cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
PENGUATAN PERAN PERPUSTAKAAN DESA DALAM DISEMINASI INFORMASI KESEHATAN LINGKUNGAN Rodiah, Saleha; Budiono, Agung; Komariah, Neneng
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.574 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i3.19350

Abstract

Informasi kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat agar masyarakat memiliki kesadaran dan berpartisipasi aktif dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat. Oleh karena itu diseminasi informasi kesehatan sangat penting untuk dilakukan bukan hanya oleh Dinas Kesehatan, tetapi juga oleh institusi sosial baik formal maupun nonformal. Perpustakaan desa merupakan salah satu unit kerja di bawah pemerintah desa yang berfungsi sebagai sarana belajar masyarakat melalui sumber-sumber informasi yang tersedia. Oleh karena itu sangat tepat apabila perpustakaan desa berperan aktif dalam diseminasi informasi kesehatan. Kegiatan PKM ini bertujuan memberikan wawasan pengetahuan mengenai upaya penguatan perpustakan desa dalam aspek fasilitas, koleksi sumber-sumber informasi, staf perpustakaan, dan kebijakan yang mendukung   dari pemerintah desa berkaitan dengan dana, staf perpustakaan, dan sosialisasi perpustakaan pada masyarakat. Perpustakaan desa yang sudah optimal dapat berperan dalam diseminasi informasi kesehatan melalui penyediaan koleksi tentang kesehatan, dan staf perpustakaan berperan sebagai fasilitator informasi kesehatan.
KEGIATAN PENGHIJAUAN DI SUB DAS CITARIK DAS CITARUM HULU DESA CIBIRU WETAN Saribun, Daud Siliwangi; Hudaya, Ridha; Arifin, Mahfud; Herdiansyah, Ganjar
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1600.889 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14813

Abstract

DAS Citarum termasuk salah satu dari 15 DAS Super Prioritas Indonesia dalam yang perlu ditangani pemulihannya. Upaya rehabilitasi hutan dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan upaya penghijauan. Selain untuk merehabilitasi lahan upaya ini dimaksudkan untuk menambah nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kegiatan Penanaman meliputi perencanaan penanaman, persiapan  penanaman dan penanaman. Perencanaan penanaman  antara lain: Rencana teknik penetapan calon lokasi, teknik pengumpulan data dan informasi, kebutuhan jumlah bibit, teknik rancangan penanaman, cara menentukan penanam pohon, cara menentukan kebutuhan alat dan bahan dan cara menyusun tata waktu. Hasil yang dicapai dari kegiatan program kerja penghijauan lahan di Sub DAS Citarik tepatnya di desa Cibiru Wetan Kec. Cileunyi adalah Tersedianya pohon albasia dan mahoni di Sub DAS Citarik, desa Cibiru Wetan Kec. Cileunyi; Survey lahan untuk penentuan titik-titik penanaman ditentukan oleh kegiatan survey tersebut; Dimasa mendatang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai kayu bakar dan keperluan lain; Meningkatkan kuantitas dan kualitas air di Sub DAS Citarik; Mengurangi kegersangan lahan di Sub DAS Citarik; Mengurangi potensi terjadinya bencana longsor.
PELATIHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MEMILIH OBAT MATA BAGI TENAGA KESEHATAN DESA CILAYUNG KECAMATAN JATINANGOR Kurniawansyah, Insan Sunan
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.916 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.19693

