cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 19077505     EISSN : 24600601     DOI : -
Core Subject : Health,
Kesmas: National Public Health Journal is on public health as discipline and practices related to preventive and promotive measures to enhance health of the public through scientific approach applying variety of technique. This focus includes area and scope such as biostatistics, epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental health, public health nutrition, sexual and reproductive health, and occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 6 Januari 2014" : 16 Documents clear
Pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini dengan Perkembangan Kognitif pada Anak Setyaningrum, Sari Rahayu; Triyanti, Triyanti; Indrawani, Yvonne Magdalena
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 6 Januari 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.437 KB)

Abstract

Perkembangan kognitif merupakan aspek perkembangan yang muncul dan berkembang pesat ketika masa usia dini karena 50% potensi kognitif terbentuk pada empat tahun pertama kehidupan. Perkembangan kognitif berkaitan dengan kualitas hidup manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan perkembangan kognitif. Penelitian dilakukan pada bulan April 2013. Desain penelitian adalah potong lintang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Sampel penelitian adalah 128 anak usia dini 24-72 bulan yang mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) atau pun tidak ikut PAUD di Desa Talagamulya Kabupaten Karawang. Perkembangan kognitif sebagai variabel dependen. Sementara variabel independen adalah karakteristik anak (usia, berat badan lahir, status gizi tingi badan per umur (TB/U), asupan energi, protein, vitamin A, zat besi, zink), karakteristik ibu (usia, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan), serta pembelajaran di PAUD. Uji regresi logistik digunakan untuk analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan anak usia dini dengan kognitif baik 61,7%. Uji kai kuadrat menunjukkan faktor yang berhubungan dengan perkembangan kognitif yaitu asupan vitamin A, asupan zink, pengetahuan ibu, dan pembelajaran di PAUD. Faktor dominan yang berhubungan dengan perkembangan kognitif dalam penelitian ini yaitu pembelajaran di PAUD.Cognitive development was a developmental aspect that was emerged and thrived when the preschool years because 50% of the potential cognitive formed in the first 4 years of life. Cognitive development related to increasing the quality of human resource. The objective of the study was to know dominant factor associated with cognitive development early childhood. The design study was quantitative using cross-sectional study. Sample study were 128 early childhood 24-72 and collected information on April 2013 inTalagamulya Village, Karawang district. Cognitive development as dependent variable, was gathered using questionnaire. Independent variables were children’s characteristics (birth weight, nutrition status/height for age, intake of energy, protein, fe, zinc, vitamin A), mother’s characteristics (age, education, job, knowledge), and participation in early childhood education. The logistic regression was used for analyze data. The results of this study showed early childhood with good cognitive 61.7%. Chi square analysis showed intake of vitamin A, zinc intake, maternal knowledge, and follow early childhood education significant associated with cognitive development. The dominant factor associated with cognitive development was the participation in early childhood education.
Perilaku Kader dalam Penemuan Suspek Tuberkulosis Fadhilah, Nur; Nuryati, Elmi; Duarsa, Artha; Djannatun, Titiek; Hadi, Restu Syamsul
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 6 Januari 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.363 KB)

