cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
S3
Sinta Score
ISSN : -     EISSN : -
Articles
95
Articles
Implementasi pembelajaran nonformal pada sekolah dasar Quran Hanifah di Kota Semarang

Shofwan, Imam, Widhanarto, Ghanis Putra, Tristanti, Tristanti

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi pembelajaran nonformal yang berkaitan dengan (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran dan (3) evaluasi pembelajaran yang berbeda dengan sekolah dasar formal pada umumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipan, wawancara bebas terpimpin dan dokumentasi untuk mendapatkan data dan informasi akurat dengan pengetahuan yang mendalam tentang implementasi pembelajaran nonformal Sekolah Dasar Quran Hanifah kota Semarang yang menggunakan pembelajaran yang berbeda dengan sekolah pada umumnya degan tujuan pembelajarannya adalah berakhlaqul karimah dan mampu menghafal Alquran. Hasil penelitian (1) perencanaan pembelajaran nonformal yang diselenggarakan sesuai dengan kalender akademik yang diberikan kepada orangtua; (2) proses pelaksanaan pembelajaran nonformal diawali dan diakhiri dengan doa serta dibuat peraturan (adab) dalam belajar yang mengedepankan tahfidz atau hafalan, (3) evalusi pembelajaran nonformal dilakukan di awal dengan tes kemampuan membaca, evaluasi proses dengan tes hafalan dan evaluasi akhir dengan tes ujian hafalan mingguan dan bulanan; dan (4) faktor pendukung adanya kegiatan parenting  2 (dua) mingguan serta penghambat tempat yang sempit dan kualifikasi pendidik belum lulus sarjana.Implementation of Nonformal Learning in Hanifah Quran Primary Schools in Semarang CityAbstractThe purpose of the study was to determine the implementation of non-formal learning related to (1) learning planning, (2) the implementation of learning and (3) evaluation of learning that was different from formal elementary schools in general. This study uses a qualitative research approach with data collection techniques using participant observation, guided free interviews and documentation to obtain accurate data and information with in-depth knowledge about the implementation of nonformal learning in the Hanifah Quran Primary School in Semarang that uses learning that is different from the school in general. Research results (1) non-formal learning planning held in accordance with the academic calendar given to parents; (2) the process of implementing non-formal learning begins and ends with prayer and rules (adab) in learning that promote tahfidz or memorization, (3) nonformal learning evaluation is carried out at the beginning with reading ability tests, process evaluation with memorization tests and final evaluation with tests weekly and monthly memorization tests; and (4) supporting factors for 2 weekly parenting activities and narrow space barriers and the qualifications of educators have not yet graduated

RETRACTED: Peran modal sosial dalam penanganan bencana pada masyarakat desa rawan bencana Gunung Merapi

Tohani, Entoh, Wibawa, Lutfi

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan modal sosial dalam penanggulangan bencana pada masyarakat rentan bencana. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan di Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabuptaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilihan desa dilakukan secara purposif. Pengambilan data dilakukan pada informan oleh wawancara independen dan diskusi kelompok terarah. Selain itu, pengamatan dilakukan terhadap kegiatan pencegahan bencana dan lingkungan alam yang rawan bencana. Informan adalah kepala dusun, pejabat pemerintah desa, dan anggota organisasi bencana masyarakat. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang meliputi nilai dan norma, komitmen, kepercayaan, jejaring dan sharing informasi / pengetahuan memberikan manfaat berupa peningkatan kesadaran masyarakat akan bencana, solidaritas sosial, dan pengetahuan bencana warga. Oleh karena itu, untuk menghasilkan masyarakat yang tahan bencana, pemberdayaan masyarakat di daerah rawan bencana perlu dilakukan berdasarkan optimalisasi modal sosial yang dibangun ke dalam kehidupan masyarakat yang diarahkan dan direncanakan.

