cover
Filter by Year
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Gender
marwah (Online ISSN 2407-1587 | Print ISSN 1412-6095), Jurnal Kajian Gender dan Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Studi Gender dan Anak pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal ini sudah terbit sejak tahun 2002 dengan nomor ISSN 1412-6095. Terbit sebanyak dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember. marwah merupakan media komunikasi ilmiah antar peminat dan pemerhati kajian gender, anak dan Islam. Dengan tujuan mengangkat harkat dan martabat perempuan dan terpublikasinya bahan bacaan/rujukan tentang kajian perempuan. Dengan demikian marwah bisa menjadi media untuk memahami permasalahan perempuan sekaligus menjadi bahan bacaan/rujukan tentang kajian perempuan.
Articles
119
Articles
GERAKAN SOSIAL KAUM PEREMPUAN MELAWAN EUPHORIA MEDIA MELALUI KOMUNITAS HIJABERS DI KOTA SURAKARTA

Fibrianto, Alan Sigit, Bakhri, Syamsul

Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 1 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKGerakan kaum muda yang dulunya dilarang oleh era orde baru, kini telah menjamur dan keberadaannya kian beragam, bahkan saat ini banyak gerakan-gerakan baru yang mengatasnamakan gerakannya dengan simbol-simbol agama. Penelitian ini menggunakan konsep teori Komunitas Sosial, Identitas Sosial, Gerakan Sosial, dan Ekofeminisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini dibagi menjadi dua kategori pembahasan, pertama, komunitas hijabers sebagai pembentuk identitas sosial, dan kedua, komunitas hijabers sebagai ideologi gerakan sosial kaum perempuan melawan euphoria media. Kedua bagian tersebut menjawab permasalahan kaum perempuan dalam hal eksistensi hijab untuk melawan euphoria media yang akhir-akhir ini banyak menyoroti fenomena-fenomena penggunaan jilbab di Indonesia yang masih memperlihatkan lekuk tubuh perempuan. Maka dari itu, kehadiran komunitas hijabers sebagai pengawal dalam penggunaan hijab bagi kaum perempuan muslim yang sesuai dengan syariat Islam. Selain itu juga sebagai ajang silaturahim dan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan agama Islam.

PENERAPAN KESETARAAN GENDER DALAM PENGEMBANGAN KARIR KARYAWAN (Studi Perbandingan Antara Bank Syariah dan Konvensional di Pekanbaru)

Mardiah, Ainun, Zulhaida, Zulhaida

Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 1 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kesetaraan gender dalam pelaksanaan pengembangan karir karyawan bank syariah dan konvensional di Kota Pekanbaru dan untuk mengetahui perbedaan kesetaraan gender dalam pelaksanaan pengembangan karir karyawan antara bank syariah dan konvensional di Kota Pekanbaru. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 100 orang responden. Analisis data menggunakan analisis gender model SWOT dan Oneway ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak terdapat kesenjangan gender dalam penerapan pengembangan karir karyawan perbankan di Pekanbaru.Artinya bahwa berbagai indikator dalam pengembangan karir pada penelitian ini tidak membedakan kesempatan untuk memperoleh pengembangan karir baik bagi karyawan laki-laki maupun perempuan.Berdasarkan uji One Way ANOVA diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan gender dalam hal pengembangan karir antara perbankan konvensional dengan bank syariah.

GAMBARAN KONSEP DIRI DAN ATTACHMENT IBU PADA ANAK KASUS NARKOBA

Shofiah, Vivik

Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 1 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Konsep diri adalah elemen yang memberi pengaruh terhadap tingkah laku individu, konsep diri yang positif akan mengantarkan individu kepada perilaku yang baik, begitu juga sebaliknya, konsep diri yang negatif dapat membawa individu kepada perilaku yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran konsep diri anak dengan kasus narkoba dan bagaimana kelekatan pada ibu. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Subjek penelitian ini sebanyak lima anak dengan kasus narkoba di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri pada anak dengan kasus narkoba adalah negatif dan attachment (kelekatan) pada ibu  termasuk kurang aman, artinya kualitas hubungan afeksi antara anak pada ibu kurang mendalam. 