Abstract

Dukungan berbagai pihak meliputi perubahan perilaku masyarakat dan pemberdayakan masyarakat sangat diharapkan untuk penanggulangan tuberkulosis (TB). Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Provinsi Lampung terpanggil untuk bergerak bersama dalam program penanggulangan penyakit TB agar keberhasilan penanggulangan TB dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan mengetahui berbagai faktor yang berhubungan dengan perilaku kader dalam menemuan suspek TB di Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif ini menggunakan desain potong lintang, data primer dikumpulkan dari sampel 72 kader TB ‘Aisyiyah Kabupaten Lampung Tengah. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunakan metode kai kuadrat, dan multivariat dengan regresi logistik. Penelitian ini menemukan lima variabel yang meliputi pengetahuan, sikap, pelatihan, dukungan pemegang program dan motivasi yang mendukung perilaku penemuan suspek. Tiga variabel yang meliputi pendidikan, pendapatan dan pekerjaan tidak mendukung perilaku penemuan suspek. Untuk meningkatkan penemuan suspek TB disarankan untuk lebih meningkat dukungan pengelola program yang berkelanjutan.The support of various parties, peoples behavior and empower communities in the implementation of TB countermeasures highly expected by Muhammadiyah Central Executive and Aisyiyah Lampung Province omit to move together in a tuberculosis prevention program for successful TB control can be achieved. This study aimed to determine the related factors of behavior cadres to detect suspected tuberculosis in Lampung districy middle. The quantitative and qualitative with study design a cross sectional was conducted using primary data on samples 72 Aisyiyah tuberculosis cadres Lampung district middle. The statistical analyses were performed by chisquare and logistic regression. The study results showed a significant five variable (support program managers, knowledge of cadre, motivation of cadre, attitude of cadre, training cadre) with the discovery suspected tuberculosis cases in Lampung Province. Logistic regression analysis found a good support program holders associated with the case of suspected tuberculosis. Program holders support is the most dominant factor of the discovery of suspected tuberculosis cases. Therefore the need for tangible support over again that the findings by the cadre suspected tuberculosis increased.
Body Image Klien Akibat Pemasangan Fiksasi Eksternal Ekstrimitas Bawah Aryani, Ratna; Nurhaeni, Heni; Dinarti, Dinarti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 6 Januari 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.56 KB)

Abstract

Fiksasi eksternal adalah metode mengatasi fraktur dengan memasukkan pin ke dalam jaringan kulit, jaringan lunak dan tulang yang dihubungkan dengan rigid external frame. Akibat pemasangan fiksasi eksternal tersebut, klien seperti mendapatkan teror yang sangat menakutkan karena penempatan yang tidak biasa dan bentuk fiksasi eksternal yang besar sehingga memengaruhi body image. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan pengalaman body image klien akibat pemasangan fiksasi eksternal ekstremitas bawah. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif fenomenologi deskriptif ini dilakukan pada tujuh partisipan yang dirawat di RSUP Fatmawati dengan cara purposive sampling pada Oktober – November 2012 dengan menggunakan analisis Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klien dapat memiliki body image positif atau negatif yang dipengaruhi oleh diri, keluarga dan lingkungan sehingga menimbulkan dampak yang perlu diadaptasi oleh klien. Hasil penelitian ini menjadi acuan bahwa perawat harus memiliki kemampuan memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif, termasuk yang terkait dengan masalah psikologis sehingga pemberian asuhan keperawatan akan lebih optimal dengan outcome yang lebih memuaskan.Fiksasi eksternal is a method to overcome the fracture by inserting the pin into the skin tissue, soft tissue and bone are connected by rigid external frame. As a result of the installation of a fiksasi eksternal, clients such as getting a very scary terror due to the unusual placement and shape of a large fiksasi eksternal that affect body image. The research method is descriptive phenomenological qualitative study was conducted in seven participants who were treated at Fatmawati by purposive sampling in October-November 2012 with using the Colaizzi analysis. The results show that clients can have a positive body image or negative-that is influenced by self, family and environmental impacts that need to be adapted by the client. This research is a reference that the nurses should have the ability to provide comprehensive nursing care, including psychological issues related to the provision of nursing care that will be optimized with a more satisfactory outcome.
Pajanan NO2 Bulan Pertama dan Kedua Kehamilan terhadap Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Oktora, Bunga; Susanna, Dewi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 6 Januari 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1448.295 KB)

