Mandiri Berbasis SLiMS Versi Desktop: Studi Kasus di Perpustakaan STAIN Kediri Hamim, Muhamad
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.495

Abstract

Abstrak; Layanan peminjaman mandiri adalah layanan peminjaman yang dilakukan sendiri oleh pemustaka. Peminjaman mandiri merupakan antarmuka peminjaman koleksi perpustakaan yang terkoneksi dengan database perpustakaan berbasis SLiMS sebagai pusat datanya. Tujuan layanan mandiri adalah untuk mengefektifkan layanan peminjaman di Perpustakaan STAIN Kediri yang memiliki petugas terbatas. Sebelumnya, transaksi peminjaman dilakukan oleh seorang petugas saja. Sering terjadi antrian panjang terutama ketika perpustakaan menjelang tutup atau istirahat. Sehingga diperlukan alternatif pelaksanaan transaksi peminjaman yang lebih efektif dan efisien. Layanan mandiri dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman lazarus freepascal dan mengambil data dari aplikasi senayan. Proses peminjaman dilakukan dengan melakukan verifikasi user akun pemustaka, verifikasi koleksi dan verifikasi peminjaman di database SLiMS.Abstract; Selfservice loan isa loan services conducted by the member of library themselves. Self services loan is interface loan transaction that connected to SLiMS Library database server. The purpose is to get more efectivelly loan services at Library of STAIN Kediri because of the lack of staffs. Before hand, Loan services was controlled by one operator. Long waiting line happens almost everyday asspecially at the approach of closing library or break time. however, it needed to develop the loan services that is more effective and eficient. Self sevices loan is developed by using Lazarus free Pascal software and the data is connected to senayan database. Self services loan processed is initiated from the verification of user account, verification of bibliography data and verification of loan data in the SLiMS database.
Digitalisasi Katalog Pameran Dalam Pengembangan Image Repository: Studi Analisis Proses Di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta Hakim, Heri Abi Burachman
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.496

Abstract

Abstrak; Makalah ini akan mendiskripsikan proses digitalisasi katalog pameran yang dilakukan UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. Digitalisasi katalog pameran dilakukan dalam rangka pengembangan image repository. Pengembangan image repository merupakan upaya untuk meningkatkan aksesibilitas katalog pameran. Katalog pemeran merupakan koleksi yang mendokumentasi karya seni lengkap dengan informasi pencipta karya serta deskripsi dari karya. Melalui penulisan makalah ini penulis akan mendeskripsikan kegiatan pemilihan aplikasi, proses digitalisisi katalog pameran, penentuan format file gambar serta organisasi informasi hasil digitalisasi. Dengan penulisan makalah ini diharapkan mampu memberikan gambaran teknis terkait kegiatan digitalisasi dan pengelolaan koleksi gambar berbasis image repository. Dengan digitalisi katalog pameran dan mengelolanya melalui image repository memungkinkan memperbanyak titik akses penelusuran informasi. Selama ini katalog pameran hanya dapat ditelusurr dengan titik akses judul pameran, subjek serta kurator. Dengan pengelolaan gambar berbasis image repository dapat dilakukan dengan menggunakan nama pencipta karya, judul karya, judul pemeran, subjek dan kurator.Abstract; This paper will describes how to digitize exhibition catalogue that was did by ISI Yogyakarta Library, to develop image repository. The development of image repository should be done to make easy access to the catalogue. Exhibition catalogue is a collection of complete art work, including of creator and art description. This paper will also describes how to choose application, digitizing process, how to organize catalogue and ensure picture file format. Base on image repository, the catalogue should make more access point to search, including author, title, exhibition title, subject and curator.   

Page 1 of 1 | Total Record : 10