cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 19077505     EISSN : 24600601     DOI : -
Core Subject : Health,
Kesmas: National Public Health Journal is on public health as discipline and practices related to preventive and promotive measures to enhance health of the public through scientific approach applying variety of technique. This focus includes area and scope such as biostatistics, epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental health, public health nutrition, sexual and reproductive health, and occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol. 8 No. 5 Desember 2013" : 8 Documents clear
Kondisi Fisik, Pengetahuan, Pendidikan, Pekerjaan Ibu, dan Lama Pemberian ASI Secara Penuh Abdullah, Muhammad Tahir; Maidin, Alimin; Amalia, Andi Dwi Lestari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 5 Desember 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.939 KB)

Abstract

Berbagai studi dan pengamatan memperlihatkan kecenderungan penurunan pemberian ASI dan berganti dengan susu fomula menjadi kebiasaan umum di dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pemberian ASI pada periode 12 bulan umur bayi dan perbedaan pengaruh variabel determinan terhadap lama pemberian ASI secara penuh (ASI secara penuh) tanpa makanan lain. Penelitian observasional analitik yang dilaksanakan di dua wilayah kerja puskesmas Kecamatan Tallo Kota Makassar ini menggunakan rancangan studi potong lintang dengan jumlah sampel 300 responden. Analisis multivariat dilakukan dengan metode Cox Proportional Hazard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi bayi untuk mendapatkan ASI secara penuh pada bulan pertama adalah sekitar 0,86, pada bulan ke 6 menurun sekitar 31%, dan pada periode 5,06 bulan menurun menjadi sekitar 50%. Ada perbedaan lama pemberian ASI secara penuh berdasarkan variabel keadaan fisik ibu, pengetahuan ibu, pendidikan, dan pekerjaan. Hasil analisis lanjut menunjukkan variabel yang berbeda secara nyata dalam hubungan dengan durasi pemberian ASI secara penuh adalah keadaan fisik ibu dan pengetahuan ibu.Various studies and observations indicate declining trend of breastfeeding and replacing breast milk with formula is already a common thing in society. This study aimed to find out the pattern of breastfeeding in infants up to 12 months, and to know the difference effect of the determinant variables of full breastfeeding. This observational research with cross sectional study design that involved 300 respondents was conducted in the Tallo District of Makassar City. Data analysis was performed by univariate, bivariate with Kaplan Meier and multivariate with Cox Proportional Hazard. The results showed that proportion of infants get full breastfeeding in first month was 0.86, infants who still get full breastfeeding on the 6th month are 31%, and half of the number of infants are not get full breastfeeding after 5.06 months. There are differences in the duration of full breastfeeding on the mother’s physical status, education, and occupation. The further analysis showed a markedly different variables in influencing the duration of full breastfeeding are mother’s phisical status and knowledge.
Pajanan Kebisingan dan Hipertensi di Kalangan Pekerja Pelabuhan Harianto, Eddy; Pratomo, Hadi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 5 Desember 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.099 KB)

Abstract

Penyakit kardiovaskular menempati urutan ke-4 atau 15% dari penyebab kematian yang berhubungan dengan pekerjaan. Hipertensi yang merupakan salah satu penyakit pembuluh darah, dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala. Sebagian besar penderita hipertensi di Indonesia tidak terdeteksi, sementara mereka yang terdeteksi umumnya tidak menyadari kondisi penyakitnya dan hanya sebagian kecil yang berobat secara teratur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi hipertensi pada pekerja pelabuhan di wilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tarakan serta faktor-faktor risiko yang berpengaruh. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang; subjek diperoleh dari hasil survei penyakit tidak menular tahun 2011 oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Tarakan. Subjek yang terkumpul adalah 361 pekerja. Nilai pengukuran tekanan darah menggunakan nilai baku dari JNC VII tahun 2003. Prevalensi hipertensi ditemukan lebih rendah daripada angka nasional dan provinsi, yaitu 21,88%. Pajanan kebisingan dikaitkan dengan usia, riwayat keluarga hipertensi, stres, indeks massa tubuh dan berhubungan dengan hipertensi.Cardiovascular disease range ranks fourth or 15 % of the causes of death related to job. Hipertension is one of cardiovascular disease thet is known as silent killer because of lack of simptom. Most of hypertension patients in Indonesia are not detected, while they are whose detected do not conscious their disease condition and only little who get the treatment regularly. The objective of this study was to know the prevalence and risk factors of hypertension among harbor worker at Port Health Office Class II of Tarakan with it’s associated risk factors. The study design used was crosssectional. The study used secondary data source of noncommunicable disease survey, 2011 at Port Health Office of Tarakan. The subjects were 361 workers. Value of blood pressure measurement using the raw value of the JNC VII IN 2003. The prevalence of hypertension were found lower than national and province indicator score, 21,88%. Noise exposure is associated with hypertension together with age, family hypertension history, stress, body mass index.
Penggalian Riwayat dan Nasihat Tentang Gaya Hidup Sehat oleh Dokter Pelayanan Primer Prabandari, Yayi Suryo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 5 Desember 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.131 KB)