HIDUP BERKUALITAS : (Studi Kasus Pada Perempuan Menopouse)

Asbar, Anya, Mawarpury, Marty

Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 1 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perempuan umumnya mengalami gejala-gejala menopause yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana dinamika kualitas hidup perempuan menopause. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi. Hasil analisis data penelitian diperoleh bahwa kualitas hidup wanita menopause dipengaruhi oleh faktor usia dan juga hubungan dengan orang lain. Temuan lainnya, semasa menopause, perempuan memiliki beberapa keluhan dalam fisiknya. Salah satu kuallitas hidup yang baik adalah memiliki hubungan sosial atau kedekatan bersama keluarganya, responden dekat dengan anak dan suaminya, karena bagi responden keluarga adalah orang yang dapat dipercaya.

HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI YANG BEKERJA

Munthe, Ricca Angreini, Vonika, Resa

Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 1 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak                                         Ketika seseorang menjadi istri yang juga bekerja, maka peran dan tanggungjawab menjadi meningkat. Kondisi tersebut dapat saya memunculkan perasaan tertekan sehingga mudah marah. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi hubungan yang tidak harmonis seperti munculnya pertengkaran sehingga dapat memunculkan perasaan tidak puas dengan pernikahan yang dijalani oleh istri yang bekerja tersebut. Meskipun demikian, bukan sesuatu yang mustahil bagi istri yang bekerja untuk merasakan kepuasan pernikahan selama istri memiliki kematangan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dengan kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja.  Subjek pada penelitian ini adalah 83 orang wanita bekerja yang bertempat tinggal di Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan. Teknik penentuan subjek menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan skala kepuasan pernikahan ENRICH Marital Satisfaction (EMS) yang dikemukakan oleh Olson & Fowers dan skala kematangan emosi yang disusun sendiri oleh penulis dengan jumlah 26 item. Skala ini berdasarkan karakteristik-karakteristik kematangan emosi yang dikemukakan oleh Walgito. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik perhitungan korelasi Product Moment oleh Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dengan kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja. Namun, kontribusi kematangan emosi terhadap kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja hanya 9,8%. Keyword: kepuasan pernikahan, kematangan emosi, istri yang bekerja

KEWENANGAN DAN KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF GENDER: SUATU ANALISIS TINJAUAN HISTORIS

Adinugraha, Hendri Hermawan, Maulana, Asep Suraya, Sartika, Mila

Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 1 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The purpose of this study is to describe the authority and position of women in a gender perspective with an analysis based on a historical approach. This type of research was library research by using content analysis techniques in data processing. The results of this study has been shown that in pre-Islamic era in the Arab Jahiliyyah culture, women received unequal treatment with men (not indicating gender equality). But after Islam came, the teachings of Islam raised the dignity of women, which distinguishes women and men by Allah only the value of his piety. In the classical period (the prophet’s period), women have an important role in all aspects of life, such as in the field of transmission of hadith, war, commerce, and so forth. In the mid-period (Islamic dynasties period), women began to have an important role in political life and state.

PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA MUSLIMAH MELALUI TINGKAT PEMAHAMAN AGAMA ISLAM

Ratna, Ikhwani, Nasrah, Hidayati

Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 1 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Dunia. Untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan akibat dari jumlah penduduk yang banyak, pemerintah mejalankan program keluarga berencana dengan salah satunya penggunaan alat kontrasepsi. Namun dalam pelaksanan program keluarga berencana ini terdapat perbedaan pandangan ulama terhadap pemakaian alat kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh  tingkat Pemahaman Agama islam wanita muslimah terhadap penggunaan alat kontrasepsi. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier. Untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen  secara parsial digunakan uji t, sedangkan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan digunakan uji F. Populasi dalam penelitian adalah seluruh wanita muslimah yang tergolong Pasangan Usia Subur di wilayah kecamatan Marpoyan Damai yang berjumlah 22.472 orang. Sedangkan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dan diperoleh sampel sebanyak 99 orang. Data diperoleh menggunakan kuesioner, dianalisis dengan regresi berganda pada α=0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tingkat pemahaman agama islam wanita muslimah tidak berpengaruh signifikan terhadap pemakaian alat kontrasepsi dengan tingkat signifikansi α 0,252. Hal ini berarti terdapat faktor lain yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pemakaian alat kontrasepsi selain pemahaman agama islam.

