cover
Contact Name
Zulkifli Ahmad
Contact Email
zul_bio@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
technounkhair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Techno: Jurnal Penelitian
Published by Universitas Khairun
ISSN : 1978610X     EISSN : 25807129     DOI : -
TECHNO: Jurnal Penelitian diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun, dua kali terbit dalam setahun dengan jumlah artikel dalam sekali terbit sebanyak 8 tulisan.
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
PENGARUH PEMBERIAN SILASE RUMPUT SUDAN (Sorgum sudanensis) TERHADAP PRODUKTIVITAS TERNAK KAMBING KACANG sapsuha, yusri
TECHNO Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : TECHNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.567 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian silase rumput sudan (sorgum sudanense) terhadap produktivitas kambing kacang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian silase rumput sudan (Sorgum sudanensis) tidak berpengaruhnyata (p>0,05) terhadap pertambahan berat badan, konsumsi dan konversi ransum kambing kacang namun demikian dengan pemberian silase rumput sudan sampai dengan taraf 50% memperlihatkan pertambahan berat badan tertinggi.Kata Kunci : Kambing kacang, Silase, Rumput sudan (Sorgum sudanensis)
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (SOLANUM LICOPERSICUM MILL) VARIETAS TYRANA F1 PADA MEDIA PASIR rachman, idris abd.
TECHNO Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : TECHNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.567 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum licopersicum Mill) varietas Tyrana F1 pada media pasir. Penelitian ini dilaksanakan di Kel. Santiong, Kota Ternate Tengah. Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan yang dimulai dari bulan Oktober-Desember 2012 dan sampel pupuk kandang dianalisis di Laboratorium Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian IPB. Hipotesis dari penelitian ini adalah: (a) Dengan pemberian berbagi jenis pupuk kandang yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada media pasir. (b) Terdapat salah satu pupuk kandang yang berpengaruh  baik  terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat  pada media pasir. Rancangan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan kombinasi 4 jenis perlakuan pupuk kandang dan pasir yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu : N1 = 3 kg pasir : 3 kg pupuk kandang sapi, N2 = 3 kg pasir : 3 kg pupuk kandang ayam, N3 = 3 kg pasir : 3 kg pupuk kandang kambing, N4 = 3 kg pasir : 3 kg pupuk kandang kuda, setiap perlakuan di ulang sebanyak lima kali. Variabel yang di amati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah dan berat segar.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (a) Pemberian pupuk kandang memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter jumlah buah dan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap variabel berat segar, (b) Perlakuan pupuk kandang kambing, pupuk kandang ayam, dan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata pada variabel  jumlah buah dan berpengaruh sangat nyata pada variabel berat segar.Kata Kunci: Media Tanam Pasir, Pupuk Kandang, Tomat Varietas Tyrana F1
EFISIENSI ENERGI PADA JENIS TUNGKU DAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF UNTUK PRODUKSI SAGU LEMPENG rodianawati, indah
TECHNO Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : TECHNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.567 KB)

Abstract

ABSTRACT The aim of the study was to determine the thermal energy and energy efficiency of the use of stoves burning coconut shells, walnut shell and nutmeg shell. This study used a randomized block design (RBD) is simple with 6 treatment combinations experiment was repeated three (3) times so that there are 18 experimental units that modification furnace with coconut shell fuel (T1K1), modification furnace with nutmeg shell fuel (T1K2), modification furnace with walnut shell fuel (T1K3). IPB furnace with coconut shell fuel (T2K1), IPB furnace with nutmeg shell fuel (T2K2), and IPB furnace with shell walnuts fuel (T2K3). Parameters measured were the temperature of time and the amount of fuel. The results showed that the rate of energy (Qn) 281.82 - 311.18 kcal / h (highly significant); Fuel Consumption Rate (FCR) 2:08 - 3.90 kg / h (highly significant) and Efficiency furnace (εg) 1.92 - 4:37% (significantly different). The results showed that coconut shell, walnut shell and the shell of nutmeg can be used as an alternative energy in making lempeng sago. Keywords: efficiency, energy, coconut shell, walnut shell, nutmeg shell
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI KELAPA DAN PALA POLA SISTEM POLIKULTUR DI DESA SARAU KABUPATEN HALMAHERA BARAT ibrahim, karmila
TECHNO Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : TECHNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.567 KB)