Abstract

Di Indonesia, sejak lebih dari dua dekade, terjadi transisi epidemiologi. Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) meningkat menggeser penyakit menular. Sejak tahun 2004, tiga perilaku hidup bersih sehat (PHBS) terkait PTM, yang meliputi tidak merokok, aktivitas fisik, konsumsi tinggi serat belum memenuhi target. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggalian riwayat dan nasihat gaya hidup sehat yang dilaporkan oleh pasien dan dokter. Penelitian dilakukan dengan rancangan potong lintang pada 57 dokter dan 251 pasien puskesmas. Data dikumpulkan dengan kuesioner terstruktur dan wawancara di empat puskesmas di Kota Yogyakarta dan delapan puskesmas di Kabupaten Sleman mulai September 2011 sampai dengan Januari 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak dokter yang memberikan nasihat tentang gaya hidup sehat daripada menanyakannya. Dokter lebih sering melakukan penggalian riwayat dan nasihat tentang kebiasaan merokok daripada tentang olah raga dan pola makan. Penggalian riwayat dan nasihat yang dilaporkan oleh dokter dan pasien berbeda. Menurut pasien, dokter seharusnya bertanya dan memberi nasihat gaya hidup sehat. Karakteristik dokter tidak berhubungan dengan penggalian riwayat dan nasihat gaya hidup sehat yang dilakukan. Penggalian riwayat tentang hidup sehat menjadi prediktor kuat dalam memberikan nasihat untuk melakukan gaya hidup sehat.Epidemiological transition has been occurred in Indonesia in the last two decades. The increasing prevalence of non communicable disease (NCD) has shifted the communicable disease. This pattern has been predicted since the 2004. National health survey reported that the Indonesian’ clean and healthy behavior (PHBS) related to NCD, namely, not smoking, exercise and high fiber diet were still far from the target. The role of physician, particularly primary health care is crucial to overcome those health problems. This cross sectional study aimed to assess history taking and advice on healthy life style reported by patient and physician. Participants were 57 physicians and 251 patients of primary health care (Puskesmas). Data were collected by structured questionnaires and interviews at 4 Puskesmas in Yogyakarta City and at 8 Puskesmas in Sleman District, started between September 2011 and January 2012. The results showed that physicians more carried out health advice on healthy life style than ask about them. Patients and physicians reported differently in the history taking and advice on healthy life style. Physician was more asking and advice about smoking habits than exercise and high fiber diet. Characteristics of physicians did not correlate with history taking and advice of healthy lifestyle. History taking of healthy life style was a strong predictor to conduct advice on healthy life style.
Profil Zat Besi Ibu Hamil di Daerah Endemis Malaria Flora, Rostika; Melvia, Bina; Purwanto, Sigit
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 5 Desember 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.389 KB)

