cover
Filter by Year
GARDAN
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -
Articles
98
Articles
Scaffold Rekonstruksi Mandibula Dari Material Bhipasis Calsium Phospate Dengan Penguat Cangkang Kerang Srimping Dan Gelatin Menggunakan Metode Functionally Graded Material

Samsudi Raharjo, Saifudin Ali Anwar Solechan ( Universitas Muhammadiyah Semarang )

GARDAN Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : GARDAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tumor mandibula berpotensi menimbulkan gangguan atau rusaknya tulang dan perlu dilakukan reseksi untuk mengambilan bagian yang terinfeksi. Akibat reseksi perlu dilakukan rekonstruksi mandibula dengan menggunakan scaffold dan tergantikan sel-sel osteoblas untuk pembentuk tulang.  Penelitian ini tentang pembuatan scaffold rekonstruksi mandibula dari material biphasis calsium phospate dengan penguat cangkang kerang srimping dan gelatin menggunakan metode functionally graded material. Tujuan tersebut akan tercapai dengan optimasi prototype scaffold. Pengujian scaffolds mulai uji ketangguhan retak, metalurgrafi, struktur Kristal, dan porositas. Tujuannya untuk mengetahui karakteristik dan sifat mekanik scaffolds.Hasil yang diperoleh setelah dilakukan pengujian ketangguhan retak. Hasil yang optimal dimiliki oleh tipe Scaffolds 2/K dengan  kekuatan tekuk ini melebihi kekuatan scaffolds kommersil yaitu sebesar 805 Pa. Pada struktur kristal terbentuk semi kristal pada scaffold berpenguat cangkang kerang dan gelatin pada tempertaur sintering 800oC memiliki sifat sulit teruarai atau terdegradable. Hasil uji SEM untuk penguat gelatin memiliki pori-pori yang besar dan porositas yang tinggi dengan diameter porous ± 200 – 300 µm. Pada uji porositas yang paling optimal pada scaffolds tipe 2/G dengan berpenguat cangkang kerang srimping memiliki kekutan tekuk yang tinggi dan porositas rendah, sebaliknya berpenguat gelatin memiliki porositas tinggi tetapi kekuatan tekuk rendah. Keywords : mandibula, scaffolds, Functionally Graded

Penggunaan Eceng Gondok Rawa Pening Ambarawa Untuk Cooling Pad Komposit Menggunakan Metode Kompaksi

Ngubaidi Achmad, Joko Suwignyo ( IKIP Veteran Semarang )

GARDAN Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : GARDAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Serat alam banyak dimanfaatkan di bidang teknologi material. Serat alam sebagai penguat material komposit. Komposit memiliki sifat ringan, kuat, elastis, dan tangguh. Kekurangan serat alam pada kekuatan yang tidak merata. Jenis serat alam yang banyak dipakai yaitu sisal , flex, hemp, jute, rami, kelapa, dan eceng gondok. Eceng gondok rawa pening memiliki kekuatan tarik yang tinggi yaitu 19 N/mm2 dan tahan temperatur 50oC. Bahan komposit eceng gondok sebagai bahan eksterior mobil, elektronik, dan perlengkapan komputer. Penggunaan serat alam eceng gondok Rawa Pening Ambarawa sudah banyak dimanfaatkan, tetapi untuk perlengkapan komputer belum pernah dilakukan. Pada riset ini, ingin memanfaatkan eceng gondok Rawa Pening untuk pembuatan cooling pad komposit yang tahan beban, ringan, kuat dan temperatur tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa antara serat dan serbuk eceng gondok, pengaruh penamabahn fraksi volume, dan tekanan kompaksi terhadap kekuatan mekanik cooling pad komposit. Metode penelitian ini dengan memvariasi serat dan serbuk eceng gondok, fraksi volume 20, 30, dan 40% penguat, dan tekanan kompaksi. Hasil uji mekanik yang paling baik pada komposisi cooling pad komposit B1 pada tekanan kompaksi 200 Kpa memiliki kekuatan mekanik paling besar yaitu kekuatan tarik 26,5 N/mm2, uji impak 0,002565 J/mm2, dan uji fatik 27,1 Mpa. Bertambahnya kekuatan tekan kompaksi, fraksi volume dan serat eceng gondok meningkatkan kekuatan mekanik cooling pad komposit, sehingga memiliki kwalitas baik. Keyword: eceng gondok, cooling pad, kompaksi, rawa pening, serat.

