Jurnal Dakwah Risalah
ISSN : 14120348     EISSN : 26543877
Jurnal RISALAH adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal yang diterbitkan dua kali dalam setahun ini mengangkat tulisan/karya ilmiah meliputi bidang sosial, dakwah, komunikasi dan kemasyarakatan. Naskah yang dimuat dapat berupa hasil penelitian baik pustaka maupun lapangan, analisis teori, asumsi empirik yang berkaitan dengan pengembangan kajian dakwah dan komunikasi
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 28, No 2 (2017): Desember 2017" : 7 Documents clear
STRATEGI PENGELOLAAN ZAKAT BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KOTA PEKANBARU Artis, Artis
Jurnal Dakwah Risalah Vol 28, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.666 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pekanbaru. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi pengelolaan zakat berbasis pemberdayaan masyarakat miskin yang diterapkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pekanbaru dengan tujuan agar strategi pengelolaan tersebut dapat diketahui. Informan penelitian ini berjumlah 10 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan metode di atas dapat ditemukan bahwa strategi pengelolaan zakat berbasis pemberdayaan masyarakat miskin pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pekanbaru dilakukan tahapan perencanaan, pengidentifikasian, pendistribusian, pengawasan dan evaluasi. Perencanaan dibentuk dengan cara menyusun program kerja yang berpihak pada masyarakat miskin. Pengidentifikasian dilakukan dengan cara pengumpulan data muzakki dan mustahik terutama orang-orang miskin. Pendistribusian disalurkan dengan cara menyalurkan ke sektor produktif dengan tujuan agar masyarakat miskin menjadi berdaya. Pengawasan dilakukan dengan cara menjamin tercapainya pengentasan kemiskinan sesuai rencana. Sedangkan evaluasi dilakukan dengan cara penilaian dalam mengawasi proses agar tidak terjadi penyimpangan. Cara tersebut terkoordinir dengan sistematis, meski masih ada hal-hal yang harus dibenahi. Namun, secara keseluruhan  strategi pengelolaan zakat berbasis pemberdayaan masyarakat miskin telah berjalan sesuai dengan ketentuan syari’at agama Islam, Undang-Undang (UU) zakat dan ilmu dalam pengelolaan zakat.
KOMUNIKASI OMBUDSMAN DALAM SOSIALISASI ADUAN PUBLIC SEBAGAI LEMBAGA PENGAWASAN PUBLIC DI PROVINSI RIAU Sudianto, Sudianto
Jurnal Dakwah Risalah Vol 28, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.185 KB)

Abstract

Komunikasi yang dilakukan oleh lembaga Ombudsman adalah komunikasi melalui sosialisasi untuk  memberikan pengawasan dengan mensosialisasikan edukasi pelayanan public yang baik,  bagi lembaga pemerintah tingkat kabupaten dan kota di provinsi Riau. Dengan memberikan arahan pelayanan yang prima kepada masyarakat.. Mengajak dan membangun hubungan kerja sama guna terciptanya iklim birokrasi yang transparan. Kemudian terbangunnya pola komunikasi yang dinamis  pada pelayanan public.Model komunikasi Ombudsman  adalah suatu pola yang cukup  menarik perhatian dalam meningkatkan koordinasi bagi tiap lembaga pemerintah. Dalam hal ini ada dua pola komunikasi yang dapat dijadikan sebagai bentuk  komunikasi  ombudsman pada lembaga pemerintah diantaranya; penyelidikan lapangan  dan pencegahan.yakni penyelidikan lapangan dengan melakukan koordinasi dengan satuan kerja pada dinas terkait ketika ada laporan dari masyarakat mengenai pelayanan yang kurang baik, kemudian dievalusi kinerja lembaga tersebut.  Kemudian ada tahap pencegahan ketika terjadi pelanggaran pada dinas terkait bagaimana agar dapat dievalusai kinerjanya. Kemudian dapat melakukan klarifikasi perbaikan.Sebagai komunikator Ombudsman sebagai lembaga mitra dari pemerintah dapat memberikan koordinasi dengan melakukan sosialisasi terhadapa pelayanan yang diberikan kepada public agar lebih baik dan transparan kepada masyarakat.  untuk membangun komunikasi komunikasi ombudsman. Dari hasil komunikasi Ombudsman dapat memberikan pemahaman kepada public dengan mensosialisasikan kepada khalayak atau masyakat sebagai lembaga resmi yang mampu melakukan mediasi pelayanan public yang baik pada lembaga pemerintah.
MENCERMATI PILIHAN RAKYAT ANTARA POPULARITAS DALAM INTEGRITAS SEMU Suardi, Suardi
Jurnal Dakwah Risalah Vol 28, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.26 KB)

