cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 387 Documents
OPTIMALISASI PERAN KORAMIL DALAM PEMBERDAYAAN WILAYAH PERTAHANAN GUNA MEMPERKOKOH KETAHANAN WILAYAH (Studi Di Koramil 2102/Cibinong Dan Koramil 2104/ Citeureup) Wanto, Asis
Jurnal Ketahanan Nasional VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013
Publisher : Jurnal Ketahanan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper explained the Koramil’s role as the frontline of the regional unity command and deserved special attention, due to the Koramil’s role as supporter and activator all over the regions to embodied the people’s defense. The qualitative data showed the Koramil in Bogor Regency encounter various obstacles in conducting their duties which made the lack of optimal services. These were due to the lack of transportation devices, communication devices, facilities and infrastructures, minimum budget support, and limited human resources and personnel.Keywords: Koramil, Establishment, and Regional Resilience.
Tingkat Ketahanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Studi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta) Tundung, Aris; Priyambodo, Tri Kuntoro; Armawi, Armaidy
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.26345

Abstract

ABSTRACTBureaucratic reforms aim to deliver excellence public services including civil registration service. The Law on Population Administration states that the use of the Population Administration Information System (SIAK) is one of the governments efforts to protect the secrecy, integrity and availability of population data related to its function as the basis for public services, development planning, budget allocation, democratic development, and law enforcement and criminal prevention. The study measures information technology resilience level by describing Yogyakarta City Civil Registry Service Office (Dindukcapil) information security management, the level of maturity and completeness of SIAK management, and SIAK success level. The study uses mixed method guided by ISO/IEC 27001document, Information Security (INFOSEC) Index form, and questionnaire prepared under the DeLone and McLane Models. Yogyakarta City Dindukcapil has not set up rules and documentation on information security management. The actions taken are reactive, not referring to overall risk without clear flow of authority and control. The study concludes the SIAK is "Highly Needed" by the Civil Registry Service Office of Yogyakarta City. The value of the information security management areas completeness level reaches 312 points out of maximum value 645 points. Those findings category SIAK security management into “Need Improvement" category. The maturity level of information security management range from "Maturity Level I/ Initial Condition" to "Maturity Level II+/ Basic Implementation". 77,3% users clarify “positive” perception and 1,2% users reveal “negative” judgement that made SIAK belongs to “Success” information system category.ABSTRAKReformasi birokrasi mengamanatkan peningkatan mutu dan kecepatan layanan publik pemerintah termasuk layanan administrasi kependudukan. Undang-undang tentang Administrasi Kependudukan menyebutkan penggunaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) merupakan salah satu usaha pemerintah untuk mengelola dan melindungi kerahasiaan, keutuhan dan ketersediaan data kependudukan terkait fungsinya sebagai dasar pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, dan penegakan hukum dan pencegahan kriminal. Penelitian dilakukan untuk mengetahui ketahanan sistem informasi SIAK melalui gambaran pengelolaan keamanan informasi Dindukcapil Kota Yogyakarta, tingkat kematangan dan kelengkapan pengelolaan SIAK, dan tingkat kesuksesan SIAK. Penelitian menggunakan metode campuran dengan menggunakan kisi-kisi ISO/IEC 27001, instrumen perhitungan dalam borang Indeks KAMI, dan kuesioner yang disusun berdasarkan Model DeLone dan McLane yang sudah diperbaharui yang mendiskusikan tentang Kualitas Informasi, Kualitas Sistem, Kualitas Pelayanan, Penggunaan, Kepuasan Pengguna, Manfaat Bersih (DeLone dan McLane, 2004: 32). Dindukcapil Kota Yogyakarta belum menyusun aturan dan dokumentasi pengelolaan keamanan informasi. Tindakan yang dilakukan bersifat reaktif, tidak mengacu pada keseluruhan risiko tanpa alur kewenangan dan pengawasan yang jelas. Peran SIAK termasuk dalam kategori “Tinggi” namun nilai kelengkapan penerapan standar pengelolaan keamanannya hanya mencapai 312 dari nilai total 645 sehingga pengelolaan keamanan SIAK masuk dalam kategori “Perlu Perbaikan”. Tingkat kematangan penerapan standar keamanan berkisar pada “Tingkat Kematangan I/ Kondisi Awal” sampai dengan “Tingkat Kematangan II+/ Penerapan Kerangka Kerja Dasar”. Tingkat kesuksesan SIAK termasuk dalam kategori “Sukses”, 77,3% pengguna memberikan pernyataan “positif” dan hanya 1,2% pengguna memberikan pernyataan “negatif”.
Eksistensi Negara Habib, M Safaat
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22068

Abstract

Pengaruh globalisasi yang makin terasa di seluruh dunia dewasa ini mendorong sebagian orang mempertanyakan tentang eksistensi "negara". Masih relevankah keberadaan negara di tengah-tengah keperluan manusia yang serba mendunia, sehingga timbul teori tentang The end of the Nation State misalnya. Tetapi mengapa dalam kenyata-annya negara-negara masih berdiri dengan kokohnya di seluruh dunia, hal ini tentunya ada alasan yang melatar-belakangi masih bercokolnya negara-negara itu.
Negara Dan Integrasi Etnis Cina Di Indonesia Susanto, Andreas A
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 3 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19194

