cover
Contact Name
Dedi Mulyadi
Contact Email
d3dimulya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
riset.geotek@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan
ISSN : 01259849     EISSN : 23546638     DOI : -
Core Subject : Science,
RISET (Indonesian Journal of Geology and Mining) welcomes article submissions dealing with Geology; Applied Geophysics; Mining.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2005)" : 6 Documents clear
SISTEM INFORMASI KEBUMIAN SEBAGAI SARANA PENYEDIAAN INFORMASI GEOLOGI DAERAH KARANGSAMBUNG Yunarto, Yunarto
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 15, No 1 (2005)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.9 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2005.v15.187

Abstract

Daerah Karangsambung merupakan daerah kompleks geologi yang unik, dimana tersingkap beraneka ragam jenis batuan yang berasal dari berbagai proses kejadian. Ada 30 titik lokasi batuan yang tersebar di daerah tersebut ditetapkan sebagai batuan yang dilindungi. Secara umum daerah Karangsambung ditujukan untuk studi ilmu kebumian bagi para peneliti, mahasiswa, pelajar dan umum. Untuk keperluan tersebut UPT Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung - LIPI mendokumentasikan keanekaragaman jenis batuan dan keunikan aspek geologi melalui salah satu bentuk sistem informasi yang diberi nama “Sistem Informasi Kebumian” disingkat SIK. Sistem ini dibuat dalam bahasa MapBasic yang dijalankan melalui MapInfo (Software SIG). Melalui SIK ini, data dan informasi geologi daerah Karangsambung dapat langsung diperoleh dalam bentuk peta maupun tabulasinya, hanya dengan memilih objek peta atau melalui pencarian dengan kriteria yang diminta, sehingga sangat berguna sebagai salah satu alat bantu yang dapat menyebar-luasan informasi geologi daerah Karangsambung secara visual untuk tujuan pendidikan atau penelitian ilmu kebumian
RAPID EX SITU COLLECTION AND THERMAL BEHAVIOR ANALYSIS OF VOLATILE ORGANIC MATTERS BY THERMAL EXTRACTION CONE CHAMBER FOR HIGH UN-BURNT CARBON COAL FLY ASH Tri Mursito, Anggoro
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 15, No 1 (2005)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.489 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2005.v15.188

Abstract

A thermal extraction cone chamber system has been modified to measure differential thermal functions and products where overall volatile organic matters are lost to the environment during heating. The aims of the research are to analyze and measure the thermal behavior of high un-burnt carbon coal fly ash derived from textile industrial power in Bandung. Efforts are being made to find the solution in large-scale utilization for alternative energy based on their by product. The sample analysis show that volatile organics matter exceed 30%, which means that others oxides element content are independently favorable. The modified cone chamber can collect the sample up to the total volumes of 30% of the chamber. In contrast to traditional chamber sample collectors, the modified cone extracts volatile organics matter from high un-burnt carbon coal ash divided in two treatments. Results show that the energy of pyrolisis, direct combustion or simple carbonization can be recovered (20%-42%) from wet or dry sample, with extraction efficiency compound-specific. During the direct combustion experimentation, resulted to the embedded energy is pushing up to 2790C for the average of volatile organic matters of 34% and for pyrolisis experimentation is 3300C for average volatile organic matters of 30%. The maximum thermal productivity values of 80 minutes for the direct combustion is 10220C and for pyrolisis is 10310C, and the contrary of 10 minutes, for the direct combustion is 7430C and for pyrolisis is 7010C
Studi Potensi Batuan Induk pada Sub Cekungan Banyumas dan Serayu Utara Kamtono, Kamtono; Praptisih, Praptisih; Siregar, M. Safei
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 15, No 1 (2005)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1672.274 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2005.v15.184

Abstract

Kajian yang dilakukan di daerah Banjarnegara, Wonosobo dan Kebumen bertujuan  untuk memperoleh data permukaan endapan klastik berbutir halus serta karakteristik litofasiesnya yang diduga berpotensi sebagai batuan induk. Sebanyak 9 conto dianalisa kandungan material organik karbonnya (TOC). Hasil analisa tersebut memperlihatkan bahwa nilai TOCnya berkisar antara   0,08 % dan 1,42 %. Berdasarkan hasil tersebut, didapatkan 2 conto berpotensi baik dan 3 conto berpotensi sedang  untuk dapat membentuk hidrokarbon, sedangkan  4 conto lainnya tidak berpotensi untuk membentuk hidrokarbon. Pyrolisis rock-eval dilakukan terhadap 5 conto yang berpotensi membentuk hidrokarbon, dan mempunyai nilai HI berkisar antara 26 dan 95 mgHC/gTOC. Berdasarkan nilai parameter evaluasi batuan induk HI (Waples, 1985), conto tersebut  berada dalam fasies organik CD dan D. Batuan induk tersebut dapat menghasilkan gas dalam kuantitas kecil. Hasil sementara dari pengamatan singkapan menunjukkan bahwa batuan klastik berbutir halus di daerah Banjarnegara diduga diendapkan dalam lingkungan dysaerob
SEDIMENTASI DAN MODEL TERUMBU FORMASI RAJAMANDALA DI DAERAH PADALARANG - JAWA BARAT Siregar, M. Safei
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 15, No 1 (2005)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4377.837 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2005.v15.189

