cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Fibusi (Jurnal Online Fisika)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
Liputan Awan Total di Kawasan Sekitar Khatulistiwa Selama Fase Aktif dan Tenang Matahari Siklus 21 & 22 dan Korelasinya dengan Intensitas Sinar Kosmik Utami, Sri Ulfah; Yatini, Clara Y.; Utama, Judhistira Aria
ISSN
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan analisis korelasi antara liputan awan total di kawasan sekitar khatulistiwa (100 LU – 120 LS dan 900 BT – 1420 BT) dan intensitas sinar kosmik memanfaatkan data liputan awan total yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta data sinar kosmik bulanan dari stasiun Huancayo, Peru. Pengolahan data dilakukan dengan membagi lintang geografis yang dicakup ke dalam grid dengan interval dua derajat. Untuk memperoleh nilai koefisien korelasi terbaik telah dilakukan teknik pergeseran waktu kejadian liputan awan total terhadap sinar kosmik dalam rentang 2 – 7 bulan dan hanya meninjau puncak fase aktif dan tenang Matahari yang bersesuaian dengan siklus Matahari ke-21 dan 22. Melalui teknik di atas dapat diperoleh nilai koefisien korelasi dalam kisaran 0,04 – 0,63 (tidak ada korelasi hingga korelasi dalam tingkat sedang). Studi yang dilakukan ini hanya memperhitungkan kontribusi sinar kosmik tanpa menyertakan faktor letak geografis wilayah yang ditinjau, apakah kawasan benua ataukah maritim.Kata kunci: Aktivitas Matahari, Liputan Awan Total, Sinar Kosmik. Total Cloud Coverage on Equator Region in Solar Active and Quiet Phase of 21st & 22nd Cycle and Its Correlation with Cosmic Ray IntensityWe have analyzed the correlation between total cloud cover in the area around equator (100 N – 120 S and 900 E – 1420 E) with the intensity of cosmic rays by using data obtained from Indonesian Meteorological, Climatological and Geophysical Agency (BMKG) as well as monthly cosmic ray data from Huancayo station in Peru. Data processing has been done by dividing the covered geographical latitude into grids of two degrees intervals. To obtain the best value of the correlation coefficient we have employed time shift technique on the incident of total cloud cover to cosmic rays in the range of 2 – 7 months and only consider peak of active and quite phase of the Sun during 21th and 22nd solar cycle. By using this technique we can obtain correlation coefficient in the range of 0.04 to 0.63 (no correlation to moderate correlation). In the study we have conducted, we only take into account the contribution of cosmic ray without including geographic location factors such as, whether the region being investigated is at continental or maritime region.Keywords: Solar Activity, Total Cloud Coverage, Cosmic Ray
ATENUASI NOISE DENGAN MENGGUNAKAN FILTER F-K DAN TRANSFORMASI RADON PADA DATA SEISMIK 2D MULTICHANNEL Wiguna, Elisa Tri; Nainggolan, Tumpal B; Ramalis, Taufik Ramlan
ISSN
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran noise merupakan salah satu permasalahan pada data seismik. Noise yang terekam merupakan multiple yang terjadi di laut, dikarenakan perulangan refleksi gelombang. Gelombang melalui lapisan yang berbeda-beda dan memiliki densitas yang berbeda pula. Selain itu, kehadiran lintasan yang miring pada penampang dapat memicu terjadinya multiple. Sehingga semua refleksi gelombang yang terjadi akan terekam, sedangkan yang dibutuhkan adalah hanya penampang struktur bawah permukaan laut. Hal ini menyebabkan interpretasi terhadap data seismik yang kita miliki menjadi lebih rumit. Oleh karena itu, noise dilemahkan agar sinyal primer yaitu reflektor yang diharapkan dapat lebih jelas terlihat pada rekaman data seismik dan dapat menampilkan struktur penampang bawah permukaan laut dengan baik.Metode filter F-K menghilangkan multiple berdasarkan frekuensi sinyal reflektor dengan frekuensi noise. Dilakukan filter frekuensi yang sesuai dengan reflektor dan multiple menjadi terlemahkan. Karena noise juga memiliki frekuensi tertentu, maka difilter frekuensi noise tersebut. Filter F-K memisahkan frekuensi multiple dan reflektor berdasarkan lapisan penampang yang terekam. Sedangkan metode Transformasi Radon menghilangkan multiple dari sinyal refleksi primer berdasarkan perbedaan moveout antara multiple dan sinyal primer. Transformasi Radon dapat memisahkan sinyal multiple dan sinyal primer, dan analisis permilihan moveout dapat dilakukan. Perbandingan kedua metode tersebut dapat dianalisis dan digunakan untuk interpretasi geologi. Analisis yang didapat pada interpretasi geologi yaitu mendapatkan informasi mengenai struktur geologi.