Abstract

Pajanan pencemar udara selama kehamilan berhubungan dengan bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Untuk menghubungkan konsentrasi NO2 dalam udara ambien, telah dilakukan studi ekologi di Jakarta. Konsentrasi NO2 didapat dari data monitoring BPLHD DKI Jakarta 2009 – 2011, sedangkan kasus-kasus bayi BBLR diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Data dianalisis dengan Anova, uji korelasi, dan regresi linier dan berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi NO2 dalam bulan pertama dan kedua kehamilan berhubungan bermakna dengan BBLR (masing-masing dengan R = 0,464, nilai p = 0,0001 dan R = 0,243, nilai p = 0,013). Regresi linier berganda menunjukkan bahwa konsentrasi NO2 dapat meramalkan 25% kasus BBLR (R = 0,5; R2 = 0,25; nilai p = 0,0001). Variabel yang paling memengaruhi BBLR adalah pajanan terhadap NO2 pada bulan pertama gestasi (B = 259). Disimpulkan, pajanan NO2 pada bulan pertama dan kedua kehamilan dan tempat wilayah tinggal berhubungan dengan BBLR, dengan pajanan NO2 pada bulan pertama kehamilan merupakan faktor utama BBLR.It has been known that exposure to air pollutant during pregnancy was associated with low birth weight. To correlate NO2 concentration in ambient air with baby with low birth weight (LBW), an ecological study has been carried in Jakarta. NO2 concentration was obtained from 2009 – 2011 monitoring data (Jakarta BPLHD), while low birth weight data were obtained from Jakarta Provincial Health Office. Anova, correlation, linear and multiple linear regressions were employed to analyze NO2 concentration with LBW. It showed that NO2 concentrations during first and second month of pregnancy were significantly correlated with the LBW (R = 0.464, p value = 0.0001 and R = 0.243, p value = 0.013). Multiple linear regression showed that the concentration of NO2 in the first and second month of pregnancy can predict 25% of LBW cases (R = 0.5, R2 = 0.25; p value = 0.0001). The most influence variable on LBW is exposure to NO2 in the first month of gestation (B = 259). It is concluded that exposure to NO2 in the first and second month of pregnancy and city of residence correlated with the LBW, with NO2 exposure in the first month of pregnancy was the most influencing factor of the LBW.
Peranan Ultraviolet B Sinar Matahari terhadap Status Vitamin D dan Tekanan Darah pada Wanita Usia Subur Yosephin, Betty; Khomsan, Ali; Briawan, Dodik; Rimbawan, Rimbawan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 6 Januari 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.727 KB)

Abstract

Sinar ultraviolet B adalah sumber utama vitamin D, tetapi wanita usia subur yang bekerja di dalam ruangan mempunyai vitamin D yang rendah meskipun Indonesia negara tropis. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi peranan paparan sinar matahari pada wanita usia subur terhadap status vitamin D dan tekanan darah. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen tanpa kelompok kontrol pada 21 wanita sehat. Penelitian ini membandingkan status vitamin D dan tekanan darah sebelum dan setelah mendapat paparan sinar matahari pada wajah dan lengan tiga kali seminggu selama 12 minggu. Analisis data menggunakan uji t-berpasangan. Paparan sinar matahari dapat meningkatkan vitamin D. Serum 25(OH)D meningkat 15,9% dari 15.7 ng/dL menjadi 18,2 ng/dL. Paparan sinar matahari menurunkan tekanan darah sistolik (nilai p = 0,004) dan diastolik (nilai p = 0,011). Ultraviolet B dari sinar matahari 30 menit tiga kali seminggu selama 12 minggu dapat memperbaiki status vitamin D dan tekanan darah.Ultraviolet B sunlight exposure is a primary source of vitamin D, but women of childbearing age who worked in room every day had low serum vitamin D despite Indonesia is a tropical country. The objective of this study was to evaluate the role of sun exposure in women of childbearing age on vitamin D status, and blood pressure. An intervention before-after study without group control was conducted on 21 healthy women. This study compared vitamin D status, and blood pressure before and after receiving ultraviolet B (UVB) from sun exposure on the face and both arms three times a week for 12 weeks. Anthropometric parameter and blood pressure were measured, were determined at baseline and after 12 weeks of sun exposure. The effect of sun exposure can improve vitamin D. Serum 25 (OH)D increase 15.9% from 15.7 ng/dL to 18.2 ng/dL. Sun exposure significantly reduced systolic blood pressure (p value = 0.004), and diastolic blood pressure (p value = 0.011). Ultraviolet B from sun exposure for 30 minutes, 3 times a week for 12 weeks improves the vitamin D status, and blood pressure.
Therapeutic Touch dan Nyeri Pasca Pembedahan Mumpuni, Mumpuni; Nurulhuda, Uun; Roselina, Elsa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 6 Januari 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.749 KB)