Abstract

Formasi Rajamandala yang tersebar di daerah Cikamuning – Sangiangtikoro sebelah barat Bandung dibagi menjadi dua satuan batuan yaitu Anggota Batugamping dan Anggota Lempung-Napal. Formasi ini terbentuk pada Oligosen Akhir sampai Miosen Awal. Anggota Batugamping memperlihatkan singkapan yang sangat bagus dan beberapa fasies yang berkaitan dengan terumbu koral dapat dikenali dalam batuan karbonat ini. Tiga fasies yaitu fasies planktonic packstone – wackestone, fasies Lepidocyclina packstone dan fasies rudstone berkembang di lingkungan muka terumbu (toe of slope dan reef slope). Fasies boundstone membentuk inti terumbu dalam mana tiga subfasies seperti subfasies framestone, subfasies bafflestone dan subfasies bindstone ditemukan. Fasies boundstone diendapkan pada reef crest sampai reef flat. Fasies Milliolid packstone diendapkan pada beberapa lingkungan termasuk surge channel, lagoon dan back reef. Batuan karbonat Formasi Rajamandala ditafsirkan sebagai barrier reef  berarah ENE – WSE dengan bagian muka terumbu dan cekungan berada di bagian utara.
ALTERASI DAN MINERALISASI DI SAYAP BARAT PEGUNUNGAN BUKIT BARISAN: KASUS DAERAH KOTA AGUNG DAN SEKITARNYA KABUPATEN TANGGAMUS - PROPINSI LAMPUNG Setiawan, Iwan
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 15, No 1 (2005)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2903.818 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2005.v15.185

Abstract

Analisis petrografi dan mineragrafi telah dilakukan pada sekitar 30 contoh batuan yang dikumpulkan dari daerah Kota Agung di sayap barat Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera. Sebagian besar daerah penelitian ditutupi oleh Formasi Hulusimpang yang dikenal berasosiasi dengan alterasi dan mineralisasi. Analisis petrografi dari batuan-batuan menunjukkan variasi komposisi mineralogi dari asam sampai basa. Proses alterasi yang terjadi di daerah penelitian dicirikan oleh kehadiran dari klorit, karbonat, epidot, silika dan mineral lempung. Mineral-mineral alterasi ini berasosiasi dengan mineral logam seperti pirit, kalkopirit, sfalerit, magnetit, tetrahidrit dan emas. Kelompok asosiasi ini dapat disebandingkan dengan zona propilitik dan argilik dengan kisaran suhu dari sekitar 200°C ke 250°C atau sebanding dengan sistem epithermal tipe sulfidasi rendah. Mineralisasi di sebagian besar daerah penelitian dicirikan oleh tipe alterasi propilitik yang digantikan oleh argilik, dan tipe argilik. Fenomena ini dapat diamati melalui pemunculan kristal-kristal atau urat-urat yang mengalami overprint dan pergeseran atau bukaan dari urat-urat tipis kuarsa. Dan juga pengendapan dari pirit, magnetit dan sfalerit menunjukkan tekstur penggantian; sedangkan pirit dan galena menunjukkan tekstur penguncian sederhana seperti yang teramati pada conto dari Way Kerap. Kedua asosiasi memiliki kisaran temperatur kristalisasi yang berbeda. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa lebih dari dua kali proses hidrotermal telah terjadi di daerah penelitian.
Geochemical Signatures of Volcanic Rocks Related to Gold Mineralization: a case of volcanic rocks in Pasaman area, West Sumatera, Indonesia Zulkarnain, Iskandar
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 15, No 1 (2005)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.349 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2005.v15.186

Abstract

Gold deposit is always related to volcanic activities. They occur usually in areas characterized by multi magmatic activities, indicated by occurrences various volcanic rocks with wide range composition. The source of the gold metal is believed to be magma, but not all magmatic activity related to gold mineralization. However, among different volcanic rocks in a multi magmatic activities area, only a certain magmatic or volcanic activity that related to the mineralization while the other products should be classified as barren type. It should give an important contribution for mining exploration in effort to discover new deposits in the future, if the volcanic rocks related to mineralization can be recognized easily and separated from the barren ones.Pasaman area located in west flank of Bukit Barisan Mountain within West Sumatera Province is reported since Japanese time to nowadays having indications of gold mineralization. Small scale mining by the local people was running in Tambang Pambaluan and area near Simpang Dingin in Dua Koto Sub-District during Japanese time, but now is not active anymore. At Bonjol, in Bonjol Sub-District, local people are still doing mining activity using amalgamation method and this activity has been running for a few decades since the Dutch time. The locations are situated in a wide area that covered by so called undifferentiated volcanic rocks without any trace of its eruption center. Major elements have been failed to separate volcanic rocks related to mineralization from the barren ones, but trace elements and REE signatures can be used effectively for the purpose. Analytical data of the rocks collected from the undifferentiated volcanic area show clear and different character of the rocks related to mineralization compared to the barren ones. The rocks related to mineralization contain Ytrium less than 10 ppm, while the barren rocks have more than 20 ppm Ytrium content. Furthermore, the rocks related to mineralization are slightly enriched on Rb. More specific character for the rocks related to mineralization is observed on REE diagrams. REE pattern of the rocks related to mineralization shows a clear and significant depletion on medium to HREE (from Gd to Lu), although the depletion can be recognized from Sm and Eu elements. The specific geochemical signatures of the rocks are interpreted to be caused by the presence of gold metal in the magma. The aim of this paper is to demonstrate that the rocks related to mineralization have specific geochemical signatures and different from the barren rocks. The specific signatures have been found out through comparison of trace elements and REE pattern between rocks related to mineralization collected from Tambang Pambaluan, Simpang Dingin dan Bonjol with the barren rocks collected in other locations in the undifferentiated volcanic area in Pasaman

Page 1 of 1 | Total Record : 6