Jurnal Dakwah Risalah
ISSN : 14120348     EISSN : 26543877
Jurnal RISALAH adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal yang diterbitkan dua kali dalam setahun ini mengangkat tulisan/karya ilmiah meliputi bidang sosial, dakwah, komunikasi dan kemasyarakatan. Naskah yang dimuat dapat berupa hasil penelitian baik pustaka maupun lapangan, analisis teori, asumsi empirik yang berkaitan dengan pengembangan kajian dakwah dan komunikasi
Articles 78 Documents
Implementasi Pengembangan Nilai-nilai Etika dan Estetika dalam Pembentukan Pola Prilaku Anak Usia Dini Sardila, Vera
Jurnal Dakwah Risalah Vol 26, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.07 KB)

Abstract

Usia dini merupakan masa peka bagi anak, pada masa ini anak mulai sensitif menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi mereka, maka dari itulah pada usia demikian merupakan masa yang tepat memberi dan meransang kepekaan mereka dengan stimulus dan kondisi yang sesuai dengan kebutuhannya agar perkembangan anak tercapai secara optimal, terutama dalam tahap pembentukan perilaku.  Di Indonesia dewasa ini pengembangan dan pembinaan potensi anak usia dini dan prasekolah  tidak hanya sebatas tanggung jawab orang dan keluarga, namun lebih luas dari itu sudah mendapat perhatian serius dari sejumlah pihak, khususnya pemerintah. Hal ini tergambar pada kepedulian pemerintah dalam mensosialisasikan pendidikan anak usia dini melalui Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Berdasarkan kenyataan ini, maka perlu pemikiran jernih tentang perumusan suatu pedoman materi pengembangan nilai etika dan estetika ini dalam program pendidikan anak usia dini yang akan dirumuskan dalam sebuah kurikulum pembelajaran. Di samping itu juga dapat menjadi acuan, pedoman bagi calon pendidik, terutama bagi mahasiswa calon guru dalam menanamkan dan mengembangkan sikap serta kepribadian bagi anak-anak didiknya, mengingat pendidikan pada anak usia dini merupakan dasar dari peletakakan sikap
Representasi Identitas Remaja Perempuan dalam Sinetron Remaja Indonesia Rafdeadi, Rafdeadi
Jurnal Dakwah Risalah Vol 26, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.798 KB)

Abstract

Sinetron merupakan salah satu bentuk hiburan pada saat sekarang ini yang digemari banyak penggemar tak terkecuali remaja terkhusus remaja perempuan Indonesia.Dalam sinetron remaja Indonesia selalu menampilkan hal hal yang dapat dijadikan sebagai referensi bagi remaja perempuan Indonesia.Sinetron tidak hanya dijadikan sebagai sarana hiburan bagi remaja akan tetapi juga dapat dijadikan sebagai referensi bagi mereka dalam menentukan sikapa dan prilaku mereka sehari hari. Dengan hal demikian apa yang di konstruksi sinetron remaja Indonesia akan menjadi referensi bagi remaja perempuan dalam prilaku mereka sehari hari. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana representasi remaja perempuan Indonesia dalam sinetro remaja Indonesia.Remaja perempuan dituntut untuk berperilaku sesuai dengan apa yang dicitrakan media. Media seolah menjadi  penentu  ataupun  standar  mengenai  bagaimana  tampilan  remaja  perempuan  yang seharusnya.  Dengan  kata  lain,  remaja  perempuan  tidak  memiliki  kebebasan  dalam menentukan pilihannya untuk menjadi remaja perempuan sesuai imajinya.remaja perempuan direpresentasikan dalam dalam sinetron remaja  sebagai seorang pemimpin yang mandiri dan berprestasi,. Identitas  fisik  yang  dikonstruk  adalah  remaja  perkotaan  menengah  dan  menengah  atas, berwajah indo. Ketiga, identitas personal yang dimunculkan adalah pribadi yang dewasa dan pantang menyerah.
Gangguan Jiwa dalam Perspektif Kesehatan Mental Islam Suhaimi, Suhaimi
Jurnal Dakwah Risalah Vol 26, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.689 KB)

