cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 19077505     EISSN : 24600601     DOI : -
Core Subject : Health,
Kesmas: National Public Health Journal is on public health as discipline and practices related to preventive and promotive measures to enhance health of the public through scientific approach applying variety of technique. This focus includes area and scope such as biostatistics, epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental health, public health nutrition, sexual and reproductive health, and occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol. 10 No. 3 February 2016" : 8 Documents clear
Predisposing Factors with Complementary Feeding Practices among 9-11 Month-Old Infants in Jakarta Urban Slum Area Septriana, Septriana; Suhartono, Gita Ardelia
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10 No. 3 February 2016
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.712 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v10i3.948

Abstract

The main cause of the undernutrition beside the infectious diseases is inappropriate caring practice and optimum feeding becomes one of ways to overcome long-term consequences of undernutrition. This study aimed to determine correlation between predisposing factors with complementary feeding practice among 9 – 11 month-old infants in Jakarta urban slum area. This cross-sectional study included 50 sitters of 9 – 11 month-old infants on May 2012. Data was collected through interview using questionnaire. There was no significant correlation between age of the sitters with the complementary feeding practice (p value = 0.645) as well as correlation between sitters with infants (p value = 0.724), occupation of sitters (p value = 1.000) and the number of infants in a family (p value = 0.738) which showed there was no significant correlation between those three factors with complementary feeding practice. Otherwise, there was a significant correlation between education and knowledge of sitters with complementary feeding practice (p value = 0.012 and p value = 0.005). AbstrakPenyebab utama kekurangan gizi selain dari penyakit infeksi adalah pola asuh yang tidak sesuai dan pemberian makan yang optimal menjadi salah satu cara untuk mengatasi konsekuensi jangka panjang dari kekurangan zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor pendukung praktik pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) pada bayi usia 9 - 11 bulan di daerah kumuh perkotaan Jakarta. Penelitian potong lintang ini melibatkan 50 orang pengasuh bayi usia 9 – 11 bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia pengasuh dengan praktik pemberian makan (nilai p = 0,645). Demikian juga dengan hubungan antara pengasuh dengan bayi (nilai p = 0,724), pekerjaan pengasuh (nilai p = 1,000), dan jumlah bayi dalam satu keluarga (nilai p = 0,738) yang menunjukkan tidak adanya hubungan antara ketiga faktor tersebut dengan praktik pemberian makanan. Sebaliknya, terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan dan pengetahuan pengasuh dengan praktik pemberian makanan (nilai p = 0,012 dan nilai p = 0.005).
Influence of Household Environment and Maternal Behaviors to Upper Respiratory Infection among Toddlers Fahdiyani, Reny; Raksanagara, Ardini S; Sukandar, Hadyana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10 No. 3 February 2016
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.184 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v10i3.589

