cover
Filter by Year
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : -     EISSN : -
Articles
380
Articles
Nasionalisme Dan Masa Depan Bangsa Indonesia

K, Wahyono S

Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 3 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Memasuki tahun 2009 bangsa Indonesia men ghadapi sedikitnya tiga tantangan yang berat, pertama adalah krisis ekonomi dunia yang berdampak negatif terhadap ekonomi Indonesia, kedua adalah pernilihan umum untuk memilih para pemim pin baru bangsa Indonesia baik untuk anggota legislatif mau pun Presiden dan Wakil Presiden yang harus dapat membawa bangsa Indonesia keluar dari berbagai kemelut akibat kriris ekonomi dunia dan melanjutkan pembangunan nasional yang sekarang terbengkalai, dan ketiga adalah membangkitkan kembali semangat nasional- isme bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam pikiran, tekad dan tindakan untuk menjadikan bangsa Indonesia ban gsa yang merdeka, bersatu dan berdaulat yang mampu berdiri tegak di antara ban gsa- ban gsa maju di dunia.

Isu Perubahan Iklim Dalam Konteks Keamanan Dan Ketahanan Nasional

Subiyanto, Adi, Boer, Rizaldi, Aldrian, Edvin, Perdinan, Perdinan, Kinseng, Rilus

Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTClimat change (CC) which contributed to increased conflict/war had implicitly emerged in the IPCC’s 3rd and 4th reports (IPCC, 2001; 2007); meanwhile on the 5th report (IPCC, 2014) emphasized more on human security. The risk/impact of CC to human security was shown through interaction between livelihood, conflict, culture, and migration. The purpose of the stydy was to gained an understanding of the correlation between CC and the occurrence of conflict/war; knowing the  impacts of CC on national resilience; explaining the phenomenon of CC on national resilience; and explained the linkages between human security and national resilience.This research was done through conceptual and comparative approach.The results showed that CC did not contribute directly to the occurrence of conflict/war;the impact of CC disrupts peoples livelihoods thereby reducing national resilience; CC could be viewed as a disturbance and/or threat; and basically national resilience and human security could be synchronized because both of them seeked to brought guarantee for the security, safety, and individual prosperity.ABSTRAK Perubahan iklim (PI) diasumsikan berkontribusi terhadap meningkatnya konflik/perang. Pandangan tersebut secara implisit telah muncul dalam laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim(IPCC)ke-3 (IPCC TAR, 2001) dan ke-4 (IPCC AR4, 2007); sebaliknya pada laporan ke-5 (IPCC AR5, 2014) memfokuskan pada keamanan manusia. Skema risiko PI pada keamanan manusia ditunjukkan melalui interaksi antara mata pencaharian, konflik, budaya, dan migrasi. Penelitian ini untuk menjelaskan korelasi antara PI dengan terjadinya konflik/perang; menggambarkan dampak PI bagi ketahanan nasional (Tannas); menjelaskan isu PI ditinjau dari konsepTannas; dan menjelaskan keterkaitan antara  keamanan manusia dengan Tannas. Penelitian dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu: pendekatan konseptual dan pendekatan komparatif.  Diperoleh hasil bahwa PI tidak berkorelasi langsung terhadap terjadinya konflik/perang; PI mengganggu mata pencaharian masyarakat, sehingga menurunkan Tannas; dalam konsep Tannas, PI merupakan gangguan dan atau ancaman; dan Tannas dapat disetarakan dengan keamanan manusia karena keduanya berupaya menghadirkan penjaminan keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan individu.   

