cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
Articles
63
Articles
Peran perempuan dan penduduk terdidik dalam upaya mencapai target sustainable development goals di Indonesia

Widiastuty, Isti Larasati

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2: November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan ketenagakerjaan di Indonesia, peran perempuan dan penduduk terdidik dalam pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Mencapai tujuan SDGs memerlukan partisipasi, kerja dan sinergitas yang komprehensif dari berbagai pihak. Penelitian ini ingin menyoroti bagaimana mencapai target kedelapan SDGs dengan memperhatian peran perempuan dalam pembangunan dan aktivitas kerja. Metode analisis yang digunakan adalah analisis dekriptif dan analisis statistik regresi linier berganda. Sumber data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS). Beberapa indikator ketenagakerjaan menunjukkan tren meningkat dari 2010 - 2018. Penduduk terdidik mendominasi kegiatan bekerja dan penganggur di Indonesia. Pada tahun 2018 jumlah penganggur terdidik sebanyak 65,89% dari total penganggur. Variabel yang mempengaruhinya adalah rata-rata upah, tingkat kemiskinan, tingkat kesempatan kerja terdidik, jumlah penduduk miskin dan jumlah penduduk usia kerja, dengan koefisien determinasi 0,959. Partisipasi perempuan dalam aktivitas kerja  dan sumbangan pendapatannya dalam ekonomi lebih rendah daripada laki-laki, namun secara tren menunjukkan peningkatan. The role women and educated population in effort to achieve sustainable development goals in Indonesia AbstractThis study aims to determine the development of employment in Indonesia, the role of women and educated residents in achieving the targets of Sustainable development Goals (SDGs) in Indonesia. Achieving the goals s of SDGs requires comprehensive participation, work and synergy from stakeholders. This study wants to highlinght how to reach the eighth target of SDGs bay paying attention to the role of women in development and work activities. The analytical method used descriptive analysis and statistical analysis of multiple linier regression. The data source used is  secondary data from Statistics Indonesia (BPS). During this period several employment indicators showed an increasing trend each year. Educated population dominates work activities and unemploment people in Indonesia. In 2018 the number of educated unemployment reached 65,89% of the total unemployed people in Indonesia. The variables that influence it are  average wages, poverty levels, educated employent rates, the number of poor people and the number of working-age population, with a coefficient of determination arround 0.959. women??s participation in work activities and the contribution of their income in the economy is lower than men, but in trend shows an increase.

Evaluasi program pendidikan kewirausahaan masyarakat

Wijayanto, Arif, Prasetyo, Iis

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2: November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) dampak jangka panjang (2) outcome (3) output (4) proses (5) input program PKM di Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang merujuk pada model Logical Framework dengan jenis penelitian kualitatif. Pendekatan evaluasi disusun secara sistematis meliputi evaluasi (a) dampak jangka panjang program, (b) outcome program, (c) output program, (d) proses program, dan (e) input program. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif. Adapun langkahnya yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengenai evaluasi program PKM di Kabupaten Sleman adalah sebagai berikut (1) Dampak jangka panjang dicapai oleh LKP Silia dan LKP Macell EC; (2) Outcome dicapai oleh LKP Silia, namun tidak dicapai oleh LKP Macell EC; (3) Output dicapai oleh LKP Silia, namun tidak dicapai oleh LKP Macell EC; (4) Proses dicapai oleh LKP Silia, namun tidak dicapai oleh LKP Macel karena penggunaan media di LKP Macell EC kurang maksimal dan kurang mendukung proses pembelajaran; (5) Input yang sesuai dengan prasyarat program telah dicapai oleh LKP Silia, namun tidak berhasil dicapai oleh LKP Macell EC terutama pada prasyarat tutor dan media pembelajaran. Evaluation of community entrepreneurship education program AbstractThis study aims to analyze: (1) long-term impact (2) outcome (3) output (4) process (5) input PKM program in Sleman District. This research is an evaluation research that refers to Logical Framework model with qualitative research type. The evaluation approach is systematically composed including evaluation of (a) the programs long-term impact, (b) program outcomes, (c) program outputs, (d) program processes, and (e) program inputs. The research data was collected through observation, interview and documentation. Data analysis was done by interactive model. The steps are data collection, data reduction, data presentation, and verification and conclusion. The results of research on evaluation of PKM program in Sleman District are as follows (1) long term impact achieved by LKP Silia and LKP Macell EC; (2) Outcome achieved by LKP Silia, but not achieved by LKP Macell EC; (3) Output was achieved by LKP Silia, but not achieved by LKP Macell EC; (4) Process is achieved by LKP Silia, but not reached by LKP Macell EC; (5) Input is achieved or in accordance with the criteria of success by LKP Silia, but on LKP Macell EC.

