cover
Contact Name
Hasan
Contact Email
jurnal.opsi@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
eko_nsby072@upnyk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
OPSI
Published by UPN Veteran Yogyakarta
ISSN : 16932102     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal OPSI adalah Jurnal Optimasi Sistem Industri yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai wahana publikasi hasil karya ilmiah, penelitian rekayasa teknologi di bidang Teknik Industri, Sistem Industri, Manajemen Industri dan Teknologi Informasi.
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
PENERAPAN SIX SIGMA UNTUK PENANGANAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK Nursubiyantoro, Eko; Setiawan, Darmawan Agus
OPSI Vol 11, No 1 (2018): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.285 KB)

Abstract

Kualitas lampu pijar secara umum ditentukan dari parameter terangnya lampu, bentuk bola lampu, dan bentuk filament yang berpijar saat lampu menyala. Jika lampu pijar pada tahap jauh dari ketiga kriteria tersebut maka lampu dikatakan tidak berkulitas dan dinyatakan reject. Penelitian dilakukan pada mesin exhaust departemen produksi lampu pijar PT GE Lighting Indonesia, data yang digunakan adalah jumlah produk jadi dan produk cacat di mesin exhaust, serta Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecacatan. Pengolahan data dilakukan dengan cara menghitung tingkat dan peluang kecacatan, menghitung DPMO, membuat paretto diagram, dan Fishbone diagram. Nilai sigma dari mesin exhaust berada pada kisaran 4,6 σ, nilai ini cukup bagus untuk proses produksi namun perlu ditingkatkan melalui perbaikan-perbaikan lain secara terus-menerus. Kecacatan paling banyak dijumpai pada mesin exhaust adalah patah poli dengan prosentase 69,8%. Faktor utama penyebab kecacatan adalah setting mesin yang kurang tepat dan bagian poli sendiri rapuh karena suhu pembakaran dari proses sebelumnya kurang tepat.   
PERENCANA PENGEMBANGAN INDUSTRI DI PROPINSI KALIMANTAN TIMUR DENGAN MENGINTEGRASIKAN METODE LOCATION QUOTIENT DAN ANALISIS BERTINGKAT (ANALYTICAL HIERARTYCAL PROCESS) Sutejo, Bambang; Amin, Mohammad Koirul; Sari, Sari
OPSI Vol 11, No 1 (2018): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.462 KB)

Abstract

Kopetisi di dunia yang semakin ketat diera globalisasi dan perdagangan bebas APEC, mengharuskan pengembangan industri provinsi Kalimantan Timur, Industri di propinsi Kaltim terdapat kesenjangan wilayah yang cukup besar antara Pulau Jawa dan Luar Pulau Jawa, diantaranya dalam hal jumlah unit usaha industri besar dan sedang, kontribusi sektor industri non migas, investasi sektor industri PMA dan PMDN, serta luas lahan kawasan industriHasil perhitungan Location Quotient (LQ) Tahun 2016, maka secara rata-rata dapat diidentifikasikan sektor-sektor yang merupakan sektor basis (nilai LQ>1) adalah sektor Pertambangan dan Penggalian (dengan sub sektor basis : Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Tanpa Migas dengan nilai LQ masing-masing sebesar 3,81 dan 10,12) dengan nilai LQ keseluruhan 5,95. Sektor Pertambangan dan Penggalian merupakan sektor yang memiliki keunggulan sehingga mampu memenuhi kebutuhan di dalam Provinsi Kalimantan Timur serta mempunyai potensi untuk diekspor ke daerah di luar Kalimantan Timur. Sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian adalah sektor yang mampu menjadi sektor basis dominan di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur. Hasil analisis Klassen Tipology terhadap PDRB Provinsi Kalimantan Timur tahun 2015-2016 sektor yang dikategorikan sebagai sektor potensial, yaitu sektor yang mempunyai kontribusi rata-rata tinggi namun tertekan yaitu sektor “Pertam-bangan dan Penggalian” dan Industri Pengolahan. Pembangunan ekonomi dengan mengacu pada kedua sektor tersebut selain berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi juga akan berpengaruh pada perubahan mendasar dalam struktur ekonomi. Sektor “Pertanian”, “Listrik, Gas dan Air Bersih”, “Bangunan”, Perdag. Hotel dan Restoran”, Pengangkutan dan Komunikasi”, Keuangan Persewaan, dan Jasa Perusahaan”, dan “Jasa-Jasa” termasuk ke dalam sektor berkembang, Sementara sektor-sektor yang tergolong ke dalam sektor prima dan terbelakang tidak memiliki kontribusi dan nilai pertumbuhan
PERENCANAAN KEBUTUHAN KAPASITAS PRODUKSI PADA SP ALUMINIUM Risal, Wawan K; Puryani, Puryani; Nursubiyantoro, Eko
OPSI Vol 10, No 1 (2017): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.014 KB)