Analisa Metode Ektruder Untuk Pembuatan Scaffolds Rekonstruksi Mandibular Dari Material Hidroksiapatit Dan Pati Ketela

Solechan, Solechan ( Universitas Muhammadiyah Semarang )

GARDAN Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : GARDAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penyebab kematian di dunia salah satunya penyakit kanker dan menyumbang sekitar 0.2% dari jumlah kasus kanker. Setiap tahun tidak kurang dari 240.000 kasus kanker tulang terjadi di Indonesia, terdiri dari dari tumor jinak dan tumor ganas. Tercatat 455 kasus tumor tulang yang terdiri dari 327 kasus tumor tulang ganas (72%) dan 128 kasus tumor tulang jinak (28%) dalam kurun waktu 10 tahun (1995-2004) di RSCS DR. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Tumor mandibula berpotensi menimbulkan gangguan penyembuhan tulang mandibula. Adapun prosedur reseksi tumor mandibula menimbulkan defek mulai dari celah pada tulang alveolus sampai dengan diskontinuitas tulang mandibula. Rekonstruksi mandibular bertujuan untuk pembentukan kontinuitas mandibula salah satunya menggunakan media scaffolds. Penelitian ini bertujuan untuk membuat scaffolds untuk rekosntruksi mandibular menggunakan ekstrusi manual dengan pola peletakan 0/90o dari material hidroksiapatit (HA) dengan pengikat pati ketela (PK). Diharapkan menggunakan metode ekstrusi manual dapat dikontrol porositas, ukuran lubang, hubungan antar lubang (interconnecting Pores) dan sifat mekanik. Metode penelitian dengan memvariasikan jumlah komposisi paduan antara HA dengan pati ketela dari 80% - 20% dan 70% - 30%. Pola peletakan scaffold 0/90o yaitu posisi saling menyilang dimana peletakan pertama 0o dan kedua 90o. Untuk pengujian yang dilakukan mulai dari kareteristik material dengan uji X-ray diffraction (XRD) dan sifat mekanik menggunakan uji tekan. Hasil pengujian menunjukan bahwa spesimen scaffolds dengan komposisi HA–PK melalui uji XRD menggunakan pola difraksi standar dilihat kecenderungan struktur kristal yang terbentuk menunjukkan peak yang tinggi. Hasil ini membuktikan bahwa HA–PK masih menunjukan dominasi unsur hidroksiapatit dari pada pati ketela. Sedangkan untuk uji tekan komposisi HA–TK 70% - 30% memiliki kekuatan tekan lebih tinggi dari pada komposisi 80% - 20 % dikarenakan pengikatnya lebih banyak. Unsur pengikat menyelimuti seluruh permukaan butiran HA, sehingga kekuatan tekan lebih tinggi dan tidak getas (brittle).      Kata kunci : hidroksiapatit, mandibula, scaffolds, tumor, uji tekan.

Pengaruh Pemakaian Energi Listrik Pada Waktu Proses Elektrolisa Terhadap Manajemen Kualitas Hasil Produksi Elektroplating

Suwignyo, Joko ( IKIP Veteran Semarang )

GARDAN Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : GARDAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Proses pelapisan krom yang dilakukan oleh Industri dalam menghasilkan produknya adalah dengan melapiskan logam krom pada material dasar yang berasal dari besi keras, besi lunak atau bahkan sampai baja, dimana material dasar dihaluskan / dipoles kemudian langsung dilapisi dengan proses krom. Permasalahan yang sering dihadapi oleh industri dilapangan adalah bagaimana dalam memprediksi hasil suatu produk pelapisan krom didalam mendapatkan  kualitas yang meliputi kekerasan dan ketebalan serta tampilan, agar efisien sehingga konsumen bisa terlayani dengan menyajikan mutu produk yang baik. Tujuan pelapisan krom pada penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas mutu produk yang meliputi keindahan, ketebalan dan kekerasan permukaan logam dengan cara merubah tegangan listrik dan waktu pemakaian Pengaruh Pemakaian Energi Listrik pada waktu Proses Elektrolisa terhadap Menejemen kualitas hasil produksi elektroplating”, diharapkan mendapatkan data yang bisa diaplikasikan dalam penerapan pada menejemen kualitas untuk meningkatkan mutu hasil produksi krom (proses pelapisan krom yang paling optimal dan maksimal serta efisien dan dapat memperhatikan kondisi lingkungan dalam proses penanganan limbah),  sesuai dengan waktu proses yang digunakan yang tampak terukur pada KWH meter, dan seberapa jauh beda pemakaian arus listrik dalam menentukan penerapkan menejemen kualitas produk dari suatu proses produksi krom dengan nilai efisiensi serta memperhatikan kondisi lingkungan