Abstract

Upper respiratory infection (URI) in developing countries causes high morbidity among toddlers. Indonesia Health Ministry reported that non-pneumonia acute respiratory infection (ARI) increased by 2.6% from 2007 to 2011. Risk factors which may contribute to URI include environment and behavior. This study aimed to investigate environmental and behavioral factors with URI among toddlers. This case control study was conducted on February – April 2015 among toddlers in Tamansari that is a slum area in Bandung City. Case was 55 mothers with toddlers suffering from URI who came to primary health care, meanwhile control was twice bigger than cases selected from the environment and matched for age, sex and nutritional status. Environmental factors were density, humidity, ventilation, temperature and smoke disposal. Meanwhile, behavioral factors were hand-washing, mother’s smoking behavior, the use of mask, vitamin A consumption and exclusive breastfeeding. Results of study showed that environmental factor related to URI was only density with p value = 0.021 and OR = 2.843 (CI 95% = 1.168 – 6.920). None of maternal behavior factor was related to URI. Reducing density is an important and challenging issue in slum area, same as similary health promotion and prevention concerning URI are still necessary to reduce the risk of this disease among toddlers in urban slum area. AbstrakInfeksi saluran pernapasan akut atas (ISPA atas) di negara berkembang menyebabkan morbiditas tinggi pada anak bawah usia lima tahun (balita). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan bahwa ISPAnonpneumonia meningkat 2,6% dari tahun 2007 ke 2011. Faktor risiko yang dapat berkontribusi termasuk lingkungan dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor perilaku dan lingkungan dengan ISPA atas pada balita. Studi kasus kontrol ini dilakukan dari Februari-April 2015 pada balita di Tamansari yang merupakan daerah kumuh di Kota Bandung. Kasus adalah 55 ibu dengan balita menderita ISPA atas yang datang ke puskesmas, sedangkan kontrol dua kali lebih besar dari kasus dipilih dari lingkungan dan cocok untuk usia, jenis kelamin, dan status gizi. Faktor lingkungan adalah kepadatan, kelembaban, ventilasi, suhu, dan pembuangan asap. Sedangkan perilaku adalah mencuci tangan, perilaku merokok ibu, pemakaian masker, konsumsi vitamin Adan ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang berkaitan dengan ISPA atas hanya kepadatan dengan nilai p = 0,021 dan OR = 2,843 (CI 95%: 1,168 – 6,920). Tidak terdapat faktor perilaku ibu yang berhubungan dengan ISPA atas. Pengurangan kepadatan merupakan masalah penting dan menantang di daerah kumuh, sama halnya dengan promosi kesehatan dan pencegahan tentang ISPA atas masih penting untuk mengurangi risiko penyakit ini pada balita di daerah kumuh perkotaan.
Residential Density, Parents’ Sexual Activity and Teenage Sexual Behavior in Yogyakarta Rosida, Luluk; Martha, Evi; Besral, Besral
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10 No. 3 February 2016
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.849 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v10i3.949

Abstract

In dense and slum areas, parents often have to share bedroom with their children, so the children have been exposed to sexual activity since early. This study aimed to determine residential density, parents’ sexual activity and its effects to teenage sexual behavior in Yogyakarta. This study used cross-sectional design by interviewing 268 families that had teenagers as selected randomly in urban slum areas and rural areas on March – May 2015. Data was analyzed using chi-square test and multivariate cox-regression. Results showed that parents living in dense residence had risk two times higher to commit sexual activity which had negative effect on their children. Parents’ sexual activity did not have any influence to risky sexual behavior among teenagers. Factors significantly related to risky sexual behavior among teenagers are male sex, negative attitude and influence of peers. Health agency and primary health care should improve counseling programs for teenagers and train peer counselors. Activities which have been conducted at schools should be expanded to risky areas, such as urban slum area with high density of residence. AbstrakPada daerah kumuh dan padat, orangtua sering terpaksa harus berbagi ruang tidur dengan anak-anaknya sehingga anak-anaknya sudah terpapar dengan aktivitas seksual sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepadatan hunian, aktivitas seksual orangtua, dan efeknya terhadap perilaku seksual remaja di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan mewawancarai 268 keluarga yang memiliki anak remaja yang dipilih secara acak di daerah kumuh perkotaan dan daerah pedesaan pada bulan Maret – Mei 2015. Analisis data dilakukan menggunakan uji kai kuadrat dan regresi-cox multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua yang tinggal di hunian padat memiliki risiko dua kali lebih besar untuk melakukan aktivitas seksual yang berdampak negatif bagi anaknya. Aktivitas seksual orangtua tidak berpengaruh terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja. Faktor yang berhubungan bermakna dengan perilaku seksual berisiko pada remaja adalah jenis kelamin laki-laki, sikap negatif, dan pengaruh teman sebaya. Dinas kesehatan dan puskesmas agar terus meningkatkan program penyuluhan remaja dan melatih konselor teman sebaya. Kegiatan yang selama ini telah dilakukan di sekolah sebaiknya diperluas pada daerah berisiko seperti daerah kumuh perkotaan dengan kepadatan hunian yang tinggi.
Cadmium Contamination in Farmland Soil and Water Near Zinc Mining Site Jiraungkoorskul, Kanitta; Arphorn, Sara; Tipayamongholgul, Mathuros; Siriwong, Wattasit
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10 No. 3 February 2016
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1321.818 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v10i3.945