Abstract

Pada saat kehamilan, terjadi peningkatan kebutuhan zat besi (Fe) yang diperlukan untuk meningkatkan jumlah sel darah merah ibu dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Apabila kebutuhan zat besi ini tidak terpenuhi, akan terjadi anemia defisiensi besi. Ibu hamil yang tinggal di daerah endemis malaria rentan terinfeksi malaria, yang berdampak terhadap anemia pada kehamilan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain potong lintang yang bertujuan untuk mengetahui gambaran profil zat besi pada ibu hamil yang berada di daerah endemis malaria vivax kota Bengkulu. Pemeriksaan mikroskopis malaria dan pengambilan sampel darah dilakukan untuk pemeriksaan profil zat besi terhadap 55 orang ibu hamil trimester II dan III yang mempunyai riwayat malaria di 5 wilayah kerja puskesmas. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis univariat. Pada ibu hamil yang tidak terinfeksi malaria tetapi mempunyai riwayat malaria, 90,5% mengalami anemia, 41,5% mengalami penurunan kadar Total Iron Binding Capacity (TIBC), dan 17% mengalami penurunan kadar Fe serum. Ibu hamil yang terinfeksi malaria vivax selain terjadi penurunan kadar hemoglobin juga disertai dengan penurunan kadar Fe serum dan kadar TIBC. Pada ibu hamil yang menderita malaria falsiparum, terjadi penurunan kadar hemoglobin (Hb) dan kadar TIBC tetapi tidak disertai dengan penurunan kadar Fe serum. Ibu hamil yang terinfeksi malaria maupun yang mempunyai riwayat terinfeksi malaria mengalami anemia pada kehamilan.During pregnancy, the need of iron increase significantly. Iron is needed for increasing the amount of mother’s red blood cell and form the red blood cell of fetus and placenta. If this iron needs is not fulfilled, it could cause iron deficiency anemia. Pregnant women who live in endemic malaria will be vulnerable to be infected malaria, and will cause anemia in pregnancy. This research was aimed to know iron profile in pregnant women that live in endemic malaria area. Malaria microscopic examination and blood sampling for examination of iron profile in 55 pregnant women trimester II and III who have a history of malaria in 5 working area health centers. The data obtained was then performed univariate analysis. The results showed pregnant women who have malaria history, 90.5% are suffering anemia, decreasing of Total Iron Binding Capacity (TIBC) level (41.5%) and 17% Fe serum level (17%). Pregnant women who are infected vivax malaria not only experiencing decrease of hemoglobin level but also experiencing decrease of Fe serum level and TIBC level, while pregnant woman who suffers from falciparum malaria haemoglobin (Hb) level and TIBC are decreasing but not in serum Fe levels. Pregnant women with history of malaria infection will suffer from anemia during pregnancy.
Sikap Ayah dan Jumlah Anak serta Praktik Air Susu Ibu Eksklusif Destriatania, Suci; Februhartanty, Judhiastuty; Fatmah, Fatmah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 5 Desember 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.172 KB)

Abstract

Partisipasi ayah pada pola pemberian makan bayi harus dipersiapkan dengan baik sehingga mendukung ibu untuk menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ayah terhadap praktik pemberian ASI eksklusif. Sampel dalam penelitian ini adalah 536 pasangan suami istri yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Desain yang digunakan adalah potong lintang dan analisis data menggunakan kai kuadrat dan regresi logistik. Rata-rata pemberian ASI eksklusif pada saat wawancara adalah 29,1%. Sekitar 83,6% dan 59,1% ayah mempunyai pengetahuan rendah tentang manajemen laktasi prenatal dan postnatal, tetapi 89,6% dan 61,9% ayah menunjukkan sikap positif terhadap praktik menyusui ketika masa kehamilan dan menyusui. Dukungan ayah terhadap praktik menyusui justru rendah pada saat persalinan (37,3%). Sikap ayah selama masa menyusui (nilai p < 0,05; OR = 1,623; 95%CI = 1,086 _ 2,425) merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi praktik pemberian ASI eksklusif setelah dikontrol faktor lainnya dalam analisis regresi logistik. Pengetahuan yang baik dan sikap yang positif diketahui sebagai faktor penting dalam keberhasilan praktik pemberian ASI eksklusif. Hal ini menunjukkan kebutuhan keterlibatan ayah dalam berbagai program promosi praktik menyusui.Fathers participation in the decision making of infant feeding method have to be well prepared so that they can support mothers to breastfeed. The objective of the paper is to analyze the relationship between knowledge and attitude of the fathers on exclusive breastfeeding practice. Couples whose baby aged 0-6 months were recruited in this study. Structured questionnaire was used to collect the data. The study design was cross sectional in which chi square and logistic regression analyses were used for the statistical tests. The prevalence of exclusive breastfeeding at time of interviewwas 29.1%. Around 83.6% and 59.1% of fathers had low level of knowledge on prenatal and postnatal lactation management but 89.6% and 61.9% had positive attitude toward breastfeeding. Only 37.3% fathers showed positive attitude about breastfeeding during labor. Attitude of fathers during nursing period was a dominant factor associated with exclusive breastfeeding (p value < 0.05; OR = 1.623; 95% CI = 1.086 _ 2.425) after controlling for other factors in the logistic regression analysis. Good knowledge and positive attitude were known as important factors for successful exclusive breastfeeding practice. This indicates a need of breastfeeding education for fathers.        
Upaya Pengobatan Sendiri pada Balita dalam Era Cakupan Semesta Jaminan Kesehatan Fitria, Eka
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 5 Desember 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.024 KB)

