cover
Filter by Year
Articles
30
Articles
KOMPETENSI GURU DALAM PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR GEOGRAFI SMA NEGERI

Agustina, Dewi ( IKIP Veteran Semarang )

GEOGRAFI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.612 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) ketersediaan sumber belajar geografi, (2) pengetahuan guru tentang sumber belajar geografi, (3). kompetensi guru dalam pemanfaatan sumber belajar geografi, (4) upaya guru geografi dalam meningkatkan kompetensinya untuk memanfaatkan sumber belajar. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner/angket, dokumentasi, dan observasi. Sampel penelitiannya menggunakan sampel penuh, yaitu seluruh guru SMA Negeri di Kabupaten Semarang yaitu sebanyak 16 orang. Analisis data yang digunakan adalah prosentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan: 1) ketersedian sumber belajar di SMA Negeri di Kabupaten Semarang khususnya meliputi benda, karya ilmiah, manusia dan lingkungan menunjang kegiatan pembelajaran, hanya saja sedikit kurang tersedianya jurnal, koran, maket, dan hasil penelitian. 2) pengetahuan guru geografi terhadap sumber belajar meliputi jenis, fungsi, manfaat, cara penggunaan sumber belajar. Berdasarkan hasil penelitian, lebih dari setengah guru 57% atau 9 guru mmengetahui tentang jenis, fungsi, manfaat, dan cara penggunaan sumber belajar. Sisanya tidak mengetahui keseluruhan tetapi hanya sebagian saja. 3) Kompetensi guru dalam pemanfaatan sumber belajar sebagian besar guru 88% atau 13 guru menggunakan media, kecuali maket. 4) upaya pengembangan kompetensi guru untuk memanfaattkan sumber belajar diperoleh angka lebih dari setengah guru 88% atau 12 guru sering mengembangkan keprofesionalan. Berdasarkan penelitian ini penulis merekomendasikan agar guru geografi dan sekolah bekerjasama untuk meningkatkan ketersediaan jurnal, hasil penelitian dan koran. Meningkatkan kemampuannya dalam hal Guru geografi melakukan kerjasama dengan ssekolah untuk meningkatkan ketersediaan jurnal, hassil penelitian, dan koran. Guru geografi SMA Negeri di Kabupaten Semarang diharapkan dapat meningkatkan kemampuaanya dalam hal mendayagunakan lingkungan, langkah awalnya seperti mengakrabkan siswa dengan lingkungan sekitar, yaitu lingkungan sekolah dan mengakrabkan siswa dengan lingkungan di luar sekolah. Dikarenakan guru geografi SMA Negeri di Kabupaten Semarang jarang melakukan penelitian secara mandiri, disarankan untuk lebih giat melakukan penelitian secara mandiri untuk menunjang kemampuan dalam pemanfaatan dan pengembangan sumber belajar geografi. Kata Kunci : Kompetensi Guru, Pemanfaatan Sumber Belajar.

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN WANITA DENGAN USIA PERKAWINAN

Hartini, Sri ( IKIP Veteran Semarang )

GEOGRAFI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.62 KB)