Abstract

ABSTRAK Potensi pertanian Kabupaten Halmahera Barat yang dimiliki mengembangkan tanaman kelapa sebagai komoditi unggulan. Pola tanam petani kelapa lebih cenderung pada pola tanam polikultur, mayoritas petani tanaman kelapa sebagai tanaman utama dan tanaman sisipan adalah pala.Bertolak dari permasalahan diatas sehingga perlu dilakukan penelitian tentang analisis perbandingan pendapatan tanaman kelapa dan pala pola system polikultur. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pendapatan usahatani tanaman kelapa dan pala pada system pola polikultur, sedangkan metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Penentuan petani sampel menggunakan metode purposive sample yaitu penentuan sampel secara sengaja, sebanyak 40 petani yang mengusahakan tanaman kelapa dan pala.Analisis yang digunakan adalah analisis Pendapatan dan Biaya,untuk mengetahui perbedaan pendapatan usahatani kelapa dan pala pada system polikultur digunakan uji t. Pendapatan tanaman kelapa sebesar Rp. 11,702.245 sedangkan pala sebesar Rp. 11,316.475. Sedangkan hasil analisis uji beda, pendapatan tanaman kelapa lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan tanaman pala, hal ini dapat dijelaskan bahwa nilai ekonomi tanaman pala lebih tinggi karena harga jual hasil produksi pala lebih besar dibandingkan harga jual kelapa yang dalam bentuk kopra.Kata Kunci : Polikultur, Pendapatan,Uji Beda
STUDI AWAL PRODUKSI ASAP CAIR DARI TEMPURUNG KENARI (Canarium indicum L) talebe, yusnaini
TECHNO Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : TECHNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.567 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan kajian produksi dan komposisi senyawa kimia asap cair tempurung kenari (Canarium indicum L.) yang akan dijadikan dasar pada penelitian selanjutnya. Hasil yang diperoleh menujukkan bahwa asap cair dapat diproduksi dari tempurung kenari dan produksi total asap cair terbanyak diperoleh dari  hasil pirolisis pada suhu 400°C sekitar 48%. Secara general komposisi kimia asap cair yang belum destilasi lebih tinggi dibandingkan setelah mendapatkan perlakuan destilasi. Asap cair yang belum didestilasi mempunyai kadar fenol tertinggi sekitar 13,506% diperoleh pada suhu pirolisis 350°C dan terendah pada suhu pirolisis 400°C yaitu 10,746%, kadar karbonil tertinggi terdapat pada suhu pirolisis 350°C kira-kira 45,625% dan terendah pada suhu pirolisis 300°C adalah 34,167%, dan kadar asam asetat tertinggi pada suhu pirolisis 400°C yaitu 13,482% dan terendah pada suhu pirolisis 300°C sebanyak 12,380%. Sedangkan setelah destilasi  kadar fenol tertinggi diperoleh pada suhu pirolisis 300°C sekitar 3,831% dan terendah pada suhu pirolisis 400°C yaitu 1,720%, kadar karbonil tertinggi terdapat pada suhu pirolisis 350°C kira-kira 30,911%, dan  kadar asam asetat tertinggi pada suhu pirolisis 400°C yaitu 9,430% dan terendah pada suhu pirolisis 300°C sebanyak 8,366%.
ANALISIS NILAI DIGITAL RADIANSI CITRA ALOS AVNIR-2 BERDASARKAN MODEL HISTOGRAM DI SIDANGOLI DEHE KECAMATAN JAILOLO SELATAN KABUPATEN HALMAHERA BARAT effendi, rustam
TECHNO Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : TECHNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.567 KB)

