cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Potensia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
JURNAL POTENSIA, Jurnal Kependidikan Islam adalah jurnal yang terbit dwi tahunan yaitu Juni dan Desember. Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kependidikan Islam yang asli dan belum pernah dipublikasikan pada media manapun. Artikel dapat dikirimkan melalui email: idjurnalpotensia@gmail.com
Articles 78 Documents
PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA Hartanto, Dicki
Potensia Vol 13, No 1 (2014): Juni
Publisher : Potensia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.224 KB)

Abstract

Tindak kekerasan tak pernah di inginkan oleh siapapun, apalagi dilembaga pendidikan yang sepatutnya menyelesaikan masalah secara edukatif.Namun tak bisa di tampik, di lembaga ini ternyata masih sering terjadi tindakkekerasan. Tulisan ini dilakukan menggunakan metode literature study denganmengambil sumber dari berbagai referensi berbentuk buku, bahan dariinternet dan wawancara.
NIZHAMIYAH: SIMBOL REFORMASI PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA PERTENGAHAN Yusro, Nely
Potensia Vol 13, No 1 (2014): Juni
Publisher : Potensia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.224 KB)

Abstract

Nizamiyah, menurut sebagian besar ahli sejarah merupakan madrasah tertua dan pertama didirikan dalam perkembangan sejarah pendidikan Islam. Madrasah ini didirikan oleh Nizam al-Mulk, seorang perdana menteri pada masa pemerintahan Bani Saljuk yang sangat concern terhadap dunia pendidikan. Keberadaan Nizhamiyah dalam perkembangan pendidikan Islam dilatarbelakangi oleh multi motivasi, seperti motivasi pendidikan, agama, ekonomi, dan motivasi politik. Dengan dewan gurunya yang bermadzhab Syafii, Madrasah Nizhamiyah dipandang sebagai perwujudan kejayaan gerakan teologis dogmatic yang bergandengan dengan madzhab Sunni untuk mengimbangi dominasi dan perkembangan paham Mu’tazilah dan dominasi Syi’ah. Sehingga trade mark mata kajian yang ditempuh bercorak pemahaman Syafi’iyyah dan Asy’ariyyah serta fiqh oriented. Namun demikian, Nizhamiyah tetap dipandang sebagai lembaga terpenting dan menjadi model (prototype) dalam sejarah pendidikan Islam, yakni sebagai lembaga pendidikan Islam yang pertama sekali didirikan di dunia Islam Timur di mana bangunan dan orientasi lembaga pendidikan ini menjadi a function of state dalam skala luas.
INTERKONEKSI PEMBELAJARAN ALJABAR LINEAR ELEMENTER DENGAN ISLAM DAN MANFAAT SERTA APLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN Kurniati, Annisa
Potensia Vol 13, No 1 (2014): Juni
Publisher : Potensia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.224 KB)

Abstract

ne"> Salah satu sumbangan terbesar ilmuwan muslim dalam matematikaadalah mengenai Aljabar. Ilmu Aljabar dicetuskan olehmatematikawan muslim “Al-Khawaritzmi” yang hidup dalamlingkungan agama Islam yang kuat. Ajaran Islam, secara inherenmenuntut ketrampilan matematika tingkat tinggi. Ini didapat daribelajar Aljabar Linear Elementer (ALE), yang perlu melibatkanpotensi intelektual, emosional, dan spiritual secara bersamaan.Oleh karena itu Ajaran Islam dengan ALE memiliki korelasiyang besar. Dalam kehidupan, ALE memiliki peranan yangbesar dalam melihat pola masalah dan mencari jalan keluarnya.Hal ini karena Aljabar Linear Elementer perlu dipelajari denganaql dan qalb secara bersamaan. Qalb saja memang dapatmempelajari ALE, tetapi kadang tidak dapat memberikanpenjelasan yang logis dan rasional. Begitu juga dalampemecahan masalah keseharian, terkadang kita harusmemainkan imajinasi kita untuk berangan-angan mencariberbagai sulusi yang tepat dan efisien.
Total Quality Management salim, iqbal
Potensia Vol 13, No 1 (2014): Juni
Publisher : Potensia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.224 KB)