Pembuatan Material Sintesis Nano Hydroxyapatite Untuk Aplikasi Scaffolds Tulang Mandibula Dari Tulang Cumi Sontong Menggunakan Metode Kalsinasi

Solechan, Solechan ( Universitas Muhammadiyah Semarang )

GARDAN Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : GARDAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Bioceramik dapat digunakan untuk aplikasi medik, seperti restorasi kerusakan jaringan keras. Kerusakan jaringan keras tubuh berupa kecacatan struktur tulang. Di indonesia sekitar 40 % cacat bawaan dan penyakit, sisanya cacat kecelakaan. Kasus tumor tulang sendiri, kasusnya kurang dari 1% dari semua jenis kanker di dunia. Untuk Tumor mandibula berpotensi menimbulkan gangguan pengunyahan, saluran napas, penelanan dan berbicara. Pengangkatan tumor mandibula menimbulkan cacat, maka perlu rekonstruksi mandibula dengan transplantasi implan scaffolds. Material HA untuk pembuatan scaffolds sangat mahal karena produk impor. Tulang cumi sotong (cuttlefish) mengandung kalsium karbonat, dengan proses kalsinasi akan terbentuk sintesis HA untuk pembuatan scaffolds. Diharapkan material HA ini, harganya lebih murah dan kwalitasnya sama dengan HA komersil. Riset ini, membuat sintesis nano HA untuk material scaffolds implan mandibula dari tulang cumi sotong menggunakan proses kalsinasi temperatur rendah. serbuk diambil dari tulang cumi sotong dengan cara menggarukan spatula pada permukaan tulang. Bubuk kapur tulang cumi sotong di kalsinasi dengan variasi suhu 900, 1000, dan 1100oC untuk mendapatkan sintesis HA yang terbaik menurut uji karakteristik. Sedangkan mendapatkan sintesis nano HA dilakukan proses penghancuran menggunakan mesin ball  milling. Waktu variasi penghancuran HA mulai dari 1, 2 dan 3 jam operasional. Material sintesis HA di uji karakteristik sesudah di ball milling. Uji karakterstik sintesis nano HA mulai dari uji XRD, FTIR, dan SEM. Hasil EDX menunjukan meningkatnya temperatur kalsinasi akan merusak gugus fungsi dari material sintesis HA nanomaterial dengan bentuk fase semi kristal. Temperatur kalsinasi yang optimal pada suhu 900oC. Proses ball milling semakin lama menjadikan ukuran butir semakin kecil, tetapi waktu proses ball milling 3 jam belum mampu menjadikan material HA berukuran nano. Secara karakterisasi material sisntesis HA nanomaterial TK-900/BL-1 menyamai karakteristik HA komersil (Sigma Aldrith), tetapi fase ketinggian puncak masih dibawahnya, sehingga material sintesis HA nanomaterial untuk kristalnya masih rendah. Kata kunci: Hydroxyapatite, kalsinasi, nanometer, scaffold, tulang cumi sotong.

Ketahanan Membaca Guru Smk Teknik Mesin Otomotif Di Kota Semarang

Sumaryono, Ngubaidi Achmad, ( IKIP Veteran Semarang )

GARDAN Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : GARDAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Budaya baca masyarakat rendah. Seberapa rendah budaya baca tersebut. Maka digunakan alat ukur ketahanan membaca dengan satuan jumlah halaman per hari rata-rata yang dibaca. Guru SMK Teknik Mesin Otomotif sebagai subyek penelitian di Kota Semarang. Karena guru sebagai pemberdaya budaya baca siswa yang akan menjadi anggota masyarakat. Melalui pendiskripsian halaman membaca antara guru yang mendapat tunjangan profesi dengan yang belum. Untuk menjawab pertanyaan apakah tunjangan profesi ikut andil dalam peningkatan kualitas para gur. Hasil penelitian rerata keseluruhan ketahanan membaca guru  SMK Teknik Mesin Otomotif 2,46 halaman/hari untuk kategori yang sudah dan belum menerima tunjangan profesi masing-masing 2,55 dan 2,27 halaman/hari. Hal tersebut dinyatakan tidak ada perbedaan yang signifikan sehingga tunjangan profesi belum terlihat untuk peningkatan kualitas diri melalui ketahanan membaca. Hal ini karena semangat membaca masih didominasi factor ekstern yaitu untuk menjawab pertanyaan yang akan segera muncul. Keywords : ketahanan membaca, guru SMK