Abstract

Penanganan nyeri pada pasien yang dilakukan oleh profesi perawat lebih banyak mengacu pada pendekatan terapi medis dan farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh therapeutic touch terhadap nyeri pasien pasca operasi. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental yang dilakukan pada 60 orang responden, terdiri dari 30 orang kelompok intervensi dengan therapeutic touch dan 30 orang kelompok kontrol dengan teknik napas dalam. Penelitian berlangsung di ruang rawat bedah pasien dewasa RSUD Pasar Rebo. Data dikumpulkan dari bulan April hingga Oktober 2012. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skala nyeri sebelum dan sesudah tindakan baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol (nilai p = 0,000). Hasil uji Mann-Whitney pun memperlihatkan adanya perbedaan yang signifikan pada penurunan skala nyeri antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (nilai p = 0,000).Pain management for patients by nurses refers to medical therapy and pharmacological approaches. This study aimed to determine the effect of therapeutic touch on post-operative pain. This study used a quasi-experimental design conducted on 60 respondents, comprised 30 person for intervention group (therapeutic touch) and 30 person for control group (deep-breaths technique). The study conducted in the surgical ward for adult patients at Pasar Rebo Hospital Jakarta. Data collected from April until October 2012. The result of Wilcoxon Signed Ranks test showed a significant difference between the pain scale before and after treatment either the intervention group or the control group (p value = 0.000). The Mann-Whitney test’s result also showed a significant difference in pain reduction between the scale of the intervention group with the control group (p value = 0.000).
Kualitas Lingkungan Kerja dan Kinerja Bidan Puskesmas dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Rezeki, Sri Purnama; Ayuningtyas, Dumilah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 6 Januari 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.39 KB)

Abstract

Peningkatan angka kematian ibu dan kesenjangan cakupan pelayanan kesehatan ibu antar puskesmas, diasumsikan berhubungan dengan kinerja bidan yang dipengaruhi lingkungan tempat bekerja (puskesmas). Penelitian dengan desain potong lintang dengan metode kuantitatif dan kualitatif ini bertujuan mengetahui hubungan antara komponen quality of work life (QWL) dengan kinerja bidan puskesmas pada pelayanan kesehatan ibu. Studi ini dilaksanakan di 11 puskesmas wilayah kerja Kabupaten Bintan pada bulan Februari - Maret 2013. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pada 67 responden dan wawancara pada 10 informan. Berdasarkan hasil penelitian, hanya 35,8% bidan puskesmas mempunyai skor kinerja di atas rata-rata, beberapa puskesmas mempunyai skor komponen QWL di bawah rata-rata. Hubungan yang signifikan ditemukan antara komponen keterlibatan karyawan (nilai p = 0,005) dan rasa bangga terhadap institusi (nilai p = 0,039) dengan kinerja bidan puskesmas dalam pelayanan kesehatan ibu.Increasing maternal mortality ratio and also gaps of the maternal health services scope among community health centers, assumed related to the performance of midwife clinics who is affected by the environment in which working (community health centers). This cross sectional study with quantitative and qualitative approaches aims to determine the relationship between Quality of Work Life (QWL) components with the midwives clinics performance in maternal health services. The study is implemented in 11 community health centers in working area Bintan Regency in February - March 2013. Data are collected by using questionnaires with 67 respondents and interview with 10 informants. Based on the study results, only 35.8% midwives clinics having performance scores above average, some community health center having component QWL scores below average. There is a relationship between employee engagement (p value = 0.005) and sense ofpride to the institution (p value = 0.039) with midwives clinics performance in maternal health services.
Gangguan Kepadatan Tulang pada Orang Dewasa di Daerah Urban dan Rural Mardiyah, Sarah; Sartika, Ratu Ayu Dewi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 6 Januari 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.304 KB)

