cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
ADDIN
ISSN : 08540594     EISSN : -     DOI : -
ADDIN is an international journal published by Research Center of State Institute for Islamic Studies (IAIN) Kudus, Central Java, Indonesia. ADDIN is an academic journal published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin" : 10 Documents clear
Nasution, Metode Naturalistik Kualitatif, Bandung: Tarsita, 1988. Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2005. Sunggono, Bambang, Metodologi Penelitian Hukum, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003. Adi, Isbandi Rukminto, P *, Zakiyah
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Agama” merupakan bagian integral dari kehidupan umat manusia, agama ini mengambil beragam bentuk dan menggunakan berbagai nama. Pada dasarnya agama berhubungan dengan sistem kepercayaan terhadap dewa atau dewa-dewa yang bersemayam dalam kekuatan gaib sesuatu benda. Beberapa kepercayaan disertai dengan peraturan-peraturan, upacara dan ritual pemujaan (Isaacs, 1993). Agama berperan sebagai pengikat para pemeluknya dalam suatu ikatan kepercayaan terhadap Tuhan atau Dewa, sekaligus sebagai sarana penghubung di antara manusia. Agama masuk dalam ruang bawah sadar dan mengejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari para pengikutnya. Agama diartikan sebagai kepercayaan terhadap Tuhan, Dewa dan sebagainya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. Dari sisi bentuknya agama sering didefinisikan sebagai kebudayaan batin manusia yang memiliki potensi psikologis yang mempengaruhi jalan hidup manusia. Sementara itu, apabila dilihat dari segi isinya agama adalah ajaran atau wahyu Tuhan yang tidak bisa dianggap sebagai kebudayaan. Dua gagasan ini kemudian menghasikan dua perbedaan antara agama wahyu dan agama yang dianggap kebudayaan. Kategori pertama biasanya merujuk pada tiga agama besar yang diyakini sumbernya berasal dari Wahyu yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Sedangkan kategori dua berasal dari hasil karya cipta manusia atau masyarakat sendiri, di antaranya adalah ajaran Kun Fu Tse, ajaran Taoisme, agama Hindu dan Budha. Selain kategorisasi tersebut, ahli antropologi dan sosiologi juga membagi agama menjadi dua kelompok besar yaitu spiritualisme dan materialisme. Spiritualisme merupakan agama penyembah zat yang tidak berbentuk/gaib; yang kemudian dibagi lagi menjadi agama penyembah Ruh dan penyembah Tuhan. Materialisme memiliki kepercayaan akan adanya Tuhan yang mewujud dalam bentuk benda/ materi seperti patung, binatang dan berhala. Kata Kunci: Agama, Agama Lokal, Agama Besar
DAKWAH PADA MASYARAKAT MARGINAL DI KAMPUNG PECINAN ARGOPURO KUDUS *, Mubasyaroh
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam sebagai salah satu agama dakwah di dalamnya terdapat upaya oleh umatnya untuk menyebarluaskan isi kebenaran ajaran agamanya. Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh oleh da’i dalam aktifitas dakwahnya, seperti ceramah, nasehat, diskusi, bimbingan dan penyuluhan serta metode yang lain. Dalam hal ini Quraish Shihab mengingatkan bahwa metode apapun yang baik tidak menjamin keberhasilan suatu dakwah secara otomatis. Akan tetapi keberhasilan dakwah ditunjang oleh faktor-faktor yang lain diantaranya kepribadian da’i dan ketepatan pemilihan materi. 1 Demikian pula kegagalan da’i disebabkan karena ketidaktepatan pemilihan materi atau pemilihan metode yang kurang tepat dan keterbatasan da’i dalam pemilihan metode. Disamping itu kegagalan dakwah juga bisa disebabkan karena materi dakwah tidak sesuai dengan konteks (situasi dan kondisi) Islam merupakan agama yang universal, egaliter dan inklusif. Tiga konsep mendasar itulah yang memberikan nuansa lebih dibanding berbagai tradisi agama yang lain. Dari prinsip-prinsip fundamental itu, kemudian melahirkan nilai-nilai dogmatis yang bisa diejawantahkan dalam tradisi- tradisi demokratis, kosmopolit. dan pluralis: suatu ciri dari pola peradaban modern yang bervisi futuristik. Dakwah Islam dalam pelaksanaannya harus memperhatikan 1Quraish Shihab, Membumikan al-Quran dan Peranan Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Mizan, Bandung, 1995, hlm.94 mad’u (sasaran dakwah) pada berbagai lapisan masyarakat, termasuk di dalamnya adalah pada masyarakat marginal yaitu suatu masyarakat dengan ciri-ciri diantaranya adalah hidup dalam garis kemiskinan, pekerjaan yang tidak menentu dan terisolasi atau hidup terpisah dari masyarakat luas. Kata Kunci: Dakwah Islam, Marginal, Metode Dakwah,Mauidhah Hasanah
DOKTRIN DAN GERAKAN PESANTREN DI CILEGON BANTEN Instansi Paris, FADULLAH
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Pesantren merupakan lembaga pendidikan umat Islam di Indonesia dengan tujuan membangun sumber daya manusia untuk menjadi para ulama, karena itu mengadakan gerakan moral dan spiritual yang di wadahi organisasi tarekat. Adapun doktrin yang disampaikan pesantren ada tiga yaitu mujahadah, ijtihad dan jihad. Mujahadah merupakan landasan gerakan moral dan spiritual yang diwadahi dengan gerakan tarekat yang banyak terdapat di Pesantren Indonesia, tidak terkecuali pesantren di Cilegon. Doktrin kedua adalah ijtihad sebagai landasan gerakan intelektual yang member bekal kemampuan pada para santri agar bisa menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dengan berlandaskan pada al qur’an dan sunnah. Sementara itu, doktrin ketiga adalah jihad sebagai landasan gerakan sosial dan radikalisme politik.