Analisa Pengaruh Perlakuan Panas Piston Komposit Berpenguat Silikon Karbida (SiC) Menggunakan Metode Squeeze Casting Terhadap Karakterisasi Dan Sifat Mekanik

Fuad Abdillah, Radimin ( IKIP Veteran Semarang )

GARDAN Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : GARDAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Secara kualitas paduan aluminium murni dan daur ulang tidak ada perbedaan kualitas. Banyak komponen otomotif yang terbuat dari paduan aluminium, mulai dari piston, blok mesin, cylinder head, valve dan lain sebagainya. Piston terbuat dari paduan aluminium dan silikon memiliki daya tahan terhadap korosi, abrasi, ulet, dan kekuatan tinggi tetapi kekerasan rendah. Untuk meningkatkan kekerasan dengan menambah penguat 12%, dapat meningkatkan kekuatan sifat mekanik 100 %. Limbah aluminium ditambah SiC menggunakan metode squeeze casting dengan penguat partikel dan fiber dapat meningkatkan kekuatan tarik 225%, kekerasan 150% dan porositas 5%. Piston komposit dengan komposisi 77% limbah piston, 18 %  Silikon karbida dan 11% Magnesium dan tekanan 800 MPa untuk kekerasan menyamai kekerasan piston tetapi keuletanya sangat rendah, maka perlu dilakukan proses heat treatment (perlakuan panas) untuk memperbaiki sifat mekanik. Tujuan penelitian ingin mengetahui komposisi campuran piston komposit dan waktu penahan proses perlukuan yang dapat meningkatkan kekuatan mekanik piston komposit. Hasilnya dengan meningkatnya kandungan magnesium dan penguat SiC dapat meningkatkan kekerasan spesimen piston komposit dan ikatan antarmuka yang optimal. Bertambahnya tekanan squeece casting dan waktu penahan perlakuan panas mampu meningkatkan kekerasan spesimen piston komposit. Komposisi campuran K3, tekanan 800 Mpa, dan waktu penahan 3 jam untuk kekerasan melebihi kekerasan piston Daihatsu Hijet-1000 yang berfungsi sebagai kontrol. Kekerasanya mencapai 77,14 HRB. Keyword: Aluminium, piston, composite, silicon carbide, squeeze casting

Karakterisasi Material Hidroksiapatit Tulang Sapi Pada Filamen Print 3D Metode Fused Deposition Modelling Untuk Implan Scaffolds Rekonstruksi Mandibula

Saifudin Ali Anwar, Solechan ( Universitas Muhammadiyah Semarang )

GARDAN Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : GARDAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penyakit tulang diakibatkan kanker menurut WHO tahun 2008 mencapai 12 juta kasus kanker baru, 7 juta orang meninggal dan 5 juta orang hidup dengan kanker. Tumor tulang bagian dari kanker, kasusnya kurang dari 1% dari semua jenis kanker. Lokasi tumor paling banyak ditibia 41%, tulang femur 33%, tulang maxillofacial dan mandibular 3%. Penyembuhan kanker mandibula menggunakan Scaffolds untuk pemulihan tulang. Scaffolds dibuat dari polimer, keramik dan komposit. Sekarang ini scaffolds dibentuk dengan print 3D melalui filamen komposit. Material komposit filamen dengan filler hidroxyapatite bovine (HAb) atau hidroxyapatite dari tulang sapi memiliki kekuatan yang lebih. Metode pembuatan Hidroxyapatite bovine dari tulang sapi bagian kortikal dengan proses kalsiniasi pada suhu 1100oC dengan waktu penahanan 3 jam. Hasil uji karakterisasi material HAb secara gugus fungsi dan difraktogram puncak-puncak yang tajam menguatkan HAb memiliki kesamaan dengan HA komersil. Material HAb memiliki rasio Ca/P 2.15 sedangkan HA komersil 1,67. Material HAb memiliki unsur calcium lebih banyak dari HA komersil. Bentuk butir HAb berbentuk kotak tidak beraturan dengan ukuran butir 300 nm, sehingga cocok digunkan sebagai filler material komposit filamen print 3D. Kata kunci: hidroxyapatite, kalsinasi, sapi, serbuk, tulang.