Edukasi pelestarian sumberdaya dan lingkungan pantai pada nelayan perikanan bagan

Sulistiono, Sulistiono, Zulkarnaen, Zulkarnaen, Nugroho, Thomas

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.89 KB)

Abstract

Perikanan bagan merupakan salah satu pekerjaan yang umum dilakukan masyarakat Desa Saramaake, Halmahera Timur. Kegiatan edukasi pelestarian sumberdaya dan lingkungan pantai ini dilaksanakan pada Juni, Agustus, September dan Desember 2018, bertujuan untuk memberikan edukasi pemahaman tentang pelestarian sumberdaya dan lingkungan pantai di desa tersebut. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi dan monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan merupakan nelayan dan istri nelayan yang merupakan anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) atau Koperasi.  Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain penyuluhan tentang perikanan bagan (Agustus), penyuluhan tentang konservasi lingkungan dan sumberdaya (Juni), dan kegiatan monitoring dan evaluasi (September, Desember 2018). Dari hasil kegiatan dapat diketahui bahwa secara umum masyarakat nelayan telah mengetahui dan mengimplementasikan kegiatan perikanan yang baik, dan menjaga kondisi lingkungannya dengan lebih baik, dengan tidak membuang sampah di laut, tidak melakukan penebangan hutan pantai, tidak mengubur ikan by catch di pantai, dan mengingatkan pada sesama nelayan, keluarga dan aparat pemerintah untuk tetap menjaga lingkungan laut. Education on the environmental and resource conservations of the lift-net fishermen  AbstractLift-net fisheries is a commonly job of the coastal community at Saramaake Village, East Halmahera. This education activity on environmental and resource conservations was done on June, August, September and December 2018, aimed to educate resource and environment conservation in the village.  Methods used in this activity were survey in the fied, discussion and filling in the questionnaire form. Objects of the activity were fisherman and their wives who were member of the Common Business Group (KUB-Indonesian) and Cooperative (Koperasi-Indonesian).  A number of activities were carried out to educate the fisherman community such as extension on the lift net fisheries, extension on the resource and environmental conservation, and monitoring and evaluation.  The community commonly knew and implemented a good fishing activity and  environmental and resource care better such as no drop garbage to the sea, no using the sea for toilet, no cutting mangrove tree, no burying by catch in coastal area, encouraging to families, fishermen and village officials to keep the sea better.

Pemberdayaan wanita tani melalui produksi abon ikan lele

Harianti, Rini, Tanberika, Fajar Sari

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.745 KB)

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk  meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu melalui pelatihan dan pendampingan dalam pengelolaan abon ikan lele dan menciptakan peluang usaha secara nyata di masa mendatang. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pengadaan alat. Metode yang digunakan adalah training of trainer (TOT), yaitu pemberian materi melalui ceramah, praktek langsung, dan pendampingan. Pemberdayaan ini telah mampu menghasilkan 3 varian rasa abon ikan lele (manis, asin dan pedas). Hasil organoleptik menunjukkan bahwa abon lele dengan rasa manis adalah yang terbaik. Abon lele terpilih memiliki kadar air 7,71%, abu 4,59%, protein 26,50%, lemak 24,12%, dan negatif dari mikroba Salmonella. Produk abon lele telah memperoleh lisensi P-IRT, berlabel dan berstandar halal. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu, sehingga perlu dilakukan inovasi lebih lanjut dalam pengolahan abon lele agar produk yang dihasilkan dapat memiliki kualitas yang lebih baik. Empowerment of farmers through the production of shredded catfish AbstractThis activity aimed to improve the knowledge and skills of mothers through training and mentoring in the management of shredded catfish and create real business opportunities in the future. The activity starts with the procurement of tools. The method used was trained of trainers (TOT), namely the provision of materials through discourse, direct practice, and mentoring. This empowerment had to produce 3 flavors of shredded catfish (sweet, salty and spicy). The organoleptic results showed  that shredded catfish with sweet flavors was best. The shredded catfish selected had 7.71% moisture content, 4.59% ash, 26.50% protein, 24.12% fat, and negative from Salmonella microbes. The shredded catfish products have obtained P-IRT license, has labeled and halal standards. This activity is very useful in increasing the knowledge and skills of mothers, so that further innovation needs to be carried out in the processing of shredded catfish so that the products produced can be of better quality.

