cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
P2M STKIP Siliwangi
ISSN : 23559004     EISSN : 25807706     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
SUPERVISI AKADEMIK BERKELANJUTAN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PADA PENYUSUNAN SILABUS DAN RPP Jenab, Iis
P2M STKIP Siliwangi Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6 No. 1 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p2m.v6i1p34-50.1250

Abstract

Abstrak: Preparation of learning tools such as silabus and plans for implementing learning by teachers at SDN Cibabat mandiri 4 has not been maximized. Therefore, in this study, research was carried out with an ongoing academic supervision title in improving teacher competencies in compiling learning devices. The purpose of this study was to improve the understanding of teachers in SDN Cibabat mandiri 4 in making learning devices. The method used in this study is the method of school action research with observation instruments. The results of his research are that there is an increase in the ability of SDN Cibabat mandiri 4 teachers in compiling learning devices.?
ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PMRI PADA KELAS I SEKOLAH DASAR DI KOTA BANDUNG Yuspriyati, Devi Nurul; Minarti, Eva Dwi; Rohmah, Maya Siti
P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 No. 1 Mei 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.594 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i1p1-6.155

Abstract

ABSTRAK?Penelitian ini bertujuan untuk lebih memahami apa yang disebut PMRI (Pendidikan Matematika Realistik di Indonesia), untuk mengetahui sejauh mana penerapan PMRI di Sekolah Dasar di kota Bandung telah dilakukan oleh para guru, untuk mengetahui seberapa jauh buku ajar yang telah ditulis oleh Tim PMRI Pusat dapat membantu guru-guru dalam membawakan PMRI di kelasnya masing-masing, untuk mengetahui dampak PMRI terhadap sikap matematika siswa, dan sebagai usaha membentuk Tim PMRI di STKIP Siliwangi.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif eksploratif untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi yang kemudian dipergunakan untuk menggambarkan keadaan dan mengungkapkan fakta yang ada.Instrumen yang dipergunakan adalah observasi (pengamatan), wawancara, angket, dan dokumen. Pembelajaran dengan menggunakan PMRI masih dipakai untuk beberapa materi matematika tertentu.akan tetapi, kurikulum saat ini mengharuskan pembelajaran di sekolah dasar kelas 1 menggunakan pembelajaran tematik. Hal ini mengakibatkan agak sulitnya pembelajaran menggunakan PMRI.Walaupun pembelajaran di kelas I saat ini secara tematik, namun pada saat pembelajaran matematika secara PMRI, hakekat PMRI pada pembelajaran masih terlihat, yaitu dengan mengaitkan kehidupan sehari-hari dan benda nyata dalam mempelajari matematika.?Kata Kunci: Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)??ABSTRACT?This research aim is to understanding about PMRI was, to know the teacher implementation of PMRI in elementery school in Bandung, how far the books that team PMRI write can assist teacher to teach in their classes, to know how PMRI affect student attitude in Mathematics and one of the effrots to make PMRI team at STKIP Siliwangi. This desriptive eksplorative reseach is to collect more information that drawing situation and reveal the factMath is very important to develop students' thinking skills and instill ch. We use observation sheet, interview, questionnaire and documentation as data collection tools.PMRI learning still used for some specific mathematical material. However, the current curriculum requiresfirst gradesin elementaryschool to use thematic learning. This resulted difficult learning using PMRI. Althought first gradelearning thematically, but upon learning of mathematics in PMRI, PMRI nature of learning is still visible, namely by linking everyday life and real objects in the study of mathematics.?Keyword: Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)
ANALISIS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA (Studi terhadap RPP yang Disusun Guru Bahasa Indonesia Tingkat SMP di Kota Cimahi) Wikanengsih, Wikanengsih; Nofiyanti, Nofiyanti; Ismayani, Mekar; Permana, Indra
P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 No. 1 Mei 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.946 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i1p106-119.170

