cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 19077505     EISSN : 24600601     DOI : -
Core Subject : Health,
Kesmas: National Public Health Journal is on public health as discipline and practices related to preventive and promotive measures to enhance health of the public through scientific approach applying variety of technique. This focus includes area and scope such as biostatistics, epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental health, public health nutrition, sexual and reproductive health, and occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol. 5 No. 4 Februari 2011" : 14 Documents clear
Efektivitas dan Efisiensi Sistem Informasi Keluarga Berencana di Puskesmas Putri, Aragar; Besral, Besral
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 5 No. 4 Februari 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.945 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v5i4.138

Abstract

Efisiensi dan efektivitas sistem informasi keluarga berencana (KB)-kesehatan yang telah disosialisasikan sejak tahun 2007 dibandingkan dengan sistem yang lama belum diketahui. Suatu penelitian survei dilakukan di empat provinsi, yaitu DKI Jakarta, Lampung, Kalimatan Tengah, dan Bali. Di tiap provinsi dipilih dua kabupaten/kota dan pada tiap kabupaten/kota dipilih dua puskesmas (kecamatan) yang sudah menerapkan sistem informasi KB-kesehatan tersebut. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni-September 2008. Penelitian ini menemukan bahwa efektivitas dan efisiensi sistem informasi KB yang baru cukup baik, 77,8% responden menyatakan lebih efektif atau sangat lebih efektif dan 66,7% responden menyatakan lebih efisien atau sangat lebih efisien dibandingkan dengan sistem yang lama. Skor efektivitas dan efisiensi berbeda antar provinsi (nilai p <0,01), skor terendah di provinsi Bali (rata-rata 68,9 untuk efektivitas dan 61,3 untuk efisiensi), dan skor tertinggi di Kalimantan Tengah (rata-rata 82,7 untuk efektivitas dan 82,2 untuk efisiensi). Tidak ada perbedaan skor efektivitas dan efisiensi sistem informasi KB menurut lingkup kerja dan jabatan responden (nilai p> 0,05). Disarankan kepada Kementerian Kesehatan untuk dapat melakukan perbaikan pada komponen sistem informasi keluarga berencana, terutama dalam pembuatan grafik pemantauan wilayah setempat KB dan mengimplementasikannya di pelayanan KBdi puskemas beserta jaringannya.Kata kunci: Efektivitas, efisiensi, sistem informasi, keluarga berencanaAbstractA study is to know the efficiency and effectiveness of the new family planning information system that has been socialized since 2007. To compare with the previous information system, this study was conducted in four provinces i.e., DKI Jakarta, Lampung, Central Kalimatan, and Bali. In each province two districts were randomly selected, and from each selected district two health centers were then randomly selected. Data was collected from June to September 2008. Results of this study revealed that the effectiveness and efficiency of the new family planning information system is considered good, where 77,8% of the respondents reported it as effective or more effective, and 66,7% stated more or much more efficient compared to the previous system. The mean score for effectiveness and efficiency vary between provinces (p-value <0,01). The lowest score was found in Bali (mean 68,9 for effectiveness and 61,3 for efficiency), and the highest scorewas in Central Kalimantan (mean 82.7 for effectiveness and 82.2 for efficiency). There is no significant difference of the score according to characteristics of the respondents. This study recommends to improve the family planning information system, especially by providing and implementing thelocal monitoring graph, in the health center and its network.Key words: Effectiveness, efficiency, information system, family planning
Pemanfaatan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah dan Swasta di Kabupaten Sleman Sulistyorini, Anita; Purwanta, Purwanta
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 5 No. 4 Februari 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.675 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v5i4.139