Abstract

Upaya pengobatan sendiri merupakan perilaku individu dalam mengenali jenis penyakit yang diderita dan memilih sendiri jenis pengobatan. Kriteria yang menentukan pemilihan sumber pengobatan adalah persepsi sakit/pengetahuan akan penyakit, keyakinan akan sumber pengobatan, dan efisiensi waktu yang dipengaruhi oleh keterjangkauan biaya dan jarak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya pengobatan sendiri pada balita di Aceh dalam era cakupan semesta jaminan kesehatan dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder hasil KOR-MODUL Susenas 2011 dengan pendekatan potong lintang sebanyak 43.866 responden atau 455.750 rumah tangga di 23 Kabupaten/Kota Provinsi Aceh. Terdapat 5.147 responden balita yang mewakili populasi balita Aceh, sebanyak 2.052 balita (39,87%) dilaporkan menderita sakit selama sebulan sebelum survei, 62,52% ternyata dirawat dengan upaya pengobatan sendiri. Meskipun telah berlaku cakupan semesta jaminan kesehatan di Aceh, masih banyak balita yang diobati sendiri oleh keluarganya. Hasil analisis uji kai kuadrat dan regresi logistik menunjukkan bahwa faktor domisili, usia balita, dan diare memengaruhi upaya pengobatan sendiri pada balita.Self medication is the choice of medications by individuals to cure selfrecognized symptoms or indications. Self medication are determined by the perception/knowledge of the illness, beliefs, and efficiency as it is affected by affordability and distance to health care facility. This study aimed to describe the use of self-medication among toddler in Aceh during the era of universal health coverage, and to determine the factors that control its. This was a secondary data analysis of the results of KOR-MODUL Susenas 2011 with a cross-sectional approach as many as 43,866 respondents or 455,750 households in 23 districts/cities in Aceh province. There are 514 respondents representing toddler population of Aceh, and 2,052 toddler or 39.87% are sick during the last month prior to the survey and 62.52% were selfmedication. Nevertheless, some families still practice self-medication in the era of universal health coverage; in short, chi-square and logistic regression imply that living area, age of toddler, and diarrhea are determining the use of self-medication.
Determinan Infeksi Luka Operasi Pascabedah Sesar Rivai, Fridawaty; Koentjoro, Tjahjono; Utarini, Adi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 5 Desember 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.344 KB)