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang belum memiliki kompetensi optimal dalam menyusun RPP. Fenomena tersebut ditemukan pada saat mereka mengikuti PLPG dalam rangka serfitikasi guru di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Barat. Melalui penelitian ini, peneliti berharap mampu mengidentifikasi hal-hal yang kurang dikuasai para guru, khususnya guru Bahasa Indonesia di Kota Cimahi dalam menyusun RPP sehingga hasil penelitian tersebut dapat memberi masukan kepada para guru atau pihak dinas pendidikan untuk membina para guru agar memiliki kemampuan dalam menyusun RPP sesuai dengan bidang keahliannya. Permasalahan penelitian dibatasi dalam hal 1) kesesuaian RPP yang ditulis guru dengan Permendiknas no. 41 tahun 2007 ; 2) kesalahan yang ditemukan dalam RPP mata pelajaran Bahasa Indonesia yang digunakan guru di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Cimahi; 3) sikap guru terhadap penyusunan RPP; dan 4) faktor penyebab kesulitan para guru Bahasa Indonesia di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Cimahi pada saat menyusun RPP. Sampel dalam penelitian ini berupa RPP yang disusun guru kelas 7,8, 9 sebanyak 8 sekolah tingkat SMP yang diambil secara acak. Metode yang digunakan berupa metode kualitatif. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa 1) RPP yang disusun responden banyak mengandung ketidaksesuain dengan isi permendiknas nomor 41 tahun 2007 dalam komponen perumusan tujuan pembelajaran, penyajian materi ajar dan organisasinya, kejelasan dan kerincian skenario pembelajaran, kesesuain teknik/metode pembelajaran, dan kelengkapan instrumen penilaian; 2) kesalahan yang terdapat dalam RPP yang disusun responden berhubungan dengan komponen yang dijelaskan dalam poin 1 di atas; 3) responden memiliki sikap positif terhadap penyusunan RPP sehingga diperlukan pembinaan dan dorongan untuk meningkatkan kemampuan mereka; 4) faktor penyebab kesalahan yang dilakukan responden pada penyusunan RPP disebabkan kekurangmampuan mereka dalam bidang pengetahuan (kognitif) teori penyusunan RPP sesuai tuntutan permendiknas nomor 41 tahun 2007.?Kata Kunci: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Guru Profesional?ABSTRACT This research is motivated by a number of Indonesian teachers of subjects that do not have optimum competence in preparing the RPP. The phenomenon was discovered when they follow in order serfitikasi PLPG teacher in the Department of Education and Culture of West Java. Through this study, the researchers hope to be able to identify things that are less controlled by the teachers, especially teachers Indonesian in Cimahi in preparing lesson plans so that the results of such research can provide input to the teachers or the education department to train the teachers to have the ability to draw up RPP according to their expertise. Research problems are limited in terms of 1) the suitability of teachers' lesson plans written by Permendiknas no. 41 in 2007; 2) errors found in subjects Indonesian RPP used by teachers in the environment Cimahi City Department of Education; 3) attitudes of teachers towards the preparation of the RPP; and 4) the causes difficulty Indonesian teachers in the Education Office Cimahi when preparing lesson plans. The sample in this study are compiled RPP classroom teachers 7.8, 9 by 8 junior high schools were taken at random. The method used in the form of qualitative methods. Based on the analysis concluded that 1) RPP compiled respondent contains a lot of non-conformance with the contents Permendiknas number 41 of 2007 in the components of the formulation of learning goals, presentation of teaching material and organization, clarity and detail of learning scenario, suitability techniques / methods of learning, and completeness of assessment instruments; 2) the error contained in the RPP were composed of respondents associated with components described in point 1 above; 3) respondents have a positive attitude towards the preparation of lesson plans so that the necessary guidance and encouragement to improve their skills; 4) factors causing mistakes made by respondents in the preparation of RPP due to their incapacity in the field of knowledge (cognitive) theory of RPP preparation according to the demands Permendiknas number 41 of 2007. Keywords: Lesson Plans, Teachers
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DITINJAU DARI JENIS KELAMIN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS Anita, Ika Wahyu Anita Wahyu
P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.654 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p246-251.184

