Jurnal Pendidikan Anak
ISSN : -     EISSN : -
Articles 70 Documents
Metode Bermain Peran dan Alat Permainan Edukatif untuk Meningkatkan Empati Anak Usia Dini

Rahmawati, Anayanti

Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurnal Pendidikan Anak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian dengan judul Metode Bermain Peran Dan Alat Permainan Edukatif Untuk Meningkatkan Empati Anak Usia Dini ini bertujuan meningkatkan empati anak  usia dini. Subjek penelitian yaitu anak kelompok B TK Darul Arqom Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo . Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus. Dengan membandingkan hasil observasi empati anak pada siklus I dan siklus II dapat dilihat terjadinya peningkatan empati. Hasil tersebut menunjukkan penggunaan metode bermain peran dan alat permainan edukatif di TK Darul Arqom dapat berpengaruh dan meningkatkan empati. Kata kunci: metode bermain peran, alat permainan edukatif, empaty

Pelatihan Pengenalan Karakter untuk Anak Usia Dini melalui Cerita Rakyat Budaya Lokal Bagi Pendidik PAUD Non Formal TPA/ KB/ SPS se- Kecamatan Sleman

Cahyaningrum, Eka Sapti, Cholimah, Nur, Christianti, Martha

Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurnal Pendidikan Anak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Latar belakang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah begitu banyak cerita-cerita rakyat yang diwariskan memiliki nilai-nilai luhur untuk membentuk karakter anak yang sudah semakin hilang dan tidak dikenal. Pendidik  lebih memilih cerita-cerita yang diterjemahkan dari luar negeri untuk bercerita Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman pendidik dalam pengenalan karakter untuk anak usia dini melalui cerita rakyat serta meningkatkan ketrampilan bercerita. Sasaran adalah Pendidik di KB, TPA dan SPS  Se Kecamatan Sleman berjumlah 42 pendidik. Pelatihan ini  menggunakan metode ceramah, demonstrasi, micro teaching, praktek lapangan dan  diskusi. Langkah kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan, pelatihan dan workshop. Peserta dikatakan berhasil dalam pemahaman materi minimal 75% dan dalam praktek minimal 70%. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini Pelaksanaan berjalan  lancar, peserta 100% lebih dari sasaran yang seharusmya. Adanya  peningkatan  skor pemahaman peserta tentang materi karakter anak Usia Dini dan materi tentang teknik-teknik bercerita sebesar 31,64 atau 84%.  Peningkatan  skor ketrampilan bercerita sebesar 82%. Hasil dari Pengamatan  terhadap Anak menunjukkan dari 3 kali tampil dihadapan anak anak 98% minta diceritakan kembali untuk esok harinya, dan 90% anak-anak usia KB 3-5 tahun memahami isi cerita rakyat (Kelip Kunang, Kedung Bolong, Kijang dan Lintah, Rusa Bertanduk, asal Mula Kali Gajah Wong, Mbok rondo dan Lurah Cokrojoyo, serta Gedung Bolong). Dengan demikian pelatihan ini efektif dalam peningkatkan pemahaman dan ketrampilan bercerita bagi Pendidik PAUD.   Kata Kunci: pemahaman karakter, keterampilan bercerita bagi pendidik PAUD

Pengembangan Instrumen Evaluasi Non Tes (Informal) untuk Menjaring Data Kualitatif Perkembangan Anak Usia Dini

Syamsudin, Amir

Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurnal Pendidikan Anak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tindakan anak, ucapan/ekspresi tubuh anak, dan hasil karya anak merupakan sumber informasi tentang perkembangan mental anak. Informasi yang bersumber dari tindakan anak dapat diperoleh menggunakan metode observasi. Informasi yang bersumber dari ucapan & ekspresi tubuh anak dapat digali melalui metode wawancara. Sedangkan informasi yang bersumber dari hasil karya anak dapat diperoleh melalui metode dokumentasi. Observasi adalah aktivitas mencatat suatu gejala/peristiwa dengan bantuan alat/instrumen untuk merekam/mencatatnya guna tujuan ilmiah atau tujuan lainnya. Rekaman wawancara/percakapan adalah kumpulan informasi yang digali melalui tanya jawab lisan dan percakapan sehari-hari dengan tujuan untuk mengukur kadar pengetahuan yang sudah dimiliki anak. Dokumen merupakan catatan yang bersifat pribadi seperti buku harian, surat-surat, atau catatan lapangan. Dokumen sangat penting untuk menutup celah perbedaaan informasi yang digali dari wawancara dengan informasi yang digali dari observasi.   Kata Kunci: instrumen evaluasi non tes, perkembangan anak

