cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,259 Documents
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA AIR (Nasturtium officinale) PADA TINGKAT PEMBERIAN AIR YANG BERBEDA DAN DUA MACAM BAHAN TANAM Fitriyah, Nurul Lailiyatul; Azizah, Nur; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.918 KB) | DOI: 10.21176/protan.v5i12.599

Abstract

Pengembangan wilayah produksi selada air perlu dilakukan guna meningkatkan produksi tanaman selada air. Perluasan wilayah produksi dapat dilakukan dengan cara penanaman tanaman selada air di polybag ataupun wadah tanam lainnya sehingga tanaman selada air dapat dibudidayakan di lahan-lahan yang awalnya bukan lahan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan tingkat pemberian air dan jenis bahan tanam yang sesuai pada proses pertumbuhan dan hasil produksi selada air dalam polybag. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2016 di screenhouse STTP 2, Tanjung, Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara tingkat pemberian air dan perbedaan jenis bahan tanam. Interaksi tersebut memberikan pengaruh yang nyata pada berbagai variabel pengamatan antara lain panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar dan kering tanaman, laju pertumbuhan relatif dan bobot segar total tanaman panen. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada perlakuan bahan tanam biji umumnya meningkat pada semua tingkat pemberian air kecuali pada tingkat pemberian air 125% kapasitas lapang semua variabel menunjukkan penurunan. Perlakuan bahan tanam stek menunjukkan bahwa Semakin tinggi tingkat pemberian air maka semakin tinggi pula nilai panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar dan kering tanaman, laju pertumbuhan relatif dan bobot segar total tanaman panen.
UJI EFEKTIVITAS HERBISIDA AMONIUM GLUFOSINAT DENGAN PARAQUAT DALAM MENGENDALIKAN GULMA Stenochlaena palustris PADA TANAMAN KELAPA SAWIT Silaban, Atma Abarido; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.324 KB) | DOI: 10.21176/protan.v5i12.602

Abstract

Salah satu gulma yang menjadi isu utama dalam sistem produksi Kelapa sawit ialah Stenochlaena palustris, terutama di daerah tropika basah seperti Indonesia. Pada penelitian ini, metode yang digunakan untuk mengendalikan S. palustris ialah pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan herbisida. Adapun herbisida yang digunakan adalah paraquat dan amonium glufosinat serta penambahan bahan aktif metil metsulfuron pada masing – masing herbisida. Tujuan penelitian ini ialah untuk menguji efektivitas Herbisida paraquat dan amonium glufosinat dalam mengendalikan gulma S.palustris pada areal tanaman Kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan pada September hingga Oktober 2015 di Divisi IV Estate PMSE blok H 44 PT.BGA Wilayah III, Kalimantan Tengah. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 6 perlakuan dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan herbisida ammonium glufosinat berpengaruh nyata dengan herbisida paraquat dalam mengendalikan gulma S. palustris terhadap bobot kering gulma dalam 5 Minggu setelah aplikasi. Berdasarkan nilai total bobot kering gulma S. palustris selama 5 MSA, nilai bobot kering tertinggi 78,5 gram adalah Kontrol dan nilai bobot kering herbisida paraquat 70 ml ialah 44,6 gram dan Amonium Glufosinat 60 ml dengan bobot kering 42,1 gram yang  merupakan tingkat dosis yang efisien dan efektif untuk menekan pertumbuhan gulma S.palustris pada areal tanaman kelapa sawit. Karena bobot kering gulma digunakan untuk mengetahui tingkat efektivitas herbisida. Persentase keracunan gulma yang mengalami kematian secara fisiologis terdapat pada 5 MSA yang bernilai 84,85 % dan sisanya terdapat gulma yang regrowth dan segar karena tidak diberi perlakuan.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN 9 GALUR JAGUNG (Zea mays L.) Hutauruk, Jonathan Nicholas; Kuswanto, Kuswanto; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.141 KB) | DOI: 10.21176/protan.v5i12.607

Abstract

Jagung (Zea mays L.) ialah bahan pangan pokok kedua di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil, untuk mengetahui nilai heritabilitas dan juga mendapatkan galur-galur harapan terbaik pada 9 galur harapan jagung (Zea mays L.) hasil persilangan generasi S3. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan penelitian di desa Ganung Kidul kota Nganjuk. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan ialah 9 genotip jagung, yakni (G10 x A), (A x G10), (B5 x A), (G10 x B5), (B5 x G10),(G4 x A), (A x G4), (B5 x G4), (G4 x B5) dan varietas pembanding Pioneer-21. Karakter kuantitatif yang diamati ialah tinggi tanaman, jumlah daun, lingkar batang, tinggi letak tongkol, umur muncul bunga jantan, umur muncul bunga betina, umur panen, lingkar tongkol tanpa klobot, panjang tongkol tanpa klobot, bobot segar tongkol berklobot, bobot segar tongkol tanpa klobot, bobot 100 butir biji dan potensi hasil per hektar. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F. pada variabel yang berbeda nyata dilanjutkan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5% dan analisis heritabilitas. Nilai heritabilitas dari tiap-tiap variabel pengamatan berbeda-beda. Nilai heritabilitas tinggi dan nilai KKG (koefisien keragaman genetik) rendah. Galur harapan B5 x G10, G4 x A, B5 x G4, dan G4 x B5 ialah galur-galur harapan yang memiliki potensi hasil yang paling tinggi diantara galur-galur harapan lain yang diuji berdasarkan perbandingan potensi hasil dengan varietas kontrol Pioneer-21.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN JUMLAH AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) Pratama, Ahmad Rizky Yuda; Dwi Yamika, Wiwin Sumiya; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v6i8.818