Abstract

ABSTRAK?Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa pendidikan matematika. Akan dicari faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh motivasi belajar mahasiswa ditinjau dari perbedaan jenis kelamin terhadap kemampuan berpikir kritis matematis, kemudian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendukung serta menghambat motivasi belajar mahasiswa. Sampel penelitian yang diambil adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah Struktur Aljabar II di STKIP Siliwangi Bandung berjumlah 84 orang. Penelitian ini merupakan penelitian expost-facto. Data-data penelitian diambil dari angket mahasiswa, wawancara dan tes tertulis untuk mengukur kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa pada mata kuliah Struktur Aljabar II. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan motivasi belajar ditinjau dari jenis kelamin, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari perbedaan jenis kelamin.?Kata kunci: motivasi belajar, jenis kelamin, kemampuan berpikir kritis matematis?ABSTRACT?This study was motivated by the low of critical thinking skills of the mathematics education students. Will be searched the factors that affecting the capabilities. The purpose of this study to determine the influence of learning motivation (in terms of the gender differences) to the ability of mathematics critical thinking, then to determine what factors that support and hinder the learning motivation. The research sample is 84 students who take Structure of Algebra II in STKIP Siliwangi Bandung. This study used expost-facto research. The data taken from the students questionnaires, interviews and the mathematics critical thinking test. The results showed the differences learning motivation in terms of the gender differences, but not significant for the mathematics critical thinking.?Keywords: learning motivation, gender, math critical thinking
ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PMRI PADA SEKOLAH DASAR KELAS II DI KOTA BANDUNG Anita, Ika Wahyu
P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 No. 1 Mei 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.157 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i1p53-58.164

Abstract

ABSTRAK?Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran matematika berbasis PMRI di kelas 2 Sekolah Dasar yang menerapkan PMRI. Penelitian kualitatif untuk melihat sejauhmana kesesuaian pembelajaran yang diterapkan guru dengan kaidah-kaidah, prinsip dan karakteristik PMRI yang ada. Hal ini sebagai sarana evaluasi dan perbaikan terhadap proses pembelajaran. Dari penelitian ini akan dideskripsikan dan dicari sumber-sumber permasalahan dan kendala-kendala yang dihadapi guru selama menerapkan PMRI di kelasnya, sehingga dapat dirumuskan solusi dari permasalahan tersebut.Penelitian payung ini, difokuskan hanya pada kelas 2 Sekolah Dasar karena kelas 2 termasuk dalam kategori kelas rendah yang perlu penanganan khusus. Penelitian dilakukan di SD/MI di Kota Bandung yang menerapkan PMRI, yaitu: MIN I Cicendo, SDPN Sabang dan SD Setiabudhi. Penelitian dilakukan menggunakan data kuesioner guru, data wawancara dengan guru, observasi kelas selama pembelajaran dan dokumentasi berupa foto. Hal ini dilakukan untuk dapat mengeksplorasi info sebanyak-banyaknya.?Kata Kunci: PMRI, SD/MI kelas 2??ABSTRACT?This study aimed to analyze the application of mathematics learning PMRI based on grade 2 elementary schools that implement PMRI. The qualitative research to see how far the suitability of applied learning teacher with the rules, principles and characteristics of existing PMRI. It is as a means of evaluation and improvement of the learning process. This research will be described and searched the sources of the problems and constraints faced by teachers for implementing PMRI in its class, so it can formulate solutions to these problems. This umbrella research, focused only on the second grade elementary school for grade 2 are included in the category of low grade that need special handling. The study was conducted in SD / MI in Bandung, which apply PMRI, namely: MIN I Cicendo, SDPN Sabang and SD Setiabudhi. The study was conducted using a teacher questionnaire data, interview data with teachers, classroom observation during the study and documentation of photographs. This is done to be able to explore as much info. Keywords: PMRI, SD/MI Class 2
PENERAPAN AKTIVITAS QUICK ON THE DRAW MELALUI PENDEKATAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MA Rosyana, Tina; Sari, Indah Puspita
P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.293 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p192-202.178