Abstract

Di Sleman, masyarakat yang memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan swasta (52%) lebih tinggi daripada yang memanfaatkan fasilitas kesehatan pemerintah (37,6%). Fenomena ini diduga berhubungan dengan kebijakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta oleh keluarga di Kabupaten Sleman serta berbagai faktor yang mempengaruhinya. Penelitian denganrancangan studi cross sectional ini dilakukan di 13 kecamatan terpilih di Kabupaten Sleman. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling dua tahap menghasilkan jumlah sampel penelitian 240 responden dari 30 cluster. Instrumen pengumpulan data yang digunakanadalah kuesioner yang sebelumnya telah disiapkan. Metoda uji chi-square digunakan untuk melihat hubungan antara pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta dengan status ekonomi, persepsi akses ke fasilitas pelayanan kesehatan, persepsi kualitas pelayanan kesehatan, serta persepsi sehat sakit. Angka pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah dan swasta oleh masyarakat di Kabupaten Sleman ternyata sama tinggi yaitu lebih dari 90%. Pemanfaatan fasilitas pelayanankesehatan pemerintah berhubungan bermakna dengan persepsi aspek waktu pelayanan kualitas pelayanan kesehatan (p value = 0,019). Fasilitas pelayanan kesehatan swasta berhubungan bermakna dengan persepsi aspekbiaya kesehatan kualitas pelayanan kesehatan (p value = 0,005). Disimpulkan bahwa pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta oleh keluarga di Kabupaten Sleman dipengaruhi oleh persepsi kualitas pelayanan kesehatan.Kata kunci: Pemanfaatan, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah, swasta.AbstractIn Sleman, the private health service facilities is utilized higher ( 52%) than those of public facilities ( 37,6%). This phenomenon is assumed to be brought about by health policy. This research is aimed at studying the pattern of private and public health services facilities utilization in Sleman Regency and the factors influence it. A cross-sectional survey was carried out in 13 selected districts of Sleman Regency. Two steps cluster sampling was administered giving 30 clusters and 240 households as respondents. Chi-square test was used to identify association between private and public health services utilization and economical level; the perception of services facilities’s accesibility; the perception of health services quality also the perception of family health and healthy illness perception. Both private and public health services facilities in Sleman Regency were equally utilized (>90)%. Utilization of public health services facilities has significant correlation with perception towards health services quality, especially services time (p valu e = 0,019). The private health services facilities has a significant correlation with the family perception towards health services quality, especially health cost (p value = 0,005). It is concluded that the family perception towards quality of health services influence the pulic and private health services facilities utilization.Keywords: Utilization, health services facilities, public, private
Pendapat Pembaca Awam terhadap Buku “Air Susu Ibu: dari Ayah untuk Ibu dan Bayi” Februhartanty, Judhiastuty; Septiari, Andi Mariyasari; Destriatania, Suci
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 5 No. 4 Februari 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.392 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v5i4.134

Abstract

Kendati ayah diketahui berperan sebagai pendukung praktik pemberian air susu ibu (ASI), akses ayah terhadap informasi mengenai praktik pemberian ASI yang benar sangat minim. Buku dapat menjadi salah satu saluran informasi yang potensial. Studi pendahuluan ini bertujuan untuk menggali pendapat para pembaca sukarelawan laki-laki dan perempuan mengenai isi dan manfaat sebuah buku tentang ASI dan peran ayah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sukarelawan dipilih sebagai informan secara purposif berdasarkan tingkat pendidikan, jenis kelamin, status perkawinan, paritas, dan tingkat kegemaran membaca buku. Analisis isi (content analysis) dilakukan terhadap hasil wawancara dengan menggunakan matriks perbandingan (comparative matrix). Sebagai temuan studi ini, setelah membaca buku umumnya seluruh informan menyatakan bahwa buku yang dibaca penting dan bermanfaat. Namun, informan berpendapat bahwa praktik pemberian ASI masih menjadi urusan kaum perempuan. Seluruh informan sependapat bahwa ayah berperan membantu ibu menyusui agar sukses memberikan ASI.Peran yang dapat dilakukan ayah bagi ibu menyusui umumnya bersifat dukungan psikologis. Disarankan agar dilakukan studi lanjutan tentang pengaruh buku ini dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pembacanya.Kata kunci: Buku, praktik pemberian ASI, peran ayahAbstractAlthough fathers were known supportive in mothers’ breastfeeding practice, they have limited access toward correct information about breastfeeding practice. Book can be a potential source of information for fathers. This preliminarystudy is aimed at exploring opinion about a book containing information about breastfeeding and the role of father from voluntary male and female readers as informants. This study employed qualitative approach. Informants were recruited purposively based on their educational level, sex, marital status, parity, and fondness of book reading. Content analysis was employed for analysis. This study found that all informants stated that the book is important and beneficial, however, breastfeeding is as female domain. Having the book read, all informants agreed that fathers do play roles in breastfeeding practice, that is in this study found to be related to psychological support to the breastfeeding mothers. It is suggested that this study needs to be followed up by other study to assess the effect of the book in improving the knowledge, attitude, and practice of the readers.Key words: book, breastfeeding practice, father’s roles
Kebutaan pada Pasien Glaukoma Primer di Rumah Sakit Umum Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta Ismandari, Fetty; Helda, Helda
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 5 No. 4 Februari 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.564 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v5i4.140