Abstract

Ada dua faktor yang dapat menjelaskan mengapa upaya perbaikan mutu pendidikan selama ini kurang atau tidak berhasil. Pertama, strategi pembangunan pendidikan selama ini lebih bersifat input oriented. Strategi yang demikian lebih bersandar kepada asumsi bahwa bilamana semua input pendidikan telah dipenuhi, seperti penyediaan buku-buku (materi ajar) dan alat belajar lainnya, penyediaan sarana pendidikan, pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya, maka secara otomatis lembaga pendidikan akan dapat menghasilkan output (keluaran) yang bermutu sebagaimana yang diharapkan. Ternyata strategi input-output yang diperkenalkan oleh teori education production function (Hanushek, 1979) tidak berfungsi sepenuhnya di lembaga pendidikan, melainkan hanya terjadi dalam institusi ekonomi dan industri. Kedua, pengelolaan pendidikan selama ini lebih bersifat macro-oriented, diatur oleh jajaran birokrasi di tingkat pusat. Akibatnya, banyak faktor yang diproyeksikan di tingkat makro (pusat) tidak terjadi atau tidak berjalan sebagaimana mestinya di tingkat mikro. Dengan demikian manajemen mutu terpadu merupakan langkah yang perlu dijalankan dalam sebuah lembaga pendidikan sekarang ini.
PENTINGNYA PENDIDIKAN AKIDAH UNTUK MENUNJANG REALISASI KURIKULUM 2013 SUSIBA, SUSIBA
Potensia Vol 13, No 1 (2014): Juni
Publisher : Potensia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.224 KB)

Abstract

Banyak pandangan yang mengatakan bahwa pendidikan di Indonesiatelah gagal dalam membentuk karakter anak bangsa. Kurikulum 2013memberikan solusi untuk mengatasi kegagalan tersebut, denganmeletakkan kemampuan afektif (akhlak) sebagai dasar dari kemampuankognitif dan psikomotor. Untuk menunjang pencapaian tujuan tersebut,diperlukan suatu pendidikan yang mengarahkan siswa memiliki perilakuterpuji dalam kehidupannnya sehari-hari. Pedidikan akidah merupakansalah satu solusi dalam merealisasikan tujuan dari kurikulum 2013tersebut, karena setiap tindakan seseorang dipengaruhi dan dikendalikanoleh akidah yang dimilikinya. Akidah yang kokoh tentu akan melahirkanakhlak yang mulia. Dengan demikian pendidikan akidah harus dikemassedemikian rupa, sehigga diharapkan dapat menunjang pencapaiantujuan kurikulum 2013.
PROGRAM QUALITY CONTROL MENUJU SEKOLAH ISLAM LAYANAN UNGGUL (STUDI KASUS SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU KOTA PEKANBARU) ZAITUN, ZAITUN
Potensia Vol 13, No 1 (2014): Juni
Publisher : Potensia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.224 KB)

Abstract

Quality Control di sekolah diperlukan untuk melakukan tindakan perbaikanterus menerus terhadap peserta didik, pendidik, intrumental pembelajaran,kurikulum dan faktor-faktor penggerak pendidikan termasuk manajemensekolah. Sehingga menghasilkanout put yang sesuai dengan harapan yaknisesuai dengan visi, misi, tujuan sekolah yang diukur.Melalui penggunanaanQuality Control ini, maka sekolah akan terkontrol kualitasnya dengan baik danmempunyai standar mutu yang jelas.
HIGH TOUCH DALAM PEMBELAJARAN (Sebuah Pendekatan Belajar dengan Sentuhan Kemanusiaan) Murhayati, Sri
Potensia Vol 13, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.224 KB)

Abstract

Proses pembelajaran merupakan hal yang terpenting dalam mencapai tujuan pendidikan yakni untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Oleh sebab itu, mempertimbangkan harkat dan martabat anak didik dengan melakukan sentuhan kemanusiaan merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran dengan sentuhan kemanusiaan ini mengunakan sebuah pendekatan yang disebut dengan high touch. High touch adalah mempercayai sesuatu yang mengakui adanya sesuatu yang lebih besar di luar diri kita.Sesuatu yang lebih besar di luar diri kita ini berkaitan dengan kemanusiaan. Dalam proses pembelajaran, pendekatan High Touch diaplikasikan untuk menjangkau kedirian peserta didik dalam hubungan pendidikan. Artinya, perlakuan pendidik menyentuh secara positif kunstruktif dan konprehensif aspek-aspek kedirian/kemanusiaan peserta didik.Pendekatan High Touch dalam proses pembelajaran berupa pengakuan dan penerimaan, kasih saying dan kelembutan, penguatan, tindakan tegas yang mendidik serta pengarahan dan keteladanan. Guru sebagai pendidik harus mampu mengelola proses pembelajaran dengan pendekatan high touch ini, karena pendekatan pembelajaran (approach to learning) yang secara teoretis berkontribusi terhadap tarap keberhasilan proses belajar siswa. Proses belajar yang berkualitas akan memberikan hasil yang baik, demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu, penyelenggaraan proses belajar harus dilandasi oleh keinginan untuk memberikan pelayanan pembelajaran dengan hasil yang maksimal
TOTAL QUALITY MANAGEMENT (MANAJEMEN MUTU TERPADU) AKHYAR, YUNDRI
Potensia Vol 13, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.224 KB)