Abstract

Obat mata merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat di perlukan untuk mengatasi suatu keluahan atau gejala dan untuk pemeliharaan serta meningkatkan kesehatan mata. Dengan jumlah obat yang banyak dijual di Indonesia dan berbagai promosi yang ditawarkan serta di tunjang dengan mudahnya toko untuk menjual obat tersebut, dengan begitu masyarakat mudah sekali untuk mengonsumsi obat yang dijual di toko tanpa konsultasi dan peresepan dokter. Lebih dari 60% masyarakat mempraktekkan pengobatan mandiri dan lebih dari 80% di antara mereka mengandalkan obat modern sehingga jika penggunaannya salah, tidak tepat, tidak sesuai dengan takaran dan indikasinya akan membahayakan pengguna, dan jika hal itu benar akan menjadi hal yang luar biasa dalam tingkat pemeliharaan kesehatan sehingga dapat meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat. Pengetahuan mengenai penggunaan obat mata yang rasional merupakan salah satu usaha peningkatan kesehatan mata, mencegah kecelakaan mata, melakukan pertolongan pertama bila ada benda asing di mata, mengenal tanda-tanda atau bahaya kerusakan mata dan memahami pemberian obat mata. Obat mata jarang sekali di edukasikan kepada masyarakat sehingga pengetahuan masyarakat menjadi kurang akan hal tersebut, oleh karena itu dilakukan pelatihan dan peningkatan pengetahuan tentang penggunaan obat mata kepada masyarakat Desa Cilayung agar nantinya mampu mempertimbangkan promosi iklan obat di pasaran dan mengelola obat di rumah secara benar. Kegiatan dilakukan berupa penyuluhan dan pelatihan mengenai penggunaan obat mata yang rasional kepada masyarakat di desa tersebut, yang pelaksanaannya dimulai dari pembuatan materi penyuluhan, sosialisasi kepada aparat desa dan masyarakat, pembentukan kelompok sasaran kegiatan, penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat serta pemantauan dan evaluasi hasil kegiatan PPM. Kegiatan ini dilaksanakan berkaitan dengan Program  Pengabdian pada Masyarakat Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini juga melibatkan kerjasama dengan mahasiswa KKN, unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan kader masyarakat Desa Cilayung Jatinangor.
PEMBELAJARAN DAN PELATIHAN KESENIAN TRADISIONAL BADUD DI PANGANDARAN JAWA BARAT SEBAGAI WARISAN BUDAYA LELUHUR Sofyan, Agus Nero; Sofianto, Kunto; Sutirman, Maman; Suganda, Dadang
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.393 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.16981

Abstract

Tulisan ini berjudul “Pembelajaran dan Pelatihan Kesenian Tradisional Badud di Pangandaran Jawa Barat sebagai Warisan Budaya Leluhur”. Pangandaran merupakan kawasan di Priangan Timur Provinsi Jawa Barat. Materi yang diberikan dalam pengabdian masyarakat ini adalah seni tradisional leluhur masyarakat Pangandaran, yaitu kesenian tradisional badud. Sumber data yang digunakan adalah menampilkan narasumber yang kompeten dalam bidang kesenian tradisional badud sebagai data primer dan kajian pustaka sebagai data sekunder.Masalah yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimana awal mula lahir dan berkembangnya kesenian tradisional badud, fungsi-fungsi kesenian tradisional badud, dan preservasi kesenian tradisional badud. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah Kesenian tradisional badud merupakan satu di antara kesenian andalan yang lahir dan berkembang di daerah Pangandaran; kesenian tradisional badud Pangandaran menjadi daya tarik pariwisata karena memiliki beberapa keunikan, seperti ada mitos historis yang melatarbelakangi lahirnya kesenian ini, tidak ditemukannya di daerah atau di tempat lain, dan ada kekhasan seni suara yang berbeda dengan kesenian lainnya; harus ada usaha-usaha serius dari berbagai pihak untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan potensi seni dan budaya yang dimiliki oleh daerah tersebut.
Penguatan Kelompok Tani Ternak Kerbau dan Introduksi Teknologi Reproduksi untuk Peningkatan Produktivitas Kerbau Lumpur di Kelompok Tani Ternak Kerbau Warnasari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon Widyastuti, Rini; Indika, Deru; Syamsunarno, Mas Rizky Anggun Adipurna; Budinuryanto, Dwi Cipto
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.224 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.16583

Abstract

Populasi kerbau di kelompok Tani Ternak Kerbau Warnasari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon sekitar 328 ekor.  Walaupun telah terbentuk kelompok tani di wilayah tersebut belum dapat berfungsi secara optimal karena belum terbentuk struktur organisasi serta masih minimnya dinamika di dalam kelompok tersebut. Permasalahan lain yang dihadapi kelompok tersebut adalah terus menurunnya populasi kerbau disebabkan oleh rendahnya tingkat reproduksi kerbau, keterbatasan memanajemen ternak kerbau dan minimnya pengetahuan tentang aplikasi teknologi reproduksi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan untuk penguatan kelompok budidaya kerbau, pengaktifan dinamika pada kelompok peternak kerbau, dan pengenalan teknologi reproduksi. Metode pengabdian yang dilakukan adalah melakukan pelatihan organisasi dan pengenalan teknologi reproduksi kepada kelompok ternak kerbau Warnasari. Kegiatan yang telah dilakukan penyuluhan dengan materi meliputi:  penguatan organisasi kelompok tani dan. pengenalan teknologi reproduksi dalam beternak kerbau.  Hasil yang dipeoleh adalah terbentuknya struktur organisasi dan meningkatnya pemahaman masyarakat dalam penerapan manajemen beternak kerbau seta aplikasi teknologi reproduksi untuk meningkatkan produktivitas kerbau.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CISEWU BERBASIS POTENSI LOKAL DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT TANGGAP BENCANA Sukiyah, Emi; Aton, Patonah; Zufialdi, Zakaria; Devnita, Rina; Sudradjat, Adjat; Haryanto, Edi Tri; Purnomo, Dwi
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.934 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.20128