Peran perempuan dan penduduk terdidik dalam upaya mencapai target sustainable development goals di Indonesia

Widiastuty, Isti Larasati

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.522 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan ketenagakerjaan di Indonesia, peran perempuan dan penduduk terdidik dalam pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Mencapai tujuan SDGs memerlukan partisipasi, kerja dan sinergitas yang komprehensif dari berbagai pihak. Penelitian ini ingin menyoroti bagaimana mencapai target kedelapan SDGs dengan memperhatian peran perempuan dalam pembangunan dan aktivitas kerja. Metode analisis yang digunakan adalah analisis dekriptif dan analisis statistik regresi linier berganda. Sumber data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS). Beberapa indikator ketenagakerjaan menunjukkan tren meningkat dari 2010 - 2018. Penduduk terdidik mendominasi kegiatan bekerja dan penganggur di Indonesia. Pada tahun 2018 jumlah penganggur terdidik sebanyak 65,89% dari total penganggur. Variabel yang mempengaruhinya adalah rata-rata upah, tingkat kemiskinan, tingkat kesempatan kerja terdidik, jumlah penduduk miskin dan jumlah penduduk usia kerja, dengan koefisien determinasi 0,959. Partisipasi perempuan dalam aktivitas kerja  dan sumbangan pendapatannya dalam ekonomi lebih rendah daripada laki-laki, namun secara tren menunjukkan peningkatan. The role women and educated population in effort to achieve sustainable development goals in Indonesia AbstractThis study aims to determine the development of employment in Indonesia, the role of women and educated residents in achieving the targets of Sustainable development Goals (SDGs) in Indonesia. Achieving the goals s of SDGs requires comprehensive participation, work and synergy from stakeholders. This study wants to highlinght how to reach the eighth target of SDGs bay paying attention to the role of women in development and work activities. The analytical method used descriptive analysis and statistical analysis of multiple linier regression. The data source used is  secondary data from Statistics Indonesia (BPS). During this period several employment indicators showed an increasing trend each year. Educated population dominates work activities and unemploment people in Indonesia. In 2018 the number of educated unemployment reached 65,89% of the total unemployed people in Indonesia. The variables that influence it are  average wages, poverty levels, educated employent rates, the number of poor people and the number of working-age population, with a coefficient of determination arround 0.959. women’s participation in work activities and the contribution of their income in the economy is lower than men, but in trend shows an increase.

Implementasi pembelajaran tematik pada pendidikan anak usia dini

Kartini, Kartini, Waridah, Waridah

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.17 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perencanaan pembelajaran tematik  (2) Pelaksanaan pembelajaran tematik, dan (3) Evaluasi pembelajaran tematik di PAUD Kabupaten Melawi. Penelitian termasuk penelitian kulaitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana peneliti menggunakan fenomena tertentu dalam suatu waktu dan mengumpulkan informasi secara terinci dan mendalam dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data selama periode tertentu, berdasarkan uaraian implementasinya maka pendekatan studi kasus dalam penelitian dilaksanakan pada suatu unit Pendidikan anak usia dini (PAUD), alasanya dipilih lembaga PAUD di Kabupaten Melawi sebagai tempat lokasi penelitian karena proses pembelajaran di lembaga tersebut masih ada yang belum menerapkan pembelajaran tematik. Teknik pegumpulan data  digunakan dengan berbagai setting alamiah yaitu di lembaga dengan pengelola, pendidik, dan peserta didik PAUD di Melawi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian meliputi; (1) observasi, (2) Wawancara, dan (3) Triangulasi. Teknik analisis dalam penelitian melalui keabsahan data dan pemeriksaan, pemeriksaan data dalam penelitian mengikuti kriteria yang sudah ditetapkan yaitu; (1) Kepercayaan (credibility), (2) Keteralihan (transferability), Kebergantungan (depandability), dan (4) Kepastian (confirmability). Hasil penelitian menunjukan bahwa PAUD di Kabupaten Melawi mengimplemntasikan pembelajaran tematik  sudah cukup baik.  Hal ini dapat dilihat dalam penyusunan perangkat pembelajaran (Porta, Porsem, RPPM dan RPPH), selain itu penerapan pembelajaran tematik sudah sesusi dengan rinsip-prinsip tematik. Implementation thematic learning early age education center AbstractThe purpose of this research is (1) planning thematic learning (2) implementation of thematic learning, and (3) evaluation of thematic learning in Early Age Education Center (PAUD) Melawi. The research is conducted qualitative research with  case study approach, where the researcher used the phenomenon a particular a time and collect the information in  detailed and in depth by using a variety of data collection procedures during a certain period, based on the description of the implementation is a case study approach in  research excuted on a Early Age Education Center (PAUD), the reason of selected Early Age institution in the Regency  of Melawi as the site of study  because the learning process at the institution still exist that have yet to implement the thematic learning. Data collection techniques are used with a variety of natural settings i.e. in institutions with managers, educators, and learners of Early Age Education Center in Melawi. Data collection techniques in the research include; (1) the observation, interview, (2) and (3) the triangulation. Analysis techniques in the research through  the validity of data and examination, the examination of the data in the study follow the criteria already set namely; (1) Trust (credibility), (2) transfer (transferability), Reliance (dependability), and (4) Assurance (conformability). The result of this research is the Early Age Education Center (PAUD) and implementing thematic Study is already good enough. This can be seen in the preparation of learning devices (Porta, Porsem, RPPM and RPPH), besides that, the application of thematic learning has been consistent with thematic principles.

