cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Hukum Islam
ISSN : 14118041     EISSN : 24430609     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Hukum Islam dengan nomor (Print ISSN 1411-8041) (Online ISSN 2443-0609) merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau sebagai media pengkajian dan penyajian karya ilmiah terutama bidang hukum Islam. Jurnal ini pertama kali terbit sejak tahun Desember 1998, Jurnal ini terbit 2 kali dalam satu tahun yakni pada bulan Juni dan Nopember
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 1 (2014): Vol 14, No 1 (2014): Juni 2014" : 8 Documents clear
STATUS NASAB ANAK DARI BERBAGAI LATAR BELAKANG KELAHIRAN (DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM) Harlina, Yuni
Hukum Islam Vol 14, No 1 (2014): Vol 14, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Fakultas Syariah dan hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Darah ( nasab ) antara orang tua dan anak-anak adalah hubungan sipil yang paling kuat dan tidak dapat diganggu gugat oleh hubungan lainnya . Posisi di bidang warisan , tidak bisa benar-benar baik sebagai atau halal ( Hirman ) dan menghambat sebagai benar-benar ( nuqshan ) . Berdasarkan dari melihat agama , moral anak saleh yang merasa terdorong untuk berdoa bagi keselamatan kedua orang tua di akhirat . Begitu pentingnya posisi seorang anak , sehingga umat Islam secara garis besar membagi anak-anak menjadi dua kategori , yaitu anak-anak dan anak-anak syary atau thabiy , tetapi itu tidak berarti bahwa Islam telah melakukan diskriminasi terhadap anak yang lahir . Prinsip-prinsip Islam dengan tegas bahwa setiap anak yang lahir status alam , yang rentan terhadap Allah monoteisme . Anak-anak sebagai bagian dari anggota masyarakat juga memiliki legal standing yang perlu diklarifikasi dan menekankan terutama di negara bagian masyarakat sekarang yang semakin modern dan global
JAMAK DAN QADHA SHALAT BAGI PENGANTIN KAJIAN FIQH KONTEMPORER Arisman, Arisman
Hukum Islam Vol 14, No 1 (2014): Vol 14, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Fakultas Syariah dan hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era modern nilai materialisme (madiyyah) lebih dominan dibandingkan spiritualisme (ruhiyyah), sehingga orang berpegang teguh pada agama seperti memegang bara api. Praktek nilai-nilai agama selalu ingin mengambil jalan termudah dan terlalu cepat dikondisikan sebagai masyaqqah. Kasus pada saat resepsi pernikahan (walimah al-`urs) menjadi bukti nyata bahwa setengah orang-orang besar yang terlibat didalamnya, termasuk pengantin, sering mengabaikan shalat bahkan meninggalkannya dengan alasan bahwa alasan untuk mendapatkan rukhshah sehingga mempluralkan atau make up sholat. Kondisi aktual di pengantin sibuk walimah al`urs tidak dapat dikategorikan sebagai alasan yang mengarah kepada masyaqqah.
ANALISA PEMIKIRAN HAZAIRIN TENTANG MAWALI Darwis, Muhammad
Hukum Islam Vol 14, No 1 (2014): Vol 14, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Fakultas Syariah dan hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/hi.v14i1.991