Abstract

ABSTRAK?Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi dan penalaran matematis siswa yang menggunakan aktivitas quick on the draw melalui pendekatan Thinking Aloud Problem Solving (TAPPS) dibandingkan dengan yang menggunakan pembelajaran biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen, dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa MA Negeri di Kota Cimahi, sedangkan sampel penelitiannya ?adalah sebanyak dua kelas dari kelas XII yang dipilih secara acak dari seluruh kelas XII yang ada. Kemudian kedua kelas tersebut dipilih menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh aktivitas quick on the draw melalui pendekatan TAPPS dan kelas control memperoleh pembelajaran biasa. Instrumen? ?yang?? digunakan?? dalam? ?penelitian?? ini? berupa? soal tes kemampuan komunikasi dan penalaran matematis. Data hasil penelitian dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan uji statistik (uji-t). Kesimpulan yang diperoleh sebagai berikut: 1) Kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan aktivitas quick on the draw melalui pendekatan TAPPS lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran biasa; 2) Kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan aktivitas quick on the draw melalui pendekatan TAPPS ?secara signifikan lebih baik? ?daripada yang memperoleh pembelajaran biasa; 3) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan aktivitas quick on the draw melalui pendekatan TAPPS lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran biasa; dan 4) Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan aktivitas quick on the draw melalui pendekatan TAPPS lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran biasa.?Kata Kunci: Komunikasi Matematis, Penalaran Matematis, Aktivitas Quick on The Draw, ?Pendekatan Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS)?ABSTRACT?This study aims to examine the achievements and improvement students? mathematical communication and mathematical reasoning ability between those who acquire learning through quick on the draw activity with TAPPS learning approach and conventional learning. The method was used in this study is the experimental method, with pretest-posttest control group design. The population was the entire students of MA Negeri in Cimahi, while the sample is two classes of grade XII selected randomly from all the existing class of grade XII. Then these two classes were randomly assigned into experimental class and control class. Experimental class gets quick on the draw activity with TAPPS learning approach and control class gets conventional learning. Research instruments include tests of mathematical communication and mathematical reasoning ability. The data were analyzed using t-test and the Mann-Whitney test. The results showed that (1) Students? achievement of mathematical communication ability of mathematical learning through quick on the draw activity with TAPPS learning approach is better than through conventional learning; (2) Students? achievement of mathematical reasoning ability of mathematical learning through quick on the draw activity with TAPPS learning approach is better than through conventional learning; (3) Students? improvement of mathematical communication ability of mathematical learning through quick on the draw activity with TAPPS learning approach is better than through conventional learning; (4) Students? improvement of mathematical reasoning ability of mathematical learning through quick on the draw activity with TAPPS learning approach is better than through conventional learning.?Keywords: Mathematical Communication, Mathematical Reasoning, Quick on The Draw Activity, Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Learning Approach.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN KEAKTIFAN MAHASISWA MELALUI PROJECT BASED LEARNING Putra, Harry Dwi; Purwasih, Ratni
P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.432 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p128-136.156

Abstract

ABSTRAKPrestasi belajar dan keaktifan mahasiswa penting untuk ditingkatkan dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan suatu model pembelajaran yang inovatif. Dari begitu banyak model pembelajaran inovatif, salah satu yang tepat untuk meningkatkan prestasi belajar dan keaktifan mahasiswa adalah pembelajaran berbasis proyek (project based learning), karena lebih menekankan pada pendekatan kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks, melibatkan mahasiswa dalam melakukan investigasi pemecahan masalah dan kegiatan bermakna, memberi kesempatan bekerja secara mandiri dalam mengkontruksi pengetahuan, serta menghasikan produk nyata. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan menggunakan kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi keaktifan mahasiswa. Penelitian dilaksanakan di dua kelas reguler angkatan 2014 program studi pendidikan matematika STKIP Siliwangai Bandung. Subjek penelitian berjumlah 120 mahasiswa yang terbagi di kelas A1 dan A3. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive, karena penelitian ini diterapkan pada mahasiswa di kelas yang mengambil mata kuliah media pembelajaran matematika. Berdasakan analisis data, diperoleh rerata peningkatan prestasi belajar kelas eksperimen dan kontrol masing-masing sebesar 84,57 dan 72,79. Persentase keaktifan mahasiswa kelas eksperimen dan kontrol masing-masng sebesar 70,93% dan 69,41%. Dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar dan keaktifan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran dengan project based learning lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran dengan metode ekspositori.?Kata Kunci: Prestasi Belajar, Keaktifan, dan Project Based Learning.??ABSTRACTLearning and student achievement is important for the enhanced activity of the learning process, so we need a model of innovative learning. Of so many innovative learning model, one that is appropriate to improve learning achievement and activity of students is project-based learning (project based learning), as more emphasis on contextual approach through activities that are complex, involve students in an investigation of problem solving and activities meaningful, giving the opportunity to work independently in the construct knowledge, as well as generate real products. This is a quasi-experimental study using experimental and control groups. The instrument used was a test of learning outcomes and student observation sheet liveliness. The research was conducted in two regular class 2014 of mathematics education courses STKIP Siliwangai Bandung. Subjects numbered 120 students, divided in classes A1 and A3. The sampling technique was done by purposive, because this study applied to the students in the class were taking courses in mathematics learning media. Based on data analysis, obtained a mean improvement of learning achievement of the experimental and control classes respectively by 84.57 and 72.79. Activeness percentage grade students experiment and control each masng amounted to 70.93% and 69.41%. It can be concluded that the achievement of learning and activity of students who receive study with project-based learning is better than the gain of learning with expository method.?Key Words: Achievement, Activeness, and Project Based Learning.?
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIK SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Aripin, Usman
P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 No. 1 Mei 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.791 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i1p120-127.171

