cover
Filter by Year
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -
Articles
342
Articles
Aktivisme dan Kesukarelawanan dalam Media SosialKomunitas Kaum Muda Yogyakarta

Dewantara, Ramma Wisnu, Widhyharto, Derajat S.

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Aktivisme dan kesukarelawanan kaum muda dalam membentuk gerakan sosial telah mengalamipergeseran dari offl ine menuju online. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasiterutama dengan munculnya Web 2.0 yang membuat banyak realitas sosial diperlihatkan olehmedia baru tersebut. Salah satu turunan media baru ini adalah media sosial yang dianggapunggul dalam kecepatan mendistribusikan pesan. Media sosial juga menjadi “ruang publik baru”kaum muda untuk berbagi atau berdiskusi mengenai isu tertentu, bahkan sampai digunakansebagai tuntutan revolusi. Metode yang digunakan dalam penelitian media baru ini adalahwawancara mendalam dan focus group discussion. Temuannya memperlihatkan bahwa kaum mudaYogyakarta, yang terhimpun dalam berbagai komunitas, berhasil memanfaatkan media sosialsebagai penyeimbang, pengingat, dan suplemen gerakan baru komunitas kaum muda.

Analisis Keberlanjutan dan Pola Pengembangan Co-Operative Entrepreneurship Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A)

Utami, Ratih Apri

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pada tahun 2008 pemerintah melaksanakan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan(PUAP) yang disalurkan melalui Gapoktan sebesar 100 juta rupiah. Dana PUAP bertujuan sebagaistimulus agar dapat ditumbuhkan menjadi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) untukkeberlanjutan pembiayaan untuk petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis prosespenumbuhan LKM-A dan keberlanjutan LKM-A berdasarkan pendekatan kelembagaan, fi nansialdan nasabah, serta mengembangkan pendekatan yang dibutuhkan LKM-A menuju Co-operativeEntrepreneurship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKM-A Gapoktan Sejahtera sudahmemiliki keberlanjutan kelembagaan melalui manajemen organisasi dan skema pembiayaanselama satu musim tanam, keberlanjutan fi nansial didasarkan pada tingkat bunga/unit pinjamanlebih besar dari beban pembiayaan dan keberlanjutan nasabah melalui persepsi nasabah mengenaipenyaluran, pemanfaatan dan pengembalian dana PUAP (Pengembangan Usaha AgribisnisPerdesaan). Pola pengembangan LKM-A menuju Co-operative Entrepreneurship diawali melaluiproses penumbuhan LKM-A, analisis keberlanjutan berdasarkan pendekatan lembaga, fi nansial,

Kampanye Kreatif dalam Kontestasi Presidensial 2014

Arianto, Bambang

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang kemunculan model kampanye kreatif dalam kontestasi presidensial2014, yang lebih mengedepankan unsur kreativitas dan seni. Adapun bentuk-bentuk kampanyekreatif seperti video, musik, aplikasi game dan desain visual yang didukung oleh kemajuanteknologi informasi, telah mampu melakukan transformasi dari model kampanye konvensionalmenuju kampanye modern. Kemunculan kampanye kreatif dapat menjadi saluran komunikasipolitik yang efektif guna membangun budaya partisipatoris. Selain itu, kampanye kreatif sangatpositif dalam mendorong perubahan perilaku politik kewargaan yang kemudian melahirkanpolitik kegembiraan.Kata

Kodifi kasi dan Efektivitas Kebij akan Fiskal untuk Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca pada Industri Semen, Baja dan Pulp