Abstract

Desa Cisewu berada di Kabupaten Garut bagian selatan. Wilayah ini merupakan bentangalam perbukitan yang tersusun oleh material vulkanik berumur Kuarter. Struktur geologi  berupa kekar dan sesar di kawasan tersebut menambah risiko lahan bersifat labil. Oleh karena itu wajar jika kawasan tersebut rawan gerakan tanah. Populasi penduduk berkembang pesat mengingat wilayah ini strategis. Apalagi wilayah Cisewu merupakan penghubung, antara Jawa Barat bagian tengah dan selatan. Sebagian masyarakat Desa Cisewu telah berulang kali mengalami kerugian akibat bencana longsor. Relokasi warga hampir sulit dilakukan, mengingat budaya masyarakat setempat yang sulit meninggalkan tanah leluhur. Masyarakat Desa Cisewu perlu diberdayakan agar mampu berdikari serta tanggap terhadap darurat bencana gerakan tanah. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan cara memberikan berbagai pelatihan dan pendampingan dengan metode yang mudah dipahami. Pemahaman wilayah yang labil bisa disisipkan pada berbagai kegiatan dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Sosialisasi beragam fenomena alam terkait kebencanaan perlu dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan tingkat pendidikan masyarakat setempat. Di sisi lain, masalah konservasi kawasan rawan bahaya alam juga perlu disosialisasikan. Target masyarakat dapat dikelompokkan berdasarkan usia dan latar belakang pendidikan. Pengembangan usaha berbasis potensi lokal perlu mendapat perhatian khusus. Potensi lokal ini perlu mendapat pendampingan untuk dapat bersaing dengan produk unggulan di daerah lainnya.
PENGEMBANGAN POTENSI ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI KEGIATAN PENDIDIKAN INOVATIF DI BIDANG MATEMATIKA, LINGUISTIK, SENI, DAN OLAHRAGA DI DESA HEGARMANAH Darmawan, Ivan
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.25 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14752

Abstract

Bale Elmu dalah sebuah program kegiatan yang berfokus pada bidang pendidikan yang di implementasi oleh dosen dengan bantuan mahasiswa yang menargetkan sasarannya pada anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini berorientasi pada pengembangan kurikulum pengetahuan kognitif yang didapat di lembaga pendidikan formal. Kegiatan ini juga merupakan wujud dari pengabdian pada masyarakat dimana tempat pelaksanaannya dilakukan di Balai Desa Hegarmanah. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan kualitas pendidikan anak-anak sekolah dasar dan terciptanya integrasi sosial yang harmonis antara dosen, mahasiswa dengan masyarakat sekitar.
BEBAN GANDA ANEMIA PADA REMAJA SMPN TEMPURAN KABUPATEN KARAWANG Sari, Nur Melani
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.283 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.20208

Abstract

Anemia is commonly found in Indonesia especially in infants, children and adolescents. Adolescent  suffering a double burden of anemia including iron deficiency anemia and carriers of thalassemia. Iron deficiency anemia can affect brain function, growth and development process , and  weaken  the immune system. Thalassemia is a chronic disease passed down from parents to their children. The symptoms of these two diseases are very difficult to distinguish, namely  mild anemia and sometimes asymptomatic. The incidence of new cases needs to be controlled, one of them is by using screening tests and education to the community. This program was carried out in the form of increasing the knowledge of health workers, junior high school teachers and students regarding thalassemia and iron deficiency anemia regarding talasemia screening policy from the Health Ministry. The method used is survey, observation and socialization lecture. The results of this study showed an increase in knowledge of Tempuran Middle School students, teachers, and health workers after socialization of thalassemia. The voluntary level of students to join the anemia screening program was 81.89% in Combat 1 Junior High School, and 66.67% in Combat Middle School 2. The percentage of anemia in adolescent girls was 11.68%, while in boys it was 25.53%.
GERAKAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Astuti, Sri
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.633 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.20034

