cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan
Published by KOPERTIS Wilayah 3
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 1 No 1 (2014)" : 12 Documents clear
PENYAKIT RABIES DAN PENATALAKSANAANNYA Tanzil, Kunadi
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.758 KB)

Abstract

Abstrak: Rabies adalah infeksi virus akut yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan mamalia dengan mortalitas 100%.Penyebabnya adalah virus rabies yang termasuk genus Lyssavirus, famili Rhabdoviridae. Rabies adalah penyakit zoonosis, penularan melalui jilatan atau gigitan hewan yang terjangkit rabies seperti anjing, kucing, kera, sigung, serigala, raccoon dan kelelawar. Walaupun telah tersedia vaksin rabies yang efektif dan aman bagi manusia dan hewan untuk pencegahan, sampai saat ini rabies masih menjadi masalah kesehatan diberbagai negara termasuk Indonesia. Tujuan penulisan makalah ini untuk menjelaskan sifat-sifat virus rabies, patogenesis, gejala klinik, diagnosis, dan penatalaksanaannya. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dan data-data penelitian lainnya. Dapat disimpulkan bahwa rabies adalah penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat binatang menyusui dengan mortalitas 100%. Mortalitas rabies dapat dikurangi bila penyakit ini cepat diketahui dan disertai penatalaksanaan yang cepat dan tepat. Kata kunci: rabies virus, binatang rabid,vaksin. Abstract: Rabies is an acute viral disease of the human and mammalian central nervous system that considerable 100% mortality. The etiologic agent is a rabies virus. Rabies viruses are member of the genus Lyssavirus, in the family Rhabdoviridae. Rabies is a zoonotic disease that is generally transmitted to humans by bites of rabid animals or by contact with saliva from rabid animals. Susceptible variesamong mammalian species, ranging from dogs, cats, monkeys, skunks, raccoon, and bats. Although, the rabies vaccine are safe and effective for human and animal prevention, nowadays rabies has become the public health problem in many countries, especially in Indonesia. The purpose of this paper is to explain properties rabies virus, pathogenesis, clinical symptoms, diagnosis and control. The method is based on literature study and other data. It is concluded that rabies is a zoonosis can invade the human central nervous system that almost always fatal. Mortality can be decreased if the disease is promptly recognized, treated quickly and appropriately. Key words : rabies virus, rabid animals, vaccine.
ASPEK BAKTERIOLOGI PENYAKIT ANTRAKS Tanzil, Kunadi
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.754 KB)

Abstract

Etiologi penyakit antraks adalah Bacillus anthracis. Penyakit ini sering menyerang binatang herbivora, yang memperoleh endospora dari tanah yang terkontaminasi. Spora antraks dapat bertahan hidup sampai beberapa decade. Tujuan penulisan makalah ini untuk menjelaskan aspek bakteriologi antraks, patogenesis, gejala klinik, diagnosis dan pengobatannya. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dan data penelitian lainnya. Dapat disimpulkan bahwa: (1) Penyakit Antraks terutama menyerang herbivore, dan jarang pada manusia, biasanya terjadi diakibatkan kontak dengan binatang terinfeksi atau yang berasal dari produk binatang yang terinfeksi. (2) Tiga gejala klinik utama antraks, tergantung dari tempat masuknya yakni (a) gastrointestinal, (b) kulit dan (c) inhalasi. Antraks inhalasi biasanya fatal dan memiliki kestabilan spora. Faktor ideal ini yang menjadi salah satu alasan mengapa dipakai sebagai senjata biologis. (d) Antraks akan mudah diobati bila penyakit ini cepat diketahui disertai pengobatan tepat dan cepat. Kata kunci: Bacillus anthracis, herbivora, senjata biologis.  Bacillus anthracis, the etiologic agent of anthrax disease occurs most frequently in herbivorous animals, which acquire the endospores from contaminated soil. Human disease is less common and results from contact with infected animals or with commercial product derived from them. The three major clinical forms of anthrax, depending on the route of acquisition are gastrointestinal, cutaneous and inhalational. Inhalational anthrax is the form most likely to be responsible for death in the setting of biologic weapon. The purpose of this paper is to explain the bacteriologic aspects of anthrax, pathogenesis, clinical symptoms, diagnostic and therapy. The method is based on literature study and other data. It is concluded that anthrax are predominantly disease in herbivores. Anthrax spores can remain viable for decades. The remarkable stability of these spores makes them on ideal bioweapon. Anthrax can be successfully treated if the disease is promptly recognized and appropriate therapy is initiated early. Key words: Bacillus anthracis, herbivora, bioweapon.
EVALUASI VIGOR DAYA SIMPAN BENIH PADA BERBAGAI GENOTIPE CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) DENGAN METODE PENGUSANGAN CEPAT Ekowahyuni, Luluk Prihastuti; Sutjahjo, Surjono Hadi; Sujiprihati, Sriani; Suhartanto, Mohamad Rahmad; Syukur, Muhamad
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.015 KB)