Abstract

Modernisme  telah  berhasil  mewujudkan  kemajuan  yang spektakuler, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Di  sisi  lain,  ia  telah  menampilkan  wajah  kemanusiaan  yang  buram  berupa  kemanusiaan  modern  sebagai  kesengsaraan  rohaniah.  Modernitas  telah  menyeret  manusia  pada  kegersangan  spiritual.  Ekses  ini  merupakan  konsekuensi  logis  dari  paradigma  modernisme  yang  terlalu  bersifat  materialistik  dan  mekanistik,  dan  unsur  nilai-nilai  normatif  yang  telah  terabaikan. Hingga melahirkan problem-problem kejiwaan yang variatif.  Ironisnya,  masalah  kejiwaan  yang  dihadapi  individu  sering  mendapat  reaksi negatif dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Secara  singkat  lahirnya  keterbatasan  pemahaman masyarakat mengenai etiologi gangguan jiwa, di samping karena  nilai-nilai tradisi dan budaya yang masih kuat berakar, sehingga gangguan jiwa  sering  kali  dikaitkan  oleh  kepercayaan  masyarakat  yang  bersangkutan.  Oleh  karenanya,  masih  ada  sebagian  masyarakat  yang  tidak  mau  terbuka  dengan  penjelasan-penjelasan  yang  lebih  ilmiah  (rasional  dan  obyektif)  dan  memilih  untuk mengenyampingkan perawatan medis dan psikiatris terhadap gangguan  jiwa. Dalam  konsep  kesehatan  mental  Islam,  pandangan  mengenai  stigma  gangguan  jiwa  tidak  jauh  berbeda  dengan  pandangan  para  ahli  kesehatan  mental pada umumnya. Namun,  yang ditekankan di dalam konsep kesehatan  mental Islam di sini adalah mengenai stigma gangguan jiwa yang timbul oleh  asumsi bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh pengaruh kekuatan supranatural  dan hal-hal gaib.
Dakwah Islam di Era Modern Zulkarnaini, Zulkarnaini
Jurnal Dakwah Risalah Vol 26, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.29 KB)

Abstract

Dakwah Islam di era modern memiliki dua tantangan.  Pertama adalah tantangan keilmuan dakwah yang hingga sekarang belum tampak perkembangannya yang menggembirakan. Kedua, problem atau tantangan praksis dakwah.  Ilmu dakwah tampak stagnan dalam tataran pengembangan keilmuannya. Jika mengacu pada dimensi pengembangan keilmuan tersebut pada tulisan-tulisan ilmu dakwah yang sangat menonjol, maka rasanya tidak kita jumpai karya akademis outstanding tentang dakwah tersebut. Banyaknya buku atau jurnal yang di dalamnya menjadi instrumen bagi pengembangan ilmu dakwah maka tentu akan menjadi ajang bagi pengembangan ilmu dakwah tersebut. Masyarakat modern memiliki ciri-ciri : a) hubungan antar manusia terutama didasarkan atas kepentingan pribadi; b) hubungan dengan masyarakat lain dilakukan secara terbuka dengan suasana  yang saling  mempengaruhi; c) kepercyaan yang  kuat akan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahateraan masyarakat; d)  masyarakat modern tergolong  ke dalam bermacam-macam profesi yang dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga pendidikan, ketrampilan, dan kejuruan; e)  tingkat pendidikan formal pada umumnya tinggi dan merata; f) hukum yang berlaku adalah  hukum  tertulis yang sangat kompleks, dan g) ekonomi hampir seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasarkan atas penggunaan uang dan alat-alat pembayaran lain. Dakwah modernitas adalah dakwah yang  pelaksanaannya  menyesuaikan materi, metode, dan  media dakwah dengan  kondisi  masyarakat  modern (sebagai objek dakwah)  yang mungkin saja situasi dan  kondisi yang terjadi di zamana  modern  itu tidak terjadi pada zaman sebelumnya, terutama di zaman klasik.
Peranan Lembaga Penyiaran Publik Lokal dalam Mendukung Pemerintah Daerah Yantos, Yantos
Jurnal Dakwah Risalah Vol 26, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.249 KB)