Evaluasi partisipasi masyarakat pada pembangunan infrastruktur dalam konteks pemberdayaan masyarakat

Widodo, Fatwa

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2: November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat pada tahapan perencanaan, implementasi dan hasil dari program pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Pangudi Mulya. Hal itu diketahui melalui evaluasi terhadap tiap proses tahapan program tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Model evaluasi yang digunakan ialah CIPP (Context, Input, Prosses dan Product). Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah: wawancara, dokumentasi dan observasi sebagai metode penunjang. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu: reduksi data, display data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada tahap perencanaan warga masyarakat non anggota ikut berpartisipasi menyuarakan pendapatnya dan ikut serta dalam menyusun rencana program. Partisipasi tersebut dilakukan melalui dialog antara anggota BKM dan warga non anggota, baik dalam forum RT, RW maupun agenda BKM. (2) Pada tahap implementasi, warga non anggota ikut berpartisipasi dapat dalam bentuk tenaga, materi, donasi maupun logistik. Partisipasi warga non anggota bervariasi, ada yang sampai akhir, ada yang hanya di awal atau ada yang hanya di awal dan akhir. Partisipasi masyarakat dilakukan dengan cara sukarela tanpa adanya paksaan dari anggota BKM. (3) Program pembanguan yang telah dilaksanakan dapat selesai tepat waktu. Hal ini dikarenakan realisasi program dibantu oleh partisipasi masyarakat. Selain itu hasil program dapat merubah keadaan masyarakat, terutama pada sektor kesehatan. An evaluation of social participation in infrastructure development for social empowerment context  AbstractThe aims of this research were to know social participation in the planning; implementation and product stages of the development program in infrastructure by BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Pangudi Mulya. This was an evaluation research with qualitative perspective. This research using CIPP (Context, Input, Prosses and Product) model for evaluate the object. The technique of collecting data were: interview, documentation and observation. The technique of analysis data used: reducting data, display data and conclusion. The results of this research were: (1) In the planning step citizen non member did participation such as idea and include to planed a program. That activity did in local meeting or BKM??s agenda. (2) In the implementation step, citizen non member also did participation well. Kinds of participation were had variation, such as: power, material, donated and logistic. For the participation period were differently, there were until the end, in the beginning, or just in the finishing. Citizen non member did participation without compulsion by BKM member, they did voluntarily. (3) The development program were held on timely. It??s because did by participation from citizen. Beside that the result could change social situation, especially on health sector.

Penerapan Lembaga Suluk dalam membentuk nilai-nilai karakter masyarakat

Syafrizal, Syafrizal, Suryono, Yoyon

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2: November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan lembaga suluk dalam membentuk nilai-nilai karakter masyarakat di Rokan Hulu, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan tipe kualitatif dengan pendekatan etnografi yaitu pemahaman sudut pandang penduduk pribumi, hubungannya dengan kehidupan, untuk mendapatkan pandangan dunia suluk dengan sampel mursyid (guru utama), wakil mursyid dan pengikut dari suluk. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi di lokasi kegiatan suluk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lembaga suluk dalam membentuk nilai-nilai karakter masyarakat di Rokan Hulu sangat baik dilihat pada perubahan sikap dan perilaku masyarakat dilihat dari aspek nilai-nilai karakter kejujuran, nilai-nilai karakter Toleransi, keyakinan nilai karakter , nilai dan nilai karakter kerja keras. tanggung jawab karakter. The application of Suluk institutions in shaping the character values of the community  AbstractThe research aims to find out the application of suluk institutions in shaping the character values of the community in Rokan Hulu, Riau Province. This study uses a qualitative type with an ethnographic approach that is understanding the point of view of the indigenous population, its relationship to life, to get a view of the world of suluk with a sample of murshid (master teacher), vice murshid and followers of suluk. Data collection methods used are observation, interviews and documentation at the location of suluk activities. The results showed that the application of the suluk institution in shaping the values of community characters in Rokan Hulu was very good seen in changes in the attitudes and behavior of the people seen from the aspects of honesty character values, Tolerance character values, confidence character values, hard work character values and values. character responsibility.