TRADISI BERFILSAFAT DALAM KARYA SASTRA PESANTRAN (Kajian Filologis Atas Naskah Dewi Maleka) Said, Nur
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren (Islamic boarding school) with a strong tradition often get this claim as a conservative institution, traditional, and as far from the ratio so counter to the philosophy. This short paper will try to discuss a number of markers that boarding schools are also familiar with the problems of philosophical discourse as expressed in the ancient manuscript Dewi Maleka known as part of the Islamic literary of pesantern. This article discusses only two issues: (1) The description of Dewi Maleka manuscript in terms of its codicology?; (2) What kind of philisophical values in the content of of Dewi Maleka manuscript? The paper was analysed by philological approach through many steps: (a) Inventory of manuscripts for consideration in the determination of the manuscript, (b) Creating a text description in the frame of codicology, (c) study of the text that relefan to the current social context, will be a concern in the process. This paper concludes: (1) The Dewi Maleka manuscript is part of pesantren literature that containing moral teachings and wisdom of life in Islamic nuances. Therefore it can be used as an alternative to the basic framework of the development of Islamic philosophy; (2) The philosophical discourse often seems a bit complicated and heavy, but through the Dewi Maleka manuscript, life wisdom teachings delivered through dialogue, full of touching stories, entertaining and not patronizing, (3) The stories that illustrated in the Dewi Maleka manuscript also can be used as an alternative children’s moral education, so that the moral values of life can be internalized into one’s personal with no coercion (doctrinal), but rather with awareness (conscientization) in the form of stories. Keywords: Dewi Maleka Manuscript, Pesantren literature, Pholosophicl Tradition
‘ADAH MUHAKKAMAH, SINERGI AGAMA DAN BUDAYA, UPAYA MENUJU KEARIFAN LOKAL
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mensinergikan antara agama dengan budaya memerlukan piranti dukung di antaranya kita kenal dengan istilah ‘adah muhakkamah yang merupakan tradisi sosial dan sumber hukum. Semua itu bertujuan untuk memantapkan keberagamaan kita ditengah kehidupan dan ditengah budaya yang beragam. Kajian ini mencoba memotretnya dengan pendekatan referensi kitab pesantren dengan harapan mampu memberikan nuansa baru esensi ‘adah muhakkamah secara utuh sekaligus memunculkan fenomena bagaimana jika tradisi masyarakat bertentangan dengan syara’, bahkan esensi syara’ tertutup oleh adat itu sendiri, apakah ada nilai tawar atau apakah ada jalan lain dalam menyelesaikannya. Untuk itu kaedah ‘adah muhakkamah sangat membutuhkan kepiawaian kita semua dalam memahami budaya dan pesan agama secara tekstual maupun kontekstual, yang ujung- ujungnya menciptakan pesan Islam yang humanis, adaptif, dan membumi. Kata kunci: kearifan lokal dan tradisi lokal Islami
PERGESERAN LITERATUR DI PESANTREN SALAFIYAH (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Anwariyah, Tegalgubug Lor, Cirebon) Hidayat, R. Aris
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan khas Indonesia. Namun peran pesantren di masyarakat tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai agent of change dan agent of human development. Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi pondok pesantren semakin berat, kompleks, dan mendesak sebagai akibat meningkatnya kebutuhan pembangunan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tantangan itu menyebabkan terjadinya pergeseran-pergeseran di lingkungan pesantren. Salah satu pergeseran yang cukup penting yang perlu diketahui secara mendalam yaitu pergeseran literatur di Pesantren Salafiyah. Pergeseran literatur di Pesantren Salafiyah Al-Anwariyah, Tegalgubug Lor, Cirebon terjadi pada aspek kepengarangan kitab, dan pemaknaan atau pemberian makna/arti. Pergeseran itu berdampak pada hubungan kyai-santri, pemikiran/pemahaman keagamaan, dan pelaksanaan ritual keagamaan. Kata kunci: Pergeseran, Literatur, Pesantren, Salafiyah