Abstract

Seledri merupakan tanaman yang dapat ditanam di polibag ataupun langsung di pekarangan, karena selain mudah dalam perawatan, umur panen seledri juga dikenal singkat. Diantara media tanam yang sesuai untuk digunakan pada tanaman seledri di dalam polibag adalah dengan menggunakan tanah dan kokopit. Namun, seledri juga diketahui sebagai tanaman yang sensitif terhadap ketersediaan air, baik dalam keadaan jenuh maupun defisit air. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mencari interaksi dan respon yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dengan perlakuan komposisi media dan jumlah air. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Kebun Percobaan Universitas Brawijaya,  Cangar, Bumiaji, Batu pada bulan November 2015-Januari 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan komposisi media tanam dan jumlah air berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, total bobot panen konsumtif dan bobot segar akar tanaman seledri.Dalam kondisi kurang air (75% kapasitas lapang), media tanam yang cocok digunakan adalah media tanam tanah-kokopit 1:1. Sedangkan pada kondisi cukup air (100% kapasitas lapang), media tanam yang dapat digunakan adalah tanah 100%. Berdasarkan pada penelitian, media tanam kokopit tidak berbeda nyata terhadap seluruh perlakuan jumlah air.
PERBEDAAN PRODUKSI TANAMAN APEL (Malus sylvestris mill.) PADA AGROKLIMAT YANG BERBEDA (Studi Kasus Pada Sentra Produksi Tanaman Apel di Kota Batu dan Kabupaten Malang) Sellitasari, Shelvi; Ainurrasyid, Ainurrasyid; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.794 KB)

Abstract

Apel (Malus sylvestris L.) adalah salah satu buah yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia, karena memiliki rasa yang enak dan banyak mengandung vitamin sehingga bermanfaat. Di Indonesia, sentra tanaman apel terletak di Kota Batu dan Kecamatan Poncokusumo. Penelitian dilaksanakan pada sentra produksi apel yang terletak di Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo, Malang dengan ketinggian tempat antara 600-2.100 m dpl dan di Kota Batu dengan ketinggian tempat 680 - 1.700 m dpl. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kualitas buah ditinjau dari faktor klimatologi dan teknik budidaya. Kualitas apel yang ada di Batu memiliki kelebihan dibandingkan dengan apel yang terdapat di Poncokusumo diantaranya ialah ukuran diameter buah apel, warna kulit buah, kekerasan buah, kandungan kadar gula dan tekstur kulit buah.
PENGGUNAAN MULSA DAN UMBI BIBIT (G4) PADA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA Utomo, Rizky Rachmadi; Suryanto, Agus; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.423 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan umbi bibit dan penggunaan macam mulsa dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi umbi kentang varietas Granola. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2012 sampai dengan Juli 2012, di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan yang diulang 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan umbi bibit G4 dengan mulsa mampu memberikan pertumbuhan yang lebih baik daripada penggunaan umbi lokal, kecuali umbi lokal + mulsa plastik hitam perak terhadap jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, bobot segar total tanaman, dan indeks panen. Penggunaan umbi lokal dengan mulsa plastik hitam perak, mulsa jerami, dan mulsa daun paitan mampu meningkatkan hasil bobot umbi segar panen masing – masing sebesar 57,38%, 40,62%, dan 39,18% daripada tanpa mulsa. Penggunaan umbi bibit G4 dan mulsa plastik hitam perak mampu menghasilkan bobot umbi segar panen 16,72 ton ha-1 atau meningkat 90,65% daripada tanpa mulsa, dan meningkat 17,91% daripada umbi lokal pada perlakuan yang sama.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM PADA TEKNIK BUD CHIP TIGA VARIETAS TEBU (Saccharum officinarum L.) Putri, Aldilla Dezjona; Sudiarso, Sudiarso; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.722 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi akibat perlakuan komposisi media tanam dan varietas serta mendapatkan komposisi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan bibit dengan teknik bud chip dari tiga varietas tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2012 di Pusat Penelitian Gula PTPN X (Persero). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor pertama varietas dan faktor kedua komposisi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara komposisi media tanam dan varietas pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah ruas batang, luas daun dan bobot kering total tanaman. Pembibitan tanaman tebu pada media dengan komposisi tanah : kompos : pasir (10% : 70% : 20%) menghasilkan nilai rerata diameter batang, jumlah ruas batang, luas daun, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan komposisi tanah : kompos : pasir  (70% : 20% : 10%) dan (20% : 10% : 70%). Varietas PSJK 922 cocok ditanam pada media dengan komposisi tanah : kompos : pasir (10% : 20% : 70%). Sebaiknya pembibitan tebu dengan teknik bud chip ditanam pada media dengan perbandingan komposisi media tanah : pasir : kompos (10% : 20% : 70%) menggunakan varietas PSJK 922.
DINAMIKA KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN PASCA PERTANAMAN PADI Mardiyanti, Devi Erlinda; Wicaksono, Karuniawan Puji; Baskara, Medha
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.428 KB)

