cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
The Predicted Distribution of Javan Munia (Lonchura leucogastroides) in Indonesia based of Behavior Analysis in Kalibaru, Banyuwangi, East Java Kurnianto, Agung Sih; Kurniawan, Nia
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Javan Munia is one of the common species of birds that found in west area of Indonesia (Sunda land). This species is endemic to Indonesia (Lombok, Bali, Java, and South Sumatra). The large population, especially during the harvest season makes this bird became a major pest for agriculture. This research aims to determine the adaptive behaviors of Javan Munia that become major reasons of widely spreads and the influence of these factors to the distribution. Observations made in Kalibaru, Banyuwangi, East Java, which is a mostly agricultural area. Any form of behavior in the territorial area (nesting and courtship areas) and range area (where colonize and feed) were observed periodically in the past 12 months. Sunbathing is known as a activity that undertaken by many species of birds, including the Javan Munia. This munia has specific mating and nest construction behaviour. The development of Javan Munia is very quickly, in 40 days, child will become a new adult. Javan Munia is very easy to adapt to the surrounding environment, including the used of oil palm (Elais guineensis) fiber and paper receipts as nest material. There are a possibility of invasive occurrence to the entire island of Sumatra by this species. It is quite possible because of the opening of oil palm plantations and settlements continue, until Aceh. The spread possibilty to east end of distribution (Lombok) can occur up to Nusa Tenggara Island, because of short distances between the islands and similiar vegetation circumstances.
Isolasi Khamir dari Ampas Kasar Kecap dan Potensinya sebagai Starter Pembuatan Etanol Eko Putri, Wulan Sari; Ardyati, Tri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISOLASI KHAMIR DARI AMPAS KASAR KECAP DAN POTENSINYA SEBAGAI STARTER PEMBUATAN ETANOLWulan Sari Eko Putri dan Tri ArdyatiJurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas BrawijayaABSTRAKAmpas kecap sebagai limbah agro-industri mengandung gula reduksi yang berpotensi sebagai habitat khamir dan bahan dasar pembuatan etanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat khamir lokal dari ampas kasar kecap yang selanjutnya digunakan untuk fermentasi etanol. Sampel ampas kecap dilakukan pengayaan pada media Yeast Malt (YM) cair dan diinkunbasi pada suhu 30 oC selama 48 jam, kemudian dilakukan pengenceran berseri dan ditumbuhkan pada media YM agar diinkubasi pada suhu 30 oC selama 48 jam. Isolat yang tumbuh dikarakterisasi morfologi koloni dan sel. Identifikasi isolat dilakukan menggunakan API 20 C Aux. Uji toleransi etanol dilakukan pada media YM cair dengan penambahan etanol absolut 0, 5, 10, 15, dan 20 %. Produksi etanol oleh masing-masing isolat dan kontrol (S. cerevisiae) dilakukan pada media filtrat ampas kasar kecap 20 Brix inkubasi pada suhu 30 oC, agitasi 120 rpm selama 3 hari. Parameter yang diamati adalah kadar etanol, pH, temperatur, gula reduksi, oksigen terlarut, dan jumlah sel. Kadar etanol diukur dengan Kromatografi Gas. Dua isolat didapatkan dari ampas kasar kecap yaitu I2YP5K1 dan I2YP5K2 dengan toleransi terhadap etanol sampai 10 %. Hasil identifikasi menggunakan API 20 C Aux menunjukkan isolat I2YP5K2 termasuk Candida krusei. Produksi etanol paling tinggi didapatkan dari perlakuan I2YP5K1 sebesar 1,52  % diikuti C. krusei sebesar 0,84 % pada hari ke-3. Ampas kasar kecap memiliki potensi menghasilkan kadar etanol dengan kadar 4,07 %.Kata kunci : ampas kasar kecap, etanol, khamir
EKSPLORASI KAPANG ANTAGONIS DAN KAPANG PATOGEN TANAMAN APEL DI LAHAN PERKEBUNAN APEL PONCOKUSUMO Pradana, Galuh Setyanto; Ardiyati, Tri; Aini, Luqman Qurata