Abstract

ABSTRAK?Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya kemampuan pemahaman matematik siswa Sekolah Menengah Pertama ?diperlukan pendekatan pembelajaran untuk mengatasi masalah tersebut. Alternatif pendekatan yang diterapkan yaitu dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemahaman matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada pendekatan konvensional. Metode penelitian yang digunakan? adalah metode eksperimen. Pada awal dan akhir pembelajaran kedua kelas diberi tes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP kabupaten bandung barat, sedangkan sampelnya terdiri dari dua kelas yang dipilih secara acak kelas, diperoleh kelas VIII-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes sebanyak 5 soal uraian, kemudian data skor kemampuan pemahaman matematik tersebut dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial dengan menggunakan uji perbedaan dua rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian, baik dari hasil analisis data maupun pengujian hipotesis, maka penulis menyimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada yang menggunakan? pendekatan konvensional.?Kata Kunci : Kemampuan Pemahaman, Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah.??ABSTRACT?This research is motivated by the poor ability of understanding mathematical junior secondary students learning approach is needed to resolve the issue. Alternative approaches were applied, namely the problem-based learning approach. This study aims to determine whether the increased understanding of the mathematical ability of students learning using problem-based learning approach is better than the conventional approach. The method used was experimental method. At the beginning and end of the study both classes were given the test. The population in this study is the county junior high school students bandung west, while the sample is composed of two classes randomly selected classes, derived classes VIII-3 as the experimental class and VIII-4 as the control class. Collecting data in this study a test as much as 5 about description, then the ability of understanding mathematical score data were analyzed using descriptive and inferential statistics using two different test average. Based on the research results, both from the results of the data analysis and hypothesis testing, the authors concluded that increased understanding of the mathematical ability of students learning using problem-based learning approach was better than using the conventional approach. Keywords: Ability Understanding, Problem Based Learning Approach.
EFEKTIFITAS PELATIHAN KETERAMPILAN HANTARAN BAGI KAUM PEREMPUAN DI DESA CIGUGUR GIRANG KEC. PARONGPONG KAB. BANDUNG BARAT (STUDI KASUS PROGRAM PNPM DESA TAHUN 2015) Rukanda, Nandang; Firdaus, Nunu Mahmud
P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.751 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p252-254.185