Abstract

Infeksi luka operasi (ILO) adalah bagian dari infeksi nosokomial dan merupakan masalah dalam pelayanan kesehatan, terjadi pada 2 - 5% dari 27 juta pasien yang dioperasi setiap tahun dan 25% dari jumlah infeksi terjadi di fasilitas pelayanan. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan usia, status gizi, jenis operasi, lama rawat prabedah, kadar Hb, transfusi darah, waktu pemberian antibiotik profilaksis, jenis anestesi, lama pembedahan serta lama rawat pascabedah dengan kejadian ILO pada pasien pascabedah sesar di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Rancangan desain penelitian studi observasional prospektif dilakukan dengan sampel 154 orang. Data diperoleh melalui observasi menggunakan daftar tilik sejak pasien masuk rumah sakit sampai 30 hari pascabedah. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan menggunakan uji kai kuadrat serta analisis multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara waktu pemberian antibiotik profilaksis (OR = 1,16; 95% CI = 1,09 - 1,37), lama rawat prabedah (OR = 1,12; 95% CI = 1,02 - 1,24) dan lama rawat pascabedah (OR = 1,21; 95% CI = 1,04 - 1,39) dengan kejadian ILO. Faktor lainnya tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian ILO. Hasil uji regresi logistik ganda menemukan lama rawat pascabedah merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian ILO. Identifikasi faktor risiko ILO dapat bermanfaat untuk merencanakan upaya meminimalkan kejadian ILO pada pasien pascabedah sesar.Surgical site infection (SSI) is part of health care associated infection and remains a problem in hospital care. SSI occurs in 2 to 5% of the 27 million patients having surgery each year and 25% of infections occur in care facilities. This study aimed to relation various such as age, nutritional status, type of surgery, pre-operative length of stay, hemoglobin level, bloodtransfusions, timing of antibiotics prophylaxis, type of anesthesia, duration of operation and post-operative length of stay on the incidence of SSI post caesarean section at Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta. Prospective observation study was conducted in 154 sample. Data were obtained through observations using checklist since hospital admission up to 30 days post surgery. Data analysis included univariate, chi-square test and multiple logistic regression. The result showed that time of prophylactic antibiotics (OR = 1.16; 95% CI = 1.09 - 1.37), pre-operative length of stay (OR = 1.12; 95% CI = 1.02 - 1.24) and post-operative length of stay (OR = 1.21; 95% CI = 1.04 - 1.39) were risk factors for SSI. Other factors did not show significant associations with incidence of the SSI. The findings from multiple logistic regression showed post-operative length of stay in hospital as the most dominant factor for incidence of SSI. Identifying SSI risk factors can be used to plan efforts to minimize the occurrence of SSI in post-caesarean section patients.       
Pengaruh Pijat Punggung terhadap Adaptasi Nyeri Persalinan Fase Aktif Lama Kala II dan Perdarahan Persalinan pada Primigravida Rahmawati, Wiwin Renny; Arifah, Siti; Widiastuti, Anita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 5 Desember 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.17 KB)