Abstract

PT SP Aluminium merupakan perusahaan manufaktur yang khusus memproduksi perlengkapan dapur, seperti wajan, panci, dan sebagainya. Strategi pemenuhan permintaan dilakukan dengan strategi produksi make to stock. Bahan baku utama yang digunakan untuk memproduksi produk-produk tersebut adalah aluminium. Pemasaran produk SP aluminum dilakukan melalui berbagai distributor di berbagai daerah dengan menyuplai wajan yang dipesan oleh para distributor sesuai dengan estimasi distributor terhadap permintaan wajan pada daerah masing-masing. Tujuan penelitian agar perusahaan dapat melakukan perencanaan kebutuhan kapasitas produksi sesuai dengan kapasitas produksi yang tersedia pada lantai produksi sehingga mampu mendistribusikan wajan kepada distributor dalam jumlah yang tepat. Kekurangan kapasitas produksi yang terjadi dapat diambil kebijakan terbaik untuk mengatasi kekurangan kapasitas.Hasil penelitian terjadi kekurangan kapasitas pada stasiun kerja Pencetakan Wajan Super ukuran 15 dan 16, Gerinda, Bubut, dan Polish. Kekurangan kapasitas yang terjadi diselesaikan terlebih dahulu dengan melakukan overtime selama tiga jam. Kemudian, kekurangan kapasitas yang masih terjadi pada stasiun kerja Bubut di periode delapan dan tiga puluh satu sebesar 68,43 menit dan 943,44 menit diselesaikan dengan cara mengsubkontrakkannya ke mitra perusahaan.
USULAN PERBAIKAN TINGKAT PENCAHAYAAN PADA RUANG PRODUKSI GUNA PENINGKATAN OUTPUT PRODUK PEKERJA DENGAN PENDEKATAN TEKNIK TATA CARA KERJA Primadi, Shelfian Dumas; Lucitasari, Dyah Rachmawati; Muhsin, Ahmad
OPSI Vol 9, No 01 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.524 KB)

Abstract

PT XYZ Yogyakarta adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri plastik dengan hasil produksi  adalah botol plastik, jurigen, drum plastik, dan lain-lain. PT XYZ memiliki stasiun kerja ruang produksi khusus dimana terdapat 6 mesin utama dan setiap mesin terdapat 1 operator untuk menyeleksi kualitas produk. Masalah utama yang terjadi  adalah masih rendahnya nilai pencahayaan dalam ruangan produksi khusus yang ditandai dengan  pekerja yang mengeluhkan kelelahan mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki tingkat pencahayaan yang dibutuhkan guna meningkatkan output produk pekerja. Dalam penelitian ini digunakan penentuan tingkat pencahayaan di stasiun kerja ruang produksi khusus dan penentuan jumlah kebutuhan pencahayaan untuk meningkatkan produktivitas pekerja dengan pendekatan teknik tata cara kerja. Berdasarkan analisis hasil penelitian jumlah lampu yang sebaiknya dipasang adalah sejumlah 2 titik lampu penerangan dengan daya sebesar 90 watt, dimana saat ini terpasang pada saat ini adalah sejumlah 1 titik penerangan dengan daya 45 watt. Jumlah produksi per shift sebesar 16048 buah produk meningkat dari yang sebelumnya sebesar 13568 buah produk. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penilitian ini dapat meningkatkan output produksi perusahaan.
ANALISIS BEBAN KERJA MEKANIK PADA DEPARTEMEN PLANT DENGAN METODE WORK SAMPLING (STUDI KASUS PADA PT XYZ) Rafian, Muhammad Ade; Muhsin, Ahmad
OPSI Vol 10, No 1 (2017): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.599 KB)