Abstract

Glaukoma adalah penyebab kebutaan permanen nomor dua di Indonesia yang sering tidak disadari oleh penderita. Proporsi pasien baru glaukoma yang datang ke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam kondisi buta cukup tinggi. Tujuan penelitian ini mengetahui berbagai faktor yangberhubungan dengan kebutaan tersebut. Penelitian ini dilakukan terhadap 420 pasien glaukoma primer yang berkunjung di poliklinik penyakit mata RSCM pada Januari 2007-Oktober 2009 dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Cox’s Proportional Hazard Model untuk mendapatkan nilai prevalence ratio (PR). Penelitian ini didapatkan hubungan bermakna antara antara kebutaan akibat glaukoma primer tekanan intraokular (PR = 1,01; 95% CI = 1,01-1,02), jenis glaukoma, pengobatan sebelumnya dan interaksi antara jenis glaukoma dan pengobatan sebelumnya (PR 2,09 95% CI 1,36-3,22 ). Untuk sudut terbuka yang pernah mendapat pengobatan sebelumnya (PR = 1,72; 95% CI = 1,20-2,46) untuk sudut tertutup yang belum mendapat pengobatan; PR= 1,79 untuk sudut tertutup yang pernah mendapat pengobatan; dibandingkan sudut terbuka yang belum mendapat pengobatan) serta pendidikan (PR = 1,49; 95% CI = 1,06-2,08 untuk pendidikan rendah dan PR = 1,37; 95% CI = 0,97-1,92 dibandingkan dengan pendidikan tinggi). Kata kunci: Glaukoma, buta, mataAbstractGlaucoma is the second largest cause of blindness in Indonesia. Blindness caused by glaucoma is irreversible and most of the patients are unaware of the symptoms. The proportion of blindness in new glaucoma patients at Cipto Mangunkusumo General Hospital Jakarta was found high, resulting the need to explore factors related to it. The Study involved 420 samples consisted of new primary glaucoma patients visiting Eye Clinic of this hospital from January 2007 to October 2009, who fulfilled inclusion and exclusion criteria. To calculate the Prevalence Ratio (PR), Cox’s ProportionalHazard Model Analysis was used. As result, variables that is significantly associated with blindness among new patients with primary glaucoma at this hospital were intraocular pressure (PR = 1,01; 95% CI = 1,01-1,02), glaucoma type, treated patients, interaction between glaucoma type and treated patients (PR = 2,09; 95% CI = 1,36-3,22 for POAG-treated patients; PR = 1,72; 95% CI = 1,20-2,46 for PACG-untreated patients; PR = 1,79 for PACG-treated patiens; compared with POAG-untreated patients), and education level (PR = 1,49; 95% CI = 1,06-2,08 for low level education and PR = 1,37; 95% CI = 0,97-1,92 for no answer compared with high level education).Key word: Glaucoma, blindness, eyes
Repellency Test of Wet Tissue Containing DEET (N,N-diethyl- 3-metatoluamide) and Citronella Oil (Cymbopogon citratus) Againts Aedes Aegypti Mosquitoes Satoto, Tri Baskoro T.; Mulyaningsih, Budi; Sintorini, M.M.; Sugiarto, A.F.; Kesuma, B.A
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 5 No. 4 Februari 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.486 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v5i4.135

