Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Articles 255 Documents
Uji Kemampuan Alang-alang (Imperata cylindrica) sebagai Bahan Penutup Alas Kandang Broiler

Prakoso, Hardi ( Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Bengkulu Jalan Raya Kandang Limun, Bengkulu, Telp (0736) 21170 Pst 219. )

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKKandang system postal sering menimbulkan dampak buruk pada ayam, kerena kontak langsung dengan litter yang basah dan bau. Kondisi yang demikian menjadikan broiler tidak nyaman, dan mengalami gangguanpernafasan. Kemudian pada gilirannya performans ayam menjadi menurun. Guna mengatasi dampak negatip tersebut, maka alas kandang perlu diberi bahan penutup (litter). Penelitian ini berupaya menggantikan sekam padi dengan alang-alang sebagai bahan penutup alas kandang broiler. 120 ekor anak ayam broiler umur tujuh hari (satu minggu) secara acak dialokasikan ke dalam dua perlakuan sekam padi dan alang-alang, sebagai bahan penutup alas kandang broiler. Setiap perlakuan digunakan tiga aras ketebalan sebesar empat, tujuh, dan 10 cm, dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Pengamatan dilakukan selama lima minggu, dan pengumpulan data dilakukan setiap minggu. Variabel yang diukur terdiri dari temperatur litter, kadar air litter,dan pertambahan berat badan broiler. Data yang diperoleh dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alang-alang sebagai bahan penutup alas kandang broiler berbeda sangat nyata lebih tinggi terhadap temperatur litter dan kadar air litter, tetapi berbeda tidak nyata terhadap rataan pertambahan berat badan, bila dibandingkan dengan sekam padi. Dapat disimpulkan bahwa alang-alang dapat menggantikan sekam padi sebagai penutup alas kandang broiler.Kata Kunci : Alas kandang, Litter, Sekam Padi, Alang-alang, Temperatur Litter, Kadar Air Litter, Pertambahan Berat Badan

Pengaruh Level Protein dan Suplementasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) terhadap Kualitas Karkas Broiler

Qotimah, Siti ( Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Jalan Raya W. R Supratman, Kandang Limun, Bengkulu 38371 ) , Santoso, Urip ( Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Jalan Raya W. R Supratman, Kandang Limun, Bengkulu 38371 ) , Soetrisno, Edi ( Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Jalan Raya W. R Supratman, Kandang Limun, Bengkulu 38371 )

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh level protein dan suplementasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) terhadap kualitas karkas broiler. Sebanyak 72 ekor broiler umur 21 hari dikelompokkan menjadi 6 kelompok perlakuan dengan 3 ulangan, masing-masing ulangan berisi 4 ekor broiler. Rancangan acak lengkap dengan 2 faktor (2x3) digunakan dalam penelitian ini, yaitu 2 level suplementasi ekstrak daun katuk (4,5 g/kg dan 9 g/kg) dan 3 level protein (19%, 17% dan 15%). Variabel yang diamati meliputi warna karkas, berat karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi level ekstrak daun katuk berpengaruh nyata terhadap warna karkas (P<0,05), tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase berat karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level protein berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap warna karkas, cooking loss dan drip loss, tetapi berpengaruh nyata terhadap persentase berat karkas (P<0,05) dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap meat bone ratio. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa suplementasi ekstrak daun katuk pada level 9 g/kg meningkatkan warna karkas. Pemberian pakan berprotein 15% menurunkan persentase karkas dan meat bone ratio. Pemberian level protein dan suplementasi ekstrak daun katuk tidak menunjukkan adanya interaksi untuk meningkatkan kualitas karkas broiler.Kata kunci : ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) , protein, kualitas karkas

Kajian tentang Penetasan Telur Walet (Collocalia fuciphaga)

Saepudin, Rustama ( Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Jalan Raya Kandang Limun Bengkulu Telp. (0736) 21170 Pst 219. )

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenetasan merupakan alternatif upaya meningkatkan populasi walet terutama di gedung walet. Sehingga sistem panen buang telur yang menghasilkan kualitas dan kualitas sarang yang optimal dapat dilakukan. Namun demikian keberhasilan penetasan menggunakan mesin tetas masih rendah. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang baiknya penanganan dan kurang tepatnya kondisi lingkungan sekitar. Oleh karena itu pada penelitian ini dikaji aspek penetasan pada londisi lingkungan yang diatur dan penangan telur yang lebih baik Hasil yang didapatkan adalah rata-rata bobot telur yang ditetaskan adalah 1,81±0,23 gram dengan ukuran dimensi panjang telur rata-rata 20,00 ± 0,96 mm dan Lebar telur 12,00 ± 0,94 mm, bobot tetas rata-rata 1,25 – 1,66 gram, jadi persentase bobot tetas adalah sekitar 69-90%. Berdasarkan hasil coding, tingkat fertilitas telur walet adalah 78,83 % dengan daya tetas 26,84 %Kata kunci: Penetasan, mesin, bobot, dimensi, persentase liingkungan