Abstract

Tenaga kerja merupakan sumber daya yang penting selain bahan baku, modal, metode, dan mesin. Kualitas dan kuantitas tenaga kerja harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan, upaya efektif dan efisien menunjang tercapainya tujuan. PT XYZ Nusantara bagian Plant adalah bagian workshop yang pegerjaannya masih menggunakan bantuan tenaga manusia. Apabila salah satu dari dua mekanik tidak bekerja dengan baik seperti bermain hp saat sedang bekerja, mengobrol, terlalu lama saat service equipment, dan meninggalkan lokasi saat proses berlangsung akan berpengaruh pada terget penyelesaiaan service. PT XYZ Nusantara membutuhkan pengukuran waktu kerja untuk mengetahui waktu baku dan tingkat produktivitas yang dihasilkan oleh mekanik bagian workshop, khususnya pada bagian service sebuah equipment.Untuk menyelesaikan permasalah yang dihadapi, akan digunakan metode work sampling. Metode work sampling merupakan pengukuran kerja dengan pengamatan untuk menilai aktivitas kerja mesin ataupun tenaga kerja.
ANALISA POSTUR KERJA DENGAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) PADA OPARATOR MESIN EXTRUDER DI STASIUN KERJA EXTRUDING PADA PT XYZ Wijaya, Irfan Syah Aji; Muhsin, Ahmad
OPSI Vol 11, No 1 (2018): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.132 KB)

Abstract

PADA PT XYZ merupakan produsen makanan ringan terkemuka yang ada di Indonesia. Divisi snack Garing adalah salah satu divisi produksi yang ada di PADA PT XYZ memiliki masalah pada bagian Extrude , dimana operator mesin yang tidak bisa memasukan adoan secara teratur kedalam mesin yang membuat hasil pilus menjadi jelek, tidak bulat sempurna dan cenderung gampang menggumpal saat digoreng. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah postur operator yang berpengaruh terhadap kenyamanan dan mudah lelahnya operatorMetode dalam analisis posteur kerja yang digunakan adalah Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk mengetahui tingkat bahaya pada postur kerja operator serta membandingkan posisi operator saat mengambil dan memasukan adonan kedalam mesin Extruder baik itu dalam posisi duduk dan dalam posisi berdiri. Metode RULA menganalisis postur, gaya, dan gerakan suatu aktifitas yang dapat menyelidiki tingkat resiko yang dihasilkan oleh aktifitas tersebut.Hasil dari analisis posturkerja menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) diketahui bahwa posisi duduk operator yaitu posisi 1A, dan 1B serta posisi berdiri operator yaitu posisi 2A dab 2B pada saat mengambil dan memasukan adonan kedalam mesin Extruder, semuanya memiliki nilai final 7 dan action level 4 yang menunjukan menunjukkan bahwa penyelidikan dan perubahan dibutuhkan sesegera mungkin. Berdasarkan analisis metode RULA dapat disimpulkan bahwa penyebab mudah pegal dan lelahnya operator yang mengoprasikan mesin Extruder adalah karena postur kerja yang kurang ergonomis sehingga menurunkan tingkat keteraturan operator dalam memasukan adonan kemesin yang dapat menurunkan kualitas produksi.
ANALISIS INTENSITAS CAHAYA PADA AREA PRODUKSI TERHADAP KESELAMATAN DAN KENYAMANAN KERJA SESUAI DENGAN STANDAR PENCAHAYAAN Guntur, Bobby; Putro, Gunawan Madyono
OPSI Vol 10, No 2 (2017): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.09 KB)

Abstract

Keselamatan dan kenyamana kerja merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, salah satunya adalah pencahayaan ruangan. Intensitas cahaya adalah banyaknya cahaya ada pada suatu luas permukaan, merupakan aspek lingkungan fisik yang sangat penting untuk keselamatan dan kenyamanan kerja.Dalam penelitian ini  menggunakan metode ergonomi dengan tujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh menteri kesehatan pada tiap area sesuai dengan jenis kegiatan yang ada. Pengambilan data menggunakan alat pengukur cahaya yaitu luxmeter dan menentukan tingkat pencahayaan ruangan yang standar sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No.1405/MENKES/SK/XI/2001. Dari hasil pergukuran langsung intensitas cahaya pada masing-masing area produksi dengan menggunakan luxmeter bahwa area produksi mendapatkan pencahayaan yang tertinggi yaitu 236 lux, namun masih tidak sesuai standar yang di tentukan oleh menteri kesehatan yaitu 300 lux. Oleh karena itu intensitas cahaya diseluruh area produksi untuk saat ini masih kurang baik bagi keamanan dan kenyamanan pekerja. Untuk meningkatkan intensitas cahaya pada area produksi agar dapat memenuhi standar pencahayaan yaitu 300 lux maka setiap area produksi diperlukan penambahan jumlah lampu atau penggantian jenis lampu di setiap area produksi.
ANALISIS STRATEGI PEMBANGUNAN DESA WISATA DI SENTRA PENGRAJIN KERIS Hardiyanto, Agus; Soejanto, Irwan; Berlianty, Intan
OPSI Vol 11, No 1 (2018): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.971 KB)