PERAN REVERSAL WIND DALAM MENENTUKAN PERILAKU CURAH HUJAN DI KAWASAN BARAT INDONESIA Karmilawati, Lilis; Hermawan, Eddy; Utama, Judhistira Aria
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Monsun (Monsoon) akhir-akhir ini telah menjadi pusat perhatian peneliti atmosfer Indonesia, sebagaimana direkomendasikan oleh IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) AR-4 (Assessment Report 2007) terkait kompleksitas dinamika atmosfer Indonesia. Monsun dicirikan oleh perbedaan yang tegas antara musim penghujan dan musim kemarau, dimana pembalikan arah dan kecepatan angin sebagai salah satu parameter utamanya (dikenal dengan istilah reversal wind). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa kuat pengaruh reversal wind terhadap curah hujan di kawasan barat Indonesia, dengan mengambil sample data curah hujan observasi dari tiga daerah kajian yakni stasiun Sicincin, Teluk Bayur dan Tabing dengan cara menganalisis kontur angin menggunakan Time Height Section, serta menganalisis secara temporal dengan menggunakan Fast Fourier Transform (FFT) dan Transformasi Wavelet. Hasil analisis data kecepatan angin dari Equatorial Atmosphere Radar (EAR) yakni angin zonal dan meridional bulanan periode 2002-2007, menunjukan reversal wind terjadi pada lapisan 4.85 km dpl untuk angin zonal dan 9,581 km dpl untuk angin meridional. Sementara dari data curah hujan observasi ketiga kawasan tersebut ditunjukan adanya pola monsunal yang tegas yakni 12 bulanan yang dikenal dengan Annual Oscillation (AO). Didapatkan nilai korelasi yang tinggi antara reversal wind angin meridional dengan anomali curah hujan di tiga kawasan kajian yaitu  0,611 untuk daerah Sicincin, 0,916 untuk daerah Teluk Bayur dan 0,824 untuk daerah Tabing. Ditunjukan nilai determinasi yang paling besar untuk Teluk Bayur yaitu 83,9 % dengan persamaan regresi linier sederhana  ΔCH = - 0,189 + 0,773[reversal wind meridional di 9,581 km dpl]. Analisis spasial digunakan untuk menganalisa pola curah hujan di Sumatera Barat yang dapat mewakili pola curah hujan regional. Pola curah hujan di kawasan barat Indonesia berpola monsunal dengan osilasi dominan 12 bulanan atau AO.
OTOMATISASI DARI HASIL PENGAMATAN AUTOMATIC WEATHER STATION (AWS) SERTA PEMANFAATANNYA DALAM SATELLITE DISASTER EARLY WARNING SYSTEM (SADEWA) Purwalaksana, Ahmad Zatnika; Suaydhi, Suaydhi; Waslaluddin, Waslaluddin
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi cuaca sangatlah bermanfaat bagi manusia karena informasi tersebut dapat digunakan untuk berbagai kepentingan kegiatan mereka saat ini. Informasi cuaca mudah didapatkan salah satunya melalui web Satellite Disaster Early Warning System (SADEWA). Web SADEWA dikembangkan oleh Pusat SAINS dan Teknologi Atmosfer (PSTA) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Informasi prediksi SADEWA didapatkan melalui simulasi model Weather Reaserch and Forecasting (WRF). Untuk melihat sejauh mana kinerja WRF dalam memprediksi cuaca, maka perlu dilakukan validasi terhadap data pengamatan. Automatic Weather Station (AWS) digunakan untuk mengukur parameter cuaca. Dalam penelitian ini dilakukan transfer otomatis data pengamatan AWS ke SADEWA. Data yang telah ditarnsfer tersebut ditampilkan di web dan dihitung korelasinya dengan data prediksi. Parameter cuaca yang dihitung nilai korelasinya adalah suhu, kelembaban dan curah hujan. Teori koefisien korelasi Pearson digunakan untuk melakukan validasi model. Dari hasil penelitian didapatkan nilai koefisien korelasi untuk suhu adalah 0,8198 dan untuk kelembaban adalah 0,7074. Nilai tersebut menjelaskan bahwa data prediksi SADEWA dan data pengukuran AWS memiliki korelasi yang kuat. Sedangkan untuk curah hujan nilai koefisien korelasinya adalah 0,2522. Nilai yang rendah ini dikarenakan curah hujan merupakan parameter tersulit untuk diprediksi oleh model.