Peran modal sosial dalam penanganan bencana pada masyarakat desa rawan bencana Gunung Merapi

Tohani, Entoh, Wibawa, Lutfi

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2: November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan modal sosial dalam penanggulangan bencana pada masyarakat rentan bencana. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan di Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabuptaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilihan desa dilakukan secara purposif. Pengambilan data dilakukan pada informan oleh wawancara independen dan diskusi kelompok terarah. Selain itu, pengamatan dilakukan terhadap kegiatan pencegahan bencana dan lingkungan alam yang rawan bencana. Informan adalah kepala dusun, pejabat pemerintah desa, dan anggota organisasi bencana masyarakat. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang meliputi nilai dan norma, komitmen, kepercayaan, jejaring dan sharing informasi / pengetahuan memberikan manfaat berupa peningkatan kesadaran masyarakat akan bencana, solidaritas sosial, dan pengetahuan bencana warga. Oleh karena itu, untuk menghasilkan masyarakat yang tahan bencana, pemberdayaan masyarakat di daerah rawan bencana perlu dilakukan berdasarkan optimalisasi modal sosial yang dibangun ke dalam kehidupan masyarakat yang diarahkan dan direncanakan. AbstractThis study aims to determine the utilization of social capital in disaster management in disaster vulnerable communities. This research is a case study study conducted in Girikerto village, Turi Sub-district, Sleman Regency, Special Province of Yogyakarta. The selection of the villages was done purposively. Data collection was conducted on informants by independent interviews and focus group discussions. In addition, observations were made on disaster prevention activities and the disaster-prone natural environment. Informants were hamlet heads, village government officials, and members of community disaster organizations. Data were analyzed using qualitative analysis techniques. The results showed that social capital covering values and norms, commitment, trust, networking and sharing of information / knowledge provide benefits in the form of increased community awareness of disaster, social solidarity, and disaster knowledge of the citizens. Therefore, in order to produce disaster-resilient communities, community empowerment in disaster prone areas needs to be done based on the optimization of social capital built into community life directed and planned.

Pengaruh Pelaksanaan Pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP) Terhadap Peningkatan Kompetensi Pedagogik Pendidik PAUD

Pertiwi, Fitri, Abdulhak, Ishak, Hasanah, Viena Rusmiati

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2: November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP) terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik PAUD. Penelitian ini menggunakan metode ex post-facto dengan pendekatan kuantitatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui angket dan studi dokumentasi. Pengaruh pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP) diidentifikasi melalui perbandingan rata-rata antara data pre-test dan data post-test. Angket juga dikumpulkan lalu dianalisis untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP) dan gambaran kompetensi pedagogik pendidik PAUD setelah mengikuti pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP), rata-rata kompetensi pedagogik pendidik PAUD menjadi lebih baik dibandingkan dengan sebelum mengikuti pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP), atau dengan kata lain pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP) berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik PAUD. The influence of developmentally appropriate practice training program on improving early childhood education teachers?? pedagogical competence AbstractThis study aims to investigate the influence of the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program on improving preschool teachers?? pedagogical competence. The study used quantitative approach with ex post-facto as its method. The data are collected by using questionnaires and documentation study. The influence of the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program is identified through a comparison of the average mean score between pre-test and post-test. Questionnaires was also collected and analyzed to find out the process of Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program and also to know the preschool teachers?? pedagogical competence after joining the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program. The findings revealed that after joining the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program, the average level of the teachers?? pedagogical competence improves. In other words, the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program has a significant influence on improving the preschool teachers?? pedagogical competence.