Abstract

Abstrak:       Percobaan ini bertujuan mengevaluasi metode pengusangan cepat methanol 20% selama 0, 2, 4, 6 dan 8 jam pada benih cabai hibrida, non hibrida, lokal, introduksi, rawit dan besar yang diproduksi pada tahun 2009 dan 2010. Jumlah genotipe benih non hibrida 4 (2009) dan 4 (2010). Jumlah genotipe benih hibrida 10 (2009) dan 8 (2010). Analisis data dilakukan dengan analisis sudut kemiringan garis regressi yang merupakan sudut  perbandingan ordinat dan axis. Rekapitulasi hasil evaluasi vigor daya simpan benih cabai menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara benih produksi tahun 2009 dan 2010, dan benih cabai hibrida dan  non hibrida, serta benih cabai lokal dan introduksi. Perbedaan terdapat pada benih cabai rawit dan besar dan laju penurunannya cabai besar lebih cepat dibandingkan benih cabai rawit.  Hal ini terjadi juga pada tolok ukur daya hantar listrik yang merupakan tolok ukur terbaik untuk vigor daya simpan benih. Hal ini menunjukkan besarnya pengaruh lingkungan terhadap vigor daya simpan benih cabai. Kata kunci: deteriorasi alami, laju kemiringan vigor daya simpan benih cabai. Abstract    The experiment was designed to evaluate the accelerated aging method with 20% methanol for 0, 2, 4, 6 and 8 hours which is the first stage of the experimental results at several pepper seed genotypes including hybrid seeds, non hybrid, local, introduction, pepper and great pepper produced in 2009 and 2010. The seeds used are non-hybrid seed as much as 4 genotype seed production in 2009 and 4 genotype seed production in 2010. Hybrid seeds used were 10 genotypes of production in 2009 and 8 genotypes of production in 2010. Data analysis done is the analysis of the slope angle of regression line slope which is resulting from the comparison of the ordinate and the axis. Recapitulation of the pepper seeds vigor storage evaluation results showed that the seed production in 2009 and 2010 there was no difference between the hybrid and non-hybrid pepper seeds and the local and introduction pepper seeds, but there are consistent differences between great chili and chili pepper seeds, the rate of decline of the great chili is greater than the chili pepper. This shows the magnitude of environmental influences on seed pepper seeds vigor storage. Exclusively in electrical conductivity benchmark, which is one of the pepper seeds vigor storage best benchmark shows that the rate of decline in seed vigor between the hybrid and non hybrid seeds and the local and introduction pepper seeds.. Key words: natural deterioration, the rate of decline seed pepper vigor test in relation  to storability
MANAJEMEN PERAWATAN DENGAN MENGGUNAKAN PSIKOEDUKASI BERBASIS KOMPUTER TERHADAP KLIEN DEPRESI RINGAN Zaini, Mad
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.432 KB)