Abstract

This study was a cross-sectional study conducted in Phatadpadaeng Subdistrict, Mae Sod District, Tak Province, Thailand. This study aimed to determine cadmium concentration in farmland soil and water as well as at the residence of farmers and households. As many as 48 samples of farmers’ residence soil and water, twelve samples of households and six samples of farmland soil and eight samples of farmland water were investigated for cadmium concentration using Graphite Furnace Atomic Absorption Spectrophotometer. The Mann-Whitney U test was used for the analysis of the difference of cadmium concentration between farmland soil and residence soil, farmland water and residence water. The results showed no statistically difference among all matrixes, however, farmland soil and farmland water showed highest concentration compared to those of resident farmers and households. The cadmium concentrations in all samples were far below the limit values. This study clearly showed that working conditions of farmers demonstrated higher level of cadmium compared to the living conditions. The cause of this contamination might be from the activities of the surroundings industry. Therefore, it would be recommended that farmers should consider for cadmium exposure while working in farm.AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan di Kecamatan Phatadpaeng, Kota Mae Sod, Provinsi Tak, Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kadmium pada air dan tanah pertanian serta pada pemukiman petani dan rumah tangga. Konsentrasi kadmium pada 48 sampel tanah dan air pemukiman petani, 12 sampel rumah tangga, enam sampel tanah pertanian, dan delapan sampel air pertanian ditelusuri menggunakan Graphite Furnace Atomic Absorption Spectrophotometer. Uji Mann-Whitney U digunakan untuk analisis perbedaan konsentrasi kadmium antara tanah pertanian dan tanah pemukiman, air pertanian dan air pemukiman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan secara statistik pada seluruh matriks, namun air dan tanah pertanian menunjukkan konsentrasi tertinggi dibandingkan pemukiman petani dan rumah tangga. Konsentrasi kadmium pada seluruh sampel jauh di bawah nilai batas. Penelitian ini secara jelas memperlihatkan bahwa kondisi tempat bekerja menunjukkan level kadmium yang lebih tinggi dibandingkan kondisi tempat tinggal. Penyebab pencemaran ini dapat berasal dari aktivitas di sekitar industri. Oleh karena itu, petani sebaiknya mempertimbangkan pajanan kadmium saat bekerja.
Study on Clinical, Histopathological Features and Evaluation Results of Skin Cancer Treatment in Can Tho Oncology Hospital Qui, Nguyen Van; Ngoc, Phan Nguyen
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10 No. 3 February 2016
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.831 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v10i3.946

Abstract

Skin cancer as the most common cancer diagnosis tend to be increasing. This condition is a particularly significant issue in developed countries. This study aimed to describe the clinical features, histopathological features, complications, and early surgical treatment outcomes of skin cancer in Can Tho Oncology Hospital from 2014 to 2015. This descriptive prospective study involved all patients with non-melanoma skin cancer that were examined and treated at Can Tho Oncology Hospital from July 2014 to March 2015. There were 78 cases selected. Skin cancer was found to be more common among older patients. The prevalence of basal cell carcinoma was found higher than squamous cell carcinoma with percentage worth 76.9% and 23.1% respectively. Worth 73.1% of all the patients in the study underwent surgery with wide resection and reconstruction. In this study, most patients were the elderly. The basal cell carcinoma was the most common. The main treatment was surgery with wide resection and reconstruction. The complication was rare 1.3% with skin flap necrosis. AbstrakKanker kulit, diagnosis kanker paling umum, cenderung mengalami peningkatan. Kondisi ini secara khusus merupakan isu penting di negara-negara maju. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fitur klinis, fitur hispatologis, komplikasi dan hasil pengobatan bedah awal kanker kulit di Rumah Sakit Onkologi Can Tho dari tahun 2014 sampai 2015. Penelitian deskriptif prospektif ini melibatkan seluruh pasien dengan kanker kulit nonmelanoma yang diuji dan diobati di Rumah Sakit Onkologi Can Tho dari Juli 2014 sampai Maret 2015. Terdapat 78 kasus terpilih. Kanker kulit ditemukan lebih umum pada pasien yang lebih tua. Prevalensi karsinoma sel basal ditemukan lebih tinggi dibandingkan karsinoma sel skuamosa dengan persentase masing-masing 76,9% dan 23,1%. Sebesar 73,1% dari seluruh pasien dalam penelitian ini menjalani bedah dengan rekonstruksi dan reseksi yang lebar. Dalam penelitian ini, sebagian besar pasien adalah lanjut usia. Karsinoma sel basal adalah yang paling umum. Pengobatan utama adalah bedah dengan rekonstruksi dan reseksi yang lebar. Komplikasi jarang terjadi 1,3% dengan nekrosis lipatan kulit.
Effects of Mothers’ Attitude as Breeders and Distance of Stockyard toward Diarrhea Incidence among Toddlers Yarmaliza, Yarmaliza -; Sugito, Sugito; Ferasyi, Teuku Reza; Nurliana, Nurliana; Razali, Razali
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10 No. 3 February 2016
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.891 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v10i3.769

