cover
Filter by Year
TECHNO
Published by Universitas Khairun
TECHNO: Jurnal Penelitian diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun, dua kali terbit dalam setahun dengan jumlah artikel dalam sekali terbit sebanyak 8 tulisan.
Articles
60
Articles
Penggunaan Fly Ash Sebagai Bahan Tambah Pada Proses Pembuatan Mortar dengan Bahan Dasar Pasir Apung

Kabir, Dahri, Imran, Imran, Sultan, Mufti Amir

TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sumber daya alam yang terdapat di Kota Tidore Kepulauan, salah satunya berupa ketersediaan batu apung,yang telah dimanfaatkan untuk membuat bata pres. Di Kota Tidore juga terdapat abu batubara (fly ash) yang berasal dari PLTU yang dapat menggangu kenyamanan masyrakat sehingga batu bara ini di coba untuk bahan campuran bata semen untuk mengurangi beret semen dalam pembuatan bata semen. Tinjauan pada penelitian ini berupa sifat-sifat mekanis bata batu apung dan tahapan yang dilakukan antara lain : pengujian karakteristik material, perencanaan komposisi campuran 1PC : 4PS, dan variasi  limbah batu bara fly ash yang digunakan yaitu 0%, 10%, 20%, 30, 40% dan 50% dengan jumlah sampel 60 buah. Hasil dari penelitian ini adalah semakin besar bahan tambah fly ash semakin tinggi nilai kuat tekan, untuk bahan tambah fly ash sebagai bahan tambah semen menghasilkan kuat tekan bata 133,88 kg/cm², 150,87 kg/cm², 161,06 kg/cm², 196,40 kg/cm², 243,29 kg/cm², dan 243,29 kg/cm². Dalam syarat-syarat fisis menunjukan bata semen pasir apung berada pada tingkat mutu bata semen mutu I.

MORFOMETRI CANGKANG PADA GENUS Strombus DAN Cerithidea DI PANTAI KOTA TERNATE SELATAN

Ishak, Iklima, Ahmad, Zulkifli, Haerullah, Ade

TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Gastropoda merupakan salah satu sumber daya hayati yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Cangkang gastropoda sudah terpilin sejak masa embrio. Gastropoda umumnya bercangkang tunggal yang terpilin membentuk spiral dengan bentuk dan warna yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mencandra morfometri dan mendeskripsikan non-morfometri cangkang pada genus Strombus dan Cerithidea di tiga lokasi sampling, yakni pantai Bastiong, Fitu, dan Jambula dengan metode survei jelajah bebas. Teknik pengumpulan data meliputi morfometrik dan non morfometrik. Hasil penelitian genus Strombus dan Cerithidea ditemukan sebanyak 111 individu dari 14 jenis yang teridentifikasi. Parameter morfometri genus Strombus dan Cerithidea yang ditemukan di tiga lokasi sampling menunjukkan Panjang Cangkang (PC), Lebar Cangkang (LC), Lebar Kolumela (LK), Tinggi Aperture (TA) dan Lebar Aperture (LA) yang berbeda-beda, serta pengamatan non-morfometrik pada genus Strombus, berupa tipe cangkangnya concentric dan putaran cangkang sinistral, sedangkan pada genus Cerithidea tipe cangkangnya multispiral dan arah putaran dekstral. Kedua genus tersebut memiliki warna dan bentuk yang beragam.Kata Kunci:  Cangkang, Cerithidea, Kota Ternate, Morfometri, Strombus