Evaluasi program pendidikan kewirausahaan masyarakat

Wijayanto, Arif, Prasetyo, Iis

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.54 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) dampak jangka panjang (2) outcome (3) output (4) proses (5) input program PKM di Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang merujuk pada model Logical Framework dengan jenis penelitian kualitatif. Pendekatan evaluasi disusun secara sistematis meliputi evaluasi (a) dampak jangka panjang program, (b) outcome program, (c) output program, (d) proses program, dan (e) input program. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif. Adapun langkahnya yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengenai evaluasi program PKM di Kabupaten Sleman adalah sebagai berikut (1) Dampak jangka panjang dicapai oleh LKP Silia dan LKP Macell EC; (2) Outcome dicapai oleh LKP Silia, namun tidak dicapai oleh LKP Macell EC; (3) Output dicapai oleh LKP Silia, namun tidak dicapai oleh LKP Macell EC; (4) Proses dicapai oleh LKP Silia, namun tidak dicapai oleh LKP Macel karena penggunaan media di LKP Macell EC kurang maksimal dan kurang mendukung proses pembelajaran; (5) Input yang sesuai dengan prasyarat program telah dicapai oleh LKP Silia, namun tidak berhasil dicapai oleh LKP Macell EC terutama pada prasyarat tutor dan media pembelajaran. Evaluation of community entrepreneurship education program AbstractThis study aims to analyze: (1) long-term impact (2) outcome (3) output (4) process (5) input PKM program in Sleman District. This research is an evaluation research that refers to Logical Framework model with qualitative research type. The evaluation approach is systematically composed including evaluation of (a) the program's long-term impact, (b) program outcomes, (c) program outputs, (d) program processes, and (e) program inputs. The research data was collected through observation, interview and documentation. Data analysis was done by interactive model. The steps are data collection, data reduction, data presentation, and verification and conclusion. The results of research on evaluation of PKM program in Sleman District are as follows (1) long term impact achieved by LKP Silia and LKP Macell EC; (2) Outcome achieved by LKP Silia, but not achieved by LKP Macell EC; (3) Output was achieved by LKP Silia, but not achieved by LKP Macell EC; (4) Process is achieved by LKP Silia, but not reached by LKP Macell EC; (5) Input is achieved or in accordance with the criteria of success by LKP Silia, but on LKP Macell EC.

Evaluasi partisipasi masyarakat pada pembangunan infrastruktur dalam konteks pemberdayaan masyarakat