Konstruksi Isu Aktual Bidang Ketahanan Nasional Untuk Pengembangan Isi Pendidikan Kewarganegaraan Persekolahan

Haryati, Sri

Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThisi study was aimed at to constructed the actual issues of national resilience ini thei developmenti of educational content of civici educationi as a description of knowledge about the actual issue of citizenship in the national resilience studies asi thei content of civici educationi in school.The research used qualitative descriptive approach. Source of informant data with purposive sampling technique, relevant document and literature study. Data collection was done throughi in-depthi interviewsi, FGD, iobservation, and documenti studyi. The validity of data was done by triangulation process of source and method. iData analysisi was done byireduction, data ipresentation, and iconclusion.Thei resultsi showedi thati the description of the content of civic education was based on the actual issues of national resilience concerning ideological, political, economic, socio-cultural and security issues in the form of basic competence study which translated into indicators to achieved the objectives of basic competence. Based on idataianalysis, it wasiinecessary to studiedi theiactual issue of national resilience to supported the content of civic education education in schoolABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi isu aktual bidang ketahanan nasional dalam pengembangan isi pendidikan kewarganegaraan persekolahan berupa deskripsi pengetahuan tentang isu aktual kewarganegaraan bidang ketahanan nasional sebagai isi pendidikan kewarganegaraan persekolahan.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data informan dengan teknik purposive sampling, dokumen dan kepustakaan yang relevan. Data dikumpulkan dan diolah dengan cara wawancara mendalam, FGD, observasi, dan studi dokumen. Validitas data dilakukan melalui proses trianggulasi sumber dan metode. Data dianalisis melalui reduksi data, pemyajian data, dan penarikan kesimpulan.Penelitian ini menemukan rumusan tentang deskripsi isi pendidikan kewarganegaraan berdasarkan isu aktual bidang ketahanan nasional yaitu tentang isu-isu ipoleksosbudhankam berupa kajian kompetensi dasar yang diterjemahkan menjadi indikator-indikator untuk mencapai tujuan dari kompetensi dasar tersebut. Berdasarkan analisis data, diperlukan kajian isu aktual ketahanan nasional untuk mendukung isi pendidikan kewarganegaraan persekolahan

Pengaruh Proses Pelaporan Dan Penyetoran Pajak Serta Kepuasan Dan Kepatuhan Dalam Wajib Pajak Pribadi Kabupaten Sleman Terhadap Ketahanan Ekonomi Wilayah

Ferdiana, Diki, Laksmi, Ayu Chairina

Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACT This study examinedthe influence of the process of reporting and depositing taxes as well as satisfaction and compliance in personal taxpayers in Sleman regency against economic resilience. The purpose of this study was to analyzed the influence of the process of reporting and depositing taxes and taxpayer compliance and compliance with economic resilience.This research was an empirical research by taking samples of taxpayers in Sleman District. Survey data were analyzed statistically using descriptive method and Structural Equation Modeling (SEM) with the help of computer program AMOS v22. The results showed that the process of reporting and depositing taxes and satisfaction and compliance in taxpayershad posistive influence, which had a significant impact on the economic resilience of the region. This could be said as a form of economic resilience of the region which was the basis of national resilienceABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh proses pelaporan dan penyetoran pajak serta kepuasan dan kepatuhan dalam wajib pajak pribadi di Kabupaten Sleman terhadap ketahanan ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh proses pelaporan dan penyetoran pajak serta kepuasan dan kepatuhan wajib pajak terhadap ketahanan ekonomi.Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan mengambil sampel para wajib pajak di Kabupaten Sleman. Data survei dianalisis secara statistik menggunakan metode deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program komputer AMOS v22.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaporan dan penyetoran pajak serta kepuasan dan kepatuhan dalam wajib pajak berpengaruh posistif, yang berdampak signifikan terhadap ketahanan ekonomi wilayah. Hal ini dapat dikatakan sebagai wujud dari ketahanan ekonomi wilayah yang merupakan dasar dari ketahanan nasional. 

Bentuk Dan Mekanisme Pemberdayaan Oleh Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Guna Mendukung Ketahanan Ekonomi Petani Tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah

Nuryanti, Nuryanti, Subejo, Subejo, Guntoro, Budi

Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTIndonesian Tobacco Farmers Association (APTI) was an organization which was formed for facilitating tobacco farmers. This association had been conducting various efforts on farmer empowerment.This research was aimed to described the forms and mechanism of tobacco farmer’s empowerment developed by the APTI Temanggung to supported economic resilience’s farmer,This study used mixed research methods, with strategy of concurrent embedded (qualitative and quantitative method).The research results showed that there were 4 (four) programs which were successfully established and implemented by APTI Temanggung, namely (a). the empowerment program of APTI Central Java chapter to took care of farmers’ education, (b). Business Credit for Tobacco Farming (KUMPT) program, (c). mentoring, coaching and assisting tobacco farmers program, and (d). the main developmental program of APTI to advocated farmers about tobacco’s regulation. All forms of empowerment done by APTI were facilitated by using different empowerment mechanism for each program.ABSTRAK Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) sebagai organsiasi dengan tujuan untuk memfasilitasi petani tembakau dengan melakukan berbagai upaya pemberdayaan petani. Penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan bentuk dan mekanisme pemberdayaan petani tembakau yang dikembangkan oleh (APTI) Temanggung guna mendukung ketahanan ekonomi petani tembakau. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan strategi embedded konkuren (kualitatif dan kuantitatif).Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program pemberdayaan yang berhasil dibentuk dan dilaksanakan APTI Temanggung ada 4 (empat) yaitu (a) program pemberdayaan APTI DPD Jateng peduli pendidikan, (b) program Kredit Usaha Mandiri Pertanian Tembakau (KUMPT), (c) program pembimbingan pembinaan dan pendampingan petani tembakau, dan (d) program pemberdayaan utama APTI adalah advokasi regulasi pertembakauan. Semua bentuk pemberdayaan yang dilakukan APTI Temanggung adalah fasilitasi dengan mekanisme tiap program berbeda-beda. 

Implikasi Peran Pemuda dalam Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Terhadap Ketahanan Wilayah Ogan Ilir (Studi Pada Pemuda Komunitas Elite Armada Rimba Sriwijaya)

Utami, Sundari, Armawi, Armaidy, Hadmoko, Danang Sri

Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThis theses analyze the role of youth in handling forest and land fire disasters on the Ogan Ilir resilience. The research method used qualitative with descriptive analysis. Data collection technique in this study used observation, interview, and documentation. Then, data analysis technique in this research: 1) data reduction, 2) data categories, 3) data presentation, and 4) conclusions. The result showed that the roles of youth in overcome the forest and land fires disaster have three stages. First prevention, is done by socialization to students and coaching on self, people, and environment. Second countermeasure, is carried out by monitoring, keeping communication, and firefighting. Then the third after disaster, there is no disaster so the things done by this community. The role of youth, represented by Elite Arari Community have implications to all aspects of regional resilience; geographically, it emerges the awareness and concern to environment; on the demographical aspect it changes the community mindset, create conducive political situation, keeps the economic stability, maintains the social condition of the society and prevents conflicts, and rises up the sense of security for the people in Ogan Ilir region.ABSTRAKPenelitian ini menganalisis implikasi peran pemuda Komunitas Elite Arari dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan terhadap ketahanan wilayah di Ogan Ilir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan empat tahap yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini, yakni: 1) reduksi data, 2) kategori data, 3) penyajian data, dan 4) penarikan kesimpulan. Peran pemuda Komunitas Elite Arari dalam menanggulangi bencana kebakaran terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemuda pada tahap pra bencana dilakukan dengan sosialisasi terhadap pelajar serta melakukan pembinaan terhadap diri sendiri, sesama, dan lingkungan. Sedangkan pada saat bencana peran dilakukan dalam bentuk kegiatan pemantauan dan komunikasi serta pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Pada tahap pasca bencana tidak terdapat hal yang dilakukan. Peran pemuda dari Komunitas Elite Arari berimplikasi pada seluruh aspek ketahanan wilayah, pada aspek geografi mampu menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan, pada aspek demografi dengan merubah pola pikir masyarakat, menciptakan kondisi situasi politik yang kondusif, mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pereonomian yang kondusif, menjaga kondisi sosial masyarakat agat tidak terjadi konflik vertikal dan horizontal, serta mampu menciptakan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Ogan Ilir.