APLIKASI METODE GAYABERAT UNTUK MEMPREDIKSI PROSPEK PANASBUMI DI DAERAH KUNINGAN, JAWA BARAT Bahri, Radinal Jalaludin; Iryanti, Mimin; Wardhana, Dadan Dani
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi panasbumi menggunakan metode gayaberat berada di daerah Kuningan, Jawa Barat. Data geologi regional daerah penelitian menunjukkan adanya air panas yang muncul ke permukaan, sehingga untuk tujuan identifikasi adanya prospek panasbumi perlu dilakukan survey eksplorasi geofisika di daerah penelitian. Survey eksplorasi geofisika melalui metode gayaberat menghasilkan nilai anomali bouguer lengkap yang telah dilakukan koreksi. Kemudian hasil pengolahan data diplot menjadi peta kontur anomali bouguer dan akan dijadikan acuan dalam pembuatan model. Berdasarkan hasil pemodelan, Pada model lintasan A-A’ diidentifikasi adanya sistem penyusun panasbumi berupa batuan penutup (cap rocks) dengan nilai densitas sebesar 2,2 gr/cc, reservoir panasbumi dengan nilai densitas sebesar 2,5 gr/cc, sesar naik dan sesar turun. Sedangkan pada model lintasan R-R’ diidentifikasi adanya batuan penutup (cap rocks) dengan nilai densitas 2,25 gr/cc, reservoir panasbumi dengan nilai densitas sebesar 2,5 gr/cc, sesar naik dan sesar turun.
IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DASAR LAUT BERDASARKAN INTERPRETASI DATA ANOMALI MAGNETIK DI PERAIRAN TELUK TOLO SULAWESI Heryanto, Septian Taufiq; Ardi, Nanang Dwi; Ilahude, Delyuzar
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Survey eksplorasi geofisika melalui metode magnetik di perairan Teluk Tolo menghasilkan nilai anomali magnetik total yang telah dikoreksi oleh IGRF, dan variasi harian. Nilai anomali magnetik residual diperoleh melalui metode pemisahan Trend Surface Analysis. Hasil pengolahan data kemudian diplot menjadi peta kontur anomali guna memperoleh gambaran anomali yang tersebar di daerah penelitian dan akan dijadikan acuan sebagai pembuatan model. Berdasarkan hasil pemodelan, gambaran struktur geologi bawah permukaan dasar laut Teluk Tolo mempunyai empat jenis komposisi batuan berbeda dengan nilai suseptibilitas 0,03, 0,004, -0,001, dan 0,07. Jenis batuan tersebut adalah granit, sedimen kuarsa, malihan kuarsit dan gabro intrusif yang terletak pada kedalaman 50 m sampai 200 m dari permukaan. Pada daerah penelitian, ditemukan indikasi adanya sesar naik yang mempunyai arah dari barat daya menuju timur laut pada penampang lintasan A – A’, dan sesar turun dengan arah dari barat laut sampai tenggara pada penampang lintasan B – B’ dan C – C’.