Abstract

Dengue hemorrhagic fever has been one of the major health problems in Indonesia. As the disease spreads out by Aedes aegypti, a variety of ways has been conducted to disconnect host, agent, and the environment chain including prevention of human contact with the vector using by various repellents.The present test compared the complete protection time of N,N-diethyl- 3-metatoluamide (DEET) and citronella oil impregnated in wet tissue against Aedes aegypti. For this test, an ethanol-based 12.5% DEET and 20% citronella oil were prepared, into which dry tissue papers were immersed, drain in open air, and then stored in aluminum foil packs for one day and one week. Meanwhile, a number of disease-free adult female Aedes aegypti were placed in mosquito cages. The prepared one-day and oneweek stored wet tissues were used to swab volunteer adult human hands (from elbow to wrist) which were then inserted into the mosquito cage in three replicates (25 mosquitoes each cage). Elapsed time from first hand insertion to the first mosquito bite was calculated and expressed as repellency time of the impregnated repellent. It was found that the average repellency times of one-day stored 12.5% DEET and 20% citronella oil wet tissues were 4 hour 26 minutes and 14.24 minutes, respectively, while for oneweek stored were 4 hour 6 minutes and 12.57 minutes, respectively. Post Hoc test showed that the repellency time difference between one-day and one-week storage was not statistically significance (p = 0.524 for DEET and p = 0.681 for citronella oil). Key words: Aedes aegypti, DEET, citronella oil, wet tissueAbstrakDemam berdarah merupakan salah satu masalah utama kesehatan di Indonesia. Karena penyakit ini disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti, berbagai cara telah dilakukan untuk memutus rantai pejamu, agen, dan lingkungan, termasuk mencegah kontak manusia dengan vektor dengan menggunakan bermacam-macam pengusir serangga. Uji ini membandingkan waktu proteksi N,N-diethyl-3-metatoluamide (DEET) dengan wak tu proteksi minyak sitronella yang terkandungkan dalam tisu basah terhadap Aedes aegypti. Untuk uji ini, dibuat larutan 12,5% DEET dalam etanol dan larutan 20% minyak sitronella. Sejumlah tisu kering dicelupkan ke dalam masing-masing larutan ini, ditiriskan dalam udara terbuka, kamudian dibungkus dengan lembaran aluminium dan disimpan selama satu hari dan satu minggu. Sementara itu, sejumlah nyamuk Aedes aegypti betina yang bebas penyakit ditempatkan dalam sangkar. Tisu basah yang telah disimpan selama satu hari dan satu minggu diusapkan pada bagian tangan (dari sikut sampai pergelangan tangan) relawan, kemudian tangan yang telah diusap itu dimasukkan ke dalam sangkar nyamuk dalam tiga replikasi uji (25 ekor nyamuk per sangkar). Waktu antara pemasukan tangan sampai dengan gigitan nyamuk pertama dinyatakan sebagai waktu usir tisu basah. Ditemukan bahwa waktu usir rata-rata tisu basah 12,5% DEET dan 20% minyak sitronella yang disimpan satu hari masing-masing 4 jam 26 menit dan 14,24 menit, sedangkan untuk tisu basah yang disimpan satu minggu masing-masing 4 jam 6 menit dan 12, 57 menit. Uji Post Hoc menunujukkan bahwa penyimpanan tisu basah satu hari dan satu minggu tidak berbeda secara bermakna (p = 0,524 untuk DEET dan p = 0,681 untuk minyak sitronella).Kata kunci: Aedes aegypti, DEET, minyak sitronella, tisu basah
Program HIV/AIDS untuk Rakyat Kodim, Nasrin; Hiryani, Desy
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 5 No. 4 Februari 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.805 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v5i4.136