Abstract

Dalam rangka mendukung penyelenggaraan otonomi daerah perlu dikembangkan sarana komunikasi massa sebagai media untuk memberikan pelayanan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio dan Televisi Pemerintah daerah adalah Lembaga Penyiaran Publik Lokal yang menyelenggarakan kegiatan penyiaran radio dan televisi bersifat Indenpenden, netral, tidak komersil, dan berfungsi memberikan pelayanan untuk kepentingan masyarakat. Disamping itu LPPL TV dan Radio pemerintah daerah mempunyai tugas memberikan pelayanan informasi, pendidikan , hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial dan budaya, serta melestarikan kebudayaan bangsa khususnya kebudayaan daerah dan untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan siaran daerah  yang menjangkau seluruh wilayah daerahnya. Oleh karena itu sangat diperlukan suatu media massa yang bisa menjadi sumber informasi utama bagi pemerintah daerah yang dapat diandalkan untuk menginformasikan program-program pembangunan sampai ke masyarakat. Transparansi informasi merupakan salah satu komponen  penyelenggaraan pemerintahan menuju good governance.
Peningkatan Keterampilan Praktek Pengalaman Lapangan melalui Bimbingan Klasikal (Studi di Jurusan Bimbingan Konseling Islam FDK UIN Suska Riau) Rahmad, Rahmad
Jurnal Dakwah Risalah Vol 26, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.531 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan penulis pada mahasiswa semester VII jurusan BKI FDK UIN Suska Riau Tahun Akademik 2014/2015 diperoleh informasi bahwa mahasiswa yang akan mengikuti Praktek Pengalaman Lapangan Bimbingan Konseling Islam kurang memiliki kesiapan baik secara wawasan, pengetahuan maupun keterampilan dalam memberikan bimbingan serta layanan dalam konseling islam. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena peneliti mengamati fenomena yang terjadi dilapangan. Hasil Pengamatan peneliti terhadap aktivitas dalam bimbingan klasikal pada siklus 1 masih tergolong rendah dengan perolehan persentase 61%. Hal ini terjadi karena tim peneliti lebih banyak memberikan informasi tentang gambaran pelaksanaan praktek pengalaman lapangan dan kurang mengeksplorasi kebutuhan mahasiswa terhadap praktek pengalaman lapangan. 
Cover dan Daftar Isi Jurnal Risalah Vol. 26 No. 4, Desember 2015 Editor, Editor
Jurnal Dakwah Risalah Vol 26, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.004 KB)

Abstract

Silahkan download dan cetak cover ini, sesuai dengan edisi cetaknya.
Cover dan Daftar Isi Jurnal Risalah Vol. 26 No. 3, September 2015 Editor, Editor
Jurnal Dakwah Risalah Vol 26, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1690.739 KB)

Abstract

Bagi penulis jurnal yang membutuhkan, silahkan download dan cetak cover dan daftar isi ini
Penulisan Huruf dan Warna dalam Islam Syafii, Achmad Ghozali
Jurnal Dakwah Risalah Vol 26, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.456 KB)

Abstract

Ketika manusia dalam suasana yang belum tersentuh oleh modernisasi akan merasa terkejut tatkala ada perintah dengan tiba-tiba untuk mendalami dengan memahami melalui suatu bacaan dan tulisan yang memberikan wawasan keilmuan, dengan membaca akan memperbanyak ilmu pengetahuan, dan dengan menulis arab akan membiasakan untuk membentuk skill atau keahlian pada pribadi manusia walaupun pada zaman sekarang telah maju teknologi tulis dengan cepat dan tepat. Upaya untuk membangun sumber daya manusia menjadi ahli dalam mengelola skill menulis arab perlu membiasakan menulis dengan tangan dalam mengelola kemampuan skill agar menjadi handal dan potensial yang dapat mengangkat derajat manusia kepada tempat terhormat. Mengelola keahlian tangan dalam menulis aksara arab untuk lebih bagus dan indah perlu menggunakan kaidah-kaidah yang menyesuaikan antara ayat dengan psikologi warna sehingga terciptalah keserasian yang dapat membangkitkan semangat/Ghirrah kepada siapapun yang melihatnya.
Izin Poligami di Pengadilan Agama (Suatu Tinjauan Filosofis) Azni, Azni
Jurnal Dakwah Risalah Vol 26, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.539 KB)

Abstract

The existence of laws which regulating the polygamy permit means to give shape to public order, to give protection and law guaranty toward rights and obligations of regulational relationships. In addition, to protect the rights of all people. So, the formal conditions of polygamy will care to yudicially getting marriage goals. Therefore, the permit to polygamy phylosophically makes marriage goals reach and educates the public in order to regulations aware.