cover
Filter by Year
Edu-Physics
ISSN : -     EISSN : -
Articles
23
Articles
Pendidikan Moral Siswa terhadap Peningkatan Pertimbangan Moral (Suatu Analisis Komparasi terhadap Penggunaan Metode Pengajaran)

Rizalman, Rizalman ( Fakultas Tarbiyah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi )

Edu-Physics Vol 3 (2012)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The mode of leaming in teaching moral education widely adopted in Indonesia is the Lecture Question Answer (QA) method lest lope d from the Values Inculcation cpproarh. This method has lent itself to that negative interpretation. The present study is an attempt tit investigating the influences of moral education methods in order to find out a method that is more appropriate to the characteristics and the objectives of moral education in Indonesia. One independent variable, one moderator variable, and one dependent variable were involved in the study. This research is experimental in nature and was performed using a 2 X factorial design. The research sebjects were randomly selected from the students of MAL Laboratorium IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, and they were also randomly assigned to perform the research treatments. The subjects moral judgment stages were meawured using the Kolrlbergs moral judgment stage structure. A two way anova was then performed to analyze the data.

Pembuatan Alat Ukur Konduktivitas Panas Bahan Padat untuk Media Praktek Pembelajaran Keilmuan Fisika

Isnaini, Vandri Ahmad ( Fakultas Tarbiyah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi )

Edu-Physics Vol 3 (2012)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pada bidang studi keilmuan fisika diperlukan seperangkat alat-alat praktek sebagai pendukung dalam pembuktian dari teori-teori keilmuan fisika. Diantaranya teori perpindahan panas pada bahan padat, dibutuhkan suatu alat berupa alat ukur konduktivitas panas yang dapat menggambarkan proses hantaran panas didalam bahan yang kemudian nilai konduktivitas panas pada bahan tersebut dapat terukur. Pembuatan alat ukur konduktivitas panas terdiri dari dua sistem termal berbeda dimana sampel ditempatkan diantara dua sistem ini, kemudian sistem – sistem ini dibatasi oleh isolasi panas dari bahan batu bata castable. Alat ini kemudian diuji dengan sampel bahan padat Tembaga (Cu), Alumunium (Al) dan Alumina (Al2O3).

Eksistensi Problematika Guru di Masyarakat

Jamil, Zawaqi Afdal ( Fakultas Tarbiyah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi )

Edu-Physics Vol 3 (2012)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Guru ideal adalah guru yang memiliki, pengetahuan, kecakapan, serta sikap prilaku yang dapat dijadikan sumber inspirasi untuk diikuti dan diteladani. Konsep ini lebih lengkap terangkum dalam UU Sistem Pendidikan Nasional tegas dinyatakan bahwa guru mutlak memiliki empat kompetensi yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Namun kenyataannya diakui belum semua guru yang ada telah memiliki keempat kompetensi tersebut, hal ini dapat disadari karena berbagai alasan baik dari sisi personal maupun dari sistem pendidikan yang ada. Berbagai persoalan yang muncul terhadap kasus-kasus yang dapat mencoreng citra guru membuat persepsi jelek terhadap guru. Oleh sebab itu guru diharapkan selalu mewaspadai image lebihlebih lagi ia adalah pendidik bangsa agar selalu meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan perannya di masyarakat dan bangsa.

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING DENGAN TEKNIK KANCING GEMERINCING DISERTAI REWARD AND PUNISHMENT

Syefrinando, Boby ( IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi )

Edu-Physics Vol 4 (2013)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mengingat pentingnya fisika dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut dengan cara, penyempurnaan kurikulum, menyediakan sarana dan prasarana, mengadakan seminar-seminar mengenai fisika, meningkatkan kualitas guru dan sebagainya. Namun faktanya di lapangan belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hasil pembelajaran fisika siswa masih belum optimal dalam pencapaian kriteria ketuntasan minimal (KKM) sekolah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi rendahnya hasil belajar siswa adalah dengan penerapan model cooperative learning. Cooperative learning mempunyai potensi yang besar untuk membuat siswa saling berinteraksi, karena dalam cooperative learning telah dirancang pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa yang satu dapat berinteraksi dengan siswa yang lainnya. Pelaksanaan cooperative learning dapat dilakukan dengan bermacam teknik, Salah satu dari teknik cooperative learning yang diterapkan adalah teknik kancing gemerincing. Teknik kancing gemerincing disertai reward and punishment dapat memaksimalkan interaksi siswa dalam proses pembelajaran. Siswa bukan belajar dan menerima apa yang disajikan guru dalam proses belajar mengajar, melainkan belajar dengan siswa lain (diskusi). Kata Kunci : Cooperative Learning, Teknik Kancing Gemerincing, Reward and Punishment.

FUNDAMENTALISME PENDIDIKAN

Alfian, Alfian ( Jurusan Pendidikan Biologi IAIN STS Jambi )

Edu-Physics Vol 4 (2013)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Fundamentalisme dalam pendidikan adalah sebuah idiologi pendidikan yang berakar dari idiologi politik yang eksis pada setiap bangsa. Idiologi ini dalam prakteknya cenderung pada pendidikan doctrinal yang menekankan militansi eksklusif. Salah satu bentuk fundamentalisme adalah sikap konservatisme yang cendrung bersikap reaksioner, satu sikap mempertahankan tradisi dan anti-intelektual (anti-kritik). Idiologi ini merambah sampai pada system persekolahan (guru, siswa, dan kurikulum). Kata Kunci : Fundamentalisme, idiologi pendidikan.

KARAKTERISASI POLA CURAH HUJAN DI SUMATERA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN NCEP/NCAR REANALYSIS

Gusmira, Eva ( Jurusan Pendidikan Fisika, IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi )

Edu-Physics Vol 4 (2013)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Analisis dilakukan dalam penelitian ini terhadap beberapa variabel meteorologi di Sumatera Barat yaitu curah hujan dan suhu permukaan laut (SPL). Analisis ini dilakukan untuk mengetahui variabilitas iklim di Sumatera Barat. Analisis yang dilakukan menggunakan metoda (i) analisis sifat hujan di Sumatera Barat pada saat DM, (ii) korelasi silang antara indeks DM dengan laju presipitasi pada tahun DM. Secara umum didapatkan bahwa fenomena DM berpengaruh kuat terhadap curah hujan di Sumatera Barat yaitu : pada saat DM(+) terjadi penurunan curah hujan dari curah hujan normal, sedangkan pada saat DM(-) terjadi peningkatan curah hujan dari normalnya di Sumatera Barat. Pengaruh DM sangat jelas terlihat pada periode JJA dan SON yang mengindikasikan bahwa kejadian DM(- ) menyebabkan musim hujan datang lebih cepat dan DM(+) merupakan gangguan yang memperparah serta memperpanjang musim kemarau di Sumatera Barat sehingga mengakibatkan keterlambatan musim hujan. Kondisi kering di Sumatera Barat berkorelasi kuat dengan DM(+) pada saat musim kemarau, ketika SPL di Wilayah Indonesia mengalami pendinginan. Kata Kunci : Dipole Mode, curah hujan, SPL

PREDIKSI CURAH HUJAN HARIAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PROPAGASI BALIK KAB. MUARO JAMBI PROPINSI JAMBI

Wardhana, Indrawata ( Jurusan Pendidikan Fisika IAIN STS Jambi )