RANCANG BANGUN SISTEM TELEMETRI WIRELESS REALTIME MONITORING KUALITAS AIR TERINTREGRASI DENGAN AUTOMATIC SAMPLING DAN APLIKASI DATABASE BERBASIS MIKROKONTROLER Anwar, Haryono; Hermida, I Dewa Putu; Waslaluddin, Waslaluddin
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan air bersih menjadi kebutuhan utama makhluk hidup. Mutu kualitas air bersih telah mengalami penurunan disebabkan oleh berbagai limbah, mutu kualitas air yang menurun akan berakibat terhadap kelangsungan hidup biota yang hidup didalamnya, dan akan berbahaya jika air yang tercemar limbah ini digunakan. Untuk mengelola air ini maka diperlukan pemantauan atau monitoring terhadap air tersebut, sehingga mutu kualitas air dapat diketahui dan nantinya dapat dilakukan pengendalian terhadap pencemaran air. Dalam penelitian ini telah dibuat sebuah sistem monitoring kualitas air yang terintegrasi dengan automatic sampling berbasis Arduino UNO ATMega 328 dan Xbee, yang mampu mendeteksi kadar suhu, pH, dan DO secara realtime tiap detiknya, serta sebuah automatic sampling yang mampu mengambil sample air secara otomatis dan continiue. Data dari hasil monitoring dikirim secara nirkabel dari node transmitter ke node receiver, kemudian ditampilkan dalam bentuk grafik, gauge dan data text secara realtime pada sebuah aplikasi dekstop, disimpan pada data logger SD card dan database MySQL. Hasil uji sensor suhu, pH, dan DO berjalan dengan baik dan mampu melakukan sensing terhadap kualitas air. Hasil uji pengiriman data secara nirkabel dari transmitter ke receiver dapat berjalan dengan baik hingga jarak 9 meter, dengan kondisi transmitter berada diluar ruangan dan receiver berada dalam ruangan. Hasil uji automatic sampling untuk pengambilan volume sample dan lama pengambilan sample dapat diatur secara manual minimum, normal, dan maximum.
PENCITRAAN BAWAH PERMUKAAN DASAR LAUT PERAIRAN SERAM DENGAN PENAMPANG SEISMIK 2D DAN BATIMETRI Zuhrial, Rizky Ihsan; Bernhard, Tumpal; Ramalis, Taufik Ramlan
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dunia geofisika selalu dibutuhkan pencitraan yang dapat menggambarkan suatu objek daerah dengan ketelitian. Adanya beberapa macam jenis pencitraan membuat saintis lebih mudah untuk melihat secara langsung kondisi kekinian dari alam bawah bumi. Salah satunya adalah dasar bawah laut. Dalam periode teknologi modern ini, seismik adalah salah satu metode yang sangat tepat dalam mendefinisikan kebutuhan ilmuwan pada akuisisi di laut. Akuisisi data seismik dengan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan mampu untuk menampilkan sebaik mungkin hasil dari  metode seismik. Sebenarnya dengan kecanggihan teknologi dan penerapannya di era modern ini, para peneliti bisa mendapatkan pencitraan penampang bawah laut dengan cepat. Hasil dari pencitraan yang sering digunakan secara cepat adalah batimetri. Tak dipungkiri bahwa hasil dari metode seismik dan batimetri memiliki ciri khasnya masing-masing. Dalam keberlanjutannya interpretasi terhadap data seismik yang kita miliki dan batimetri yang di input menjadi lebih berbeda.Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman bahwa tiap-tiap pencitraan dasar bawah laut mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Tentunya terlihat pada celah warna dan struktur bawah permukaan laut yang. Perbandingan hasil dari metode seismik dan batimetri tersebut dianalisis sehingga menjadi  bahan interpretasi geologi wilayah Indonesia bagian timur. Analisis yang dihasilkan pada penelitian ini mampu membedakan metode seismik dan batimetri dari sisi pencitraan dan interpretasi geologi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai struktur geologi dalam bentuk lapisan sedimen dan diduga terdapat sumber daya alam sebagai potensi kekayaan daerah perairan Seram, Papua Barat.