Abstract

Indonesia menghadapi epidemi HIV dan AIDS yang berkembang cepat dan sebagian besar menyerang kelompok usia muda. Epidemi HIV/AIDS muncul dan menyebar melalui perilaku, berupa praktik seks bebas dan penyalahgunaan narkoba menggunakan jarum suntik. Artikel ini bertujuanmembahas masalah HIV/AIDS terkini di Indonesia dan berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan untuk mencegah masyarakat dari bencana AIDS. Proporsi penderita AIDS perempuan di Indonesia meningkat pesat, kebanyakan ibu rumah tangga dan penularan terbesar terjadi melalui hubungan seksual. Obat Anti Retroviral yang tersedia mampu menurunkan kematian dan risiko penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi. Pemerintah menyediakan pelayanan, pengobatan, perawatan dan dukungan tanpa diskriminasi. Obat subsidi disediakan secara berkesinambungan dandiberikan secara penuh. PT Kimia Farma memproduksi obat antiretroviral dan menyalurkannya ke rumah sakit yang melayani penderita HIV/AIDS. Upaya pengendalian penularan HIV/AIDS dilakukan melalui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penularan secara komprehensif dan tindakan pencegahan.Kata kunci: HIV/AIDS, seks bebas, antiretroviralAbstractIndonesia faces HIV/AIDS epidemy that is now developing tremendously and attacking mostly the young generation. HIV-AIDS has emerged and spread through behavior such as practicing free sex lifestyle and using drugs by sharing needles. The objective of this article is to review the currentHIV/AIDS problems and measures carried out in Indonesia to help protect the people from disaster. The proportion of Indonesian females suffering from HIV/ AIDS had been increasing sharply, whose mostly are household mothers and transmitted sexually. The existing anti retroviral treatmentis able to reduce HIV/AIDS transmission from mother to infant. The Government of Indonesian provides health services, medical treatment, nursing care as well as support without discrimination. Subsidized drugs were provided fully and continuously. PT Kimia Farma produces antiviral and has it distributed to the hospitals that serve HIV/AIDS patients. Measures to control the spread of HIV/AIDS are carried out through strengthening the knowledge of the people about HIV/AIDS and preventive action.Key words: HIV/AIDS, free sex, antiretroviral
Potensi Asam Amino pada Tempe untuk Memperbaiki Profil Lipid dan Diabetes Mellitus Utari, Diah M.; Rimbawan, Rimbawan; Riyadi, Hadi; Muhilal, Muhilal; Purwantyastuti, Purwantyastuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 5 No. 4 Februari 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.806 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v5i4.137

Abstract

Prevalensi penyakit degeneratif dari tahun ke tahun meningkat akibat perubahan gaya hidup, khususnya perubahan pola makan. Walaupun tempe sebagai makanan tradisional Indonesia yang banyak dikonsumsi masyarakat karena mudah diperoleh dan harga terjangkau, tidak banyakyang mengetahui manfaat tempe bagi kesehatan. Tempe lama dikenal sebagai sumber protein yang dikonsumsi oleh kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Kajian lebih mendalam mengenai kandungan gizi dan manfaat tempe dan bagi kesehatan, khusus sebagai pencegah penyakit degeneratif perlu dilakukan. Proses fermentasi kedelai menjadi tempe mengakibatkan perubahan zat gizi dan non gizi yang mengakibatkan manfaat tempe jauh lebih baik dibandingkan kedelai. Protein tempe lebih mudah di cerna tubuh, sedangkan asam amino arginin yang meningkat hampir dua kali lipat pada tempe, sangat tinggi manfaatnya bagi kesehatan terutama dalam memperbaiki profil lipid dan diabetes mellitus. Mempertimbangkan hal tersebut tempe dapat dipertimbangkan sebagai pangan fungsional yangbermanfaat bagi kesehatan.Kata kunci: Tempe, protein, arginin, profil lipid, diabetes mellitusAbstractDegenerative diseases prevalence had been arining over years. One of the causes is the life style changes including eating pattern. Tempeh, an Indonesian soybean traditionally fermented food, was known and consumed by almost all Indonesian people. However, only a few know the health benefit of tempeh. Tempeh was also welknown and cheap protein source food affordable for the poor. Hence, there is a need to explore the nutritious content of tempeh and health benefit of it deeper such as in preventing degenerative diseases. Fermentation process of soybean to becometempeh had improved nutrient and non-nutrient contents that make tempeh better than soybean. Tempeh protein is more digestible than soybean and the arginine content increases twice, that could improve lipid profile and diabetes mellitus. Tempeh could be considered as functional food having health benefit.Key words: Tempeh, protein, arginine, lipid profile, diabetes mellitus
Efektivitas dan Efisiensi Sistem Informasi Keluarga Berencana di Puskesmas Putri, Aragar; Besral, Besral
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 5 No. 4 Februari 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.945 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v5i4.138

