cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
LingTera
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2: Oktober 2014" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA GAME DIGITAL EDUKATIF UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS LAPORAN PERJALANAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Pratiwi, Anggia Suci; Musfiroh, Tadkiroatun
LingTera Vol 1, No 2: Oktober 2014
Publisher : LingTera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media game digital edukatif yang efektif untuk pembelajaran menulis laporan perjalanan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini merupakan penelitian R & D melalui tahapan analisis kebutuhan, pembuatan desain game, validasi produk, dan uji coba lapangan. Media game digital edukatif yang dikembangkan ini layak digunakan untuk pembelajaran menulis laporan perjalanan siswa SMP berdasarkan hasil validasi produk oleh ahli materi dengan hasil rata-rata yaitu 4,67 termasuk dalam kategori sangat baik, sedangkan validasi ahli media dengan hasil rata-rata 4,21 termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan uji keefektifan menggunakan uji-t pada saat uji coba lapangan menunjukkan bahwa nilai t hitung (4,543) > t tabel (30;0,05) adalah (1,697). Oleh karena itu, media game digital edukatif yang telah dikembangkan efektif digunakan untuk pembelajaran menulis laporan perjalanan siswa SMP. Kata kunci: pengembangan media, game digital edukatif, menulis laporan perjalanan.
VARIASI KELUASAN MAKNA TEKSTUAL (KMT) DALAM TEKS DWIBAHASA FIVE ON THE TREASURE DAN LIMA SEKAWAN DI PULAU HARTA Rosmawati, Devi; Tou, Asruddin Barori
LingTera Vol 1, No 2: Oktober 2014
Publisher : LingTera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi keluasan makna tekstusal (KMT) yang direpresentasikan dalam teks Five on The Treasure Island dan Lima Sekawan di Pulau Harta, mendeskripsikan makna variasi KMT tersebut dalam konteks penerjemahan, serta membahas dan menginterpretasikan faktor-faktor kontekstual yang memotivasi terjadinya variasi KMT. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif yang menerapkan kerangka teoritik Translation Tou dan model komunikasi sematik translational untuk analisis translasi dan model conceptual Halliday untuk analisis makna tekstual. Sumber data yang digunakan adalah dua novel dengan fokus pada satuan-satuan klausa. yang mewujudkan satuan-satuan makna tekstual. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menerapkan konsep Komunikasi Semiotik Translasional (KST) dan konsep Halliday tentang makna tekstual. Pengujian keabsahan data dilakukan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi KMT antara T1 dan T2 cenderung sangat rendah atau T1=T2, hal ini dapat dilihat dari tingkat frekuensi kemunculan terdapat pada variasi nol atau sangat rendah sebesar 552 atau 63,52% (T1=T2). Berdasarkan hasil rerata tingkat keluasannya, T1 lebih luas dari T2. Hal ini dapat dilihat dari kemunculan rerata T1 sejumlah 193 atau sebesar 22,21%. Jenis-jenis tema yang memotivasi terjadinya variasi keluasan makna tekstual yaitu: tema interpersonal, tema tekstual, dan tema topikal. Faktor-faktor kontekstual yang memotivasi terjadinya variasi KMT, yaitu konteks situasi dan konteks budaya. Konteks situasi terdiri dari field, tenor dan mode. Konteks budaya ditunjukkan oleh istilah yang mengacu pada budaya T1 digunakan pada T2. Pada judul yang tampak pada T1 dan T2, mengindikasikan bahwa T2 berintertekstual dengan T1. Kata Kunci: penerjemahan, tema-rema, keluasan makna tekstual.