Haryanto, Joko Tri, Martawardaya, Berly

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kegiatan industri dikenal sebagai salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca (GRK).Sumber emisi GRK dari sektor industri meliputi input energi, masukan non-energi, proses industridan limbah industri. Dengan demikian, sektor industri, tercatat sebagai salah satu sektor pentingdalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Penurunan Emisi GRK. Pelaksanaan aksi mitigasi di sektorindustri jelas memerlukan kerangka peraturan yang tepat. Kombinasi yang tepat dari kebij akandan instrumen fi skal yang diperlukan untuk mendorong pelaku industri menjadi aktif terlibatdalam upaya nasional untuk mengurangi emisi GRK di Indonesia. Permasalahannya, perluadanya koordinasi peraturan yang terkait upaya penurunan emisi GRK sektor industri di masingmasingKementerian/Lembaga (K/L) yang terkait khususnya Peraturan Menteri keuangan (PMKdan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenindustri). Untuk itulah penelitian ini dilakukandengan menggunakan kerangka analisis regulasi demi terciptanya koordinasi regulasi antaraPMK dan Permenindustri. Melalui mekanisme kodifi kasi tersebut, diharapkan terjadi peningkatanefektivitas kebij akan fi skal untuk mengurangi emisi GRK di sektor industri.

Kontestasi Kekuasaan dan Keteladanan Semu di Indonesia

Raditya, Michael HB

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kepemimpinan di Indonesia merupakan persoalan yang menarik untuk ditelaah. Jika bertolak daritataran diakronis, secara kronologis Indonesia telah mengalami pelbagai macam fase kepemimpinandan rezim. Ihwal ini dapat menjadi stimulan positif jika masyarakat dapat mengartikulasikanpengalaman bernegaranya dengan tepat. Kontestasi kekuasaan pun tidak dapat terhindarkan,terlebih setiap pemimpin melakukan persaingan dalam memperebutkan kekuasaan. Kontestasiini tidak hanya merujuk pada tingkat lokal, namun hingga tingkat nasional. Berbagai aspek punturut menjadi faktor utama dari kontestasi tersebut, seperti tipe kepemimpinan aristokrasi dandemokrasi, hingga perbedaan gender pemimpinnya. Ihwal tersebut turut mengejewantahkanbahwa keteladanan yang didasarkan atas beberapa kontekstual, bersifat pseudo, atau semu.Dalam mengupas ihwal tersebut, telaah yang digunakan merujuk pada pemahaman Barkerakan agen, dan Gramsci akan hegemoni. Tidak hanya itu, Kouzes dan Posner digunakan untukmenilik parameter keteladanan. Asumsi penulis, keteladanan merupakan unsur yang terciptauntuk menghegomoni agen di dalamnya. Bertolak dari mempertanyakan keteladanan, makapembahasan akan lebih mempertimbangkan aspek agen, hegemoni dan kuasa. Penulis menyadaribahwa tidak mungkin meneliti semua pola kepemimpinan yang ada di Indonesia, maka rujukancontoh kepemimpinan didasarkan pada beberapa contoh di era kolonial, orde lama, orde baru,dan pemerintahan kini. Penelitian ini mencoba untuk mengupas persoalan keteladanan dalamkepemimpinan yang kerap diunggulkan kepemimpinan yang ada di Indonesia.

Meneropong Kominda dari Perspektif Desentralisasi: Sebuah Diskusi tentang Posisi Intelij en Daerah dalam Logika Desentralisasi

Indrakrista, Niti Bayu

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini berisi diskusi konseptual mengenai posisi Komunitas Intelij en Daerah (Kominda)dalam kerangka desentralisasi di Indonesia. Sebagai instrumen pendukung kerja pemda,Kominda berkontribusi membantu mewujudkan pemerintahan yang kondusif. Meski demikian,Kominda belum menjawab tuntutan desentralisasi agar pemda bisa mewujudkan pemerintahanyang demokratis. Perlu pemahaman yang lebih mendalam mengenai paradigma baru sektorkeamanan, bahwa kehidupan demokratis dan kebebasan berpendapat merupakan aspek yangharus ditunjang oleh pemerintah, termasuk lembaga keamanan yang mendukungnya.

Communal Conflict in Indonesia: Contagious or Latent Issues?