Abstract

Yogyakarta banyak memiliki potensi wisata baru, salah satunya adalah sentra pengrajin keris Banyumurup yang telah mengembangkan kerajinan tersebut sejak tahun 1950-an. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi wisata yang dimiliki Dusun Banyumurup dan merancang strategi pengembangan desa wisata. Metode yang digunakan untuk mengetahui strategi pengembangan yaitu melalui analisis SWOT dengan cara menganalisis faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dengan matriks EFAS dan IFAS. Matriks EFAS (External Factor Analysis Summary) digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang berupa peluang dan ancaman yang dihadapi. Matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian diketahui total nilai tertimbang matriks IFAS pengunjung sebesar  2,5073 . Total nilai tertimbang EFAS pengunjung sebesar 2,221. Faktor internal yang dimiliki yaitu suasana khas pedesaan, melihat proses pembuatan keris, pemandangan alam yang indah, keramahan masyarakat, terdapat bangunan bersejarah. Sedangakan faktor eksternal yaitu melestarikan budaya Jawa, meyerap tenaga kerja, pemanfaatan teknologi untuk media promosi, kesan positif dari wisatawan yang pernah berkunjung, perluasan segmen wisatawan dari berbagai minat seperti fotografi, pendidikan atau penelitian.
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) BERDASARKAN JOB ORDER COSTING Soejanto, Irwan; Nursubiyantoro, Eko; Awalu, Widya Margi Putra
OPSI Vol 9, No 01 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.465 KB)

Abstract

PT. Harpa Inti Mandiri adalah perusahaan yang memproduksi Tas Kulit dengan merek dagang Alra. Penentuan harga pokok produksinya pada saat ini dengan cara mengitung rata – rata total biaya kebutuhan produksi, sehingga berakibat harga pokok produksi belum akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan harga pokok produksi yang lebih akurat yakni dengan menggunakan job order costing, sehingga diharapkan memberi kemudahan dalam menentukan kebijakan penentuan harga jual dengan biaya pabrikasi bersih. Hasil penelitian diperoleh harga pokok produksi tas handle besar sebesar Rp 672.988,00/pcs dengan harga pokok produksi sebelumnya adalah Rp 474.321,00/pcs dengan selisih Rp 153.667,00/pcs. Harga pokok produksi tas dennis sebesar Rp 544.829,00/pcs dengan harga pokok produksi sebelumnya adalah Rp 346.161,00/pcs dengan selisih Rp 198.668,00/pcs. Harga pokok produksi tas tomson sebesar Rp 615.988,00/pcs dengan harga pokok produksi sebelumnya adalah Rp 417.321,00/pcs dengan selisih Rp 198.667,00/pcs.
ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PERFORMANSI LINE MACHINING PROPELLER SHAFT UNTUK PRODUK FLANGE MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) Ningrum, Novia Setya; Muhsin, Ahmad
OPSI Vol 9, No 2 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.567 KB)

Abstract

PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur perakitan truk dan bis, perakitan komponen dan ekspor suku cadang. Dalam proses produksi seringkali terjadi gangguan pada mesin atau peralatan yang digunakan, sehingga mengganggu jalannya proses produksi. Departemen machining propeller shaft PT HMMI yang memproduksi produk flange mengharapkan agar mesin yang beroperasi dapat menghasilkan produk sesuai dengan target produksi yang diinginkan. Dalam penelitian ini, akan dilakukan identifikasi efektivitas mesin menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). OEE adalah metode pengukuran yang digunakan untuk menentukan performansi suatu mesin atau pelatan guna menjaga mesin atau peralatan tersebut pada kondisi yang baik. Dengan semakin tinggi nilai overall equipment effectiveness (OEE) maka biaya produksi akan lebih rendah namun kualitasnya tetap terjaga. Metode ini tidak memperhitungkan biaya pengoperasian peralatan melainkan menghitung availability, performance efficiency, dan quality rate sebagai indikatornya.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada line machining propeller shaft untuk produk flange di PT Hino Motors Manufacturing Indonesia dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), nilai OEE sebesar 81,1% belum memenuhi target standar JIPM sebesar 85%. Rendahnya nilai OEE disebabkan karena downtime mesin sehingga mesin tidak bekerja produktif, waktu terbuang dan tidak menghasilkan produk stabil.