Abstract

Latar belakang masalah dari penelitian ini adalah rendahnya tingkat pendidikan wanita.Hal ini menyebabkan kurangnya pengetahuan, pengalaman, dan banyaknya perkawinan usia muda. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Hubungan antara tingkat pendidikan wanita dengan usia perkawinan (2) Faktor – faktor yang mempengaruhi usia perkawinan. Salah satu faktor yang mempengaruhi usia perkawinan adalah tingkat pendidikan seseorang. Melihat pemahaman tersebut peneliti tertarik untuk meneliti hubungan tingkat pendidikan wanita dengan usia perkawinan di Desa Sidomukti Kecamatan Jaken Kabupaten Pati dengan alasan peneliti melihat banyak tingkat pendidikan rendah dan tingginya persentase perkawinan usia muda yang tinggal di desa Sidomukti Kecamatan jaken Kabupaten Pati tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan wanita dengan usia berlangsungnya perkawinan (2) Untuk menjelaskan faktor – faktor penyebab usia perkawinan wanita. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif korelasi dua variabel yakni tingkat pendidikan wanita dan usia perkawinan. Objek penelitian adalah 456 wanita yang pernah melangsungkan perkawinan, dengan 57 sampel wanita yang diambil secara acak merupakan masyarakat Desa Sidomukti Kecamatan Jaken Kabupaten Pati. Instrumen kuesioner divaliditasi dengan uji coba product moment dengan analisis regresi dua varibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Jumlah usia perkawinan muda dari tahun 2010-2013 adalah 17 orang perempuan. Ini menunjukkan perempuan lebih cepat melangsungkan perkawinan dari pada laki – laki. Hal ini tercermin pada kurangnya pengalaman atau pengetahuan dalam kehidupannya; (2) Banyaknya wanita berpendidikan rendah sebesar 42,7%. Ini artinya kurangnya pengetahuan dan pengalaman seseorang. Dengan demikian seseorang mengambil keputusan untuk melangsungkan perkawinan sebagai solusi. (3) Tingkat pendidikan wanita mempengaruhi usia berlangsungnya perkawinan. Hal ini dibuktikan dengan hasil Uji keberartiandiperoleh F hitung sebesar 5,529. {5,529 > 0,05 (4,02)}. Dan hasil uji linieritas menunjukkan bahwa hasilnya linier antara Tingkat pendidikan wanita dengan usia perkawinan. Ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat pendidikan seorang wanita maka semakin cepat seorang tersebut melangsungkan perkawinan muda. Hal ini berarti wanita yang berpendidikan tinggi banyak kemungkinan akan menunda perkawinan hingga mencapai usia ideal. Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Perkawinan Muda, perceraian.

MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG MATERI BATU-BATUAN MELALUI METODE KARYA WISATA

Rumiyanti, Rumiyanti ( IKIP Veteran Semarang )

GEOGRAFI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.915 KB)

Abstract

Pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaranmenuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengenalkan kepada siswa mengenai metode karya wisata (2) Mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa dalam kegiatan belajar memahami materi batu-batuan (3) Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal, memahami, dan menjelaskan mengenai materi batu-batuan. Permasalahan yang dihadapi siswa dalam belajar batu-batuan yaitu Hasil belajar siswa belum sesuai dengan harapan guru dengan kurangnya penjelasan yang lebih rinci mengenai materi dengan menggunakan metode karya wisata, Kurangnya minat siswa untuk belajar mengenal dan mempelajari IPS serta Kurangnya fasilitas dalam proses pembelajaran sehingga membuat siswa tidak tertarik / tidak antusias dalam menerima pembelajaran. Dengan menggunakan metode karya wisata siswa menemukan hal baru dalam belajar sehingga menumbuhkan semangat siswa untuk mempelajari materi batu-batuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas praktek pembelajaran IPS secara berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Objek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Pilangsari Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I belum nampak hasil yang diharapkan dari penggunaan metode sebelumnya pada pembelajaran batu-batuan dengan nilai aspek kognitif 40%, afektif 49.65%, Psikomotorik 36.91% Pe. Sedangkan pada siklus II sudah menunjukkan hasil yang diharapkan dari penggunaan metode karya wisata pada pembelajaran batu-batuan yaitu dengan nilai aspek kognitif 89.41%, afektif 88%, dan psikomotorik 92,21%. Peserta didik sudah bisa menyesuaikan diri terhadap kegiatan pembelajaran menggunakan metode karya wisata. Beberapa peserta didik sudah berani bertanya kepada guru tentang materi batu-batuan. Kata kunci: Metode karya Wisata, Penelitian Tindakan kelas, Batu-batuan

MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS MELALUI METODE DISKUSI DAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DI KELAS

Diniyah, Cholifatut ( IKIP Veteran Semarang )

GEOGRAFI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.23 KB)