Abstract

Popularitas tampaknya telah menjadi salah satu perhatian tersendiri ditengah keterbukaan informasi saat ini. Populer dianggap menjadi salah satu bagian dari sukses, baik kalangan Politisi, Selebriti, Bisnisman, Enterpreneur, pekerja, bahkan pelajar dan akademis. Dibidang politik, banyak partai politik di Indonesia saat ini yang melihat popularitas sebagai “magnet” dalam mengangkat elektebilitas partainya. Boleh jadi ini jugalah yang melatar belakangi orang-orang dari berbagai kalangan, kini seakaan berlomba mengejar popularitas. Bahkan walaupun harus dengan "menghalalkan" segala cara. Termasuk melakukan hal-hal yang kontroversial atau "nyeleneh". Lalu apakah popularitas saat ini masih menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan rakyat, ditengah derasnya akses informasi media massa saat ini? Bagaimana pula jika Popularitas dicapai dengan integritas semu? Masihkah berdampak positif pada pilihan dan minat rakyat? Bagaimana pula fenomena terbaru ditengah masyarakat yang kian cerdas menyikapi popularitas dalam integritas semu saat ini? Meskipun diawal-awal reformasi teori jarum hipordemik tampak begitu perkasa mempengaruhi masyarakat- yang konon dinegara-negara maju sudah lama ditinggalkan-dimana popularitas menjadi faktor utama. Masyarakat tampaknya sudah mulai belajar, dari kasus-kasus popularitas dalam integritas semu. Salah satunya, kasus Bupati Ogan Ilir, dan kasus-kasus korupsi yang menimpa kepala daerah lainnya. Artinya masyarakat secara umum sudah mulai kritis, dimana popularitas dalam elektabilitas calon kepala daerah tidak lagi menjadi penentu utama pilihan rakyat.
PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA Darmawan, Imam
Jurnal Dakwah Risalah Vol 28, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.611 KB)