Abstract

Rasa nyeri persalinan yang tinggi dapat menimbulkan kecemasan pada ibu, terutama pada ibu primigravida. Nyeri yang tidak bisa diadaptasi oleh ibu yang akan melahirkan dapat meningkatkan perasaan cemas pada ibu, rasa cemas tersebut dapat menyebabkan terjadinya persalinan yang lama, sehingga kekuatan ibu akan habis saat persalinan yang berakibat terhadap kejadian perdarahan serta kala II lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat terhadap pengurangan rasa nyeri persalinan fase aktif, lama kala II, dan perdarahan persalinan pada primigravida di Puskesmas Magelang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian desain kuasi eksperimental bentuk perbandingan kelompok statistik, yaitu memberikan perlakuan atau intervensi, kemudian dilakukan pengukuran atau observasi. Hasil pengukuran pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kontrol. Skala rasio digunakan. Subjek penelitian sebanyak 40 orang. Analisis data dengan uji Mann Whitney didapatkan hasil ada pengaruh pijat punggung terhadap adaptasi rasa nyeri persalinan fase aktif, lama persalinan kala II dan perdarahan persalinan pada primigravida dengan nilai p= 0,001.Severe labour pain can cause anxiety especially in primigravida. Many mothers who experience labour have not got action yet to minimize labour pain, If labour pain cannot be decreased, it will cause mother anxiety, that anxiety result in long labour, so energy will decrease that can cause labour bleeding. Therefore it is needed to take action to minimize labour pain. One of that action was back massage that could stimulate endorphine, so the pain will decrease. The objectives of this study was to know the influence of massage towards the decrease of labour pain in active fase, lenght of stage II, and labour bleeding in primigravida at Publich Health Center Magelang Selatan. Quasi-experimental design was applied with static group comparation. The design gave intervention, then measurement and observation was conducted. The intervention group result was compared to control. Ratio scale was used. Subject of this research was 40 person. After analizing data by man Whitney test, here are the influence of back massage toward the decrease of pain labour in active fase, lenght of labour kala II and labour bleeding in primigravida with p value= 0.001.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Issue 2, November 2019 Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Issue 1, August 2019 Volume 13, Issue 4, May 2019 Volume 13, Issue 3, February 2019 Volume 13, Issue 2, November 2018 Volume 13, Issue 1, August 2018 Volume 12, Issue 4, May 2018 Volume 12, Issue 3, February 2018 Volume 12, Issue 2, November 2017 Volume 12, Issue 1, August 2017 Volume 11, Issue 4, May 2017 Volume 11, Issue 3, February 2017 Volume 11, Issue 2, November 2016 Volume 11, Issue 1, August 2016 Vol. 10 No. 4 May 2016 Vol. 10 No. 3 February 2016 Vol. 9 No. 3 Februari 2015 Vol. 9 No. 4 Mei 2015 Vol. 9 No. 3 Februari 2015 Vol. 10 No. 2 November 2015 Vol. 10 No. 1 Agustus 2015 Vol. 9 No. 1 Agustus 2014 Vol. 8 No. 8 Mei 2014 Vol. 8 No. 7 Februari 2014 Vol. 8 No. 6 Januari 2014 Vol 9 No. 2 November 2014 Vol. 9 No. 1 Agustus 2014 Vol. 8 No. 8 Mei 2014 Vol. 8 No. 7 Februari 2014 Vol. 8 No. 6 Januari 2014 Vol 9 No. 2 November 2014 Vol. 8 No. 5 Desember 2013 Vol. 8 No. 4 November 2013 Vol. 7 No. 9 April 2013 Vol. 7 No. 8 Maret 2013 Vol. 7 No. 7 Februari 2013 Vol. 7 No. 6 Januari 2013 Vol. 7 No. 11 Juni 2013 Vol. 7 No. 10 Mei 2013 Vol 8. No. 3 Oktober 2013 Vol 8. No. 2 September 2013 Vol 8. No. 1 Agustus 2013 Vol 7. No. 12 Juli 2013 Vol. 8 No. 5 Desember 2013 Vol. 8 No. 4 November 2013 Vol. 7 No. 9 April 2013 Vol. 7 No. 8 Maret 2013 Vol. 7 No. 7 Februari 2013 Vol. 7 No. 6 Januari 2013 Vol. 7 No. 11 Juni 2013 Vol. 7 No. 10 Mei 2013 Vol 8. No. 3 Oktober 2013 Vol 8. No. 2 September 2013 Vol 8. No. 1 Agustus 2013 Vol 7. No. 12 Juli 2013 Vol. 7 No. 5 Desember 2012 Vol. 7 No. 4 November 2012 Vol. 7 No. 3 Oktober 2012 Vol. 7 No. 2 September 2012 Vol. 7 No. 5 Desember 2012 Vol. 7 No. 4 November 2012 Vol. 7 No. 3 Oktober 2012 Vol. 7 No. 2 September 2012 Vol. 7 No. 1 Agustus 2012 Vol. 6 No. 6 Juni 2012 Vol. 6 No. 5 April 2012 Vol. 6 No. 4 Februari 2012 Vol. 6 No. 3 Desember 2011 Vol. 6 No. 2 Oktober 2011 Vol. 6 No. 1 Agustus 2011 Vol. 5 No. 6 Juni 2011 Vol. 5 No. 5 April 2011 Vol. 5 No. 4 Februari 2011 Vol. 5 No. 3 Desember 2010 Vol. 5 No. 2 Oktober 2010 Vol. 5 No. 1 Agustus 2010 Vol. 4 No. 6 Juni 2010 Vol. 4 No. 5 April 2010 Vol. 4 No. 4 Februari 2010 Vol. 4 No. 3 Desember 2009 Vol. 4 No. 2 Oktober 2009 Vol. 4 No. 1 Agustus 2009 Vol. 3 No. 6 Juni 2009 Vol. 3 No. 5 April 2009 Vol. 3 No. 4 Februari 2009 Vol. 3 No. 3 Desember 2008 Vol. 3 No. 2 Oktober 2008 Vol. 3 No. 1 Agustus 2008 Vol. 2 No. 6 Juni 2008 Vol. 2 No. 5 April 2008 Vol. 2 No. 4 Februari 2008 Vol. 2 No. 1 Agustus 2007 Vol. 1 No. 5 April 2007 Vol. 1 No. 4 Februari 2007 Vol. 2 No. 3 Desember 2007 Vol. 2 No. 2 Oktober 2007 Vol. 2 No. 1 Agustus 2007 Vol. 1 No. 6 Juni 2007 Vol. 1 No. 5 April 2007 Vol. 1 No. 4 Februari 2007 Vol. 1 No. 2 Oktober 2006 vol. 1 No. 3 Desember 2006 Vol. 1 No. 2 Oktober 2006 Vol. 1 No. 1 Agustus 2006 More Issue