cover
Contact Name
Dedi Mulyadi
Contact Email
d3dimulya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
riset.geotek@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan
ISSN : 01259849     EISSN : 23546638     DOI : -
Core Subject : Science,
RISET (Indonesian Journal of Geology and Mining) welcomes article submissions dealing with Geology; Applied Geophysics; Mining.
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
PEMANFAATAN BAND TERMAL CITRA LANDSAT UNTUK IDENTIFIKASI KELUARAN AIRTANAH LEPAS PANTAI (KALP) DI PANTAI UTARA LOMBOK Lestiana, Hilda; Sukristiyanti, Sukristiyanti; Bakti, Hendra; Lubis, Rachmat Fajar
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.485 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2017.v27.422

Abstract

This paper examines the use of Landsat 7 and 8 thermal band as an indirect method of identifying submarine groundwater discharge (SGD) in the northern coast of Lombok Island. Image processing steps include atmospheric correction, the acquisition value of the effective temperature, effective temperature anomalies and effective standardised temperature anomalies, as well as image enhancement. Effective standardised temperature anomaly map has more varied pattern than the effective temperature map. But both of them have not been able to demonstrate the extreme temperatures that indicate the location of SGD. Parameter of effective standardised temperature anomaly could not be used as a single variable. SGD identification in tropical area needs more detailed spatial resolution. The acquisition time has also to be considered i.e. when low tidal and for low temperature SGD, when the water temperature is warmer. AbstrakMakalah ini mengkaji penggunaan band termal citra Landsat 7 dan 8 sebagai metode tidak langsung dalam mengidentifikasi kehadiran keluaran airtanah lepas pantai (KALP) di perairanutara Pulau Lombok. Langkah pengolahan citra meliputi koreksi atmosferik, pemerolehan nilai suhu efektif, anomali suhu efektif, dan anomali suhu efektif standar serta penajaman citra. Petaanomali suhu efektif standar memiliki pola yang lebih bervariatif dibandingkan peta suhu efektif. Namun keduanya belum dapat menunjukkan suhu ekstrim yang mengindikasikan lokasi KALP. Parameter anomali suhu efektif standar tidak dapat dipergunakan sebagai variabel tunggal. Identifikasi lokasi KALP di daerah tropis membutuhkan data citra dengan resolusi spasial yang lebih detail. Pemanfaatan data citra juga perlu memperhatikan waktu perekaman citra yaitu pada saat kondisi perairan hangat untuk kasus KALP bersuhu rendah dan pada saat air surut.
DINAMIKA ELEVASI MUKA AIR PADA LAHAN DAN SALURAN DI LAHAN GAMBUT Runtunuwu, Eleonora; Kartiwa, Budi; Kharmilasari, Kharmilasari; Sudarman, Kurmen; Nugroho, Wahyu Tri; Firmansyah, Anang
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 21, No 2 (2011)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1353.56 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2011.v21.47

Abstract

ABSTRAK Reklamasi gambut untuk pertanian memerlukan jaringan drainase makro yang dapat mengendalikan tata air dalam satu wilayah dan drainase mikro untuk mengendalikan tata air di tingkat lahan. Elevasi muka air harus dipertahankan secara optimal. Tidak terlalu dalam agar tanaman tidak mengalami kekeringan dan tidak terlalu dangkal agar tanaman tidak tergenang. Untuk itu diperlukan bangunan pengendali berupa pintu air di setiap saluran. Pintu air berfungsi untuk mengatur muka air tanah supaya tidak terlalu dangkal dan tidak terlalu dalam, sehingga kelestarian gambut dapat terjaga. Pemasangan pintu air baik letak maupun jumlahnya perlu diawali dengan mengetahui fluktuasi air di saluran dan lahan. Tulisan ini bertujuan untuk mempelajari dinamika elevasi muka air pada lahan dan saluran dan keterkaitannya dengan curah hujan di lahan gambut. Untuk mencapai tujuan tersebut telah dilakukan penelitian di Desa Jabiren, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian dilaksanakan sejak April sampai dengan Oktober 2011. Analisis difokuskan untuk memahami karakteristik hujan, karakteristik hidrologi, elevasi muka air lahan dan saluran, hidrotopografi, serta hubungan curah hujan dan elevasi muka air. Data dasar ini sangat dibutuhkan sebagai informasi peringatan dini agar kejadian air berlebihan atau terbatas di lahan gambut dapat diantisipasi dengan baik.
Geotechnical Investigation of Land Movement on Roadway at KM 23, Citatah Area, West Java Province Djakamihardja, Achmad Subardja
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 18, No 2 (2008)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.093 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2008.v18.15