Abstract

Efisiensi dan efektivitas sistem informasi keluarga berencana (KB)-kesehatan yang telah disosialisasikan sejak tahun 2007 dibandingkan dengan sistem yang lama belum diketahui. Suatu penelitian survei dilakukan di empat provinsi, yaitu DKI Jakarta, Lampung, Kalimatan Tengah, dan Bali. Di tiap provinsi dipilih dua kabupaten/kota dan pada tiap kabupaten/kota dipilih dua puskesmas (kecamatan) yang sudah menerapkan sistem informasi KB-kesehatan tersebut. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni-September 2008. Penelitian ini menemukan bahwa efektivitas dan efisiensi sistem informasi KB yang baru cukup baik, 77,8% responden menyatakan lebih efektif atau sangat lebih efektif dan 66,7% responden menyatakan lebih efisien atau sangat lebih efisien dibandingkan dengan sistem yang lama. Skor efektivitas dan efisiensi berbeda antar provinsi (nilai p <0,01), skor terendah di provinsi Bali (rata-rata 68,9 untuk efektivitas dan 61,3 untuk efisiensi), dan skor tertinggi di Kalimantan Tengah (rata-rata 82,7 untuk efektivitas dan 82,2 untuk efisiensi). Tidak ada perbedaan skor efektivitas dan efisiensi sistem informasi KB menurut lingkup kerja dan jabatan responden (nilai p> 0,05). Disarankan kepada Kementerian Kesehatan untuk dapat melakukan perbaikan pada komponen sistem informasi keluarga berencana, terutama dalam pembuatan grafik pemantauan wilayah setempat KB dan mengimplementasikannya di pelayanan KBdi puskemas beserta jaringannya.Kata kunci: Efektivitas, efisiensi, sistem informasi, keluarga berencanaAbstractA study is to know the efficiency and effectiveness of the new family planning information system that has been socialized since 2007. To compare with the previous information system, this study was conducted in four provinces i.e., DKI Jakarta, Lampung, Central Kalimatan, and Bali. In each province two districts were randomly selected, and from each selected district two health centers were then randomly selected. Data was collected from June to September 2008. Results of this study revealed that the effectiveness and efficiency of the new family planning information system is considered good, where 77,8% of the respondents reported it as effective or more effective, and 66,7% stated more or much more efficient compared to the previous system. The mean score for effectiveness and efficiency vary between provinces (p-value <0,01). The lowest score was found in Bali (mean 68,9 for effectiveness and 61,3 for efficiency), and the highest scorewas in Central Kalimantan (mean 82.7 for effectiveness and 82.2 for efficiency). There is no significant difference of the score according to characteristics of the respondents. This study recommends to improve the family planning information system, especially by providing and implementing thelocal monitoring graph, in the health center and its network.Key words: Effectiveness, efficiency, information system, family planning
Pendapat Pembaca Awam terhadap Buku “Air Susu Ibu: dari Ayah untuk Ibu dan Bayi” Februhartanty, Judhiastuty; Septiari, Andi Mariyasari; Destriatania, Suci
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 5 No. 4 Februari 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.392 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v5i4.134

Abstract

Kendati ayah diketahui berperan sebagai pendukung praktik pemberian air susu ibu (ASI), akses ayah terhadap informasi mengenai praktik pemberian ASI yang benar sangat minim. Buku dapat menjadi salah satu saluran informasi yang potensial. Studi pendahuluan ini bertujuan untuk menggali pendapat para pembaca sukarelawan laki-laki dan perempuan mengenai isi dan manfaat sebuah buku tentang ASI dan peran ayah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sukarelawan dipilih sebagai informan secara purposif berdasarkan tingkat pendidikan, jenis kelamin, status perkawinan, paritas, dan tingkat kegemaran membaca buku. Analisis isi (content analysis) dilakukan terhadap hasil wawancara dengan menggunakan matriks perbandingan (comparative matrix). Sebagai temuan studi ini, setelah membaca buku umumnya seluruh informan menyatakan bahwa buku yang dibaca penting dan bermanfaat. Namun, informan berpendapat bahwa praktik pemberian ASI masih menjadi urusan kaum perempuan. Seluruh informan sependapat bahwa ayah berperan membantu ibu menyusui agar sukses memberikan ASI.Peran yang dapat dilakukan ayah bagi ibu menyusui umumnya bersifat dukungan psikologis. Disarankan agar dilakukan studi lanjutan tentang pengaruh buku ini dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pembacanya.Kata kunci: Buku, praktik pemberian ASI, peran ayahAbstractAlthough fathers were known supportive in mothers’ breastfeeding practice, they have limited access toward correct information about breastfeeding practice. Book can be a potential source of information for fathers. This preliminarystudy is aimed at exploring opinion about a book containing information about breastfeeding and the role of father from voluntary male and female readers as informants. This study employed qualitative approach. Informants were recruited purposively based on their educational level, sex, marital status, parity, and fondness of book reading. Content analysis was employed for analysis. This study found that all informants stated that the book is important and beneficial, however, breastfeeding is as female domain. Having the book read, all informants agreed that fathers do play roles in breastfeeding practice, that is in this study found to be related to psychological support to the breastfeeding mothers. It is suggested that this study needs to be followed up by other study to assess the effect of the book in improving the knowledge, attitude, and practice of the readers.Key words: book, breastfeeding practice, father’s roles
Pemanfaatan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah dan Swasta di Kabupaten Sleman Sulistyorini, Anita; Purwanta, Purwanta
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 5 No. 4 Februari 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.675 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v5i4.139