Pengembangan perlindungan sosial kampung ramah anak di Kota Yogyakarta

Suharta, Robertus Belarminus, Septiarti, Serafin Wisni

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1: March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini bertujuan menjelaskan tentang Kampung Ramah Anak sebagai program perlindungan sosial yang dapat berkembang melalui pendekatan budaya dilaksanakan di Kelurahan Tegalejo Yogyakarta. Penelitian dengan metode kualitatif dengan FGD, observasi dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan datanya. Data dianalisis secara deskriptif untuk diintepretasi kebermaknaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan sosial melalui program KRA merupakan konsep yang dibangun pemerintah Kota Yogyakarta untuk memenuhi hak hidup, belajar, perlindungan dan partisipasi anak dalam pembangunan. Secara kultur, masyarakat menanggapinya dengan prinsip kebersamaan, komitmen, mengintegrasikan makna ramah anak dalam bentuk berbagai kegiatan yang melibatkan orang tua, anak muda dan tokoh masyarakat. KRA dikembangkan melalui (1) mengucapkan deklarasi kawasan tanpa rokok dalam setiap pertemuan pengurus RW; (2) membangun keakraban orang tua-anak seperti kerjasama, persatuan, toleransi yang dibingkai dalam kegiatan yang inovatif, edukatif, menyenangkan seperti outbond, gerak tari dan seni tradisional.Development of child friendly social protection in Yogyakarta City AbstractThis article aims to explain about Child Friendly Village (KRS) as a social protection program that can develop through cultural approach implemented in Tegalejo Village Yogyakarta. Research with qualitative method with FGD, observation and in-depth interview as data collection technique. The data were analyzed descriptively to interpret their meaningfulness. The results showed that social protection through the KRA program is a concept developed by the Yogyakarta city government to fulfill the right to live, learn, protect and participate in development. Culturally, the community responds with the principle of togetherness, commitment, integrating the meaning of child-friendly in the form of various activities involving parents, young people and community leaders. KRA is developed through (1) declaring a non-smoking area declaration in every RW committee meeting; (2) establishing parent-child familiarity such as cooperation, unity, tolerance that is framed in innovative, educational, fun activities such as outbound, dance movements and traditional arts.

Implementasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara di taman kanak-kanak

Rahayu, Eka Pamuji, Sugito, Sugito

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1: March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Taman Indria Ibu Pawiyatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Unit analisis Taman Indria Ibu Pawiyatan sebagai sumber informasi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Milles dan Huberman, meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang dimplementasikan dalam proses pendidikan di Taman Indria Ibu Pawiyatan yaitu: (a) tujuan pembelajaran menuntun kodrat dan iradat anak, (b) metode pembelajaran yaitu: metode among (ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani), sari swara, wiraga dan wirama, (c) aspek bidang pengembangan yaitu: pikiran, rasa, dan kemauan (Tri sakti), dan (d) sasaran usia yaitu mendidik anak dibawah 7 tahun. (2) Hambatan-hambatan dalam mengimplementasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara yaitu: (a) jumlah peserta didik yang sangat minim, (b) pendidik tidak berlatar belakang dari Tamansiswa, dan (c) kurangnya komunikasi antara Majelis Ibu Pawiyatan dengan pendidik. (3) Upaya-upaya untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran yaitu: (a) pendidik mengikuti workshop dan seminar pendidikan anak usia dini, (b) pendidik mengadakan pertemuan sarasehan, dan (c) mengaktifkan kembali komite sekolah. The implementation of Ki Hadjar Dewantara??s ideas in kindergarten AbstractThis study was aimed to describe the implementation of Ki Hadjar Dewantara??s ideas in the Taman Indria Ibu Pawiyatan. This study is a qualitative research using case study design. This study is a qualitative research using case study design. The analysis unit in Taman Indria Ibu Pawiyatan as the information resources. The data were obtained through observation, in depth interview, and document review. The technique of data analysis was done using Milles and Huberman models, including: Data collection, data reduction, data display, and verifying. The results show that: (1) The Implementation of Ki Hadjar Dewantara??s Ideas in the learning process include: (a) the purpose of learning activities is to guide the child to kodrat and iradat, (b) methods in learning activities are among others (ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani), sari swara, wiraga and wirama, (c) aspects of the development that is thinking, feeling, and volition (Tri sakti), and (d) goal is to educate children aged under 7 years. (2) Barriers that: (a) there are only few learners, (b) educators do not have background from Tamansiswa, and (c) lack of communication between Majelis Ibu Pawiyatan and educators. (3) The efforts include: (a) educators to follow workshops, (b) seminars about early childhood education, educators held a sarasehan, and (c) reactivating the school committee.