Abstract

Pemikiran Hazairin dalam hukum kewarisan Islam dalam perkembangannya, mengenai ahli waris pengganti yang bertujuan untuk mencari rasa keadilan bagi ahli waris. Pada dasarnya ahli waris pengganti menjadi ahli waris karena orangtuanya yang berhak mewaris meninggal lebih dahulu dari pewaris. Adapun dalam hukum Islam istilah mawali dalam Al-Qur‟an menurut tinjauan hukum Islam istilah mawali sebagai ahli waris pengganti tidak dikenal namun kedudukan mereka sebagai ahli waris dapat diketahui melalui perluasan pengertian ahli waris langsung yang dijelaskan dalam Al-Quran
STRATAFIKASI MAQASHID AL-SYARI’AH TERHADAP KEMASLAHATAN DAN PENERAPANNYA Ilyas, Ismardi
Hukum Islam Vol 14, No 1 (2014): Vol 14, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Fakultas Syariah dan hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tentang kemaslahatan yang dikandung oleh ajaran Islam, semua ulama sepakat tentang hal itu. Mereka hanya berbeda pendapat terhadap keterkaitan hukum Islam dengan maslahat, untuk persoalan ini ulama menjadi tiga kelompok, yaitu pertama kelompok yang menolak hukum Islam dikaitkan dengan maslahat, karena bagi mereka boleh saja hukum Islam disyari’atkan tidak mengandung kemaslahatan. Pendapat ini diyakini oleh golongan Asy’ariyah dan golongan Zhahiriyah. Walaupun dari kajian yang mereka lakukan sendiri ditemukan bahwa tidak ada hukum Islam itu yang tidak mengandung kemaslahatan yang mencakup terhadap lima perkara yang disebutkan di atas. Kedua, Sebagian mazhab Syafi’i dan sebagian mazhab Hanbali berpendapat bahwa maslahat menjadi illat bagi hukum, bukan sebagai penggerak yang memotivasi Syari’ dalam menetapkan hukum. Sedangkan pendapat ketiga menyebutkan bahwa hukum Islam terkait dengan maslahat, sebab Allah SWT telah berjanji seperti itu. Pendapat ini dianut oleh Muktazilah, Maturidiyah dan sebagian mazhab Hanbali.
HUKUM SHALAT IDUL FITRI MENURUT PENDAPAT IMAM ABU HANIFAH Budiawan, Afiq
Hukum Islam Vol 14, No 1 (2014): Vol 14, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Fakultas Syariah dan hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hikmah dari shalat id adalah untuk memperlihatkan kekuatan umat Islam kepada musuh-musuhnya dan kepada pemerintahan dan penguasa yang zalim. untuk itu, dianjurkan kepada kaum muslimin untuk datang dan pulang dari mesjid dengan menelusuri jalan yang berbeda untuk menciptakan persepsi dikalangan musuh-musuh Islam akan kebesaran jumlah kaum muslimin dan supaya terlihat suatu kesatuan yang kokoh
PENGEMBANGAN USHUL FIQH (PERSPEKTIF DALIL-DALIL NORMATIF AL-QUR’AN) zulkifli, zulkifli
Hukum Islam Vol 14, No 1 (2014): Vol 14, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Fakultas Syariah dan hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulit untuk membuktikan yang mana dari dua kemungkinan yang lebih tepat pada kenyataan, apakah Al-Quran yang membentuk --atau sekurang-kurangnya menginspirasi-- pola pemikiran yang bercorak ushul fiqih, ataukah pemikiran ushul fiqh yang membentuk pola penafsiran tertentu terhadap Al-Quran. Tapi jika mencermati dinamika pemikiran dan perumusan ushul fiqh terhadap Al-Quran yang terus berkembang, setidaknya dari generasi shahabat sampai pertengahan abad ke 4 H dimana pemikiran ushul fiqh mencapai kematangannya, dapat diterima pemikiran yang kompromistis bahwa Al-Quran dengan kemukjizatan berbagai aspek yang terkandung di dalamnya telah mendorong dan menginspirasi munculnya berbagai corak pemikiran ilmiyah termasuk pemikiran ushul fiqh sekaligus corak pemikiran ushuli mempengaruhi metode penafsiran
IZIN ISTERI DALAM POLIGAMI PERSPEKTIF UNDANG UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN Samah, Abu
Hukum Islam Vol 14, No 1 (2014): Vol 14, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Fakultas Syariah dan hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan adalah suatu hubungan cinta , kasih sayang dan kesenangan , pernikahan sebagai sarana untuk menciptakan kasih sayang, serta perisai untuk suami dan istri dari bahaya kekejian. Dalam buku al-Hikmah konstitusi, wa Falsafatuh , Sheikh Ali Ahmad al - Jurjawi menjelaskan Imam Syafii pendapat bahwa laki-laki poligami harus benar-benar, tanpa persetujuan dari istri. Poligami harus dilakukan selama jika jumlah istri tidak lebih empat. Sementara itu, menurut Hanafi poligami dapat dilakukan tanpa izin dari istri, tapi diperlukan untuk melakukan keadilan diberkaitan dengan kepuasan psikis, seperti seks. Hukum yang berlaku di Indonesia suami yang akan menikhan diminta untuk mendapatkan izin poligami dari istri, sedangkan istri dalam hukum Islam bukan persyaratan dalam menahan poligami
REFORMULASI KONSEP MAQASHID SYAR’IAH; MEMAHAMI KEMBALI TUJUAN SYARI’AT ISLAM DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI Ahmad, Afrizal
Hukum Islam Vol 14, No 1 (2014): Vol 14, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Fakultas Syariah dan hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa literatur maqashid menjelaskan dua dimensi manusia yang hendak dijaga yaitu hifz al-nafs dan hifz al-„aql. Agaknya, konsep ini belum utuh memandang manusia dan terkesan ambigu dalam memformulasikan konsepsi manusia. Manusia terdiri atas dimensi fisik (lahiriah) dan psikologis (bathiniah). Mestinya, kedua dimensi dijadikan fokus kajian yang seimbang dan menyeluruh dalam formulasi konsep maqashid. Dalam hal ini, pendekatan psikologis menjadi amat urgens dan menarik untuk dikembangkan. Berdasarkan kajian ini dirumuskan bahwa terdapat empat dimensi manusia yang mesti dijaga yaitu al-ruh, al-„aql, al-qalb dan al-jism

Page 1 of 1 | Total Record : 8