Abstract

Gangguan kepadatan tulang atau osteoporosis dan osteopenia merupakan masalah kesehatan masyarakat utama yang disebabkan oleh banyak faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui berbagai faktor yang berhubungan dengan gangguan kepadatan tulang pada kelompok usia dewasa di daerah urban dan rural terpilih di Provinsi Jawa Barat tahun 2012. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang dengan sampel 142 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Mei - Juni 2012 di Pesona Khayangan, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, sebagai daerah urban dan Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor sebagai daerah rural. Prevalensi gangguan kepadatan tulang dalam penelitian ini adalah sekitar 31,7% (4,2% osteoporosis dan 27,5% osteopenia). Analisis multivariat menemukan responden yang mempunyai indeks massa tubuh (IMT) < 23,49 kg/m2 berisiko mengalami gangguan kepadatan tulang 5,5 kali lebih tinggi daripada responden dengan IMT > 27,36 kg/m2. Responden yang mempunyai IMT 23,49 _ 27,36 kg/m2 berisiko mengalami gangguan kepadatan tulang 2,2 kali lebih tinggi daripada responden yang mempunyai IMT > 27,36 kg/m2 setelah dikontrol variabel usia, asupan vitamin D, dan asupan protein. Pada penelitian ini, IMT merupakan faktor yang paling berhubungan dengan gangguan kepadatan tulang setelah dikontrol variabel usia, asupan vitamin D, dan asupan protein. Semakin rendah IMT,maka semakin tinggi risiko gangguan kepadatan tulang.Bone density disorder (osteoporosis and osteopenia) is a major public health problem caused by multifactor. The purpose of this study was to find out factors related to adult bone density disorder in the selected urban and rural area, West Java Province, 2012. It used cross-sectional method and the samples were 142 respondents. The data was taken from 2012 May to June in Pesona Khayangan, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok as the urban area and Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor as the rural area. Prevalence of bone density disorder in this study was 31.7% (4.2% osteoporosis and 27.5% osteopenia). Multivariate analysis verified that respondent with body mass index (BMI) < 23.49 kg/m2 will 5.5 times higher to have bone density disorder than respondent with BMI > 27.36 kg/m2. Respondent with BMI 23.49 _ 27.36 kg/m2 will 2.2 times higher to have bone density disorder than respondent with BMI > 27.36 kg/m2 after controlled by age, vitamin D and protein intake variable. In this study, BMI is the most related factor of bone density disorder after controlled by age, vitamin D and protein intake variable. The lower BMI, the higher risk of bone density disorder.      
Kualitas Lingkungan Kerja dan Kinerja Bidan Puskesmas dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Rezeki, Sri Purnama; Ayuningtyas, Dumilah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 6 Januari 2014
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.39 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v0i0.379

Abstract

Peningkatan angka kematian ibu dan kesenjangan cakupan pelayanan kesehatan ibu antar puskesmas, diasumsikan berhubungan dengan kinerja bidan yang dipengaruhi lingkungan tempat bekerja (puskesmas). Penelitian dengan desain potong lintang dengan metode kuantitatif dan kualitatif ini bertujuan mengetahui hubungan antara komponen quality of work life (QWL) dengan kinerja bidan puskesmas pada pelayanan kesehatan ibu. Studi ini dilaksanakan di 11 puskesmas wilayah kerja Kabupaten Bintan pada bulan Februari - Maret 2013. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pada 67 responden dan wawancara pada 10 informan. Berdasarkan hasil penelitian, hanya 35,8% bidan puskesmas mempunyai skor kinerja di atas rata-rata, beberapa puskesmas mempunyai skor komponen QWL di bawah rata-rata. Hubungan yang signifikan ditemukan antara komponen keterlibatan karyawan (nilai p = 0,005) dan rasa bangga terhadap institusi (nilai p = 0,039) dengan kinerja bidan puskesmas dalam pelayanan kesehatan ibu.Increasing maternal mortality ratio and also gaps of the maternal health services scope among community health centers, assumed related to the performance of midwife clinics who is affected by the environment in which working (community health centers). This cross sectional study with quantitative and qualitative approaches aims to determine the relationship between Quality of Work Life (QWL) components with the midwives clinics performance in maternal health services. The study is implemented in 11 community health centers in working area Bintan Regency in February - March 2013. Data are collected by using questionnaires with 67 respondents and interview with 10 informants. Based on the study results, only 35.8% midwives clinics having performance scores above average, some community health center having component QWL scores below average. There is a relationship between employee engagement (p value = 0.005) and sense ofpride to the institution (p value = 0.039) with midwives clinics performance in maternal health services.
Pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini dengan Perkembangan Kognitif pada Anak Setyaningrum, Sari Rahayu; Triyanti, Triyanti; Indrawani, Yvonne Magdalena
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 6 Januari 2014
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.437 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v0i0.375