Sujarwoto, Sujarwoto

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor sosial, ekonomi dan politik sengketa komunal yang terjadi di Indonesiadan menguji bagaimana sengketa komunal secara spasial terhubung antarkabupaten atau kota di seluruhIndonesia. Data bersumber dari Sensus Potensi Desa (Podes) tahun 2008 dan laporan statistik pemerintahyang berisi informasi mengenai sengketa komunal di seluruh kabupaten/kota di Indonesia (N kabupaten/kota= 465). Penelitian ini menemukan bahwa sengketa komunal di Indonesia terjadi akibat adanya faktorfaktorlaten di dalam kabupaten/kota. Dibandingkan dengan keragaman agama dan etnis, sengketa komunalmemiliki hubungan kuat dengan kemiskinan, ketimpangan ekonomi, elite capture dan lemahnya kapasitaskabupaten/kota dalam mengelola sumber-sumber fi skal daerah.

Implementasi Kebijakan Silvopastur di Cagar Alam Gunung Mutis dan Perlawanan Masyarakat Lokal

Kurniadi, Rahman, Rumboko, Lukas

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertolak pada permasalahan yang melatarbelakangi masyarakat sekitarhutan tidak mengindahkan larangan silvopastur di dalam kawasan Cagar Alam Gunung Mutissehingga berpotensi mengganggu kelestarian cagar alam tersebut. Metode yang digunakan adalaheksploratif kualitatif agar dapat memahami alasan masyarakat lokal melakukan perlawananterhadap larangan silvopastur. Sedangkan pendekatan pendekatan yang dipakai adalahteori akses ( Ribot & Peluso, 2003) untuk memahami berpengaruh atau tidaknya perlawananterhadap kegagalan implementasi kebij akan silvopasture. Data primer dikumpulkan dengancara wawancara dan observasi dari peternak, pihak pemerintah, LSM, dan pengusaha. Hasilpenelitian menunjukan bahwa masyarakat melakukan perlawanan terhadap larangan silvopasturkarena kebij akan tersebut tidak sesuai dengan konteks masyarakat lokal. Perlawanan tersebutberpengaruh pada impelementasi kebij akan silvopastur karena masyarakat lokal memilikikemampuan untuk mengambil manfaat dari sumber daya alam berupa rumput yang di dalamCagar Alam Gunung Mutis.

Intervensi Penyelenggaraan Pemilukada: Regulasi, Sumberdaya dan Eksekusi

Nuryanti, Sri

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Keputusan untuk menyelenggarakan pilkada serentak yang diadakan pada tanggal 9 Desember2015 merupakan bagian dari diskursus besar untuk memperbaharui sistem pemilu sehingga sistemitu paling sesuai dengan Indonesia dan khususnya mampu menjawab berbagai isu khususnyaterkait dengan efi siensi dari segi pembiayaan pilkada dan efektifi tas penyelenggaraan pilkada.Diskursus pilkada yang muncul di akhir 2014 penting untuk melihat bagaimana diskursus itu telahdidiskusikan menyeluruh khususnya berdasarkan fakta bahwa ada banyak pemimpin lokal yangmempunyai kualitas rendah yang dihasilkan oleh pilkada yang diselenggarakan secara langsung.Kajian ini akan mengupas intervensi penyelenggaraan pilkada langsung, dengan memperhatikankemampuan sumberdaya daerah, kemampuan keuangan dan pelaksanaan pilkada di lapangan.Tulisan ini mengisyaratkan perlunya intervensi baik regulatif maupun teknis agar pilkada yangdiselenggarakan di daerah dengan beragam kondisi tersebut dapat menghasilkan kepala daerahdan wakil kepala daerah yang lebih berkualitas.

Melayu di Atas Tiga Bendera: Konstruksi Identitas Nasionalisme Masyarakat Perbatasan di Kepulauan Batam