Abstract

Diarrhea is a disease with change of feces form and concentration in which feces is mushy to liquid, and the increase of poop frequency more than usual (three times or more in a day). In Aceh Province, there were diarrheacases as many as 48/1,000 live births. In West Aceh District, there were 1,071 cases in 2014, meanwhile there were 70 cases among toddlers in Meureubo Subdistrict. This study aimed to determine relation between mothers’attitude as breeders and distance of stockyard toward diarrhea incidence among toddlers in work scope of Meureubo District Primary Health Care. This study was cross-sectional as conducted on July – September 2015. Samples were 70 mothers who had toddlers suffering from diarrhea symptoms. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate. Chisquare test showed that mothers’ attitude as breeders and the distance of stockyard were related to diarrhea incidence among toddlers (p value < 0.05), meanwhile multivariate test showed mothers’ attitude as breeders and the distance of stockyard had no significant relation (p value > 0.05). Diarrhea incidence among toddlers is related to mothers’attitude as breeders and the distance of stockyard, but the relation is insignificant.AbstrakDiare merupakan penyakit dengan perubahan bentuk dan konsentrasi tinja yang melembek sampai mencair, dan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari biasanya (tiga kali atau lebih dalam sehari). Di ProvinsiAceh, terdapat kasus diare sebanyak 48/1.000 kelahiran hidup pada 2013. Di Kabupaten Aceh Barat, pada tahun 2014 terdapat 1.071 kasus, sedangkan di Kecamatan Meureubo terdapat sebanyak 70 kasus pada anak bawah lima tahun (balita). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap ibu sebagai peternak dan jarak kandang ternak terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Meureubo. Penelitian ini dilakukan secara potong lintang pada bulan Juli – September 2015. Sampel sebanyak 70 ibu yang memiliki balita dengan gejala diare. Analisis data menggunakan univariat, bivariat dan multivariat. Uji kai kuadrat menunjukkan bahwa sikap ibu sebagai peternak dan jarak kandang ternak berhubungan dengan kejadian diare pada balita (nilai p < 0,05), sedangkan uji multivariat menunjukkan sikap ibu sebagai peternak dan jarak kandang ternak tidak terdapat hubungan yang kuat (nilai p > 0,05). Kejadian diare pada balita berhubungan dengan sikap ibu sebagai peternak dan jarak kandang ternak, namun hubungannya tidak kuat.
Knowledge and Behavior Change of People Living with HIV through Nutrition Education and Counseling Hudayani, Fitri; Sartika, Ratu Ayu Dewi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10 No. 3 February 2016
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.67 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v10i3.947