Abstract

Manajemen perawatan pada klien depresi tergantung dari psikoterapi, farmakoterapi dan edukasi pada klien. Implementasi psikoedukasi berbasis komputer ini mengkolaborasikan antara model manajemen perawatan pada klien depresi dengan media komputer. Tujuan penulisan ini adalah untuk: (1) membahas manajemen perawatan dengan menggunakan Psikoedukasi berbasis komputer, (2) mengetahui keefektifan psikoedukasi berbasis komputer pada klien depresi ringan. Metode yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Dapat disimpulkan bahwa: (1) Manajemen perawatan pada klien depresi ringan berbasis komputer dapat meningkatkan kemampuan klien dalam memahami masalahnya, memperbaiki mekanisme koping dalam dirinya. (2) penggunaan media berbasis komputer dalam manajemen perawatan klien depresi ringan dapat meningkatkan motivasi serta ketertarikan klien dalam mengikuti program terapi depresi.
GIGI SUPERNUMERARY DAN PERAWATAN ORTODONSI Iswari S., Herlianti
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.889 KB)

Abstract

Abstract: Supernumerary teeth (gigi berlebih) sering kali ditemukan dalam praktek sehari hari yang dapat menyebabkan maloklusi sehingga dibutuhkan perawatan baik dengan ekstraksi jika diperlukan dan dilanjutkan dengan perawatan ortodonti. Tujuan penulisan ini untuk membahas dan mengetahui (1) penyebab gigi supermumerary (2) maloklusi akibat gigi supernumerary (3) berbagai tindakan pencegahan dengan koreksi dan perawatan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya maloklusi selanjutnya. Dapat disimpulkan bahwa: (1) penyebab gigi supernumerary dapat berasal dari faktor heriditer, gangguan/anomali pertumbuhan gigi dan jaringan2 lainnya serta beberapa teori yang mengemukakan etiologinya seperti teori avatisme dan teori dikotomi. Gigi supernumerary ini merupakan suatu masalah yang cukup serius pada pasien karena dapat menjadi faktor resiko maloklusi terutama bila gigi supernumerary ini tumbuh dibagian anterior diantara kedua gigi insisif(mesiodens) sehingga pasien merasa tidak nyaman yang dapat berakibat mengganggu penampilan.Oleh karena itu perlu dilakukan diagnosis dan rencana terapi yang tepat dimana perawatan ortodonti dibutuhkan sesuai dengan kasus yang dapat terjadi antara lain Kasus Diastema, Kasus Gigi Impaksi, KasusCrowding/ Gigi berjejal, Kasus Rotasi Gigi. Management orthodonti yang dapat dilakukan adalah perawatan dengan alat ortodontik cekat atau alat ortodontik lepasan, dan terakhir diberikan retensi untuk stabilisasi agar tidak terjadi relaps. Kata kunci: gigi supermumerary; maloklusi; perawatan ortodonti. Abstract: Supernumerary teeth (excessive teeth) are often found in daily practice, both on children patients with dental first-phase (small frequency), mixed or permanent teeth. Supernumerary teeth is one of the malocclusion cause so we need to take a good care for the supernumerary tooth suchs as extraction if maybe required and if necessary followed by orthodontic treatment. The purpose of this writing is to discuss and find out (1) etiology of supermumerary (2) malocclusion due to supernumerary teeth (3) any preventive action, correction, and treatment that can be done to prevent further malocclusion. It can be concluded that the cause of supernumerary teeth can be derived from the factor heriditer , growth anomalies disorders/teeth and other tissue, also several theories that explain about the etiology like avatisme theory and the theory of dichotomy. Supernumerary teeth is a pretty serious problem in patients because it can be a risk factor for a malocclusion especially when these supernumerary teeth grow between the two anterior insisive teeth (mesiodens) so patients feel uncomfortable that can result in distracting appearance. Therefore it is important to do the right diagnosis and plan an appropriate therapy where necessary orthodontic treatment in accordance with the cases that may occur, such as Diastema case, impaction case, Crowding Teethcase , Tooth Rotation Case. Management of orthodonti that can be done is treatment with orthodontic fix appliance tools or spin-off tool, and the last is to do retention and stabilization to prevent relapse. Key words: supernumerary teeth; malocclusion; orthodontic treatment.
POLLEN SUBSTITUTE PENGGANTI SERBUK SARI ALAMI BAGI LEBAH MADU Widowati, Retno
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.841 KB)