Feed Utilisation and Productive Performance Impact of Work on Female Ruminant (A Review)

Dwatmadji, Dwatmadji ( Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Jalan Raya Kandanglimun Bengkulu. Telp. (0736) 21170 Pes. 219 )

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPengaruh kerja per se terhadap performans ternak betina sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Hal ini disebabkan karena hasil-hasil penelitian yang dipublikasi mempunyai variasi yang cukup lebar dalam beberapa hal, termasuk didalamnya adalah perbedaan dalam lama kerja, beban kerja, jenis pakan yang digunakan, dan lingkungan tempat penelitian dilakukan. Review ini akan mencakup beberapa hasil penelitian diseluruh dunia, terutama dari negara-negara berkembang yang sampai saat ini masih bergantung pada penggunaan ternak kerja betina. Pada review ini akan dibahas pengaruh kerja pada ternak betina terhadap penggunaan pakan (konsumsi pakan dan kecernaan) dan performans produksi (produksi susu, komposisi susu, berat badan, dan fisiologi reproduksi).Kata kunci: review, ternak kerja, betina, fisiologi.

Performans Pertumbuhan Ayam Peraskok sebagai Ayam Potong Belah Empat serta Nilai Income Over Feed and Chick Cost

Kususiah, Kususiyah ( Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu )

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKAyam Peraskok adalah ayam hasil persilangan antara ayam ras petelur betina dengan ayam buras jantan jenis Ayam Bangkok.  Produksi telur ayam ras petelur yang tinggi dan performans perdagingan Ayam Bangkok yang relatif baik disinyalir dapat menyediakan permintaan konsumen akan ayam buras dengan lebih baik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans pertumbuhan Ayam Peraskok sebagai ayam buras potong belah empat serta nilai income over feed and chick cost. Sebanyak 45 ekor anak ayam (DOC) Peraskok dipelihara kedalam 3 petak kandang, masing-masing petak kandang berisi 15 ekor sebagai ulangan.  Sebagai pembanding digunakan 20 ekor DOC ayam buras jenis Ayam Kampung dan dipelihara ke dalam 2 petak kandang, sehingga masing-masing petak kandang berisi 10 ekor  sebagai ulangan.  DOC dipelihara sampai umur potong belah empat yaitu ketika berat badan mencapai 700 g.  Peubah yang diukur meliputi: pertambahan berat badan, umur potong belah empat, konsumsi ransum, konversi ransum, dan income over feed and chick cost.  Data yang diperoleh ditabulasi dan dibahas secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur potong belah empat Ayam Peraskok dicapai pada umur 10 minggu dengan total konsumsi ransum 2.699,20 g per ekor, konversi ransum 3,95, dan income over feed and chick cost sebesar Rp. 8.319,98 per ekor.   Umur potong belah empat pada Ayam Kampung dicapai pada umur 12 minggu dengan konsumsi ransum sebesar 3.392 g per ekor, konversi ransum 4,63, dan income over feed and chick cost Rp. 6.245,08 per ekor.  Disimpulkan bahwa performans pertumbuhan Ayam Peraskok sebagai ayam buras potong belah empat lebih baik dan lebih menguntungkan dibanding ayam buras jenis Ayam Kampung.Kata kunci : Performans Peraskok, Income Over Feed and Chick Cost

Suplementasi Minyak Ikan Lemuru dan Niacin terhadap Kolesterol dan Trigliserida Serum Darah Kambing Lokal

Kuswady, Emran ( Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bengkulu Jalan Museum no 4 Bengkulu, Telp. (0736)21934 )

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan minyak ikan lemuru dan niacin terhadap kandungan kolesterol (kolesterol total, K-LDL dan K-HDL) dan trigliserida serum darah kambing lokal.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah taraf pemberian minyak ikan lemuru (0%, 1% dan 2 %) dan faktor kedua pemberian niacin 0 ppm dan 400 ppm, tiap  kombinasi perlakuan diulang 4 kali. Kambing lokal yang digunakan sebanyak 24 ekor dengan umur sekitar 6 bulan dan berjenis kelamin jantan. Pakan yang diberikan berupa konsentrat dengan kandungan protein 14% sebanyak 1% dari bobot badan dalam bentuk bahan kering.Sedangkan pakan hijauan yang diberikan sebanyakminimal 10% dari bobot ternak. Pengamatan dilakukan selama 2 bulan dengan masa adaptasi lebih kurang 2 minggu. Kandang yang dipergunakan adalah kandang panggung dengan system individual dengan ukuran 1.5 x 2 m/ 4 ekor. Variabel yang diambil meliputi: Kadar kolesterol total, kadar LDL ( Low Density Lipid) dan HDL (Hight density Lipid) serum darah dan trigliserida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi (P>0,05) antara minyak ikan lemuru dan niacin pada kandungan kolesterol, LDL dan HDL dalam serum darah kambing. Namun terhadap kandungan trigliserida menunjukkan interaksi (P<0,05). Perlakuan lemuru 2% secara nyata (P<0,05) menurunkan kadar kolesterol darah kambing (97.92 mg/dl) dan kadar HDL serum menjadi 29.25 mg/dl. Sedangkan kadar LDL pada perlakuan pemberian minyak ikan lemuru 2% secara nyata (P<0,05) mengalami penurunan ( 44.95 mg/dl). Demikian juga halnya dengan perlakuan pemberian niacin 400 ppm secara  nyata (P<0,05) menyebabkan kolesterol turun (109.46 mg/dl), LDL turun ( 61.62 mg/dl). Sedangkan kandungan trigliserida dipengaruhi secara nyata (P<0,05) oleh pemberian minyak ikan lemuru dan Niacin, kombinasi perlakuan minyak ikan lemuru 2% dan Niacin 400 ppm mampu menurunkan kadar Trigliserida serum darah menjadi 99.46 mg/dl.Kata kunci: Niacin, Minyak ikan lemuru, Kolesterol, HDL, LDL, Trigliserida.

Peningkatan Indeks Warna Kuning Telur dengan Pemberian Tepung Daun Kaliandra (Calliandra calothyrsus) dan Kepala Udang dalam Pakan Itik

Sahara, Eli ( Staf Pengajar Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya )

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKTelur itik yang berasal dari pemeliharaan intensif banyak yang pucat, sehingga kurang disukai oleh konsumen. Hal ini disebabkan oleh perobahan pola pemeliharaan dari sistem gembala ke sistem terkurung karena pada sistem terkurung pakan yang diberikan adalah campuran konsentrat, menir dan dedak. Sumber pigmen penguning warna kuning telur dapat diperoleh dari hijauan seperti daun katuk, lamtoro, kaliandra dan kangkung serta dari hewani seperti limbah udang. Pada penelitian ini digunakan 30 ekor itik umur ± 6 bulan yang dibagi dalam 3 perlakuan dan 10 ulangan dengan masing-masing ulangan terdiri dari 1 ekor itik. Perlakuan 1 adalah RB 100%, perlakuan 2 adalah RB + K 6% + CU 3% dan perlakuan 3 adalah RB + K 6% + CU 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan R1 (ransum basal + 6% kaliandra + 3% kepala udang) dapat meningkatkan indeks warna kuning telur dengan skor 11, dan perlakuan R2 (ransum basal + 6% kaliandra + 6%kepala udang) dengan skor 10. Tidak terdapat pengaruh perlakuan kaliandra dan kepala udang terhadap konsumsi ransum dan efisiensi ransum, sedangkan untuk produksi telur terdapat variasi antar individu itik untuk masing-masing perlakuan yaitu itik pada perlakuan R0 hanya 40% yang bertelur, itik pada perlakuan R1 60% yang bertelur dan itik pada perlakuan R2 80% yang bertelur. Kalau dilihat untuk masing-masing perlakuan, itik yang berproduksi telur tinggi untuk perlakuan R0 adalah 75%, R1 yang berproduksi tinggi adalah 66.7% danR2 yang berproduksi tinggi hanya 50%.Kata Kunci : Itik, daun kaliandra, kepala udang, indeks warna kuning telur

Pengaruh Pemberian Produk Fermentasi dari Bacillus Subtilis Terhadap Kadar Nitrogen, Asam Urat dan Amonia dalam Feses Broiler

Santoso, Urip ( Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Jalan Raya Kandang Limun, Bengkulu. Telp. (0736) 2170 pst.219. )

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh produk fermentasi dari Bacillus subtilis (PFBS) terhadap kadar asam urat, total nitrgen dan amonia dalam feses broiler. Empat puluh ekor ayam broiler umur 7 hari dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, yaitu 0% PFBS (Kontrol), 0,5% PFBS, 1% PFBS dan 2% PFBS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa N-urate pada broiler yang diberi 1% PFBS pada minggu kedua adalah yang terendah. Pemberian 2% PFBS mempunyai N-urate yang tertinggi. Pemberian 2% PFBS pada mingu kedua dan ketiga mempunyai kadar N-amonia yang lebih tinggi daripada kelompok lainnya. Pemberian 1% atau 2% PFBS menurunkan produksi gas amonia pada minggu keempat. Lebih lanjut hasil penelitian menunjukkan bahwa PFBS berpengaruh tidak nyata terhadap kadar nitrogen total, asam urat dan amonia dalam feses. Dapatdisimpulkan bahwa pemberian 1-2% PFBS mampu menurunkan produksi gas amomia.Kata kunci: Bacillus subtilis, nitrogen, amonia, asam urat