Abstract

ndonesia adalah negara yang mempunyai keragaman etnis yang cukup berwarna-warni, tentu bukan tanpa alasan apabila semboyan nasionalnya menyerukan Bhinneka Tunggal Ika. Namun demikian etnis Cina yang diperkirakan sekitar 4 persen dari total penduduk Indonesia, tetaplah tinggal sebagai kelompok etnis tersendiri. Lepas dari sejarah panjang keberadaan mereka sejak sebelum abad ke-15 lalu, dan fakta bahwa hampir semua sekarang telah menjadi warganegara Indonesia, orang Cina masih tetap dirasakan sebagai outsider oleh sebagian besar warga yang menyebutdirinya pribumi.Keberhasilan dan dominasi ekonomi etnis Cina telah melahirkan kecemburuan, kebencian, dan permusuhan. Sementara orang Cina sendiri merasa mereka hanya dijadikan kambing hitam dari berbagai kekecewaan politik. Paralel dengan pengalaman orang Yahudi di Eropa dahulu, orang Cina di Indonesia juga dikenal sebagai pedagang yang pintar dan sukses, kurang sosial atau kurang bermasyarakat, danrentan secara politis.Tulisan ini akan membahas keterpisahan etnis Cina di Indonesia yang terus berlanjut sejak jaman Belanda sampai sekarang. Sudah barang tentu ada banyak penjelasan yang bisa diajukan, namun argumentasi yang akan dipakai dalam tulisan kali ini yaitu negara sebagai salah satu variabel penting yang memberi kontribusi dalam keterpisahan etnis Cina tersebut. Sejak jaman kolonial, keterpisahan itu telah dipelihara dan dimanipulasi untuk melayani kepentingan pemegang kekuasaan politik.
Partisipasi Pemuda Dalam Mengembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat Untuk Meningkatkan Ketahanan Sosial Budaya Wilayah (Studi di Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, D.I. Yogyakarta) Lestari, Gina; Armawi, Armaidy; Muhamad, Muhamad
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.17302

Abstract

ABSTRACT The global tourism wave lead to a new trend of village tourism where tourists come in small groups to interact and learn the life of villagers intensively. If the management is not well planned, this model inflicts social cultural changes in society. This study aimed to assess and formulate the youth participation in the community-based tourism (CBT) development and their contribution on social cultural regions resilience. This study used descriptive mixed methods research by using quantitative and qualitative approaches. The samples determined through purposive sampling by judgment sampling criteria.The result showed that youth was the part of the CBT’s manager actor in Pentingsari Tourism Village (Dewi Peri). The level of youth participation was a citizen power with an average of 70%. CBT development allowed the entire community to be actively involved as the main actor. Youth participation in the development of CBT contributed to social cultural resilience which based on the principle of partnership, prosperity, protection, independence, unity, and the values of  local social cultural. The social cultural resilience was formed through social and cultural preservation dynamically with protecting, developing and utilizing local social cultural by tourism activities.ABSTRAK Arus pariwisata global mengarah pada tren baru pariwisata pedesaan dimana wisatawan datang dalam kelompok-kelompok kecil dan berinteraksi intensif, mempelajari kehidupan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan penduduk desa. Pariwisata model ini rentan menyebabkan perubahan sosial budaya di masyarakat jika pengelolaannya tidak direncanakan secara matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan partisipasi pemuda dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (CBT) dan kontribusinya terhadap ketahanan sosial budaya wilayah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan prosedur metode campuran konkuren yang mengkombinasikan pendekatan kualitatif dengan kuantitatif. Penentuan sampel dipilih berdasarkan purposive sampling dengan penggunaan keriteria berdasarkan pertimbangan. Hasil penelitian menunjukkan pemuda merupakan bagian dari aktor pengelola CBT di Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri). Partisipasi pemuda berada pada tingkat partisipasi citizen power dengan bobot rata-rata sebesar 70%. Model pengembangan CBT di Dewi Peri memungkinkan seluruh masyarakat terlibat secara aktif sebagai aktor utama. Partisipasi pemuda dalam pengembangan CBT di Dewi Peri berkontribusi terhadap ketahanan sosial budaya berdasarkan parameter asas kemitraan, kesejahteraan, perlindungan, kemandirian, kerukunan, nilai sosial dan budaya lokal. Ketahanan sosial budaya terbentuk melalui pelestarian sosial budaya secara dinamis dengan melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan sosial-budaya lokal melalui aktivitas pariwisata.   
Kajian Dampak Bencana Lahar Dingin Pasca Letusan Gl-Nl-Ngapi Merapi Terhadap Ketahanan Sosial Ekonomi (Studi Kasus Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah) Armaidy Armawi, Dtah Arifikal
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22671

