cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
ISSN : 24606324     EISSN : 25796461     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara is an open access journal and published twice a year in January & July that contains research result where never published.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK BERBASIS INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR (Studi pada Siswa Kelas IV SDN Sokosari 1 Tuban) Agustin, Ina
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.924 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is (1) Produce teaching material thematically based guided inquiry (guided Inquiry) for the fourth grade students of elementary school, (2) Determine the level of validity, keterterapan, and the effectiveness of teaching materials thematically based guided inquiry (guided Inquiry) for graders IV Elementary School. The development model used in this study is a model developed by Borg & Gall.  The thematic material in this reseach is able to solve the problems of the material used by the teacher of the class IV SDN Sokosari 1 Tuban, as the material relevant to students' characteristics, and in accordance with the living conditions of class IV SDN Sokosari 1 Tuban. Product material thematic form module thematic developed in compliance component as the material is good, so that the material this thematic can fill the availability and increasing the diversity of learning resources, particularly in the fourth grade SDN Sokosari 1 Tuban for use in the process of learning by teachers and students independent.   Key words: thematic material, guided inquiry, elementary school   Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Menghasilkan bahan ajar tematik berbasis inkuiri terbimbing (guided Inquiry) untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar, (2) Mengetahui tingkat kevalidan, keterterapan, dan efektifitas bahan ajar tematik berbasis inkuiri terbimbing (guided Inquiry) untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Bahan ajar tematik mampu memecahkan permasalahan bahan ajar yang digunakan oleh guru kelas IV SDN Sokosari 1 Tuban, sebagai bahan ajar yang relevan dengan karakteristik siswa, dan sesuai dengan kondisi tempat tinggal siswa kelas IV SDN Sokosari 1 Tuban. Produk bahan ajar tematik yang berupa modul tematik yang dikembangkan telah memenuhi komponen sebagai bahan ajar yang baik, sehingga bahan ajar tematik ini dapat mengisi ketersediaan dan menambah keragaman sumber belajar khususnya di kelas IV SDN Sokosari 1 Tuban untuk digunakan dalam proses pembelajaran oleh guru dan siswa secara mandiri.   Kata kunci: bahan ajar tematik, inkuiri terbimbing, sekolah dasar  
KETERSEDIAAN DAN PEMANFAATAN MEDIA KOMPONEN INSTRUMEN TERPADU (KIT) IPA DI SD NEGERI KECAMATAN NANGGALO KOTA PADANG Angreni, Siska; Sari, Rona Taula
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.818 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis ketersediaan dan pemanfaatan media Komponen Instrumen Terpadu (KIT) dalam pembelajaran IPA di SD Negeri se-Kecamatan Nanggalo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian survei. Instrumen yang digunakan lembar observasi, angket dan panduan wawancara. Hasil penelitian ketersediaan media KIT IPA di SD Negeri kecamatan Nanggalo sudah mencukupi untuk digunakan dalam proses pembelajaran, dengan kondisi media KIT IPA untuk digunakan dalam pembelajaran tidak mengalami kerusakan. Adapun pemanfaatan media KIT IPA di SD Negeri Kecamatan Nanggalo belum makasimal dalam pembelajaran. Faktor  mengapa guru tidak pemanfaatan media KIT IPA karena kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan media tersebut.
PENGEMBANGAN KARAKTER RASA TANGGUNGJAWAB MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) PADA MAHASISWA TINGKAT I PROGRAM STUDI PGSD FKIP UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI Soenarko, Bambang; Mujiwati, Endang Sri
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.412 KB)