Abstract

Latar belakang pelitian ini adalah dari hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan di kelas IV semester 2 SD Negeri Botorejo 2  Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (non eksakta) menunjukkan penguasaan peserta didik terhadap materi sangat kurang. Dari 10 peserta didik yang mendapat nilai 75 ke atas atau yang mengalami tuntas belajar baru 2 peserta didik (20%). Ketidakberhasilan pembelajaran tersebut disebabkan oleh : (1) Peserta didik sering keluar masuk kelas dan gaduh. (2) Peserta didik sering melihat keluar sehingga perhatian tidak berpusat pada mata pelajaran. (3) Peserta didik kurang berani menjawab pertanyaan. (4) Peserta didik tidak berani bertanya bila mengalami kesulitan. (5) Peserta didik banyak yang salah dalam mengerjakan soal-soal latihan. (6)   Nilai tes formatif peserta didik rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kompetensi dasar mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya  melalui metode latihan dan diskusi serta media gambar bagi siswa kelas IV semester 2 SD Negeri Botorejo 2 Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak tahun pelajaran 2013/2014; (2) Mendeskripsikan prestasi hasil belajar siswa pada pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kompetensi dasar mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya  melalui metode latihan dan diskusi  serta media gambar bagi siswa kelas IV semester 2 SD Negeri Botorejo 2; (3) Menemukan cara yang efektif dalam upaya meningkatkan prestasi hasil pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kompetensi dasar mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya  melalui metode latihan dan diskusi serta media gambar bagi siswa kelas IV semester 2 SD Negeri Botorejo 2; (4) Mengetahui prestasi hasil belajar bagi siswa kelas IV semester 2 SD Negeri Botorejo 2, Kec. Wonosalam, Kab. Demak tahun ajaran 2013/2014. Rumusan maslah pada penelitian ini adalah : “Apakah dengan penerapan metode diskusi dan penggunaan media gambar dapat meningkatkan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tentang mengenal kekayaan dan budaya bangsa di kelas IV semester 2 SD Negeri Botorejo 2 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak tahun pelajaran 2013/2014” sedangkan hipotesis tindakannya adalah : (1) Penggunaan metode latihan dan diskusi kelompok serta media gambar dapat meningkatkan aktivitas guru dalam mengenal kekayaan dan budaya bangsa  pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IV semester 2 di SD Negeri Botorejo 2  Kecamatan Wonosalam  Kabupaten Demak. (2) Penggunaan metode latihan dan diskusi kelompok serta media gambar dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dalam mengenal kekayaan dan budaya bangsa  pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IV semester II di SD Negeri Botorejo 2  Kecamatan Wonosalam  Kabupaten Demak. (3) Penggunaan metode latihan dan diskusi kelompok serta media gambar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mengenal kekayaan dan budaya bangsa  pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IV semester II di SD Negeri Botorejo 2  Kecamatan Wonosalam  Kabupaten Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas melalui metode diskusi dan penggunaan media gambar dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan (planning), aksi atau tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Subyek penelitian yaitu guru dan siswa kelas V SD Negeri Botorejo 2, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak tahun pelajaran 2013/2014, dengan jumlah siswa sebanyak 10 orang anak. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial melalui metode diskusi dan penggunaan media gambar dapat meningkatkan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Hasil belajar siswa meningkat dapat dilihat dari pra siklus dengan rata-rata kelas 56, ketuntasan klasikal 10% (1 dari 10 siswa mencapai KKM), siklus I dengan rata-rata kelas 64, ketuntasan klasikal 30% (3 dari 10 siswa mencapai KKM), siklus II dengan rata-rata 88, ketuntasan klasikal 90% (9 dari 10 siswa mencapai KKM).  Kata Kunci : diskusi, media gambar

UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA MELALUI METODE PEMBELAJARAN JIGSAW

Asmari, Siti ( IKIP Veteran Semarang )