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poncokusumo merupakan daerah pertanian di Kabupaten Malang yang memiliki komoditas utama yaitu apel. Serangan kapang patogen menyebabkan apel menjadi rusak dan busuk. Selama ini, pengendalian kapang patogen hanya dilakukan dengan menggunakan pestisida dan mampu menyebabkan terjadinya resistensi kapang patogen. Penelitian ini bertujuan mengetahui spesies kapang antagonis dan kapang patogen yang terdeteksi serta mengetahui tingkat dan mekanisme penghambatan kapang antagonis terhadap pertumbuhan kapang patogen dari lahan perkebunan apel Poncokusumo. Isolasi kapang antagonis dilakukan menggunakan sampel tanah top soil 10 cm, sedangkan isolasi kapang patogen berasal dari sampel organ tanaman yang terserang penyakit dengan melakukan sterilisasi menggunakan larutan NaOCl 5 %. Isolat kapang antagonis diuji tingkat penghambatannya terhadap kapang patogen tanaman apel dengan menggunakan metode dual culture dan slide culture. Persentase penghambatan masing-masing kapang antagonis dianalisis secara statistik menggunakan one-way ANOVA. Hasil eksplorasi didapatkan tiga genus kapang patogen yaitu Venturia sp., Colletotrichum sp., dan Monilia sp., sedangkan kapang antagonis yang didapat antara lain Trichoderma sp.(I), Trichoderma sp.(II), Trichoderma sp.(III), Aspergillus sp.(I), dan Aspergillus sp.(II). Penghambatan terbaik ditunjukkan kapang antagonis Trichoderma sp.(I) yaitu menghambat Venturia sp. sebesar 50,51%, Colletotrichum sp. sebesar 73,30%, dan Monilia sp. sebesar 66,97%. Hasil pengamatan mikroskopis diketahui bahwa mekanisme penghambatan kapang antagonis terhadap kapang patogen menggunakan metode slide culture diketahui bahwa isolat Genus Trichoderma yaitu kompetisi dan parasitisme, sedangkan isolat Genus Aspergillus dengan antibiosis. Kata kunci: antagonis, eksplorasi, patogen, penghambatan.
Keragaman Serangga Musuh Alami Kutu Sisik Lepidosaphes beckii Pada Jeruk Keprok Dan Jeruk Manis Alviantono, Redy; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangan hama dapat menurunkan nilai ekonomi jeruk. Salah satu hama penting yang menyerang jeruk adalah kutu sisik Lepidosaphes beckii. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis dan keanekaragaman serangga musuh alami yang berasosiasi dengan kutu sisik Lepidosaphes beckii pada tanaman jeruk keprok dan jeruk manis. Penelitian dilakukan dengan cara pengamatan langsung, pengambilan sampel dan identifikasi. Data dianalisis untuk menentukan nilai indeks keanekaragaman, indeks kesamaan (IBC) dan indeks dominansi. Serangga musuh alami yang ditemukan meliputi kelompok predator Famili Coccinellidae (Chilocorus, Symnus dan Harmonia) dan Formicidae, serta kelompok parasitoid Famili Trichogrammatidae (Trichogramma) dan Aphelinidae (Aphytis dan Encarsia). Nilai IBC untuk kedua komunitas adalah 0,93. Nilai tersebut menunjukkan secara umum kerapatan semua jenis serangga musuh alami kutu sisik pada kedua komunitas adalah sama. Berdasarkan nilai indeks Shannon-Wiener, keanekaragaman jenis serangga musuh alami pada kedua lokasi tergolong rendah dan tidak terdapat perbedaan pada kedua jenis jeruk (jeruk keprok 1,5387 dan jeruk manis 1,5542). Formicidae merupakan serangga yang paling banyak ditemukan di kedua lokasi. Kelimpahan Formicidae yang lebih tinggi daripada kelimpahan serangga lain disebabkan karena bersifat polifaga dan memiliki struktur sosial populasi yang terorganisasi dengan baik. Kata Kunci : keanekaragaman, Lepidosaphes beckii, serangga musuh alami