Abstract

Perkembangan kognitif merupakan aspek perkembangan yang muncul dan berkembang pesat ketika masa usia dini karena 50% potensi kognitif terbentuk pada empat tahun pertama kehidupan. Perkembangan kognitif berkaitan dengan kualitas hidup manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan perkembangan kognitif. Penelitian dilakukan pada bulan April 2013. Desain penelitian adalah potong lintang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Sampel penelitian adalah 128 anak usia dini 24-72 bulan yang mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) atau pun tidak ikut PAUD di Desa Talagamulya Kabupaten Karawang. Perkembangan kognitif sebagai variabel dependen. Sementara variabel independen adalah karakteristik anak (usia, berat badan lahir, status gizi tingi badan per umur (TB/U), asupan energi, protein, vitamin A, zat besi, zink), karakteristik ibu (usia, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan), serta pembelajaran di PAUD. Uji regresi logistik digunakan untuk analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan anak usia dini dengan kognitif baik 61,7%. Uji kai kuadrat menunjukkan faktor yang berhubungan dengan perkembangan kognitif yaitu asupan vitamin A, asupan zink, pengetahuan ibu, dan pembelajaran di PAUD. Faktor dominan yang berhubungan dengan perkembangan kognitif dalam penelitian ini yaitu pembelajaran di PAUD.Cognitive development was a developmental aspect that was emerged and thrived when the preschool years because 50% of the potential cognitive formed in the first 4 years of life. Cognitive development related to increasing the quality of human resource. The objective of the study was to know dominant factor associated with cognitive development early childhood. The design study was quantitative using cross-sectional study. Sample study were 128 early childhood 24-72 and collected information on April 2013 inTalagamulya Village, Karawang district. Cognitive development as dependent variable, was gathered using questionnaire. Independent variables were children?s characteristics (birth weight, nutrition status/height for age, intake of energy, protein, fe, zinc, vitamin A), mother?s characteristics (age, education, job, knowledge), and participation in early childhood education. The logistic regression was used for analyze data. The results of this study showed early childhood with good cognitive 61.7%. Chi square analysis showed intake of vitamin A, zinc intake, maternal knowledge, and follow early childhood education significant associated with cognitive development. The dominant factor associated with cognitive development was the participation in early childhood education.