PENINGKATAN APRESIASI PUISI DALAM PEMBELAJARAN PUISI DENGAN MEDIA MUSIK DI SMA NEGERI 11 YOGYAKARTA Indriati, Dwi Astuti; Haryadi, Haryadi
LingTera Vol 1, No 2: Oktober 2014
Publisher : LingTera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian ini adalah kesulitan siswa dalam proses pembelajaran puisi dan peningkatan hasil apresiasi puisi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil apresiasi puisi dalam pembelajaran puisi dengan media musik. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan ada peningkatan pada proses dan hasil. Peningkatan proses ditandai dengan (1) keaktifan siswa dalam pembelajaran lebih banyak, (2) kerja sama siswa dalam mengerjakan tugas-tugas kelompok meningkat. (3) motivasi dan perhatian siswa meningkat. Peningkatan hasil pembelajaran apresiasi puisi dapat dilihat dari rata-rata nilai apresiasi pratindakan. Kata kunci: peningkatan, apresiasi, media musik
THEMATIC PROGRESSION VARIATION OF THE GREAT GATSBY ENGLISH-BAHASA INDONESIA TRANSLATIONAL TEXTS Nursanti, Emi; Tou, Asruddin Barori
LingTera Vol 1, No 2: Oktober 2014
Publisher : LingTera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The data-based research on which this article is based aimed at (1) describing the thematic progression variation of The Great Gatsby texts, (2) describing the contextual factors that motivate the variation in question, and (3) describing the effects of the variation on the texts as translational texts. The study applied a qualitative approach which employed a sematic-translational content analysis of qualitative and quantiative data. The results show that thematic progression variation falls into the low category at average indicated by the mean score of 0.76. The most prominent variation was repre-sented by the low category of variation. The variations were performed by adding or omitting Themes, splitting one units of thematic structure into more than one unit, downranking, not expressing and creating new clauses. The factors that motivate the variation are the different linguistic properties bet-ween English and Bahasa Indonesia and the situational contexts. In terms of effects, the variation caused dangling clauses which cannot be identified from which they are developed.Keywords: thematic progression, thematic structure, Theme, Rheme
THE FUNCTIONS OF IDIOMS WITH MAGICAL TERMINOLOGY IN BUILDING THE STORY OF J. K. ROWLING’S “HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX” Fadhillah, Haris; Bismoko, J
LingTera Vol 1, No 2: Oktober 2014
Publisher : LingTera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study describes the functions of idioms with magical terminology in Harry Potter and the Order of the Phoenix in building the story. This study analyzed the novel from the linguistics perspective. The idioms with magical terminology found in the novel were compared to real English idioms. Comparison was done word by word and also to the context of the story. The analysis was also done by comparing words’ meaning and the semantic features. Finally the data were analyzed with related theories of linguistics and discourse analysis. The results of this study can be used as a consideration in teaching cultural relevancy in language teaching from the linguistic point of view in a novel. Keywords: functions of idioms, Harry Potter and the Order of the Phoenix, cultural relevancy in language teaching
THE STUDENTS’ PERCEPTION OF THE EFFECTIVENESS OF ENGLISH AND ARABIC TEACHING AND LEARNING AT THE LANGUAGE AND CULTURE CENTER OF STATE INSTITUTE FOR ISLAMIC STUDIES SHEKH NURJATI CIREBON Mahmud, Mahmud; Wiedarti, Pangesti
LingTera Vol 1, No 2: Oktober 2014
Publisher : LingTera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to explore the effectiveness of English and Arabic teaching and learning the Language and Culture Center (LCC) at the State Institute for Islamic Studies Shekh Nurjati Cirebon (SIIS SNJ) based on the students’ perception. The study is to find out students’ opinion toward English and Arabic teaching and learning process and provide beneficial information for the teaching system in the LCC. This study used descriptive survey approach. The subjects were the students of English and Arabic intensive program. The data were collected through the questionnaire The results of the study are as follows. First, the teaching quality indicator is categorized as fairly effective. Second, the generic skills indicator is categorized as less effective. Third, students’ motivation indica-tor is categorized as less effective. Fourth, learning resources is categorized as not effective. Fifth, the assessment appropriateness is categorized as fairly effective. Sixth, the students’ workload is catego-rized as less effective. Seventh, the curriculum content is categorized as less effective. Keywords: students’ perception, teaching and learning, effectiveness.