Abstract

Gerakan tanah di daerah Citatah terjadi di km 23 jalan raya dari Bandung ke Jakarta, Jawa Barat, Indonesia. Dimensi lereng yang longsor diperkirakan sepanjang 200 meter yang terletak di daerah dengan morfologi sedang sampai tinggi. Aktifitas gerakan tanah diatas memberikan dampak terhadap jalan tersebut yang melintasi badan lereng yang longsor. Penelitian geologi teknik dan geofisik dilakukan untuk mempelajari mekanisme dan karakter dari tanah dan batuan pada longsoran/rayapan diatas. Analisis tahanan jenis  menunjukkan bahwa lapisan tanah yang tidak stabil mempunyai nilai antara 23-25 Ωm, lapisan antara batulempung berupa silt dan batupasir,  mempunyai nilai tahanan jenis antara 7-17 Ωm, tahanan jenis batulempung antara 2-7 Ωm, and batuan andesit sebagai sill antara 40-85 Ωm. Analisis conto inti batuan yang diambil dari pemboran dangkal  memperlihatkan hubungan antara nilai tahanan jenis dan jenis batuan.  Lapisan batulempung pada lubang bor 1 dengan kedalaman 9 m, memberikan indikasi nilai tahanan jenis antara 3-7 Ωm.  Sedangkan pada lubang bor 2, batulempung pada kedalaman 14 m. Kedua lapisan batulempung diatas diperkirakan merupakan bidang lincir dari gerakan tanah.  Hasil dari penyelidikan yang telah dilakukan dapat dijadikan pertimbangan dalam melakukan teknik mitigasi longsoran didaerah  ini. Untuk itu lintasan jalan yang diusulkan disarankan untuk melintasi diatas batuan andesit yang terletak diantara batulempung diatas, yang merupakan formasi Batuasih.
GEOCHEMICAL EVIDENCE OF ISLAND-ARC ORIGIN IN VOLCANIC ROCKS OF CENTRAL SUMATERA Zulkarnain, Iskandar
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 24, No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2020.492 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2014.v24.79

Abstract

Abstract. Geochemical study on volcanic in Lampung and Bengkulu regions proposed a preposition that the western part of Sumatera is formed by a separated fragment with island-arc character and does not belong to continental margin of Eurasia. Geochemical signatures of western and eastern volcanic in Central Sumatera have confirmed the preposition indicated by evidences of existing island-arc tectonic environment on the western volcanic and both island-arc and continental tectonic environments on the eastern volcanic. Besides that, the geochemical data in this region have revealed the third tectonic environment reflecting development of back-arc tectonic setting in the geological history of the island. The island-arc tectonic setting is marked by higher ratio of (Ti/Ce)N, varying from 0.15 to 0.3, but in narrow ratio of (Ta/Nb)N, between 1.0 to 1.5, while the Active Continental Margin tectonic environment is characterized by wide range of (Ta/Nb)N ratio, ranging from 1.2 to 2.8 but with ratio of (Ti/Ce)N less than 0.1. The back-arc basin tectonic setting is marked by high ratio of (Ti/Ce)N, up to more than 0.8. The results are made based on rock chemistry analysis including major, trace and rare earth elements.
Limbah Batubara Sebagai Pembenah Tanah dan Sumber Nutrisi: Studi Kasus Tanaman Bunga Matahari (Helianthus Annuus) Noviardi, Rhazista
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 23, No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.705 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2013.v23.70