Pengolahan Ikan Cakalang Asap (Katsuwonus pelamis) Dengan Penilaian Organoleptik

Husen, Aziz

TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Hasil penelitian mendapatkan kayu mangrove, sabut kelapa, tempurung kelapa dari ketiga bahan bakar tersebut  dapat mepengaruhi aroma dan rasa yang berbeda pada produk dan warnanya menjadi keemasan atau kecoklatan.  Tujuan utama untuk mendapatkan asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu terdiri dari uap dan partikel padatan yang berukuran sangat kecil agar penempelan dan pelarutan asap berjalan efektif sehingga memberikan rasa dan aroma yang khas pada ikan. Proses pengasapan yang digunakan adalah media drum tertutup ikan yang digunakan sebanyak 16 ekor.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengolahan ikan asap cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan analisis organoleptik.  Ikan yang diasapi dengan menggunakan suhu panas 880C-990C dengan pengasapan kontrol sehingga hasil pengasapan ikan merata.  Pengujian organoleptik sebanyak 26 panalis produk pengasapan ikan cakalang asap masih dapat diterima oleh panalis.  Pengujian penampakan dengan nilai tertingi rata-rata 7.76, sabut kelapa dengan nilai rata-rata 6.22, dan tampurung kelapa 6. Hasil pengujian ikan cakalang asap dengan menggunakan kayu mangrove, tampurung kelapa, sabut kelapa mendapatkan nilai sangat berbeda nyata untuk penampakan, rasa warna, tekstur, dan aroma. Kata kunci: Pengasapan ikan cakalang dengan penilain organoleptik

PENINGKATAN ILLUMINAN SELASAR KELAS GEDUNG FAKULTAS TEKNIK DENGAN PIPA CAHAYA

Amali, Utdin Furqon

TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemanfaatan cahaya matahari sebagai pencahayaan ruangan selama ini kurang optimal. Pemanfaatan bukaan pada dinding yang bersebelahan lansung dengan ruang luar optimal dapat menerangi ruangan dengan kedalaman dua (2) kali tinggi bukaan. Ditambah lagi apabila ruangan tersebut mempunyai tingkat privasi visual yang tinggi atau ruangan yang tidak berhubungan langsung dengan ruang luar, maka ruang tersebut akan sulit untuk dapat memanfaatkan cahaya matahari sebagai penerangan di dalam ruang pada siang hari. Dengan memanfaatkan pipa cahaya, yaitu ruang yang dimanfaatkan untuk mentranportasikan cahaya dan sinar matahari ke dalam ruangan yang berada jauh di dalam bangunan, diharapkan dapat meningkatkan penerangan di selasar kelas gedung fakultas teknik. Dengan menggunakan metode simulasi, dengan bantuan program DiaLux, kita dapat membandingkan pencahayan yang ada di dalam ruangan sesudah dan sebelum memanfaatkan pipa cahaya. Dari hasil simulasi tersebut dapat diketahui bahwa di dalam ruangan yang menggunakan pipa cahaya, penyebaran pencahayaan lebih merata dan tingkat kontras di dalam ruangan lebih rendah. Dengan demikian penggunaaan pipa cahaya, dapat meningkatkan keseragaman penyebaran pencahayaan di dalam ruangan dan menurunkan tingkat kontras di dalam ruangan.Kata Kunci: eksisting, illuminan, pipa cahaya, selasar 

PENGARUH UMUR DAUN PALA DAN JENIS PENGERINGAN TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEH HERBAL DAUN PALA

Lestari, Maya, Muhammad Saleh, Erna Rusliana, Rasulu, Hamidin

TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The purpose of this study for knowing the influnces by ege of nutmeg’s leaf and the type of drying are used to chemical and organoleptic properties of herbal tea by nutmeg’s leaf that produced. This study uses a randomized’s cluster design (RAK) factorial. Principal variable in this research is the analysis of chemical properties (antioxidant, moisture content, ash content, and crude fiber) and organoleptic (taste, color and smell).the old nutmeg’s leaf and the young with two drying type have chemical properties, namely: antioxidants 59.71% -76.83%, from 6.64 to 7.52% moisture content, ash content of 4.77% -6.66% and crude fiber 17.66% -24.02%. organoleptic properties: a sense of 3,06% -3,41%, 3,08% -3,48% aroma and color of 3,06% -3,25%. Herbal tea leaf is the best treatment young old nutmeg with a sun drying  (MM).Keywords: Herbal tea of nutmeg’s leaf, nutmeg’s leaf, the age of nutmeg’s and the drying type, chemical organoleptic properties