Edu-Physics Vol 4 (2013)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Untuk mendapatkan prediksi curah hujan harian yang baik di Kabupaten Muaro Jambi dilakukan simulasi prediksi curah hujan dengan Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Pengamatan curah hujan dilakukan pada daerah Sengeti, Kumpeh dan Mendalo Darat di Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian dilakukan menggunakan data gabungan rata-rata dari tiap daerah pengamatan. Pelatihan JST berbasis Propagasi Balik dilakukan selama 78 hari dan prediksi untuk 14 hari berikutnya. Dari hasil prediksi didapatkan prediksi curah hujan gabungan rata-rata sebesar 92,6 % dengan arsitektur 2:25:1. Dan prediksi hujan/tidak hujan sebesar 36,3% dengan arsitektur 2:25:1 Kata Kunci : Curah hujan, jaringan syaraf tiruan, propagasi balik

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Musyaddad, Kholid ( IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi )

Edu-Physics Vol 4 (2013)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PERSPEKTIF ISLAM

URGENSI PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Nasrun, Nasrun ( IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi )

Edu-Physics Vol 4 (2013)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pembangunan pada dasarnya merupakan salah satu wujud tugas pelayanan yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat umum. Ini berarti bahwa pembangunan merupakan implementasi dari tugas pelayanan. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam melaksanakan pembangunan pendidikan, maka posisi perencanaan dan pertimbangan-pertimbangan atas upaya pemenuhan kebutuhan pendidikan masyarakat luas harus menjadi perhatian utama. Salah satu indicator utama untuk melihat dan mengukut berhasil tidaknya satu proses system dan pembangunan pendidikan nasional adalah sampai sejauh mana atau seberapa besar tingkat kebutuhan masyarakat terpenuhi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung dapat dilihat dari bagaimana masyarakat dapat menikmati hasil-hasil pembangunan khususnya dibidang pendidikan dengan mudah seperti memperoleh pendidikan dengan mudah seperti memperoleh pendidikan dasar sembilan tahun, tersedianya sarana dan prasarana pendidikan dan sebagainya. Sedangkan secara tidak langsung adalah terpenuhinya kebutuhan akan tenaga pendidik yang profesional dan tersedianya lembaga-lembaga pendidikan bagi tenaga pendidikan yang berkualitas serta tersedianya lapangan kerja yang dapat menampung tenaga kerja dibidang pendidikan. Pemenuhan kebutuhan tersebut akan mengarah pada tingkat kepuasan masyarakat, yang dalam hal ini sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah. Untuk dapat mencapai hal itu, konsep pembangunan pendidikan sejak dari perencanaan harus diarahkan pada perwujudan pelayanan secara adil dan merata. Untuk itu diperlukan perencanaan pendidikan yang mempertimbangkan aspek-aspek konseptual, teknik-teknik, dan implementasi yang harus terus menerus diusahakan penyempurnaanya. Kata Kunci : manajemen pendidikan, sistem pendidikan nasional

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA JURUSAN FISIKA FAKULTAS TARBIYAH IAIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

Wirman, Rahmi Putri ( Jurusan Pendidikan Fisika IAIN STS Jambi )

Edu-Physics Vol 4 (2013)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran empiris tentang: Aktivitas perkuliahan mahasiswa pada mata kuliah fisika inti dengan menggunakan model pembelajaran problem based instruction dan bagaimana efektifitas model pembelajaran problem based instruction dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep fisika. Penelitian ini terdiri dari tahap persiapan (penyusunan rencana pembelajaran, lembar kegiatan siswa, format penilaian, alat evaluasi dan lembar observasi) dan pelaksanaan (pemantauan dan evaluasi). Aktivitas Belajar mahasiswa meningkat tiap siklus. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari kenaikan nilai rerata dan ketuntasan belajar dari satu siklus ke siklus berikutnya. Hasil belajar mengalami peningkatan. Sebelum penerapan Problem Based Instruction, nilai tes rerata hanya 34 dengan ketuntasan belajar di anggap tidak tuntas. Pada siklus I, nilai tes rerata 45 dan ketuntasan belajar 20% saja. Pada siklus II, nilai tes rerata 51.4 dengan ketuntasan belajar 40%. Sedangkan pada siklus III, nilai tes rerata 60 dengan ketuntasan belajar 76%. Kata kunci : pembelajaran problem based instruction.