RANCANG BANGUN MESIN BOR PCB DENGAN PENGATURAN POSISI 3D BERBASIS MIKROKONTROLER DAN VISUAL PROGRAMING Permata, Fajar Arif; Aminudin, Ahmad; Waslaluddin, Waslaluddin
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin bor PCB dengan pengaturan posisi berbasis mikrokontroler dan visual programming berhasil dibangun. Mesin ini dibangun untuk menghilangkan beberapa kekurangan yang dimiliki pada pengeboran PCB secara manual dan mengatasi mahalnya pengeboran PCB secara otomatis yang ada diindustri ketika akan digunakan dalam skala laboratorium dan tujuan pembelajaran. Mesin bor dibangun menggunakan linear guide berupa drawer runners, penggerak translasi sumbu-x dan sumbu-y menggunakan tali baja dan screw ½ inchi sepanjang 4 cm, penggerak translasi sumbu z menggunakan screw½ inchi dan nut. Bagian penggerak digerakan oleh tiga buah motor stepper Nema 23 dengan resolusi 1,8 o/step. Pada pengujian pemberian koordinat secara manual mesin bor PCB ini memiliki kesalahan sebesar 0,18 mm pada sumbu-x, dan 0,20 mm pada sumbu-y. Pada pengeboran secara otomatis percobaan pada PCB A dengan jarak tetap 5 mm mesin bor ini memiliki kesalahan sebesar 0,13 mm pada sumbu-x dan 0,3 mm pada sumbu-y, pada PCB B memiliki kesalahan sebesar 0,3 mm pada sumbu-x dan 0,2 mm pada sumbu-y, dan pada PCB C memiliki kesalahan sebesar 0,12 mm pada sumbu-x dan 0,1 mm pada sumbu-y. Rata rata kesalahan yang dimiliki mesin bor PCB ini adalah 0,18 mm pada sumbu-x dan 0,2 mm pada sumbu-y. Kecepatan pergerakan mata bor pada sumbu-x dan sumbu-y adalah 1cm/detik dan pada sumbu-z adalah 0,12 cm / detik.
PENGARUH WAKTU DAN SUHU PERLAKUAN PANAS MENGGUNAKAN GAS HIDROGEN TERHADAP SIFAT LISTRIK TERMISTOR NTC BERBASIS Fe2TiO5 Kamal, Jaenudin; Syarif, Dani Gustaman; Wiendartun, Wiendartun
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlakuan panas termistor NTC berbasis Fe2TiO5 yang di doping MnO2 telah dilakukan. Pelet termistor Fe2TiO5 dibuat dari bahan Fe2O3, TiO2,dan MnO2. Pelet mentah yang diperoleh, disinter pada suhu 1050oC selama 3 jam dalam atmosfer gas oksigen. Resistansi pelet diukur pada suhu 30-200oC dengan interval 10oC. Selesai pengukuran resistansi, pelet diberi perlakuan panas pada suhu 300oC di dalam atmosfer gas hidrogen. Besarnya waktu perlakuan panas divariasi yaitu selama 5, 15, dan 25 menit. Hasilnya, terjadi penurunan resistivitas suhu ruang (ρSR) pada keramik seiring peningkatan waktu perlakuan panas dengan nilai masing-masing sebesar 427,444 MΩ.cm, 27,877 MΩ.cm, dan 1,056 MΩ.cm. Demikian nilai konstanta termistor (B) dari masing-masing waktu perlakuan panas didapatkan sebesar 6013 K, 4102 K, dan 3459 K. Perlakuan panas juga dilakukan pada suhu yang bervariasi yaitu 250oC, 350oC, dan 450oC untuk waktu yang tetap. Hasilnya, terjadi penurunan nilai ρSR pada keramik seiring peningkatan suhu perlakuan panas dengan nilai masing-masing sebesar 421,78 MΩ.cm, 78,609 MΩ.cm, dan 0,056 MΩ.cm. Demikian nilai konstanta termistor (B) dari masing-masing suhu perlakuan panas didapatkan sebesar 4038 K, 3729 K, dan 4053 K. Berdasarkan nilai ρSR dan B yang diperoleh, keramik yang diberi perlakuan panas ini telah memenuhi kebutuhan pasar. Struktur kristal keramik sebelum dan sesudah perlakuan panas dianalisis dengan XRD. Hasil analisis XRD menunjukkan keramik Fe2TiO5 doping MnO2 mempunyai struktur kristal orthorombik dan tidak terjadi perubahan struktur kristal pada kondisi sebelum dan sesudah perlakuan panas. Kata Kunci   :  Fe2O3, TiO2, MnO2, perlakuan panas.

Filter by Year

2013 2014


Filter By Issues
All Issue