Partisipasi Pemuda Dalam Berkembangnya Desa Wisata Guna Meningkatkan Ketahanan Sosial Budaya Masyarakat Desa (Studi di Desa Wisata Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali)

Suradiva, A Oka, muhamad, muhamad, Saryani, Saryani

Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThe development of tourism in Bali cannot be separated from the life of indigenous society which is affected by arts and cultural. One of the developing concept for tourism, especially in bali region is “Tourist Village”.within this concept, there are expectation that tourism can be spread evenly throughout the region. The youth has a important role in the development of tourism village, because they are the actors who will bring progress to each of their region. This research aims to examine the participation of youth in the development of tourist village to improving socio cultural resilience of village societies. This study use mix methods or descriptive method with concurrent procedure mixture methods which combine qualitative and qualitative approach. Basically, the determination sample was chosen by purposive sampling using criteria based on opinion. The data were collected using in depth interview and using questionnaire with assessment scale summated ratings model rating scale likert. Interview of the informant were determined through purposive sampling, while questionnaire respondents determined with the representation of population numbers through the slovin formula. The analysis of research will be using interactive Miles and Huberman for qualitative data and inferential statistical techniques (statistics probability) for quantitative data. The research has results that youth is a supporting actor in the management of tourist village in the Batubulan village. Youth participations are at the tokenism rate with an average 61%. The social and cultural life of the origin societies Batubulan village is became the main factor of tourism in this village. The indigenous life of youth and their organizations were proved to actualize socio cultural resilience. Socio cultural resilience was formed through the preservation of dynamically socio culture itself by protecting, developing, and utilizing local socio cultural tourism activities. ABSTRAKPerkembangan pariwisata di Bali tidak terlepas dari kehidupan masyarakat adat dengan seni dan budaya yang melekat di dalamnya. Desa wisata menjadi konsep yang berkembang belakangan ini yang diharapkan menjadi salah satu cara agar pariwisata bisa dinikmati secara merata di seluruh wilayah khususnya di Bali. Pemuda menjadi sangat penting dalam pengembangan desa wisata karena mereka merupakan aktor yang akan membawa kemajuan kedepannya untuk desa wisata di setiap wilayah mereka masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi pemuda dan upaya mereka dalam pengembangan desa wisata guna meningkatkan ketahanan sosial budaya masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan mix methods atau metode deskriptif dengan prosedur metode campuran konkuren yang mengkombinasikan pendekatan kualitatif dengan kuantitatif. Penentuan informan dipilih berdasarkan purposive sampling dengan menggunakan kriteria berdasarkan pertimbangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, kepustakaan, internet dan kuesioner skala penilaian summated ratings model rating scale likert. Responden kuesioner ditentukan melalui perwakilan jumlah populasi melalui rumus slovin. Analisis data penelitian menggunakan interaktif Miles dan Huberman untuk data kualitatif dan teknik statistik inferensial (statistik probabilitas) untuk data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda hanya sebagai aktor pendukung dalam pengelolaan desa wisata di Desa Batubulan. Partisipasi pemuda berada pada tingkat partisipasi tokenism dengan bobot rata-rata sebesar 61,4%. Kehidupan sosial budaya masyarakat asli Desa Batubulan menjadi faktor utama pariwisata di Desa Wisata Batubulan. Pemuda dengan kehidupan masyarakat adat serta organisasi yang menjadi wadah terbukti mampu mewujudkan ketahanan sosial budaya. Ketahanan sosial budaya secara dinamis lahir dan terbentuk melalui pelestarian sosial budaya dengan cara melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan potensi sosial budaya lokal melalui aktifitas pariwisata. 

Peran Pengasuhan Otoritatif Terhadap Patriotisme Remaja: Dengan Mediator Kepuasan Hidup Dan Nasionalisme