Abstract

Abstrak:       Tujuan studi ini adalah memberi informasi tentang pentingnya pollen substitute sebagai pengganti serbuk sari alami bagi koloni lebah madu, serta cara pembuatan dan pemberian pollen substitute. Pollen substitute merupakan satu-satunya sumber protein bagi lebah madu, dapat dibuat dibuat oleh peternak lebah madu dengan memanfaatkan tepung kedelai, khamir, dan susu skim. Pollen substitute dapat diberikan dalam bentuk tepung kering, cairan serta pasta, dan ditempatkan baik di dalam sarang maupun di luar sarang. Pollen substitute diberikan saat tidak tersedia atau berkurangnya bunga sebagai sumber serbuk sari alami, serbuk sari alami yang tersedia berkualitas rendah, atau faktor cuaca yang menghambat lebah pekerja pencari pakan untuk keluar sarang. Pemberian pollen substitute dapat berfungsi sebagai pakan larva dan lebah dewasa, mencegah kanibalisme lebah pekerja kepada larva, menambah jumlah lebah pekerja, memelihara dan menyiapkan kesehatan koloni untuk menghadapi musim bunga selanjutnya. Kata kunci: serbuk sari, pollen substitute, lebah madu. Abstract:       The aim of this study was to provide information the importance of pollen substitute as a replacement for natural pollen for honey bee colonies, making and providing pollen substitute. Pollen substitute is the artificial high protein diets for honey bees. Beekeepers could made using soybean flour, yeast, and skim milk. Pollen substitute provided in dry powder, liquid or paste, and placed both inside and outside the hive. Pollen substitute might served at the flower dearth, low-quality natural pollen, or weather factors that impede the workers foraging. Pollen substitute  could be as feed of the brood and the adult bees, prevent the workers cannibalize the brood, increasing the number of workers, maintaning and preparing healthy honey bee colonies for next spring. Key words: pollen, pollen substitute, honey bee.
PENGARUH DAN EFEKTIFITAS COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT) BERBASIS KOMPUTER TERHADAP KLIEN CEMAS DAN DEPRESI Zakiyah, -
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.09 KB)

Abstract

Kecemasan dan Depresi merupakan bentuk gangguan jiwa yang paling umum terjadi. Perawatan dan pengobatan yang efektif untuk gangguan cemas dan depresi sangat diperlukan agar individu yang mengalami gangguan tersebut dapat kembali produktif dalam memenuhi kebutuhan hidup, tidak bergantung pada orang lain, dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui pengaruh/dampak dan efektifitas CBT berbasis komputer terhadap cemas dan depresi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Dapat disimpulkan bahwa: (1) Cognitive Behavioral Theraphy (CBT) merupakan gabungan terapi kognitif dan terapi perilaku yang dirancang untuk merubah pola pikir negatif menjadi positif sehingga individu memiliki kemampuan untuk bereaksi secara adaptif dalam menghadapi masalah atau situasi sulit dalam setiap fase kehidupan. (2) CBT efektif dan banyak dilakukan pada pasien-pasien gangguan mental/ kecemasan, (3) CBT belum dapat diaplikasikan secara optimal karena keterbatasan biaya, akses, dan praktisi ahli, (4) CBT efektif dalam menurunkan gejala depresi dan kecemasan, dan efesien dari segi biaya.
MULTIPLIKASI TUNAS TANAMAN INGGU (RUTA ANGUSTIFOLIA (L.) PERS.) SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN BENZYL ADENIN Yenisbar, Yenisbar; Yarni, Yarni; Amelia, Rizki
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.96 KB)