KERAGAMAN DAN HERITABILITAS GENOTIP JAGUNG MERAH ( Zea Mays L.) LOKAL

Herlinda, Gilsy, DAS, Sri Soenarsih, Syafi, Sarttika

TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen keragaman manakah yang paling mempengaruhi pada hasil tanaman jagung merah lokal serta nilai heritabilitas yang diakibatkan oleh ragam lingkungan atau ragam genetik. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Khairun Ternate, dengan ketinggian tempat 80 m dpl, mulai bulan September - November 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi langsung dan deskripsi heritabilitas genotip. Hasil analisis ragam karakter kuantitatif yang diperoleh menunjukkan keragaman genetik yang sempit nilai berkisar dari  2,00–42,19% ( agak rendah) dan 1,60-39,16% (rendah) di ikuti dengan nilai heritabilitas dalam arti luas yaitu 0,63-0,9%. Karakter kualitatif dengan peubah warna biji, warna bunga jantan, warna batang dan warna bunga betina dikendalikan oleh 2-3 gen dengan aksi gen Epistasis.Kata Kunci: Jagung Merah, Keragaman Genetik, Heritabilitas, Segregasi

KEANEKARAGAMAN JENIS KERANG (KELAS BIVALVIA) DI PERAIRAN PULAU SIBU KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN

Umagapi, Wirda A.Z., Muna, Lintal

TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Menurut Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, di Perairan Ternate, Tidore dan sekitarnya memiliki kekayaan hayati laut yang tinggi dan dapat dipastikan bahwa perairan ini merupakan bagian dari pusat kekayaan keanekaragaman laut dunia. Pulau Sibu merupakan pulau yang terletak di Desa Guraping Kecamatan Oba Utara Kabupaten Kota Tidore Kepulauan. Letak geografis Pulau Sibu adalah 0°43′28″LU127°34′50″BT ( Wikipedia, 2016). Kondisi geografisnya yang dikelilingi oleh tumbuhan mangrove dan karang memungkinkan pulau ini kaya akan biota laut, salah satunya adalah kerang yang dalam sistematikanya tergolong kedalam kelas Bivalvia. Selain itu, pulau ini oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dijadikan sebagai salah satu tempat wisata. Perlu adanya monitoring tentang kondisi biota laut yang berada di kawasan Pulau tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan dominasi kerang (kelas Bivalvia) di Perairan Pulau Sibu Kecamatan Oba Utara Kabupaten Kota Tidore Kepulauan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kuantitatif, yang berlokasi di Perairan Pulau Sibu Desa Guraping Kecamatan Oba Utara Kabupaten Kota Tidore Kepulauan. Adapun waktu penelitian yaitu selama 3 bulan mulai dari Agustus sampai dengan Oktober 2016. Penelitian ini menggunakan metode line transek, dengan panjang transek/lintasan sepanjang 50 m sebanyak 2 lintasan. Masing-masing lintasan terdiri dari 5 kuadran, dengan ukuran masing-masing kuadran 2x2 m. hasil penelitian di analisis dengan menggunakan indeks keanekaragaman jenis (H’) dan nilai dominansi (C). Hasil penelitian menunjukan bahwa keanekaragaman jenis kerang di peraian Pulau Sibu tergolong rendah dengan indeks keanekaragaman jenis rata-rata pada lintasan I yaitu 0,23 dan lintasan II 0,28. Nilai dominansi menunjukan bahwa Tridacna maxima mendominasi di perairan Pulau Sibu dengan nilai dominansi pada lintasan I 0,67 dan lintasan II 0,53 yang tergolong dominansi sedang. Kata Kunci : Bilvalvia, Keanekaragaman Jenis, Pulau Sibu

ANALISIS KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DAN BAKTERI Patogen (E. coli) DI PELABUHAN BASTIONG DAN PANTAI KAYU MERAH KOTA TERNATE

Sabar, Mesrawaty, Inayah, Inayah

TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Recently, the development of coastal zone becomes the center of attention and tends to increase their use. This situation is due to the limited availability of urban land, so investment led to the coastal area. The effect of land activities causes a negative impact on the environment, for example, is pollution. Organic waste is the main source of pollution that entering to beach and piling on coastal waters. The types of organic domestic waste are from household activities such as washing, rinse, carcasses of animals and plants, pesticide waste, pond, and hatchery activities. The study aims to analyze the content of organic matters and pathogens bacteria (E.coli) and to know the relationship of both above parameters. The study is conducted approximately one month at Bastiong Port and Kayumerah Beach on Ternate city, North Maluku Province. The observation parameters of BOD, COD, TSS, dissolved organic matter, and Bacteria E.coli are carried out on Productivity and Water Quality Laboratory of Hasanuddin University. The measurement of other parameters (pH, temperature, and salinity) is conducted by in situ. The result shows that the highest concentration of organic matter obtained at station 1 point 2, as same as bacteria found on the largest number on that station. On station 2 points 2 is obtained the lowest number of organic matter and also bacteria. The high content of organic matter on station 1 is due to the electricity industry that produces waste effluents i.e. oil. This waste cause increases organic matters in waters. Keywords: E.coli, dissolved organic matter, a bacterial pathogen