KEEFEKTIFAN PAIRED STORYTELLING DAN JIGSAW DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI BERBICARA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SLEMAN Nurmiyati, Nurmiyati; Suyata, Pujiati
LingTera Vol 1, No 2: Oktober 2014
Publisher : LingTera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah ada perbedaan keefektifan antara teknik paired storytelling, jigsaw, dan konvensional dalam meningkatkan kompetensi berbicara siswa, (2) teknik pembelajaran berbicara yang paling efektif antara ketiga teknik penelitian itu dalam meningkatkan kompetensi berbicara siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sleman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan nonequivalent control-group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan keefektifan antara teknik paired storytelling, jigsaw, and konvensional itu dalam meningkatkan kompetensi berbicara siswa dengan nilai F sebesar 3,532 dan signifikan dengan P < 0,05, yaitu sebesar 0,033, dan (2) teknik paired storytelling adalah teknik keterampilan berbicara yang paling efektif diantara ketiga teknik itu dalam meningkatkan kompetensi berbicara siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sleman dengan mean tertinggi sebesar 74,3492. Kata kunci: teknik paired storytelling, teknik jigsaw, teknik konvensional, kompetensi berbicara
KINERJA GURU BAHASA INGGRIS BERSERTIFIKAT PENDIDIK DI KOTA YOGYAKARTA Munfangati, Rahmi; Widodo, Pratomo
LingTera Vol 1, No 2: Oktober 2014
Publisher : LingTera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru bahasa Inggris bersertifikat pendidik ditinjau dari: (1) tiap penilai dan tiap kompetensi, (2) latar belakang syarat dan proses sertifikasi (tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, jalur sertifikasi), dan untuk mengetahui (3) hambatan-hambatan yang dihadapi guru bahasa Inggris bersertifikat pendidik pascasertifikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis survei. Populasi pada penelitian ini 43 orang guru bahasa Inggris bersertifikat pendidik dari 10 SMA Negeri dan 12 SMA Swasta di Kota Yogyakarta. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan penskalaan menggunakan model Likert. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa (1) ditinjau dari penilai dan kompetensi, guru memiliki kinerja pada kategori baik; (2) guru yang memiliki tingkat pendidikan tinggi, pengalaman kerja tinggi, dan lulus sertifikasi melalui uji portofolio memiliki kinerja pada kategori sangat baik; dan (3) terdapat dua faktor yang menjadi hambatan guru bahasa Inggris SMA bersertifikat pendidik pascasertifikasi, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kata kunci: Kinerja guru, tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, jalur sertifikasi
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA POSTER DAN MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERPIDATO SISWA SMK Bhakti, Wirayudha Pramana; Haryadi, Haryadi
LingTera Vol 1, No 2: Oktober 2014
Publisher : LingTera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi (1) perbedaan keefektifan antara penggunaan media mind mapping dengan pembelajaran tanpa media dalam pembelajaran keterampilan berpidato siswa SMK, (2) perbedaan keefektifan antara penggunaan media poster dengan pembelajaran tanpa media dalam pembelajaran keterampilan berpidato siswa SMK, serta (3) perbedaan keefektifan penggunaan media poster dengan media mind mapping dalam pembelajaran keterampilan berpidato siswa SMK. Desain eksperimen yang digunakan adalah Randomized Pretest-Postest Control Group Design, dengan dua kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X jurusan otomotif SMK Diponegoro Depok, Sleman, Yogyakarta. Penentuan kelompok kontrol dan eksperimen dilakukan secara random. Pengumpulan data penenelitian melalui lembar penilaian performansi keterampilan berpidato. Instrumen divalidasi dengan uji validitas isi yang melibatkan expert judgment. Data dianalisis dengan Anava dilanjutkan dengan uji Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) media mind mapping lebih efektif dibandingkan pembelajaran tanpa media pembelajaran, (2) media poster lebih efektif dibandingkan pembelajaran tanpa media pembelajaran, (3) media mind mapping merupakan media yang paling efektif dibandingkan dengan media poster dan pembelajaran tanpa media. Kata Kunci: keefektifan, pembelajaran, poster, mind mapping, berpidato
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SMP N 1 BANYUMAS Rahadini, Astiana Ajeng; Suwarna, Suwarna
LingTera Vol 1, No 2: Oktober 2014
Publisher : LingTera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk, nilai, dan fungsi kesantunan berbahasa Jawa dalam interaksi antara guru dan siswa ketika pembelajaran bahasa Jawa di SMP N 1 Banyumas serta implikasinya bagi pembelajaran. Jenis pendekatan yang digunakan, yaitu deskriptif. Metode pengumpula data yang digunakan, yaitu metode simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan: (1) bentuk kesantunan berbahasa Jawa direpresentasi-kan dalam modus deklaratif atau kalimat berita, modus interogatif atau kalimat pertanyaan, modus imperatif atau kalimat perintah yang merepresentasikan jenis tindak tutur representatif, direktif, ekspresif, dan komisif; (2) Nilai kesantunan berbahasa dilihat dari isi tuturan yang mematuhi prinsip kesantunan berbahasa Jawa dan penggunaan unggah-ungguh basa; (3) Fungsi kesantunan berbahasa meliputi fungsi kompetitif dan fungsi menyenangkan. (4) Implikasi hasil penelitian meliputi peng-gunaan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa Jawa untuk menyamankan interaksi pembelajaran, peningkatan nilai kesantunan tuturan dengan memperhatikan isi tuturan dan penggunaan unggah-ungguh basa yang benar, dan penggunaan fungsi kesantunan menyenangkan dan ungkapan penanda kesantunan untuk tindak tutur direktif dan ekspresif. Kata kunci: kesantunan berbahasa Jawa, interaksi pembelajaran

Page 1 of 1 | Total Record : 10