dariyo, agoes

Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThis study  aimed to found out the authoritative parenting role of parents to developed  adolescent nationalism and patriotism in the framework of national resilience. Quantitative research by taking data using a Likert scale measuring instrument in the form of questionnaires, namely authoritative parenting, life-satisfaction, nationalism and patriotism. The subjects involved in this study amounted to 186 adolescents (male = 99 and female = 87 female, with an average age of 18.1 years). Furthermore, the collected data were analyzed using statistical tests, namely logarithmic non-linear regression. The results showed that (a) parents authoritative parenting played a significant role in developing adolescent nationalism and patriotism in the framework of achieving national resilience, (b) authoritative parenting parents played a significant role in achieving teen life satisfaction so that they also developed nationalism and patriotism in the framework of national resilience, (c) youth realized that the state hadfacilitated its citizens to had jobs so that parents were able to meet the needs of life for teenagers. Thus, they as teenagers were aware of being citizens who had nationalism and patriotism in their lives. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui peran pengasuhan otoritatif  orangtua untuk menumbuhkembangkan sikap nasionalismedan patriotisme remaja  dalam kerangka ketahanan nasional.Penelitian bersifat kuantitatif dengan pengambilan data menggunakan alat ukur skala Likert berupa kuesioner yaitu pola asuh otoritatif, kepuasan hidup, nasionalisme dan patriotisme. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 186 remaja (laki-laki = 99 orang dan perempuan = 87 perempuan, dengan rerata usia 18,1 tahun). Selanjutnya, data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji statistik yaitu regresi non-linear logaritmik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) pola asuh otoritatif orangtuaberperan secara signifikan dalam menumbuh-kembangkan sikap nasionalisme dan patriotismeremaja dalam kerangka mencapai ketahanan nasional, (b) pola asuh otoritatif orangtua berperan secara signifikan dalam mencapai kepuasan hidup remaja sehingga mereka pun akan menumbuhkembangkan sikap nasionalismedan patriotisme dalam kerangka ketahanan nasional, (c) remaja menyadari bahwa negara telah memfasilitasi warganya untuk memiliki pekerjaan sehingga orangtua  mampu memenuhi kebutuhan hidup bagi anak remaja. Dengan demikian,  mereka sebagai remaja sadar untuk menjadi warga-negara yang memiliki sikap nasionalisme dan patriotisme dalam hidupnya.

Peran Pemuda Dalam Pengurangan Risiko Bencana Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Diy

Pradika, Maulana Istu, Giyarsih, Sri Rum, Hartono, Hartono

Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research were 1) to analyze the role of youth in disaster risk reduction in Kepuharjo, and 2) to analyze the implications of the role of youth in disaster risk reduction to regional resilience in Kepuharjo. This research was qualitative descriptive exposure. The approach of research was a study on the problems occured in the community. Data collection using  observation, in-depth interviews, documentary studies, and literature studies.The results showed that the youth play an active role in disaster risk reduction in Kepuharjo through several activities undertaken collaboratively with other elements of society, such as 1) socialization and training on disaster risk reduction, 2) participatory mapping, 3) monitoring and communications, 4) simulation, 5) community radio, and 6) conservation and preservation.The role played by the youth in disaster risk reduction had some implications for the resiliency in Kepuharjo. Based on the five indicators HFA, four (4) indicators implicated were 1) disaster risk reduction as a priority at local and national levels, 2) identify, assess and monitor disaster risks, 3) using knowledge, innovation and education to build a culture of safety and resilience, and 4) strengthen disaster preparation. There was no implication in fundamental risk factors reduction indicator for regional reciliency by the role of youth.. Kepuharjo resiliency into the level 4, which is quite significant achievements have been obtained, but acknowledged that there are limitations to the commitment, financial resources or operational capacity.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis peran pemuda dalam pengurangan risiko bencana di Desa Kepuharjo, dan 2) menganalisis implikasi peran pemuda dalam pengurangan risiko bencana terhadap ketahanan wilayah di Desa Kepuharjo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi pada suatu permasalahan yang terjadi di masyarakat. Pengumpulan data dalam penelitian ini mengguakan observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana di Desa Kepuharjo, yaitu melalui 1) sosialisasi dan pelatihan PRB, 2) pemetaan partisipatif, 3) pemantauan dan komunikasi, 4) simulasi, 5) radio komunitas, dan 6) konservasi dan pelestarian.Peran yang dilakukan oleh pemuda dalam pengurangan risiko bencana memiliki implikasi terhadap ketahanan wilayah Desa Kepuharjo. Dari kelima indikator HFA, telah tercipta implikasi pada 4 (empat) indikator, yaitu 1) pengurangan risiko bencana merupakan sebuah prioritas lokal dan nasional, 2) mengidentifikasi, menjajagi dan memonitor risiko-risiko bencana, 3) menggunakan pengetahuan, inovasi dan pendidikan untuk membangun budaya keselamatan dan ketahanan, dan 4) memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana. Pada indikator mengurangi faktor-faktor risiko yang mendasar, belum tercipta implikasi peran pemuda terhadap ketahanan wilayah. Ketahanan wilayah Desa Kepuharjo masuk ke dalam level 4, yaitu capaian yang cukup berarti telah diperoleh, tetapi diakui ada keterbatasan dalam komitmen, sumberdaya finansial ataupun kapasitas operasional.