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) Media penyiaran telah memiliki kemampuan untuk menjadi mitra kerja yang dapat diandalkan, baik di pusat atau pun di daerah yang berupaya agar dapat meningkatkan kinerja karyawan dengan harapan apa yang menjadi tujuan media penyiaran akan tercapai. Adapun strategi yang ditempuh media penyiaran untuk meningkatkan kinerja karyawannya yaitu dengan memperhatikan kepuasan kerja dan komitmen organisasi sehingga dapat mendorong munculnya kreatifitas baru yang dapat memajukan lembaga  ini. Agar hal ini dapat tercapai maka media penyiaran harus selalu memperhatikan iklim kerja dimana para karyawan melaksanakan tugasnya, serta memantau pengembangan karir setiap karyawannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh iklim organisasi terhadap komitmen organisasional dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada media penyiaran di Jl. Putri Hijau. Jenis penelitian ini adalah quantitative deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan pada media penyiaran berjumlah 211 orang dan teknik pengambilan sampel adalah dengan stratified random sampling berjumlah 139 karyawan. Dalam penelitian ini digunakan metode explanatory dan dalam pengumpulan data digunakan metode observasi, kuesioner, interview dan studi pustaka. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif dan analisis stuktural equation modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pengembangan karir tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pada media penyiaran.Variabel kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional pada media penyiaran.Variabel Iklim organisasi berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja pada media penyiaran.Variabel kepuasan kerjaterhadap komitmen organisasi berpengaruh positive dan signifikan pada media penyiaran.Variabele iklim organisasi terhadap komitmen orga nisasi tidak berpengaruh dan tidak signifikani Pada Media Penyiaran.Variabel pengembangan karir terhadap komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikanpada media penyiaran.
MANAJEMEN PELAYANAN SOSIAL DI LEMBAGA PANTI ASUHAN HASANA PEKANBARU Kodarni, Kodarni
Jurnal Dakwah Risalah Vol 28, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.678 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya dalam situasi tertentu dari perilaku seseorang atau penyelenggara manajemen pelayanan sosial di lembaga Panti Asuhan hasana, serta melakukan kegiatan manajemen tersebut dengan menggunakan metode penelitian kualitatif Fenomenologi.Panti Asuhan Hasana merupakan salah satu panti asuhan hasana secara manajemen sangat baik, tertata dan terkelola sehingga menjadi panti asuhan hasana yang dapat  dicontoh di kota pekanbaru. hasil penelitian  sebagai berikut:pertama, Perencanaan dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan pelayanan sosial kepada anak di panti,  sedangkan seluruh civitas akademika. Keterlibatan seluruh unsur dalam perencanaan menjadi hal yang sangat penting baik yang dibuat diawal tahun ajaran baru, pemberian bimbingan dan arahan kepada anak asuh, pertengahan semester, mingguan bahkan harian. Selalu diawasi baik oleh pengurus panti maupun oleh guru yang mengajar. Kedua, Pengorganisasian yang dilakukan antar unit yang ada atau antar lintas kelas sesuai dengan prosedur pelayanan sosial, mulai dari identifikasi sampai pada intervensi dan tindak lanjut. .Ketiga, Pelaksanaan yang dilakukan dalam berbagai aktivitas rutin di lembaga baik di kelas proses pembelajaran, di luar lembaga pada event tertentu, penggunaan metode sampai keadministrasian berjalan dengan baik. Sesuai prosedur pelayanan sosial yang dilakukan. Keempat, Pengawasan dilembaga Panti Hasanah dalam hal evaluasi berbagai kegiatan sesuai dengan pelaksanaan yang dilakukan dan rencana yang telah dilakukan seperti persiapan dan pelaksanaan proses pembelajaran di kelas maupun antar lembaga melibatkan seluruh civitas akademika yayasan, baik yayasan, kepala sekolah, guru orang tua wali murid bahkan keterlibatan anggota masyarakat.
PENGEMBANGAN MODEL KONSELING KELUARGA DAN PELATIHAN BAGI KELUARGA SAKINAH DENGAN METODE PENDEKATAN SISTEM DI KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU Yurnalis, Yurnalis
Jurnal Dakwah Risalah Vol 28, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.228 KB) | DOI: 10.24014/jdr.v28i2.5547