GEOGRAFI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.144 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kesulitan – kesulitan yang dihadapi oleh siswa dalam kegiatan belajar memahami flora dan fauna pada  Siswa Kelas VI SD Negeri Bintoro 7 Kecamatan Demak Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2013/2014, (2) Metode belajar yang menarik mengenai flora dan fauna pada siswa kelas VI SD Negeri Bintoro 7 Kecamatan Demak Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas praktek pembelajaran IPS secara berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Objek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri Bintoro 7 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I belum nampak hasil yang diharapkan dari penerapan model pembelajaran Jigsaw untuk materi flora dan fauna di Indonesia. Peserta didik belum bisa mengikuti atau menyesuaiakan diri terhadap kegiatan pembelajaran jigsaw. Suasana kelas masih terlihat kacau, dapat dikatan belum kondusif sehingga guru harus sering memberikan intruksi guna mengkondisikan kelas agar lebih tenang. Rata-rata kelaspada siklus I adalah 65 dengan nilai ketuntasan 56.62% dan ketidaktuntasan 43.57%. Sedangkan pada siklus II sudah menunjukkan hasil yang sudah diharapkan dari penerapan model pembelajaran Jigsaw untuk materi flora dan fauna di Indonesia rata-rata kelas 72 dengan nilai ketuntasan 78.26% dan nilai ketidaktuntasan 21.73%. Peserta didik sudah bisa menyesuaikan diri terhadap kegiatan pembelajaran dari penerapan model pembelajaran Jigsaw untuk materi flora dan fauna di Indonesia. Beberapa peserta didik sudah berani bertanya kepada guru perihal menyelesaikan lembar kerja ahli. Bahkan ada peserta didik yang berani maju untuk mempresentasikan hasil diskusi tanpa ditunjuk oleh guru. Kata kunci: Model Pembelajaran Jigsaw, Penelitian Tindakan kelas, Lembar Kerja Ahli.

HUBUNGAN PROGAM PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT

Sutejo, Probo ( IKIP Veteran Semarang )

GEOGRAFI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.276 KB)

Abstract

Kegiatan pengelolaan sumber daya hutan tidak dapat dilepaskan dari kondisi social dan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di desa-desa sekitar hutan. Keberhasilan program dipengaruhi oleh besarnya tingkat partisipasi masyarakat dalam tiap tahap kegiatan, baik tahap perencanaan maupun tahap pelaksanaan program. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pendapatan penduduk yang mengikuti kegiatan program dan Seberapa besar partisipasi masyarakat desa hutan dalam kegiatan. Tujuan untuk mengetahui besaran sumbangan pendapatan dari program terhadap pendapatan rumahtangga, untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam kegiatan PHBM. Lokasi di RPH Jangglengan KPH Purwodadi Kabupaten Grobogan. Populasi penelitian adalah 120 orang. Sampel penelitian menggunakan proporsional random atas dasar bahwa setiap responden mempunyai kesempatan yang sama sebagai sempel penelitian dengan jumlah 60 responden. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket, pengamatan langsung, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan diskriptif persentase dan analisis statistic dengan korelasi peringkat Spearman. Hal ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pendapatan sebelum program dengan pendapatan sesudah program dan partisipasi tahap perencanaan dengan partisipasi tahap pelaksanaan petani peserta program. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Desa Sumber Jatipohon merupakan daerah pedesaan dengan sebagian wilayahnya digunakan untuk area pertanian dan hutan. Dengan demikian adanya program PHBM dapat meningkatkan pendapatan penduduk desa hutan di RPH Jangglengan serta partisipasi tahap perencanaan dengan tahap pelaksanaan kurang berhubungan nyata. Berdasarkan penelitian adanya program telah meningkat sebesar 55% atau rata-rata perubahan pendapatan petani mencapai 192,28% dari total pendapatan Rp27,927,000 pertahun.Tingkat partisipasi petani dalam kegiatan tahap perencanaan program termasuk kategori sedang, skor dengan rata-rata 2,45. Pada partisipasi tahap pelaksanaan program termasuk kategori sedang dengan rata-rata 9,75. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa Hubungan  PHBM terhadap pendapatan penduduk sangat signifikan dengan adanya program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), ternyata mampu meningkatkan pendapatan petani. Besarnya peningkatan pendapatan yang diperoleh petani dari keikutsertaan secara keseluruhan rata-rata pendapatan dari lahan program terhadap rumah tangga petani peserta selama satu tahun cukup besar 65,54% atauRp 18.262,500 Kata kunci: PHBM, Peningkatan Pendapatan Penduduk

ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PERMUKIMAN DI KECAMATAN KALIWUNGU DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Zamroh, M. Rifky Abu ( IKIP Veteran Semarang )

GEOGRAFI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.662 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Kecamatan Kaliwungu yang semakin pesat sehingga menyebabkan kebutuhan lahan untuk permukiman akan meningkat pula. Dari permasalahan itu maka perlu adanya analisis tentang perubahan penggunaan lahan permukiman secara cepat dan tepat. Salah satunya dengan menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Dalam penelitian ini pemetaan perubahan penggunaan lahan dilakukan dalam jangka waktu antara tahun 2008-2013.Untuk Analisis data peneliti memakai metode overlay, yaitu sistem penanganan data dalam perubahan penggunaan lahan permukiman dengan cara digitasi yaitu dengan cara menggabungkan peta-peta seperti peta penggunaan lahan tahun 2008 dengan peta penggunaan lahan tahun 2013 yang memuat informasi yang disyratkan untuk suatu program penggunaan lahan diantaranya menggunakan program Google Earth, Global Mapper 11 ,dan Arc View 3.3. Dari hasil analisis dimana penggunaan lahan di Kecamatan Kaliwungu yang memiliki luas wilayah 47,73 hektar/km2  atau 4773 hektar/m2, dengan menggunakan SIG hasil data yang telah dioverlay akan memperlihatkan perubahan penggunaan untuk permukiman dalam jangka waktu 2008 sampai 2013 di Kecamatan Kaliwungu. Hasil overlay dari analisis SIG   di wilayah Kecamatan Kaliwungu pada tahun 2008 mencapai 340,436 hektar/m2 dan pada tahun 2013 meningkat luas permukimannya menjadi 386,509 hektar/m2, jadi diperoleh hasil peningkatan luas permukiman antara tahun 2008-2013 mencapai 46,073 hektar/m2.. Kesimpulan dari data diatas jika angka pertumbuhan sebesar 46,073 ha/m2 ini masih tetap maka proyeksi pertumbuhan permukiman pada 15 tahun kedepan akan menjadi sebesar 2274,11 ha/m2, karena luas wilayah kaliwungu sebesar 4773 ha/m2 maka dari itu bisa dilihat bahwa setengah dari luas wilayah kaliwungu akan menjadi lahan permukiman. Kata Kunci:  Penggunaan Lahan Permukiman, Sistem Informasi Geografis, Overlay Peta.

ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PERMUKIMAN DAN INDUSTRI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

Affann, Faizal Musaqqif ( IKIP Veteran Semarang )