Pengaruh Praktik Belajar Kewarganegaraan Berbasis Media Massa Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Siswa

Putri, Dian Eka, Murdiono, Mukhamad

Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACT This study was aimed at determining the influence of project citizen based on mass media on student’s critical thinking skills, and the implication towards student’s personal resilient in second grade of Senior High School 4 Surakarta, Central Java.This research was a quasi experimental study with pretest-posttest control group design. This research was conducted in class XI semester 2 at Senior High School 4 Surakarta, Central Java in the academic year 2017/2018. The research population was all of second grade student’s in Senior High School 4 Surakarta, Central Java. Sampling was taken by simple random sampling technique. This study used one experiment group and one control group. Data collection was done through pretest, posttest, questionnaire, and observation. The research instruments in this research were test and non test instruments. The data analysis technique used multivariate analysis of variance manova test using SPSS 22.0.The result of this research showed that  there was significant influence of project citizen model based on mass media on student’s critical thinking skills with significance of 0.033 ≤ 0.05. The equal 0.033 with positive signs indicated the positive direction (accordance), meaning that the better implementation of project citizen model based on mass media, the better also student’s critical thinking skills. Critical thinking skills that showed a positive direction have implications towards students personal resilience. The critical thinking skills that students possess were essentially clear or logical thinking and actually look deeply at relevant concepts by exploring things like the fundamental problem. In the process of critical thinking, all things are considered to be contemplated, thought out, and then concluded logically and clearly. It is a high-level thinking skill that becomes students personal resilience as a young citizen in order to analyze problem solvingABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh praktik belajar kewarganegaraan berbasis media massa terhadap keterampilan berpikir kritis dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Surakarta, Jawa Tengah.Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental (eksperimen semu) dengan desain penelitian pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan pada kelas XI semester 2 di SMA Negeri 4 Surakarta, Jawa Tengah tahun ajaran 2017/2018. Populasi penelitian yaitu siswa kelas XI di SMA N 4 Surakarta, Jawa Tengah. Teknik pemilihan sampel yaitu teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan cara pretest, posttest, kuesioner, dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan non tes. Teknik analisis data menggunakan uji analisis multivariat varian menggunakan program SPSS 22.0.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan positif dari model praktik belajar kewarganegaraan berbasis media massa terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dengan signifikansi sebesar 0,033 ≤ 0,05. Angka 0,033 bertanda positif menunjukkan arah positif (searah), artinya bahwa semakin baik penerapan praktik belajar kewarganegaraan berbasis media massa maka semakin baik pula keterampilan berpikir kritis siswa. Keterampilan berpikir kritis yang menunjukkan arah positif (searah) berimplikasi terhadap ketahanan pribadi siswa. Keterampilan berpikir kritis yang dimiliki siswa merupakan pemikiran secara jelas atau logis dan benar-benar melihat secara mendalam terhadap berbagai konsep yang relevan dengan mengeksplorasi hal-hal seperti masalah yang mendasar. Dalam proses berpikir kritis, semua hal dipertimbangkan untuk direnungkan, dipikirkan, kemudian disimpulkan secara logis dan jelas. Hal ini merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang menjadi ketahanan pribadi siswa dalam rangka analisis penyelesaian masalah. 

Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996)