Pengembangan Prototipe Alat Penghemat Bahan Bakar Sepeda Motor Dengan Tambahan Uap Pretamax Menggunakan Metode Hydrocarbon Crack System

abdillah, fuad ( IKIP Veteran Semarang )

GARDAN Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : GARDAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Di dunia transportasi, sepeda motor sebagai salah satu alat transportasi yang biasa digunakan penduduk Indonesia. Hal ini dikarenakan praktis dan hemat, jika dibandingkan dengan angkutan umum. Alasan lain untuk mempercepat aktivitas dari suatu tempat ke tempat lainnya. Sepeda motor dengan bahan bakar irit sebagai penentu konsumen untuk membelinya. ini disebabkan harga bahan bakar yang semakin mahal. Harga eceran per liter untuk bahan bakar jenis premium Rp 6.500 Per liter, dan pertamax Rp 9.050 per liter. Maka perlu inovasi pembuatan alat untuk penghematan bahan bakar yang tujuanya untuk menaikan kinerja mesin, mengurangi emisi gas buang dan mengurangi resiko kerusakan. Penelitian ini adalah membuat alat penghemat BBM memakai metode hydrocarbon crack system (HCS) menggunakan pipa katalis untuk menghemat bahan bakar dan emisi gas buang. Metode penelitian menggunakan variabel bebas dengan mengatur putaran mesin, panjang pipa katalis dan volume pertamax untuk mengetahui pengaruh penghematan BBM, temperatur mesin, kebisingan, dan emisi gas buang Sepeda Motor Zupiter Z 113,7 cc. HCS sangat efektif dipakai untuk power supelmen kendaraan bermotor sebagai penghemat bahan bakar yang mampu menghemat minimal 50% sampai 70% bahan bakar. Sebelum memakai pipa katalis waktu performa mesin 12:45 menit, temperatur mesin 109oC, kebisingan 58 db dan emisi gas buang masih diatas nilai batas yang diizinkan, setelah menggunakan pipa katalis menjadi waktu performa mesin 20:49, temperatur naik 99oC, kebisingan 52 db dan emisi gas buang sesuai standar nilai emisi gas buang yang diizinkan. Metode HCS mampu menghemat BBM 50% dan menurunkan kadar emisi gas buang dengan peningkatan panjang pipa katalis dan volume premium.  Kata kunci— pipa katalis, hydrocarbon crack system, premium, uap, emisi.

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BERWIRASWASTA SISWA

Santoso, Agus Budi ( IKIP Veteran Semarang )

GARDAN Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : GARDAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan lingkungan keluarga terhadap minat berwiraswasta siswa jurusan Otomotif SMK Muhammadiyah Salatiga tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian sebanyak 290 siswa. Sampel penelitian berjumlah 158 orang siswa yang diambil acak dengan seimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara motivasi kerja terhadap minat berwiraswasta siswa jurusan Otomotif SMK Muhammadiyah Salatiga, hal ini ditunjukkan dengan nilai Fhitung 997,092 > Ftabel 3,900 dengan tingkat signifikansi F 0,000 < 0,05. Terdapat pengaruh antara lingkungan keluarga terdapat minat berwiraswasta siswa jurusan Otomotif SMK Muhammadiyah Salatiga, hal ini ditunjukkan dengan nilai Fhitung 914,359 > Ftabel 3,900 dengan tingkat signifikansi F 0,000 < 0,05. Terdapat pengaruh antara motivasi kerja dan lingkungan keluarga dengan minat berwiraswasta siswa jurusan Otomotif SMK Muhammadiyah Salatiga secara simultan, hal ini ditunjukkan dengan hasil penghitungan diperoleh harga Fhitung 843,386 > Ftabel 3,050 dengan tingkat signifikasi 0,000 < 0,05 berarti variabel motivasi kerja dan lingkungan keluarga secara bersama-sama dapat menjelaskan variabel minat berwiraswasta. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Lingkungan Keluarga, Minat Berwiraswasta.