Suplementasi Serbuk Kulit Nenas serta Mineral Cu dan Zn dalam Ransum dan Pengaruhnya terhadap Kandungan Antioksidan Susu Kambing

Mardalena, Mardalena ( Fakultas Peternakan Universitas Jambi, Kampus Pinang Masak, Jl. Raya Jambi – Ma. Bulian Km 15 Ma. Jambi 36136 Jambi )

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKSuatu penelitian in vivopenggunaan pakan suplemen yang mengandung serbuk kulit nenas (SKN) + mineral Zn 25 ppm dan Cu 10 ppm sebagai sumber antioksidan dilakukan untuk meningkatkan antioksidan dan kolesterol susu. Kambing perah Etawah yang berada pada laktasi kedua dengan produksi rata-rata 0.467 liter per ekor per hari digunakan pada penelitian ini. Ransum basal terdiri dari rumput gajah (Pennisetum purpureum) dan konsentrat komersial mengandung 12.6% protein kasar (500 g/ekor/hari). Perlakuan terdiri dari rumput gajah +konsentrat sebagai kontrol (C), C+ pakan suplemen mengandung 2.4% SKN+mineral, C+pakan suplemen mengandung 3.6%SKN+mineral dan C+pakan suplemen mengandung 4.8%SKN+mineral. Variabel yang diamati adalah produksi susu dan produksi susu 4%FCM, laktosa susu, lemak susu, protein susu dan antioksidan susu kambing. Data dianalisa menggunakan Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (p<0.05) diantara perlakuan terhadap laktosa susu dan antioksidan susu, tetapi tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0.05) terhadap produksi susu, produksi susu 4%FCM (Fat Corrected Milk), lemak susu, dan protein susu. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah suplementasi serbuk kulit nanas 4.8% dan mineral Zn 25 ppm+ Cu10 ppm sebagai sumber antioksidan meningkatkan antioksidan susu kambing.Kata kunci: Suplementasi, serbuk kulit nenas, antioksidan.

Pengaruh Substitusi Konsentrat Daun Kering Kaliandra (Calliandra Calothyrsus) terhadap Jumlah Produksi 4% FCM, Lemak, Bahan Kering, Bahan Kering Tanpa Lemak, Protein, dan Laktosa Susu Sapi Perah Fries Holland

Djaja, Willyan ( Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran ) , Kuswaryan, S. ( Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran ) , Tanuwiria, U.H. ( Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran )

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilaksanakan di kelompok peternak sapi perah Harapan Jaya, kabupaten Sumedang,dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pemberian daun kering Kaliandra yang menyubstitusi konsentrat terhadap produksi susu sapi perah Fries Holland. Percobaan menggunakan 16 ekor sapi Fries Hollands(FH) dan dibagi menjadi empat kelompok. Perlakuan terdiri dari R1 (jerami+100% konsentrat), R2 (rumput+90% konsentrat+10% daun kering Kaliandra), R3 (rumput+80% konsentrat+20% daun kering Kaliandra), dan R4 (rumput+70% konsentrat+30% daun kering Kaliandra). Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok dan pengujian dilanjutkan dengan uji kontras ortogonal. Perlakuan meningkatkan jumlah produksi 4% FCM susu sapi perah Fries Holland tetapi di antara perlakuan Kaliandra sendiri berpengaruh tidak nyata. Perlakuan R3 memberi hasil susu lebih banya k dibandingkan dengan R1,R2 dan R4. 2) Perlakuan tidak secara nyata (P>0,05) meningkatkan jumlah produksi komponen susu berdasarkan c) Jumlah produksi bahan kering tanpa lemak susu perlakuan R3 lebih bbanyak dibanding R1,R2 dan R4. d) Jumlah produksi protein susu perlakuan R3 lebih banyak dari pada R1;R2 dan R4. e) Jumlah produksi laktosa perlakuan R1, R2, R3, dan R4 masing-masing sebesar 0,454±0,136; 0,551±0,110; 0,558±0,089; dan 0,515±0,101 kg/ekor/hari. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan bahwa untuk penerapan di lapangan agar produksi susu meningkat dan memberi manfaat ekonomi sebaiknya digunakan daun kering Kaliandra sebanyak 20% sebagai pengganti konsentrat.Kata kunci: FCM susu, sapi perah, bahan kering, laktosa susu.

Page 1 of 26 | Total Record : 255