Widodo, Fatwa

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.01 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat pada tahapan perencanaan, implementasi dan hasil dari program pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Pangudi Mulya. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Model evaluasi yang digunakan ialah CIPP (Context, Input, Prosses dan Product). Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah: wawancara, dokumentasi dan observasi sebagai metode penunjang. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada tahap perencanaan warga masyarakat non-anggota ikut berpartisipasi menyuarakan pendapatnya dan ikut serta dalam menyusun rencana program. (2) Pada tahap implementasi, warga non-anggota ikut berpartisipasi dapat dalam bentuk tenaga, materi, donasi maupun logistik. Partisipasi masyarakat dilakukan dengan cara sukarela tanpa adanya paksaan dari anggota BKM. (3) Program pembangunan yang telah dilaksanakan dapat selesai tepat waktu. Hal ini dikarenakan realisasi program dibantu oleh partisipasi masyarakat. Selain itu hasil program dapat merubah keadaan masyarakat, terutama pada sektor kesehatan. An evaluation of social participation in infrastructure development for social empowerment context  AbstractThe aims of this research were to know social participation in the planning; implementation and product stages of the development program in infrastructure by BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Pangudi Mulya. This research using CIPP (Context, Input, Prosses and Product) model for evaluate the object. The technique of collecting data were: interview, documentation and observation. The technique of analysis data used: reducting data, display data and conclusion. The results of this research were: (1) in the planning step citizen non member did participation such as idea and include to planned a program. (2) In the implementation step, citizen non member also did participation well. Kinds of participation were had variation, such as: power, material, donated and logistic. Citizen non member did participation without compulsion by BKM member, they did voluntarily. (3) The development program were held on timely. It’s because did by participation from citizen. Beside that the result could change social situation, especially on health sector.

Penerapan Lembaga Suluk dalam membentuk nilai-nilai karakter masyarakat

Syafrizal, Syafrizal, Suryono, Yoyon

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.528 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan lembaga suluk dalam membentuk nilai-nilai karakter masyarakat di Rokan Hulu, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan tipe kualitatif dengan pendekatan etnografi yaitu pemahaman sudut pandang penduduk pribumi, hubungannya dengan kehidupan, untuk mendapatkan pandangan dunia suluk dengan sampel mursyid (guru utama), wakil mursyid dan pengikut dari suluk. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi di lokasi kegiatan suluk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lembaga suluk dalam membentuk nilai-nilai karakter masyarakat di Rokan Hulu sangat baik dilihat pada perubahan sikap dan perilaku masyarakat dilihat dari aspek nilai-nilai karakter kejujuran, nilai-nilai karakter Toleransi, keyakinan nilai karakter , nilai dan nilai karakter kerja keras. tanggung jawab karakter. The application of Suluk institutions in shaping the character values of the community  AbstractThe research aims to find out the application of suluk institutions in shaping the character values of the community in Rokan Hulu, Riau Province. This study uses a qualitative type with an ethnographic approach that is understanding the point of view of the indigenous population, its relationship to life, to get a view of the world of suluk with a sample of murshid (master teacher), vice murshid and followers of suluk. Data collection methods used are observation, interviews and documentation at the location of suluk activities. The results showed that the application of the suluk institution in shaping the values of community characters in Rokan Hulu was very good seen in changes in the attitudes and behavior of the people seen from the aspects of honesty character values, Tolerance character values, confidence character values, hard work character values and values. character responsibility.

Pengaruh pelaksanaan pelatihan developmentally appropriate practice terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik PAUD

Pertiwi, Fitri, Abdulhak, Ishak, Hasanah, Viena Rusmiati

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.23 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP) terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik PAUD. Penelitian ini menggunakan metode ex post-facto dengan pendekatan kuantitatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui angket dan studi dokumentasi. Pengaruh pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP) diidentifikasi melalui perbandingan rata-rata antara data pre-test dan data post-test. Angket juga dikumpulkan lalu dianalisis untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP) dan gambaran kompetensi pedagogik pendidik PAUD setelah mengikuti pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP), rata-rata kompetensi pedagogik pendidik PAUD menjadi lebih baik dibandingkan dengan sebelum mengikuti pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP), atau dengan kata lain pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP) berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik PAUD. The influence of developmentally appropriate practice training program on improving early childhood education teachers’ pedagogical competence AbstractThis study aims to investigate the influence of the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program on improving preschool teachers’ pedagogical competence. The study used quantitative approach with ex post-facto as its method. The data are collected by using questionnaires and documentation study. The influence of the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program is identified through a comparison of the average mean score between pre-test and post-test. Questionnaires was also collected and analyzed to find out the process of Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program and also to know the preschool teachers’ pedagogical competence after joining the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program. The findings revealed that after joining the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program, the average level of the teachers’ pedagogical competence improves. In other words, the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program has a significant influence on improving the preschool teachers’ pedagogical competence.