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Issue 2, November 2019 Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Issue 1, August 2019 Volume 13, Issue 4, May 2019 Volume 13, Issue 3, February 2019 Volume 13, Issue 2, November 2018 Volume 13, Issue 1, August 2018 Volume 12, Issue 4, May 2018 Volume 12, Issue 3, February 2018 Volume 12, Issue 2, November 2017 Volume 12, Issue 1, August 2017 Volume 11, Issue 4, May 2017 Volume 11, Issue 3, February 2017 Volume 11, Issue 2, November 2016 Volume 11, Issue 1, August 2016 Vol. 10 No. 4 May 2016 Vol. 10 No. 3 February 2016 Vol. 9 No. 3 Februari 2015 Vol. 9 No. 4 Mei 2015 Vol. 9 No. 3 Februari 2015 Vol. 10 No. 2 November 2015 Vol. 10 No. 1 Agustus 2015 Vol. 9 No. 1 Agustus 2014 Vol. 8 No. 8 Mei 2014 Vol. 8 No. 7 Februari 2014 Vol. 8 No. 6 Januari 2014 Vol 9 No. 2 November 2014 Vol. 9 No. 1 Agustus 2014 Vol. 8 No. 8 Mei 2014 Vol. 8 No. 7 Februari 2014 Vol. 8 No. 6 Januari 2014 Vol 9 No. 2 November 2014 Vol. 8 No. 5 Desember 2013 Vol. 8 No. 4 November 2013 Vol. 7 No. 9 April 2013 Vol. 7 No. 8 Maret 2013 Vol. 7 No. 7 Februari 2013 Vol. 7 No. 6 Januari 2013 Vol. 7 No. 11 Juni 2013 Vol. 7 No. 10 Mei 2013 Vol 8. No. 3 Oktober 2013 Vol 8. No. 2 September 2013 Vol 8. No. 1 Agustus 2013 Vol 7. No. 12 Juli 2013 Vol. 8 No. 5 Desember 2013 Vol. 8 No. 4 November 2013 Vol. 7 No. 9 April 2013 Vol. 7 No. 8 Maret 2013 Vol. 7 No. 7 Februari 2013 Vol. 7 No. 6 Januari 2013 Vol. 7 No. 11 Juni 2013 Vol. 7 No. 10 Mei 2013 Vol 8. No. 3 Oktober 2013 Vol 8. No. 2 September 2013 Vol 8. No. 1 Agustus 2013 Vol 7. No. 12 Juli 2013 Vol. 7 No. 5 Desember 2012 Vol. 7 No. 4 November 2012 Vol. 7 No. 3 Oktober 2012 Vol. 7 No. 2 September 2012 Vol. 7 No. 5 Desember 2012 Vol. 7 No. 4 November 2012 Vol. 7 No. 3 Oktober 2012 Vol. 7 No. 2 September 2012 Vol. 7 No. 1 Agustus 2012 Vol. 6 No. 6 Juni 2012 Vol. 6 No. 5 April 2012 Vol. 6 No. 4 Februari 2012 Vol. 6 No. 3 Desember 2011 Vol. 6 No. 2 Oktober 2011 Vol. 6 No. 1 Agustus 2011 Vol. 5 No. 6 Juni 2011 Vol. 5 No. 5 April 2011 Vol. 5 No. 4 Februari 2011 Vol. 5 No. 3 Desember 2010 Vol. 5 No. 2 Oktober 2010 Vol. 5 No. 1 Agustus 2010 Vol. 4 No. 6 Juni 2010 Vol. 4 No. 5 April 2010 Vol. 4 No. 4 Februari 2010 Vol. 4 No. 3 Desember 2009 Vol. 4 No. 2 Oktober 2009 Vol. 4 No. 1 Agustus 2009 Vol. 3 No. 6 Juni 2009 Vol. 3 No. 5 April 2009 Vol. 3 No. 4 Februari 2009 Vol. 3 No. 3 Desember 2008 Vol. 3 No. 2 Oktober 2008 Vol. 3 No. 1 Agustus 2008 Vol. 2 No. 6 Juni 2008 Vol. 2 No. 5 April 2008 Vol. 2 No. 4 Februari 2008 Vol. 2 No. 1 Agustus 2007 Vol. 1 No. 5 April 2007 Vol. 1 No. 4 Februari 2007 Vol. 2 No. 3 Desember 2007 Vol. 2 No. 2 Oktober 2007 Vol. 2 No. 1 Agustus 2007 Vol. 1 No. 6 Juni 2007 Vol. 1 No. 5 April 2007 Vol. 1 No. 4 Februari 2007 Vol. 1 No. 2 Oktober 2006 vol. 1 No. 3 Desember 2006 Vol. 1 No. 2 Oktober 2006 Vol. 1 No. 1 Agustus 2006 More Issue