Abstract

Ada dua faktor yang dapat menjelaskan mengapa upaya perbaikan mutu pendidikan selama ini kurang atau tidak berhasil. Pertama, strategi pembangunan pendidikan selama ini lebih bersifat input oriented. Strategi yang demikian lebih bersandar kepada asumsi bahwa bilamana semua input pendidikan telah dipenuhi, seperti penyediaan buku-buku (materi ajar) dan alat belajar lainnya, penyediaan sarana pendidikan, pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya, maka secara otomatis lembaga pendidikan akan dapat menghasilkan output (keluaran) yang bermutu sebagaimana yang diharapkan. Ternyata strategi input-output yang diperkenalkan oleh teori education production function (Hanushek, 1979) tidak berfungsi sepenuhnya di lembaga pendidikan, melainkan hanya terjadi dalam institusi ekonomi dan industri. Kedua, pengelolaan pendidikan selama ini lebih bersifat macro-oriented, diatur oleh jajaran birokrasi di tingkat pusat. Akibatnya, banyak faktor yang diproyeksikan di tingkat makro (pusat) tidak terjadi atau tidak berjalan sebagaimana mestinya di tingkat mikro. Dengan demikian manajemen mutu terpadu merupakan langkah yang perlu dijalankan dalam sebuah lembaga pendidikan sekarang ini
PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI UNIVERSITAS RIAU SUBHAN, SUBHAN
Potensia Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.224 KB)

Abstract

Bagi umat Islam kemampuan membaca Al-Qur’an secara normatif merupakan kompetensi yang wajib dimiliki oleh setiap muslim, karena disaping sebagai Pedoman Hidup, mereka berkeyakinan bahwa Allah akan memuliakan orang-orang yang beriman dengan Al-Qur’an. Dengan membaca dan menyimaknya saja mereka mendapatkan pahala, rahmat, dan kebajikan di sisi Allah SWT., apalagi dengan memahami kandungan serta mengamalkan ajarannya, niscaya mereka tidak akan tersesat dalam mengarungi bahtera hidup di dunia untuk menuju kehidupan akhirat. Pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia telah berjalan sejak masuknya agama Islam di Nusantara. Pelaksanaannya dilakukan di masjid, surau, langgar dan bahkan di rumah-rumah ustadz atau guru mengaji. Kegiatan tersebut dewasa ini berjalan lebih marak, dimana Pendidikan Al-Qur’an baik formal maupun non-formal seperti Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Diniyah Awwaliyah (MDA), bahkan Perguruan Tinggi Al-Qur’an telah didirikan di seluruh pelosok tanah air dalam rangka memasyarakatkan Al-Qur’an. Namun belakangan ini entah sebagai akibat derasnya arus informasi dan modernisasi dengan segala dampaknya, atau akibat-akibat lainnya, sudah banyak generasi muslim yang tidak mampu membaca Al-Qur’an, bahkan dari kalangan mahasiswa yang notabene telah mengecap pendidikan agama sejak duduk di bangku pendidikan dasar. Hal ini menggambarkan bahwa kesadaran membaca Al-Qur’an di kalangan generasi muda Islam telah berangsur-angsur memudar. Fenomena seperti ini tentunya memprihatinkan umat Islam khususnya kalangan praktisi Pendidikan Islam di Perguruan Tinggi Umum. Oleh sebab itu perlu didisain sebuah strategi pembelajaran Al-Qur’an bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan mereka membaca Al-Qur’an, sekaligus memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan mahasiswa
PENDIDIKAN ISLAM DAN MULTIPLE INTELLIGENCES AFANDI, MUSLIM
Potensia Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.224 KB)

Abstract

Abad 21 ini adalah suatu masa dimana para praktisi pendidikan sedang “dijelajali” dengan konsep Multiple Intelligences. Padahal dalam Pendidikan Islam multiple intelligences ini telah lama dibahas melalui pendekatan dan konsep “fitrah”. Dengan pengertian lain bahwa didalam Islam (al-Quran) sebenarnya sudah dikemukakan berbagai pengembangan tentang kecerdasan dan berbagai potensi manusia. Kecerdasan eksistensial spiritual umpamanya, merupakan kemampuan untuk menempatkan diri dalam hubungannya dengan suatu kosmos yang tak terbatas dengan kondisi manusia seperti makna penciptaan dirinya, kehidupan, kematian dan perjalanan akhir dari dunia. Kini sudah saatnya praktik pendidikan di berbagai jenjang lembaga pendidikan untuk mengaplikasikan multiple intelligences yang dikembangkan sesuai dengan kemampuan dan potensi peserta didik dan bukan lagi menjejali sejumlah bahan ajar yang akhir menjadi “momok” bagi peserta didik itu