Abstract

Penelitian ini mempelajari tingkat keanekaragaman, dominasi, serta pola sebaran  spesies tumbuhan pada ekosistem sawah, dan mengetahui pengaruh sejarah penggunaan lahan terhadap perubahan kondisi ekosistem sawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2012 - Juli 2012 di Desa Bandung Sekaran, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Indeks Shanon-Wienner berkisar antara 2,10 - 3,04 yang berarti tingkat keanekaragaman tumbuhan pada lahan penelitian tergolong dalam kategori sedang. Indeks Simpson berkisar antara 0,06 - 0,18 yang berarti tidak terjadi dominasi individu spesies tumbuhan pada lahan penelitian. Nilai Indeks Morisita berkisar antara 0,00-3,00. Pola sebaran tumbuhan di lahan I dan II adalah berkelompok, sedangkan lahan III adalah merata. Spesies tumbuhan yang paling banyak dijumpai pada lahan penelitian I dengan sejarah penggunaan lahan Jagung - Padi - Bera, yaitu Hedyotis corymbosa L., Euphorbia hirta dan Leptochloa chinensis; Lahan Penelitian II dengan sejarah penggunaan lahan Bera - Padi - Bera adalah Mecardonia procumbens dan Scrophulariaceae(2); Lahan Penelitian III dengan sejarah penggunaan lahan Kacang Hijau - Padi - Bera adalah Eclipta prostrata dan Ischaemum rugosum.
UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN PEMUPUKAN BOKASHI DAN Crotalaria juncea L. Yuliana, Anggi Indah; Sumarni, Titin; Fajriani, Sisca
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.618 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari respon tanaman jagung terhadap pemupukan bokashi dan C. juncea. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei  hingga Oktober 2012 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, meliputi 2 faktor yang diulang 3 kali. Faktor pertama ialah dosis pupuk hijau  C. juncea dengan 3 taraf, yaitu: Tanpa C. juncea (C0), 10 ton ha-1 (C1) dan 20 ton ha-1 (C2). Faktor kedua ialah dosis pupuk bokashi dengan 4 taraf, yaitu: Tanpa bokashi (B0), 5 ton ha-1 (B1), 10 ton ha-1 (B2) dan 15 ton ha-1 (B3). Hasil penelitian menunjukkan penambahan bokashi sampai taraf 15 ton ha-1 belum mampu mengurangi kebutuhan C. juncea pada area penanaman jagung. Penggunaan pupuk bokashi sebanyak 15 ton ha-1 nyata meningkatkan hasil tanaman jagung sebesar 23,86 % dibandingkan tanpa pupuk bokashi, hasil ini lebih besar dibandingkan peningkatan hasil jagung akibat penggunaan C. juncea 5 dan 10  ton ha-1 sebesar  11,90 % dan 18,09 %. Penggunaan pupuk hijau C. juncea sebanyak 20 ton ha-1 nyata meningkatkan hasil tanaman jagung sebesar 17,34 % dibandingkan tanpa C. juncea, hasil ini lebih baik dibandingkan peningkatan hasil tanaman jagung akibat penggunaan 10 ton ha-1 C. juncea yang mencapai 9,22 %.
STUDI PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleorotus ostreatus) PADA MEDIA TUMBUH JERAMI PADI DAN SERBUK GERGAJI Hariadi, Nurul; Setyobudi, Lilik; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.236 KB)

Abstract

Tujuan dari percobaan ini adalah mempelajari perbedaan pertumbuhan dan produksi jamur tiram putih antara baglog jerami padi dan serbuk kayu gergaji, dan mendapatkan perbandingan campuran komposisi antara serbuk gergaji kayu dengan jerami padi yang tepat sehingga dapat  digunakan sebagai media tumbuh jamur tiram putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan M8 dengan komposisi serbuk gergaji kayu 700 g, jerami padi 100 g, bekatul 50 g, dan kompos sampah hijau 150 g. Perlakuan M8 menghasilkan lama penyebaran miselium pada substrat 35,19 HSI; saat muncul badan buah (Pin head) pertama 65,63 HSI; rata-rata diameter tudung  buah 6,57 cm; frekuensi panen 9,33 kali; rata-rata bobot segar badan buah 58,71 g; interval panen 3,34 hari.  Perhitungan analisis usaha tani, M8 menghasilkan total keuntungan Rp 820.600,00 dengan BEP volume produksi 390,63Kg; (B/C) Ratio 1,26; ROI sebesar 0,26 %.

Page 1 of 126 | Total Record : 1259