Abstract

ABSTRAK Citra satelit yang digunakan dalam penelitian ini adalah Citra ALOS AVNIR-2 dengan resolusi spasial 10 m dan terdiri atas empat band yang terdiri atas tiga band merupakan spektral visible (cahaya tampak) dan satu gelombang merupakan spektral infrah merah.  Cakupan area dari citra ALOS AVNIR-2 yang digunakan dalam penelitian ini adalah wilayah Sidangoli Dehe Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat.  Adapu tujuan dari penelitian ini adalah menentukan nilai digital radiansi pada citra ALOS AVNIR-2 di Wilayah Sidangoli Dehe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan aplikasi algoritma dalam pengolahan dan analisis citra. Sebelum melakukan koreksi radiansi citra maka harus dilakukan pengolahan awal terhadap citra yang meliputi koreksi atmosferik, koreksi geometric, dan komposit citra. Hasil dari penelitian ini merupakan citra radiansi yang telah dikoreksi secara matematis dengan model algoritma melalui transformasi dari Nilai Digital (DN) yang merupakan bilangan berbasis 28.  Nilai digital citra radiansi tersebut terintegrasi secara langsung dengan histogram sehingga dapat divisualisasikan melalui julat gelombang spektral. Citra dari hasil penelitian ini diketahui bahwa nilai digital radiansi masing-masing band dari Citra ALOS AVNIR-2 yaitu band 1 dengan nilai 0 – 110 wm-2sr-1 μm-1, band 2 dengan nilai 0 – 121 wm-2sr-1 μm-1, band 3 dengan nilai 0 – 111 wm-2sr-1 μm-1, dan band 4 dengan nilai 0 – 170 wm-2sr-1 μm-1.Kata kunci : Citra ALOS AVNIR-2, Nilai Digital, Radiansi, Histogram, Sidangoli Dehe
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN RUMPUT LAUT Kappahycus alvarezii MENJADI MANISAN DI DESA INDARI KECAMATAN BACAN BARAT KABUPATEN HALMAHERA SELATAN pertiwi, reny tyas asrining
TECHNO Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : TECHNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.567 KB)