Abstract

ABSTRAKKrisis global yang melanda dunia dengan perekonomian bangsa-bangsa kian terpuruk berakibat kesulitan diseluruh negara yang ada. Krisis dunia ini berdampak pada keprihatinan yang menimpa Bangsa Indonesia, dimana terjadi krisis perekonomian sejak pertengahan tahun 1997 telah berkepanjangan, dengan jumlah pengangguran dan kemiskinan yang semakin banyak. Hal ini dibuktikan dengan tidak terserapnya tenaga kerja pada sektor perekonomian yang ada, dan masih banyak anak-anak yang putus sekolah (dropped out), serta anak-anak usia produktitif yang tidak mampu melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagai salah satu upaya guna menanggulangi krisis ini adalah dengan cara membuat masyarakat terampil melalui pelatihan untuk mempersiapkan mereka masuk ke pasar kerja serta untuk berusaha secara mandiri. Pelatihan-pelatihan sering diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Salah satu usaha sektor jasa yang potensial untuk berkembang adalah? pembuatan hantaran. Penelitian ini mencoba memaparkan permasalahan berkenaan dengan rumusan deskripsi, yaitu mempertanyakan Bagaimanakah penyelenggaraan pelatihan pembuatan hantaran? Bagaimanakah implementasi yang dilakukan para alumni program pelatihan pembuatan hantaran? dan Bagaimanakah dampak penguasaan keterampilan pembuatan hantaran terhadap kehidupan keluarganya? Penelitian ini dilakukan terhadap penyelenggaraan pelatihan pembuatan hantaran program PNPM Desa yang diselenggarakan pada Januari 2015 di Desa Cigugur Girang Kec. Parongpong Kab. Bandung Barat. Hasil penelitian ini akan diterbilkan dan dipublikasikan pada jurnal empowerment prodi PLS STKIP Siliwangi Bandung. Adapun kajian teori yang akan dipakai sebagai pisau analisa dalam penelitian ini adalah berhubungan dengan teori-teori pelatihan, efektivitas pelatihan, dan dampak dari pelatihan. Sementara metode penelitian akan mempergunakan metode kualitatif yang akan melihat dan mencermati pelatihan pembuatan hantaran di Desa Cigugur Girang Kec. Parongpong Kab. Bandung Barat Populasi yang akan dijadikan objek penelitian berjumlah 15 orang, dan pengambilan sampel dilakukan dengan mempergunakan Non Probability Sampling, Sampling Jenuh. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Pelatihan Keterampilan Hantaran bagi Kaum Perempuan di Desa Cugugur Girang Kec. Parongpong Kab. Bandung Barat dilakukan sebagaimana pelatihan pada umumnya. Setelah pelatihan para alumni mengembangkan ketempilannya dengan melakukan usaha penerimaan jasa pembuatan hantaran, dan mempunyai dampak terhadap peningkatan kehidupan keluarganya.?Kata Kunci: Keterampilan Hantaran, Kaum Perempuan??ABSTRACT The global crisis that hit the world economy peoples' frustrations resulting difficulties that exist throughout the country. The world crisis impact on the concerns that struck the Indonesian nation, where there is economic crisis since mid 1997 has been prolonged, with unemployment and growing poverty. This is evidenced by the absorption of labor in the economy there, and there are still many children who drop out of school (dropped out), as well as produktitif age children who are unable to continue their education to a higher level. As one of the efforts to overcome this crisis is to create a community of skilled through training to prepare them for entry into the labor market and to strive independently. The trainings are often held for people who need a stock of knowledge, skills, life skills, and attitudes to develop themselves, to develop the profession, work, independent business, and/or continuing education kejenjang higher. One of the business services sector with the potential to grow is the manufacture of delivery. This research attempts to explain the problems with regard to the formulation of the description, the question What is the organization of training on making delivery? How did the implementation of a training program alumni manufacture of delivery? What is the impact and mastery of the skills of making delivery to family life? This research was conducted on the manufacture of conducting training events Village PNPM program held in January 2015 in the village of Cigugur Girang district. Parongpong Kab. West Bandung. Results of this study will be published in the journal diterbilkan and empowerment Prodi PLS STKIP Siliwangi Bandung. The study of theories that will be used as an analytic tool in this study is related to the theories of training, training effectiveness, and impact of the training. While the methods of the study will use qualitative methods that will see and watch-making training in the village conducting Cigugur Girang district. Parongpong Kab. West Bandung population that will be the object of study of 15 people, and the sampling is done by using Non Probability Sampling, Sampling Saturated. Conclusion The study shows that the conductivity Skills Training for Women in Rural Cugugur Girang district. Parongpong Kab. West Bandung done as training in general. After training the alumni develop by doing business receipts ketempilannya manufacturing services delivery, and have an impact on the increase in family life. Keywords: Skills Delivery, Women
MODEL ARTIKEL SURAT KABAR SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR MATA KULIAH MENULIS Abdurrokhman, Dede; Kamaluddin, Tamtam
P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 No. 1 Mei 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.636 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i1p59-63.165