Abstract

Di Sleman, masyarakat yang memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan swasta (52%) lebih tinggi daripada yang memanfaatkan fasilitas kesehatan pemerintah (37,6%). Fenomena ini diduga berhubungan dengan kebijakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta oleh keluarga di Kabupaten Sleman serta berbagai faktor yang mempengaruhinya. Penelitian denganrancangan studi cross sectional ini dilakukan di 13 kecamatan terpilih di Kabupaten Sleman. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling dua tahap menghasilkan jumlah sampel penelitian 240 responden dari 30 cluster. Instrumen pengumpulan data yang digunakanadalah kuesioner yang sebelumnya telah disiapkan. Metoda uji chi-square digunakan untuk melihat hubungan antara pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta dengan status ekonomi, persepsi akses ke fasilitas pelayanan kesehatan, persepsi kualitas pelayanan kesehatan, serta persepsi sehat sakit. Angka pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah dan swasta oleh masyarakat di Kabupaten Sleman ternyata sama tinggi yaitu lebih dari 90%. Pemanfaatan fasilitas pelayanankesehatan pemerintah berhubungan bermakna dengan persepsi aspek waktu pelayanan kualitas pelayanan kesehatan (p value = 0,019). Fasilitas pelayanan kesehatan swasta berhubungan bermakna dengan persepsi aspekbiaya kesehatan kualitas pelayanan kesehatan (p value = 0,005). Disimpulkan bahwa pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta oleh keluarga di Kabupaten Sleman dipengaruhi oleh persepsi kualitas pelayanan kesehatan.Kata kunci: Pemanfaatan, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah, swasta.AbstractIn Sleman, the private health service facilities is utilized higher ( 52%) than those of public facilities ( 37,6%). This phenomenon is assumed to be brought about by health policy. This research is aimed at studying the pattern of private and public health services facilities utilization in Sleman Regency and the factors influence it. A cross-sectional survey was carried out in 13 selected districts of Sleman Regency. Two steps cluster sampling was administered giving 30 clusters and 240 households as respondents. Chi-square test was used to identify association between private and public health services utilization and economical level; the perception of services facilities’s accesibility; the perception of health services quality also the perception of family health and healthy illness perception. Both private and public health services facilities in Sleman Regency were equally utilized (>90)%. Utilization of public health services facilities has significant correlation with perception towards health services quality, especially services time (p valu e = 0,019). The private health services facilities has a significant correlation with the family perception towards health services quality, especially health cost (p value = 0,005). It is concluded that the family perception towards quality of health services influence the pulic and private health services facilities utilization.Keywords: Utilization, health services facilities, public, private