Abstract

Stunting merujuk pada kondisi tinggi anak yang lebih pendek dari tinggi badan seumurannya, yang disebabkan kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Ketika dewasa, anak yang mengalami stunting rentan terhadap serangan penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, diabetes, ataupun gagal ginjal; menghambat bonus demografis Indonesia dimana rasio penduduk usia tidak bekerja terhadap penduduk usia kerja menurun; ancaman pengurangan tingkat intelejensi sebesar 5-11 poin. Selain faktor gizi, stunting disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat terutama, ibu hamil, ibu balita dan kader posyandu. Tujuan pemberdayaan masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan masyarakat melalui promosi kesehatan dengan media kartu integrating card. Metode kegiatan adalah cross sectional.  Sampel adalah kader sebanyak 50 orang di  wilayah kerja Puskesmas Jatinagor, Kabupaten Sumedang, dilaksanakan pada bulan November 2018. Hasil penelitian didapatkan bahwa Pengetahuan kader terbanyak cukup (40%). Simpulan pada penelitian ini bahwa promosi kesehatan dengan media integrating card meningkatkan pengetahuan ibu balita dan kader posyandu     Kata kunci : integrating card, kader posyandu, pencegahan, stunting  STUNTING  PREVENTION MOVEMENT THROUGH COMMUNITY EMPOWERMENTIN JATINANGOR SUB-DISTRICT, SUMEDANG DISTRICT Dra. Sri Astuti, M. Kes1*, Ginna Megawati, dr., M. Kes1, Samson CMS., M.I.Kom 2,1Department of Public Health Sciences, Faculty of Medicine, Padjadjaran University,  2 Faculty of Communication Sciences, Padjadjaran UniversityCorrespondence: sriastuti29a@gmail.comABSTRACTStunting refers to the condition of a child's height that is shorter than his age, which is caused by a lack of nutritional intake for a long time during the first 1000 days of life (HPK). When adults, Children who experience stunting are prone to non-communicable diseases such as heart disease, stroke, diabetes or kidney failure; inhibiting Indonesia's demographic bonus where the ratio of the population of non-working age to working age population decreases; threat of reducing intelligence levels by 5-11 points.In addition to nutritional factors, stunting is caused by a lack of knowledge of the community, especially pregnant women, mothers of toddlers and posyandu cadres. The aim of community empowerment is to increase the knowledge of posyandu cadres through health promotion with integrating card media. The method of activity is cross sectional. The sample is 50 cadres in the work area of Jatinagor Primary Health Center, Sumedang District, held in November 2018. The results have been an increase in the knowledge of  the most cadres was sufficient (40%). Conclusions in this study that health promotion with an integrating media card increases the knowledge of mothers of toddlers and posyandu cadres.Keywords: integrating cards, posyandu cadres, prevention, stunting
PENINGKATAN KAPASITAS TOKOH MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PARTISIPATIF PEMBANGUNAN DESA KONDANGJAJAR, KECAMATAN CIJULANG, KABUPATEN PANGANDARAN Darwis, Rudi Saprudin; Zulfan, Ipit
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.227 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.14465

Abstract

ABSTRAKPartisipasi masyarakat dalam pembangunan desa tidak hanya dilakukan pada tahap pelaksanaannya saja namun perlu dimulai sejak perencanaan pembangunan dilakukan. Kapasitas tokoh masyarakat selaku aktor yang menjadi representasi dari warga masyarakat akan menentukan kontribusi mereka dalam merumuskan rencana pembangunan. Tulisan ini mendeskripsikan hasil dari kajian peningkatan kapasitas tokoh masyarakat dalam perencanaan partisipatif pembangunan desa. Kajian dilakukan di Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran melalui kegiatan pelatihan yang dihadiri oleh para tokoh masyarakat dari kalangan aparat desa, ketua RW, kepala dusun, anggota BPD, serta dari masyarakat umum. Aspek-aspek kapasitas aktor dikaji berdasarkan unsur-unsur dari prinsip-prinsip dalam pelaksanaan perencanaan partisipatif yaitu: kedekatan, kesetaraan, komitmen, kejujuran, objektivitas, dan lokalitas masalah. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pada unsur kedekatan masih ada keraguan terhadap pemikiran orang lain. Meskipun sikap menghargai orang lain bisa ditunjukkan, namun dalam proses diskusi masih terjadi upaya mendominasi pihak lain. Para tokoh dapat menerima keputusan kolektif dengan disertai keterbukaan akan sikap pribadinya. Dalam melihat realitas, para tokoh masih cenderung subjektif sesuai kepentingannya, meskipun mereka sudah dapat membatasi masalah pada tingkat lokal.  

Page 1 of 25 | Total Record : 246