Abstract

ABSTRAK?Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sudah tentu harus memiliki kemampuan menulis. Mereka secara formal digembleng melalui mata kuliah Menulis. Namun, kenyataannya tampaknya belum sesuai dengan harapan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tugas mata kuliah Kepenulisan Karya Ilmiah Populer masih banyak yang belum memenuhi kemampuan yang layak. Ini terutama dalam tugas membuat artikel yang akan di muat di media massa. Berdasarkan persoalan ini, menarik untuk diteliti tentang model tulisan artikel surat kabar atau koran. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberi alternatif pengayaan bahan ajar Mata Kuliah Menulis di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia. Untuk itu, perlu diketahui hal mendasar dari tulisan artikel surat kabar atau koran,? model apakah yang digunakan dalam penulisan artikel koran tersebut sekaligus bagaimana dapat dijadikan atau disusun sebagai alternatif bahan ajar dalam mata kuliah menulis.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik artikel pada surat kabar atau Koran adalah sebagai berikut. (a).Judul artikel koran itu singkat, specifik, informal, dan provokatif ; (b).Topik artikel koran itu aktual dan menarik, baik topik yang bersifat orisinal maupun berupa ide lanjutan (tulisan tanggapan, pengembangan); (c).Organisasi karangan artikel koran itu umumnya memiliki komposisi seperti : pendahuluan, isi, dan simpulan/penutup; permasalahan, uraian/bahasan, dan jawaban; tulisan ada yang disajikan atas sub topik, atau tanpa sub topik; paragraf yang digunakan merupakan paragraf yang padu; (d).Artikel Koran itu menggunakan bahasa yang lancar dan lugas sehingga enak dibaca dan mudah dipahami; (e). Diksi atau kata-kata yang digunakan dalam artikel koran itu umumnya kata bermakna denotatif; di samping, digunakan pula kata-kata bermakna konotatif yang jumlahnya tidak sebanyak denotatif; digunakan pula kata atau ungkapan khusus yang bermakna tertentu pula (sebagai tipikal) penulisnya; (f). Gaya tulisan artikel Koran itu umumnya bersifat serius, di samping terdapat pula gaya anekdot; (g). Nada tulisan artikel koran itu umumnya bernada informatif, disamping digunakan pula nada argumentatif, atau nada kritik; (h). Ukuran Artikel Koran itu umumnya berukuran sekitar 1.000-2.000 kata ; di samping terdapat pula yang berukuran di bawah 1.000 kata; atau berdasarkan hasil ketikan, sekitar 5-10 halaman kuarto dengan jarak dua spasi (sekitar 10-15 kilo bait, ketik komputer); (i). Waktu pemuatannya artikel koran, prinsipnya terbagi atas dua kelompok yaitu artikel yang termasuk memiliki calender of event, seperti artikel bertema tentang hari-hari besar nasional/keagamaan, dan yang diluar calender of event (eksklusif);?Kata Kunci: model karakteristik artikel koran??ABSTRACT Students Prodi Indonesian Language and Literature should certainly have the ability to write. They are formally trained through courses Writing. However, the reality seems to have not been in line with expectations. Based on the results of the task subjects Popular Scientific Authorship still many who do not meet the appropriate capacity. This is particularly the task of creating articles that will fit on the media. Based on these issues, interesting to study about the model writing newspaper articles or newspapers. We hope this research can provide alternative teaching material enrichment courses Prodi Writing in Indonesian language and literature. For that, keep in mind the basics of writing a newspaper article or newspaper, the model is used in writing newspaper articles is at once how it can be used or prepared as an alternative teaching materials in the course menulis.Hasil this study concluded that the characteristics of the article in a newspaper or Newspapers are as follows. (a) .Judul newspaper article was brief, specifik, informal, and provocative; (b) the actual newspaper article .Topik and attractive, both topics that are original or in the form of advanced ideas (written responses, development); (c) essay. Organisasi newspaper article generally has a composition such as: introduction, contents, and conclusions/ cover; issues, description / discussion, and answers; anyone writing on sub-topics presented, or without a sub-topic; paragraph used a coherent paragraph; (d) The paper .Artikel use the language fluently and straightforward so readable and easily understood; (e). Diction or words used in a newspaper article that generally worded denotative; in addition, also used the words connotative meaning that the amount is not as much as denotative; also used specific words or phrases that certain meaningful anyway (as typical) author; (f). Newspaper article writing style was generally serious, in addition there is also anecdotal style; (g). The tone of writing a newspaper article that generally pitched informative, besides also used argumentative tone, or tone of criticism; (h). The newspaper article size generally measuring approximately 1,000-2,000 words; in addition there are also measuring under 1,000 words; or based on the results of typing, about 5-10 quarto pages with a distance of two spaces (around 10-15 kilos of bait, type of computer); (i). Pemuatannya time newspaper articles, principally divided into two groups: the article that includes having a calendar of events, such as themed article about the great days of national/ religious, and beyond calender of event (exclusive); Keywords: model of the characteristics of a newspaper article