ANALISIS PROKSIMAT POTENSI BRIKET BIOARANG SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DI DESA KUSU, MALUKU UTARA

Jaja Miharja, Muhammad Hidayat

TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Telah dilakukan analisis proksimat potensi briket bioarang di Desa Kusu Maluku Utara. Hal ini dilakukan untuk mengetahui baku mutu dan standar dari briket bioarang yang dihasilkan agar sesuai dengan standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI 01-6235-2000. Penelitian dilakukan dengan cara mengambil sampel uji briket bioarang yang dihancurkan sampai diperoleh partikel halus dan homogen berukuran 150 mesh. Partikel tersebut selanjutnya dianalisis proksimat enam parameter dengan standar analisis ASTM D–3302 dan ASTM D–5142, yaitu parameter kadar air (inherent moisture), kadar air total (total moisture), kadar abu (ash), kadar zat volatil (volatile matter), kandungan energi (calorific value), dan kadar karbon (fixed carbon). Hasil penelitian menunjukan bahwa semua parameter memenuhi standar SNI, terkecuali parameter kadar zat volatil yang melebihi 1-1,5% dari standar yang ditetapkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara umum, briket bioarang Desa Kusu memenuhi standar briket dan ekspor serta membutuhkan perbaikan dan evaluasi pada kadar zat volatil.Kata kunci : Briket bioarang, kadar zat volatil

DISTRIBUSI KOMUNITAS PADANG LAMUN (Seagrass) DI PERAIRAN TANJUNG GOSALE KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN

Alhaddad, Muhammad Said, Abubakar, Salim

TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan adalah mengetahui distribusi jenis pada habitat dekat mangrove, habitat diantara mangrove dan terumbu karang serta habitat dekat terumbu karang, untuk mengetahui kepadatan, keanekaragaman jenis, dominasi jenis dan kemerataan jenis lamun pada habitat dekat mangrove,  habitat diantara mangrove dan terumbu karang serta habitat dekat terumbu karang, mengetahui persentase tutupan lamun di perairan tanjung Gosale Desa Guraping Kecamatan Oba Utara. Hasil penelitian diperoleh komposisi dan distribusi jenis lamun yang tumbuh di perairan Tanjung Gosale pada habitat diantara hutan mangrove dan terumbu karang yaitu sebanyak 5 jenis yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halopila minor, Halodule pinifolia dan Syringodium isoetifolium, selanjutnya habitat dekat hutan mangrove dengan komposisi jenis sebanyak 4 jenis yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halopila minor dan Halodule pinifolia. Sedangkan habitat yang memiliki komposisi jenis sedikit yaitu habitat dekat terumbu karang sebanyak 1 jenis yaitu Enhalus acoroides. Kepadatan jenis lamun lebih tinggi pada habitat diantara mangrove dan terumbu karang  dan terendah pada habitat dekat terumbu karang. Kepadatan jenis lebih tinggi terdapat pada jenis Thalassia hemprichii. Pola penyebaran menunjukkan semua jenis lamun yang menempati semua habitat memiliki pola penyebaran yang sama yaitu mengelompok. Sedangkan keankeragaman jenis lamun pada habitat dekat mangrove dan diantara mangrove dan terumbu karang tergolong sedang dan tidak ada jenis yang mendominasi serta penyebaran tiap jenis lebih merata. Sedangkan persentase luas tutupan lebih tinggi pada habitat diantara mangrove dan terumbu karang sedangkan terendah pada habitat dekat terumbu karang.  Kata Kunci : Distribusi, Keanekaragaman, Persentase tutupan lamun