KAJIAN KRITIS TERHADAP AJARAN DAN GERAKAN AL-QIYADAH AL-ISLAMIYAH Haryanto, Joko Tri
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa waktu lalu umat Islam di Indonesia dikejutkan dengan munculnya aliran al-Qiyadah al-Islamiyah yang mengakui Ahmad Mushaddeq sebagai seorang Nabi baru pengganti atau penerus Nabi Muhammad saw. Ajaran ini lengkap pula dengan formulasi syahadat yang baru dan hilangnya beberapa kewajiban-kewajiban ritual agama Islam. Ajaran ini akhirnya difatwa sesat dan dilarang perkembangannya, serta pemimpinnya Ahmad Mushaddeq yang memproklamirkan diri sebagai Rasul ditangkap dan dihukum 4 tahun penjara atas tuduhan penodaan terhadap agama Islam. Menariknya, meskipun memiliki ajaran yang bertentangan dengan ajaran mainstream Islam, aliran ini berhasil menggalang pengikut ribuan. Kajian ini dimaksudkan untuk membongkar kerangka berpikir dari ajaran al-Qiyadah al-Islamiyah. Kata Kunci: Al-Qiyadah Al-Islamiyah, Ajaran, Gerakan.
MAKNA PENDIDIKAN BAGI ANAK MENURUT KELUARGA NELAYAN DI DESA WEDUNG KECAMATAN WEDUNG KABUPATEN DEMAK *, Shobirin
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi, tanggapan dan pemaknaan masyarakat Wedung Kecamatan Wedung Kabupaten Demak berkenaan dengan pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Fokus Penelitian diarahkan kepada deskripsi tentang pendidikan anak pada keluarga nelayan baik yang masih sekolah maupun putus sekolah. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sampel sumber data ditentukan secara purposif dan snowball. Analisis data dilakukan melalui analisis model Miles dan Huberman dan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, gambaran pendidikan pada masyarakat tersebut secara keseluruhan bervariasi. Pada umumnya keluarga tersebut mengharapkan anaknya punya nasib lebih baik daripada orang tuanya, paling tidak bisa baca tulis. Adapun hubungan yang dijalin antara orang tua dengan anak rata-rata hubungan saling membutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat ditemukan perlu membangun persepsi orang tua yang penghasilannya rendah terhadap pendidikan anak- anaknya dengan baik; merubah alternatif pekerjaan selain nelayan demi perbaikan nasib; membangun peran yang maksimal bagi orang tua terhadap keberhasilan pendidikan anak-anaknya; dan menjalin hubungan yang harmonis untuk menciptakan keberhasilan pendidikan anak-anaknya. Kata Kunci : Makna Pendidikan, Anak, Masyarakat Nelayan, Orang Tua
PENGELOLAAN MADRASAH DINIYAH Sistem Nilai dan Kepemimpinan dalam Budaya Organisasi pada Madrasah Diniyah Di Kudus *, Kisbiyanto
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah diniyah di Kabupaten Kudus mempunyai peta yang cukup menarik. Dilihat dari sisi kuantitas, madrasah diniyah mempunyai jumlah terbesar (220 madrasah) dibanding jumlah madrasah pada masing-masing jenjang madrasah ibtidaiyah (135 madrasah), madrasah tsanawiyah (57 madrasah), madrasah aliyah (29 madrasah) dan pondok pesantren (101 pesantren). Dari 220 madrasah diniyah di Kudus, hanya ada 7 madrasah diniyah yang mempunyai jenjang lengkap dari ula, wustho dan ulya. Penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif pada tiga variabel, budaya organisasi dilihat dari sistem nilai dan model kepemimpinan. Indikator budaya organisasi diukur dari aspek-aspek yang meliputi: (1) menggunakan usaha fisik dan mental dalam pelaksanaan pekerjaan secara wajar (seperti orang bermain atau beristirahat), (2) kontrol eksternal dan encaman hukuman bukan alat satu-satunya untuk mencapai sasaran organisasi, (3) kesiapan berusaha secara bertanggung jawab dan tidak hanya menerima sesuatu saja, (4) pembagian yang luas antara individu dalam berimajinasi, ingenuitas dan kreatifitas, (5) potensialitas intelektual manusia umunya hanya dimanfaatkan sebagian. Sistem nilai dikriteriakan sebagai : (1) nilai merupakan suatu kepercayaan seseorang atau sekelompok orang