Dedees, Adek Risma

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang konstruksi identitas nasionalisme masyarakat perbatasandi Kepulauan Batam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-interpretatif, dengan unit analisapernyataan-pernyataan, cerita-cerita, dan pandangan informan tentang bayangan nasionalismemasyarakat perbatasan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa masyarakat perbatasan diKepulauan Batam mengaku mencintai dan membela Indonesia dengan kondisi yang ‘terbelah’,karena pada saat yang bersamaan juga beririsan dengan Melayu dan kemelayuan sebagai raisond’etre yang sifatnya lintas negara. Nasionalisme yang ‘terbelah’ ini disebabkan karena pertaliandan kedekatan bersama di bawah payung Melayu yang mampu mengalahkan kekuatan ideologinegara dan teritori yang memisahkan masyarakat perbatasan, baik Indonesia, Singapuramaupun Malaysia. Pengalaman sejarah dan pengalaman kultural bersama inilah yang kemudianmemberikan warna, corak, atau kekhasan tersendiri bagi masyarakat perbatasan di KepulauanBatam ketika membayangkan atau mendefi niskan nasionalisme tersebut.

Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 3 (2015) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 3 (2014) Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 1 (2013): Menimbang Birokrasi, Partai, dan Politik di Indonesia Vol 16, No 3 (2013): Gerakan Sosial (Baru) Pasca “Orde Baru” Vol 16, No 2 (2012): Mengelola Perbatasan Negara Vol 16, No 1 (2012): Politik Pengelolaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam Vol 15, No 3 (2012): Dinamika Politik Desentralisasi Vol 15, No 2 (2011): Dilema Tata Kelola Pemerintahan Vol 15, No 1 (2011): Kebijakan Sosial di Aras Lokal Vol 14, No 3 (2011): Membingkai Peran Politik Media Vol 14, No 2 (2010): Membedah Radikalisme di Indonesia Vol 14, No 1 (2010): Multikulturalisme dan Pergulatan Identitas Vol 13, No 3 (2010): Dinamika Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 2 (2009): Demokrasi dan Transformasi Institusi Tradisional Vol 13, No 1 (2009): Konflik dan Perdamaian Vol 12, No 3 (2009): Parpol dan Pemilu Vol 12, No 2 (2008): Media dan Demokrasi Vol 12, No 1 (2008): Gerakan Sosial Vol 11, No 3 (2008): Komunikasi Bencana Vol 11, No 2 (2007): Dinamika Politik Lingkungan Vol 11, No 1 (2007): Demokrasi Mencari Bentuk Vol 10, No 3 (2007): Kebijakan Sosial Politik Vol 9, No 3 (2006): Tarik Menarik Kepentingan dalam Media Masa Vol 10, No 2 (2006): Respon terhadap Tantangan Internasional Vol 10, No 1 (2006): Pemberdayaan Masyarakat Vol 9, No 2 (2005): Potret Ilmu-ilmu Sosial Vol 9, No 1 (2005): Demokrasi: Problema dan Manfaatnya Vol 8, No 3 (2005): Democratic Governance Vol 8, No 2 (2004): Tinjauan Kritis Globalisasi Vol 8, No 1 (2004): Representasi dan Keberpihakan dalam Media Vol 7, No 3 (2004): Peran dan Konstruksi Sosial tentang Perempuan Vol 7, No 2 (2003): Globalisasi dan Kemiskinan Vol 7, No 1 (2003): Neolibralisme: Refleksi Kritis Vol 6, No 3 (2003): Dinamika Negara dan Masyarakat Sipil Vol 6, No 2 (2002): Perkembangan dan Potret Ilmu Sosial Vol 6, No 1 (2002): Kebijakan Publik: Perspektif Alternatif Vol 5, No 3 (2002): Kebijakan dan Manajemen Publik Vol 5, No 2 (2001): Otonomi Lokal dan Keindonesiaan Vol 5, No 1 (2001): Khasanah Gerakan Sosial Vol 4, No 3 (2001): Refleksi Nasionalisme Indonesia Vol 4, No 2 (2000): Menggugat Kajian Media dan Kebebasan Pers Vol 4, No 1 (2000): Reformasi Kelembagaan Politik Vol 3, No 3 (2000): Kekerasan, Keberdayaan, dan Demokrasi Vol 3, No 2 (1999) Vol 3, No 1 (1999) Vol 2, No 3 (1999) Vol 2, No 2 (1998) Vol 2, No 1 (1998) Vol 1, No 3 (1998) Vol 1, No 2 (1997) Vol 1, No 1 (1997)