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) terhadap Peningkatan Jumlah Sel T CD4+ dan CD8+ pada Timus Mencit (Mus musculus) Dewi, Linda Kartika; Widyarti, Sri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunomodulator merupakan suatu senyawa yang dapat mempengaruhi sistem imun humoral maupun seluler. Daun sirsak (Annona muricata) banyak dikenal sebagai tanaman berkhasiat obat karena mempunyai senyawa-senyawa aktif yang berperan sebagai agen imunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun sirsak terhadap peningkatan jumlah sel T CD4+ dan CD8+. Pengekstrakan daun sirsak dengan metode maserasi menggunakan etanol 95%. Selanjutnya ekstrak etanol daun sirsak yang telah dilarutkan dengan NaCMC 0.5% diberikan pada mencit secara oral selama 2 minggu dengan dosis 0, 25, 50, 100 mg/kg BB.. Setelah 2 minggu, timus diisolasi sel-sel limfositnya dan dilakukan perhitungan jumlah sel dengan Flowcytometry dan Haemocytometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata) dapat meningkatkan jumlah sel T CD4+ dan CD8+ pada timus secara signifikan (p<0.05) pada dosis 25 mg/kg BB. Sel T CD4+ mengalami peningkatan sebesar 75% (3.6 juta sel) dan sel T CD8+ mengalami peningkatan sebesar 238% (3.1 juta sel).   Kata kunci: dosis, ekstrak etanol, daun sirsak, sel T CD4+, sel T CD8+
Pengaruh Gula Reduksi dan Total Nitrogen Terhadap Densitas dan Viabilitas Sel Saccharomyces cerevisiae dalam Fermentasi Etanol dari Molase wiratno, ekwan nofa; Ardyati, Tri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fermentasi etanol dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya adalah densitas dan viabilitas sel khamir. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi total nitrogen dan gula reduksi terhadap densitas dan viabilitas sel Saccharomyces cerevisiae (SAF Instan) selama proses fermentasi etanol dari molase. Tahapan penelitian ini terdiri dari pengukuran kadar gula reduksi, total nitrogen, konsentrasi kalsium, penentuan densitas dan viabilitas sel khamir serta analisis data. Fermentasi dilakukan selama 72 jam dengan 3 ulangan. Perlakuan konsentrasi gula reduksi (GR) dan total nitrogen (N) yaitu GR 100 N 0, GR 100 N 6, GR 100 N 10, GR 125 N 0, GR 125 N 6 dan GR 125 N 10 g/l. Penghitungan viabilitas sel dilakukan setiap 24 jam. Viabilitas tertinggi adalah GR 125 N 0 (95,76 %) dan GR 100 N 6 (95,96 %). Penurunan viabilitas sel disebabkan oleh rendahnya perkembangbiakan sel khamir (tidak terjadi peningkatan jumlah sel secara signifikan (p>0,05)). Hal ini terjadi karena tingginya konsentrasi kalsium (0,21 %).
HUBUNGAN KERAPATAN DAN PANJANG TRIKOMA DAUN PADA KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) TERHADAP PREFERENSI PELETAKAN TELUR KUTU KEBUL (Bemisia tabaci Genn.) Sulistyadi, Febi Wahyu; Indriyani, Serafinah; Suharjono, Suharjono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Groundnut crop which is widely used in various fields. However, there are some pests that attack peanuts, one of which is the whitefly pest that lays eggs on the leaves. Laying eggs on the leaves can cause some damage. This study aimed to determine the relationship of density and length of the peanut leaf trichomes against whitefly infestation preference laying eggs on the leaves of peanuts. The method used is to plant 16 varieties of groundnut in the usual places visited by whitefly infestation. After the age of groundnuts ± 1.5 months taken leaf samples of peanut varieties, each variety was taken three leaves as replicates. Further microscopic preparations were made for length and density of trichomes observed on the abaxial whitefly infestation and the number of eggs in each sample and leaf damage observed macroscopically. Data analysis was done by correlation test number nits whitefly trichome length and density with SPSS 16 for Windows as well as analysis and cause leaf damage. Based on the research and observations that have been made can be seen that there is a positive and highly significant correlation between the density of leaf trichomes peanut and egg laying whitefly infestation in peanut leaves by Pearson correlation values ​​respectively of 0.86 at 0.01 level. While long relationship peanut leaf trichomes and laying eggs on the leaf whitefly infestation peanuts have a positive and significant correlation based on the value of 0.597 at 0.05 level. Thus it is known that whitefly infestation happy laying eggs on the leaves of peanuts with a tight and long trichomes.