yang meyakini baik atau tidak baik tentang sesuatu, (2) nilai bisa memberikan pemaknaan terhadap suatu obyek berupa benda, sikap, tindakan untuk dimaknai baik-buruk, layak-tidak layak, pantas-tidak pantas dan sebagainya, dan (3) nilai bisa mempengaruhi persepsi seseorang terhadap apresiasi tertentu sehingga mempengaruhi obyektifitas tertentu karena seseorang dengan nilai itu akan mempunyai kecenderungan dalam perspektif nilai yang dianutnya. (4) nilai keikhlasan, pengabdian sosial, tanggung jawab, kasih sayang dan membina anak didik. Model kepemimpinan dilihat dengan kriteria (1) model kepemimpinan apakah model formal (formal models), model kolegial (collegial models), model politik (political models), model subyektif (subjective models), model ambiguitas (ambiguity models) dan model kultural (cultural models), (2) tipe kepemimpinan apakah direktif atau partisipatif. Analisis dan pembahasan dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : (1) Guru madrasah diniyah di Kudus berpersepsi bahwa sistem nilai di madrasah diniyah adalah dalam kategori baik, (2) Guru madrasah diniyah di Kudus berpersepsi bahwa kepemimpinan di madrasah diniyah adalah dalam kategori baik, (3) Guru madrasah diniyah di Kudus berpersepsi bahwa budaya organisasi di madrasah diniyah adalah dalam kategori baik, (4)Hasil penghitungan menunjukkan bahwa sistem nilai berhubungan secara signifikan dengan budaya organisasi di madrasah diniyah di Kudus, (5) Hasil penghitungan menunjukkan bahwa kepemimpinan berhubungan secara signifikan dengan budaya organisasi di madrasah diniyah di Kudus. Kata Kunci: budaya organisasi, sistem nilai, model kepemimpinan
HUBUNGAN KEBERMAKNAAN HIDUP DAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KESEHATAN MENTAL NARAPIDANA (Studi Kasus Nara Pidana Kota Semarang) Bukhori, Baidi
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata kunci: Kebermaknaan hidup, dukungan sosial keluarga, Narapidana selama di lembaga pemasyarakatan kehilangan kemerdekaan bergerak dan derita-derita yang menyertai seperti hilangnya kesempatan hubungan seksual, kehilangan hak pribadi, kehilangan mendapatkan kebaikan dan bantuan, kehilangan kerahasiaannya dari akibat prasangka buruk dari masyarakat, dan kepedihan dari proses infantilisasi atau menganak kecilkan orang yang sudah dewasa. Narapidana juga harus menjalankan kewajiban, menyesuaikan diri, mematuhi dan mentaati peraturan lembaga pemasyarakatan, dan segala peraturan yang terbentuk secara tersembunyi yang berlaku antar sesama penghuni di luar jangkauan petugas. Dalam menghadapi kehidupan yang sulit dan penuh problema tersebut ada sebagian narapidana tetap sehat mentalnya, yang menunjukkan sikap tabah, bertahan bahkan berusaha membantu sesamanya. Namun dipihak lain, sebagian tahanan mengalami ketidaksehatan mental, yang menunjukkan sikap putus asa, apatis, dan kehilangan semangat hidup, bahkan ada yang melakukan bunuh diri guna membebaskan diri dari penderitaannya. Di antara faktor yang diasumsikan berpengaruh terhadap kondisi tersebut adalah kebermaknaan hidup dan dukungan sosial keluarga. Dengan kebermaknaan hidup, narapidana diasumsikan dapat mengambil sikap yang tepat sehingga pengalaman-pengalaman tragis itu dapat berkurang, bahkan dapat menimbulkan makna yang lebih berarti. Dari peristiwa tersebut dapat mengalir berkah dan pelajaran berharga yang justru membantu proses kematangan dan memberi sumbangan bagi kebaikan di masa mendatang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan kebermaknaan hidup dan dukungan sosial keluarga dengan kesehatan mental narapidana. Subjek dalam penelitian ini adalah narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kedungpane Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling, yaitu memilih individu- individu yang ada (407 narapidana) secara acak. Dengan menggunakan teknik tersebut terpilih 104 narapidana sebagai subjek penelitian. kesehatan mental, narapidana, dan lembaga pemasyarakatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10