Abstract

ABSTRACT Over five years Indari is part of Bacan District of South Halmahera has a much seaweed cultivation recently, but yet a seaweed technology to produce as a food, because less of people able to manner as a food.  Applied science and technology needed to increase skills and expert in seaweed processing.  Rise of income and welfare are expectation from this programmer. One of the seaweed technologies offered is seaweed sweets. The methods are divided into several stages: First, consultation with local government. Second, phase of data collection that economic circumstances of local communities engaged in the cultivation of seaweed , by conducting a survey  are to collect , to investigate ,to interpret the data as contained thus would combined with secondary data. In this event, fishermen and seaweed farmers will be given the empowerments that are focused on information, demonstration, training and coaching. Activities conducting in Indari parts of South Halmahera district. Involving of six groups, each group consist of five people. Activities are demonstration as well sweets made. The participants have understood correctly it is proved that they have been able to practice and make sweets from seaweed in their home. It’s shown on monitoring and evaluation.  Thus, this activity could support income at surrounding society, especially the group of participants in the region.
STUDI AWAL PRODUKSI ASAP CAIR DARI TEMPURUNG KENARI (Canarium indicum L) talebe, yusnaini
TECHNO Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : TECHNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.567 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian produksi dan komposisi senyawa kimia asap cairtempurung kenari (Canarium indicum L.) yang akan dijadikan dasar pada penelitianselanjutnya. Hasil yang diperoleh menujukkan bahwa asap cair dapat diproduksi daritempurung kenari dan produksi total asap cair terbanyak diperoleh dari hasil pirolisispada suhu 400C sekitar 48%. Secara general komposisi kimia asap cair yang belumdestilasi lebih tinggi dibandingkan setelah mendapatkan perlakuan destilasi. Asap cairyang belum didestilasi mempunyai kadar fenol tertinggi sekitar 13,506% diperoleh padasuhu pirolisis 350C dan terendah pada suhu pirolisis 400C yaitu 10,746%, kadarkarbonil tertinggi terdapat pada suhu pirolisis 350C kira-kira 45,625% dan terendah padasuhu pirolisis 300C adalah 34,167%, dan kadar asam asetat tertinggi pada suhu pirolisis400C yaitu 13,482% dan terendah pada suhu pirolisis 300C sebanyak 12,380%.Sedangkan setelah destilasi kadar fenol tertinggi diperoleh pada suhu pirolisis 300Csekitar 3,831% dan terendah pada suhu pirolisis 400C yaitu 1,720%, kadar karboniltertinggi terdapat pada suhu pirolisis 350C kira-kira 30,911%, dan kadar asam asetattertinggi pada suhu pirolisis 400C yaitu 9,430% dan terendah pada suhu pirolisis 300Csebanyak 8,366%.
EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN DI DAS AKELAMO KABUPATEN HALMAHERA BARAT teapon, amiruddin
TECHNO Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : TECHNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.567 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengembangan penggunaan lahan untuk pertanian di DAS Akelamo belum didasarkan pada kemampuan atau daya dukung lahan sehingga mengakibatkan meluasnya lahan kritis.  Upaya penggunaan lahan secara berkelanjutan di DAS Akelamo maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan lahan, kesesuain penggunaan lahan untuk pertanian dan alternatif pengelolaan lahan di DAS Akelamo.  Penelitian ini menggunakan metode survei tanah dengan teknik penarikan sampel strata bertujuan (stratified purpossive sampling). Analisis kemampuan lahan mengacu pada sistem kalsifikasi kemampuan lahan United States Departement of Agriculture (USDA) yang dikemukakan dalam Agricultura Handbook No.210 (Klingebiel dan Montgomery, 1961 dalam Arsyad, 2010).  Hasil penelitian menunjukan kemampuan lahan di DAS Akelamo terdapat tujuh kelas yaitu kelas II seluas 9.672 ha (15 %),  kelas III seluas 13.141 ha (20 %),  kelas IV seluas 8.176 ha (12 %),  kelas V seluas 275 ha (0 %), kelas VI seluas 12.388 (19 %), kelas VII seluas 15.398 ha (23%) dan kelas VIII seluas 7.522 ha (11%). Kelas kemampuan lahan yang sesuai untuk pengembangan pertanian meliputi kelas II, III dan IV seluas 30.988 ha (47 %) dan tidak sesuai meliputi kelas V, VI, VII dan VIII seluas 35.583 ha (54 %).  Pada kelas kemampuan lahan yang sesuai (kelas II, III dan IV) dimanfaatkan untuk pertanian seluas 15.025 ha (48%) dan sisahnya dalam bentuk  penggunaan hutan seluas 13.259 ha (43%), semak belukar  seluas 2.100 ha (7%) dan pemukiman seluas 603 ha (2%). Alternatif pengelolaan lahan yang harus dilakukan untuk pengembangan pertanian pada lahan kelas II, III dan IV meliputi pembuatan saluran drainase, pemberian bahan organik, penanaman tanaman penutup tanah dan pupuk hijau, pengembangan pola tanam tumpanggilir atau tumpang sari, penerapan strip rumput dan pemberian mulsa.Kata Kunci : Penggunaan Lahan, Kemampuan Lahan, Alternatif  Pengelolaan Lahan, DAS Akelamo.
PENGARUH EDTA DAN ASAM GLUTAMAT PADA FITOAKUMULASI LOGAM NIKEL MENGGUNAKAN Brassica rapa DAN Ipomea reptana muliadi, muliadi
TECHNO Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : TECHNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.567 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitianfitoakumulasi logam berat nikel telah dilakukan dengan penambahan EDTA dan asam Glutamat menggunakan Brassica rapa dan Ipomea reptana. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan pengaruh  EDTA dan asam Glutamat pada fitoakumulasi nikel oleh Brassica rapa dan Ipomea reptana sebagai fitoakumulator dan hiperakumulator logam berat nikel. Metode analisis yang digunakan yaitu spektrofotometer serapan atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan fitoakumulasi logam nikel olehBrassica rapa dan Ipomea reptanasetelah penambahan  senyawa EDTA dan asam Glutamat mengalami peningkatan. Maksimum konsentrasi logam berat Nikel yang terakumulasi oleh Brassica rapa berdasarkan variasi konsentrasi EDTA yaitu 815.7 mg/Kg pada konsentrasi awalEDTA6.8x10-3 M dan Ipomea reptana sebesar692.9 mg/Kg pada konsentrasi EDTA 3.2x10-3 M. Maksimum konsentrasi logam berat Nikel yang terakumulasi oleh Brassica rapa berdasarkan variasi konsentrasi asam Glutamat yaitu 780.1 mg/Kg pada konsentrasi awal asam Glutamat13.6x10-3 M dan Ipomea reptana sebesar769.5 mg/Kg pada konsentrasi EDTA 6.8x10-3 M.Kata Kunci: Nikel, Fitoakumulasi, Brassica rapa, Ipomea reptana, EDTA, Asam Glutamat