Abstract

learass paia dasarnya adalah hasil dari proses femora. aim seperti angin dan hujan. Ketika kualitas ittfowibatiLr 61a.k mampu men ghadapi atau merespon deg= bitkiisi a/am ini, maka kejadian yang meliputi Muslim boar den men yebabkan kekacauan inilah yang kamer gfrsefi,...tt dengan bencana. Bencana selalu datangzio-: sat datang selalu lebih ban yak orang yang task dan juga selalu mengakibatkan banyai keka.mayL Oleh karena itu seringkali asosiasi bencar.z ;L+.771 deikat dengan malapetaka. Bencana juga lebth serums inendatangi dan men gambil ban yak kortun dari Wimpyi orang miskin, kelompok-kelompok pinggiran den terrnariinal. Disebabkan oleh hal itu, kort.L4 irti gnenuntut lebdz ban yak pendekatan ilmu sosial yang madam lath den gan persoalan sosial, ekonomi, politzl. din &Jaya_ yang dapat melengkapi persoalan manusid hiigiincyir dan tebzologi. Ben cana menjadi begitu dekat densitYn pensvLaman masyarakat, dan bencana selalu datang dengsn Erntuk *mg berbeda, direspon den gan cara yang !..trristia density! alasan yang berbeda pula oleh setiap masyarakgrt yang tertintpa (Irzvan Abdullah: 2006).
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERDESAAN DAN EFEKTIFITASNYA TERHADAP KETAHANAN EKONOMI KELUARGA (Studi Di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten) _, Sulistiawati
Jurnal Ketahanan Nasional VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013
Publisher : Jurnal Ketahanan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper explained the community’s role in PNPM Mandiri program related to the family economic resilience. The qualitative and quantitative data showed base on the income approach, PNPM Mandiri program implication was quite effective to enhanced the head of family’ income and not yet effective to fulfilled the family income per capita per day based on the UN standard, and also it had not yet optimal in all villages. The condition created different family economic resilience among the poor village with low family economic resilience and family economic resilience at the non-poor village. Based on the expense approach it showed PNPM Mandiri program had not yet showed similar effectiveness level at every village and not yet created similar family economic resilience in every village.Keywords: Community’s Participation, Village Family, PNPM Mandiri, and Family Economic Resilience.
PERAN PEMUDA RELAWAN DEMOKRASI DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF TAHUN 2014 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN POLITIK WILAYAH (STUDI PADA RELAWAN DEMOKRASI BANYUMAS, JAWA TENGAH) Fuad, Zamzam Muhammad
Jurnal Ketahanan Nasional VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015
Publisher : Jurnal Ketahanan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was going to described the role of Banyumas Democracy Volunteer ( Relawan Demokrasi Banyumas) in increasing political public partitipation in Banyumas’s legislative election 2014 and its implication to Banyumas’s political resilience. This research used qualitative research design as a research method. Data were collected by in depth review, observation and documentation. This research used purpossive sampling technique with stakeholder sampling variant to pick informants. The research showed that Banyumas Democracy Volunteer had a positive role in developing political resilience in Banyumas. Their role was gave political education and election education to voters in Banyumas. In the other words, Banyumas Democracy Volunteer had a vital role in developing ideal political resilience in Banyumas.Keywords: Banyumas Democracy Volunteer, Democracy, Election, Political Resilience of Region.
MODEL PENGEMBANGAN PERAN SERTA MASYARAKAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM OTONOMI DAERAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN WILAYAH KOTA SURAKARTA Nuryadi, Muhammad Hendri
Jurnal Ketahanan Nasional VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013
Publisher : Jurnal Ketahanan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper explained the effective and appropriate community participation model for the local characteristic which was expected to affected the embodiment of Surakarta city regional resilience as a city with short wheelbase and its plurality existence. Regional Autonomy implementation started in 1999 until 2012 as yet marginalized community’s rights as the implementer of the government’s policy. The qualitative data, regional autonomy concept, and regional autonomy showed community had an important role on autonomy implementation due to the people’s authority over state sovereignty.Keywords: Community’s Role, Local Wisdom, Regional Autonomy, and Regional Resilience.
PARTISIPASI PEMUDA DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN MASYARAKAT DESA (Studi di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, DIY Rosida, Idah
Jurnal Ketahanan Nasional VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014
Publisher : Jurnal Ketahanan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The youth in Nglanggeran Village actively participated in developing the village potential namely established Nglanggeran Ancient Volcano as ecotourism area. The youth’s participation was embodied in thought, energy, materials, skill and intelligence, and social participation to supported the Nglanggeran Ancient Volcano ecotourism area development. This purpose’s research was to found out how the youth participate in developing Nglanggeran ecotourism area and its implication on village community’s resilience. The research was conducted with hinterview method and field observation with purposive sampling and analyzed with qualitative descriptive method. The implication of ecotourism area development on village community was over the economic, social community, environment preservation, infrastructure establishment, and youth establishment’s resilience at Nglanggeran Village. Therefore the youth’s participation involvement had to be enhanced to hastened the village’s area development.Keywords: Participation, Ecotourism Area, Village’s Community Resilience

Page 1 of 39 | Total Record : 387


Filter by Year

1996 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue