cover
Filter by Year
Interior Design
ISSN : -     EISSN : -
The Interior Design section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of interior design. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from creating built environment and designing spaces such as for apartment-building, houses, shops, offices, and public facilities (e.g hotels, airport, shopping mall, and hospital) among others.
Articles
110
Articles
‚Äč
JAKARTA MULTIFUNCTION HALL

Freditia, Adimas Imbang ( Institut Teknologi Bandung ) , Handoko, Bagus ( Institut Teknologi Bandung )

Interior Design Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Interior Design

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Melihat banyaknya isu permasalahan yang ditemukan di setiap gedung serbaguna yang ada, maka penulis mengangkat kasus ini sebagai bahan tugas akhir. Permasalahan yang timbul di berbagai gedung serbaguna disebabkan karena kurangnya fasilitas dan tidak selarasnya fasilitas yang dimiliki gedung dengan kebutuhan kegiaan yang akan terselenggara. Maka dari itu dibutuhkan perencanaan pembuatan gedung serbaguna yang bisa mengakomodir beberapa aktifitas atau kegiatan antara lain, resepsi pernikahan, seminar, dan pameran.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi terbaik bagi pengelola gedung serbaguna dalam menggunakan gedung serbaguna untuk mengadakan beberapa kegiatan yang berbeda baik kegiatan besar ataupun kecil. Penggunaan fasilitas yang sama untuk beberapa kegiatan yang jarang ditemukan di gedung serbaguna lainnya memberikan nilai lebih agar Jakarta Multifunction Hall bisa berjalan sesuai dengan tujuannya yaitu mengakomodir segala kebutuhan yang dibutuhkan untuk beberapa acara yang berbeda. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa perancangan gedung serbaguna yang maksimal dapat dilakukan dengan meberikan fasilitas yang dapat mengakomodir kebutuhan setiap acara yang berbeda agar bisa berjalan dengan maksimal.

MUSEUM SENI BUDAYA YOGYAKARTA

Sanyoto, Amie

Interior Design Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Interior Design

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan bangsa yang dikenal dengan kemajemukan seni budayanya. Seni budaya Jawa merupakan salah satu seni budaya di Indonesiadengan Yogyakarta sebagai pusat dari seni budaya Jawa yang memiliki kekhususan tersendiri. Pelestarian seni budaya di Indonesia merupakan halyang penting sebagai bentuk ketahanan terhadap intervensi eksternal budaya luar. Museum merupakan fasilitas yang dapat menjadi sarana pelestarianbudaya. Museum juga memiliki fungsi edukasi, pelestarian, dan konservasi. Perancangan Museum Seni Budaya Yogyakarta ini bertujuan untukmelestarikan dan mengenalkan secara luas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan seni budaya Yogyakarta. Perpaduan gaya khas budayaYogyakarta dan gaya modern yang ditunjang dengan sejumlah teknologi interaktif diharapkan dapat menjadikan museum sebagai pusat konservasibudaya yang bersifat edukatif, informatif, dan juga rekreatif.Kata Kunci: Seni budaya, Konservasi, Edukasi, Yogyakarta

REVITALISASI INTERIOR MUSEUM ZOOLOGI KOTA BOGOR

Soesilo, Aninditya S. ( Institut Teknologi Bandung ) , Isdianto, Budi ( Institut Teknologi Bandung )

Interior Design Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Interior Design

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara yang terkenal dengan kekayaan alamnya, salah satunya adalah keanekaragaman fauna. Hal ini melatarbelakangipembangunan sarana konservasi dan pusat informasi bidang zoologi, Museum Zoologi Bogor. yang telah bergerak di bidangnya selama lebih dariseratus tahun ini melayani masyarakat di bidang edukasi dan informasi. Seiring dengan perkembangan teknologi dan zaman, Museum Zoologi Bogortidak banyak melakukan perubahan pada materi, maupun aspek fisik bangunan yang dapat mencapai visi dan misi museum serta Hal ini menjadikanMuseum Zoologi Bogor berkesan kuno dan konservatif. Upaya revitalisasi interior dilakukan untuk memperbaharui dan memperbaiki fungsi dantujuan museum, sesuai dengan permasalahan yang ada, agar visi dan misi museum dapat tercapai dengan baik.Kata Kunci:, Fauna, Edukasi, Informasi, Teknologi, Bogor

REKREASI WISATA DANAU GEDEBAGE

Riski, Diliyan ( Institut Teknologi Bandung ) , Darmawan, Ruly ( Institut Teknologi Bandung )

Interior Design Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Interior Design

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakBandung merupakan salah satu kota yang terkenal karena destinasi wisatanya, salah satunya adalah wisata alamnya. Hal ini melatarbelakangi pembangunan tempat rekreasi yang memanfaatkan keindahan alamnya. Gedebage adalah kota yang berencana membuat wilayahnya lebih teratur dengan basis smart city yang tentunya membuat kota lebih efisien. Salah satu rencana yang akan dibuat adalah pembangunan danau danau resapan dan juga tempat wisata skala kota. Dengan adanya dua rencana pembangunan tersebut dibuatlah rancangan yang menggabungkan keduanya yaitu menjadikan danau resapan di Gedebage sebagai tempat rekreasi alam yang terpadu. Upaya perancangan interior dibutuhkan untuk mendukung terciptanya tempat relaksasi yang sesuai dengan konsep pembangunan dan juga sesuai dengan tujuan tempat rekreasi.Kata Kunci:, Wisata Bandung, RTRW Gedebage, Smart City, Danau

STUDI PERANCANGAN FASILITAS HOTEL RESORT DI BATU KARAS UNTUK MEMFASILITASI POTENSI SURFING

Ramadhan, Fadel ( Institut Teknologi Bandung ) , Handoko, Bagus ( Institut Teknologi Bandung )

Interior Design Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Interior Design

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakDewasa ini, minat masyarakat untuk berpariwisata semakin meningkat sehingga banyak bermunculan alternatif untuk melakukan pariwisata ataupun rekreasi, hal ini di indikasikan akibat banyaknya masyarakat yang jenuh terhadap aktivitasnya sehari-hari dan membutuhkan hiburan ataupun relaksasi sejenak dari aktivitasnya tersebut Aktivitas yang memiliki banyak interaksi dengan alam saat ini menjadi alternatif bagi masyarakat untuk berekreasi. Wisata pantai salah satunya, wisata ini banyak menawarkan aktivitas olahraga ataupun hiburan seperti surfing yang saat ini semakin banyak di geluti oleh masyarakat.Batu Karas merupakan salah satu pantai di Jawa Barat yang memiliki potensi besar terhadap wisata pantainya khususnya untuk olahraga surfing, namun fasilitas akomodasi fisik yang ada belum berkembang dengan baik dan tidak sebanding terhadap minat pengunjung yang tinggi terutama untuk surfer. Daerah ini membutuhkan pengembangan fasilitas publik untuk memenuhi segala kebutuhan surfer selama berada di Batu Karas.Kata Kunci : hotel, resort, surfing, wisata alam, Batu Karas

KAJIAN ARSITEKTURAL DAN FILOSOFIS BUDAYA TIONGHOA PADA KELENTENG JIN DE YUAN, JAKARTA

Adhiwignyo, P.K. Dewobroto ( Institut Teknologi Bandung ) , Handoko, Bagus ( Institut Teknologi Bandung )

Interior Design Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Interior Design