ASAL MULA PENGKHIANATAN ISTRI DALAM PERSPEKTIF HADIS MISOGINI

Hasbi, Ridwan

Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 16, No 2 (2017): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Nabi Adam dan Hawa keluar dari surga dikarenakan memakan buah yang dilarang oleh Allah untuk dimakan, peristiwa itu disebabkan Hawa merayu suaminya sampai terpedaya mengikuti keinginan istri. Lalu kejadian ini dijadikan asal mula bentuk pengkhianatan istri terhadap suami yang diungkapkan Rasulullah. Pemahaman hadis secara tekstual adalah Hawa diidentikkan sebagai pengkhianat istitusi keluarga pertama dan perbuatannya ini menjadi identitas perempuan tukang pengkhianat suami sepanjang hidup manusia. Namun hadis ini harus dipahami secara kontekstual dari kata “seandainya bukan” adalah bertujuan untuk taubikh (pernyataan jelek), pengkhianat perempuan sebagai kalimat majazi bukan untuk merendahkan martabat perempuan. Ungkapan pengkhianatan dalam hadis bukan perbuatan fahishah tapi sebatas melanggar larangan Allah. Dalam konteks ini, Islam mendudukkan kaum perempuan pada posisi yang terhormat dan tidak ada namanya dosa turun temurun. Asumsi misogini dalam hadis tidak beralasan dengan mengemukan hadis-hadis kemulian perempuan dan hubungan suami istri adalah ikatan dunia akhirat.

BEBERAPA ASPEK FIKIH BIAS GENDER DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENGEMBANGAN DAKWAH

Johari, Johari

Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 16, No 2 (2017): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Umumnya, penelitian ini menyajikan beberapa apik fikih bias gender yang pengaruhnya terhadap perkembangan misionaris agama. Produk berbasis Fikih cenderung menghasilkan pemikiran yang bias. Al-Jabiri menyebutnya "bayani epistimologi" dan Syahrur menyebutnya al-Qiraah al-mustabiddah. Beberapa bias gender ada pada ibadah, pernikahan, kepemimpinan publik, dan sebagainya. Semua pengaruh terhadap perkembangan misionaris religius karena tidak semua aktivitas misionaris memiliki kepekaan gender. Begitu. Sangat dibutuhkan untuk mengembangkan produk fikih, yang menjamin wanita dalam kondisi aman dan terlindungi yang membatasi kegiatan dan kreativitas mereka.

TINGGINYA ANGKA CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA PEKANBARU DAN RELEVANSINYA DENGAN KONSEP KESETARAAN

Arifin, Johar

Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 16, No 2 (2017): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawa pertanyaan, apakah ada relevansi konsep kesetaraan gender dengan tingginya angka cerai gugat di PA Pekanbaru? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang dituangkan dalam bentuk kualitatif dengan menggunakan pendekatan gender dalam Islam. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah wawancara dengan pihak-pihak yang berkompeten secara purposive sampling. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa paradigma kesetaraan gender termasuk faktor penyumbang tingginya cerai gugat di PA Pekanbaru, walaupun bukan sebagai faktor utama. Kesetaraan gender di sini bisa bermakna positif apabila dikaitkan dengan kesadaran hukum bagi perempuan sebagai solusi atas kekisruhan rumah tangga yang dialaminya. Sebaliknya, kesetaraan gender berkonotasi negatif apabila kelebihan yang dimiliki oleh perempuan tersebut dijadikan alasan untuk menggugat cerai suaminya. Walaupun para informan tidak terlalu paham terhadap konsepsi tentang gender, namun secara umum pandangan para informan memiliki kesesuaian konseptual dengan pandangan feminisme liberal, di mana perempuan harus mempunyai hak yang sama dengan laki-laki.