Abstract

HIV, AIDS and nutrition are interconnected. In the HIV Integrated Care Unit of Dr. Cipto Mangunkusumo Public Hospital, nutrition education and counseling services are provided within a collaborative service for people living with HIV (PLWH). This study aimed to determine influence of nutrition education and counseling to knowledge and behavior of PLWH. This study was conducted with quasi experimental design using treatment and control groups. The treatment group consisted of 25 samples and 29 samples for control group. Samples were adults between 18 – 50 years old selected by applying inclusion and exclusion criteria. A pretested questionnaire was used to assess knowledge. Paired t-test sample was used to analyze data. This study was conducted on May – July 2014. Based on results of this study, there was effect in form of knowledge change (p value = 0.000) with score 6.38 point lower on the control group and any significant differences in behavior change (p value = 0.048) for the treatment group after receiving nutrition education and counseling. This study shows that nutrition and counseling using media of education which is more complete and continuously provided may improve knowledge and change behavior of PLWH.AbstrakHIV, AIDS, dan gizi saling berhubungan. Pada Unit Pelayanan Terpadu HIV Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, layanan edukasi dan konseling gizi disediakan secara kolaboratif untuk orang yang hidup dengan HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan dan konseling gizi terhadap pengetahuan dan perilaku orang yang hidup dengan HIV. Penelitian ini dilakukan dengan desain kuasi eksperimental menggunakan kelompok perlakuan dan kontrol. Kelompok perlakuan terdiri dari 25 sampel dan 29 sampel untuk kelompok kontrol, dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Sampel berusia dewasa antara 18 – 50 tahun dipilih dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel uji-t berpasangan digunakan untuk menganalisis data. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Juli 2014. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa adanya efek berupa perubahan pengetahuan (nilai p = 0,000) dengan nilai 6,38 poin lebih rendah pada kelompok kontrol dan terdapat perbedaan yang signifikan dalam perubahan perilaku (nilai p = 0,048) untuk kelompok perlakuan setelah menerima edukasi dan konseling gizi. Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi dan konseling gizi menggunakan media edukasi yang lebih lengkap dan diberikan secara berkelanjutan dapat meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku orang yang hidup dengan HIV.
Communication of Parents, Sexual Content Intake and Teenage Sexual Behavior at Senior High School in Banjarmasin City Rusmilawaty, Rusmilawaty; Yuniarti, Yuniarti; Tunggal, Tri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10 No. 3 February 2016
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.754 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v10i3.581