Menyiasati Penilaian Kinerja Guru dengan Etos Kerja

Syamsidah, Syamsidah

Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurnal Pendidikan Anak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Guru adalah pendidik profesional Profesi guru perlu dikembangkan secara terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru. Selain itu, agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan Penilaian Kinerja Guru (PK GURU). Untuk membuktikan apakah kita sudah sukses sebagai guru, dibuktikan dengan Nilai PKG yang baik atau amat baik. Dalam PKG, kelemahan/kekurangan akan di perbaiki dan dikembangkan melalui  PKB ( Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan). Tim Assesor PKG akan merekap kekuarang/kelemahan pada kompetensi pendidik. Koordinator PKG di Kecamatan akan memediasi pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, sehingga guru akan lebih mudah. Namun jika Guru tidak meningkatkan etos Kerja mereka, meskipun telah difasilitasi, dibantu oleh orang lain tentu tidak akan mencapai kesuksesan.Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan tidak akan berkembang tanpa adanya   peningkatan Etos Kerja bagi guru yang bersangkutan. Oleh karena itu antara PK Guru-PKB dan etos Kkerja sangat erat kaitannya.   Kata Kunci: PKG-PKB-Etos Kerja

Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Menggunakan Media Snader Game

Arijani, Risah

Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurnal Pendidikan Anak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Upaya untuk membantu anak usia dini agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya adalah dengan memberikan stimulasi yang tepat dan aman khususnya saat mengajarkan pembaca permulaan. Fakta riil di lapangan menunjukkan bahwa sebagian orang tua dan pendidik masih terns melakukan praktik-praktik pengajaran yang memaksa anak. Sebagian orang tua masih memilih antara bermain dan belajar, sehingga ada pengaturan waktu bermain dan belajar. Belajar diartikan sebagai aktivitas produktif dan bermain diartikan sebagai aktivitas tak produktif. Padahal melalui bermain itulah anak bisa belajar. Salah satu kegiatan bermain sambil belajar adalah melalui snader game. Bagi anak-anak media pembelajaran permainan akan sangat menyenangkan dan mudah untuk dipahami, karena media pembelajaran dalam bentuk snader game mampu melatih kemampuan membaca permulaan anak dan memotivasi anak untuk belajar dan bersosialisasi. JCata Kunci: kemampuan membaca permulaan, snader game

Pendidikan Karakter untuk Anak Usia Dini

Suyanto, Slamet

Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurnal Pendidikan Anak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Menumbuhkembangkan nilai-nilai universal dan mengembangkan karakter bangsa sebaiknya dimulai sejak usia dini. Anak usia dini dalam perkembangan yang paling cepat dalam berbagai aspek termasuk aspek agama, moral, sosial, intelektual, dan emosi. Perlakuan pendidikan yang diberikan pada usia dini diyakini akan terpateri kuat di dalam hati dan pikiran anak yang jernih. Jika anak didik dengan baik, diberi contoh yang baik, dan dibiasakan hidup dengan nilai dan karakter yang baik, maka mereka cenderung menjadi orang yang baik yang berhati emas, berpikiran positif, dan berbudi mulia. Persoalannya adalah bagaimana mengembangkan karakter yang baik pada anak usia dini? Apa saja tema dan kegiatan yang yang relevan untuk mengembangkan karakter pada anak usia dini?  Bagaimana melakukan asesmen perkembangan karakter pada anak usia dini? Makalah ini menjawab berbagai persoalan tersebut.   Kata kunci: Pendidikan Karakter, PAUD

Deteksi dan Intervensi Dini Pada Anak Autis

Rahayu, Sri Muji

Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurnal Pendidikan Anak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Autism adalah suatu gangguan perkembangan secara menyeluruh yang mengakibatkan hambatan dalam kemampuan sosialisasi, komunikasi, dan juga perilaku. Gangguan tersebut dari taraf yang ringan sampai dengan taraf yang berat. Gejala autis ini pada umumnya muncul sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Pada umumnya penyandang autis mengacuhkan suara, penglihatan ataupun kejadian yang melibatkan mereka, dan mereka menghindari atau tidak merespon kontak sosial misalnya pandangan mata, sentuhan kasih sayang, bermain dengan anak lainnya. Gangguan yang dialami anak autism adalah gangguan dalam bidang interaksi sosial, gangguan dalam bidang komunikasi (verbal-non verbal), gangguan dalam bidang perilaku, gangguan bidang perasaan/emosi, dan gangguan dalam bidang persepsi-sensorik. Penanganan anak  autis bertujuan agar perkembangan yang terlambat pada dirinya dapat diatasi sesuai dengan perkembangan usianya. Semakin cepat mengetahui anak mengalami autis, maka akan semakin cepat pula usaha penanganannya. Deteksi dan intervensi dini sangat penting untuk anak autis  sehingga penanganannnya lebih cepat dilakukan dan tidak membutuhkan waktu yang relatif lama. Terapi untuk anak autis harus dimulai sejak awal dan harus diarahkan pada hambatan maupun keterlambatan yang secara umum dimiliki oleh setiap anak.   Kata kunci: deteksi, intervensi, autis

Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Anak Usia Dini

Sudaryanti, Sudaryanti

Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurnal Pendidikan Anak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pendidikan karakter  mempunyai makna  lebih tinggi dari pendidikan moral karena bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, tetapi membantu anak-anak merasakan  nilai-nilai yang baik, mau dan mampu melakukannya. Pembentukan karakter pribadi anak (character building) sebaiknya dimulai dalam keluarga karena interaksi pertama anak terjadi dalam lingkungan keluarga. Pendidikan karakter sebaiknya di terapkan sejak anak usia dini  karena pada usia dini karena sangat menentukan  kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Pendidikan karakter pada anak usia dini dapat mengantarkan anak pada matang dalam mengolah emosi. Kecerdasan emosi adalah bekal penting  dalam mempersiapkan anak usia dini  dalam menyongsong masa depan  yang penuh dengan tantangan,  baik secara akademis maupun  dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.   Kata kunci: Pendidikan Karakter, Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Karakter Melalui Pengembangan Model Pembelajaran RKCK (Rasa Karsa Cipta Karya)

Rachmawati, Yeni

Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurnal Pendidikan Anak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Saat ini, globalisasi adalah sebuah keniscayaan dalam hidup kita. Semua orang di dunia, termasuk bangsa Indonesia membutuhkan strategi terbaik agar mampu bersaing dengan era globalisasi. Pendidikan sebagai salah satu unsur dalam kehidupan manusia telah menjadi posisi kunci untuk mengantisipasi gelombang globalisasi. Ide-ide dan konsep pendidikan yang baru diperlukan untuk memperkuat identitas bangsa, melestarikan kearifan lokal, mampu  menjawab tantangan modern dan memiliki dasar yang baik untuk membangun karakter. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan model pembelajaran yang berbasis pada kearifan lokal dari "RKCK (Rasa-Karsa-Cipta-Karya).Model ini dianggap sebagai salah satu solusi untuk menjawab permasalahan. Beberapa keunggulan dari model pembelajaran berbasis Model RKCK adalah bahwa model ini lahir dari filsafat Indonesia. Dengan demikian, Model Pembelajaran RKCK memiliki kekuatan untuk melahirkan kembali nilai-nilai semangat Indonesia. Konsep model RKCK sebenarnya bukanlah ide baru, tetapi telah ada sejak lama. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat membangun kembali filosofi model pembelajaran dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Model RKCK bersifat holistik dan sistem implementasinya terintegrasi, sehingga tidak hanya aspek kecerdasan saja tetapi juga aspek sosial emosional dan kecerdasan spritual yang dapat meningkatkan ketajaman pikiran peserta didik.   Kata kunci: Membangun Karakter, Berbasis pada Kearifan Lokal, Kearifan Lokal, Menyeluruh, Terpadu

Indigenousasi Sebagai Jembatan Pendidikan Karakter dalam PAUD Melalui Learning By Culture

Rolina, Nelva

Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurnal Pendidikan Anak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Bangsa Indonesia sedang mengalami keterpurukan dekade ini, karena minim sekali insan-insan cendikia yang berkarakter. Pendidikan karakter menjadi sangat penting dan menjadi sorotan, sehingga pemerintah mencanangkan pendidikan karakter sebagai simbol dunia pendidikan saat ini. Namun, penanaman karakter yang kuat tidaklah semudah membalik telapak tangan. Seharusnyalah dilakukan sejak usia kanak-kanak. Masa kanak-kanak yang lazim disebut masa keemasan (golden age) sangat rentan terhadap stimulasi, baik itu stimulasi yang benar maupun yang salah. Seperti teori tabularasa, anak diibaratkan kertas putih yang mudah untuk diberi tulisan apapun, atau laksana botol kosong yang bisa diisi air apapun. Hal ini karena dalam otak anak terdapat ribuan neuron yang sedang terkoneksi satu sama lain. Untuk menanamkan karakter sejak masa kanak-kanak, perlu intervensi mendalam pada pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui indigenousasi ke-Indonesia-an sebagai jembatannya, yaitu pembelajaran yang kembali pada tradisi dan budaya (learning by culture).   Kata kunci: Indigenousasi, Karakter, PAUD