Model pembelajaran proyek bermuatan budaya lokal dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal dan visual-spasial

Adawiyah, Rabihatun

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1: March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penetian ini bertujuan untuk mengetahui: struktur, kelayakan, dan efektiftas model pembelajaran proyek dengan muatan budaya lokal dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal dan visual-spasial anak. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahap yaitu: Analyze (analisis), design (perancangan), develop (pengembangan), implement (implementasi), dan evaluate (evaluasi). Teknik analisis data menggunakan independent t-test. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) struktur pengembangan berupa langkah-langkah model pembelajaran, silabus, RPPM, RPPH, buku panduan guru, (2) produk hasil pengembangan ditinjau dari konsep teori dan media dinyatakan layak digunakan dengan memberikan skor rata-rata ??Baik?, (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre perlakuan dan post perlakuan pada kecerdasan interpersonal dan visual-spasial anak kelompok B TK Aisyiah Bustanul Athfal. Developing project study model local culture content in increasing interpersonal and visual-spatial intelligence AbstractThis research aimed to identify: (1) the structure, the feasibility and the effectiveness of the project learning model with the content of local culture in improving the interpersonal and visual-spatial intelligence of the child. The development model which was used in this research was  ADDIE model. The development model consisted of five steps, that was: analyze, design, develop, implement, and evaluate. Data analysis technique using independent t-test. The conclusion of the development of project learning model with the content of local culture obtained in this research was: (1) development structure was in the form of learning model steps, syllabus, RPPM, RPPH, teacher manual, (2) development result product from the concept of theory and Media is considered feasible to be used by getting the average score of "Good", (3) there is a significant difference between pre treatment and post treatment result on interpersonal and visual-spatial intelligence of children of group B TK Aisyiah Bustanul Athfal, so that the use of project learning model with local culture content is said to be effective in improving the interpersonal and visual-spatial intelligence of the child.

Dampak pemberdayaan masyarakat melalui program biogas dalam mewujudkan kemandirian energi

Harahap, Friska Indria Nora

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1: March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak pemberdayaan masyarakat melalui biogas dalam mewujudkan kemandirian energi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menemukan dan menganalisis secara detail dampak pemberdayaan masyarakat dalam program biogas di Kampung Areng Desa Cibodas. Ada beberapa dampak yang ditemukan dalam pemberdayaan melalui program biogas ini, seperti dampak ekonomi, berkaitan dengan pengehamatan yang dirasakan masyarakat setelah menggunakan biogas, dampak ekologi, yang terlihat dari terjaganya lingkungan sekitar masyarakat yang lebih bersih dan rapi, dan yang ketiga adalah dampak sosial. The impact of empowering community through biogas program in manifesting energy independence AbstractThe objective of the study was to analyse the impact of empowering community through biogas in manifesting energy independence. Within the study, qualitative approach was implemented in order to identify and analyse the impacts of empowering community within the biogas program in Kampung Areng, Cibodas Village, in details. Then, there are several impacts that have been found within the community empowerment through the biogas program and these impacts are the economy impact, the ecological impact, and the social impact. The economy impact has been related to the savings that have been resulted from the use of the biogas, while the ecological impact has been related to the maintenance of clean and tidy surrounding environment.