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pemanfaatan limbah batubara sebagai pembenah tanah dan sumber nutrisi bagi tanaman bunga matahari (Helianthus Annuus). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah rasio limbah batubara (% berat) yang terdiri dari 6 (enam) perlakuan yaitu 0, 10, 20, 30, 40 dan 50%. Faktor kedua adalah dosis kompos yang terdiri dari 3 (tiga) perlakuan yaitu 0, 400 dan 800 gram/pot. Kedua faktor tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 18 perlakuan dengan dua kali ulangan sehingga terdapat 36 pot percobaan. Pengaruh perbedaan perlakuan pada percobaan diuji dengan uji ANOVA pada taraf 5%. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan pada masing-masing faktor, dilakukan uji jarak berganda Duncan, pada taraf ketelitian 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah batubara atau kompos pada tanah meningkatkan biomassa tanaman bunga matahari, namun bila keduanya dikombinasikan tidak berpengaruh terhadap biomassa tanaman. Penambahan limbah batubara 50% (% berat) atau kompos 800 g/pot menghasilkan biomassa tanaman bunga matahari  tertinggi yaitu masing-masing sebesar 0,16 kg dan 0,14 kg bk (berat kering).
SUHU MUKA LAUT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN LINIER KORAL KEPULAUAN SERIBU Purnamasari, Ida Ayu; Cahyarini, Sri Yudawati
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 20, No 2 (2010)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.936 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2010.v20.38

Abstract

ABSTRAK Koral menyimpan informasi perubahan lingkungan. Analisis pertumbuhan tahunan koral telah dipakai sebagai salah satu data untuk mengetahui perubahan lingkungan. Dalam studi ini dilakukan penghitungan pertumbuhan linier koral dari wilayah Kepulauan Seribu. Penghitungan pertumbuhan linier digunakan dengan menganalisis densitometry  yaitu luminance dengan software koral XDS. Hasilnya diperoleh data kecepatan pertumbuhan linier dalam urut-urutan waktu yang kemudian dibandingkan dengan data suhu permukaan laut. Hasil dari studi ini menunjukkan koral di wilayah lepas pantai (offshore) pertumbuhan linier tahunannya dipengaruhi oleh suhu lebih besar dibandingkan dengan koral di wilayah laut dekat dataran Jakarta (inshore).
PENGARUH LEMPUNG EKSPANSIF TERHADAP POTENSI AMBLESAN TANAH DI DAERAH SEMARANG Yuliyanti, Anita; Sarah, Dwi; Soebowo, Eko
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 22, No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2200.178 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2012.v22.61

Abstract

ABSTRAK Kota Semarang mengalami amblesan tanah yang intensif setiap tahunnya. Salah satunya penyebab adalah pengaruh faktor kompaksi/konsolidasi batuan di bawah permukaan yang diduga mempunyai keterkaitan dengan keberadaan lapisan lempung. Karakteristik keteknikan batuan erat kaitannya dengan sifat penyusun batuannya, diantaranya adalah sifat ekspansifitas yang sangat dipengaruhi oleh kandungan mineral lempung. Jenis mineral lempung montmorilonit mempunyai daya kembang susut terbesar sehingga kehadirannya merupakan faktor utama yang menentukan sifat ekspansif. Tulisan ini membahas mengenai karakteristik lempung di daerah Semarang terutama mengenai sifat ekspansif lempung melalui pendekatan mineralogi berdasarkan hasil analisis XRD dan SEM-EDX serta pengaruhnya terhadap potensi amblesan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batuan umumnya tersusun atas mineral lempung berupa montmorilonit, illit dan kaolinit/klorit, selain itu juga mengandung fraksi mineral non lempung. Hasil korelasi dengan data lapangan menunjukkan bahwa lempung yang berada relatif di dekat permukaan umumnya mempunyai sifat ekspansif rendah – sedang, sedangkan lapisan lempung yang lebih dalam mempunyai sifat ekspansif sedang – tinggi. Lempung bawah permukaan di daerah Semarang menunjukkan sifat ekspansif yang rendah di bagian barat dengan kecenderungan peningkatan sifat ekspansif semakin ke arah timur. Keberadaan lapisan lempung tersebut diindikasikan mempercepat proses konsolidasi endapan Holosen di bagian timur dan utara Semarang yang memperbesar potensi amblesan tanah.
EFFECT OF LAND USE ON SPATIAL AND SEASONAL VARIATION OF WATER QUALITY IN CILIWUNG RIVER, WEST JAVA-INDONESIA Runtunuwu, Eleonora; Kondoh, Akihiko; Subagyono, Kasdi
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 20, No 1 (2010)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.438 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2010.v20.29