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Issue 2, November 2019 Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Issue 1, August 2019 Volume 13, Issue 4, May 2019 Volume 13, Issue 3, February 2019 Volume 13, Issue 2, November 2018 Volume 13, Issue 1, August 2018 Volume 12, Issue 4, May 2018 Volume 12, Issue 3, February 2018 Volume 12, Issue 2, November 2017 Volume 12, Issue 1, August 2017 Volume 11, Issue 4, May 2017 Volume 11, Issue 3, February 2017 Volume 11, Issue 2, November 2016 Volume 11, Issue 1, August 2016 Vol. 10 No. 4 May 2016 Vol. 10 No. 3 February 2016 Vol. 9 No. 3 Februari 2015 Vol. 9 No. 4 Mei 2015 Vol. 9 No. 3 Februari 2015 Vol. 10 No. 2 November 2015 Vol. 10 No. 1 Agustus 2015 Vol. 9 No. 1 Agustus 2014 Vol. 8 No. 8 Mei 2014 Vol. 8 No. 7 Februari 2014 Vol. 8 No. 6 Januari 2014 Vol 9 No. 2 November 2014 Vol. 9 No. 1 Agustus 2014 Vol. 8 No. 8 Mei 2014 Vol. 8 No. 7 Februari 2014 Vol. 8 No. 6 Januari 2014 Vol 9 No. 2 November 2014 Vol. 8 No. 5 Desember 2013 Vol. 8 No. 4 November 2013 Vol. 7 No. 9 April 2013 Vol. 7 No. 8 Maret 2013 Vol. 7 No. 7 Februari 2013 Vol. 7 No. 6 Januari 2013 Vol. 7 No. 11 Juni 2013 Vol. 7 No. 10 Mei 2013 Vol 8. No. 3 Oktober 2013 Vol 8. No. 2 September 2013 Vol 8. No. 1 Agustus 2013 Vol 7. No. 12 Juli 2013 Vol. 8 No. 5 Desember 2013 Vol. 8 No. 4 November 2013 Vol. 7 No. 9 April 2013 Vol. 7 No. 8 Maret 2013 Vol. 7 No. 7 Februari 2013 Vol. 7 No. 6 Januari 2013 Vol. 7 No. 11 Juni 2013 Vol. 7 No. 10 Mei 2013 Vol 8. No. 3 Oktober 2013 Vol 8. No. 2 September 2013 Vol 8. No. 1 Agustus 2013 Vol 7. No. 12 Juli 2013 Vol. 7 No. 5 Desember 2012 Vol. 7 No. 4 November 2012 Vol. 7 No. 3 Oktober 2012 Vol. 7 No. 2 September 2012 Vol. 7 No. 5 Desember 2012 Vol. 7 No. 4 November 2012 Vol. 7 No. 3 Oktober 2012 Vol. 7 No. 2 September 2012 Vol. 7 No. 1 Agustus 2012 Vol. 6 No. 6 Juni 2012 Vol. 6 No. 5 April 2012 Vol. 6 No. 4 Februari 2012 Vol. 6 No. 3 Desember 2011 Vol. 6 No. 2 Oktober 2011 Vol. 6 No. 1 Agustus 2011 Vol. 5 No. 6 Juni 2011 Vol. 5 No. 5 April 2011 Vol. 5 No. 4 Februari 2011 Vol. 5 No. 3 Desember 2010 Vol. 5 No. 2 Oktober 2010 Vol. 5 No. 1 Agustus 2010 Vol. 4 No. 6 Juni 2010 Vol. 4 No. 5 April 2010 Vol. 4 No. 4 Februari 2010 Vol. 4 No. 3 Desember 2009 Vol. 4 No. 2 Oktober 2009 Vol. 4 No. 1 Agustus 2009 Vol. 3 No. 6 Juni 2009 Vol. 3 No. 5 April 2009 Vol. 3 No. 4 Februari 2009 Vol. 3 No. 3 Desember 2008 Vol. 3 No. 2 Oktober 2008 Vol. 3 No. 1 Agustus 2008 Vol. 2 No. 6 Juni 2008 Vol. 2 No. 5 April 2008 Vol. 2 No. 4 Februari 2008 Vol. 2 No. 1 Agustus 2007 Vol. 1 No. 5 April 2007 Vol. 1 No. 4 Februari 2007 Vol. 2 No. 3 Desember 2007 Vol. 2 No. 2 Oktober 2007 Vol. 2 No. 1 Agustus 2007 Vol. 1 No. 6 Juni 2007 Vol. 1 No. 5 April 2007 Vol. 1 No. 4 Februari 2007 Vol. 1 No. 2 Oktober 2006 vol. 1 No. 3 Desember 2006 Vol. 1 No. 2 Oktober 2006 Vol. 1 No. 1 Agustus 2006 More Issue