Abstract

Today the life of the Indonesian people to experience a friction in values. This condition is then said to moral decadence, which marked the rise of crime and deviant behavior, the perpetrator of the younger generation, in addition to children and parents, even with the title of community leaders and officials. Increasingly felt moral decline to a level that is quite disturbing classified as "immoral". These conditions require the need for the development of the characters' sense of responsibility through the use of learning model Clarification Technique (VCT). VCT learning model as affective learning model that aims to improve the ability to make moral judgments in a way to provide stimulation in the form of moral dilemmas that come from social problems in life. The aim of this study reveal that "The use of the learning model VCT provides better effect on morality, especially the characters' sense of responsibility in students PGSD study program, rather than the use of conventional learning model". Results of helpful evidence to provide input/alternative models that can be used by teachers in the field. This study uses a pretestposttest control group design, in the form of learning models VCT treatment. The treatment effect in the form of character Taste responsibility on students of the University FKIP PGSD Nusantara PGRI Kediri. Furthermore, the data will be analyzed by ttests comparative analysis. From the research findings of significant differences, which means the use of the learning model VCT provides better effect than conventional models.   Keywords: VCT, the characters' sense of responsibility
MODEL PROBLEM BASED INTRUCTION BERBANTUAN MIND MAPPING PADA MATERI PERMASALAHAN SOSIAL DI LINGKUNGAN SETEMPAT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD Rozhana, Kardiana Metha
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.4 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study to describe the application of the Problem Based Instruction model assisted of Mind Mapping model, student activities, and student learning outcomes in grade IV SDN 2 Pringapus Trenggalek. The research method used is descriptive qualitative research method with type research design using classroom action research (CAR) conducted in two cycles, cycle 1 and cycle 2 with research subjects 4th grade students of SDN 2 Pringapus amounting to 24 students. The results of the pre-cycle, student learning activities 63% and 68% of learning outcomes. Cycle 1 student activity results obtained 84% and 74% of learning outcomes. Cycle 2 and the results of student activity increased to 92% and 85% of learning outcomes.   Key Words: Problem Based Instruction Model, Mind Mapping Model, Activities, Learning Outcomes   Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Intruction berbantu model Mind Mapping, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 2 Pringapus Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian diskriptif kualitatif dengan jenis penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, yaitu siklus-1 dan siklus-2 dengan subjek penelitian siswa kelas IV SDN 2 Pringapus yang berjumlah 24 siswa. Hasil dari pra siklus, aktivitas belajar siswa yaitu 63% dan hasil belajar 68%. Siklus-1 diperoleh hasil aktivitas siswa 84% dan hasil belajar 74%. Siklus-2 dan diperoleh hasil aktivitas siswa meningkat menjadi 92% dan hasil belajar 85%.   Kata Kunci: Model Problem Based Intruction, Model Mind Mapping, Aktivitas, Hasil Belajar
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK SEKOLAH DASAR BERBASIS BUDAYA LOKAL MASYARAKAT FLORES Laksana, Dek Ngurah Laba
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.931 KB)

Abstract

Abstract: The aimed of this study was to development a multimedia learning with content and context based on local culture of Ngada Flores that can be used in teaching in elementary schools. Multimedia learning is developed with the ADDIE model (analyze, design, development, implementation, and evaluation). This research was conducted in Ngada East Nusa Tenggara province. Subjects in this study is the Curriculum 2013 as well as teachers and students of grade fourth in District Bajawa Ngada, East Nusa Tenggara. The data collected in this study were analyzed by descriptive qualitative to describe the effectiveness of multimedia to be developed. The results showed that (1) multimedia that is developed is a multimedia thematic, namely Themes Cultural Diversity Nation, (2) there are some cultural content areas integrated into multimedia, among other local dance and folk songs, and (3) developed thematic multimedia integrated local culture of Ngada is in the excellent category is based on an expert assessment and testing to elementary students.   Key words: multimedia learning content and context of culture, Ngada   Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan multimedia pembelajaran berbasis konten dan konteks budaya lokal masyarakat Ngada Flores yang dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Multimedia pembelajaran ini dikembangkan dengan model ADDIE (analyze, design, development, implementation, dan evaluation). Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur. Subjek dalam penelitian ini adalah kurikulum 2013 kelas IV serta guru dan siswa SD kelas IV di Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menjelaskan efektivitas multimedia yang akan dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) multimedia yang dikembangkan adalah multimedia tematik, yaitu Tema Keragaman Budaya Bangsaku, (2) terdapat beberapa konten budaya daerah yang diintegrasikan ke dalam multimedia, antara lain tari daerah dan lagu daerah, dan (3) multimedia tematik yang dikembangkan terintegrasi budaya lokal Masyarakat Ngada ada dalam kategori sangat baik berdasarkan penilaian ahli dan uji coba kepada siswa SD.   Kata kunci: multimedia pembelajaran, konten dan konteks budaya, Ngada
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATA PELAJARAN IPS (STUDI PADA KELAS V SDN I GENDING KABUPATEN PROBOLINGGO) Wardana, Ludfi Arya
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.479 KB)