Abstract

Kegatan ini bermula dari kehidupan masyarakat khususnya keluarga, tidak akan pernah lepas dari sistem nilai yang ada di masyarakat tertentu. Sistem nilai menentukan perilaku anggota masyarakat. Berbagai sistem nilai ada di masyarakat yaitu: a) nilai agama saat ini degradasi terhadap agama sangat terasas sekali, semua agama merasakan bahwa kebanyakan umatnya kurang setia pada agama yang dianutnya. b) degradasi nilai adat istiadat, yang sering disebut tata susila atau kesopanan, hal ini dapat dibuktikan pada perilaku anak-anak, remaja saat ini. c) degradasi nilai-nilai sosial, sebagaimana kita saksikan saat ini, masyrakat sangat individualis mementingkan diri sendiri dalam segala hal, enggan berbagi harta, pikiran ,saran dan pendapat, tidak mau bergaul terutama dengan orang rendahan, memutusan tali silaturrahmi terutama dengan keluarga. d) degradasi kesakralan keluarga, seperti yang kita lihat saat ini banyak sekali kekisruhan keluarga, banyak sekali kasus suami membunuh istrinya, dan sebaliknya, ayah membunuh anaknya dan sebaliknya. Namun tak dapat dipungkiri, bahwa keluarga modern mempunyai ciri utama kemajuan dan perkembangan di bidang pendidikan, ekonomi dan pergaulan. Kebanyakan keluarga modern berada di perkotaan, mungkin juga ada keluarga modern tinggal di pedesaan, akan tetapi jarang berinteraksi dengan masyrakat pedesaan. Kelengkapan alat transportasi dan komunikasi memungkinkan mereka cepat berinteraksi di kota yaitu dengan keluarga lainnya. Namun dibalik semua itu, terdapat krisis keluarga, artinya kehidupan keluarga dalam keadaan kacau, tak teratur dan terarah, orang tua kehilangan kewibawaan untuk mengendalikan kehidupan anak-anaknya terutama remaja. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya krisis keluarga yaitu: kurang atau putus komunikasi diantara anggota keluarga terutama ayah dan ibu, sikap egosentrisme, masalah ekonomi, masalah kesibukan, masalah pendidikan, masalah perselingkuhan, jauh dari agama. Dari kegiatan ini diharapkan rumusan formula Model Konseling keluarga dengan pendekatan sistem untuk pengembangan pemahaman masyarakat serta terbentuknya keluarga sakinah. Metode kegiatan yang digunakan berupa kegiatan partisipatoris melalui diagnosa kelompok untuk menghasilkan formula pendampingan, pelatihan yang diperlukan.  
PERILAKU KOMUNIKASI MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN PADA DESA BEBAS API (FIRE FREE VILLAGE) DI KABUPATEN PELALAWAN PROVINSI RIAU Sukartik, Dewi; Nurdin, Nurdin
Jurnal Dakwah Risalah Vol 28, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.874 KB)

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan masalah serius di Provinsi Riau. Kejadian karhutla yang diikuti kabut asap berdampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kondisi yang terus berulang tersebut hingga kini belum memiliki strategi penyelesaian yang efektif. Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah selama ini baru melakukan tindakan reaktif setelah terjadi bencana. Upaya pencegahan baru dilakukan dalam beberapa tahun terakhir melalui pemberdayaan kelompok Masyarakat Peduli Api di kawasan rawan karhutla. Salah satunya melalui pembentukan Desa Bebas Api (Free Fire Village) oleh perusahaan swasta yang beroperasi di daerah rawan karhutla. Penelitian ini dilaksanakan Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Alasan pemilihan lokasi, desa tersebut merupakan salah satu desa yang berdekatan dengan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN),  dan  menjadi salah satu desa sasaran program. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui perilaku komunikasi masyarakat; (2) Mengetahui penggunaan media massa masyarakat; (3) Mengetahui pemahaman pesan keislaman masyarakat tentang masalah lingkungan; (4) Mengetahui pemberdayaan masyarakat; (5) Mengetahui tindakan pencegahan karhutla masyarakat; dan (6) Menganalisis hubungan perilaku komunikasi, penggunaan media massa, pemahaman pesan keislaman dan pemberdayaan masyarakat dengan tindakan pencegahan karhutla. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Masyarakat yang memahami dengan baik terkait kebakaran hutan dan lahan dan memiliki kesadaran untuk melakukan pencegahan; (2) Sebagian besar masyarakat kadang-kadang menjadikan media massa sebagai sumber informasi Karhutla; (3) Pemahaman pesan keislaman masyarakat tentang masalah lingkungan sudah wujud akan tetapi belum optimal, akan tetapi memberikan pengaruh yang kuat terhadap tindakan pencegahan karhutla; (4) Kegiatan pemberdayaan masyarakat sudah dilakukan oleh perusahaan dan pemerintah tetapi kegiatan belum berjalan secara optimal dan efektif untuk mensejahterakan masyarakat; (5) Tindakan pencegahan kerhutla sudah wujud di kalangan masyarakat; dan (6) Perilaku komunikasi masyarakat mempunyai keterkaitan dengan penggunaan media massa masyarakat, pemahaman pesan keislaman masyarakat dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pihak pemerintah dan swasta. Pesan keislaman terkait lingkungan adalah berpengaruh kuat terhadap tindakan pencegahan karhutla. Semakin banyak kegiatan penanaman pesan keislaman kepada masyarakat maka masyarakat akan semakin baik dalam hal tindakan pencegahan karhutla.

Page 1 of 1 | Total Record : 7