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakSebagai bangunan keagamaan sekaligus bangunan cagar budaya, Kelenteng Jin De Yuan, Jakarta memiliki nilai strategis dan historis. Nilai strategis meliputi peranannya sebagai salah satu bangunan pusat kebudayaan Tionghoa di Jakarta, sementara nilai historis meliputi keberadaannya sebagai bangunan tua sekaligus kelenteng tertua di Jakarta; Kelenteng Jin De Yuan menjadi salah satu elemen fisik utama pada perkembangan kawasan Pecinan paling tua di Jakarta, yakni kawasan Pecinan Petak Sembilan, Kelurahan Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.Kelenteng Jin De Yuan, Jakarta juga dikenal sebagai bangunan kelenteng yang mengikuti gaya asli (vernakular) pencitraan desain dan arsitektur bangunan keagamaan di Cina Selatan; sehingga juga memiliki elemen-elemen fisik dan non-fisik yang secara umum memiliki kesamaan dengan ciri/karakteristik elemen-elemen fisik dan non-fisik pada bangunan keagamaan di Cina SelatanTujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami aspek fisik dan non-fisik yang terkandung pada bangunan utama Kelenteng Jin De Yuan, Jakarta berikut keterkaitan antara keduanya; serta mengetahui dan memahami persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara desain dan arsitektur bangunan utama Kelenteng Jin De Yuan, Jakarta dengan ciri/karakteristik desain dan arsitektur bangunan keagamaan di Cina Selatan.Teori-teori yang dikaji pada penelitian ini berasal dari tinjauan studi literatur mengenai kebudayaan masyarakat Tionghoa secara umum, baik di Cina Selatan maupun di Indonesia; serta mengenai ciri/karakteristik desain dan arsitektur bangunan keagamaan di Cina Selatan, baik secara fisik maupun non-fisik (filosofis).Penelitian ini memfokuskan pembahasan mengenai aspek fisik dan non-fisik pada Kelenteng Jin De Yuan, Jakarta. Aspek fisik dikaji melalui pendekatan desain dan arsitektural, sementara aspek non-fisik dikaji melalui pendekatan filosofis. Aspek fisik pada penelitian ini meliputi fasad bangunan, tata ruang, serta elemen-elemen arsitektur dan interior di dalamnya; aspek non-fisik meliputi elemen-elemen filosofis berdasarkan kaidah-kaidah religi dan fengshui.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penjelasan deskriptif secara kualitatif pada bangunan kelenteng, mulai dari halaman depan, bangunan utama, serta bangunan pendukung di sebelah samping (sisi barat dan sisi timur) dan belakang (sisi utara). Hasil dari penjelasan deskriptif tersebut kemudian dilanjutkan dengan perbandingan/komparasi melalui analisis komparatif yang terdiri atas analisis umum menurut kaidah-kaidah ciri/karakteristik desain dan arsitektural bangunan keagamaan di Cina Selatan; serta analisis khusus menurut kaidah-kaidah religi dan fengshui. Hasil dari analisis komparatif tersebut akan menjelaskan keberadaan Kelenteng Jin De Yuan, Jakarta sebagai bangunan keagamaan yang mengikuti gaya asli pencitraan desain dan arsitektur bangunan keagamaan di Cina Selatan dengan berbagai persamaan dan perbedaannya.

NUR MADANI YOUTH ISLAMIC CENTER

Zhafran N, Mohammad Farras ( Institut Teknologi Bandung ) , Ramadin, Tendy Y ( Institut Teknologi Bandung )

Interior Design Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Interior Design

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakAgama islam memiliki tiga aspek pokok yang harus diperhatikan, yaitu aspek Aqidah (keimanan), aspek Syariah (norma dan hukum), dan aspek Akhlak (moral atau budaya). Masuknya modernisme di Indonesia tanpa filtrasi yang baik karena perkembangan teknologi yang tak terkontrol menyebabkan penurunan moral pada banyak pemuda-pemudi di Indonesia. Penyeimbangan ketiga aspek tersebut akan sangat menentukan kemajuan umat islam, maka dibutuhkan fasilitas yang mampu mengakomodasi ketiganya, yaitu sebuah Islamic Center. Sebuah ruang publik yang berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah, bersifat modern, simple, dan inovatif agar menarik antusiasme pemuda-pemudi yang sebagian besar sudah mengenal desain.Kata Kunci : Islam, Youth, Modern, Human

STUDI FASILITAS RUANG PELATIHAN PENERBANG DI CURUG

Halim, Aldina Junanti ( Institut Teknologi Bandung ) , Wibisono, Andriyanto ( Institut Teknologi Bandung )

Interior Design Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Interior Design

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Indonesia dikenal memiliki wilayah yang luas dan terdiri dari banyak pulau. Dibutuhkan transportasi yangrelevan untuk mengakomodir kebutuhan warga negaranya, salah satunya dengan menggunakan trasnportasiudara. Keperluan akan sarana dan prasarana yang layak, agar kebutuhan tersebut terpenuhi dengan baik. Halyang menjadi sorotan utama adalah keahlian sang pengemudi pesawat, karena memiliki tanggung jawab penuhdengan keselamatan penumpangnya. Kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang mahir dan terapildalam mengemudikan alat penerbangan maupun navigator yang mengatur lalu lintas udara, untukmeminimalisirkan kesalahan di udara. Oleh sebab itu, perkembangan dunia penerbangan ini perlu pembinaankhusus dalam pengembangannya. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun sekolah pilot yang mumpuni.// //

MUSEUM FOTOGRAFI ANALOG (ANALOG PHOTOGRAPHY MUSEUM)

Sesiria, Juliva ( Institut Teknologi Bandung ) , Y. Ramadin, Tendy ( Institut Teknologi Bandung )

Interior Design Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Interior Design

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Fotografi adalah sebuah kegiatan dimana seorang juru foto atau fotografer mengabadikan sebuah momentum atau kejadian dalam suatu gambar untuk kemudian dapat dikenang di kemudian hari. Bagaimana sebuah momen tersebut menjadi suatu yang iconic, yang dapat diceritakan kembali, dan dapat mengingatkan pada sebuah kejadian yang penting.Fenomena jejaring sosial pada masyarakat membuat suatu pemikiran bahwa siapapun, dimanapun, dan alat apapun yang mereka pakai, mereka dapat menjadi fotografer. Masyarakat dengan teknologi yang sudah semakin maju terdorong untuk menggunakan kamera dalam keseharian mereka, seperti kamera telepon genggam dan kamera digital. Berfoto di tempat menarik, dengan orang terdekat, kemudian mengunggahnya ke jejearing social membuat suatu hal dalam foto tersebut menjadi terkenal seketika.Museum merupakan suatu kasus perancangan yang sangat menantang untuk dibahas. Museum memiliki lingkup eksplorasi desain yang tak terbatas. Mulai dari bagaimana mengatur pemikiran dan perilaku pengunjung di dalam museum, memperlakukan objek museum sebagai benda special dengan nilai sejarah yang tinggi, sampai bagaimana membuat museum tersebut dapat menjadi sarana edukasi yang tidak membosankan.// //

PERSIB SOCCER YOUTH ACADEMY

Irawan, Boby ( Institut Teknologi Bandung ) , Y. Ramadin, Tendy ( Institut Teknologi Bandung )

Interior Design Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Interior Design

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sepakbola merupakan jenis olahraga yang paling digemari di Indonesia. Dari banyak masyarakat di dalamnya, terdapat remaja-remaja berbakat di bidang tersebut. Sayangnya olahraga menjadi kebutuhan sekunder bagi masyarakat urban serta terdapat fenomena nyata di mana kurangnya perhatian klub-klub sepak bola di Indonesia terhadap pengembangan pemain mudanya. Sehingga penulis merancang Persib Soccer Youth Academy dengan tujuan dapat meluruskan stagnasi pemikiran yang terus menerus ada di lingkup akademi persepakbolaan tanah air. Kemudian mengembangkan serta menemukan bakat-bakat baru tak terbatas dengan sistem, pelatihan, serta fasilitas memadai bagi para Atlet Muda. Serta mampu memperkuat kebersamaan yang dibalut dalam tema Modern Open Space yang dihasilkan dari unsur elemen-elemen Interior. Dengan metode studi observasi dan komparasi terkait sarana sejenis.// //