Eksplorasi Potensi ekowisata di Blitar Prasetya, Siska Puspa Wardhani; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ekowisata merupakan  suatu  kegiatan  wisata  yang  konsep  utamanya  difokuskan  terhadap kelestarian  sumberdaya  pariwisata.  Perjalanan  ekowisata  lebih difokuskan pada wisata  alam yang  bertanggung  jawab dengan  cara  mengkonservasi  lingkungan  dan  meningkatkan kesejahteraan  masyarakat  lokal.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  potensi  dan  persepsi  masyarakat  terhadap  ekowisata. Penelitian  ini dilakukan pada bulan Agustus hingga Desember 2012 di kota  dan  Kabupaten  Blitar.  Potensi  ekowisata  dilakukan  dengan  cara eksplorasi langsung terhadap tempat-tempat wisata. Persepsi masyarakat dilakukan dengan  cara wawancara  semi  terstruktur kepada narasumber dan  demi  kode  etik  para  narasumber  tidak  berkenan  disebutkan  namanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Blitar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah ekowisata. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya  Obyek Wisata  yang  ada  di  Blitar,  yang  meliputi  Rambut Monte,  Es  Drop,  Candi  Penataran,  Pantai  Tambakrejo,  Gong  Kyai Pradah,  dan  lain-lain.  Berdasarkan  hasil  wawancara  diketahui  bahwa masyarakat mengetahui  potensi  ekowisata  di  Blitar,  selain  itu mereka turut  melestarikan  dan  mendukung  pengembangan  obyek-obyek ekowisata yang ada di Blitar. Kata Kunci  : blitar, ekowisata, eksplorasi, dan persepsi.
Analisis Mobilisasi Sel T CD4+ dan CD8+ pada Timus Ayam Pedaging Pasca Infeksi Salmonella typhimurium dan Pemberian Simplisia Polyscias obtusa Pinca, Swastika Pinca; Djati, Muhammad Sasmito; Rifa’i, Muhaimin
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik dalam pakan sebagai perlindungan bagi ternak dari penyakit memiliki dampak negatif yakni adanya kandungan residu sehingga diperlukan adanya bahan substitusi antibiotik. Simplisia daun kedondong laut (Polyscias obtusa) diduga mengandung senyawa flavonoid yang diduga dapat berperan sebagai agen imunomodulator dalam sistem imun seluler. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kandungan simplisia daun Polyscias obtusa dalam pakan ayam sebagai imunomodulator pada ayam yang telah diinfeksi bakteri Salmonella typhimurium, ditinjau dari profil ekspresi CD4+, CD8+ dan B220+ yang dianalisis melalui Flowcytometri. Tahapan penelitian meliputi uji konfirmasi bakteri S.typhimurium, persiapan kultur bakteri dan simplisia daun P. obtusa, infeksi bakteri secara oral 500 µl, pembuatan pakan konversi dengan perlakuan simplisia dosis 1 (0.08%), dosis 2 (0.16%) dan dosis 3 (0.26%), isolasi organ timus dan sel T-limfosit dan analisis flowcytometri. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa jumlah relatif CD4+, CD8+ dan B220+ mengalami peningkatan pada perlakuan pakan pabrik+infeksi bakteri Salmonella dan perlakuan penambahan simplisia dosis 2 (0.16%) dengan hasil yang berbeda nyata berdasarkan waktu pemberian pada jumlah relatif sel CD8+. Hal ini membuktikan bahwa simplisia daun P. obtusa memiliki kemampuan dalam memaksimalkan fungsi sistem imun.
GENETIC ANALYSIS AND MOLECULAR INTERACTION OF UGPase IN SOME TUBER PLANTS RELATED TO GLUCOMANNAN PRODUCTION Ulum, Badiul; Arumingtyas, Estri Laras; Kurniawan, Nia
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UGPase is an enzyme that affect the conformation of polysaccharide with β 1-4 bond. There are some differences interaction of UGPase enzyme with UDP-Glucose substrate in some tuber plants. So, the aim of this research are to observe the interaction of UGPase and UDP-G in some tuber plants and to observe the relationship among tuber plant based on UGPase sequence. Result of molecular docking shows the catalytic domain interaction of UGPase and UDP-G in substrate binding loop, lower energy free obtain from A. konjac is -5.06 kcal/mol, following by I. batatas and S. tuberosum is -4,60 dan -3,73 kcal/mol respectively. Interaction was stabilize by some interaction type, there are electrostatic and hydrogen in A. konjac and I. batatas, and hydrophobic in S. tuberosum. Sequence alignment of UGPase shows I. batatas and S. tuberosum relatively close than to A. konjac.   Key words: interaction, UDP-Glucose, UGPase

Page 1 of 20 | Total Record : 196