GEOGRAFI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.591 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Luas pertumbuhan permukiman di kecamatan Genuk; (2) Luas pertumbuhan pembangunan industri di kecamatan Genuk; (3) Mengetahui hasil dari pengolahan citra satelit untuk penggunaan lahan yang ada di kecamatan Genuk. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan tiga variable yaitu luas wilayah yang menjadi permukiman di kecamatan Genuk, luas wilayah yang menjadi industri di kecamatan Genuk, dan luas wilayah di kecamatan Genuk. Objek penelitian adalah analisis perubahan penggunaan lahan untuk permukiman dan industri yang ada di kecmatan Genuk kota Semarang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengolahan peta tematik dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) program Google Earth Pro, Global Mapper 11, dan Arcview 3.3 memiliki kecapatan, ketepatan, memiliki data yang up date dan dapat melakukan penyajian peta tematik yang lebih baik dan memiliki resiko yang lebih kecil jika dibandingkan dengan metode konvensional. Namun dalam melakukan metode ini perlu juga melakukan survey atau observasi lapangan/tempat yang diteliti agar kita mampu mengetahui seberapa akurat data yang didapat dari citra dengan keadaan yang nyata. (2) Perubahan penggunaan lahan untuk permukiman dan industri di kecamatan Genuk banyak terjadi pertambahan permukiman di setiap kelurahan dalam kurun waktu 5 tahun dari tahun 2009 – 2013. Namun ada beberapa permukiman dan industri yang hilang atau sudah tidak ada di tahun 2013 dengan adanya beberapa factor yang salah satunya akibat bajir rob atau masuknya air laut ke daratan. Jika di urutkan dari kelurahan tertinggi pertambahan permukimannya maka akan diurutkan sebagai berikut Karangroto, Bangetayu Kulon, Bangetayu Wetan, Genuksari, Sembungharjo, Banjardowo, Kudu, Penggaron Lor, Gebangsari, Trimulyo, Terboyo Wetan, Muktiharjo Lor, dan Terboyo kulon. Sedangkan pertambahan di wilayah industri di urutkan dari yang tertinggi yaitu Trimulyo, Terboyo Kulon, Terboyo Wetan, Bangetayu Kulon, Banjardowo, Gebangsari, Karangroto, Sembungharjo, Bangetayu Wetan, Genuksari, Muktiharjo Lor, Penggaron Lor, dan Kudu. Kata kunci: Permukiman, Industri, SIG, Luas Wilayah, Genuk, Peta Tematik

ANALISIS DAMPAK PERTAMBAHAN PENDUDUK TERHADAP PENYERAPAN ANGKATAN KERJA

Syaadah, Nilatus ( IKIP Veteran Semarang )

GEOGRAFI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.915 KB)

Abstract

Pertambahan penduduk disuatu daerah disatu pihak akan merupakan modal pembangunan, karena terdapat angkatan kerja sesuai perkembangan penduduk tersebut. Sedangkan dilain pihak akan menjadi beban pemerintah karena setiap jiwa akan membutuhkan kebutuhan hidup, seperti pangan, sandang, penyediaan prasarana dan sarana sekolah serta lapangan kerja. Namun demikian terhadap angkatan kerja baik yang berada di kota, pinggiran kota, maupun di desa semakin sulit memperoleh lapangan pekerjan, apalagi berupaya menciptakan lapangan kerja baru atau wirausaha baru. Hal tersebut semakin tidak seimbang antara jumlah pencari kerja aktif maupun adanya lowongan kerja.Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, penulis ingin mengetahui secara lebih mendalam tentang pertambahan penduduk kaitannya dengan angkatan kerja di Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati melalu penelitian yang berjudul : “Analisis Dampak Pertambahan Penduduk Terhadap Penyerapan Angkatan Kerja di Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati.” Tujuan penelitian ini adalah: (1). Untuk mengetahui berapa besar pertambahan penduduk di Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. (2). Untuk mengetahui besarnya pertambahan penduduk terhadap angkatan kerja di Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. (3). Untuk mengetahui dampak antara pertambahan penduduk dan penyerapan angkatan kerja di Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif, yaitu metode penelitian yang menghasilkan data diskriptif yang berupa data-data tertulis maupun lisan dari orang atau perilaku yang diamati. Sedangkan teknik pengumpulan data melalui Observasi, dokumentasi, dan wawancara yang dapat diketahui bahwa jumlah penduduk bejumlah 2.026 jiwa. Yaitu laki-laki berjumlah 957 dan perempuan 1.069 dan memiliki 02 RW dan 17 RT. Hasil penelitian khususnya dari observasi, wawancara dan dokumentasi tentang dampak pertambahan penduduk terhadap penyerapan angkatan kerja setelah dilakukan penghitungan rumus dipendensi rasio bahwa setiap 100 usia produktif menanggung beban sebanyak 41 jiwa. Jadi semakin besar pembilang (orang-orang yang ditanggung) semakin besar angka ketergantungannya maka akan semakin besar pula beban tanggungannya. Jadi secara garis besar, pertambahan penduduk terhadap penyerapan angkatan kerja di Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati setiap tahunnya mengalami peningkatan angkatan kerja.Angka pertambahan penduduk mengalami peningkatan, cara mengetahui pertambahan penduduk yaitu dengan menggunakan rumus Metode Persamaan Berimbang (The Balancing Equation) (Prof, Ida Bagoes Mantra,Demografi), yaitu : Pt = Po + ( B – D) + ( IM – OM), Pt= 2.026+(24-14)+(17-8)=2026+19=2045 Jadi semula penduduk Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati berjumlah 2.026 jiwa pada tahun 2012 menjadi 2045 jiwa ditahun 2013. Itu artinya pertambahan penduduk mengalami peningkatan sebesar 19 orang atau sebesar 0,9% di tahun 2013. Yang dimaksud dengan angkatan kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun keatas yang secara aktif melakukan kegiatan ekonomis (Biro Pusat Statistik, 1983). Di Desa Jimbaran sendiri penduduk yang merupakan angkatan kerja dan berumur produktif sebanyak 1431 jiwa dari 2.026 jiwa atau 70,6 %.                                                                                                                                   Kata kunci : pertambahan penduduk, penyerapan angkatan kerja.