Abstract

Abstrak: Inggu (Ruta angustifolia (L.) Pers.) termasuk tumbuhan obat langka. Metode kultur in vitro merupakan salah satu metode perbanyakan alternatif pada tumbuhan inggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi BA terbaik pada multiplikasi tunas tanaman inggu.Eksplan yang digunakan berupa batang 1 ruas (ruas 1-10) dari tanaman inggu.Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai Desember 2011 di Laboratorium Botani, Laboratorium Terpadu Universitas Nasional. Media yang digunakan adalah media MS ¾ dengan penambahan ZPT BA dalam beberapa konsentrasi sebagai taraf perlakuan yaitu 1,0; 2,0; 3,0; 4,0 dan 5,0 ppm yang ditambahkan dengan 2,4-D 0,3 ppm, serta lima kali ulangan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS 19 for Windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kombinasi ZPT BA dengan berbagai konsentrasi + 2,4-D 0,3 ppm dalam media MS ¾ memberikan respon berupa pembentukan dan multiplikasi tunas tanaman inggu. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian BA dengan konsentrasi BA 1,0; 2,0; 3,0; 4,0 dan 5,0 ppm berpengaruh sama baik terhadap jumlah dan panjang tunas inggu. Kata kunci: inggu, benzyl adenine, multiplikasi. Abstract: Rue (Ruta angustifolia (L.) Pers.) Including rare medicinal plants. Cultured in vitro method is one alternative method of propagation in plants inggu. The study was conducted from July to December 2011 at the Laboratory of Botany, Nasional University Integrated Laboratory. The purpose of this study is to obtain the best BA concentration on shoot multiplication of rue. Explants used in the form of a stem segment (segment 1-10) of the rue plant. The medium used was MS medium with the addition of PGR ¾ BA in some degree of concentration as the treatment is 1.0, 2.0, 3.0; 4.0 and 5.0 ppm of 2,4-D was added to 0.3 ppm, and five replications. Data processing is done by using SPSS 19 for Windows. The results showed that administration of PGR combination of BA with different concentrations of 2,4-D +0.3 ppm in ¾ MS medium responded in the form of plant establishment and shoot multiplication rue. The analysis of variance showed that administration of BA with a concentration of BA 1.0, 2.0, 3.0; 4.0 and 5.0 ppm effect at both the number and length of shoots rue. Key words: rue, benzyl adenine, multiplication.
UJI KESUKAAN PANELIS PADA TEH DAUN TORBANGUN (COLEUS AMBOINICUS) Saragih, Raskita
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.03 KB)

Abstract

Abstrak: Daun Torbangun (Coleus Amboinicus) mengandung zat besi, karotenoid, senyawa flavonoid, polifenol dan antioksidan. Teh daun Torbangun dihasilkan dari proses pengeringan daun Torbangun pada suhu 50oC selama 3 jam. Tujuan penelitian ini untuk: (1) menguji kesukaan panelis pada teh daun Torbangun dan (2) mengetahui nilai nutrisi serta aktivitas antioksidan pada teh daun Torbangun kesukaan panelis. Uji kesukaan pada teh daun Torbangun telah dilakukan oleh 25 orang panelis. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan, yaitu suhu pengeringan (T) yang terdiri dari tiga taraf yaitu 45oC(t1), 50oC(t2), 55oC(t3) dan waktu pengeringan (W) yang terdiri dari tiga taraf yaitu 2 jam(w1), 3 jam(w2) dan 4 jam(w3). Uji kesukaan dilakukan pada aroma, warna dan rasa dari 27 sampel teh daun Torbangun. Sampel yang disukai oleh panelis dianalisis kadar air, kadar abu, kadar dan aktivitas antioksidan serta kandungan polifenol. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan t2w2 (suhu pengeringan 50oC dengan lama pengeringan 3 jam) paling disukai oleh panelis baik aroma, warna dan rasa. Nilai nutrisi daun Torbangun memiliki kadar air sebesar 11,32%, kadar abu 7,88%, polifenol 17,12%, aktivitas antioksidan 18,033% serta kandungan antioksidan sebesar 877,67 mg/g BHA. Kata kunci: teh daun Torbangun, uji kesukaan, aktivitas antioksidan. Abstract: Torbangun leaves (Coleus Amboinicus) contains iron (zinc), carotenoids, flavonoids, polyphenols and antioxidants. Torbangun tea leaves were produced from a drying process of Torbangun leaves at a temperature of 500C for 3 hours. The purposes of this research are: (1) to test the preference of the Torbangun tea leaves by the panelists and (2) to determine the nutritional value and antioxidant’s activity of Torbangun tea leaves that are most liked byt the panelists.The preference test of the Torbangun tea leaves has been done by 25 panelists.The experimental design used is a Randomized Block Design (RBD) with two treatment factors, which are the drying temperatue (T) consisting of three levels, namely 45 ° C (t1), 50 ° C (t2), 55 °C (t3) and the time of drying (W) which consists three levels, 2 hours (w1), 3 hours (w2), and 4 hours (w3). Preference test has been done on the flavor, color and taste of 27 samples of Torbangun tea leaves and the most liked sample by the panelists was analyzed on it’s moisture content, ash content, the level or the content of antioxidant and it’s activity, and polyphenol content. The results of this research showed that t2w2 treatment (the drying temperature: 50 0C, and the drying time: 3 hours) is most liked or preferred by the panelist. The nutritional valueof the Torbangun leaves consist of the water content 11,32 %, ash content 7,88 %, polyphenol 17,12 %, antioxidant’s activity 18,033 % and the content of antioxidant is 877,67 mg/g BHA. Key words: torbangun tea leaves, preference test, antioxidant’s activity
PENGARUHPENAMBAHAN SEKAM BAKAR PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) Gustia, Helfi
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.42 KB)

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan tanaman sawi menginginkan tanah yang gembur, subur, dan drainase baik. Sekam bakar adalah media tanam yang porous dan steril yang dapat ditambahkan ke dalam media tanam tanaman sawi dalam upaya meningkatkan produksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan sekam bakar pada media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian telah dilakukan pada bulan November 2012 sampai dengan bulan Januari 2013. Penelitian berlokasi di Pondok Benda, Kecamatan Pamulang yang berada 44 m di atas permukaan laut. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Setiap satuan percobaan terdiri dari empat tanaman, sehingga ada 80 tanaman. Uji lanjutan menggunakan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%, dimana dalam analisis data ditransformasikan ke √x+0.5, melalui program Sirichai Statistics versi 6.07. Hasil penelitian menyatakan perlakuan P2 (penambahan sekam bakar ke dalam media tanam dengan perbandingan 2:2) menunjukkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, bobot basah, dan bobot konsumsi tertinggi dibandingkan dengan perlakuan P3, P1, dan P0. Perlakuan P0 (tidak ada penambahan sekam bakar ke dalam media tanam) memperlihatkan hasil tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, bobot basah, dan bobot konsumsi terendah. Kata kunci: sekam bakar, media tanam, tanaman sawi Abstract: Mustard plants growing desire for loose soil, fertile, and well drained. Husk fuel is porous planting medium and sterile that can be added to the mustard plant growing media in an effort to increase production. The purpose of this study is to determine the effect of husk fuel to the growing media on the growth and yield of mustard (Brassica juncea L.). Research has been carried out in November 2012 to January 2013. Research located in Pondok Benda, Pamulang district that is 44 m above sea level. Complete research using randomized group design (RKLT) with four treatments and five replications. Each experimental unit consisted of four plants, so there are 80 plants. Further tests using Duncans New Multiple Range Test (DNMRT) at the level of 5%, where the analysis of the data is transformed to √x+0.5, through 6:07 Sirichai Statistics version. The study states P2 treatment (addition of husk fuel into the planting medium with a ratio of 2:2) shows the plant height, number of leaves, leaf length, leaf width, fresh weight, and the weight of the highest consumption compared to the treatmentP3, P1, and P0. P0 treatment (no additional fuel husk into growing media) shows the results of plant height, number of leaves, leaf length, leaf width, fresh weight, and the weight of the lowest consumption. Key wors: husk fuel, planting medium, mustard plant.

Page 1 of 2 | Total Record : 12