Abstract

Free sex behavior among teenagers in Banjarmasin City is currently more worrying parents. Lack of sex education affects teenagers tend to commit premarital sexual intercourse that will cause unintended pregnancy and early marriage. Parent-child communication and exposure of both printed and electronic media are the way to reduce risky sexual behavior. This study aimed to determine correlation between communication of parents and sexual content intake with sexual behavior of teenagers at senior high schools (SHS) in Banjarmasin City. To reach the aim, analitic survey study with cross-sectional approach was conducted on July – October 2015 at two state SHS and one private SHS in Banjarmasin City. Subject was the second grade of SHS students from three SHS as taken with purposive sampling. Variables of study were teenage sexual behavior, communication of parents and sexual content intake measured using questionnaire. Test reliability was stated with cronbach alpha 0.746. Data obtained was analyzed using chi-square test and logistic regression test. Results showed that communication of parents and sexual content intake affected teenage sexual behavior, meanwhile age, sex and family structure did not affect teenage sexual behavior. A good communication of parents and low intake of sexual content may give a protection against risky sexual behavior among teenagers.AbstrakPerilaku seks bebas di kalangan remaja Kota Banjarmasin belakangan ini semakin mengkhawatirkan para orangtua. Kurangnya pendidikan seksologi berdampak para remaja cenderung melakukan hubungan seksual pranikah yang akan berakibat pada kehamilan yang tidak diinginkan dan pernikahan dini. Komunikasi orangtua-anak dan paparan media baik media cetak maupun elektronik merupakan cara untuk mengurangi perilaku seksual berisiko. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi orangtua dan asupan muatan seksual dengan perilaku seksual remaja sekolah menengah atas (SMA) di Kota Banjarmasin. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian survei analitik dengan pendekatan potong lintang dilakukan pada bulan Juli – Oktober 2015 di dua sekolah negeri dan satu sekolah swasta di Kota Banjarmasin. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas XI dari tiga SMA yang diambil secara purporsive sampling. Variabel penelitian adalah perilaku seksual remaja, komunikasi orangtua, dan asupan muatan seksual diukur menggunakan kuesioner. Reliabilitas uji dinyatakan dengan cronbach alpha 0,746. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji kai kuadrat dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi orangtua dan asupan muatan seksual memengaruhi perilaku seksual remaja sedangkan usia, jenis kelamin, dan struktur keluarga tidak memengaruhi perilaku seksual remaja. Komunikasi orangtua yang baik dan asupan muatan seksual yang rendah dapat memberikan proteksi terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Volume 13, Issue 4, May 2019 Volume 13, Issue 3, February 2019 Volume 13, Issue 2, November 2018 Volume 13, Issue 1, August 2018 Volume 12, Issue 4, May 2018 Volume 12, Issue 3, February 2018 Volume 12, Issue 2, November 2017 Volume 12, Issue 1, August 2017 Volume 11, Issue 4, May 2017 Volume 11, Issue 3, February 2017 Volume 11, Issue 2, November 2016 Volume 11, Issue 1, August 2016 Vol. 10 No. 4 May 2016 Vol. 10 No. 3 February 2016 Vol. 9 No. 4 Mei 2015 Vol. 9 No. 3 Februari 2015 Vol. 10 No. 2 November 2015 Vol. 10 No. 1 Agustus 2015 Vol. 9 No. 1 Agustus 2014 Vol. 8 No. 8 Mei 2014 Vol. 8 No. 7 Februari 2014 Vol. 8 No. 6 Januari 2014 Vol 9 No. 2 November 2014 Vol. 8 No. 5 Desember 2013 Vol. 8 No. 4 November 2013 Vol. 7 No. 9 April 2013 Vol. 7 No. 8 Maret 2013 Vol. 7 No. 7 Februari 2013 Vol. 7 No. 6 Januari 2013 Vol. 7 No. 11 Juni 2013 Vol. 7 No. 10 Mei 2013 Vol 8. No. 3 Oktober 2013 Vol 8. No. 2 September 2013 Vol 8. No. 1 Agustus 2013 Vol 7. No. 12 Juli 2013 Vol. 7 No. 5 Desember 2012 Vol. 7 No. 4 November 2012 Vol. 7 No. 3 Oktober 2012 Vol. 7 No. 2 September 2012 Vol. 7 No. 1 Agustus 2012 Vol. 6 No. 6 Juni 2012 Vol. 6 No. 5 April 2012 Vol. 6 No. 4 Februari 2012 Vol. 6 No. 3 Desember 2011 Vol. 6 No. 2 Oktober 2011 Vol. 6 No. 1 Agustus 2011 Vol. 5 No. 6 Juni 2011 Vol. 5 No. 5 April 2011 Vol. 5 No. 4 Februari 2011 Vol. 5 No. 3 Desember 2010 Vol. 5 No. 2 Oktober 2010 Vol. 5 No. 1 Agustus 2010 Vol. 4 No. 6 Juni 2010 Vol. 4 No. 5 April 2010 Vol. 4 No. 4 Februari 2010 Vol. 4 No. 3 Desember 2009 Vol. 4 No. 2 Oktober 2009 Vol. 4 No. 1 Agustus 2009 Vol. 3 No. 6 Juni 2009 Vol. 3 No. 5 April 2009 Vol. 3 No. 4 Februari 2009 Vol. 3 No. 3 Desember 2008 Vol. 3 No. 2 Oktober 2008 Vol. 3 No. 1 Agustus 2008 Vol. 2 No. 6 Juni 2008 Vol. 2 No. 5 April 2008 Vol. 2 No. 4 Februari 2008 Vol. 2 No. 3 Desember 2007 Vol. 2 No. 2 Oktober 2007 Vol. 2 No. 1 Agustus 2007 Vol. 1 No. 6 Juni 2007 Vol. 1 No. 5 April 2007 Vol. 1 No. 4 Februari 2007 vol. 1 No. 3 Desember 2006 Vol. 1 No. 2 Oktober 2006 Vol. 1 No. 1 Agustus 2006 More Issue