PENGARUH KEGIATAN EKSTRA KURIKULER PRAMUKA TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR IPS SISWA

Mas’ut, Mas’ut ( IKIP Veteran Semarang )

GEOGRAFI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.284 KB)

Abstract

Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada pengaruh yang signifikan antara kegiatan pramuka terhadap kedisiplinan belajar IPS siswa SMP NURUL ULUM Karangroto Genuk Semarang Tahun Pelajaran 2013/2014. Dalam penelitian ini jumlah populasinya adalah seluruh Kelas VII SMP NURUL ULUM Karangroto Genuk Semarang Tahun Pelajaran 2013/2014. Sejumlah 82 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, interview dan dokumentasi. Tekhnik angket digunakan mencari data-data yang dijadikan sebagai dokumentasi pada penelitian ini seperti arsip tentang sejarah, lokasi, dan berbagai hal tentang SMP NURUL ULUM Karangroto Genuk Semarang Tahun Pelajaran 2013/2014, teknik observasi digunakan untuk mengamati siswa dalam mengikuti kegiatan Pramuka di SMP NURUL ULUM Karangroto Genuk Semarang Tahun Pelajaran 2013/2014, teknik interview (wawancara) digunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya SMP NURUL ULUM Karangroto Genuk Semarang, dan teknik dokumentasi digunakan untuk memcari data-data yang dijadikan sebagai dokumentasi pada penelitian ini seperti arsip sejarah, lokasi dan berbagai hal tentang SMP NURUL ULUM Karangroto Genuk Semarang, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisi pendahuluan, analisis lanjutan dan analisis uji hipotesis dengan menggunakan rumus korelasi produk moment. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pengaruh antara kegiatan Pramuka terhadap kedisiplinan belajar IPS SMP NURUL ULUM Karangroto Genuk Semarang Tahun Pelajaran 2013/2014. Berdsarkan hasil perhitungan, dengan N = 30 diperoleh nilai koefisien korelasi atau (rxy) sebesar 0,533, kemudian hasil tersebut dikonsultasikan dengan tabel r, dengan responden 30 siswa dengan taraf 5 % diperoleh dari tabel 0,361 dan signifikansi 1 % diperoleh dari tabel 0,463. Bila dibandingkan ternyata ro : 0,533 > 0,361 dan 0,533 > 0,463. Dari uraian tersebut, maka ro = memiliki tingkat korelasi hipotesis sebesar 28,408% dan sisa dari hasil prosentase hipotesis sebesar 28,9119%. Berdasarkan analisis data tersebut dapat diketahui bahwa hasil penelitian : Ada pengaruh yang signifikan antara kegiatan Pramuka terhadap kedisiplinan IPS siswa IPS SMP NURUL ULUM Karangroto Genuk Semarang Tahun Pelajaran 2013/2014. Kata kunci : ekstra kurikuler pramuka, kedisiplinan belajar, siswa kelas VII SMP NURUL ULUM .