Abstract

ABSTRACT Study on water quality aspects of Ciliwung river has been conducted from January 2008 to November 2009 to address the impact of land use change on its seasonal variation.  Nitrogen compound of NO2 and NH4 were monitored along the Ciliwung river with different time.  Land use change within the Ciliwung watershed was analyzed using remote sensing data and correlate with NO2, NO3, NH4 concentration, conductivity and pH along the river.   The results showed that in area with higher populated areas such as found in the middle and downstream area of Ciliwung watershed, NO3 concentration is higher.  This obvious variation was also observed for conductivity and pH.  It was also observed that the more dense area as in the middle and downstream area the change of land use was obvious.  The NO3 concentration is much influenced by land use and vegetation change prior to human activity.  In general, NO3 observed on October 2008 was higher compared with that observed on January, April and July 2008. In October where it is rainy season, flushing of NO3 is higher and it was transported into the Ciliwung river.  The temporal variation is seemed to be due to variation of rainfall generating different runoff and nutrient flushing surrounding river.
PERILAKU SIFAT FISIK DAN KETEKNIKAN TANAH RESIDUAL BATUAN VOLKANIK KUARTER DI DAERAH CIKIJING, MAJALENGKA, JAWA BARAT Wibowo, Y. Sunarya
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 21, No 2 (2011)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.835 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2011.v21.52

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan daerah tropis dengan pelapukan batuan berlangsung intensif. Pelapukan menghasilkan tanah residual yang mencapai 53% luas daratan. Keberadaan tanah residual menimbulkan permasalahan geologi teknik, umumnya berkaitan dengan kekuatan dan dayadukung tanahnya. Daerah Sindang Panji, Cikijing, Majalengka merupakan daerah rawan gerakan tanah yang terjadi pada lapisan tanah residual. Makalah ini menyajikan hasil analisis karakteristik fisik dan keteknikan tanah di daerah gerakan tanah berdasarkan hasil uji Sondir (CPT) dan uji laboratorium. Hasil dari analisis data diketahui bahwa kedalaman tanah residual berkisar 1-1,6 m dan 1,6-2,5 m. Pada kedalaman 1-1,6 m kadar air 22,7-48,1 % dan indeks plastis tanah 17,7 -51,2 %. Sementara itu pada kedalaman 1,6-2,5 m, tanah memiliki kadar air 34,56-54,82 %, indeks plastis tanah 20,47-44,4 %. Tanah memiliki kuat geser rendah dengan kohesi efektif (0,0827-0,484 kg/cm2) dan sudut geser efektif (14,09o-34,62o), menyebabkan lereng di wilayah ini rentan terhadap gerakan tanah.
The Analysis of Rock Mass Characteristics Used for Design on Slope Cutting at Sections of Liwa Roadway, Sumatera, Indonesia Djakamihardja, Achmad Subardja
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 19, No 1 (2009)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.915 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2009.v19.20

Abstract

ABSTRAK Analisa yang dilakukan berdasarkan observasi lapangan dan uji laboratorium, dimana data ini akan digunakan dalam mendapatkan tingkat kestabilan masa batuan dan juga digunakan untuk menentukan disain kemiringan lereng batuan. Metode evaluasi yang diaplikasikan merupakan pendekatan empirik dari klasifikasi masa batuan (Rock Mass Rating) dan  klasifikasi kemiringan lereng (Slope Mass Rating). Pendekatan ini akan bermanfaat untuk memperoleh pengertian  yang lebih baik, hubungannya dengan pengaruh geologi dan  parameter kekuatan batuan serta mekanisme keruntuhan masa batuan. Penelitian lapangan dilakukan pada lima segmen sepanjuang jalan raya yang menghubungkan Liwa dan Krui, dimana terjadi beberapa keruntuhan lereng masa batuan. Secara geologi daerah ini tersusun oleh intrusi batuan andesit, breksi vulkanik, batupasir dan batulempung. Sedangkan pengaruh tektonik di daerah ini sudah membentuk struktur geologi yang komplek.  Dari hasil perhitungan memperlihatkan bahwa pada seksi LK-2 kondisi masa batuan termasuk sedang, tetapi memerlukan perhatian untuk lebih memastikan kestabilan masa batuannya. Masa batuan pada seksi LK-1, LK-4 dan LK-5  diklasifikasikan sebagai kondisi baik dengan rekomendasi sudut pengupasan antara  65o-75o.  Masa batuan pada seksi LK-3 dapat diklasifikasikan sebagai kondisi sangat baik dengan rekomendasi sudut lereng  antara 75o- 89o.  Berdasarkan pengklasifikasian masa batuan ini, kemungkinan keruntuhan dapat diprediksi  dan upaya penguatan dapat diperhitungkan pada awal perencanaan pengupasan. 

Page 1 of 19 | Total Record : 186