Abstract

Abstract: This research was conducted with the aim to describe the implementation of Character Education through Problem Based Learning Lesson IPS in Class V SDN 1 Gending Probolinggo.  This study describes the implementation, barriers and solutions Character Education through Problem Based Learning Lesson IPS. Data were collected through observation, interviews, documentation and analyzed by qualitative descriptive technique. The results of this study found that the characters that appear on problem-based learning is curiosity, hard work, creativity, tolerance, discipline, friendly, honest, democratic, fond of reading. Obstacles that occur in the preparation, implementation and assessment, teachers find solutions for the implementation of Character Education through Problem Based Learning Lesson IPS well done.   Keywords: Implementation of Character Education, Problem Based  Learning   Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah pada Mata Pelajaran IPS di Kelas V SDN 1 Gending Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini mendeskripsikan pelaksanaan, kendala, dan solusi Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Berbasis Masalah pada Mata Pelajaran IPS. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter yang muncul pada pembelajaran berbasis masalah yaitu rasa ingin tahu, kerja keras, kreatif, toleransi, disiplin, bersahabat, jujur, demokratis, gemar membaca. Kendala yang terjadi pada persiapan, pelaksanaan dan penilaian, guru mencari solusi agar pelaksanaan pendidikan karakter melalui pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran IPS dapat terlaksana dengan baik.   Kata Kunci: Pelaksanaan Pendidikan Karakter, Pembelajaran Berbasis Masalah  
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL COOPERATIVE SCRIPTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MENGELIMINASI MISKONSEPSI PKn PADA SISWA SEKOLAH DASAR Indriani, Dian Eka
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.123 KB)

Abstract

Abstract: Has conducted research development of learning tools at the elementary school civics model of Cooperative Scripts with 4D modifications aimed at eliminating misconceptions learning outcomes Civics on the subject matter Cultural Diversity in Indonesia. Research procedure divided into 2 steps that are, first step is the making of learning tools, and second step is the implementation/trial step. Data were analyzed descriptively qualitative and quantitative descriptive. The results show a valid learning tool, learning implementation was good (3.87), activity centered on active student. Student learning outcomes were analyzed by N-gain indicates increased student learning outcomes Civics (0.6) as well as the elimination of misconceptions students. The conclusions of this study, that the learning device models Cooperative Scripts Civics feasible, can enhance and significantly affect the elimination misconception civics student learning outcomes in primary school.   Keywords: Cooperative, Cooperative Scripts, learning outcomes, Misconceptions     Abstrak: Telah dilakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran PKn di Sekolah Dasar model Cooperative Scripts dengan  4D modifikasi yang bertujuan untuk mengeliminasi Miskonsepsi hasil belajar PKn pada pokok bahasan materi Keanekaragaman Budaya di Indonesia. Prosedur penelitian ini terdiri atas 2 tahap, yakni tahap I merupakan tahap pengembangan perangkat pembelajaran, dan tahap II merupakan tahap uji coba/implementasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran valid, keterlaksanaan pembelajaran baik (3.87), kegiatan berpusat pada murid aktif. Hasil belajar siswa dianalisis dengan N-gain menunjukkan hasil belajar PKn siswa meningkat (0.6) begitu pula dengan eliminasi Miskonsepsi siswa. Simpulan penelitian ini, bahwa perangkat pembelajaran PKn model Cooperative Scripts layak, dapat meningkatkan dan berpengaruh secara signifikan terhadap eliminasi Miskonsepsi hasil belajar PKn siswa di Sekolah Dasar.   Kata Kunci:  Kooperatif, Cooperative Scripts, Hasil belajar, Miskonsepsi
KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPA TERPADU Dinatha, Ngurah Mahendra
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.994 KB)

Abstract

Abstract:This study aims to determine the level of difficult study student in following the Natural Science Subject. This research is qualitative descriptive. The sampling technique used is simple random sampling. Research conducted in Junior High School of Widiatmika, Badung Regency, Bali. The number of the sample members are 30 people. Data collected to measure the level of student difficult in Natural Science Subject, the questionanire method was used. Data were analyzed descriptively with references to the theoretical scale. The results of this study concluded that difficult study in Natural Scinece Subject said to be in the category of "Medium".   Key words: difficult study, natural science subject   Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling untuk menentukan jumlah sampel yang diteliti. Penelitian dilaksanakan di SMP Widiatmika, Kabupaten Badung Bali. Jumlah subjek penelitian adalah 30 orang. Pengumpulan data untuk mengukur tingkat kesulitan belajar siswa dalam pelajaran IPA digunakan kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada skala teoretik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan belajar siswa pada pelajaran IPA dikatakan dalam kategori “Sedang”.   Kata kunci: Kesulitan belajar, pelajaran IPA
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-TALK-WRITE (TTW) DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS Widiastika, I Gede
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.733 KB)

Abstract

Abstract: The aimed of this study was to determined the effect of cooperative learning model TTW on motivation and achievement of students learn science. The study was conducted on the social material Junior High School. The subject of research involved 200 people in 7th grade Junior High School of Kubu, Karangasem, Bali. To assess the effect of the above then there are two instruments were used that instrument to obtain data on the learning motivation and learning achievement data. Hypothesis testing is done by using Manova analysis. Research showed that the motivation of students who take social studies learning model TTW with an average score of 103.92, while students who take the conventional learning models have an average score of 75.28. Thus, a significant difference between the application of learning models TTW with conventional learning models in the learning process of the learning motivation of students. Based on the analysis Manova appears that the value of F = 81.145 with a significance level of 0.00. This means that there is the influence of social studies achievement between students who take the learning model TTW with conventional learning models in 7th grade student. The analysis showed that the value of F to Pilla's Trace, Wilks' Lambda, Hotteling's Trace Roy's Largest Root has calculated F = 141.341 0,00 significance smaller than 0.05. That is the value of F to Pillai's Trace, Wilks'Lambda, Hotteling's Trace Roy's Largest Root are all significant. So, their effect learning motivation and learning achievement between students who take the type cooperative learning model TTW with students who take the conventional learning models.   Key words: cooperative learning, motivation, achievement   Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TTW terhadap motivasi dan prestasi belajar IPA siswa. Penelitian dilakukan pada materi IPS SMP. Subjek penelitian yang dilibatkan adalah 200 siswa kelas VII di SMP Negeri Kubu, Karangasem, Bali. Untuk mengkaji pengaruh di atas maka ada dua instrumen yang digunakan yaitu instrumen untuk memperoleh data tentang motivasi belajar dan data prestasi belajar. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis Manova. Hasil perhitungan menunjukan bahwa motivasi belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran TTW dengan skor rata-rata 103,92 sedangkan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional memiliki skor rata-rata 75,28. Jadi, terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan model pembelajaran TTW dengan model pembelajaran konvensional dalam proses pembelajaran IPS terhadap motivasi belajar IPS siswa. Berdasarkan hasil analisis Manova tampak bahwa nilai F hitung = 81,145 dengan taraf signifikansi 0,00. Ini berarti bahwa ada pengaruh prestasi belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran TTW dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMP. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga F untuk Pilla's Trace, Wilks' Lambda, Hotteling's Trace, Roy's Largest Root memiliki F hitung 141,341 signifikansi 0,00 yang lebih kecil dari 0,05. Artinya harga F untuk Pillai's Trace, Wilks'Lambda, Hotteling's Trace, Roy's Largest Root semuanya signifikan. Jadi terdapat penagruh motivasi belajar dan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe TTW dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: pembelajaran kooperatif, motivasi, prestasi  
PENGARUH BAHAN AJAR BUKU TEMATIK BERBANTUAN VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SD Septinaningrum, Septinaningrum
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.189 KB)

Abstract

Abstract: : The aim of this research is to  know the effect of multiplication learning outcome of “Mari Kita Bermain dan Berolahraga” for the control class and  experiments class students' learning outcome using video-assisted thematic learning material book. This study uses quasi-experimental research design. The population in this study were third grade students cluster IV Sumberingin  District, Blitar academic year 2015/2016 with sample were third grade student of SDN Sumberingin II and III. Sampling technique was done by purposive sampling technique. The instrument which used were treatment instrument (a video-assisted thematic learning material book and teacher guideline books). Measurement instruments are learning outcome instrument of pre-test and post-tests. Each instrument consists of 10 questions. Data analysis was performed by t test at a significance α  = 0.05. The result study showed that experiments class students' learning outcome (using video-assisted thematic learning material book) is better than the control class (using speech learning).The average results of experimental class students’ cognitive learning outcome is 78.50 with 90.90% percents completeness, while the control class sebesar 67.30 with 60.60% percents completeness. T test also showed that the experimental class students’ learning outcomes better than the control class (t count (2.358)> t table (1.997)).   Keywords: book, video-assisted,  learning outcome   Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hasil belajar siswa pada tema Mari Kita Bermain dan Berolahraga untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen dalam penggunaan bahan ajar buku tematik berbantuan video. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu (quasi eksperimen). Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas 3 gugus IV Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar tahun ajaran 2015/2016 dengan sampel penelitian yaitu siswa kelas 3 SDN Sumberingin II dan III. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan (terdiri dari buku ajar tematik berbantuan video dan buku panduan guru). Instrumen pengukuran penelitian yaitu  hasil belajar pre-tes dan post-test yang terdiri dari 10 soal. Analisis data dilakukan dengan uji t pada signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan hasil belajar siswa kelas eksperimen (menggunakan bahan ajar buku tematik berbantuan video) lebih baik daripada kelas kontrol (menggunakan pembelajaran ceramah). Rata-rata hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen sebesar 78,50 dengan persen ketuntasan 90, 90%, sedangkan kelas kontrol sebesar 67,30 dengan persen ketuntasan 60,60%. Uji t juga menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol (thitung (2,358) > ttabel(1,997)).   Kata Kunci: buku, berbantuan video, hasil belajar

Page 1 of 1 | Total Record : 10